Anda di halaman 1dari 3

E.

Kajian Terdahulu
Kajian terhadap pemikiran pendidikan Ibnu Sahnun masih sedikit ditemukan karena
jarang dilakukan oleh para peneliti. Meskipun demikian, dalam kajian terduhulu ini perlu
dicantumkan penelitan-penelitian yang dilakukan oleh beberapa penulis mengenai pemikiran
pendidikan Ibnu Sahnun dalam kitabnya Adab al-mualimin. Para penulis yang telah
mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Sahnun adalah Ibrahim Muhammad al-Syafii, A.
Susanto, Gamal Abdul Nasir Zakaria, Syaban Muftah Ismail, dan Abd al-Amir Syams al-
Din.
Ibrahim Muhammad al-Syafii1 dengan tulisannya Muhammad bin Sahnun dalam
Min Alam al-Tarbiyah al-Arabiyah al-Islamiyah menjelaskan konsep pendidikan menurut
Ibnu Sahnun secara umum, antara lain tujuan, kurikulum dan metode pengajaran, pengurusan
pengajaran di kuttab, dan sedikit pembahasan tentang kewajiban dan hak guru menurut Ibnu
Sahnun.
A. Susanto dalam bukunya Pemikiran Pendidikan Islam bab 72 membincangkan
tentang pemikiran pendidikan Islam Ibnu Sahnun secara umum dan ringkas yang mencakup
kurikulum pendidikan, pendidikan kejiwaan, metode pendidikan, dan peranan serta sedikit
tentang kompetensi guru A. Susanto menyimpulkan bahwa Ibnu Sahnun termasuk tokoh
pendidikan Islam angkatan pertama yang juga mengkaji bidang pendidikan terutama
kompetensi yang harus dimiliki oleh guru, dan pendidikan yang diinginkan oleh Ibnu Sahnun
adalah model pendidikan kejiwaan dan pendidikan yang memadukan antara tujuan duniawi
dan ukhrawi.
Gamal Abdul Nasir Zakaria3 dalam karyanya Prinsip-prinsip Pendidikan Islam
melakukan kajian komparatif pemikiran 3 tokoh pendidikan Islam dari Afrika, yaitu Ibnu
Sahnun, Al-Qabisi, dan Ibnu Khaldun. Pemikiran pendidikan Islam Ibnu Sahnun yang
dibincangkan oleh Gamal Abdul Nasir Zakaria antara lain kurikulum, pendekatan pengajaran,
anak didik, dan guru. Gamal hanya mendikripsikan peran, kewajiban, dan hak guru dalam
proses pendidikan Ibnu Sahnun.
Syaban Muftah Ismail4 dalam artikel jurnalnya Muhamad Ibn Sahnun: An
Educationalist and a Faqih membahs tentang biografi Inbu Sahnun dan beberapa teori Ibnu
Sahnun tentang pendidikan. Dalam perbincangan teori pendidikan Ibnu Sahnun, Syaban
mengalisisnya dengan analisis deskriptif ringkas.
Dari berbagai kajian para peneliti di atas, dapat disimpulkan bahwa kajian terhadap
pemikiran pendidikan Ibnu Sahnun belum dijelaskan secara spesifik dan mendalam dan tidak
dianalisis secara kritis sehingga tidak tahu mana kelebihan pemikiran pendidikan Ibnu
Sahnun yang perlu dipertahankan dan kekurangan yang mesti disempurnakan.
Berbagai kajian di atas, meskipun menggunakan sumber primer yang sama yaitu kitab
adab al-Muallimin tapi belum menyentuh sistim pendidikan full day school Ibnu Sahnun

1
Ibrahim Muhammad Syafii, Muhammad bin Sahnun dalam Min Alam al-Tarbiyah al-Islamiyah,
Jilid 1, (Ttp: Maktab al-Tarbiyah al-Arabiy li Duwal al-Khalij, t.t.), h. 247-275.
2
A. Susanto, Pemikiran Pendidikan Islam. Edisi ke-1. Jakarta; Amzah 2009), h. 54-60
3
Gamal Abdul Nasir Zakaria, Prinsip-prinsip Pendidikan Islam Ibnu Sahnun, al-Qabisi, Ibnu Khuldun,
Edisi Pertama (Pahang Darul Makmur: PTS PUBLICATION & DISTRIBUTION SDN BHD, 2003)
4
Syaban Muftah Ismail, Muhammad Ibn Sahnun: An Education and a Faqih. Muslim Ed
secara luas mengenai tujuan dan aspek-aspek pedagogi, kompetensi guru dan kurikulum
sekolah dasar Islam, dan kaedah penggunaan metode hukuman fisik atas anak didik. Karena
itu, kajian ini dapat dikatakan sebagai suatu kajian yang berbeda dan belum pernah dilakukan
sebelum ini oleh para peneliti karena kajian ini selain membongkar pemikiran Ibnu Sahnun
mengenai pemikiran di atas, juga berupaya menganalisis secara kritis pemikiran pendidikan
Ibnu Sahnun tersebut sehingga akan ditemukan kelebihan dan kelemahan dan relevansinya di
era kekinian.

E. Metode Penelitian
1. Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpulan Data ialah cara atau prosedur yang sistematik dan standar yang
dilakukan untuk memperoleh data yang dilakukan dalam suatu penelitian5. Mengingat
penelitian ini adalah penelitian pemikiran pendidikan Inbu Sahnun, maka pnegumpulan data
sepenuhnya dilakukan melalui penelitan kepustakaan (library research). Penelitian
kepustakaan ini betujuan mengumpulkan data-data dan informasi ilmiah berupa teori-teori,
metode atau pendekatan yang pernah berkembang dan telah direkomendasikan dalam bentuk
kitab/buku dan sebagainya di perpustakaan6, sehingga manfaat yang didapat dari kajian
kepustakaan adalah dapat menggali teori-teori dasar dan konsep yang telah ditemukan oleh
para peneliti terdahulu.7
Sumber data tertulis yang diperoleh melalui kajian kepustakaan ada dua macam, yaitu
sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data ialah subjek darimana data itu
diperoleh.8 Sumber data perimer yaitu suatu data pokok berupa kumpulan data-data
intelektual yang ditulis langsung oleh tokoh yang bersangkutan baik secara pribadi maupun
karya bersama (antologi) mengenai topik yang sedang dikaji.9 Dengan demikian, maka
sumber data primer yang digunakan hanyalah kitab Adab al-Muallimin, satu-satunya kitab
monumental karya Ibnu Sahnun tentang pendidikan yang penulis temukan. Sedangkan
sumber data sekunder yaitu sumber data berupa karya-karya orang lain mengenai tokoh yang
bersangkutan atau mengenai topik yang diselidiki.10 Jadi yang menjadi sumber data sekunder
dalam kajian ini adalah semua buku/kitab, kajian dan tulisan para penulis yang mengkaji
tentang pemikiran pendidikan Ibnu Sahnun, seperti kajian Suwito dan Fauzan (Ed.), Sejarah
Pemikiran Para Tokoh Pendidikan, cetakan pertama, (Bandung: Angkasa, 2003), Ahmad
Fuad al-Ahwani, al-Tarbiyah fi al-Islam, cetakan ke-enam, (al-Qariah: Dar al-Maarif, duna
a-sanah), Camilia adang, Intra-and Interreligious Controversies in 3 /9 Century
Layrawan: The Polemic of Muhammad b. Sahnun, (Tel Aviv: The Hebrew University of
Jerussalem The Faculty of Humanities, 2009), dan Sebastian Gunther, Ideas, Images, and

5
Moh. Nazir, Metode Penelitian, Cet. 3, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988), h 211.
6
Rusdin Pohan, Metodologi Penelitian Pendidikan, Cetakan Kedua, (Banda Aceh: Ar-Rijal Institute,
2008), h 42
7
Masyuri & Zainuddin, Metedologi Penelitan Pendekatan Praktis dan Aplikatif, Cetakan Kedua,
(Bandung: Refika Aditama. 2009), h.99.
8
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V, Cetakan
Keduabelas, (Jakarta Rineka Cipta, 2002),h. 107.
9
Syahrin Harahap, Metodologi Studi Tokoh Pemikiran Islam, Cetakan Pertama, (Jakarta: Istiqamah
Mulya Press,2006),h. 58.
10
Ibid
Methods of Portrayal Insight into Classical arabic Literatur and Islam, (Brill Leiden-Boston,
2005).
2. Metode Analisa Data
Analisis data adalah kegiatan mengatur, megurutkan, mengelompokkan, memberi
kode/tanda, dan mengkatagorikan data sehingga dapat ditemukan dan dirumuskan hipotesis
kerja berdasarkan data tersebut.11 Dengan demikian, maka analisis data dalam kajian ini
menggunakan metode deskriptif, analisis tekstual, dan analisis kritis. Analisis deskriptif ialah
metode analisis yang berusaha mendeskripsi dan menginterpretasikan apa yang ada, baik
kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang sedang tumbuh, proses yang sedang
berlangsung dan telah berkembang12 atau kaedah yang memberikan gambaran jelas dan
akurat tentang material atau fenomena yang diselidiki.13 Dengan metode deskriptif
dimaksudkan untuk mendeskripsikan profil Ibnu Sahnun dan pemikiran secara umum
mengenai tujuan dan aspek-aspek pedagogi, kompetensi guru dan kurikulum sekolah dasar
Islam, dan kaedah penggunaan metode hukum fisik atas anak didik. Pendiskripsian ini tentu
saja dikuatkan oleh metode analisis, yang berusaha mengungkapkan makna-makna yang
terkandung dalam keseluruhan ide-ide Ibnu Sahnun yang termaktub dalam kitab Adab al-
Muallimin khususnya yang berkaitan dengan kompetensi guru di lembaga tersebut.
Kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kritis, yaitu upaya membuat suatu
penelitian terhadap hujah-hujah yang digunakan untuk menyokong suatu pendapat sehingga
akan diketahui kelebihan dan kelemahannya sekaligus berusaha membangun pandangan baru
yang lebih bernas dan jitu dari hasil analisis kritis tersebut.14 Dalam hal ini analisis kritis akan
diaplikasikan dalam menganalisis pemikiran Ibnu Sahnun tentang kurikulum dan kompetensi
guru sekolah dasar Islam untuk ditemukan kelebihan dan kekurangannya sehingga
keunggulan pemikiran pendidikan Islam Ibnu Sahnun tersebut perlu dipertahankan
(direkomendasikan) dalam pengembangan kurikulum dan kompentensi guru di lembaga
pendidikan dasar Islam sekarang dan kekurangannya perlu direnovasi atau ditambahkan
sekaligus berupaya menawarkan sesuatu yang baru.

11
L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990),h.10.
12
Sanapiah Faisal, Metedologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982),h. 119.
13
Ibnu Hajar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta: Rajagrafindo
Persada,1997), h. 274.
14
Mujamil Qomar, Epistimologi Pendidikan Islam dari Metode Rasional hingga Metode Kritik, (Jakarta
Airlangga, 2005),h. 351.