Anda di halaman 1dari 9

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 DISTRIBUSI FREKUENSI

Distribusi frekuensi merupakan suatu alat guna menjelaskan suatu fenomena


secara sederhana, sisitematis dan jelas. Serta dinyatakan dalam angka-angka (data)
yang telah dikelompokan (fauzi, 2008).

Penyusunan tabel distribusi frekuensi (lukas setia atmaja 2009) dapat


dilakukan sebagai berikut:

1. Dengan menyusun data mentah dari nilai terendah sampai nilai tertinggi
agar nilai observasi dapat dimasukan kedalam kelas-kelas yang tepat dengan
mudah.
2. Menentukan jumlah kelas dan interval kelas

Adapun komponen dari distribusi frekuensi adalah menentukan rentang data


(range), menentukan jumlah kelas frekuensi dan menentukan interval kelas
frekuensi.

2.1.1 Range (R) Menggunakan Rumus (Fauzi, 2008):

Range merupakan cara pengukuran dispersi yang sederhana. Kelemahannya


adalah hanya ditentukan oleh dua nilai observasi saja. Jika pada data tersebut
terdapat nilai ekstrem, maka range akan memberikan gambaran yang variabelitas
yang kurang benar (lukas setia atmaja 2009).

R = DATAMAX DATAMIN

2.1.2 Menentukan Jumlah Kelas Menggunakan Rumus (Sudjana, 1989):

K = 1 + (3,3) log n

K = Jumlah kelas

n = Jumlah data

1
II-2

2.1.3 Menentukan Interval Kelas Dengan Menggunakan Rumus (Sudjana,


1989):


C=

C = Interval kelas

R = Range

K = Jumlah kelas

2.2 TENDENSI SENTRAL DAN DISPERSI

Tendensi sentral merupakan suatu cara yang digunakan untuk memberikan


informasi ukuran-ukuran yang dimiliki oleh suatu kelompok data pengamatan
(Fauzi, 2008).

Dispersi dilakukan untuk melengkai perhitunhan nilai sentral. Besarnya


penyimpangan suatu nilai dari sentralnya. Prngukuran dispersi yang merupakan
salah satu aspek yang penting dalan suatu aspek studi deskriftif suatu data(lukas
setia atmaja 2009).

Nilai sentral atau nilai pusat adalah suatu nilai yang mewakili semua nilai
observasi dalam suatu data. Nilai tersebut dianggap sebagai ganbaran dari kondisi
suatu data (lukas setia atmaja 2009), beberapa macam nilai sentral yang
digunakan adalah sebagai berikut:

2.2.1 Mean / Rata-Rata


Mean atau nilai rata-rata merupakan nilai sentral yang sering digunakan
untuk menentukan nilai rata-rata pada beberapa data. (Lukas Setia Atmaja : 2009
Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi).


Rumus : X =

fi = Frekuensi, = Mid Point (nilai tengah)


II-3

2.2.2 Median
Median adalah nilai yang terletak ditengah pada suatu data yang telah
diurutkan dari nilai terkecil sampai nilai terbesar (Lukas Setia Atmaja : 2009
Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi).

1
NF
Me = P + I [2 ]
Fi

Me = median
P = nilai pada kelas tepi bawah
I = interval kelas
N = jumlah data
F = frekuensi
Fi = jumlah frekuensi
2.2.3 Modus
Modus adalah item yang memiliki nilai tertinggi pada suatu datadengan kata
lain modus adalah nilai yang sering muncul pada suatu data (Lukas Setia Atmaja
: 2009 Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi).

1
Mo = + [1+ 2]

Mo = modus

P = nilai pada kelas tepi bawah


I = interval kelas
1& 2 = beda frekuensi
II-4

Mo Md R

Gambar 2.1 Kurva Hubungan Antara Mean Median dan Modus

2.2.4 Quartile
Kuartile nilai yang membagi nilai observasi suatu data yang telah diurutkan
dari nilai terkecil sampai nilai terbesar menjadi empat bagian dengan sama besar.



= + [ 4 ]

QT = Quartil ke T
P = nilai pada kelas tepi bawah
I = interval kelas
N = jumlah data
F = frekuensi
Fi = jumlah frekuensi
2.2.5 Desil
Kuartile nilai yang membagi nilai observasi suatu data yang telah diurutkan
dari nilai terkecil sampai nilai terbesar menjadi sepuluh bagian yang sama besar.
Jika pada kwartile kita mengenal ada 3 kuartile, maka pada desil terdapat 9 nilai
desil.
II-5



= + [ 10 ]

= Desil ke T
P = nilai pada kelas tepi bawah
I = interval kelas
N = jumlah data
F = frekuensi
Fi = jumlah frekuensi

2.2.6 Persentile
Kuartile nilai yang membagi nilai observasi suatu data yang telah diurutkan
dari nilai terkecil sampai nilai terbesar menjadi seratus bagian yang sama besar.
Dengan demikian terdapat 99 nilai persentile



= + [ 100 ]

= Persentile ke T
P = nilai pada kelas tepi bawah
I = interval kelas
N = jumlah data
F = frekuensi
Fi = jumlah frekuensi

2.2.7 Standar Deviasi


Standar deviasi atau variance merupakan cara untuk menentukan nilai error
pada rata-rata.

2
. 2 ( . )
=
( 1)

SD = standar deviasi
II-6

N = jumlah data

Fi = frekuensi

Xi = midd point (nilai Tengah)

2.3 DISTRIBUSI SEIMBANG

Distribusi seimbang akan membentuk suatu pola yang berbentuk lonceng,


dimana lonceng tersebut terbentuk dari gabungan garis poligon dari jumlah kelas
yang dimiliki. Berdasarkan ke;as yang dimiliki oleh suatu distribusi memiliki
karakteristik yang bisa diukur dengan 3 hal yaitu (Spiegel, 2008):

2.3.1 Skewness (kemiringan)

Merupakan derajat atau ukuran dari ketidaksimetrisan (Asimetri) suatu


distribusi data. Kemiringan distribusi data terdapat 3 jenis, yaitu :

1. Simetris : menunjukkan letak nilai rata-rata hitung, median, dan modus


berhimpit (berkisar disatu titik), atau nilai kurva senelah kanan sma dengan
nilai kurva sebelah kiri.

Gambar 2.2 Kurva Simetris


II-7

2. Miring ke kanan : mempunyai nilai modus paling kecil dan rata-rata hitung
paling besar.

Gambar 2.3 Kurva Miring Ke Kanan

3. Miring ke kiri : mempunyai nilai modus paling besar dan rata-rata hitung
paling kecil.

Gambar 2.4 Kurva Miring Ke Kiri


II-8

2.3.2 Kurtosis

Merupakan derajat atau ukuran tinggi rendahnya puncak suatu distribusi


data terhadap distribusi normalnya data. Kurtosis (keruncingan) dibagi menjadi 3
yaitu:

1. Mesokurtis (K=3)

Gambar 2.5 kurva mesokurtis

2. Leptokurtis (K>3)

Gambar 2.6 Kurva Leptokurtis


II-9

3. Platikurtis (K<3)

Gambar 2.7 Kurva Platikurtis