Anda di halaman 1dari 48

Proposal Kerja Praktek

PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Studi Pengolahan Limbah


Cair dan Penanggulangan
Tumpahan Minyak PT.
Pertamina Hulu Energi WMO
GRESIK
Proposal Kerja Praktek

Disusun oleh
Dwi Agustiang Ningsih 3313 100 019
Siti Sholikah 3313 100 020

Jurusan Teknik Lingkungan


JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 1
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2015
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

DAFTAR ISI

BAB 1 ........................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4
1.1 LATAR BELAKANG......................................................................................... 4
1.2 TUJUAN ............................................................................................................. 5
1.3 RUANG LINGKUP ............................................................................................ 6
BAB 2 ........................................................................................................................ 7
TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................ 7
2.1 Limbah Industri........................................................................................................... 7
2.2 Limbah Cair ................................................................................................................ 7
2.2.6 Dampak Limbah Cair............................................................................................. 16
BAB 3 ...................................................................................................................... 21
METODELOGI PENELITIAN .............................................................................. 21
3.1 Umum ....................................................................................................................... 21
3.2 Kerangka Studi ......................................................................................................... 22
BAB 4 ...................................................................................................................... 25
PELAKSANAAN ................................................................................................... 25
4.1 Tempat Pelaksanaan ................................................................................................. 25
4.2 Bidang Kerja Prakter................................................................................................. 25
4.3 Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan ............................................................................. 25
4.4 Penyelenggara ........................................................................................................... 27
4.5 Peserta Kerja Praktek ................................................................................................ 27
BAB 5 ...................................................................................................................... 29
PENUTUP ............................................................................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 30
LAMPIRAN
LEMBAR PENGESAHAN................................................................................. 31

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

PERMOHONAN KERJA PRAKTIK ................................................................. 31


ALAMAT SURAT:............................................................................................. 32
LEMBAR IDENTITAS ...................................................................................... 33
CURICULUM VITAE PEMOHON 1 ................................................................ 34
TRANSKRIP MATA KULIAH PEMOHON 1 .................................................. 38
FORMULIR RENCANA STUDY PEMOHON 1 .............................................. 40
CURRICULUM VITAE PEMOHON 2 ............................................................. 41
TRANSKRIP MATA KULIAH PEMOHON 2 .................................................. 45
FORMULIR RENCANA STUDY PEMOHON 2 .............................................. 47

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 3
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perindustrian di Indonesia hingga tahun 2015 senantiasa meningkat,
mengakibatkan iklim yang sangat kompetitif di dunia industri. Semakin banyaknya
industri, meningkat pula limbah yang di hasilkan oleh industri tersebut.
Masyarakatpun dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap
perkembangan yang ada agar dapat bersaing dalam era globalisasi saat ini.
Sebagai wujud nyata dari implementasi tersebut, maka dilaksanakan kerja
praktek yang merupakan salah satu mata kuliah wajib pada tahap sarjana bagi seluruh
mahasiswa di jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
(FTSP), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sehingga mahasiswa
dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah dan menemukan
relevansi antara materi yang didapat pada saat kuliah dengan keadaan di lapangan.
PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT. Pertamina
(Persero). Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu di bidang minyak, gas bumi
dan energi lainnya. Melalui pengelolaan operasi dan portofolio usaha sektor hulu
minyak dan gas bumi serta energi lainnya secara fleksibel, lincah dan berdaya laba
tinggi, PHE mengarahkan tujuannya menjadi perusahaan multi nasional yang
terpandang di bidang energi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders.
Di samping itu, Pertamina mengembangkan pusat riset dan teknologi sektor
hulu serta menekuni bisnis jasa pengeboran. Wilayah kerja Pertamina Hulu sendiri
terbagi menjadi 23 Blok. Dan salah satunya yaitu Blok West Madura Offshore. PT
Pertamina Hulu Energi WMO adalah operator dari West Madura Production Sharing
Contract (PSC) diamana merupakan fasilitas lepas pantai yang terletak di wilayah
barat laut Pulau Madura dan didukung oleh basis dan penerima gas fasilitas darat
yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. PHE WMO akan selalu memainkan peran
utama sebagai sumber pasokan energi bagi pembangunan ekonomi di wilayah
tersebut.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 4
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Proses produksi berpotensi menghasilkan limbah hasil buangan dari kegiatan


produksi. Sehingga banyak sekali kegiatan pengolahan minyak yang memungkinkan
untuk terjadinya pencemaran lingkungan. Tidak hanya menghasilkan limbah cair,
tetapi juga dapat terjadi tumpahan minyak saat produksi maupun saat distribusi.
Kebocoran pipa atau tumpahan minyak tersebut akan memicu terjadinya konsekuensi
yaitu explosion, gas dispersion dan jet fire. Konsekuensi yang muncul bervariasi
tergantung dari beberapa parameter.
PT. Pertamina Hulu Energi WMO berkomitmen untuk menurunkan limbah
yang dihasilkan dengan berbagai inovasi pengelolaan untuk mengurangi resiko yang
dihasilkan. Oleh karena itu, PT. Pertamina Hulu Energi MWO memiliki sarana dan
prasarana pengolahan limbah untuk melindungi lingkungan dari pencemaran yang
dihasilkan. Sarana-sarana tersebut dapat berupa sarana untuk meminimalisasi limbah
di sumber pencemar ataupun sarana pengolahan untuk limbah yang telah dihasilkan.
Sarana-sarana tersebut bertujuan agar limbah yang dihasilkan baik berupa cair, padat,
maupun gas memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Hal inilah yang menjadi daya tarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai
proses pengelolaan limbah cair PT. Pertamina Hulu Energi WMO . Dengan
mempertimbangkan hal-hal di atas, maka kami selaku Mahasiswa Teknik
Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengajukan proposal Kerja
Praktek (KP) dengan topik Studi Proses Pengolahan Limbah Cair dan
Penanggulangan Tumpahan Minyak PT. Pertamina Hulu Energi WMO.

1.2 TUJUAN
Tujuan dilaksanakannya kerja praktek di PT. Pertamina Hulu Energi WMO
adalah untuk melaksanakan salah satu kuliah pada kurikulum program S1 Jurusan
Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi
Sepuluh Nopember. Adapun secara rinci tujuan kerja praktek adalah sebagai berikut :
1. Mempelajari proses pengolahan limbah cair di PT. Pertamina Hulu Energi
WMO.
2. Menganalisis kuantitas dan kualitas air limbah cair.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 5
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

3. Menganalisis proses pengolahan limbah cair yang melebihi beban kapasitas


pengolahan.
4. Mengetahui cara penanggulangan tumpahan minyak yang terjadi di PT.
Pertamina Hulu Energi WMO.

1.3 RUANG LINGKUP


Ruang lingkup dari Kerja Praktek pada PT. Pertamina Hulu Energi WMO
adalah:
1. Gambaran umum dan deskripsi di PT. Pertamina Hulu Energi WMO.
2. Kondisi eksisting dan analisis proses pengolahan limbah cair industri.
3. Pengambilan dan penelitian data-data sekunder mengenai pengolahan limbah
di PT. Pertamina Hulu Energi WMO, antara lain berupa :
Data kuantitas dan kualitas (fisik,kimia,biologis) air limbah pada inlet
dan outlet.
4. Pembahasan mengenai limbah cair mengacu pada standar baku mutu yang
berlaku.
5. Penyesuaian parameter limbah.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 6
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Limbah Industri

2.1.1 Pengertian Limbah Industri


Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat
tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi.
Limbah yang mengandung bahan polutan yang memiliki sifat racun dan berbahaya
dikenal dengan limbah B3, yang berpotensi untuk merusak lingkungan hidup dan
sumberdaya (Ginting, 2007).

2.1.2 Klasifikasi Limbah Industri


Berdasarkan nilai ekonominya limbah dibedakan menjadi limbah yang
mempunyai nilai ekonomis dan limbah yang tidak memiliki nilai ekonomis. Limbah
yang memiliki nilai ekonomis yaitu limbah dimana dengan melalui suatu proses
lanjut akan memberikan suatu nilai tambah. Limbah non ekonomis adalah limbah
yang walaupun telah dilakukan proses lanjut dengan cara apapun tidak akan
memberikan nilai tambah, hanya untuk mempermudahsistem pembuangan (Kristanto,
2002).

2.2 Limbah Cair

2.2.1 Pengertian Limbah Cair


Limbah cair adalah semua limbah yang berbentuk cairan atau berada dalam
fase cair (air seni atau urine, air pencucian alat-alat). Sedangkan limbah gas adalah
semua limbah yang berbentuk gas atau berada dalam fase gas. Sedangkan limbah gas
adalah semua limbah yang berbentuk gas atau berada dalam fase gas, contoh : karbon
monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), dan sulfur oksida
(SOx).
Limbah cair merupakan sisa buangan hasil suatu proses yang sudah tidak
dipergunakan lagi, baik berupa sisa industri, rumah tangga, peternakan, pertanian,
dan sebagainya.Komponen utama limbah cair adalah air (99%) sedangakan

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 7
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

komponen lainnya bahan padat yang bergantung asal buangan tersebut.(Rustama et.
al, 1998).
Adapun sumber limbah cair adalah cairan buangan yang berasal dari rumah
tangga, industri serta tempat-tempat umum lainnya dan mengandung bahan atau zat
yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta mengganggu kelestarian
lingkungan hidup (Kusnoputranto, 1985).

2.2.2 Sumber Air Limbah


Sebagai patokan dapat dipergunakan acuan bahwa 85-95% dari jumlah air
yang dipergunakan menjadi air limbah apabila industri tersebut tidak menggunakan
kembali air limbah tersebut (Sugiharto,1987). Meskipun merupakan air sisa namun
volumenya besar karena lebih kurang 80% dari air yang digunakan bagi kegiatan-
kegiatan manusia sehari-hari tersebut dibuang lagi dalam bentuk yang sudah kotor
atau tercemar. Selanjutnya air limbah ini akhirnya akan mengalir ke sungai dan laut
dan akan digunakan oleh manusia lagi. Oleh sebab itu, air limbah ini harus dikelola
dan atau diolah secara baik. Air limbah ini berasal dari berbagai sumber, secara garis
besar dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut:
1. Air limbah yang bersumber dari rumah tangga atau domestic wastes water, yaitu
air limbah yang berasal dari pemukiman penduduk. Pada umumnya air limbah
ini terdiri dari ekskreta yaitu tinja dan air seni, air bekas cucian dapur dan kamar
mandi, dan umumnya terdiri dari bahan-bahan organik.
2. Air limbah industri yang berasal dari berbagai jenis industri akibat proses
produksi. Zat-zat yang terkandung didalamnya sangat bervariasi sesuai dengan
bahan baku yang dipakai oleh masing-masing industri, antara lain nitrogen,
sulfida, amoniak, lemak, garam-garam, zat pewarna, mineral, logam berat, zat
pelarut, dan sebagainya. Oleh sebab itu, pengolahan jenis air limbah ini, agar
tidak menimbulkan polusi lingkungan menjadi lebih rumit.
3. Air limbah kotapraja atau municipal wastes water yaitu air buangan yang berasal
dari daerah perkantoran, perdagangan, hotel, restoran, tempat-tempat umum,

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 8
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

tempat ibadah, dan sebagainya. Pada umumnya zat-zat yang terkandung dalam
jenis air limbah ini sama dengan air limbah rumah tangga

2.2.3 Karakteristik dan Parameter Air Limbah


Pengamatan mengenai karakteristik ini penting untuk menetapkan jenis
parameter pencemar yang terdapat di dalamnya. Sifat kimia dan masing-masing
parameter dapat menunjukkan akibat yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan.
Karakteristik air limbah perlu diketahui karena hal ini akan menentukan cara
pengolahan yang tepat sehingga tidak mencemari lingkungan hidup. Pengolahan air
limbah dapat digolongkan menjadi tiga yaitu pengolahan secara fisika, kimia, biologi.
Ketiga proses tersebut tidak selalu berjalan sendirisendiri tetapi kadang-kadang harus
dilaksanakan secara kombinasi antara satu dengan yang lainnya. Ketiga proses
tersebut yaitu (Daryanto, 1995):
1. Karakteristik fisik
Pengolahan ini terutama ditujukan untuk air limbah yang tidak larut
(bersifat tersuspensi), atau dengan kata lain buangan cair yang mengandung
padatan, sehingga menggunakan metode ini untuk pimisahan. Pada umumnya
sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan diinginkan agar
bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan mudah mengendap atau bahan-
bahan yang mengapung mudah disisihkan terlebih dahulu. Proses flotasi banyak
digunakan untuk menyisihkan bahanbahan yang mengapung seperti minyak dan
lemak agar tidak mengganggu proses berikutnya (Tjokrokusumo, 1995).
Parameter-parameter yang penting dalam air limbah yang termasuk
karakteristik fisik,antara lain:
a.Total Solid (TS) Merupakan padatan di dalam air yang terdiri dari bahan
organic maupun anorganik yang larut, mengendap, atau tersuspensi dalam air.
b.Total Suspended Solid (TSS) Merupakan jumlah berat dalam mg/L kering
lumpur yang ada didalam air limbah setelahmengalami penyaringan dengan
membran berukuran 0,45 mikron (Sugiharto,1987).

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 9
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

c.Warna pada dasarnya air bersih tidak berwarna, tetapi seiring dengan waktu
dan meningkatnyakondisi anaerob, warna limbah berubah dari yang abu-abu
menjadi kehitaman
d.Kekeruhan kekeruhan disebabkan oleh zat padat tersuspensi, baik yang bersifat
organik maupunanorganik.
e.Temperatur merupakan parameter yang sangat penting dikarenakan adanya
efek terhadap reaksikimia, laju reaksi, kehidupan organisme air, dan
penggunaan air untuk berbagai aktifitassehari-hari
f.Bau disebabkan oleh udara yang dihasilkan pada proses dekomposisi materi
atau penambahansubstansi pada limbah. Pengendalian bau sangat penting
karena terkait dengan masalahestetika.
2. Karakteristik kimiawi
Pengolahan secara kimia adalah proses pengolahan yang
menggunakan bahan kimia untuk mengurangi konsentrasi zat pencemar dalam
air limbah. Proses ini menggunakan reaksi kimia untuk mengubah air limbah
yang berbahaya menjadi kurang berbahaya. Proses yang termasuk dalam
pengolahan secara kimia adalah netralisasi, presipitasi, khlorinasi, koagulasi
dan flokulasi. Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk
menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid),
logam-logam berat, senyawa phospor dan zat organik beracun, dengan
membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Pengolahan secara
kimia dapat memperoleh efisiensi yang tinggi akan tetapi biaya menjadi
mahal karena memerlukan bahan kimia (Tjokrokusumo, 1995).
Parameter-parameter yang penting dalam air limbah yang termasuk
karakteristik kimiawi, antara lain:
a.Chemical Oxygen Demand (COD) Menunjukkan jumlah kebutuhan oksigen
dalam air untuk proses reaksi secara kimiaguna menguraikan unsur
pencemar yang ada.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 10
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

b.Dissolved Oxygen (DO)Merupakan kadar oksigen terlarut yang dibutuhkan


untuk repirasi aerobmikroorganisme. DO di dalam air sangat tergantung
pada temperatur dan salinitas.
c.Ammonia (NH3)Ammonia adalah penyebab iritasi dan korosi,
meningkatkan pertumbuhanmikroorganisme dan mengganggu proses
desinfeksi dengan klor.Ammonia terdapat dalam larutan dan dapat berupa
senyawa ion ammonium atauammonia, tergantung pada pH larutan.
d.SulfidaSulfat direduksi menjadi sulfida dalam sludge digester dan dapat
menggangguproses pengolahan limbah secara biologi jika konsentrasinya
melebihi 200 mg/L. Gas H2S bersifat korosif terhadap pipa dan dapat
merusak mesin (Sugiharto, 1987)
e.Fenol Fenol mudah masuk lewat kulit. Keracunan kronis menimbulkan
gejala gasterointestinal, sulit menelan, hipersalivasi, kerusakan ginjal dan
hati serta dapatmenimbulkan kematian.
f.Derajat keasaman (pH) pH dapat mempengaruhi kehidupan biologis
dalam air. Bila terlalu rendah atau terlalutinggi dapat mematikan kehidupan
mikroorganisme
3. Karakteristik biologis
Semua polutan air yang biodegradable dapat diolah secara biologis,
sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologis dipandang sebagai
pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah
dikembangkan berbagai metoda pengolahan biologis dengan segala
modifikasinya (Tjokrokusumo, 1995). Parameter-parameter yang terpenting
dalam air limbah yang termasuk karakteristik bakterioligis adalah dapat
berupa bakteri, virus, jamur, protista, ganggang dan lainnya.

2.2.4 Tujuan Pengolahan Limbah Cair Industri


Pengolahan limbah cair industri mempunyai tujuan (Pandia, 1995) :
1. Penghilangan bahan tersuspensi dan terapung dan organisme patogen
2. Pengolahan bahan organik yang terbiodegradasi

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 11
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

3. Peningkatan pengertian tentang dampak pembuangan limbah yang tidak


diolah atau sebagian diolah terhadap lingkungan serta efek jangka
panjang yang mungkin akan ditimbulkan oleh komponen tertentu dalam
limbah yang dibuang ke badan air.
4. Pengembangan berbagai metoda yang sesuai untuk pengolahan limbah.

2.2.5 Sistem Pengolahan Limbah Cair


Air limbah sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus menjalani
pengolahan terlebih dahulu. Untuk dapat melaksanakan pengolahan air limbah
yang efektif diperlukan rencana pengelolaan yang baik. Pengelolaan air limbah
dapat dilakukan secara alamiah maupun dengan bantuan peralatan. Pengolahan
air limbah secara alamiah biasanya dilakukan dengan bantuan kolam stabilisasi
sedangkan pengolahan air dengan bantuan peralatan misalnya dilakukan pada
Instalasi PengolahanAir Limbah/ IPAL (Waste Water Treatment Plant /
WWTP).
Dalam pengolahan air limbah bertujuan untuk mencegah pencemaran
pada sumber air rumah tangga, melindungi hewan dan tanaman yang hidup
didalam air, menghindari pencemaran tanah permukaa dan menghilangkan
tempat berkembangbiaknya bibit dan vektor penyakit. Sedangkan syarat Sistem
Pengelolaan Air Limbah adalah Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap
sumber-sumber air minum,tidak mengakibatkan pencemaran air permukaan,
tidak menimbulkan pencemaran pada flora dan fauna yang hidup di air di dalam
penggunaannya sehari-hari, tidak dihinggapi oleh vektor atau serangga yang
mengakibatkan penyakit, tidak terbuka dan harus tertutup, tidak menimbulkan
bau atau aroma tidak sedap.
Sistem pengolahan limbah diklasifikasikan menjadi secara fisika: Pre
treatment, Primary treatment system, Secondary treatment system, Tertiary
treatment system, pembunuhan organisme pathogen, pembuangan lanjutan,
secara kimia, dan biologis.
A. Pengolahan secara fisika

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 12
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

1. Pre Treatment
Untuk memisahkan padatan kasar, mengurangi ukuran padatan,
memisahkan minyak atau lemak dan proses menyetarakan fluktuasi aliran
limbah pada bak penampung. Unit yang terdapat dalam pengolahan
pendahuluan adalah :
a. Saringan (bar screen)
b. Pencacah (communitor)
c. Bak penangkap pasir (grit chamber)
d. Penangkap lemak dan minyak (skimmer and grease trap)
e. Bak penyetaraan (equlization basin)
2. Primary Treatment
Untuk mengurangi kandungan padatan tersuspensi melalui proses
pengendapan (sedimentation). Bahan kimia biasanya ditambahkan untuk
menetralisasi dan meningkatkan kemampuan pengurangan padatan
tersuspensi. Dalam unit ini pengurangan BOD dapat mencapai 35%
sedangkan suspended solid berkurang sampai 60%.
3. Secondary Treatment
Untuk mengurangi bahan-bahan organik melalui mikroorganisme yang
ada di dalamnya.Reaktor pengolahan lumpur aktif (activated sludge) dan
saringan penjernihan biasanya dipergunakan dalam tahap ini. Pada proses
penggunaan lumpur aktif,ditambahkan MLSS (Mizeed Liquiour Suspended
Solid) pada limbah di tangki aerasi dengan tujuan untuk memperbanyak
jumlah bakteri, agar proses biologis dalam menguraikan bahan organik
berjalan lebih cepat. Ada dua hal yang penting, yaitu:
a. Proses Penambahan Oksigen
Penambahan oksigen adalah salah satu usaha dari pengambilan zat
pencemar sehingga konsentrasi zat pencemar akan berkurang atau bahkan
dihilangkan sama sekali. Zat yang diambil dapat berupa gas, cairan ion,
koloid, atau bahan tercampur.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 13
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

b.Pertumbuhan Bakteri Dalam Bak Reaktor


Bakteri diperlukan untuk menguraikan bahan organik yang ada di
dalam air limbah. Oleh karena itu, diperlukan jumlah bakteri yang cukup
untuk menguraikan bahan-bahan organik tersebut. Bakteri yang digunakan
ini memerlukan bahan makanan, yaitu lumpur aktif (activated
sludge).Pemberian lumpur aktif ini dilakukan sebelum memasuki bak aerasi
dengan mengambil lumpur dari bak pengendapan kedua atau dari bak
pengendapan akhir (final sedimentation tank).
4. Tertiary Treatment
Pengolahan ketiga dilakukan jika hasil dari proses-proses sebelumnya
kurang maksimal atau masih banyak mengandung zat-zat berbahaya bagi
manusia dan lingkungan. Proses yang dilakukan pada pengolahan ini adalah
filtrasi, adsorbsi, reduksi Fe, Mn, dan reverse osmosis.
5. Pembunuhan Organisme Patogen (Desinfection)
Desinfeksi dapat dilakukan dengan pemberian khlor (Cl) pada limbah
tersebut, karena khlor dapat membunuh mikroorganisme patogen.
6. Pembuangan Lanjutan (ultimate disposal)
Pembuangan lanjutan ini ditujukan pada lumpur yang merupakan hasil
akhir dari proses pengolahan limbah tersebut. Lumpur itu diolah dengan
proses pemekatan, stabilisasi, conditioning, dewatering, pengeringan, dan
pembuangan.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 14
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Gambar 2.1 Skema primary treatment, dan secondary treatment

B. Pengolahan Secara Kimia

Pengolahan air buangan secara kimia dilakukan untuk menghilangkan


partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa
fosfor, dan zat organik beracun.Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya
melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan
menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi
oksidasi-reduksi.
C. Pengolahan Secara Biologis
Tujuan dari pengolahan biologis adalah untuk menghilangkan atau mengurangi
konsentrasi senyawa organic dan inorganik. Pada prinsipnya, proses biologis yang
digunakan dalam pengolahan air limbah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Suspended Growth
Suspended Growth merupakan proses pengolahan biologis dimana dapat
mengkonversikan bahan organic dan konstituen lainnya di dalam air buangan
menjadi gas atau sel baru pada suspensi di dalam larutan.
2. Attached Growth
Attached Growth yaitu proses pengolahan biologis dimana mikroorganisme
dapat mengkonversikan bahan organic dan konstituen lainnya dalam air

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 15
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

buangan menjadi gas atau sel baru dengan kontak antara air buangan dengan
media invert seperti plastic dan keramik.

2.2.6 Dampak Limbah Cair

2.2.6.1 Efek langsung terhadap organisme


1. Efek lethal (kematian)
Di perairan lepas pantai efek tumpahan minyak sebagai B3 sering
disebabkan olehkecelakaan kapal tanker, kegiatan off-shore atau oleh
rembesan alami minyak bumi dari dasarlaut (oil seep), sampai saat ini belum
ada laporan tentang kegiatan industri di darat yangmelakukan pembuangan
limbah jauh kearah perairan oseanik. Untuk kasus oil spill
(tumpahanminyak), di perairan terbuka, konsentrasi minyak dibawah slick
biasanya sangat rendah, danmaksimum akan berada dalam kisaran 0.1 ppm
sehingga tidak menyebabkan kematian masal organisme terutama ikan-ikan
akibat tumpahan minyak di perairan lepas pantai. Permasalahannya,
kebanyakan kasus tumpahan minyak terjadi di perairan pantai ataupun
perairan dalam (inshore). Pernah dilaporkan pada kecelakaan kapal tanker
Amono Cadiz tahun 1978 di Perairan Inggris dan Perancis, populasi ikan-
ikan dari jenis Pleurenectes platessa dan Solea vulgaris dilaporkan
mengalami kematian massal. Resiko kematian masal akan lebih besar lagi
bagi ikan-ikan di tambak ataupun di keramba serta jenis kerang-kerangan
yang kemampuan migrasi untuk menghindari spill sangat
2. Efek sub-lethal
Berbeda dengan efek lethal yang dapat dikuantifikasi dengan mudah
dilapangan, efek sublethal akan lebih akurat jika dibuktikan di laboratorium.
Uji laboratorium menunjukan bahwa reproduksi dan tingkah laku ikan dan
kerang-kerangan dipengaruhi oleh konsentrasi minyak di air. Dengan
konsentrasi yang relatif rendah ( 0.1 ppm), kemampuan tetas telur, tingkat
kelulusan hidup, jumlah larva cacat, penutupan cangkang (pada kerang)
dipengaruhi secara signifikan. Banyak jenis udang dan kepiting membangun

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 16
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

sistem penciuman yang tajam untuk mengarahkan banyak aktifitasnya,


akibatnya eksposure terhadap bahan B3 menyebabkan udang dan kepiting
mengalami gangguan didalam tingkah lakunya seperti kemampuan mencari,
memakan, dan kawin.
3. Efek terhadap plankton
Stadium planktonik dari telur dan larva ikan, moluska dan crustaceae
memiliki kerentanan yang tinggi dari kontak secara langsung dengan B3.
Pada kasus yang ekstim seperti oil spill yang terjadi saat perang Teluk (1991-
1992), 75 % stock udang menurun. Kondisi ini akan menjadi lebih buruk jika
spillage bertepatan dengan periode memijah (spawning) dan lokasi yang
terkena dampak adalah daerah asuhan (nursery ground). Dampak terhadap
stadia planktonik dari organisma juga akan semakin tinggi ketika bersamaan
waktunya dengan peride pemijahan serta masuknya spesies yang peruraya ke
daerah tertutup/semi tertutup seperti teluk yang tercemar.
4. Efek terhadap ikan migrasi
Secara umum, ikan akan dapat menghindari bahan pencemar dan efek
jangka panjang terhadap populasi lokal dapat dihindari. Uniknya beberapa
jenis ikan yang bersifat teritorial, ikan akan harus kembali kedaerah asal
untuk mencari makan dan berkembang biak kendatipun daerah yang dituju
adalah daerah yang terkontaminasi B3. Hal ini akan meningkatkan resiko
terhadap ikan migrasi.

2.2.6.2 Efek langsung terhadap kegiatan perikanan


1. Tainting (bau lantung)
Tainting dapat terjadi pada jenis-jenis ikan keramba dan tambak serta
jerang-kerangan yang tidak memiliki kemampuan bergerak menjauhi bahan
pencemar sehingga menjadi unfit untuk dijual karena organisma yang tercemar
oleh B3 jenis minyak akan menghasilkan bau dan rasa yang tidak enak ataupun
perubahan warna pada jaringannya. Biasanya, spesies dengan kandungan
lemak tinggi akan lebih mudah menjadi tainted dibanding ikan dengan lean-

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 17
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

muscle species. Bau dan rasa lantung pada organisma akan hilang melalui
proses metabolisme (depuration) dengan kecepatan yang berbeda untuk setiap
jenis limbah, spesies dan kondisi optimal hidup bagi spesies tersebut.
2. Budidaya
Untuk ukuran kecil dari suatu spillage ( ex. 50 ton), dampak terhadap
kegiatan budidaya akan sangat besar, selain dari organisma yang
dibudidayakan akan terkena dampak langsung, beberapa peralatan terkait
dengan kegiatan budidaya seperti jaring dan temali menjadi tidak dapat
digunakan lagi. Selain itu stock juga dapat dipengaruhi jika ada intake air laut
yang digunakan mensupplai kebutuhan stock.

2.2.6.3 Efek terhadap ekosistem


Ekosistem pesisir dan laut (mangrove, delta sungai, estuari, padang
lamun, dan terumbu karang) memiliki fungsi dan peran yang penting secara
ekologis, ekonomi dan juga sosial budaya. Secara ekologi, ekosistem tersebut
merupakan daerah perkembangbiakan, penyedia habitat dan makanan untuk
organisma dewasa serta mendukung jejaring makanan (ex. Input nutrient dari
daun-daun mati) bagi ekosistem ataupun habitat lain disekitarnya. Tekanan
dari masuknya limbah B3 akan mempengaruhi peruntukan sistem-sistem
tersebut, ditambah lagi vulnerabilitas dari ekosistem ekosistem tersebut sangat
tinggi terhadap bahan beracun berbahaya disamping natural attenuation
(dispertion and dilution) pada beberapa ekosistem seperti mangrove, estuari,
padang lamun dan daerah dangkal di pantai relatif lebih lambat.

2.2.6.4 Gangguan terhadap kesehatan


Pada limbah cair yang mengandung patogen dapat menyebabkan
timbulnya penyakit juga dapat berfungsi sebagai vektor penyakit seperti pada
usus, kolera, hepatitis infectiosa dan schistomosomiamis.
1. Gangguan terhadap biota air
Bahan organik tinggi yang terdapat pada air limbah dapat mengurangi
kadar oksigen yang terlarut sehingga dapat mempengaruhi kehidupan

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 18
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

biotik dalam air. Selain itu juga dapat mengandung bahan-bahan beracun
yang dapat membunuh bahan-bahan biota air.
2. Gangguan terhadap estetika
Limbah cair dengan kandungan bahan organik tinggi akan menimbulkan
bau.
3. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran udara Penyakit-penyakit yang
dapat disebabkan oleh pencemaran udara adalah:
Bronchitis kronika. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih
sama. Hal ini membuktikan bahwa prevalensinya tak dipengaruhi
oleh macam pekerjaan sehari-hari.Dengan membersihkan udara dapat
terjadi penurunan 40% dari angka mortalitas.
Emphysema pulmonum.
Bronchopneumonia.
Asthma bronchiale.
Cor pulmonale kronikum.Di daerah industri di Republik Ceko
umpamanya, dapat ditemukan prevalensi tinggi penyakit ini.
Demikian juga di India bagian utara di mana penduduk tinggal di
rumah-rumah tanah liat tanpa jendela dan menggunakan kayu api
untuk pemanas rumah.
Kanker paru Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada
nonsmokers di daerah perkotaan 10 kali lebih besar daripada daerah
pedesaan.
Penyakit jantung, juga ditemukan 2 kali lebih besar morbiditasnya di
daerah dengan pencemaran udara tinggi.Karbon-monoksida ternyata
dapat menyebabkan bahaya pada jantung, apalagi bila telah ada
tanda-tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. Afinitas CO
terhadap hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2
sehingga bila kadar COI-Ib sama atau lebih besar dari 50%, makin
dapat terjadi nekrosis otot jantung. Kadar lebih rendah dari itu pun

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 19
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

telah dapat mengganggu faal jantung.Scharf dkk (1974) melaporkan


suatu kasus dengan infark myocard transmural setelah terkena CO.
Kanker lambung, ditemukan 2 kali Iebih banyak pada daerah dengan
pencemaran tinggi.
Penyakit-penyakit lain, umpamanya iritasi mata, kulit dan sebagainya
banyak juga dihubungkan dengan pencemaran udara. Juga gangguan
pertumbuhan anak dan kelainan hematologik pernah diumumkan.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 20
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

BAB 3
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Umum
Dalam bab metodologi ini membahas tentang jalannya pelaksanaan kerja
praktek di PT. Pertamina Hulu Energi WMO GRESIK yang dimulai dari ide studi
hingga tahap pembahasan dan penarikan kesimpulan. Rangkaian pelaksanaan kerja
praktek yang akan dilaksanakan sebagaimana dalam gambar 3.1 adalah sebagai
berikut:

Ide Studi

Studi Literatur dan


Pengumpulan Informasi/Data

Observasi dan Orientasi Lapangan serta laboratorium, antara lain:


Pengenalan lokasi kerja, struktur organisasi maupun pihak-pihak yang terkait,
pengarahan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang ada di PT. Pertamina Hulu
Energi WMO , orientasi lapangan dan laboratorium,serta pengenalan sistem
pengolahan limbah cair PT. Pertamina Hulu Energi WMO

Pengumpulan Data dapat dibagi menjadi dua yaitu:


1. Data primer, antara lain :
Debit air limbah influent/effluent
Jenis limbah yang dihasilkan
Unit dan proses pengolahan air limbah
Kualitas influent dan effluent limbah cair dari pengolahannya
2. Data sekunder, antara lain:
Proses produksi yang menghasilkan limbah cair.
Data pendukung lainnya

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 21
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Analisa data dan Pembahasan Pengolahan Limbah cair di PT. Pertamina Hulu Energi
WMO Gresik:
1. Analisa influent dan effluent limbah cair
2. Analisa permasalahan lingkungan yang timbul

Tugas khusus pengolahan limbah cair

Kesimpulan

Penyusunan laporan KP

3.2 Kerangka Studi


1. Ide Studi
Ide studi dari Kerja Praktek yang kita pilih disesuaikan dengan minat dan
kesempatan yang ada. Dalam hal ini, bidang yang dipilih yaitu limbah cair industri
maupun efek yang ditimbulkan dari limbah selama proses produksi. Apabila limbah
tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan penurunan kualitas
lingkungan di sekitar perusahaan tersebut sehingga akan mengganggu kesehatan dan
kenyamanan pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi pabrik. PT. Pertamina Hulu
Energi WMO Gresik seharusnya telah memiliki cara tersendiri dalam partisipasinya
menjaga lingkungan salah satunya mengolah limbah yang akan dibuang ke badan air.
2. Studi Literatur dan Pengumpulan Informasi/Data
Jenis literatur yang dipelajari dan digunakan sebagai acuan antara lain buku
dan bimbingan dari dosen pendamping. Laporan kerja praktek, dan jurnal yang
relevan dengan bidang kerja. Pelaksanaannya adalah dengan mengumpulkan data

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 22
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

atau informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan kerja praktek ini yang berbentuk
pustaka.
3. Observasi dan Orientasi Lapangan
Pengenalan secara umum lokasi kerja praktek dan pengenalan struktur
organisasi maupun pihak-pihak yang terkait serta pengarahan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja sebagai bentuk permulaan dari adaptasi terhadap keseluruhan
kegiatan proses pengolahan limbah cair di PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik,
Selain itu orientasi lapangan juga berupa serta dalam kerja praktek ini. Hal ini
dimaksudkan untuk melihat secara langsung proses pengolahan lumpur dan limbah
cair yang ada di lapangan. Namun jadwal tersebut juga disesuaikan dengan jadwal
yang dimiliki oleh perusahaan.
4. Pengumpulan Data
Data yang dibutuhkan untuk mengetahui proses pengolahan limbah cair di PT.
Pertamina Hulu Energi WMO Gresik yaitu data primer dan data sekunder. Yang
meliputi debit air limbah pada influent/effluent, jenis limbah sumber yang
dihasilkan, proses pengolahannya, kualitas influent/effluent, serta data pendukung
lainnya.
5. Analisis Data dan Pembahasan
Analisis data kualitas limbah cair PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik
mengacu pada parameter-parameter dan standar effuent air limbah dan stream standar
yang berlaku di Indonesia.
6. Tugas Khusus
Tugas khusus diberikan berkaitan dengan pengolahan limbah cair industri.
Pemberian tugas disesuaikan dengan wewenang pembimbing lapangan dan kebijakan
dari pembimbing lapangan.
7. Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan hasil analisa dan pengolahan
data terhadap segala prosedur pengolahan lumpur dan limbah cair yang dilakukan di
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 23
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

8. Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan merupakan tahap pembuatan laporan kerja praktek yang
berikutnya akan dibukukan. Penyusunan laporan dilakukan selama kurang lebih 6
minggu terhitung sejak minggu pertama sampai minggu terakhir kerja praktek, karena
setiap program kerja yang telah dilakukan harus dituangkan dalam bentuk laporan.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 24
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

BAB 4
PELAKSANAAN

4.1 Tempat Pelaksanaan


Kerja Praktek ini mengambil lokasi di perusahaan PT. Pertamina Hulu
Energi WMO Gresik yang dialamatkan kepada:
HEAD SECTION OF PUBLIC RELATION DEPARTEMENT
PT. PERTAMINA HULU ENERGI WMO
Jl. Amak Khasim
Desa Sidorukun
Gresik 61112
Jawa Timur

4.2 Bidang Kerja Prakter


Bidang yang diambil untuk kerja praktek di PT. PERTAMINA HULU
ENERGI WMO , Gresik adalah Studi Pengolahan Limbah Cair dan
Penanggulangan Tumpahan Minyak PT. Pertamina Hulu Energi WMO
Gresik.

4.3 Waktu dan Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan kerja praktek ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih
2 bulan atau 8 minggu yaitu 1 Juli 2016 31 Agustus 2016. Waktu pelaksanaan ini
dapat disesuaikan dengan kondisi PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik, dengan
program kerja sebagai berikut:

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 25
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Minggu
Jadwal Kegiatan
I II III IV V VI VII VIII

Pengenalan secara umum lokasi


kerja praktek*
Pengumpulan data-data
mengenai item-item pada ruang
lingkup.
Observasi dan Orientasi
lapangan disertai
pendokumentasian**
Studi dan analisis

Penyusunan laporan

Keterangan: *disesuaikan dengan perusahaan


**Atas izin perusahaan

Keterangan :
1. Pengenalan secara umum lokasi kerja praktek
Pengenalan secara umum lokasi Kerja Praktek dimaksudkan sebagai
bentuk permulaan adaptasi terhadap keseluruhan sistem di PT. Pertamina Hulu
Energi WMO Gresik, baik itu dengan struktur organisasi maupun pihak-pihak
yang bertindak sebagai pembimbing dalam melaksanakan Kerja Praktek. Selain itu
juga untuk mengetahui sejarah dan gambaran umum tentang PT. Pertamina Hulu
Energi WMO Gresik. Untuk itu diperlukan waktu kira-kira 1 minggu dan
disesuaikan dengan jadwal yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Pengumpulan data-data mengenai item-item pada ruang lingkup
Pengumpulan data-data mengenai item-item pada ruang lingkup dilakukan
selama 3 minggu, hal ini dikarenakan ada beberapa item-item yang akan dianalisa
diantaranya :

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 26
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Data tentang konsentrasi dan jenis zat pencemar dari limbah Cair dan unit-unit
yang dibangun untuk mengatasinya serta data tentang konsentrasi zat pencemar
dalam limbah Cair setelah diolah.
3. Observasi dan orientasi lapangan disertai pendokumentasian.

4. Hal ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan limbah cair
yang ada di lapangan. Namun jadwal tersebut juga disesuaikan dengan jadwal
yang dimiliki oleh perusahaan.

5. Studi dan analisis


Untuk membandingkan teori-teori yang diajarkan dalam perkuliahan dengan
praktek yang ada di lapangan. Menganalisis kekurangan dan kelebihan yang ada
dari item-item dalam ruang lingkup dan menyempurnakannya dalam bentuk saran.
6. Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan dilakukan selama+ 8 minggu terhitung sejak minggu
pertama sampai minggu terakhir kerja praktek, karena setiap program kerja yang
telah dilakukan harus dituangkan dalam bentuk laporan.

4.4 Penyelenggara
Kerja praktek ini dilaksanakan atas kerja sama antara Jurusan Teknik
Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember (ITS) Surabaya dengan PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik.

4.5 Peserta Kerja Praktek


Peserta kerja praktek adalah mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas
Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya (ITS), dengan nama dan biodata (terlampir), yaitu:

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 27
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

Pemohon 1
Nama : Dwi Agustiang Ningsih
NRP : 3313100019
Mobile : 0856-4826-2292
Email : dwiagustiang@gmail.com
Pemohon 1
Nama : Siti Sholikah
NRP : 3312100020
Mobile : 0897-9408-358
Email : sitisholikah456@yahoo.co.id

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 28
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

BAB 5
PENUTUP

Demikian proposal Kerja Praktek ini dibuat dengan harapan pimpinan di PT.
Pertamina Hulu Energi WMO Gresik ini dapat dilaksanakan. Diharapkan bahwa
pelaksanaan Kerja Praktek ini dapat memberikan manfaat, bagi kami selaku
mahasiswa dan almamater Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan pihak
Perusahaan.
Dengan adanya kegiatan Kerja Praktek ini diharapkan kerjasama antara dunia
perguruan tinggi dengan industri dapat terus terjalin, sehingga proses transfer
teknologi dari industri ke perguruan tinggi dan sebaliknya akan berjalan dengan lebih
baik dan bermanfaat bagi masyarakat demi tercapainya masyarakat berteknologi.
Kami menyadari bahwa pada saat pelaksanaan Kerja Praktek akan sedikit
mengganggu kegiatan perusahaan dan untuk itu, sebelumnya kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Atas bantuan dan perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 29
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto 1995. Ekologi dan Sumber Daya alam. Bandung: Tarsito


Ginting, Ir. Perdana. 2007. Sistem Pengelolaan Lingkungan Dan Limbah Industri,
Cetakan pertama. Bandung: Yrama Widya. Hal 37-200.
Kristanto Philip. 2002. Ekologi Industri. LPPM. Penerbit ANDI Yogyakarta
Kusnoputranto, Haryoto.1985. Kesehatan Lingkungan. FKM UI. Jakarta.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jilid 1. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Pandia, Setyati et all, 1995. Kimia Lingkungan. Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi, Depdikbud, Jakarta
Sugiharto.1987. Dasar- dasar Pengelolaan Air Limbah, Cetakan Pertama.
Jakarta: UI Press
Tjokrokusumo, KRT. 1995. Pengantar Teknologi Bersih, Khusus Pengelolaan dan
Pengolahan Air. Yogyakarta: STTL

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 30
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

LEMBAR PENGESAHAN

PERMOHONAN KERJA PRAKTIK

Pemohon 1 Pemohon 2

Dwi Agustiang Ningsih Siti Sholikah


3313 100 019 3313 100 020

Menyetujui,

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 31
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

ALAMAT SURAT:

Sekretariat
Gedung Jurusan Teknik Lingkungan
Kampus Teknik Lingkungan ITS
Keputih Sukolilo, Surabaya 60111
Telp. 031-5948886
Fax. 031 - 5928387
e-mail: herumurti@enviro.its.ac.id
http://www.enviroits.org

Alamat di Surabaya:
Dwi Agustiang Ningsih
Jl Mastrip 8D RT 05 RW III Warugunung Karangpilang
Surabaya 60221, Jawa Timur
HP : 085648262292
E-mail : dwiagustiang@ymail.com / dwiagustiang@gmail.com

Alamat di Surabaya:
Siti Sholikah
Keputih Gang 2A no. 31 A Sukolilo
Surabaya 60111, Jawa Timur
HP : 08979408358
E-mail : sitisholikah456@yahoo.co.id

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 32
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

LEMBAR IDENTITAS

Alamat Institut/Departemen Pengaju Proposal :


JurusanTeknik Lingkungan FTSP-ITS Kampus Sukolilo, Surabaya

Pemohon 1
Nama : Dwi Agustiang Ningsih
NRP : 3313 100 019
Pemohon 2
Nama : Siti Sholikah
NRP : 3313 100 020

Lokasi / Tempat Kerja Praktik :


PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik, Jawa Timur

Waktu Pelaksanaan :
1 Juli 2016 s/d 31 Agustus 2016 ( 2 Bulan )

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 33
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

CURICULUM VITAE

PEMOHON 1

DATA PRIBADI
Nama Lengkap Dwi Agustiang Ningsih

Nama Panggilan Uwik


Tempat Tanggal Lahir Surabaya, 18 Agustus 1995
Jenis Kelamin Perempuan
Agama Islam
Status Belum Menikah

Kebangsaan Indonesia

Jl Mastrip 8D RT 05 RW III Warugunung


Alamat Asal
Karangpilang Surabaya

Jl Mastrip 8D RT 05 RW III Warugunung


Alamat Sekarang
Karangpilang Surabaya

Nomor HP 085648262292

dwiagustiang@gmail.com /
Email
dwiagustiang@ymail.com

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 34
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

PENDIDIKAN FORMAL
TAHUN NAMA SEKOLAH
Taman Kanak-Kanak Pancasila 1 Warugunung
1999-2001
Surabaya

2001-2007 Mi-MiftahulUlum Surabaya

2007-2010 SMP Negeri 16 Surabaya

2010-2013 SMA Negeri 15 Surabaya (IPA)

2013-sekarang Teknik Lingkungan S1 FTSP ITS

PENDIDIKAN NON FORMAL


TAHUN NAMA SEKOLAH

Januari-April
English Course of UPT Bahasa ITS
2015

June 25st-July 10st


English Course of Marvelous Kampung Inggris Pare
2015

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 35
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

SEMINAR DAN PELATIHAN


Training/Seminar Tahun Tingkat Tempat
Training ESQ (Emosional
2013 Institut Graha ITS Surabaya
Spiritual Question)
PKTI (Pelatihan Karya Jurusan Teknik
2013 Jurusan
Tulis Ilmiah) Lingkungan ITS
Training IMF (Interaksi
2013 Fakultas ITS Surabaya
Mahasiswa Fakultas)
(Pra LKMM TD) Pra
Latihan Ketrampilan
2013 Fakultas ITS Surabaya
Menejemen Mahasiswa
Tingkat Dasar
HOLE TD (House Of Jurusan Teknik
2013 Jurusan
Leadership Tingkat Dasar) Lingkungan ITS
(LKMM TD) Latihan
Ketrampilan Menejemen 2014 Jurusan ITS Surabaya
Mahasiswa Tingkat Dasar
HOLE TL (House Of Jurusan Teknik
2014 Jurusan
Leadership Tingkat Lanjut) Lingkungan ITS
EMT (Event Management
2015 Fakultas ITS Surabaya
Training)
International Conference Universitas Brawijaya
2014 International
IAAS LC-UB Malang

PENGALAMAN ORGANISASI
Organisasi Tahun Jabatan

SKI SMA Negeri 15 2011-2012 Anggota Sie Kerohanian Islam


Surabaya
2012-2013 Sekretaris Sie Kerohanian Islam

Himpunan Mahasiswa 2014-2015 Staff Departemen Sosial Masyarakat


Teknik Lingkungan FTSP
ITS Kepala Bidang Sosial Development
2015-2016
Departemen Sosial Masyarakat
Badan Eksekutif Mahasiswa
2014-2015 Staff Departemen Dalam Negeri
FTSP ITS

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 36
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

PRESTASI DAN BEASISWA


Prestasi Tahun Lingkup

Pemenang ERC kategori Maket


2013 Teknik Lingkungan ITS
Teknologi Karya Teraplikatif

Karya Tulis Ilmiah lolos didanai


DIKTI kategori PKM M
KAMANDANU (Kampung
Mandiri dan Unggul) dengan
pengimplementasian vertival planting 2015 Nasional
menthod serta pembuatan kompos
organic sebagai ikonisasi markisa di
kampung Mojo RT 06 RW 12
Surabaya

Karya Tulis Ilmiah lolos didanai


DIKTI kategori PKM M DAKOCIL
(Dakon Cinta Lingkungan) metode
pembelajaran interaktif berbasis solid
waste management dengan 2015 Nasional
mengadopsi permainan tradisional
dakon sebagai upaya meningkatkan
kesadaran pemilahan sampah di SD
Alam Insan Mulia Surabaya

Nasional
Penerima Beasiswa Karya Salemba
2015
Empat

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 37
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

TRANSKRIP MATA KULIAH

3313100019 / DWI AGUSTIANG


NRP / Nama
NINGSIH

SKS Tempuh / SKS


80 / 80
Lulus

Status Normal

--- Tahap: Persiapan ---

Kode Nama Mata Kuliah SKS Historis Nilai Nilai

IG091308 Bhs Inggris 2 2013/Gs/AB AB

IG091309 Pengantar Ilmu Lingkungan 2 2013/Gs/AB AB

RE091101 Etika dan Filsafat Ilmu 2 2013/Gs/A A

RE091201 Fisika Lingkungan I 3 2013/Gs/AB AB

RE091202 Komputer 2 2013/Gs/A A

RE091301 Kimia Lingkungan I 3 2013/Gs/AB AB

SM091201 Kalkulus I 3 2013/Gs/AB AB

IG091301 Agama Islam 2 2013/Gn/A A

IG091306 Kewarganegaraan 2 2013/Gn/A A

IG091307 Bahasa Indonesia 2 2013/Gn/AB AB

RE091203 Fisika Lingkungan II 3 2013/Gn/B B

RE141222 Mikrobiologi Lingkungan 3 2014/Gs/AB AB

RE091302 Kimia Lingkungan II 3 2013/Gn/A A

RE091303 Menggambar Teknik 4 2013/Gn/A A

SM091202 Kalkulus II 3 2013/Gn/AB AB

Total Sks Tahap Persiapan : 39

IP Tahap Persiapan : 3.65

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 38
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

--- Tahap: Sarjana ---

Kode Nama Mata Kuliah SKS Historis Nilai Nilai

RE141331 Perpetaan 3 2014/Gs/AB AB

RE141332 Hidrolika 4 2014/Gs/AB AB

RE141333 Teknik Analisis Pencemar Lingkungan 4 2014/Gs/AB AB

RE141334 Mekanika Tanah & Geohidrologi 3 2014/Gs/AB AB

RE141342 Perencanaan Struktur 4 2014/Gn/AB AB

RE141335 Unit Operasi Teknik Lingkungan 4 2014/Gs/A A

RE141341 Pengelolaan Sumber Daya Air 3 2014/Gn/BC BC

RE141343 Statistik Lingkungan 3 2014/Gn/BC BC

RE141344 Unit Proses Teknik Lingkungan 4 2014/Gn/A A

RE141345 Pencemaran Udara 3 2014/Gn/AB AB

RE141352 Remediasi Badan Air dan Pesisir 3 2014/Gn/AB AB

IG141109 Technopreneurship 3 2014/Gn/AB AB

Total Sks Tahap Sarjana : 41

IP Tahap Sarjana : 3.45

Total Sks 80

IPK 3.55

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 39
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

FORMULIR RENCANA STUDY

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 40
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

CURRICULUM VITAE
PEMOHON 2

DATA PRIBADI

Nama Lengkap Siti Sholikah


Nama Panggilan Shol
Tempat Tanggal Lahir Nganjuk, 10 juli 1995
Jenis Kelamin Perempuan
Agama Islam
Status Belum Menikah
Kebangsaan Indonesia

Alamat Asal Ngronggot rt/rw : 03/03, Nganjuk

Alamat Sekarang Keputih gang 2A sukolilo Surabaya


No Hp 08979408358

Email sitisholikah465@yahoo.co.id

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 41
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

PENDIDIKAN FORMAL
TAHUN NAMA SEKOLAH
1999-2001 Taman Kanak-Kanak Perwanida Ngronggot
2001-2007 SDN Ngronggot IV
2007-2010 SMP Negeri 1 Ngronggot
2010-2013 SMA Negeri 1 Ngronggot (IPA)
2013-sekarang TeknikLingkungan S1 FTSP ITS

PENDIDIKAN NON FORMAL


TAHUN NAMA SEKOLAH
January-April 2014 English Course of UPT Bahasa ITS
January-April 2014 Japan Course of UPT Bahasa ITS
January10st
English Course of Melbourne Kampung Inggris Pare
January25st 2014
June 25st-July 25st
Toefl Course of Elfast Kampung Inggris Pare
2014
June 25st-July 10st
English Course of Marvelous Kampung Inggris Pare
2015
August 2st-October
Toefl Course of Sang Juara School Surabaya
2st 2015

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 42
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

SEMINAR DAN PELATIHAN


Training/Seminar Tahun Tingkat Tempat
Graha ITS
Training ESQ 2013 Institut
Surabaya
PKTI (Pelatihan Jurusan Teknik
2013 Jurusan
Karya Tulis Ilmiah) Lingkungan ITS
(Pra LKMM TD) Pra
Latihan Ketrampilan
Menejemen 2013 Fakultas ITS Surabaya
Mahasiswa Tingkat
Dasar
Kader anti narkoba 2014 Institut ITS Surabaya
Kewirausahaan oleh Hotel Tanjung
2015 Institut
LP2KHA ITS plaza Tretes
Kewirausahaan oleh
2014 Regional ITS Surabaya
kementrian koperasi

PENGALAMAN ORGANISASI
Organisasi Tahun Jabatan

HMTL (Himpunan 2014 Staff kominfo KPPL


Mahasiswa Teknik
Lingkungan)
2015 Kepala Departemen Kewirausahaan

UKM WE&T 2013 Anggota


(Workshop
entrepreneurship
and technologi) ITS 2014 Bendahara

BEM ITS 2014 Staff perekonomian

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 43
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

PRESTASI DAN BEASISWA

Prestasi Tahun Lingkup

Pemenang ERC kategori Maket


2013 Teknik Lingkungan ITS
Teknologi Karya Teraplikatif

Juara 1 lomba business plan


Perbanas Entrepreneur Award di 2014 Nasional
STIE Perbanas Surabaya
Pendanaan Program Mahasiswa
2014 Institut
Wirausaha BRI ITS
Juara 3 lomba business model
2015 Institut
canvas pesta kewirausahaan ITS
Semi Finalis Danone
2015 Nasional
Sociopreneur

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 44
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

TRANSKRIP MATA KULIAH

NRP / Nama 3313100020 / SITI SHOLIKAH

SKS Tempuh / SKS Lulus 80 / 77

Status Normal

--- Tahap: Persiapan ---

Kode Nama Mata Kuliah SKS Historis Nilai Nilai

IG091308 Bhs Inggris 2 2013/Gs/BC BC

IG091309 Pengantar Ilmu Lingkungan 2 2013/Gs/A A

RE091101 Etika dan Filsafat Ilmu 2 2013/Gs/A A

RE091201 Fisika Lingkungan I 3 2013/Gs/B B

RE091202 Komputer 2 2013/Gs/AB AB

RE091301 Kimia Lingkungan I 3 2013/Gs/B B

SM091201 Kalkulus I 3 2013/Gs/B B

IG091301 Agama Islam 2 2013/Gn/AB AB

IG091306 Kewarganegaraan 2 2013/Gn/AB AB

IG091307 Bahasa Indonesia 2 2013/Gn/B B

RE091203 Fisika Lingkungan II 3 2013/Gn/B B

RE141221 Matematika Terapan 3 2014/Gn/AB AB

RE141222 Mikrobiologi Lingkungan 3 2014/Gs/AB AB

RE091302 Kimia Lingkungan II 3 2013/Gn/AB AB

RE091303 Menggambar Teknik 4 2013/Gn/BC BC

Total Sks Tahap Persiapan : 39

IP Tahap Persiapan : 3.22

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 45
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

--- Tahap: Sarjana ---

Kode Nama Mata Kuliah SKS Historis Nilai Nilai

RE141331 Perpetaan 3 2014/Gs/AB AB

RE141332 Hidrolika 4 2014/Gs/BC BC

RE141333 Teknik Analisis Pencemar Lingkungan 4 2014/Gs/AB AB

RE141334 Mekanika Tanah & Geohidrologi 3 2014/Gs/AB AB

RE141342 Perencanaan Struktur 4 2014/Gn/A A

RE141335 Unit Operasi Teknik Lingkungan 4 2014/Gs/B B

RE141341 Pengelolaan Sumber Daya Air 3 2014/Gn/AB AB

RE141343 Statistik Lingkungan 3 2014/Gn/AB AB

RE141344 Unit Proses Teknik Lingkungan 4 2014/Gn/C C

RE141345 Pencemaran Udara 3 2014/Gn/AB AB

RE141352 Remediasi Badan Air dan Pesisir 3 2014/Gn/AB AB

Total Sks Tahap Sarjana : 38

IP Tahap Sarjana : 3.24

Total Sks 77

IPK 3.23

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 46
Proposal Kerja Praktek
PT. Pertamina Hulu Energi WMO Gresik

FORMULIR RENCANA STUDY

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 47