Anda di halaman 1dari 1

Sebagai calon pembawa perubahan yang akan terjun ke masyarakat, sudah tentu etika dan moral

merupakan esensi penting dalam hidup bermasyarakat. Apalagi bila mahasiswa tersebut
merupakan mahasiswa perguruan tinggi ternama baik dalam lingkup internasional, nasional,
maupun lokal di lingkungan masyarakat sekitar kampus, tentunya ia memiliki kewajiban untuk
menjaga nama baik almamaternya di masyarakat.

Hubungan etika dengan mahasiswa sangat erat kaitanya, karena dengan etika mampu mengontrol
mahasiswa-mahasiswa sehingga tidak melakukan hal-hal yang mampu merugikan banyak pihak.
Contohnya, etika mampu menjadi kontrol ketika mahasiswa berdemostrasi sehingga tidak
melakukan anarkis.

Sayangnya, banyak mahasiswa yang belum menyadari bahkan lupa akan hak dan kewajiban
yang diterima dari statusnya sebagai mahasiswa. Mereka mengejar status akademik yang baik,
namun mengesampingkan kewajibannya beretika dalam masyarakat. Seperti tindakan acuh dan
apatis terhadap lingkungan sosial dan jauh dari kegiatan sosial baik di lingkungan kampus
maupun di masyarakat.

Belum lagi kehidupan mahasiswa yang sudah mandiri dan jauh dari pengawasan
orangtua. Tidak menutup kemungkinan, mereka dapat terjerumus ke hal-hal negatif seperti
narkoba dan pergaulan bebas. Hal tersebut tentunya akan menghambat pertumbuhan prestasi
mahasiswa baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan masyarakat.

kehidupan mahasiswa yang bebas rentan menyebabkan jatuhnya moral mahasiswa.


Pentingnya keberadaan moral bagi seorang mahasiswa ini sebenarnya telah diajarkan pada kita
semua sejak sekolah dasar. Ibarat mahasiswa yang memiliki prestasi yang amat luar biasa,
namun ketika ia tidak memiliki moral maka hasilnya sama saja dengan gagal.

Untuk menjadi mahasiswa yang lulus dengan sukses dan membanggakan memang lah tidak
cukup dengan indeks prestasi akademi yang tinggi saja. Namun, indeks prestasi sosial dalam
beretika dan bermoral juga perlu ditinggikan lalu kemudian dijaga untuk tetap tinggi. Sehingga
ketika mahasiswa lulus lalu terjun ke masyarakat, ia telah memiliki public trust sebagai
mahasiswa berprestasi yang bermoral dan beretika. Dengan demikian, semakin memudahkan
mahasiswa dalam bermasyarakat untuk mengarahkan Indonesia ke arah yang lebih baik. Hidup
mahasiswa! Bermoral dan beretika!