Anda di halaman 1dari 144

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

(Subunit )
KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN : 2017
SUBUNIT : C (DUSUN SIRNASARI)
UNIT : 17T-JBR-09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

No. Nama Mahasiswa No Mahasiswa


1. Adinda Rizka Fitri Harlianti 14/367070/TK/42322
2. Dwi Ratih Purwaningsih 14 /365599/PA/16102
3. Meilia Prihartini 14/368311/BI/09359
4. Muhammad Abdul Fikri 14/365876/PS/06748
5. Nia Dewi Rahmawati 14/363325/TK /41464
6. Nicki Heriyanto 14/369711/PN/13954
7. Ridho Praharsa 13/351902/KT/07572
8. Surini 14/368288/SV/06787

SUBDIREKTORAT PENGELOLAAN KKN


DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya sehingga tim KKN
Subunit C (Dusun Sirnasari) Desa Mekarsari, Ciracap, Jawa Barat dapat menyelesaikan Laporan
Pelaksanaan Kegiatan (LPK) yang telah dilakukan selama kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah
Mada periode antarsemester 2017.

LPK ini merupakan laporan yang berisi pelaksanaan program kerja yang telah dilakukan selama
55 hari kegiatan KKN-PPM UGM 2017 periode antarsemester yaitu dari tanggal 10 Juni- 4
Agustus 2017. Program-program yang dilaksanakan di Desa Mekarsari, khususnya Dusun
Sirnasari merupakan program-program yang sudah tertuang pada Laporan Rencana Kegiatan.
Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi tentang permasalahan-
permasalahan yang ada di Desa Mekarsari, khususnya di Dusun Sirnasari. Program-program
yang telah dilaksanakan mencakup program pokok tema maupun nontema dari masing-masing
mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda. Adapun jumlah program yang telah
dikerjakan oleh Tim KKN-PPM UGM periode antarsemester 2017 subunit C (Dusun Sirnasari)
adalah 47 program dan semua program telah terlaksana dengan baik tanpa menemui kendala
yang berarti.

Dengan dibuatnya Laporan Pelaksanaan Kegiatan ini diharapkan terjalinnya kerjasama yang erat
dan berkelanjutan antara berbagai pihak seperti jajaran dan instansi pemerintahan, masyarakat
serta mitra kerja yang telah ikut terlibat dalam pelaksanaan KKN-PPM UGM periode
antarsemester 2017. Dengan demikian, upaya pemberdayaan masyarakat bagi Desa Mekarsari
dapat menjadi upaya yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan KKN-PPM UGM periode antarsemester tahun 2017 maupun penyusunan
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Penulis menyadari masih banyak kekurangan di berbagai hal.
Akan tetapi besar harapan kami bahwa semua kegiatan yang sudah terlaksana membawa
manfaat bagi masyarakat Desa Mekarsari, khususnya Dusun Sirnasari serta aparat Pemerintahan
Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap dan Kabupaten Sukabumi maupun bagi mahasiswa sendiri.
I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Rekapitulasi Kegiatan
No Nama Program Klaster No. Penanggung Keterangan
Sektor Jawab
1. Terlaksana
Gerakan Hemat Air ST 1.1.01 Adinda
dengan
Rizka F.H
Baik
2. Adinda Terlaksana
Penyuluhan Air Layak
ST 1.1.02 Rizka F.H dengan
Konsumsi
Baik

3. Adinda Terlaksana
Lomba Gambar Anak SH 3.4.04 Rizka F.H dengan
Baik

4. Pembuatan Poster Adinda Terlaksana


Infografis Mengenai Rizka F.H dengan
KK 4.2.01
Penyakit Akibat Baik
Kekurangan Air

5. Adinda Terlaksana
English Fun Day SH 3.4.09 Rizka F.H dengan
Baik

6. Adinda Terlaksana
Pengembangan Team
SH 3.4.09 Rizka F.H dengan
Building dan Soft Skill
Baik

7. Pembuatan Infografis Terlaksana


Sosialisasi Lubang dengan
Resapan Biopori, Roof ST 1.1.01 Dwi Ratih P. Baik
Water Harvesting,
Tanaman Pengikat Air

8. Dwi Ratih P. Terlaksana


Pengujian Kualitas Air ST 1.1.07 dengan
Baik

9. Dwi Ratih P. Terlaksana


Sosialisasi Roof Water
ST 1.1.04 dengan
Harvesting
Baik

10. Edukasi Mengenai Dwi Ratih P. Terlaksana


Penyakit Akibat KK 4.2.01 dengan
Sanitasi yang Rendah Baik

11. Dwi Ratih P. Terlaksana


Sosialisasi Pola Hidup
ST 1.7.02 dengan
Sehat
Baik

12. Tinju Tinjamu ST 1.7.02 M. Abdul Terlaksana


Fikri dengan
Baik

13. M. Abdul Terlaksana


Pembuatan Mading
SH 3.4.02 Fikri dengan
Hemat Air
Baik

14. Edukasi Dampak M. Abdul Terlaksana


Kekeringan di SMK SH 3.4.08 Fikri dengan
Bina Bangsa Baik

15. M. Abdul Terlaksana


Penggalangan Donasi
SH 3.5.04 Fikri dengan
Buku
Baik

16. M. Abdul Terlaksana


Pendidikan Gender
SH 3.4.08 Fikri dengan
Anak dan Remaja
Baik

17. M. Abdul Terlaksana


Psikoedukasi Anak
SH 3.4.08 Fikri dengan
Berkebutuhan Khusus
Baik

18. M. Abdul Terlaksana


Wonderful Indonesia SH 3.4.08 Fikri dengan
Baik

19. Terlaksana
Sosialisasi Lubang
ST 1.1.01 Meilia dengan
Resapan Biopori Prihartini Baik

20. Terlaksana
Sosialisasi Tanaman
AG 2.6.04 Meilia dengan
Pengikat Air Prihartini Baik

21. Edukasi pada Anak- Terlaksana


anak tentang Mikroba dengan
Berbahaya yang Dapat SH 3.4.08 Meilia Baik
Ditemukan pada Air Prihartini
Kotor

22. Terlaksana
Pengelolaan Sampah
ST 1.7.01 Meilia dengan
Rumah Tangga Prihartini Baik

23. Terlaksana
Pembuatan Pupuk
AG 2.2.01 Meilia dengan
Kompos Prihartini Baik

24. Observasi dan Survei Terlaksana


Lokasi untuk SH 3.3.01 Nia Dewi R. dengan
Penerapan Roof Water Baik
Harvesting

25. Terlaksana
Pembuatan Roof Water
ST 1.1.04 dengan
Harvesting Nia Dewi R.
Baik

26. Terlaksana
Perawatan Lubang
ST 1.1.01 dengan
Resapan Biopori Nia Dewi R.
Baik

27. Terlaksana
Pemuda Kader
SH 3.6.01 Nia Dewi R. dengan
Pemimpin Masa Depan
Baik

28. Pembuatan Papan Terlaksana


Penunjuk Arah dan ST 1.5.07 Nia Dewi R. dengan
Batas Dusun Baik

29. Terlaksana
Penanaman Tanaman
AG 2.6.04 Nicki dengan
Pengikat Air Heriyanto Baik

30. Terlaksana
Monitoring Roof Water
ST 1.1.04 Nicki dengan
Harvesting Heriyanto Baik

31. Terlaksana
Pembuatan Lubang
ST 1.1.01 Nicki dengan
Resapan Biopori Heriyanto Baik

32. Terlaksana
Penanaman Tanaman
AG 2.2.08 Nicki dengan
Refugia Heriyanto Baik

33. Terlaksana
Happy Edu Farming SH 3.4.01 Nicki dengan
Heriyanto Baik

34. Penanaman dan Terlaksana


Perawatan Tanaman KK 4.2.39 Nicki dengan
Obat Keluarga Heriyanto Baik

35. Terlaksana
Dokumentasi Program
SH 3.3.01 Ridho dengan
KKN Praharsa Baik

36. Observasi dan Survei Terlaksana


Lokasi untuk Tanaman AG 2.6.04 Ridho dengan
Pengikat Air di Praharsa Baik

37. Observasi dan Survei ST 1.1.01 Ridho Terlaksana


Lokasi untuk Lubang Praharsa dengan
Resapan Biopori di Baik

38. Terlaksana
Perawatan Tanaman
AG 2.6.04 Ridho dengan
Pengikat Air Praharsa Baik

39. Terlaksana
Lomba Pasca Lebaran SH 3.4.04 Ridho dengan
Praharsa Baik

40. Terlaksana
Video Sirnasari SH 3.13.01 Ridho dengan
Praharsa Baik

41. Penyuluhan dan Terlaksana


Edukasi dengan
ST 1.7.02 Surini
Pemberantasan Jentik Baik
Nyamuk

42. Sosialisasi dan Terlaksana


Edukasi Mengenai Air ST 1.7.02 dengan
Surini
Bersih Baik

43. Edukasi Mengenai Terlaksana


Akibat yang Timbul dengan
KK 4.2.01 Surini
karena Tubuh Baik
Kekurangan Air

44. Pemeriksaan Glukosa, Terlaksana


Kolesterol, dan Asam KK 4.2.23 Surini dengan
Urat Baik

45. Penyuluhan Deteksi Terlaksana


Dini Kanker Payudara dengan
(SADARI), penyuluhan Baik
KK 4.2.05 Surini
kanker servik, dan
penyuluhan penyakit
degenerative

46. Penyuluhan Kanker Terlaksana


Servik, Penyuluhan dengan
KK 4.2.05
Deteksi Dini Kanker Surini Baik
Payudara (SADARI)

47. Senam Lansia, Senam Terlaksana


Anti Stroke, Senam dengan
Anti Diabetes, Senam Baik
Anti Penyakit Jantung, KK 4.2.01 Surini
Senam Anti Penyakit
Hipertensi, Senam Anti
Penyakit Kolesterol
2. Uraian dan Pembahasan

Sub unit C KKN-PPM JBR-09 merupakan sub unit yang ditempatkan di kampung
Pasirgoong, Dusun Sirnasari. Masyarakat di Dusun Sirnasari khusunya kampung
Pasirgoong seluruhnya adalah pemeluk agama Islam yang taat. Hal tersebut ditunjukkan
dengan kentalnya nuansa Islami melalui kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin 2 kali
dalam seminggu, pendidikan madrasah bagi anak-anak setiap hari bada dzuhur dan
beberapa kegiatan keagamaan lainnya. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar
adalah petani. Di dusun Sirnasari terdapat perkebunan kelapa yang diolah hasilnya menjadi
gula merah. Sebagian besar masyarakat sudah memahami konsep tentang Integrated
Farming System/ Pertanian Terpadu dimana warga Dusun Sirnasari sudah memadukan
antara kegiatan pertanian dengan kegiatan peternakan. Jika dilihat dari kondisi lingkungan,
hampir seluruh akses jalan di dusun ini merupakan jalan batuan yang masih banyak lubang.
Selain itu jarak antar RT terpaut sangat jauh dan sulit diakses. Namun dengan kondisi jalan
yang terbilang sulit tersebut tidak mematahkan semangat siswa sekolah SD Pasirgoong
untuk menuntut ilmu. Dikarenakan hanya terdapat 1 sekolah dasar di Dusun Sirnasari maka
mau tidak mau sebagian siswa harus berjalan kaki setiap hari dari kampung masing-masing.
Permasalahan lainnya adalah kurangnya ketersediaan air jika musim kemarau tiba. Sungai
dan mata air yang ada akan menjadi kering. Hal ini disebabkan lapisan tanah di Desa
Mekarsari pada umumnya sangat tipis. Setelah kedalaman 5 meter lapisan tanah sudah
berupa batuan. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan program sebagai solusi dari
permasalahan tersebut.

Selama periode Kuliah Kerja Nyata (KKN) antarsemester tahun ini, tim subunit C sudah
melaksanakan sejumlah 47 program kegiatan. Ke-47 program kegiatan tersebut tampak
seperti yang telah diuraikan pada tabel rekapitulasi kegiatan KKN-PPM antarsemester
seperti yang telah dicantumkan di atas. Program kegiatan tersebut tersusun dari program-
program pokok tema dan nontema. Tema program KKN-PPM JBR-09 sendiri yakni
Konservasi air melalui gerakan memanen air hujan sebagai upaya penyediaan air bersih
berbasis masyarakat.

Program-program kegiatan yang diusung oleh Subunit C meliputi empat klaster keilmuwan
yang ada di Universitas Gadjah Mada (UGM). Empat klaster tersebut yaitu klaster Sosial-
Humaniora (SH), Sains-Teknologi (ST), Medika, dan Agro. Program-program kegiatan dari
keempat klaster tersebut telah kami rencanakan pada rencana pelaksanaan kegiatan
dengan baik. Penyusunannya juga berpedoman pada Buku Pedoman Pelaksanaan Kuliah
Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 2017.

Kelompok sasaran dari program-program kegiatan tim Subunit C sendiri sebagian besar
adalah siswa-siswi sekolah. Pendidikan memang bukanlah tema besar dalam program KKN-
PPM kami. Akan tetapi, setelah melalui proses brainstorming tim, ditemukan bahwa
kesuksesan misi pemberdayaan masyarakat kami dapat ditempuh melalui intervensi di
bidang pendidikan. Intervensi yang kami jalankan berupa sosialisasi, penyuluhan, dan
kegiatan-kegiatan yang menstimulasi keaktifan anak dan remaja yang ada di sekolah-
sekolah di Desa Mekarsari. Terdapat empat jenis sekolah yang menjadi target/sasaran kami,
yakni Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama
(SMP).

Kegiatan-kegiatan di sekolah dapat memberi kesan baik pada guru maupun siswa-siswi. Hal
tersebut terlihat dari antusiasme dan umpan balik yang mereka berikan kepada para
mahasiswa di Subunit C. Program kegiatan dapat diterima dengan baik. Penulisngnya,
waktu pelaksanaan terlalu singkat karena penerjunan mahasiswa yang bertepatan dengan
libur sekolah dan Idul Fitri.

Selain kalangan pendidikan, kelompok sasaran subunit C adalah karang taruna, ibu-ibu
serta kader. Ketiga kalangan tersebut merupakan kelompok sasaran yang diberdayakan
pada program kegiatan dari klaster Medika, dan Sains-Teknologi. Namun sangat
dipenulisngkan, ketika kami melaksanakan program sosialisasi dengan sasaran anggota
karang taruna, peserta yang hadir hanya separuh dari jumlah total perkiraan. Hal serupa
juga terjadi ketika kami melaksanakan program sosialisasi tentang program tema kami,
peserta yang hadir tidak memungkinkan untuk sosialisasi dilaksanakan, hingga pada
akhinya setelah menunggu kurang lebih 1 jam atas inisiasi bapak kepala dusun beberapa
warga di sekitar lokasi sosialisasi diikutsertakan.

Selama kami menjalankan beberapa program, tentunya tidak dapat terlepas dari hambatan.
Bahasa menjadi salah satu hambatan yang berpengaruh terhadap kelancaran program
kami. Sebagian besar warga di Desa Mekarsari khususnya warga Dusun Sirnasari lebih
menyukai menggunakan bahasa daerah yakni bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari.
Tidak seluruh warganya dapat berbahasa Indonesia dengan fasih menyebabkan kami
kesulitan untuk melaksanakan program seperti sosialisasi atau penyuluhan. Permasalahan
perbedaan bahasa tersebut dapat kami atasi dengan adanya 2 orang teman kami yang
dapat berbahasa sunda. Terlepas dari hambatan tersebut tidak menjadikan hubungan kami
dan masyarakat sekitar menjadi renggang. Karena keramahan, dan keterbukaan
masyarakat dalam menerima kami menjadikan kami merasa nyaman dan tertarik untuk
belajar bahasa sunda. Kendala lain selama melaksanakan program adalah sulitnya
mendapatkan barang logistik penunjang program, sehingga tidak jarang kami harus pergi ke
kota.

Beberapa budaya lokal yang kami temui di lokasi KKN antara lain kebiasaan makan
bersama botraman, kompetisi balap motor cross, banyaknya acara hajatan walimatul
ursy (nikahan) pada bulan syawal beserta pertunjukkan kuda lumping jae sebagai bentuk
memeriahkan acara hajatan tersebut. Selain budaya, kami juga menemukan makanan khas
yaitu opak yang terbuat dai tepung beras, keripik pisang lantak yang unik dari segi
pembuatannya.

Tidak lepas dari hambatan-hambatan yang ada, pada akhirnya Tim Subunit C JBR-09 dapat
menjalankan misi pembelajaran pemberdayaan masyarakat dengan baik. Banyak
pemaknaan yang diperoleh anggota tim selama 55 hari pelaksanaan KKN-PPM. Harapan
kami, program-program yang telah kami berikan untuk masyarakat dapat membuahkan
manfaat baik bagi masyarakat maupun bagi kami sendiri. Selain itu, kami berharap pada
kesempatan selanjutnya tim KKN-PPM tahun 2018 dapat mempertahankan misi yang telah
berjalan dengan baik dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada dalam KKN-PPM
Desa Mekarsari, Ciracap, tahun ini.

II. KESIMPULAN

Selama KKN berlangsung, subunit C (Sirnasari) KKN JBR-09 telah melaksanakan 47


program kerja yang terdiri dari empat klaster keilmuwan. Keempat klaster tersebut meliputi
klaster social-humaniora, sains teknologi, medika dan agro. Program kegiatan KKN-PPM
Subunit C dimulai sejak tanggal 10 Juni sampai 4 Agustus 2017. Seluruh program kegiatan
tersebut terintegrasi menjadi monodisipliner maupun interdisipliner. Sasaran dari kegiatan
yang dilakukan adalah anak-anak, remaja, ibu-ibu, karang taruna, perangkat desa dan
kader. Walaupun ada beberapa hambatan yang tim Subunit C temui, secara keseluruhan tim
Subunit C sudah berupaya dan dapat melakasanakan semua program dengan lancar dan
sebagaimana mestinya.

III. SARAN
Tim KKN-PPM UGM perlu lebih menggalakkan pendekatan dengan karang taruna
atau pemuda/i agar dapat terlibat dan berperan aktif dalam kegiatan yang bisa
memajukan Desa Mekarsari,
Perlu lebih meningkatkan inisiatif untuk membentuk program kerja yang melibatkan
warga sekitar.
Perlu adanya pembangunan sarana infrastruktur desa berupa perbaikan jalan dan
pemasangan lampu penerang jalan sehingga memudahkan akses kehidupan sehari-
hari masyarakat.
Perlu diadakan penyuluhan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) mengenai
pentingnya pendidikan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih berkembang
dan maju.
Perlu adanya dukungan untuk mengembangkan budaya unik setempat dan untuk
mengembangkan makanan khas setempat.
Perlu adanya pendekatan dan penyuluhan terkait masalah kesehatan dengan tenaga
kesehatan terhadap warga sehingga warga dapat mengetahui masalah kesehatan
dan dengan adanya penyuluhan dapat diharapkan warga lebih waspada serta warga
dapat menjaga kesehatan dengan baik.
Perlunya pengembangan infrastruktur sekolah dan pembangunan sekolah sehingga
anak-anak di Desa Mekarsari dapat terfasilitasi dengan baik untuk proses belajar
mengajar untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
Perlunya dilakukan pemanfaatan lahan di bawah pohon kelapa dengan cara
menanam tanaman semusim, contohnya tanaman cabai.
IV. LAMPIRAN

a. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Adinda R.

b. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Dwi Ratih


c. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Meilia Prihartini

d. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- M. Abdul Fikri


e. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Nia Dewi R.

f. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Nicki Heriyanto


g. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Ridho Praharsa

h. Jam Kerja Efektif Mahasiswa- Surini


i. Kartu S1

DAFTAR OUTPUT KEGIATAN SUB UNIT KKN-PPM

Kode JBR-09 DICETAK


Sub Unit C
Kab/Kota Sukabumi
Provinsi
Kecamatan Ciracap
Desa
Jawa Barat

Mekarsari
S-1
Dusun Sirnasari

No Jenis Output Jumlah Rincian


(1) (2) (3) (4)
1 Program pokok 1829 jam
2 Program bantu 933,5 jam
Waktu 2948
3 Non program 185,5 jam
4
5 1. Karang Taruna Mekarsari
6 2. SDN Pasirgoong
7 3. SMPN 5 Ciracap
8 Kelompok 4. Masyarakat Sirnasari
8 Kelompok
9 Sasaran 5. Anak-anak Pasirgoong
10 6. Kelompok Tani Imarotul Ummahat
11 7. Ibu-Ibu Pengajian
12 8. TK Banatul Muslimin
13 1. Dinas Kesehatan Kab. Sukabumi
14 2. Puskesmas Kec. Ciracap
Mitra 3
15 3. Balai Persemaian Permanen
16
17 1. Anak-anak Pasirgoong 8 orang
18 2. Siswa TK 15 orang
19 3. Siswa SDN Pasirgoong 125 orang
20 4. Kelompok Tani 44 orang
Individu sasaran 367 orang
21 5. Siswa SMPN 5 Ciracap 73 orang
22 6. Karang Taruna 7 orang
23 7. Ibu-Ibu Pengajian 25 orang
24 8. Masyarakat Sirnasari 70 orang
25
26 Swadaya Masyarakat
Tidak Ada Tidak Ada
27 (Rp.)
28
29
30
Instansi Swasta (Rp,) Tidak Ada Tidak Ada
31
32
33 1. Biaya Transportasi
Instansi Pemerintah
34 Rp 1,445,000 2. Membeli Pipa PVC dan Triplek
(Rp.)
35 3. Membeli Perlengkapan
36 4. Cek Kesehatan
37
38 NGO / LSM / Sejenis
Tidak Ada Tidak Ada
39 (Rp.)
40
41 1. Membeli hadiah
42 2. Membeli perlengkapan
43 3. Membeli Benih
44 4. Laminating Poster
MHS (Rp.) Rp 2,296,500
45 5. Membeli Konsumsi
46 6. Membeli Pupuk
47 7. Fotocopy Leaflet
48 8. Membeli Bingkai
49
50
Lain-Lain (Rp.) Tidak ada Tidak ada
51
52
53
54
Dokumentasi (Foto) 47 foto 1 Foto per Kegiatan
55
56
57
58 Dokumentasi
1 video 1 (satu) buah video Sirnasari
59 (Film/Video)
60
61
62 Publikasi Media
Tidak ada Tidak ada
63 Cetak
64
65
66 Publikasi Media
20 foto Instagram : 20 foto
67 Online
68
69
70 Publikasi Media
Tidak ada Tidak ada
71 Elektronik
72
73
74
Buku Tidak ada Tidak ada
75
76
77
78 Artikel Journal
Tidak ada Tidak ada
79 Ilmiah
80
81
82 Seminar/ Pertemuan
Tidak ada Tidak ada
83 Ilmiah
84
85 Karya Ilmiah
Tidak ada Tidak ada
86 (skripsi)
87
88
89
90
Peraturan/ Kebijakan Tidak ada Tidak ada
91
92
93
94 SDM Terbina
Tidak ada Tidak ada
95 (KADER)
96
97
98
Lembaga terbentuk Tidak ada Tidak ada
99
100
101
102
Unit usaha terbentuk Tidak ada Tidak ada
103
104
105
106 Infrastruktur dan
Tidak ada Tidak ada
107 website (item)
108
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN : 2017

SUBUNIT : C (DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR-09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Adinda Rizka Fitri Harlianti


Nomor Mahasiswa : 14/367070/TK/42322

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah kegiatan
pengabdian mahasiswa Universitas Gadjah Mada kepada masyarakat sebagai penerapan dari
salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya kegiatan KKN-PPM ini diharapkan
mahasiswa mampu mengaplikasikan dan menerapkan ilmunya secara langsung sehingga
dapat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu
bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat.

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas


Gadjah Mada pada tahun 2017 ini mengusung tema Konservasi Air melalui Gerakan
Memanen Air Hujan sebagai Upaya Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat. Kegiatan
KKN PPM ini dilakukan selama kurang lebih 54 hari mulai tanggal 10 Juni 2017 hingga 4
Agustus 2017.

Dalam menjalankan program, tim KKN-PPM UGM 17T JBR-09 dibagi ke dalam empat subunit.
Subunit pertama yang beranggotakan 7 mahasiswa di Dusun Cisentul, subunit kedua yang
beranggotakan 7 mahasiswa di Dusun Bojongkopo, subunit ketiga yang beranggotakan 8
mahasiswa di Dusun Sirnasari, dan subunit keempat beranggotakan 8 mahasiswa di Dusun
Rancasari.

PENDAHULUAN
Perjalanan menuju Desa Mekarsari dari Kota Sukabumi ditempuh selama kurang lebih 6
jam. Kondisi saat memasuki Desa Mekarsari adalah jalan yang berbatu dan berlubang.
Kondisi jalan tersebut menyebabkan perjalanan menuju desa membutuhkan waktu yang
lama. Dusun Sirnasari memiliki akses jalan yang buruk dibandingkan dengan Dusun
Bojongkopo dan Dusun Cisentul yang cenderung sudah beraspal.

Masyarakat Dusun Sirnasari menyambut dengan baik kehadiran tim KKN PPM UGM.
Masyarakat sangat ramah dan hangat dengan bahasa sunda yang sangat kental.
Mahasiswa juga tidak sulit untuk beradaptasi dengan warga sekitar karena keterbukaan dari
masyarakat meskipun sedikit sulit untuk berkomunikasi pada awalnya karena tidak mengerti
bahasa sunda yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

Permasalahan yang timbul di Dusun Sirnasari ini adalah ketersediaan sumber air yang
minim saat musim kemarau tiba dan banyak penyakit kulit yang timbul pada masyarakat.
PEMBAHASAN
- Hasil Kegiatan
1. Gerakan Hemat Air Sirnasari
No Sektor : 1.1.01
Klaster : Sains-Teknologi
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 40 Jam
Uraian Kegiatan :
Gerakan hemat air ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat
untuk melakukan hemat air sehingga dapat mengatasi permasalahan ketersediaan air
apabila musim kemarau tiba. Latar belakang dari program ini adalah sulitnya
ketersediaan air di Dusun Sirnasari saat musim kemarau dan pemakaian air yang tidak
hemat pada saat ketersediaan air melimpah.

Kegiatan awal dari program ini adalah observasi dan survei kepada masyarakat
mengenai pemakaian air pada saat air melimpah dan bagaimana keadaaan air saat
musim kemarau tiba. Program ini dilakukan secara door-to-door ke rumah-rumah
warga di Dusun Sirnasari.

2. Penyuluhan Air Layak Konsumsi


No Sektor : 1.1.02
Klaster : Sains-Teknologi
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 45.5 Jam
Uraian Kegiatan :
Penyuluhan air layak konsumsi adalah kegiatan yang dilakukan di SMP N 5 Ciracap
untuk siswa kelas 8. Latar belakang dari kegiatan ini adalah adanya permasalahan
ketersediaan air pada saat musim kemarau dan masyarakat mengambil air di sumber
air yang masih tersisa tanpa diketahui air tersebut dapat untuk dikonsumsi atau tidak.
Terkadang masyarakat mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan air
sehari-hari. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan ini dilakukan penyuluhan
pada siswa SMP agar mereka lebih memahami air yang seperti apa yang layak untuk
di konsumsi.

Kegiatan awal yang dilakukan pada program ini adalah observasi dan survei pada
masyarakat sekitar tentang bagaimana pemahaman masyarakat tentang air yang layak
untuk dikonsumi dan bagaimana masyarakat mengambil air untuk minum saat musim
kemarau tiba.
Dalam menjalankan program ini untuk menarik perhatian dari siswa SMP agar
menyukseskan program ini, siswa SMP diberikan pembelajaran cara untuk
menjernihkan air secara sederhana dengan alat dan bahan yang mudah diperoleh.
Siswa SMP juga diberi kesempatan untuk mempraktekkan langsung pada saat
penyuluhan berlangsung.

3. Lomba Gambar Anak


No Sektor : 3.4.04
Klaster : Sosial-Humaniora
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total jam : 42 Jam
Uraian Kegiatan :
Program ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini kepada siswa SD N Pasirgoong
kelas 4 tentang pentingnya air dan cara untuk menanggulangi krisis air melalui
kegiatan yang menyenangkan seperti lomba menggambar. Kegiatan diawali dengan
pembagian kertas gambar dan crayon.

Tema dalam lomba menggambar ini adalah penghijauan hutan dan pemanenan air
hujan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sejak dini anak-anak mulai mengerti
betapa pentingnya air, dan menghemat air untuk mengatasi saat terjadinya krisi air.
Selain itu diharapkan para siswa juga memahami upaya apa saja yang dilakukan untuk
menangani krisis air.

Rangkaian dari kegiatan ini adalah penyuluhan kepada siswa SD kelas 4 mengenai
pentingnya air dan penghijauan. Setelah diadakannya penyuluhan dilanjutkan dengan
lomba gambar.

4. Pembuatan Poster Infografis Mengenai Penyakit Akibat Kekurangan Air


No Sektor : 4.2.01
Klaster : Kesehatan-Kedokteran
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 32 Jam
Uraian Kegiatan :
Program ini ditujukan untuk siswa SMP N 5 Ciracap yang diawali dengan kegiatan
identifikasi masalah penyakit yang timbul di Desan Mekarsari. Hasil identifikasi
tersebut perlu mendapatkan follow up agar memberi manfaat yang lebih banyak. Salah
satu bentuk follow up adalah dengan menyajikan poster infografis mengenai penyakit
akibat kekurangan air. Penyakit yang diambil sebagai judul poster infografis ini adalah
penyakit dermatitis. Poster kemudian dicetak dan dibingkai. Poster tersebut
merupakan bentuk pembelajaran secara visual untuk mentransfer informasi bagi
pelajar.

5. English Fun Day


No Sektor : 3.4.09
Klaster : Sosial-Humaniora
Sifat Program : Nontema-Interdisipliner
Total Jam : 26,5 Jam
Uraian Kegiatan :
English Fun Day adalah program kegiatan yang bertujuan untuk membantu melatih
kemampuan berbahasa inggris anak-anak di luar jam sekolah. Latar belakang dari
program ini adalah karena pendidikan bahasa inggris di SD Pasirgoong baru diajarkan
saat kelas 4 SD. Target program yang telah terjalankan adalah untuk anak TK dan SD.

Kegiatan ini dilakukan di pondokan dan di halaman Posyandu, sehingga kegiatan ini
hanya dapat berlangsung ketika anak-anak sekitar datang untuk bermain. Diperlukan
kesabaran dan teknik khusus agar anak-anak tertarik untuk belajar bahasa inggris,
misalnya seperti memberikan mereka jajan atau diselangi dengan ice breaking. Selain
itu media yang digunakan untuk mempermudah pembelajaran adalah English Flash
Card sehingga anak-anak menjadi lebih tertarik.

Materi-materi yang diajarkan dalam kegiatan ini adalah greetings, angka, kendaraan,
buah-buahan, dan hewan sebagai dasar dalam memahami bahasa inggris.

6. Pengembangan Team Building dan Softskill


No Sektor : 3.4.09
Klaster : Sosial-Humaniora
Sifat Program : Nontema-Interdisipliner
Total Jam : 36 Jam
Uraian Kegiatan :
Pengembangan Team Building dan Softskill adalah program kegiatan yang bertujuan
untuk melatih kemampuan bekerjasama dan mengembangkan bakat dan potens diri
anak-anak yang terpendam. Program ini dikemas dalam bentuk games dan outbond
sehingga anak-anak lebih tertarik untuk mengikuti program ini.

Kegiatan pertama program ini dilakukan dengan susur sungai dengan misi tertentu dan
berbagai games untuk meningkatkan kerjasama dari anak-anak di Dusun Sirnasari dan
kegiatan kedua program ini dilakukan di halaman pondokan dan halaman posyandu.
Peserta dari program ini adalah anak-anak di Kampung Pasirgoong namun karena
kesulitan untuk mengajak anak-anak yang rumahnya jauh dari pondokan sehingga
hanya anak-anak disekitar pondokan saja yang dapat mengikuti program ini.

Hambatan dan tantangan


Hambatan yang ditemukan selama pelaksanaan kegiatan KKN - PPM ini adalah sebagian
masyarakat sekitar hanya beberapa yang dapat berbahasa Indonesia sehingga pada awal
pelaksanaan sedikit kesusahan apabila survei dan bertanya-tanya kepada masyarakat
yang cenderung menggunakan bahasa sunda sehingga tantangannya adalah penulis
menjadi belajar untuk mengerti dan mempelajari bahasa sunda. Hambatan yang terjadi
saat pembelajaran anak-anak diluar sekolah seperti English Fun Day dan Pengembangan
Team Building dan Softskill adalah susahnya mengajak anak-anak disekitar pondokan
untuk belajar bersama sehingga dalam melaksanakan program harus diselingi dengan
permainan-permainan yang disukai anak-anak dan memberikan jajan.

Selain itu juga terdapat tantangan dalam menjalankan program di sekolah karena murid
yang terkesan malu-malu dan lebih diam pada saat ditanya mengenai berbagai hal yang
ditanyakan oleh mahasiswa.

Hambatan dan tantangan saat melaksanakan kegiatan KKN-PPM di Dusun Sirnasari, Desa
Mekarsari ini juga adalah kondisi jalan yang buruk dan tidak adanya penerangan jalan saat
malam hari sehingga segala kegiatan hanya efektif dilakukan pada siang hari. Hal itu
diperparah apabila hujan turun, membuat jalan menjadi licin.

Jejaring Kemitraan dan peran serta masyarakat


Dalam melakukan kegiatan program-program mahasiswa mendapatkan bantuan dari pihak
aparatur desa, pihak puskesmas Ciracap dan puskemas bantu, pihak sekolah SD dan SMP
sehingga program-program dapat berjalan dengan baik. Dari pihak sekolah dalam
pelaksanaan program Kepala Sekolah dan Guru-guru mengizinkan mahasiswa untuk
memberikan edukasi kepada siswa-siswa. Pada pelaksanaan program pembuatan poster
infografis mengenai penyakit akibat kekurangan air, mahasiswa mendapatkan bantuan dari
pihak puskesmas dan kader posyandu sehingga program dapat berjalan dengan baik.
Masyarakat juga sangat membantu kelancaran kegiatan karena bersedia menerima kami
dengan ramah dan baik. Selain itu juga masyarakat memberikan saran dan solusi dalam
menyelesaikan masalah yang harus dihadapi oleh tim. Masyarakat pun banyak
memberikan pembelajaran kepada tim dengan berbagi pengalaman yang dimiliki oleh
masyarakat.
Keterlibatan dalam Masyarakat
Masyarakat terlibat dalam program-prgram baik secara langsung maupun tidak langsung
sehingga program dapat berjalan dengan baik. Masyarakat juga ikut memberikan saran
dan masukan kepada mahasiswa sehingga program mejadi lebih mudah untuk dijalani
dengan partisipasi dari masyarakat sekitar.

Keterlibatan dalam masyarakat juga dilakukan oleh mahasiswa dengan mengikuti


kebiasaan dan tradisi yang ada di Desa Mekarsari ini seperti pengajian rutin di setiap jumat
dan minggu, tahlilan, hajatan, dan lain-lain.

Temuan Baru atau unik dalam kekayaan alam, teknologi lokal dan budaya
Desa Mekarsari memiliki potensi yang besar dalam sektor pertanian, perkebunan, dan
peternakan. Hal itu didasari pada masyarakat di Desa ini memiliki tanah yang luas
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Selain itu, warga
disini banyak memiliki hewan ternak yaitu kambing yang jumlahnya bisa mencapai lebih
dari 10 ekor untuk satu kepemilikan. Masyarakat yang memiliki kambing banyak juga
membuat pupuk kandang dari kotoran kambing ternaknya tersebut.

Beberapa lahan yang dimiliki warga sudah ditanami padi dan kelapa. Perkebunan kelapa
yang terdapat di Desa Mekarsari ini dimanfaatkan untuk pembuatan gula aren secara
sederhana. Namun pada saat musim kemarau, lahan yang biasanya ditanami padi tersebut
kosong terbengkalai.

Budaya yang kental di Desa Mekarsari adalah budaya islam. Hal tersebut dikarenakan
mayoritas warga yang beragama Islam dan masyarakat memiliki sifat terbuka kepada
pendatang sehingga memudahkan mahasiswa untuk beradaptasi di Desa Mekarsari ini.
Budaya lainnya adalah tradisi botraman yang dilakukan masyrakat di Desa ini sehingga
rasa kekeluargaan yang timbul sangatlah kuat. Tatkala mahasiswa juga sering diajak untuk
botraman bersama warga.

Potensi Pengembangan/Keberlanjutan
Potensi pengembangan adalah pembinaan kepada para petani untuk tanaman yang cocok
pada musim kemarau atau produk yang lebih bervariasi sehingga pada saat musim
kemarau datang perekonomian masyarakat tetap berjalan. Pengembangan yang lainnya
juga terletak di sektor pendidikan dan sektor transportasi. Pada sektor transpotasi
diharapkan akses jalan dapat diperbaiki. Untuk sektor pendidikan diharapkan kebutuhan-
kebutuhan sekolah dan pembangunan infrastruktur sekolah dapat terpenuhi dengan
sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih baik lagi dan lebih mudah sehingga murid-
murid dapat melanjutkan pendidikan dengan baik. Setelah terpenuhinya kebutuhan
kebutuhan tersebut, Desa Mekarsari dapat semakin berkembang dan setiap potensi yang
ada di Desa Mekarsari dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan
pendapatan tambahan bagi desa. Dari sektor transportasi adalah jalan diperbaiki sehingga
akses jalan menuju Desa Mekarsari menjadi lebih mudah, dan pengadaan lampu
penerangan jalan.

Pengayaan Batin dan petualangan kemanusian


Dengan diadakannya KKN PPM UGM di Dusun Mekarsari, masyarakat menyambut
mahasiswa dengan baik dan ramah. Pihak aparatur desa berharap bahwa kegiatan KKN
PPM UGM ini dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Masyarakat pun
juga turut andil memberikan masukan dan saran terhadap program-program yang
dijalankan oleh mahasiswa sehingga program-program mahasiswa dapat berjalan dengan
baik, dan juga memberikan bantuan apabila mahasiswa menemukan kesulitan. Kepedulian
masyarakat di Desa Mekarsari yaitu ditunjukkan dengan rasa kekeluargaan yang cukup
besar, mahasiswa cukup sering diajak untuk botraman yaitu tradisi makan bersama
dengan alas daun pisang. Hal tersebut membuat mahasiswa menjadi nyaman karena
kepedulian dan keramahan yang ditunjukkan oleh warga. Mahasiswa juga menjadi
berusaha untuk selalu dekat dan baik dengan masyrakat.

II. KESIMPULAN
Program-program KKN PPM UGM di Dusun Sirnasaro, Desa Mekarsari berjalan dengan
baik sesuai dengan harapan. Antusiasme masyarakat, perangkat desa, pihak sekolah menjadi
daya dorong keberhasilan program-program KKN ini. Baik masyarakat, perangkat desa, dan
pihak sekolah memberikan saran dan masukan untuk porgram-program yang dilakukan.
Selain itu, masyarakat, perangkat desa, dan pihak sekolah menerima mahasiwa dengan baik
dan hangat sehingga program-program dapat terlaksana dengan baik.

Kegiatan KKN ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang bagaimana
bersosialisasi dengan masyarakat baru dan beradaptasi dengan tradisi dan budaya di Desa
Mekarsari ini. Kesulitan terhadap perbedaan bahasa menjadi kendala awal saat kegiatan KKN
ini dilakukan namun seiring berjalannya waktu perbedaan bahasa tersebut membuat
mahasiswa untuk belajar bahasa sunda.
Kuliah Kerja Nyata ini juga menjadi sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang
diperoleh di bangku perkuliahan agar dapat bermanfaat dan berguna untuk masyarakat dan
memperoleh pengalaman langsung dari masyarakat.

III. SARAN
1. Perlunya perbaikan infrastruktur jalan yaitu perbaikan jalan dan pengadaan lampu
penerangan jalan sehingga akses menuju Desa Mekarsari menjadi lebih mudah.
2. Perlunya pembinaan mengenai pentingnya pendidikan sehingga mindset masyarakat
menjadi lebih maju dan berkembang.
3. Perlunya pengembangan infrastruktur sekolah dan pembangunan sekolah sehingga anak-
anak di Desa Mekarsari dapat terfasilitasi dengan baik untuk proses belajar mengajar untuk
meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
4. Perlunya pembelajaran dan pelatihan untuk anggota karang taruna, sehingga karang
taruna di Desa Mekarsari menjadi aktif dan inovatif.
LAMPIRAN

1. Program Tema
a. Gerakan Hemat Air

Sosialisasi gerakan hemat air pada warga di Dusun Sirnasari. Sosialisasi dilakukan
secara door-to-door.

b. Penyuluhan Air Layak Konsumsi

Penyuluhan air layak konsumsi dilakukan di SMP N 5 Ciracap (kiri). Siswa SMP melakukan
praktek penjernihan air sederhana secara berkelompok (kanan)

c. Lomba Gambar Anak

Pelaksanaan sosialisasi mengenai pentingnya air dan penghijauan sebelum lomba (kiri).
Lomba Gambar Anak dilakukan di SD N Pasirgoong yang ditujukan untuk siswa kelas 4
(kanan)
d. Pembuatan Poster Infografis Mengenai Penyakit Akibat Kekurangan Air

Penyerahan Poster Infografis kepada Kepala Sekolah SMP N 5 Ciracap (kiri). Poster
infografis penyakit dermatitis (kanan).

e. English Fun Day

English Fun Day dilakukan di pondokan mahasiswa dan halaman posyandu. Pembelajaran
bahasa inggris dengan media English Flash Card (kanan).
f. Pengembangan Team Building dan Softskill

Pelaksanaan pengembangan Team Building dan Softskill dalam bentuk games dan outbond.
Pelaksanaan kegiatan pertama yaitu berupa outbond susur sungai di Dusun Sirnasari (atas) .
Pelaksanaan kegiatan kedua yaitu berupa games di halaman pondokan mahasiswa (bawah)

g. Rekap Jam Efektif Kerja Mahasiswa


LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2017

SUB UNIT : SIRNASARI (C)


UNIT : 17T-JBR09 DESA MEKARSARI
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Dwi Ratih Purwaningsih


Nomor Mahasiswa : 14/365599/PA/16102

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)
Universitas Gadjah Mada merupakan suatu kegiatan pengabdian mahasiswa
Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada masyarakat sebagai praktik nyata
dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN-PPM UGM merupakan
kegiatan wajib yang rutin diadakan setiap tahunnya. Kegiatan KKN-PPM
UGM bertujuan meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa, melakukan
terapan IPTEKS secara teamwork dengan pendekatan multidisipliner, dan
menanamkan nilai nasionalisme, jiwa pancasila, keuletan, etos kerja,
tanggungjawab, kemandirian, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Sehingga
diharapkan nantinya menjadi lulusan UGM yang mempunyai empati dan
peduli terhadap permasalahan masyarakat ekonomi lemah dan mampu
memberdayakan mereka untuk menolong diri mereka sendiri.
Tim KKN-PPM UGM unit 17T-JBR09 mengusung tema Konservasi air
melalui gerakan memanen air hujan sebagai upaya penyediaan air bersih
berbasis masyarakat yang dijalankan di Desa Mekarsari, Kecamatan
Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan KKN-PPM
UGM di desa Mekarsari dilaksanakan selama kurang lebih 54 hari dimulai
tanggal 10 Juni hingga 4 Agustus 2017. Tim KKN-PPM UGM unit 17T-JBR09
terbagi menjadi 4 subunit dalam 4 dusun yang berbeda yaitu subunit A dusun
cisentul, subunit B dusun bojongkopo, subunit C dusun sirnasari, dan subunit
D dusun rancasari.

PENDAHULUAN
Tim KKN-PPM UGM unit 17T-JBR09 berangkat dari jogja menuju
sukabumi pada tanggal 10 Juni 2017, kami menempuh perjalanan yang
cukup panjang untuk sampai di lokasi. Desa mekarsari memiliki jarak
yang cukup jauh dari kota sukabumi yaitu harus menempuh perjalanan
sekitar 6 jam. Banyaknya jalan yang rusak saat menuju desa mekarsari
maupun saat perjalan menuju pondokan mahasiswa menjadi salah satu
penyebab lamanya waktu yang dibutuhkan saat perjalanan.

31
Kami tiba di desa Mekarsari pada sore hari tanggal 11 juni 2017. Ketika
sampai di lokasi kami langsung disambut dengan hangat oleh
keramahtamahan oleh perangkat dusun/desa maupun masyarakat
setempat. Lingkungan yang masih cukup asri dengan kekeluargaan
yang kental membentuk suasana di lokasi terasa tenang dan nyaman.
Desa mekarsari memiliki kekayaan alam yang melimpah diantaranya
areal perkebunan dan pertanian yang cukup luas. Namun masih
terdapat beberapa permasalahan yang berarti, diantaranya kekurangan
air yang sering terjadi terutama saat musim kemarau, kesadaran akan
pendidikan yang masih rendah, pelayanan kesehatan yang masih
kurang, dan akses jalan yang sulit.

PEMBAHASAN
Hasil kegiatan
Dari hasil observasi, perencanaan serta penyesuaian dengan
lingkungan lokasi KKN, program-program yang telah penulis
lakukan yaitu :
a. Pembuatan Infografis Sosialisasi Lubang Resapan Biopori,
Roof Water Harvesting, Tanaman Pengikat Air
No Sektor : 1.1.01
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 38,5 Jam
Uraian Kegiatan
Gerakan memanen air hujan yang dilaksanakan di desa
Mekarsari terdiri dari 3 program yaitu Roof Water Harvesting,
Lubang Resapan Biopori, dan Tanaman Pengikat Air. Ketiga
program tersebut dilaksanakan dengan melalui rangkaian
kegiatan diantaranya sosialisasi, pembuatan/penanaman,
monitoring/perawatan.
Poster infografis dibuat sebagai follow up dari kegiatan
Sosialisasi Roof Water Harvesting, Lubang Resapan Biopori,
32
dan Tanaman Pengikat Air dan sebagai pedoman dalam
perawatan Roof Water Harvesting, Lubang Resapan Biopori,
dan Tanaman Pengikat Air jika diperlukan pada waktu yang
akan datang. Poster infografis Lubang Resapan Biopori, dan
Tanaman Pengikat Air dipasang di balai desa Mekarsari
sedangkan poster infografis Roof Water Harvesting selain
dipasang di balai desa Mekarsari juga dipasang di lokasi Roof
Water Harvesting. Selain poster infografis, dibuat juga leaflet
yang berisi materi yang diberikan saat sosialisasi Roof Water
Harvesting, Lubang Resapan Biopori, dan Tanaman Pengikat
Air. Hal tersebut bertujuan memudahkan penyampaian
informasi kepada masyarakat mekarsari pada kegiatan
sosialisasi Roof Water Harvesting, Sosialisasi Lubang
Resapan Biopori, dan Sosialisasi Tanaman Pengikat Air Hujan
sehingga dapat mengedukasi masyarakat.
b. Pengujian Kualitas Air
No Sektor : 1.1.07
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 36 Jam
Uraian Kegiatan
Pembuatan Roof Water Harvesting bertujuan untuk
membantu mengatasi kekurangan air yang sering terjadi saat
musim kemarau di desa Mekarsari. Air yang ditampung pada
toren/tandon Roof Water Harvesting dimaksudkan untuk dapat
digunakan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari
masyarakat desa Mekarsari.
Pengujian kualitas air dilakukan untuk menentukan
apakah air hasil penampungan Roof Water Harvesting layak
untuk digunakan oleh masyarakat. Parameter pengujian yang
dilakukan diantaranya kesadahan, pH, koliform, dan
kekeruhan.

33
c. Sosialisasi Roof Water Harvesting
No Sektor : 1.1.04
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 39,5 Jam
Uraian Kegiatan
Roof Water Harvesting merupakan salah satu program
gerakan memanen air hujan yang dilakukan di desa
Mekarsari. Program tersebut dilakukan sebagai salah satu
metode konservasi air untuk membantu mengatasi
kekurangan air saat musim kemarau di desa Mekarsari.
Program Roof Water Harvesting diawali dengan diadakan
sosialisasi kepada perangkat setiap dusun di desa Mekarsari
dan tokoh masyarakat. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk
mengedukasi masyarakat desa Mekarsari tentang Roof Water
Harvesting sebagai salah satu program utama dari tim KKN-
PPM UGM unit desa Mekarsari.
Sosialisasi Roof Water Harvesting dusun Sirnasari
dilaksanakan di SDN Pasirgoong pada tanggal 2 Juli 2017
dengan peserta berjumlah 22 orang yang terdiri dari ketua RT
dusun sirnasari dan masyarakat dusun sirnasari. Materi
sosialisasi yang diberikan yaitu pengenalan Roof Water
Harvesting, komponen instalasi, keunggulan, cara
pembuatan/pemasangan, masalah yang biasa terjadi, dan
cara perawatan.

d. Edukasi mengenai Penyakit akibat Sanitasi yang Rendah


No Sektor : 4.2.01
Klaster : Kesehatan-kedokteran
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 34,5 Jam
Uraian Kegiatan

34
Desa Mekarsari sering mengalami kekurangan air saat
musim kemarau. Kekurangan air atau tidak terpenuhinya
kebutuhan air seringkali berhubungan rendahnya sanitasi dan
hygene. Sanitasi yang rendah dapat menimbulkan dampak
negatif, salah satunya yaitu menimbulkan penyakit. Sehingga
diperlukan edukasi kepada masyarakat sebagai tindakan
preventif.
Edukasi mengenai penyakit akibat sanitasi yang rendah
dilaksanakan di balai desa Mekarsari pada 10 Juli 2017
dengan melibatkan tenaga kesehatan desa Mekarsari, antara
lain dr. Hikmat Gumelar sebagai dokter umum Puskesmas
Ciracap, Syamsul Maarif, AMKL sebagai petugas sanitasi
kesehatan lingkungan, dan Siti Masrifah, AM. Kep. Sebagai
petugas promosi kesehatan. Materi yang diberikan
diantaranya penyakit akibat sanitasi yang kurang baik,
pembinaan kesehatan lingkungan, dan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) namun karena adanya masalah teknis yaitu
mati listrik sehingga tidak dapat menampilkan materi melalui
LCD proyektor serta keterbatasan waktu akibat peserta yang
datang telat, maka materi yang dapat disampaikan hanya
seputar penyakit akibat sanitasi yang kurang baik oleh dr.
Hikmat Gumelar. Program edukasi mengenai penyakit akibat
sanitasi yang rendah dihadiri oleh 52 peserta yang terdiri dari
masyarakat Desa Mekarsari (dusun cisentul, bojongkopo,
sirnasari, dan rancasari). Kegiatan kemudian dilanjutkan
dengan program cek kesehatan gratis yang meliputi cek gula
darah, kolesterol, dan asam urat.

e. Sosialisasi Pola Hidup Sehat


No Sektor : 1.7.02
Klaster : Saintek
Sifat Program : NonTema-Monodisipliner
Total Jam : 30 Jam
35
Uraian Kegiatan
Pendidikan pola hidup sehat baik untuk dilakukan sejak
dini. Menjaga pola hidup sehat pada dasarnya merupakan
salah satu cara agar terhindar dari bibit-bibit penyakit hal ini
terjadi karena masa anak-anak adalah masa yang sangat
rentan terhadap berbagai bibit penyakit. Sehingga penyuluhan
hidup sehat ini penting dilakukan untuk menjaga dan
meningkatkan kesehatan yang optimal.
Kegiatan sosialisasi pola hidup sehat merupakan bentuk
kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan cara-cara
sederhana yang dapat dilakukan oleh siswa SD untuk
menjaga kesehatan tubuh. Sosialisasi pola hidup sehat
diberikan pada siswa kelas 6 SDN Pasirgoong pada 25 Juli
2017. Kegiatan dilakukan dengan mengenalkan dan
menyebutkan perilaku pola hidup sehat serta manfaatnya.
Kegiatan sosialisasi juga diselingi ice breaking yang
berhubungan dengan pola hidup sehat.

f. Sosialisasi mengenali berita Hoax


No Sektor : 3.4.05
Klaster : Soshum
Sifat Program : NonTema-Interdisipliner
Total Jam : 32,5 Jam
Uraian Kegiatan
Berita hoax saat ini banyak tersebar, terutama di
media internet. Berita hoax yang berseliweran ini dapat
meresahkan karena pembaca dapat terprovokasi, selain itu
juga berita hoax dapat membodohi pembacanya setiap hari.
Dan apabila terus berkelanjutan sampai bertahun-tahun, maka
selain kebodohan yang didapatkan, juga pergesekan yang
semakin parah di antara kubu yang saling kontra yang
menyebabkan perpecahan. Sehingga dilakukan kegiatan
sosialisasi sebagai tindakan preventif.
36
Sosialisasi mengenali Berita Hoax diberikan pada siswa
kelas 8 dan kelas 9 SMPN 5 Ciracap, dimana diketahui para
remaja desa Mekarsari sering mengakses internet terutama
facebook yang merupakan salah satu media sosial yang
sering terdapat berita hoax. Sosialisasi diawali dengan
pengenalan berita hoax, bagaimana ciri-cirinya, dan contoh
berita hoax yang sering terdapat di media sosial facebook.
Sosialisasi diselingi dengan permainan yang memiliki makna
sesuai dengan materi yang telah diberikan dan diakhiri dengan
siswa menentukan berita hoax atau non-hoax dari contoh
berita yang telah diberikan, lalu pemberian hadiah kepada
siswa yang menjawab pertanyaan yang diajukan dengan
benar.

Hambatan dan tantangan


Selama kurang lebih 54 hari menjalankan program KKN
di Desa Mekarsari, terdapat beberapa hambatan yang terjadi.
Hambatan-hambatan tersebut diantaranya yaitu sulitnya akses
mobilitas mahasiswa karena jalan yang rusak, jalan masih berupa
tanah merah dan bebatuan yang dapat membahayakan
keselamatan. Sulitnya menyesuaikan jadwal kegiatan KKN PPM
UGM dengan kegiatan masyarakat maupun kegiatan
Desa/Dusun, sehingga terkadang mengalami kesulitan menjaring
peserta dalam kegiatan yang terpaksa/terlanjur bentrok dengan
kegiatan lain. Jarak antar RT yang tidak dekat juga membuat
kami sedikit kesulitan apabila melaksanakan program terutama
yang berhubungan dengan sosialisasi ke masyarakat. Serta
perbedaan bahasa yang digunakan menjadi hambatan dalam
berkomunikasi dengan warga sekitar yang umumnya
menggunakan bahasa sunda.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat

37
Selama kami melaksanakan beberapa program, terdapat
keterlibatan dari warga baik secara materil maupun tenaga. Kami
mendapat banyak bantuan dari perangkat Desa, Kepala Dusun,
Ketua RT, maupun dari masyarakat Desa Mekarsari. Berbagai
bantuan yang diberikan oleh warga dan perangkat desa sangat
membantu dalam menjalankan program KKN.

Keterlibatan dalam masyarakat


Keterlibatan dalam masyarakat oleh mahasiswa
diantaranya mengikuti pengajian rutin, bermain mengunjungi
rumah warga, mengobrol bersama warga, makan bersama warga
sekitar (dikenal dengan istilah botraman). Selain itu juga kami
datang ke beberapa acara atau hajatan yang diadakan oleh
warga setempat.
Di dalam beberapa program kami, terdapat pula
keterlibatan masyarakat yang ikut berperan aktif dalam membantu
jalannya program. Selama Pelaksanaan KKN PPM, masyarakat
juga memberikan informasi terkait kondisi Desa maupun kegiatan
Desa.

Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam,


teknologi lokal dan budaya
Selama KKN di Desa Mekarsari, kami menemukan
kekayaan alam yang sangat melimpah, diantaranya yaitu lahan
pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Produk-produk hasil
pertanian dan perkebunan menjadi sumber utama ekonomi
masyarakat desa Mekarsari. Salah satu tanaman perkebunan
yang paling melimpah di desa Mekarsari yaitu tanaman kelapa.
Namun penulisngnya, tanaman kelapa dengan jumlah yang cukup
banyak tersebut hanya diolah menjadi gula. Diharapkan
selanjutnya hasil perkebunan kelapa dapat lebih dimanfaatkan
secara maksimal tidak hanya dari nira nya saja.

38
Kebudayaan desa Mekarsari menjunjung tinggi
keagamaan dan kebersamaan. Dalam hal keagamaan,
diantaranya dapat terlihat dari kegiatan pengajian yang rutin
setiap minggu nya dan sekolah agama yang diikuti oleh anak-
anak setiap hari sepulang sekolah. Sementara kebersamaan
terlihat saat adanya acara/hajatan masyarakat setempat turut
andil saling bekerjasama.

Potensi pengembangan/keberlanjutan
Kekayaan alam desa Mekarsari seperti yang telah
disebutkan sebelumnya sangat berpotensi untuk dikembangkan.
Misalnya dalam bidang produk pertanian dapat diarahkan tidak
hanya pada hasil mentah tetapi pada hasil olahan sehingga
menjadi ciri khas yang nantinya bisa dibawa pada kekayaan
pangan nasional. Dalam bidang produk perkebunan, salah
satunya tanaman kelapa, dapat dimanfaatkan tidak hanya nira
nya saja tetapi juga memanfaatkan bagian/produk lain tanaman
tersebut, misalnya daun kelapa dapat dibuat kerajinan maupun
buah kelapa yang diolah menjadi produk lain.
Pengembangan juga diperlukan dalam hal infrastruktur
seperti perbaikan jalan sehingga akses lebih mudah, serta
pelayanan kesehatan yang mana saat ini jika membutuhkan
pelayanan kesehatan harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan


Selama KKN di desa Mekarsari, kami disambut dengan
sangat baik oleh masyarakat. Suasana desa yang masih asri dan
keramahtamahan masyarakat membuat kami merasa nyaman
dan tenang. Sifat kekeluargaan dan kerjasama tolong-menolong,
saling berbagi yang masih sangat terasa menambah pengalaman
baru bagi penulis, serta pengalaman spiritual dari acara-acara
keagamaan yang sering diadakan. Cerita-cerita menyangkut

39
budaya disana yang banyak kami peroleh dari
tetangga/masyarakat setempat juga menambah pelajaran baru.

IV. KESIMPULAN
Kegiatan KKN-PPM yang dimulai 10 Juni sampai 4 Agustus di Desa
Mekarsari khususnya Dusun Sirnasari (Subunit C) secara keseluruhan
berjalan dengan lancar. Program pokok yang berjumlah 6 dengan total jam
kerja 219,5 jam pun terlaksana dengan baik yang juga berkat bantuan dan
kerjasama dari masyarakat maupun perangkat dusun/desa. Selain
melaksanakan program, kami juga mendapatkan keluarga baru, pelajaran
dalam hal bermasyarakat, serta pengalaman dari lingkungan yang baru.

V. SARAN
1. Perbaikan infrastruktur jalan maupun pengadaan lampu jalan agar
memudahkan akses
2. Pembinaan terkait pentingnya pendidikan kepada anak-anak untuk
mengurangi terjadinya pernikahan dini
3. Program dalam sektor pertanian/perkebunan untuk memaksimalkan
potensi hasil pertanian dan perkebunan
4. Perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan agar dapat diakses
dengan mudah oleh setiap masyarakat desa Mekarsari

40
VI. LAMPIRAN
1. Pembuatan infografis sosialisasi Lubang Resapan Biopori, Roof Water
Harvesting, Tanaman Pengikat Air

Gbr. 1 Poster infografis Roof Water Harvesting.

41
Gbr. 2 Poster infografis Lubang Resapan Biopori.

Gbr. 3 Poster infografis Tanaman Pengikat Air.

42
Gbr. 4 Poster infografis dipasang di balai desa, dan untuk poster Roof Water
Harvesting juga dipasang di lokasi instalasi RWH.

2. Pengujian Kualitas Air

Gbr. 1 Pengambilan sampel air hasil penampungan Roof Water Harvesting untuk uji
bakteriologi.

43
Gbr. 2 Pengambilan sampel air hasil penampungan Roof Water Harvesting untuk uji
kimia dan fisika.

3. Sosialisasi Roof Water Harvesting

Gbr. 1 Sosialisasi Roof Water Harvesting yang diadakan pada tanggal 2 Juli 2017 di
SDN Pasirgoong.

44
Gbr. 2 Sosialisasi Roof Water Harvesting dihadiri oleh masyarakat serta perangkat
dusun Sirnasari.

4. Edukasi mengenai penyakit akibat sanitasi yang rendah

Gbr. 1 Edukasi mengenai penyakit akibat sanitasi yang rendah diadakan tanggal 10
Juli 2017 di Balai Desa Mekarsari.

45
Gbr. 2 Presensi peserta yang datang sosialisasi. Total jumlah peserta yang datang
yaitu sebanyak 52 peserta.

5. Sosialisasi pola hidup sehat

Gbr. 1 Penyampaian materi yaitu cara-cara sederhana dalam menjalani pola hidup
sehat.

46
Gbr. 2 Sosialisasi pola hidup sehat dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2017 di kelas
VI SDN Pasirgoong.

6. Sosialisasi mengenali berita hoax

Gbr. 1 Sosialisasi mengenali berita hoax yang dilaksanakan tanggal 19 Juli 2017 di
kelas 8 dan 9 SMPN 5 Ciracap.

47
Gbr. 2 Siswa membedakan berita hoax dan berita asli dan memberikan penjelasan
alasannya.

7. Rekapitulasi Jam Kerja

48
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN 2017

SUBUNIT : C (DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR-09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Meilia Prihartini


Nomor Mahasiswa : 14/368311/BI/09359

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
49
I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas
Gadjah Mada merupakan suatu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh
mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai praktik nyata dari penerapan Tri Dharma
Perguruan Tinggi dan merupakan salah satu program wajib yang dilaksanakan oleh setiap
mahasiswa UGM. Kegiatan KKN-PPM merupakan sarana bagi mahasiswa untuk dapat
menyalurkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan terutama mengenai pemberdayaan
masyarakat sekitar untuk membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat.
Selain sebagai sarana untuk menyalurkan ilmu, KKN-PPM UGM juga merupakan sarana
bagi mahasiswa untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat secara langsung, sehingga
diharapkan mahasiswa dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan dapat meningkatkan
jiwa sosial terhadap lingkungan sekitar.

Berdasarkan perbincangan dengan masyarakat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap,


Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, persoalan utama yang melanda masyarakat
setempat adalah banyaknya masyarakat yang mengalami kekeringan disaat musim
kemarau. Hal tersebut menjadikan tim kami mengusung tema mengenai Konservasi Air
Melalui Gerakan Memanen Air Hujan sebagai Upaya Penyediaan Air Bersih Masyarakat
untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Kegiatan KKN-PPM ini dilakukan
mulai tanggal 11 Juni 2017 - 4 Agustus 2017 di Desa Mekarsari, kecamatan Ciracap,
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Desa Mekarsari terdiri dari lima dusun, akan tetapi dalam tim KKN-PPM unit JBR-09 hanya
terbagi menjadi empat subunit yaitu pada Dusun Cisentul, Dusun Bojongkopo, Dusun
Sirnasari dan Dusun Rancasari dengan setiap unit wajib untuk memberdayakan warga
sekitar sesuai ilmu yang telah dikuasai. Untuk dusun lainnya yaitu Dusun Cimuncang, tetap
dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dari kelima dusun tersebut tidak semua
kegiatan dilakukan pada kelimanya karena kendala jalan yang tidak memadai serta jarak
yang jauh.

PENDAHULUAN
KKN-PPM UGM Unit JBR-09 Subunit C berada di Dusun Sirnasari, Desa Mekarsari,
Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Dusun Sirnasari terdiri dari
12 RT yang sebagian besar lahannya merupakan sawah dan kebun. Mata pencaharian
utama sebagian besar warga Dusun Sirnasari adalah bertani dan berkebun.

50
Tim KKN-PPM unit JBR-09 berangkat menuju Sukabumi menggunakan bus pada tanggal 09
Juni 2017 pukul 16.00 WIB dan tiba di lokasi pada tanggal 10 Juni 2017 pukul 16.00 WIB.
Kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM di Desa Mekarsari ini disambut dengan baik dan
antusias oleh masyarakat setempat karena kehadiran tim kami merupakan yang ketiga
kalinya di Desa Mekarsari. Tim kami beranggotakan 30 orang mahasiswa yang selanjutnya
dibagi menjadi empat Dusun yaitu Dusun Cisentul, Dusun Bojongkopo, Dusun Sirnasari dan
Dusun Rancasari.

Kegiatan pada seminggu pertama yaitu berupa sosialisasi dan observasi keadaan sekitar
yang kemudian direspon positif oleh warga. Namun sebelumnya kami juga memperoleh
penyambutan dari perangkat desa Mekarsari. Masyarakat Desa Mekarsari terkenal ramah,
baik dan santun sehingga menciptakan suasana Desa yang nyaman santun dan baik
sehingga menciptakan suasana Desa yang nyaman.

PEMBAHASAN
Hasil Kegiatan
1. Sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB)
Klaster : Sains Teknologi
Nomor sektor : 1.1.01
Nomor kode : 87
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total jam : 59,5 jam
Uraian Kegiatan :

Air merupakan komponen utama yang menyusun makhluk hidup oleh karenanya air
memiliki fungsi yang sangat penting baik bagi manusia, hewan maupun tumbuhan.
Ketersediaan air dengan kualitas layak konsumsi menjadi salah satu masalah dunia
saat ini. Ancaman ketersediaan air, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, juga
melanda Indonesia akibat kemarau berkepanjangan dan ketidakpedulian sebagian
besar masyarakat Indonesia untuk turut serta dalam menghemat dan menjaga
kelestarian air.
Berdasarkan hasil observasi, Dusun Sirnasari memiliki masalah utama mengenai
ketersediaan air baik dari segi kualitas maupun kuantitias. Kendala utama yang
menyebabkan krisis air yaitu kemarau yang berkepanjangan, sehingga banyak sumur
warga menjadi kering. Akibat kekeringan tersebut sebagian besar warga melakukan

51
aktivitas sehari-hari seperti mencuci, buang air besar, buang air kecil, serta mandi di
sungai sehingga membuat air sungai menjadi tercemar. Terlebih apabila musim
kemarau berlangsung lama, air sungai pun terkadang menjadi berkurang dengan
kualitas air yang tidak layak guna dan konsumsi. Metode baru dirasa perlu untuk
meningkatkan ketersediaan air tanah sehingga sumur warga tidak akan kering. Metode
yang kami usung salah satunya yaitu metode Lubang Resapan Biopori (LRB). Program
ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menambah ketersediaan air tanah
sehingga sumur warga tidak akan kering apabila kemarau tiba. Namun sebelum
program tersebut dijalankan, perlu diadakan sosialisasi terlebih dahulu sehingga
masyarakat lebih dapat mengenal mengenai Lubang Resapan Biopori (LRB).
Kegiatan sosialisasi LRB dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2017 yang bertempat di SD
Negeri Pasir Goong. Peserta merupakan kepala RT di Dusun Sirnasari beserta bapak
kepala dusun. Kegiatan sosialisasi ini berisi penyampaian informasi mengenai
pengertian LRB, manfaat LRB, mekanisme kerja LRB serta teknik pembuatan LRB.
Selain penyampaian materi utama, kegiatan ini juga diselingi dengan video pembuatan
LRB sehingga masyarakat dapat lebih memahami teknik pembuatan LRB tersebut.
Antusiasme peserta dirasa tinggi dibuktikan dengan adanya warga yang memberikan
tanggapan mengenai LRB ini, sehingga komunikasi berjalan dua arah.
Kendala yang kami alami saat berlangsungnya acara yaitu warga tidak datang tepat
pada waktunya sehingga waktu pelaksanaan mundur hingga satu jam.

2. Sosialisasi Tanaman Pengikat Air (TPA)


Klaster : Agro
Nomor sektor : 2.6.04
Nomor kode : 88
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 36,5 jam
Uraian Kegiatan :
Air memiliki peran yang sangat penting bagi makhluk hidup baik manusia, tanaman
maupun hewan. Tidak tersedianya air layak konsumsi merupakan salah satu masalah
dunia. Di Indonesia sendiri, masih banyak daerah yang mengalami kekurangan air. Hal
ini diakibatkan oleh adanya musim kemarau yang berkepanjangan atau adanya
ketidakpedulian sebagian besar masyarakat untuk menghemat dan menjaga
kelestarian air.
52
Berdasarkan hasil observasi, Dusun Sirnasari memiliki masalah utama mengenai
ketersediaan air baik dari segi kualitas maupun kuantitias. Kendala utama yang
menyebabkan krisis air yaitu kemarau yang berkepanjangan, sehingga banyak sumur
warga menjadi kering. Untuk menanggulangi masalah krisis air tersebut, kami
mengusung suatu metode yaitu metode penanaman Tanaman Pengikat Air (TPA).
Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dengan meningkatkan
ketersediaan air tanah melalui penanaman tanaman pengikat air sehingga sumur
warga tidak akan kering apabila kemarau tiba. Namun sebelum program tersebut
dijalankan, perlu diadakan sosialisasi terlebih dahulu sehingga masyarakat lebih dapat
mengenal mengenai Tanaman Pengikat Air (TPA).
Kegiatan Sosialisasi Tanaman Air (TPA) ini dilaksanakan bersamaan dengan
sosialisasi LRB, yaitu pada tanggal 2 Juli 2017 di SD Negeri Pasir Goong. Peserta
merupakan ketua RT di Dusun Sirnasari dan bapak Kepala Dusun. Kegiatan sosialisasi
ini berisi pengertian Tanaman Pengikat Air (TPA), manfaat TPA, cara penanaman TPA
dan cara perawatan TPA. Kegiatan ini juga disambut dengan antusias ditunjukkan
dengan adanya warga yang memberikan tanggapan sehingga komunikasi berlangsung
dua arah.
Kendala yang kami hadapi pada kegiatan ini yaitu warga yang datang tidak tepat waktu
dikarenakan menghadiri acara lain terlebih dahulu seperti hajatan dan pengajian
sehingga acara terpaksa mundur hingga satu jam.

3. Edukasi pada Anak Mengenai Mikroba Berbahaya yang Dapat Ditemukan pada
Air Kotor
Klaster : Sosial dan Humaniora
Nomor sektor : 3.4.08
Nomor kode : 89
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 45 jam
Uraian Kegiatan :

Air memiliki fungsi yang sangat penting bagi manusia yaitu sebagai sumber kehidupan
bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Ketersediaan air, baik dari segi kuantitas
maupun kualitas, juga melanda Indonesia akibat kemarau yang berkepanjangan dan
ketidakpedulian mayoritas masyarakat Indonesia untuk turut serta menghemat dan
53
menjaga kelestarian air. Kualitas air yang rendah atau air yang tercemar dapat menjadi
media untuk berkembangnya berbagai mikroba penyebab penyakit. Edukasi mengenai
mikroba penyebab penyakit yang ditemukan di air kotor/tercemar perlu dilakukan untuk
mencegah penyebaran penyakit, terutama dikalangan anak-anak karena anak-anak
rentan terhadap penyakit.

Krisis air yang terjadi di Desa Mekarsari khususnya Dusun Sirnasari, menyebabkan
warga Dusun Sirnasari kesulitan memperoleh air bersih baik untuk digunakan dalam
kegiatan sehari-hari maupun untuk konsumsi. Hal ini berdampak pada kesehatan
masyarakat, karena dengan sulitnya memperoleh air bersih, warga terpaksa
menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya seperti air sungai. Pada musim
kemarau tiba, warga setempat sering memanfaatkan air sungai untuk mencuci pakaian,
mandi, buang air besar dan kecil, serta untuk konsumsi sehingga air sungai menjadi
kotor, tercemar serta menjadi sumber berkembangnya mikroba penyebab penyakit.
Menggunakan dan mengonsumsi air yang tercemar menyebabkan warga setempat
sering terserang beberapa penyakit, terutama disebabkan oleh mikroba yang
berkembang pada air kotor, seperti penyakit kulit (gatal-gatal), diare, tifus hingga
disentri. Oleh karena itu, ntuk mencegah hal tersebut perlu dilakukan edukasi terutama
pada anak-anak mengenai mikroba penyakit yang dapat ditemukan di air kotor.
Dengan adanya edukasi ini diharapkan dapat mencegah/menghindari anak-anak
menggunakan air tercemar.

Pelaksanaan edukasi dilakukan pada siswa kelas 6 SD Negeri Pasir Goong pada
tanggal 18 Juli 2017. Sebelum edukasi dimulai, dilakukan ice breaking terlebih dahulu
seperti perkenalan, cek semangat dan tepuk Naik Delman. Kemudian setelah itu
dilanjutkan dengan penyampaian materi utama. Edukasi ini disambut dengan antusias
oleh siswa yang ditunjukkan dengan banyaknya yang menjawab pertanyaan. Dalam
pelaksanaannya, selain penyampaian materi utama, juga diselingi dengan menonton
video mengenai dari mana datangnya air, tempat-tempat ditemukannya air, dan hal-hal
yang menyebabkan pencemaran air. Kemudian siswa diajak untuk mengemukakan
pendapatnya mengenai video-video tersebut. Selanjutnya edukasi dilanjutkan dengan
bermain games yaitu menyusun puzzle mengenai mikroba penyebab penyakit. Siswa
terlihat sangat antusias dengan adanya games ini. Kemudian setelah games berakhir,
siswa ditanya manfaat dari games tersebut dan respon yang diberikan juga sangat

54
antusias. Acara terakhir dilanjutkan dengan ice breaking yaitu tepuk trek dan
pemberian konsumsi.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu materi puzzle yang dirasa terlalu rumit
sehingga siswa mengalami kesulitan dalam menyusunnya ditunjukkan dengan waktu
pelaksanaan yang lama yaitu sekitar 20 menit. Kendala lainnya yaitu tidak
memungkinkannya digunakan proyektor menyebabkan penyampaian materi dilakukan
secara lesehan dan hanya menggunakan satu laptop, sehingga siswa harus
berdesakan agar dapat terlihat.

4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga


Klaster : Sains Teknologi
Nomor sektor : 1.7.01
Nomor kode : 90
Sifat Program : Non-Tema Monodisipliner
Total Jam : 48 jam
Uraian Kegiatan :

Masalah sampah merupakan hal pokok yang sering melanda masyarakat.


Permasalahan mengenai sampah ini Tidak hanya masyarakat perkotaan, masalah
sampah juga merupakan masalah utama di daerah pedesaan, karena masalah
sampah adalah masalah seluruh lapisan masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu RT 05 Dusun Sirnasari, diperoleh salah satu
masalah utama yang sering dialami masyarakat, yaitu masalah sampah. Di RT 05
sendiri, sebagian besar warga masyarakat belum memiliki tempat pembuangan
sampah (TPS) yang memadai. Sebagian besar sampah hanya dibuang di samping
rumah sehingga sering tercium bau menyengat dari sampah tersebut. Selain bau yang
menyengat, membuang sampah secara sembarangan tersebut dapat menyebabkan
berbagai penyakit karena sampah-sampah tersebut merupakan media yang cocok bagi
perkembangan berbagai macam kuman penyebab penyakit. Sampah-sampah di
samping rumah tersebut kemudian dibakar sehingga sering juga menyebabkan polusi
udara dan sesak nafas. Oleh karena itu, perlu diadakan edukasi mengenai pengelolaan

55
sampah rumah tangga. Sementara itu tujuan dari program ini yaitu memberikan
informasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga dapat membantu masyarakat
dalam mengelola sampah rumah tangga yang selanjutnya dapat membuat lingkungan
sekitar rumah menjadi bersih dan asri.

Kegiatan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga ini dilaksanaan


sebanyak tiga kali. Kali pertama yaitu kegiatan mengenai sosialisasi yang dilaksanakan
pada tanggal 12 Juli 2017 di rumah bu RT 05. Kegiatan ini disambut dengan antusias
oleh warga yaitu dengan adanya komunikasi dua arah, sehingga materi yang
disampaikan lebih dipahami. Selanjutnya setelah sosialisasi dilanjutkan dengan praktik
langsung pengelolaan sampah rumah tangga yaitu berupa pemberian trash bag untuk
memisahkan sampah organik dan anorganik. Kemudian kegiatan yang kedua
dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2017 yang juga dilaksanakan di rumah bu RT 05.
Kegiatan kedua ini berisi sosialisasi lanjutan mengenai pengelolaan sampah rumah
tangga yaitu membahas tentang pemanfaatan sampah organik dan anorganik.
Berbeda dengan kegiatan yang pertama, kegiatan kedua ini lebih menekankan pada
teknik pemanfaatan sampah kembali terutama sampah anorganik sehingga menjadi
memiliki nilai guna. Selain itu pada kegiatan kedua ini juga disampaikan mengenai
metode menanggulangi sampah rumah tangga dengan metode 3R (Reduce, Reuse,
Recycle) serta metode pembuatan bank sampah. Penyampaian kedua metode tersebut
disambut antusias oleh ibu-ibu, yaitu dengan merencanakan dan diskusi mengenai
pembuatan bank sampah di RT 05. Setelah pelaksanaan kegiatan kedua, diantara
peserta yang hadir terdapat ibu guru TK Banatul Muslimin. Ibu guru tersebut meminta
kami untuk juga melakukan praktek penanggulangan sampah anorganik di TK Banatul
Muslimin tersebut. Oleh karena itu, kegiatan dilanjutkan untuk yang ketiga. Kegiatan
ketiga ini dilakukan di TK Banatul Muslimin yang berisi pembuatan kotak pensil dari
botol bekas. Acara ini disambut antusias oleh siswa, yaitu ditunjukkan dengan
banyaknya siswa yang turut serta mencoba membuat kotak pensil dari botol dan tentu
di dampingi oleh mahasiswa dan guru.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu terdapat acara yang terkesan dadakan,
yaitu kegiatan ketiga. Persiapan untuk acara ketiga ini dirasa sangat singkat sehingga
kami belum sempat berlatih untuk membuat kotak pensil dari botol. Oleh karena hal
tersebut, pelaksanaan menjadi sedikit lebih lama.

56
5. Pembuatan Pupuk Kompos
Klaster : Agro
Nomor sektor : 2.2.01
Nomor kode : 91
Sifat Program : Non Tema - Interdisipliner
Total jam : 39,5 jam
Uraian Kegiatan:

Masalah sampah merupakan salah satu masalah utama yang dialami masyarakat
Dusun Sirnasari. Belum adanya tempat pembuangan sampah (TPS) yang memadai
menyebabkan masyarakat membuang sampah sembarangan. Metode pengenalan
sampah organik dan anorganik dilakukan untuk membantu masyarakat dalam
menanggulangi masalah sampah tersebut. Penanggulangan sampah anorganik dapat
dilakukan dengan menggunakan atau memanfaatkan kembali sampah tersebut
menjadi barang berguna. Sementara itu untuk menanggulangi sampah organik, salah
satunya dapat dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Tujuan dari program
ini yaitu untuk membantu mengurangi timbunan sampah khususnya sampah organik
dengan memanfaatkannya kembali untuk membuat pupuk kompos sehingga memiliki
nilai guna serta membantu membersihkan lingkungan sekitar rumah warga.

Program pembuatan pupuk kompos dilakukan dalam dua kali kegiatan. Kegiatan
pertama dilakukan pada tanggal 24 Juli 2017 berupa sosialisasi mengenai pupuk
kompos yang berisi tentang pengertian pupuk kompos, komponen-komponen yang
harus ada dalam pembuatan pupuk kompos, serta teknis pembuatan pupuk kompos.
Kegiatan ini disambut antusias oleh ibu-ibu yang ditunjukkan dengan banyaknya yang
bertanya dan memberikan tanggapan sehingga sosialisasi berlangsung secara dua
arah. Kemudian kegiatan kedua dilaksanakan pada tanggal 26 Juli 2017 yang
bertempat di kebun milik bu RT 05. Kegiatan kedua ini berisi praktik langsung membuat
pupuk kompos dengan mengumpulkan sampah organik rumah tangga dan sampah
daun-daun kering, ranting-ranting, jerami, dan lainnya. Kegiatan ini juga disambut
antusias oleh peserta dibuktikan dengan turut kontribusinya masyarakat dalam
membantu pembuatan kompos ini.

Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini yaitu pengumpulan sampah organik yang
dirasa kurang mencukupi. Selain itu, kendala lainnya yaitu banyaknya ayam warga
yang dibiarkan berkeliaran bebas dapat mengganggu proses pengomposan.
57
- Hambatan dan tantangan
Selama pelaksanaan program kegiatan KKN-PPM, tidak ada hambatan yang cukup
berarti dan program-program dapat terlaksana dengan baik. Namun ada sedikit
hambatan yang dirasakan secara keseluruhan, yaitu mengenai infrastruktur jalan yang
sulit dilalui serta sulit diakses. Sementara itu untuk hal komunikasi, penulis tidak
mengalami kesulitan karena penulis berasal dari Bandung sehingga dapat sedikit
berbicara bahasa Sunda.

- Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat


Masyarakat banyak ikut berperan dalam membantu terlaksananya program, terutama
perangkat Desa seperti bapak Kepala Dusun, bapak RT 01 hingga 12, dan perangkat
desa lainnya. Kemudian untuk kegiatan di sekolah, kami mendapat banyak bantuan dari
kepala sekolah serta guru-guru di SD Negeri Pasirgoong. Secara keseluruhan,
program-program kegiatan yang kami lakukan memperoleh respon dan tanggapan
serta dukungan yang positif dari masyarakat sehingga program-program dapat berjalan
dengan lancar. Selain dukungan, masyarakat juga memberikan banyak informasi serta
masukan yang sangat bermanfaat bagi terlaksananya program.

- Keterlibatan dalam masyarakat


Dalam pelaksanaan program KKN-PPM ini, warga masyarakat menerima mahasiswa
KKN-PPM dengan sangat baik. Keterlibatan mahasiswa dalam masyarakat dapat
dikatakan cukup aktif. Tidak jarang mahasiswa diajak oleh masyarakat sekitar untuk
makan bersama, memasak bersama, membantu membuat ketupat untuk syukuran
masjid, kerja bakti membersihkan pos ronda, hajatan, pengajian rutin ibu-ibu, dan
kegiatan lainnya. Hal tersebut membuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat
menjadi sangat dekat.

- Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan budaya
Terdapat banyak kekayaaan alam yang ditemukan di Desa Mekarsari, yaitu seperti
Pantai Ujung Genteng, Kawasan Konservasi Penyu, serta terdapat lokasi wisata yang
saat ini tengah ramai dikunjungi, yaitu Geopark yang terletak di Ciletuh. Sementara itu
juga terdapat temuan baru dan unik yang berpotensi menjadi objek wisata seperti
pantai yang belum/jarang dikunjungi, curug, dan lainnya. Selain itu, juga terdapat
makanan khas daerah seperti bambu muda yang diolah menjadi tumisan. Kemudian di

58
Desa Mekarsari juga ditemukan budaya lokal seperti jae yang rutin diadakan apabila
ada acara besar seperti hajatan.

- Potensi pengembangan/keberlanjutan
Kekayaan alam di Desa Mekarsari dan sekitarnya yang banyak menjadi salah satu hal
yang berpotensi untuk meningkatkan perekonomian warga. Untuk pengembangan di
masa mendatang, diharapkan pemerintah dan dinas terkait memberikan perhatian lebih
kepada Desa Mekarsari, terutama dalam meningkatkan infrastruktur jalan desa
sehingga Desa Mekarsari lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan.

- Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan


Masyarakat Dusun Sirnasari menyambut tim KKN-PPM UGM dengan sangat baik.
Warga memiliki harapan lebih kepada mahasiswa untuk dapat turut serta dalam
membangun desa, sehingga dalam pelaksanaan program warga banyak membantu
kami baik bantuan secara langsung berupa tenaga atau berupa pemberian informasi,
saran dan nasihat untuk mendukung jalannya program. Warga memberikan
kepercayaan penuh kepada kami dalam menyelenggarakan program.

Kehidupan warga yang ramah, rukun, damai dan harmonis serta sederhana membuat
kami betah tinggal di Desa Mekarsari. Warga yang memiliki kepedulian tinggi seperti
senantiasa membantu program kami tanpa pamrih membuat kami merasa semakin
akrab dan dekat dengan warga. Selama program KKN-PPM ini banyak pelajaran yang
dapat penulis ambil, seperti empati, sederhana, sabar dan bersyukur. Semua
pembelajaran itu tidak diperoleh selama di perkuliahan sehingga melalui program KKN-
PPM ini penulis mendapat banyak sekali pelajaran.

II. KESIMPULAN
Berdasarkan kegiatan KKN-PPM unit JBR-09 Subunit C yang dilakukan di Dusun Sirnasari,
Desa Mekarsari dari tanggal 11 Juni hingga 4 Agustus 2017 yaitu selama 54 hari, dapat
disimpulkan :
1. Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) merupakan
kegiatan pembelajaran bagi para mahasiswa untuk menyalurkan ilmu yang telah diperoleh di
perkuliahan untuk bersama-sama dengan masyarakat membantu menyelesaikan

59
permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, melalui kegiatan KKN-PPM
UGM, mahasiswa belajar banyak mengenai
2. Program yang telah dipilih dan dilaksanakan didasarkan pada pertimbangan tingkat
kebutuhan dan saran dari masyarakat, serta kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan
setiap program.
3. Selama kegiatan KKN-PPM telah dilaksanakan 5 program pokok dengan lingkup kerja
program dari kluster sains teknologi, agro dan sosial humaniora.
4. Program kegiatan KKN-PPM berjalan lancar dan mendapatkan respon positif dari warga
sekitar, perangkat desa, pihak sekolah dan lainnya.

III. SARAN
1. Perlu adanya pembangunan sarana infrastruktur desa berupa perbaikan jalan dan
pemasangan lampu penerang jalan sehingga memudahkan akses kehidupan sehari-hari
masyarakat.
2. Perlu diadakan penyuluhan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM) mengenai
pentingnya pendidikan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih berkembang dan
maju.
3. Perlu adanya dukungan untuk mengembangkan budaya unik setempat dan untuk
mengembangkan makanan khas setempat.

60
LAMPIRAN

Berikut ini adalah hasil pendokumentasian selama kegiatan KKN-PPM Antarsemester 2017
diberlangsungkan :
1) Program Pokok Tema
- Sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB)

Gambar 1. Sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB) di Dusun Sirnasari

Kegiatan sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB) (Gambar 1.) ini dilaksanakan di
Dusun Sirnasari dengan lokasi sosialisasi di SD Negeri Pasir Goong. Acara sosialisasi
dihadiri oleh sejumlah ketua RT beserta kepala dusun.

Gambar 2. Sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB) di Dusun Sirnasari


Peserta sosialisasi Lubang Resapan Biopori (LRB) (Gambar 2.) sedang mendengarkan
penyampaian materi dari mahasiswa. Peserta tampak antusias menanggapi jalannya sosialisasi.
61
- Sosialisasi Tanaman Pengikat Air (TPA)

Gambar 3. Sosialisasi Tanaman Pengikat Air (TPA) di Dusun Sirnasari

Sosialisasi Tanaman Pengikat Air (TPA) dilaksanakan di Dusun Sirnasari tepatnya di


SD Negeri Pasir Goong. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah ketua RT beserta kepala
dusun.

Gambar 4. Sosialisasi tanaman pengikat air (TPA) di Dusun Sirnasari

Peserta sosialisasi TPA (Gambar 4.) tampak serius memperhatikan penyampaian


materi sosialisasi oleh mahasiswa. Peserta pun memberikan tanggapan terkait sosialisasi
62
tersebut.

- Edukasi pada Anak-anak tentang Mikroba Berbahaya yang Dapat Ditemukan pada
Air Kotor

Gambar 5. Pelaksanaan kegiatan edukasi pada anak-anak tentang mikroba berbahaya yang dapat
ditemukan pada air kotor pada siswa kelas 6 SDN Pasir Goong

Pelaksanaan kegiatan edukasi mikroba (Gambar 5.) dilakukan di SD Negeri Pasir Goong
tapatnya di kelas 6. Siswa tampak antusias mendengarkan paparan dari mahasiswa.

Gambar 6. Pelaksanaan kegiatan edukasi pada anak-anak tentang mikroba berbahaya yang dapat
ditemukan pada air kotor pada siswa kelas 6 SDN Pasir Goong

63
Pelaksanaan edukasi pada anak-anak ini diselingi dengan games dan ice breaking
untuk meningkatkan konsentrasi siswa.

2) Program Pokok Non Tema


- Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Gambar 7. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di rumah ibu RT 05
(kegiatan 1)

Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga (Gambar 1.) dilaksanakan di


rumah ibu RT 05. Kegiatan ini merupakan satu dari tiga rangkaian kegiatan program
pengelolaan sampah rumah tangga.

Gambar 8. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di rumah ibu RT 05
(kegiatan 2)
64
Kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga yang kedua (Gambar 8.) dilaksanakan di
rumah ibu RT 05. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK RT 05.

Gambar 9. Pelaksanaan praktek pengelolaan sampah rumah tangga di TK Banatul Muslimin


(kegiatan 3)

Kegiatan program pengelolaan sampah ketiga (Gambar 9.) dilaksanakan di TK Banatul


Muslimin. Siswa tampak antusias memegang hasil karyanya berupa tempat pinsil dari botol
bekas.

- Pembuatan Pupuk Kompos

Gambar 10. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi mengenai pembuatan pupuk kompos (kegiatan 1)

Kegiatan pembuatan pupuk kompos diawali dengan sosialisasi mengenai pembuatan


65
pupuk kompos di rumah ibu RT 05 (Gambar 10.). Ibu-ibu tampak mendengarkan materi
sosialiasi dan memberikan tanggapan serta saran.

Gambar 11. Pelaksanaan praktik pembuatan pupuk kompos (kegiatan 2)


Kegiatan praktik pembuatan pupuk kompos dilaksanakan di kebun milik bapak RT 05.

3) Rekapitulasi JKEM

Gambar 12. Rekapitulasi jam kerja efektif mahasiswa

Rekapitulasi jam kerja efektif mahasiswa (Gambar 12.) menunjukkan bahwa total jam
kerja efektif program pokok yaitu 232,5 jam, program bantu 125 jam, dan non program 27,5
jam.
66
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2017

SUB UNIT : C (DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR-09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Muhammad Abdul Fikri


Nomor Mahasiswa : 14/365876/PS/06748

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
67
I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
KKN-PPM UGM adalah program pemberdayaan masyarakat yang telah dimulai sejak
puluhan tahun yang lalu. Program ini selain bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam
mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah secara langsung, juga menjadi
ajang bagi mahasiswa untuk belajar melalui praktik langsung dengan masyarakat. Mahasiswa
yang biasanya belajar melalui ceramah dan buku teks di perkuliahan, pada momen ini belajar
secara langsung melalui praktik yang dilakukan masyarakat.
Setelah berlangsung sejak pertama kali UGM mengerahkan mahasiswanya terjun ke
masyarakat secara langsung, KKN UGM mengubah paradigmanya menjadi paradigma
pemberdayaan (empowerment). Perubahan ini berdampak pada pelaksanaan KKN yang lebih
berfokus pada pemberdayaan masyarakat pada program yang diusung. Mahasiswa diharuskan
memiliki empati dan peduli terhadap masyarakat maupun permasalahan yang terjadi.
Pada tahun 2017, tim KKN-PPM UGM JBR-09 adalah salah satu unit KKN yang turut
terlibat dalam penyelenggaraan KKN-PPM dari tanggal 10 Juni hingga 04 Agustus 2017. Unit
ini terdiri dari 30 mahasiswa yang tersebar dalam 4 klaster (sosial-humaniora, medika, sains-
teknologi, pertanian). Tema yang diangkat pada tahun ini adalah Konservasi Air melalui
Gerakan Memanen Air Hujan sebagai Upaya Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat di
Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. KKN-PPM JBR-09 sendiri
merupakan tim pelaksana tahun ketiga KKN-PPM UGM di Desa Mekarsari.
Dalam pelaksanaannya, satu unit tim yang terdiri dari 30 orang mahasiswa ini kemudian
dibagi menjadi 4 sub unit, berisikan 7-8 orang per sub unitnya. Pembagian sub unit dilakukan
dengan tujuan pemerataan kegiatan di seluruh desa mengingat area desa yang terbilang
sangat luas. Seluruh sub unit tersebut berada pada sub unit Dusun Cisentul, sub unit Dusun
Bojongkopo, sub unit Dusun Sirnasari, dan sub unit Dusun Rancasari.

PENDAHULUAN
Sebelum melaksanakan KKN di pertengahan Juni, penulis dan beberapa perwakilan tim
pernah mengunjungi lokasi KKN dalam rangka survei lokasi. Penulis sendiri terhitung telah
melakukan survei sebanyak dua kali. Survei pertama dilakukan untuk asesmen awal.
Sedangkan survei kedua dilakukan untuk menentukan pondokan dan pematangan rencana
program.
Kondisi lokasi KKN saat survei dengan pelaksanaan KKN memiliki beberapa perbedaan.
Perbedaan yang begitu mencolok muncul dari cuaca yang saat survei sedang berada pada
musim hujan, sementara ketika pelaksanaan KKN sedang berada pada musim kemarau.
Perbedaan cuaca tersebut berimplikasi pada kondisi fisik desa dan ketersediaan air.
Ketika penulis melakukan survei, ketersiadaan air masih tercukupi. Sementara ketika
pelaksanaan KKN, banyak warga yang sangat terbatasi dengan ketersiadaan air. Akibatnya
banyak dari mereka yang harus mengambil air di sungai. Sebagai contoh, kepala dusun
Sirnasari setiap pagi harus mandi di sungai sekaligus mengantarkan isterinya mencuci
pakaian. Terlebih kondisi air di Dusun Cisentul yang sejak awal KKN telah terkena dampak
kekeringan. Mahasiswa pondokan di sana setiap hari harus mengambil air dari dusun tetangga.
Musim kemarau membawa dampak yang cukup nyata di Desa Mekarsari, apalagi karena
di desa tersebut mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Areal sawah yang
terpampang sebagian besar tanahnya terlihat tandus. Saluran irigasi juga banyak yang telah
kering. Para penduduk banyak memanfaatkan sumber mata air untuk keperluan konsumsi air
sehari-hari.
Pengalaman saat pertama kali tiba di lokasi pada awalnya terkesan tidak ada bedanya
dengan kondisi yang ada di daerah Jawa. Namun ketika dirasakan lebih dalam, banyak
perbedaan dari sisi sosial-budaya yang dirasakan penulis. Penduduk Desa Mekarsari sangat
ramah menyambut para mahasiswa yang notabene merupakan orang asing. Kedatangan
mahasiswa sebelumnya telah diberitahu oleh para aparatur desa sehingga para penduduk
telah mengetahuinya.
Ketika pertama tiba di pondokan, pemilik pondokan telah menunggu sejak beberapa
waktu sebelumnya. Begitu tiba di lokasi, pemilik pondokan beserta mahasiswa langsung
membereskan perlengkapan yang dibawa dari Yogyakarta. Keesokan harinya, penulis dengan
teman satu pondokan bersilaturahmi dengan tetangga-tetangga terdekat dan tokoh masyarakat
setempat. Respon yang diberikan mereka sangat positif.
Kesan yang melekat dari diri penulis adalah masyarakat setempat sangat ramah. Hal ini
terlihat penulis berjumpa dengan para penduduk, sangat jarang yang tidak melempar senyum.
Keramahan dan kesederhanaan penduduk Desa Mekarsari membuat penulis telah merasa
seperti berada di rumah sendiri meskipun baru beberapa saat singgah di desa tersebut.

PEMBAHASAN
Hasil kegiatan
1. Tinju Tinjamu
No. Sektor : 1.7.02
Klaster : Sains dan Teknologi
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 55.5 jam
Uraian Kegiatan :
Tinju tinjamu adalah program yang diadaptasi dari kampanye UNICEF bertajuk tinju
tinja. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengajak anak-anak agar
tidak buang air besar sembarangan mengingat potensi kejadian di Desa Mekarsari sangat
mungkin. Anak-anak yang menjadi sasaran adalah kelas 5 SD.
Metode yang digunakan penulis ada dua, yaitu sosialisasi dengan ceramah di kelas
dan menggunakan media poster. Sosialisasi dalam kelas dikemas menggunakan
permainan mix match games dimana anak-anak dibentuk menjadi 4 kelompok kemudian
mencocokkan gambar dan kata-kata yang sesuai ke dalam kertas kosong yang telah
disediakan. Penempelan poster sendiri dilakukan di SD dan SMP.
Melalui program ini, penulis mendapatkan beberapa temuan penting yaitu adanya
beberapa anak yang masih sering mandi dan melakukan aktivitas konsumsi air di sungai.
Mendengar hal tersebut, penulis memanfaatkan momentum permainan untuk
menjelaskan dampak yang terjadi jika membuang air sembarangan. Permainan ini juga
dapat mengkondisikan suasana kelas yang awalnya ramai menjadi lebih kondusif.
Program ini juga mengenalkan beberapa kosakata baru yang sebelumnya belum
diketahui anak-anak seperti tinja, feses, urin, dan sebagainya. Anak-anak tersebut bahkan
banyak yang baru mengenal istilah BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil).
Selain itu, kerja sama, kekompakan, dan leadership juga dibangun melalui kegiatan
berkelompok.

2. Pembuatan Mading Hemat Air


No. Sektor : 3.4.02
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 35 jam
Uraian Kegiatan :
Program pembuatan mading selain disusun dengan tujuan sebagai media sosialisasi
juga bertujuan untuk mengenalkan konsep mading itu sendiri pada anak-anak. Sasaran
program ini adalah siswa-siswi kelas 3 SD. Materi yang diberikan mengenai 7 langkah
cara yang dapat dilakukan untuk menghemat air.
Dikarenakan mading yang difungsikan sebagai media sosialisasi, pembuatan
mading telah dilakukan sebelum memasuki kelas oleh penulis bersama beberapa
mahasiswa bantu. Selanjutnya pada saat sosialisasi berlangsung, penulis mulanya
menyajikan video ke seluruh siswa mengenai kondisi kekeringan dan dampaknya yang
dapat terjadi. Penyajian video dilakukan dengan membagi siswa di kelas ke dalam 3
kelompok karena kondisi kelas yang tidak memungkinkan untuk menggunakan proyektor.
Setiap setelah penayangan video selesai, penulis dan rekan fasilitator menjelaskan
maksud yang terkandung dalam video tersebut dan melakukan refleksi bersama. Ketika
disajikan video mengenai kondisi kekeringan yang terjadi di negara lain, anak-anak
terlihat menunjukkan ekspresi iba dan simpatik. Mereka banyak yang memikirkan kondisi
tersebut di Desa Mekarsari.
Selesai penayangan video, penulis meleburkan seluruh kelompok menjadi satu
bagian kelas kembali. Pada momen inilah penulis membawa mading di tengah-tengah
kumpulan siswa. Konsep mengenai mading dijelaskan, baru kemudian tips bagaimana
cara menghemat air yang dapat dilakukan sejak anak-anak.
Ada beberapa temuan penting melalui program ini, yaitu banyaknya siswa maupun
siswi kelas 3 SD yang masih belum bisa membaca. Temuan ini ditemukan penulis ketika
meminta mereka maju satu per satu membacakan tulisan yang terdapat di dalam mading.
Hanya beberapa anak yang dapat membaca secara lancar, sedangkan yang lain enggan
maju karena tidak dapat membaca.

3. Edukasi Dampak Kekeringan


No. Sektor : 3.4.08
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 22 jam
Uraian Kegiatan :
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai dampak-dampak yang
terjadi ketika kekeringan menyerang. Adanya program ini berdasarkan kondisi cuaca
Desa Mekarsari yang sering terkena imbas ketika kekeringan menyerang. Berdasarkan
informasi yang dihimpun dari warga setempat, dampak yang cukup fatal terakhir terjadi
pada tahun 2015 lalu.
Melihat kemungkinan tersebut, disusunlah program ini yang ditujukan untuk siswa-
siswi SMP. Sasaran yang dituju oleh penulis adalah kelas 8 SMP. Metode yang
dilaksanakan menggunakan ceramah interaktif, penayangan video, dan quiz. Sebelum
memasuki kelas, seluruh materi berikut reward bagi mereka yang berhasil menjawab quiz
telah disiapkan.
Sosialisasi dilakukan dengan mula-mula memberikan ice breaking yang bertujuan
untuk membagi kelompok di kelas. Setelah terbagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok
memiliki fasilitator yang akan menayangkan video pengertian kekeringan dan dampak
yang telah terjadi di beberapa wilayah. Total ada 6 video berdurasi kurang dari 10 menit
yang ditayangkan.
Setiap penayangan video selesai, seluruh kelompok mendengarkan refleksi dan
penjelasan yang dilakukan penulis di depan kelas. Penjelasan dapat berupa interpretasi
dari video maupun pemberian quiz. Hingga akhir sosialisasi, para siswa terlihat antusias
mendengarkan penjelasan penulis.

4. Penggalangan Donasi Buku


No. Sektor : 3.5.04
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Non tema-Monodisipliner
Total Jam : 10 jam
Uraian Kegiatan :
Penggalangan donasi buku dilakukan berdasarkan laporan mahasiswa KKN di tahun
sebelumnya mengenai kondisi perpustakaan di taman baca masyarakat desa dan
sekolah-sekolah yang ada di desa. Tidak ada satu pun sekolah dasar di Desa Mekarsari
yang memiliki perpustakaan. Bahkan perpustakaan di SMPnya pun tidak berfungsi
dengan baik.
Menyadari pentingnya dampak yang ditimbulkan dari membaca buku, penulis
melakukan penggalangan buku sejak sebelum keberangkatan KKN. Donasi buku yang
berhasil masuk adalah dari perpustakaan kota Yogyakarta, penerbit Diva Press, dan dari
beberapa donatur pribadi. Buku-buku yang telah masuk ke kantong donasi dikemas dan
dibedakan berdasarkan sasaran program.
Adapun donasi buku yang telah dikumpulkan dibagi ke beberapa tempat. Tempat
tersebut adalah di SDN Pasirgoong, SMPN 5 Ciracap, dan Mushola di Cikaramat. Setiap
buku yang dibagi di seluruh tempat telah dikategorikan berdasarkan usia dan kondisi
target pembaca agar pembagian buku dapat tepat sasaran.

5. Pendidikan Gender Anak dan Remaja


No. Sektor : 3.4.08
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Non tema-Monodisipliner
Total Jam : 34.5 jam
Uraian Kegiatan :
Pendidikan gender bertujuan untuk memberikan dasar-dasar gender pada anak dan
remaja di Desa Mekarsari. Tujuan akhir yang ingin dicapai penulis adalah adanya
pengertian antarsesama gender untuk lebih menghormati dan memberikan empati.
Sasaran penulis adalah kelas 6 SD dan kelas 8-9 SMP.
Pelaksanaan seluruh program memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan
pengetahuan mengenai perbedaan jenis kelamin dan gender. Perbedaan sosialisasi yang
dilakukan di SD dan SMP terletak pada kompleksitas materi yang diberikan. Pada siswa
SMP, materi yang disajikan lebih kompleks.
Agar tidak konvensional dan berjalan efektif, permainan yang kontennya disusun
sesuai dengan materi telah disiapkan. Ada 2 permainan, yaitu permainan individu dan
kelompok. Permainan individu dilakukan dengan mencari nama dan TTD orang yang
sesuai dengan kategori yang telah ditulis dalam setiap kertas yang dibawa masing-
masing anak. Sementara permainan kelompok dilakukan untuk mendefinisikan peran
gender di masyarakat.
Selama pelaksanaan sosialisasi, para siswa terlihat aktif dan antusias mengikuti
jalannya program. Temuan unik penulis terlihat ketika para siswa diminta mendefinisikan
peran gender laki-laki dan perempuan, siswa perempuan lantang mengatakan beberapa
miskonsepsi yang sering terjadi berkaitan dengan peran perempuan di masyarakat. Di
akhir program, penulis memberikan beberapa reward bagi mereka yang berhasil
memenangkan permainan.

6. Psikoedukasi Anak Berkebutuhan Khusus


No. Sektor : 3.4.08
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Non tema-Monodisipliner
Total Jam : 25.5 jam
Uraian Kegiatan :
Program ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dasar tentang Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK) dan menumbuhkan empati pada sesama. Anak-anak yang
menjadi target sasaran adalah kelas 4 SD. Saat pelaksanaan program, kelas 4 yang
asalnya memiliki 2 kelas dileburkan menjadi 1.
Sosialisasi dilakukan dengan mengemasnya menggunakan beberapa permainan.
Permainan pertama ketika ingin menjelaskan mengenai tuna netra, penulis mengadakan
lomba berjalan dengan menutup mata. Permainan selanjutnya mengenai tuna rungu
dijelaskan melalui penayangan video tanpa suara. Permainan untuk penjelasan mengenai
tuna daksa dilakukan dengan meminta anak melakukan aktivitas tanpa kedua
tangan/kedua kaki.
Setiap selesai melakukan permainan, penulis menjelaskan arti dari permainan
tersebut dan ABK yang bersangkutan. Penjelasan lebih diarahkan ke sikap yang
seharusnya diberikan pada mereka yang merupakan ABK. Dari program ini terlihat bahwa
ternyata masih banyak anak-anak yang belum memahami ABK maupun kesulitan yang
mereka alami. Selain itu, anak-anak pun mengenal banyak istilah baru yang sebelumnya
belum mereka dapatkan seperti tuna rungu, tuna daksa, dan sebagainya.
Di akhir program, untuk menjelaskan mengenai tuna laras penulis meminta setiap
anak menulis surat untuk orang tua/guru/para mahasiswa. Surat tersebut boleh berisi
apapun yang belum tersampaikan/tidak dapat disampaikan melalui lisan. Setelah menulis
surat, banyak dari siswa-siswi yang tampaknya pendiam menjadi banyak berbicara di
surat. Surat ini bertujuan untuk melepaskan emosi-emosi yang tidak sempat
terekspresikan melalui lisan.

7. Wonderful Indonesia
No. Sektor : 3.4.08
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Non tema-Monodisipliner
Total Jam : 13 jam
Uraian Kegiatan :
Wonderful Indonesia adalah program yang bertujuan mengenalkan daerah-daerah
yang adai di seluruh program. Melihat keingintahuan anak-anak di sekitar pondokan
penulis mengenai wilayah Yogyakarta dan kampus UGM, penulis lebih mengarahkan
sosialisasi ke dua tempat tersebut. Sosialisasi sendiri dilakukan di dalam pondokan
dengan menayangkan video, kemudian memberikan penjelasan.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan dalam 2x pertemuan yang memakan waktu lama
setiap pelaksanaan sosialisasi. Hal ini dikarenakan penayangan video yang dilakukan
lebih dari 1x setiap videonya. Penulis mendapati bahwa anak-anak masih belum banyak
mengerti tentang daerah Yogyakarta. Ketika disajikan video mengenai UGM pun, mereka
banyak yang berdecak kagum melihat keagungan kampus UGM. Banyak anak-anak yang
setelah program selesai dilakukan menjadi penasaran dan memiliki keinginan untuk
mengunjungi Yogyakarta maupun bersekolah di UGM kelak.

Hambatan dan tantangan


Pelaksanaan KKN yang hampir memakan waktu 2 bulan memiliki beberapa tantangan
tersendiri. Tantangan terbesar yang muncul berasal dari kondisi sosial-budaya yang berbeda
dan tema program yang lintas jurusan dengan latar belakang penulis. Dari kedua tantangan
tersebut, muncul beberapa tantangan yang dapat menjadi hambatan maupun peluang untuk
belajar lebih.
Terkait kondisi sosial-budaya, tantangan terbesarnya adalah pada penggunaan bahasa
yang berbeda. Perbedaan bahasa sempat menghambat interaksi dengan warga di awal
pelaksanaan KKN. Terutama ketika berinteraksi dengan warga lokal berusia lanjut usia dan
anak-anak. Kebanyakan dari mereka belum dapat berbahasa Indonesia dengan baik.
Semakin dekat dengan perkotaan, warga yang menggunakan Bahasa Indonesia semakin
terdengar.
Beruntungnya pondokan mahasiswa menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh anak-
anak, sehingga dari interaksi yang cukup lama dengan mereka pelajaran Bahasa Sunda
menjadi pelajaran sehari-hari yang penulis konsumsi. Lama-kelamaan kemampuan Bahasa
Sunda penulis mulai terasah. Dari yang awalnya tidak dapat berbicara sama sekali,
sekarang jika berkomunikasi dengan anak-anak maupun dengan orang dewasa penulis
dapat menggunakan Bahasa Sunda dalam taraf sederhana.
Perbedaan kondisi sosial-budaya lain terlihat cukup berbeda dibandingkan dengan
kondisi yang ada di tanah Jawa. Perbedaan tersebut misalnya dari rasa makanan yang
notabene lebih asin, praktik keagamaan, dan kepribadian kolektif. Beruntungya meskipun
sempat memiliki culture shock, keramahan warga dan keterbukaannya pada para
mahasiswa memudahkan penulis menghadapi seluruh tantangan tersebut.
Tantangan lain adalah tema program yang tidak sama dengan bidang psikologi.
Perbedaan tema ini pada awalnya membuat penulis berpikir keras untuk dapat adaptif.
Namun lama kelamaan, dibantu dengan teman mahasiswa, penulis dapat mempelajari
bidang tema yang diangkat dan menyesuaikan dengan kemampuan penulis.
Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat
Seluruh program yang penulis lakukan menyasar anak-anak sekolah membuat
kebutuhan program cukup mudah untuk diakses. Jejaring kemitraan yang dibutuhkan dalam
program hanya pada program pengadaan donasi buku. Pada program tersebut, peran mitra
atau dalam hal ini disebut donatur sangat besar. Bahkan mungkin program tidak dapat
berjalan jika tidak terdapat donator. Donatur yang tercatat menyumbangkan bukunya adalah
perpustakaan kota Yogyakarta, penerbit Diva press, dan beberapa individu yang
menyumbangan bukunya.
Sementara peran masyarakat dalam program penulis tidak begitu banyak, mengingat
pelaksanaan program yang kebanyakan untuk anak-anak. Bagi anak-anak sendiri,
keterlibatan mereka dalam program cukup baik. Anak-anak begitu antusias mengikuti
seluruh program yang direncanakan. Bahkan ketika diminta untuk datang ke pondokan
untuk melanjutkan program yang belum sempat disampaikan di ruang kelas, mereka datang
lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan.
Keterlibatan dalam masyarakat
Selama tinggal di Desa Mekarsari, banyak kegiatan lokal baik yang baru dijumpai
maupun telah dijumpai di tanah asal. Bagi penulis momentum ini merupakan kesempatan
untuk mengetahui karakteristik masyarakat lebih dalam sekaligus mengenalnya lebih dekat.
Oleh karena itu, di setiap kesempatan yang ada, penulis berusaha menyempatkan diri
mengikuti berbagai kegiatan di masyarakat.
Kebanyakan kegiatan yang diikuti oleh penulis di masyarakat adalah kegiatan
keagamaan. Hal ini karena masyarakat Desa Mekarsari utamanya Kampung Pasirgoong
dimana penulis tinggal terkenal memiliki nuansa agama yang kental. Ketika masih bulan
Ramadan, salat tarawih di masjid, pengajian, maupun festival remaja masjid diikuti. Setelah
selesai bulan Ramadan, penulis selalu berusaha terlibat dalam kegiatan yang dilakukan di
masjid.
Selain mengikuti, berkat keramahan masyarakat sekitar penulis sering diajak mengikuti
kegiatan setempat. Misalnya ketika terdapat kondangan yang banyak dijumpai di Bulan
Syawal menurut adat setempat. Ketika penulis datang di kondangan tetangga yang bahkan
belum dikenal, MC kondangan saat itu menyampaikan terima kasih pada penulis karena
telah menghadiri hajatan.
Kegiatan lain yang diikuti adalah takziah ketika ada warga meninggal. Selanjutnya
marak juga dijumpai acara jae atau biasa dikenal kuda lumping. Acara ini biasa dilakukan
ketika ada hajatan. Penulis juga mengadakan acara botraman (tradisi makan bersama
menggunakan daun pisang) dengan tetangga terdekat untuk menghangatkan persaudaraan.
Dalam kesehariannya, melalui berbagai program-program yang diusung maupun
dibantu oleh penulis, masyarakat selalu diusahakan untuk terlibat dalam setiap acara.
Strategi yang dilakukan melalui pembagian undangan maupun menyampaikannya secara
langsung ketika sedang bercengkerama dengan masyarakat. Peran aparatur desa, dusun,
dan kampung dalam hal ini sangat besar untuk membantu mendekatkan para mahasiswa
dengan masyarakat setempat.
Terakhir, hampir setiap hari pondokan mahasiswa dikunjungi oleh anak-anak setempat.
Tak jarang juga, tetangga terdekat mengantarkan makanan ke pondokan mahasiswa. Anak-
anak datang sekedar untuk main maupun belajar bersama dengan para mahasiswa. Penulis
yang cukup senang dengan dunia anak-anak, menjadikan momentum ini untuk
mendekatkan diri dengan mereka. Momen ini sekaligus menjadi kesempatan mengetahui
budaya lokal dan bahasa setempat dari anak-anak yang masih polos.
Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan budaya
Seluruh kekayaan alam dan budaya di Desa Mekarsari telah menjadi warna tersendiri
yang turut mewarnai kehidupan penulis. Desa Mekarsari memiliki banyak hamparan
kekayaan alam yang terlihat. Salah satu kekayaan alam yang dijumpai adalah kebun kelapa
yang membentang luas. Perkebunan tersebut juga banyak dimanfaatkan warga sebagai
sumber mata pencaharian. Biasanya di setiap perkebunan kelapa terdapat rumah kecil atau
saung yang merupakan tempat membuat gula aren.
Para pekerja biasa bekerja dari pagi hingga sore, dengan meletakkan dirijen ke atas
pohon kelapa untuk kemudian diambil niranya. Setelah mendapatkan nira, dilakukan proses
selanjutnya hingga terbentuk menjadi gula aren. Gula aren yang telah jadi kemudian dijual
ke pasar setempat maupun toko-toko kelontong.
Dalam aspek sosial-budaya, banyak sekali kekayaan sosial-budaya yang terdapat di
Desa Mekarsari. Selain tradisi jae dan beberapa praktik keagamaan yang telah disebutkan
sebelumnya, banyak tradisi yang baru dijumpai penulis terutama datang dari tradisi
menjalankan praktik agama. Misalnya ketika melakukan salat Jumat, dimana masyarakat
biasa melaksanakan salat dhuhur 4 rakaat setelah melangsungkan salat Jumat 2 rakaat.
Tradisi keagamaan lainnya adalah setiap selesai Itidhal di rakaat terakhir salat fardhu,
masyarakat biasa melakukan doa qunut. Selanjutnya setiap malam Jumat dilangsungkan
pengajian membaca salawat, tahlil, dan doa bersama. Salat jumat berjamaah juga terbilang
lebih lama dibandingkan yang biasa dilangsungkan penulis di Yogyakarta. Bahkan penulis
sempat melangsungkan salat Jumat berjamaah yang baru selesai pada pukul 13.00 WIB.
Selain itu, ketika ada orang yang melangsungkan pernikahan proses perayaannya
terbilang lebih lama. Awalnya keluarga pengantin akan melaksanakan khataman Alquran
dimana pembaca lebih banyak berasal dari anak-anak dibandingkan orang dewasa. Setelah
selesai, dilaksanakn resepsi pernikahan yang berlangsung selama berjam-jam. Saat itu,
penulis menjumpai resepsi pernikahan sejak pagi hingga sore hari. Di malamnya, biasa
dilaksanakan pengajian untuk masyarakat sekitar. Bagi beberapa warga yang memiliki
ekonomi cukup, mereka biasa mengadakan jae atau kuda lumping dan konser dangdut.
Sementara ketika ada orang yang meninggal, masyarakat setempat biasa menyebut
tahlilan dengan hadiah. Jenazah tersebut kemudian akan diberikan sesuatu yang disebut
dengan fidyah, yaitu tambalan salat dari pelayat yang datang. Peran kyai di Desa tersebut
juga sangat besar, bahkan sama pentingnya dengan aparatur desa setempat.
Dari aspek sosial, banyak juga temuan unik yang baru dijumpai di Desa Mekarsari.
Dalam segi makanan, masyarakat yang menyukai rasa asin biasa menghidangkan garam
mentah di mangkok tersendiri sebagai tambahan rasa ketika makan. Kesukaan masyarakat
terhadap rasa asin juga dapat terlihat dari tingginya angka hipertensi ketika rekan dari
kesehatan melakukan uji tensi.
Dalam hal lainnya, masyarakat setempat biasa berkumpul atau ngariung di depan
tetangga. Mereka melaksanakan makan bersama di atas daun pisang dengan lauk-pauk
biasanya berupa ikan asin, sayur singkong, dan sambel mentah bersama-sama. Pada
momen ini seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul menjadi satu, tidak peduli usia
maupun jabatan.
Selanjutnya anak-anak di Desa Mekarsari biasa mengikuti sekolah agama yang
berlangsung pada siang hingga sore hari. Ketika berangkat sekolah pun, banyak anak-anak
yang berjalan kaki dari satu kampung ke kampung lain meskipun jaraknya terbilang jauh.
Satu hal lain yang penulis jumpai namun sangat dipenulisngkan adalah pernikahan dini yang
merupakan hal biasa di desa tersebut meskipun saat ini angkanya mulai berkurang.

Potensi pengembangan/keberlanjutan
Terdapat beberapa potensi yang dapat dikembangkan di Desa Mekarsari. Melihat visi
Kabupaten Sukabumi yang ingin menyelesaikan akses menuju geopark Ciletuh, Desa
Mekarsari yang terletak di Kecamatan Ciracap menjadi salah satu akses menuju ke sana.
Hal ini dapat dimanfaatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton saja, namun juga
pelaku usaha. Jalur wisata yang sedang direncanakan akan dibangun oleh pemerintah juga
menambah kesempatan bagi masyarakat melangsungkan usaha baik berupa souvenir
maupun pernak-pernik lainnya.
Dalam bidang pertanian, potensi alam Desa Mekarsari sangat banyak. Salah satu
tantangan yang harus diselesaikan adalah menyediakan penampung air agar saluran irigasi
dapat terpenuhi. Banyak warga yang menanti adanya bantuan berupa tempat yang dapat
menampung air agar tidak kehabisan. Produk-produk pertanian setempat juga dapat diolah
dan diteruskan menjadi produk olahan dengan nilai jual tinggi.
Dari segi lingkungan, Desa Mekarsari dapat dikatakan belum terbebas dari sampah-
sampah. Di sepanjang jalan bahkan sangat susah menemui tempat sampah, kecuali di
instansi tertentu seperti sekolah dan Balai Desa. Tempat pembuangan akhir pun tidak ada.
Masyarakat biasa membuang sampah sembarangan kemudian membakarnya. Dalam hal
ini, penyediaan tempat sampah dan penyadaran pentingnya kebersihan lingkungan dapat
dikembangkan di Desa Mekarsari.
Dalam aspek sosial sendiri penulis lebih berfokus pada anak-anak dan remaja. Para
orang tua di sekitar tempat tinggal penulis terlihat kurang memperhatikan dampak perilaku
yang ditimbulkan mereka kepada anak-anak. Salah satu contohnya adalah ibu-ibu yang
mulai mengenal gadget saat ini lebih disibukkan dengan mempelajari media sosial baru
ketimbang menjemput maupun mengantarkan anaknya ke sekolah. Bahkan tak jarang juga
penulis mendengarkan secara langsung mereka berkata kasar di hadapan anak-anaknya.
Para anak-anak yang belum memiliki kematangan emosi dan kognitif, jika tidak dibina
dengan baik akan terjerumus dalam perilaku maladaptif. Masih banyak remaja di Desa
Mekarsari yang antipati dengan masa depannya. Remaja SMP yang meneruskan ke sekolah
lebih lanjut bahkan tidak melebihi 50%. Pernikahan dini juga masih menjadi ancaman di
masyarakat.
Hemat penulis, hal ini terutama berasal dari didikan dari para orang tua. Implementasi
parenting yang tidak tepat dapat mengakibatkan tumbuhkembang anak tidak optimal.
Pemberdayaan orang tua dan pembinaan kepengasuhan dapat menjadi tugas yang harus
diselesaikan ke depannya.
Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan
Pengayaan batin banyak dijumpai penulis dengan anak-anak mengingat fokus penulis
disini adalah dengan anak-anak dan remaja. Anak-anak di sini menerima didikan yang keras
dari orang tuanya, tanpa mengetahui bagaimana dampak yang ditimbulkan. Proses
pendidikan lebih berfokus untuk membuat anak takut bukan membuat anak sadar terhadap
masalah yang terjadi. Hal ini membuat penulis merasa simpatik karena anak-anak menjadi
pribadi yang harus mengikuti kehendak orang tua tanpa mengetahui konsekuensi bagi
tumbuhkembangnya. Dari sinilah penulis berinisiatif untuk meminta anak-anak menulis surat
dalam rangka menyalurkan emosi yang tidak sempat disalurkan.
Penulis juga mendapati petualangan kemanusiaan yang berharga ketika mendapati
banyak anak-anak sesuai 7-10 tahun yang harus berjalan jauh menuju ke sekolahnya
maupun pulang dari sekolah. Padahal kondisi jalanan di Desa Mekarsari masih rusak dan
penuh dengan ancaman binatang, kecelakaan, maupun manusia. Perjalanan tersebut juga
tidak jarang dilakukan sendirian.
Secara khusus, terdapat 1 orang anak yang memiliki kedekatan dengan penulis
meskipun tidak tinggal di kampung yang sama. Anak tersebut terbilang lebih kecil dari usia
seangkatannya dan berbeda dibandingkan teman-temannya. Poin yang membuat penulis
terkesan adalah ketika anak tersebut mengatakan aspirasinya terhadap masa depan,
mengungkapkan rencana masa depannya, dan bertanya balik pada penulis. Ia bahkan
membuat surat perpisahan yang ditujukan pada penulis.
Petualangan lain yang penulis rasakan dengan masyarakat terkait dengan
kesederhanaan mereka. Hal ini yang membuat penulis merasa seperti tinggal di rumah
sendiri meskipun baru sesaat tinggal di Desa Mekarsari. Para penduduk sangat ramah dan
murah senyum berbicara dengan mahasiswa yang notabene merupakan orang asing di
sana.
Satu hal lain adalah ketika penulis bersama-sama melangsungkan tradisi botram
bersama dengan tetangga terdekat. Pada saat itu penulis merasa merupakan momentum
dimana semua orang melebur menjadi satu tanpa ada sekat-sekat agama, suku, bahasa,
maupun status. Orang-orang membahas dan tertawa bersama-sama dalam momen
tersebut.

II. KESIMPULAN
Program KKN-PPM UGM yang dilaksanakan oleh tim JBR-09 di Desa Mekarsari telah
berjalan dengan lancar. Seluruh program telah dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan
sambutan yang hangat dari aparatur desa setempat. Banyak masalah dan situasi yang banyak
ditemukan di desa menjadi pembelajaran baru bagi mahasiswa KKN. Interaksi dengan warga
lokal menjadi momen pembelajaran bagi mahasiswa yang biasanya hanya belajar melalui
ceramah dan buku teks. Seluruh momentum di Desa Mekarsari tersebut menjadi salah satu
tempaan untuk meningkatkan kualitas diri dalam mengabdi di masyarakat.

III. SARAN
Selama pelaksanaan KKN, banyak masyarakat yang mengeluhkan menunggu datangnya
bantuan dari pemerintah. Kreativitas dan potensi desa yang dapat digali, dapat terhambat jika
tidak difasilitasi dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah setempat juga perlu
memberdayakan pemuda desa agar berpikir untuk memajukan desa bersama-sama. Penulis
masih jarang melihat peran pemuda selama melangsungkan KKN di Desa Mekarsari.
IV. LAMPIRAN
Berikut adalah hasil dokumentasi selama pelaksanaan KKN-PPM UGM di Desa
Mekarsari tanggal 10 Juni-04 Agustus 2017:
1. Program Pokok Tema
1.1. Tinju Tinjamu

Sosialisasi tinju tinjamu Anak-anak sedang bermain mix match game

Penyerahan poster di SDN Pasirgoong Penyerahan poster di SMPN 5 Ciracap

1.2. Pembuatan Mading Hemat Air


Sosialisasi cara menghemat air denganmadding Penjelasan video edukasi

1.3. Edukasi Dampak Kekeringan

Sosialisasi edukasi dampak kekeringan

Penayangan video edukasi dampak kekeringan

2. Program Pokok Non Tema


2.1. Penggalangan Donasi Buku

Penyerahan buku di SMPN 5 Ciracap


Penyerahan buku di SDN Pasirgoong

2.2. Pendidikan Gender Anak dan Remaja

Pendidikan Gender di SDN Pasirgoong Pendidikan Gender di SMPN 5 Ciracap

2.3. Psikoedukasi Anak Berkebutuhan Khusus

Sosialisasi ABK di SDN Pasirgoong Role play sebagai tuna netra


2.4. Wonderful Indonesia

Edukasi dan penayangan video wonderful Indonesia

-Rekapitulasi jam kerja efektif


LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2017

SUB UNIT : C(DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR-09(DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : NIA DEWI RAHMAWATI


Nomor Mahasiswa : 14/363325/TK/41464

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu mata kuliah wajib
mahasiswa dengan bobot 3 sks dan sebagai salah satu syarat kelulusan. Metode kegiatan
KKN UGM adalah Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai dasar
pelaksanaannya. Kegiatan KKN-PPM dikemas dalam tema tertentu dan dikembangkan untuk
mengatasi permasalahan riil yang dihadapi masyarakat (tematik) melalui pendekatan
interdisipliner atau multidisplin dan pemberdayaan sumberdaya lokal. Dalam pelaksanaannya
mahasiswa bekerja sama masyarakat dan pemangku kepentingan yang lain dan masyarakat
diposisikan sebagai agen penting dalam kegiatan KKN-PPM UGM. Proses demikian akan
menciptakan proses pembelajaran timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat. Sehingga
mahasiswa KKN-PPM memiliki kepribadian peduli tehadap masyarakat, mengembangkan jiwa
leadership, teamwork, & interpreneurship, dan kemampuan berbagi ilmu pengetahuan serta
pengalaman pengabdian.

Periode Antar-Semester KKN tahun ini berlangsung hanya sekitar 54 hari, yaitu dari tanggal 10
Juni hingga 4 Agustus 2017. Lokasi KKN kami bertempat di Desa Mekarsari, Kecamatan
Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tema yang diusung adalah Konservasi Air Melalui
Gerakan Memanen Air Hujan sebagai Upaya Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat. Tim
KKN kami berjumlah 30 orang dan dibagi dalam 4 Subunit, yaitu Subunit Dusun Cisentul,
Bojongkopo, Sirnasari, dan Rancasari.

PENDAHULUAN
Tim KKN-PPM Unit Mekarsari beranggotakan 30 mahasiswa berangkat menuju lokasi
menggunakan bus dari Yogyakarta.Sesampainya di kota Sukabumi, sebagian dari rombongan
mengendarai sepeda motor dikarenakan truk yang mengangkut sepeda motor kami dari
Yogyakarta tidak dapat melalui medan menuju ke Desa Mekarsari. Setelah melakukan
perjalanan kurang lebih 6 jam dari kota Sukabumi, akhirnya rombongan kami tiba di Dusun
Cisentul. Untuk anggota pondokan Bojongkopo, Sirnasari dan Rancasari melanjutkan
perjalanan menggunakan truk desa. Sesampainya di pondokan Sirnasari tepatnya di kampung
Pasirgoong, kami disambut hangat oleh pemilik pondokan. Saat itu kami segera menata
perabotan yang kami bawa dari Yogyakarta.

Minggu pertama di dusun Sirnasari kami mengunjungi tokoh masyarakat dan warga di
sekitaran podokan untuk sekedar memperkenalkan diri. Satu hal yang menarik perhatian
penulis disini adalah kondisi jalan yang kuang layak. Hanya beberapa ruas jalan yang sudah
diaspal seperti jalan di dekat balai desa. Dapat diamati ketika kami berkunjung ke rumah
warga beberapa rumah masih bedinding gedheg (dinding anyaman bambu). Kebersihan juga
kurang diperhatikan karena masih banyak sampah di pinggir jalan, kemudian masih banyak
warga yang melakukan MCK di sungai. Terkait MCK adalah hal yang wajar dikarenakan
keterbatasan air di daerah ini apalagi ketika musim kemarau tiba. Permasalahan tersebut yang
kami usung sebagai tema pada KKN ini.

Kehidupan sosial masyarakat di Dusun Sirnasari sangat religius. Setiap hari jumat
diadakan pengajian rutin yang beragendakan tahlilan dan dakwah. Lalu pada hari minggu
diadakan pengajian Qiraatul Quran dan tajwid. Untuk anak-anak yang masih bersekolah pada
jenjang SD diwajibkan mengikuti sekolah agama setiap hari bada dzuhur di madrasah diniyah.
Karena kami tiba di lokasi KKN pada saat bulan ramadhan maka kami mengikuti shalat taraih
di masjid. Jamaah sholat tarawih di kampung Pasirgoong dipisah antara laki-laki dan
perempuan.

Minggu selanjutnya kami memulai melaksanakan program. Sangat berkesan saat kami
melaksanakan program di SDN Pasirgoong, disana kami melihat canda tawa dan semangat
belajar tinggi anak-anak desa Sirnasari. Ada satu yang menjadi perhatian penulis yaitu masih
ada beberapa anak yang memakai sandal ke sekolah. Selain itu jarak tempat tinggal ke
sekolah sangat jauh bagi yang bertempat tinggal di kampung cisereh, cipayung, tanah
bereum. Selain itu di dekat balai desa terdapat SMPN 5 Ciracap, jumlah siswa di sini tidak
sebanyak di SMP yang pernah penulis temui karena kesadaran akan pendidikan wajib 9 tahun
masih kurang. Ketika penulis masuk ke laboratorium IPA, tidak nampak alat-alat praktikum di
laboratorium pada umumnya. Hanya ada beberapa gambar peraga tergantung di dinding.
Jumlah guru di SMP ini pun masih sedikit jumlahnya.

Terlepas dari berbagai hal tersebut, secara keseluruhan penulis senang dapat memiliki
pengalaman mengabdi di Desa Mekarsari dengan latar belakang penulis tidak bisa berbahasa
sunda. Di sini penulis banyak belajar tentang arti kehidupan yang layak, mensyukuri segala
keadaan kita karena ternyata masih banyak saudara kita disini yang mungkin belum mencapai
keadaan kita yang sekarang.
PEMBAHASAN
Hasil kegiatan
1. Observasi dan Survei Lokasi untuk Penerapan Roof Water Harvesting di
Dusun Sirnasari
No. Sektor : 3.3.01
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 23 Jam
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan tahap pengamatan keadaan lingkungan di Desa Mekarsari
khususnya Dusun Sirnasari mengenai ketersediaan air ketika musim kemarau tiba.
Sebelum melakukan kegiatan survei ke lapangan, ada beberapa SOP yang harus
dibahas dan direvisi pada modul.
Setelah melakukan observasi di Dusun Sirnasari tentang ketersediaan air pada saat
musim kemarau datang, kami memilih kampung Cipendeuy untuk dijadikan lokasi
untuk penerapan Roof Water Harvesting tepatnya di masjid Mathlabusyyaadah RT
06. Kami memilih lokasi di Dusun Cipendeuy dikarenakan sumber air masyarakat di
RT 06 ini hanya ada satu yakni sungai di tengah sawah yang jaraknya cukup jauh
dari rumah warga. Dan satu-satunya sumber air tersebut pada saat kemarau tiba
menjadi kering. Alasan mengapa ditempatkan di masjid karena lokasi masjid yang
lebih tinggi dari rumah warga akan memudahkan air untuk dialirkan karena instalasi
ini tidak menggunakan pompa air.
Setelah meminta persetujuan ketua RT dan pengurus masjid, kami mengukur
panjang atap yang akan dipasang talang, mengukur ketinggian tempat yang akan
dipasang toren dan mengukur panjang pipa yang dibutuhkan dalam instalasi ini.
Selanjutnya data observasi diserahkan kepada tim pembuatan Roof Water
Harvesting.
2. Pembuatan Roof Water Harvesting di Dusun Sirnasari

No. Sektor : 1.1.04


Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 72 Jam
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan salah satu program utama di KKN-PPM Unit Mekarsari.
Pemasangan instalasi Roof Water Harvesting (RWH) merupakan solusi yang
dicontohkan oleh kami dalam menanggulangi masalah kekurangan air di Desa
Mekarsari. Pemasangan instalasi dilakukan oleh mahasiswa bekerjasama dengan
masyarakat sekitar. Pemasangan instalasi untuk yang pertama kalinya di kampung
Cipendeuy. Dibutuhkan waktu selama 3 hari sehingga instalasi siap difungsikan.
Pada hari pertama dilakukan pemasangan talang. Dikarenakan atap masjid adalah
seng dengan usuk dari kayu, maka kami perlu membuat penahan antara usuk dan
talang. Kemudian di hari ke-2, kami melanjutkan dengan memasang pipa dari ujung
talang ke tandon beserta memasang beberapa filter di dalam pipa. Kemudian pada
hai ke-3 dilakukan pengecekan ulang instlasi dan penjelasan teknis kepada
masyarakat.
Pemasangan instalasi RWH selanjutnya di Dusun Bojongkopo sebanyak 1 unit dan
membutuhkan waktu 3 hari. Unit ke-3 dipasang di Dusun Cisentul tepatnya di rumah
Ketua RT. Selanjutnya, unit terakhi dipasang di madrasah di Dusun Cisentul. Secara
keseluruhan membutuhkan waktu 3 hari untuk menyelesaikan 1 unit instalasi RWH.
3. Perawatan Lubang Resapan Biopori di

No. Sektor : 1.1.01


Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 46 Jam
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari salah satu program utama yaitu pembuatan
lubang resapan biopori. Sebelum melakukan perawatan, terlebih dahulu kami
mengkaji modul hingga beberapa kali sehingga perlu dilakukan revisi. Selain itu
kami juga mempersiapkan alat-alat monitoring seperti linggis, karet, tongkat kayu.
Setelah tim pembuatan LRB sudah selesai melaksanakan programnya, kami
melakukan pengecekan secara rutin di tempat-tempat lokasi LRB. Cara
perawatannya cukup mudah yaitu dengan memadatkan sersah yang ada di dalam
pipa dan memastikan LRB dalam kondisi yang baik tidak terinjak hewan ternak
ataupun rusak. Setelah melakukan kegiatan, kami melakukan evaluasi tentang
kondisi Lubang Resapan Biopori tersebut.
4. Pemuda Kader Pemimpin Masa Depan

No. Sektor : 3.6.01


Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : NonTema-Interdisipliner
Total Jam : 37 Jam
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi yang bertujuan untuk memajukan dan
menghidupakn kembali organisasi pemuda yang ada di lingkup sekolah maupun
desa. Output yang diharapkan setelah program ini dilaksanakan adalah tumbuhnya
kesadaran kalangan pemuda di Desa Mekarsai tentang kaderisasi dengan melatih
jia kepemimpinan, kerjasama sedini mungkin.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMP 5 Ciracap dengan peserta anggota OSIS
sebanyak 22 siswa. Bentuk kegiatan berupa sharing bareng tentang bagaimana
kinerja OSIS yang ideal. Dapat disimpulkan dari hasil sharing tersebut bahwa
kerjasama yang terbentuk dalam OSIS masih sangat minim sekali. Segala sesuatu
tentang OSIS bergantung pada kinerja ketua OSIS. Masing-masing individu anggota
OSIS sebagian besar tidak mengetahui tugas mereka di OSIS. Bahkan saat ditanya
tentang visi dan misi OSIS SMPN 5 Ciracap, hampir semua tidak mengetahui.
Selain di sekolah, program ini juga dilaksanakan di Balai Desa dengan peserta
pemgurus karang taruna Desa Mekarsari. Namun pelaksanaan tidak sesuai
ekspetasi penulis, jumlah pengurus yang menghadiri sosialisasi ini hanya 8 orang.
Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, beberapa orang bertanya menyangkut
materi yang penulis sampaikan. Berdasarkan pertanyaan dan tanggapan selama
kegiatan berlangsung, terlihat bahwa pemahaman tentang fungsi karang taruna,
pentingnya kaderisasi masih kurang. Selain itu masing-masing pengurus tidak
mengetahui program kerja masing-masing serta batasan kerja tiap-tiap pemegang
jabatan kepengurusan. Dari 8 orang yang mengikuti kegiatan ini semuanya bukan
dari kalangan pemuda.

5. Pembuatan Papan Penunjuk Arah dan Batas Desa

No. Sektor : 1.5.07


Klaster : Saintek
Sifat Program : NonTema-Monodisipliner
Total Jam : 53.5 Jam
Uraian Kegiatan :
Kegiatan ini berupa pengadaan papan penunjuk rumah ketua RT di Dusun Sirnasari
yang berjumlah 12. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mencari
umah tokoh masyarakat karena ketika kami mensurvei tentang rumah ketua RT,
tidak banyak dari masyarakat yang mengetahui ketua RT mereka sendiri.Selain
papan penunjuk rumah ketua RT, kami juga memasang papan penunjuk rumah
Kepala Dusun.
Selain pengadaan papan penunjuk rumah ketua RT, kami membuat papan nama
masjid untuk masjid Cipendeuy, Masjid Pasirgoong dan TK PGRI di Pasirgoong.

Hambatan dan tantangan


Bentuk hambatan yang penulis temui selama melaksanakan KKN di Desa
Mekarsari adalah kondisi jalan yang susah, sulitnya mencari dan menemui tokoh
masyaakat seperti ketua RT. Selain itu dikarenakan kami tiba di lokasi KKN ketika
bulan ramadhan dimana sekolah sudah libur, maka terdapat beberapa program
yang tidak bisa dilaksanakan sehingga kami harus mencari alternatif program
pengganti maupun mengganti jadwal pelaksanaan.
Tantangan selama melaksanakan KKN disini adalah bahasa. Dimana masyarakat
menggunakan bahasa sunda, dan hanya sedikit yang dapat berbahasa Indonesia.
Diperlukan waktu untuk memahami bahasa sunda ketika berkomunikasi dengan
masyarakat.

Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat


Dalam pelaksanaan setiap kegiatan, mahasiswa mendapatkan cukup banyak
bantuan, baik dari pihak pemerintahan, aparatur pendidikan, maupun dari
masyarakat untuk memperlancar kegiatan. Pihak pemerintahan yang membantu
kelancaran kegiatan, antara lain, aparatur desa, aparatur kecamatan, Dinas
Kesehatan, dan Dinas Kehutanan. Dari pihak aparatur pendidikan seperti kepala
sekolah dan guru yang mengizinkan kami untuk mengisi materi di kelas.
Masyarakat juga sangat membantu kelancaran kegiatan karena bersedia
menerima kami di desa ini.

Keterlibatan dalam masyarakat


Pada minggu pertama di lokasi kami melakukan pendekatan ke tokoh
masyarakat setempat seperti ketua RT, pemuka agama untuk selanjutnya
diperkenalkan kepada warga mengenai keberadaan kami sebagai mahasiswa
KKN. Di samping itu, kami juga melakukan pendekatan secara langsung
kepada warga sekita mengenai program yang akan kami laksanakan selama
KKN.
Selain itu kami juga melakukan diskusi dengan ketua RT dan tokoh agama
dalam sebelum melakukan pemasangan instalasi RWH.
Ketika akan melakukan kegiatan di SD, SMP kami melakukan koordinasi
dengan kepala sekolah dan guru mengenai jam penyampain materi di kelas
oleh mahasiswa KKN.
Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan
budaya
Budaya unik yang penulis temui disini salah satunya adalah kegiatan balap
motor atau sering disebut cross. Kegiatan balap motor sudah membudaya di
Desa Mekarsari. Tidak heran jika anak usia 6 tahun dapat mengendarai
sepeda motor. Sepeda motor di desa Mekarsari hampir semua dimodifkasi
menjadi sepeda motor off-road sebagai bentuk penyesuain terhadap keadaan
jalan.
Kekayaan alam di desa ini adalah perkebunan kelapa yang sangat luas. Hasil
yang diperoleh dari kebun kelapa ini adalah untuk diambil nira untuk dijadikan
gula merah. Nira yang telah dikumpulkan akan langsung dimasak dan dicetak
menjadi gula jawa siap jual yang dijual ke tengkulak.

Potensi pengembangan/keberlanjutan
Potensi wirausaha yang dapat dikembangkan adalah bengkel sepeda motor.
Kemampuan dalam memodifikasi sepeda motor menjadi kendaraan off-road
merupakan keterampilan yang patut dikembangkan hingga menjadi bentuk
usaha otomotif yang kreatif.
Membentuk koperasi usaha bagi para pembuat gula jawa, agar terorganisir
dengan baik. Meenovasi tempat pembuatan gula jawa yang higienis sehingga
nilai jual dapat bertambah.
Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan
Di Dusun Sirnasari penulis mengalami atmosfer religius yang sangat kental.
Setiap minggu diadakan 2 kali pengajian rutin yang jamaahnya selalu antusias,
kegiatan selama bulan ramadhan yang mengesankan karena semua dilakukan
secara kompak oleh semua lapisan masyarakat.
Semangat anak-anak dalam menuntut ilmu di sekolah maupun madrasah.
Walaupun setiap harinya harus menempuh jarak belasan kilometer untuk
sampai ke sekolah, mereka tetap semangat dan ikhlas.
KESIMPULAN
Masyarakat cukup antusias akan kehadiran mahasiswa KKN UGM di Desa Mekarsari.
Murid-murid PAUD, SD, SMP sangat senang dan antusias dengan kehadiran
mahasiswa KKN ke dalam kelas.
Minat belajar anak-anak cenderung tinggi yang terlihat dengan banyaknya anak-anak
yang datang ke pondokan untuk belajar membaca, menulis, menggambar, dan
mewarnai.
Bantuan warga sangat diperlukan untuk terselenggaranya setiap program yang
dilaksanakan.
Kesadaran pemuda akan pentingnya kaderisasi masih perlu ditumbuhkan lagi.
Kesadaran masyarakat akan kebersihan masih kurang.

SARAN
Jalan yang rusak sebaiknya segera diperbaiki untuk mempermudah akses warga dari desa
ke kecamatan/kota dan sebaliknya
Sumber air yang sudah tersedia supaya lebih dirawat dan dijaga kebersihannya
Adanya kegiatan sosialisasi tentang kebersihan yang lebih intensif kepada masyarakat
untuk menjaga kebersihan desa
Perlunya pelatihan kepada pengurus karang taruna maupun organisasi lain yang ada di
desa mengenai kinerja ideal sebuah organisasi
LAMPIRAN
1. Observasi dan Survei Lokasi untuk Penerapan Roof Water Harvesting di
Dusun Sirnasari

Gambar 1. Mengukur panjang atap yang akan dipasang talang

Gambar 2. Lokasi pemasangan RWH di kampung Cipendeuy


2. Pembuatan Roof Water Harvesting di Dusun Sirnasari

Gambar 3. Pembuatan dudukan tandon instalasi RWH di Dusun Cisentul

Gambar 4. Suasana gotong royong pembuatan instalasi RWH di kampung Cipendeuy


3. Perawatan Lubang Resapan Biopori di

Gambar 5. Pengecekan rutin lubang resapan biopori

Gambar 6. Pengecekan rutin lubang resapan biopori


4. Pemuda Kader Pemimpin Masa Depan

Gambar 7. Sharing bersama anggota OSIS SMPN 5 Ciracap

Gambar 8. Sosialisasi bersama anggota karang taruna Desa Mekarsari


5. Pembuatan Papan Penunjuk Arah dan Batas Dusun

Gambar 9. Poses pemotongan dan pengecatan palang ketua RT

Gambar 10. Pemasangan palang ketua RT


Gambar 11. Pemasangan papan nama masjid di kampung Cipendeuy

-Rekap Jam Efektif Kerja Mahasiswa

Laporan Pelaksanaan Kegiatan (Individu)


Gambar 12. Screenshoot rekapitulasi jam efektif mahasiswa
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2017

SUB UNIT : C (Dusun Sirnasari)


UNIT : JBR-09 (Desa Mekarsari)
KECAMATAN : Ciracap
KABUPATEN : Sukabumi
PROVINSI : Jawa Barat

DisusunOleh :

Nama Mahasiswa : Nicki Heriyanto


Nomor Mahasiswa : 14/369711/PN/13954

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
I. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah
Mada merupakan suatu bentuk pengabdian dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada kepada
masyarakat sebagai bagian penerapan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN-PPM menjadi
wadah bagi mahasiswa untuk belajar mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama di
bangku perkuliahan. Hal ini juga menjadi wadah mahasiswa untuk mengetahui praktik oleh
masyarakat sudah sejalan atau tidak dengan ilmu yang diperoleh. Mahasiswa juga dapat
menambah ilmu pengetahuan baru yang selama ini menjadi kearifan lokal yang berada pada
daerah tersebut. Sehinggga diharapkan kearifan lokal dapat digali dan kearifan lokal tersebut
menjadi unggulan dari suatu daerah tersebut.

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Unit JBR-09


mengusung tema Konservasi Air Melalui Gerakan Memanen Air Hujan Sebagai Upaya
Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Mekarsari ,
Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat selama kurang lebih 50 hari,
dimulai dari tanggal 10 Juni sampai dengan 4 Agustus 2017.

Dalam pelaksanaannya sendiri, Unit JBR-09 dibagi ke dalam 4 subunit, yaitu subunit A (Dusun
Cisentul), subunit B (Dusun Bojongkopo), subunit C (Dusun Sirnasari) dan subunit D (Dusun
Rancasari). Selama pelaksanaan KKN, Tim KKN-PPM UGM 2017 banyak mendapatkan
bantuan dari warga sekitar dan antusiasme warga terhadap setiap kegiatan yang dijalankan
oleh Tim terbilang tinggi.

PENDAHULUAN

Desa Mekarsari merupakan desa pemekaran dari Desa Cikangkung yang berada di
Kecamatan Ciracap. Jarak Desa Mekarsari dari pusat Kota Sukabumi terbilang cukup jauh, dan
dapat ditempuh sekitar 4 sampai 5 jam dari kota. Pada satu minggu pertama dilakukan
observasi terhadap suasana dan keadaan desa setempat. Berdasaran hasil observasi, sub unit
C yaitu Dusun Sirnasari memliki beberapa masalah yang relatif sama dengan dusun lainnya,
seperti kurangnya ketersediaan air khususnya pada musim kemarau dan kondisi jalan yang
rusak. Berdasarkan penuturan Kepala Dusun, yaitu Bapak Abdul Rauf, warga Dusun Sirnasari
perlu berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air yang terletak di sungai. Biasanya air sungai
tersebut digunakan untuk mandi dan mencuci. Jika musim kemarau datang, banyak sumur-
sumur warga yang kering sehingga memaksa warga untuk mencari air di sumber lain.
Adanya kegiatan KKN di Desa Mekarsari disambut baik oleh masyarakat. Warga selalu
mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan. Antusiasme warga
mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak, khususnya di Dusun Sirnasari terutama di
Kampung Pasirgoong sangat tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan KKN.

PEMBAHASAN
- Hasil kegiatan
Dari hasil perencanaan dan penyesuaian dengan lingkungan lokasi KKN, maka program-
program yang telah penulis lakukan adalah sebagai berikut :
1. Penanaman Tanaman Pengikat Air
No Sektor : 2.6.04
No. Kode : 112
Klaster : Agro
Sifat Program : Tema - Monodisipliner
Total Jam : 68 jam
Uraian Kegiatan :
Kekeringan merupakan masalah utama di Desa Mekarsari, terutama saat musim
kemarau berkepanjangan. Saat kemarau berkepanjangan, biasanya warga
menggantungkan pasokan air dari sungai ataupun sumber air lainnya yang
memungkinkan jika sumur pribadi tidak mencukupi untuk keperluan sehari-hari. Warga
pun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan membawa tempat air untuk
mengambil air yang ada di sungai.

Kegiatan Penanaman Tanaman Pengikat Air merupakan suatu kegiatan yang menanam
bibit pohon yang bertujuan untuk penghijauan kembali dan memanfaatkan lahan kosong.
Hal ini disebabkan banyak lahan yang pohonnya sudah ditebangi. Dengan adanya
kegiatan penghijauan ini, diharapkan air hujan yang jatuh tidak begitu saja terlimpas ke
sungai, akan tetapi air hujan tersebut dapat meresap ke tanah karena adanya kanopi
dan akar-akar tanaman. Sehingga cadangan air tanah dapat meningkat dan
ketersediaan air di sumur warga pun bertambah. Dengan demikian, walaupun pada saat
musim kemarau, warga masih dapat memanfaatkan air yang terdapat di sumur.

Kegiatan penanaman ini mendapatkan bantuan dari Balai Persemaian Permanen


BPDASHL Citarum-Ciliwung, yaitu berupa bantuan bibit tanaman. Jumlah bibit yang
diberikan kurang lebih sebanyak 1000 bibit tanaman yang terdiri dari bibit albasia,
jambu, durian, trembesi, akasia, ketapang, bintaro, kencana, alpukat dan jati putih. Bibit
albasia dapat diguanakan oleh warga sebagai tanaman produksi sedangkan bibit jambu,
durian, dan alpukat dapat ditanam oleh warga di pekarangan untuk dimanfaatkan
buahnya. Adapun pohon lainnya dapat ditanam di kebun atau lahan kosong untuk
penghijauan.

Bibit yang telah didapatkan dari Balai Persemaian Permanen BPDASHL Citarum-
Ciliwung kemudian didistribusikan secara bertahap ke 4 dusun, yaitu Dusun Cisentul,
Dusun Bojongkopo, Dusun Sirnasari dan Dusun Rancasari. Setiap dusun mendapatkan
kurang lebih 250 bibit tanaman. Adapun mekanisme pembagian bibit yang dilakukan di
tiap dusun adalah dengan menitipkan sebagian bibit ke Ketua RT di tiap dusun.
Sedangkan sebagian lagi dibagikan ke warga secara langsung dan ditanam oleh
mahasiswa dengan bantuan warga. Penanaman bibit tanaman di Dusun Sirnasari
dilaksanakan di RT 02 dan RT 05 oleh mahasiswa dibantu oleh warga sekitar. Hal ini
disebabkan masih adanya lahan kosong yang dapat ditanami bibit tersebut. Adapun
untuk RT lainnya, hanya dilakukan penitipan bibit ke Ketua RT dan hanya dilakukan
penanaman simbolis saja. Hal ini mempermudah kerja mahasiswa dan warga sendiri
karena jika ada warga di RT lainnya yang ingin mendapatkan bibit hanya cukup
mendatangi Ketua RT tanpa harus ke pondokan Mahasiswa begitu pula sebaliknya,
Mahasiswa menjadi terbantu karena pembagian bibit menjadi lebih terkoordinasi.

Adapun RT yang mendapatkan bantuan bibit antara lain RT 01, 02, 04, 05, 06, 07, 08,
09 dan RT 10. Untuk RT 03, RT 12 dan RT 11 tidak dibagikan bibit disebabkan
pertimbangan ketersediaan lokasi yang tidak memungkinkan. Respon dari masyarakat
sendiri sangat antusias, hal ini dibuktikan dengan banyak warga yang datang langsung
ke pondokan Mahasiswa untuk mendapatkan bibit yang ada.

2. Monitoring Roof Water Harvesting


No Sektor : 1.1.04
No. Kode : 113
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema- Interdisipliner
Total Jam : 33 jam
Uraian Kegiatan :
Roof Water Harvesting (RWH) merupakan salah satu alternatif penyediaan air bersih
dengan memanfaatkan air hujan. Air hujan yang mengalir pada talang kemudian akan
tertampung pada sebuah penampung air (tandon) yang selanjutnya air tersebut dapat
dimanfaatkan oleh warga. Pembuatan RWH dipilih di rumah warga yang membutuhkan
dan memungkinkan untuk dibuat. Setelah pembuatan, biasanya dapat ditemukan
masalah-masalah yang terjadi pada RWH tersebut, seperti talang air yang rusak,
saringan yang kotor, pipa yang bocor dan lainnya. Oleh karena itu, kegiatan monitoring
ataupun kegiatan perawatan perlu dilakukan.

Perawatan RWH dirasa penting agar RWH tersebut dapat berfungsi sebagaimana
mestinya. Unit RWH yang dilakukan perawatan oleh Penulis terletak di Dusun
Bojongkopo. Pada saat pemeriksaan pertama, telah ditemukan kerusakan berupa
sambungan pipa yang bocor. Hal ini diketahui setelah dilakukan pengamatan dan
dilakukan wawancara terhadap warga yang rumahnya dipasangi RWH oleh Tim KKN-
PPM UGM 2017. Selain sambungan pipa yang bocor, tidak ditemukan kerusakan lain
pada komponen RWH. Perbaikan dimulai esoknya dengan memberi lem pada
sambungan pipa. Selain memberi lem pada sambungan pipa, dilakukan juga
pengecekan kembali terhadap komponen-komponen RWH seperti saringan kasar,
saringan halus, pipa pembuangan, sambungan pipa, talang, sambungan talang,
penyangga talang dan pipa.

Pengecekan berikutnya dilakukan satu minggu setelah pengecekan pertama. Kegiatan


pengecekan dilakukan sama seperti kegiatan pengecekan sebelumnya. Hanya saja,
pada pengecekan kali ini, tandon air yang ada diberi logo KKN-PPM UGM 2017 agar
masyarakat mengetahui bahwa RWH tersebut merupakan hasil kerjasama antara Tim
KKN-PPM UGM 2017 dengan warga. Pada hari itu juga dilakukan pengecekan salah
satu Unit RWH yang berada di Dusun Cisentul. Pada hasil pengecekan ini diketahui
bahwa RWH yang sudah dibuat ternyata tidak sesuai dengan desain yang sudah ada.
Sehingga pada saat itu dilakukan perbaikan seperti membenarkan posisi talang dan
mencopot pipa yang tidak sesuai dengan desain.

3. Pembuatan Lubang Resapan Biopori


No Sektor :1.1.01
No. Kode : 114
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema- Interdisipliner
Total Jam : 61,5 jam
Uraian Kegiatan :
Lubang Resapan Biopori merupakan salah satu teknik konservasi air dengan
memanfaatkan lubang biopori yang dibuat oleh organisme di dalam tanah sehingga air
hujan dapat meresap secara maksimal ke dalam tanah. Dengan meresapnya air hujan
secara lebih maksimal ke dalam tanah, diharapkan cadangan air tanah dapat
bertambah. Selama ini warga di Desa Mekarsari belum paham betul cara untuk
menambah cadangan air tanah. Air hujan yang jatuh langsung dialirkan ke sungai
ataupun selokan melalui saluran air. Air hujan tersebut kemudian hanya sekian persen
saja yang masuk ke dalam tanah dan mengisi cadangan air tanah.

Dengan adanya lubang resapan biopori (LRB) diharapkan air hujan yang jatuh tidak
begitu saja hilang karena run-off dan langsung begitu saja mengalir ke sungai tanpa
dimanfaatkan terlebih dahulu, tetapi sebagian besarnya dapat meresap ke dalam tanah
sehingga cadangan air di dalam tanah dapat bertambah. LRB ini dibuat secara
sederhana mengingat terbatasnya dana dan peralatan yang ada. Pipa PVC berukuran 3
dipotong sekitar 30 cm kemudian dilubangi di setiap sisinya. Salah satu ujung pipa
kemudian ditutup menggunakan plastik yang juga sudah dilubangi.

Lubang Resapan Biopori dibuat dengan cara membuat lubang di tanah dengan
kedalaman mencapai 100 cm atau disesuaikan dengan kondisi yang ada. Setelah
lubang dibuat, seresah organik kemudian dimasukkan dan ditutup dengan pipa LRB.
LRB yang sudah jadi kemudian dipasangi plang KKN-PPM UGM 2017.

Pembuatan LRB di Dusun Sirnasari melibatkan warga sekitar seperti di RT 04 yang


melibatkan warga dalam pembuatannya. Ada beberapa RT yang dilakukan pembuatan
LRB di antaranya adalah RT 02, RT 04 dan RT 05. Pembuatan LRB dilakukan di sekitar
pekarangan rumah warga dan ada pula yang di lahan kosong.

4. Penanaman dan Perawatan Tanaman Refugia


No Sektor : 2.2.08
No. Kode : 113
Klaster : Agro
Sifat Program : Non Tema- Monodisipliner
Total Jam : 27,5 jam
Uraian Kegiatan :
Berdasarkan wawancara yang dilakukan ke Ketua Kelompok Tani yang ada di RT 06
(Kampung Cipendeuy) Dusun Sirnasari, diperoleh informasi bahwa salah satu hama
penting pada pertanaman padi adalah hama wereng. Hama wereng sudah menjadi
hama utama di sini sejak lama. Pengendalian wereng menggunakan pestisida pun telah
intensif dilakukan. Akan tetapi, permasalahan wereng pun masih menjadi permasalahan
yang serius.
Setelah mendalami permasalahan tersebut dan berkonsultasi sebelumnya dengan salah
satu Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas
Gadjah Mada, diputuskan bahwa salah satu solusi untuk permasalahan wereng
tersebut adalah dengan menggunakan Tanaman Refugia. Tanaman refugia merupakan
tanaman yang memiliki bunga yang dapat dimanfaatkan oleh musuh alami hama wereng
sehingga populasi wereng di sawah dapat tertekan karena hadirnya musuh alami
wereng. Biasanya tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman yang memiliki
bunga dan berwarna menarik.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah melakukan observasi di Dusun Sirnasari


terhadap tanaman lokal yang berpotensi untuk digunakan sebagai tanaman refugia. Dari
hasil observasi ini diperoleh bahwa tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan
sebagai tanaman refugia adalah tanaman kenikir. Hal ini karena tanaman kenikir sudah
banyak terdapat di pekarangan rumah warga. Menurut literatur yang ada juga diperoleh
bahwa tanaman kenikir sudah banyak digunakan sebagai tanaman refugia. Setelah
tanaman kenikir diputuskan akan digunakan, kegiatan selanjutnya adalah penyemaian
bibit dan kemudian perwatan bibit.

Kegiatan sosialisasi tanaman refugia bertempat di kediaman Ketua Kelompok Tani yang
ada di RT 06. Sosialisasi tersebut membahas tentang bahaya hama wereng, alternatif
pengendalian hama wereng, pengenalan tanaman refugia dan musuh alami. Kegiatan
sosialisasi ini berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang
antusias dan bertanya pada sesi tanya jawab. Dalam kegiatan ini juga dilakukan
pembagian bibit dan benih kenikir sebagai tanaman refugia.

5. Happy Edu Farming


No Sektor : 3.4.01
No. Kode : 116
Klaster : Sosial Humaniora
Sifat Program : Non Tema- Interdisipliner
Total Jam : 20 jam
Uraian Kegiatan :
Happy Edu Farming merupakan program yang bertujuan untuk mengenalkan dunia
pertanian secara singkat terhadap anak sekolah dasar (SD) yang dikemas secara
menarik dan mengandung informasi mengenai inovasi di bidang pertanian. Selain itu,
kegiatan ini juga bertujuan untuk sedikit mengubah mindset generasi muda tentang
pertanian yang identik dengan cangkul dan sawah. Sasaran dari program ini adalah
kelas 5A dan 5B SDN Pasirgoong.
Kegiatan ini diawali dengan mempersiapkan bibit bayam merah dan juga Hidrogel serta
gelas air mineral yang sudah diwarnai. Penyampaian materi dikemas dengan menarik
yaitu dengan menggunakan ice breaking sehingga anak-anak menjadi antusias dalam
mengikuti dan memperhatikan materi. Materi utama berisi penjelasan bahwa menanam
tanaman tidak hanya bisa dilakukan di tanah saja, melainkan juga dapat menanam
menggunakan media air dan bahkan udara. Selanjutnya peserta mulai menanam
tanaman yang sudah disediakan dalam gelas air mineral berisi hidrogel. Antusiasme
peserta tinggi dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini dibuktikan dengan saling berebutnya
peserta untuk mendapatkan gelas, tanaman, dan juga hidrogel yang sudah disediakan.

6. Penanaman dan Perawatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)


No Sektor : 4.2.39
No. Kode : 117
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Non Tema- Interdisipliner
Total Jam : 33,5 jam
Uraian Kegiatan :
Saat ini banyak sekali warga yang mengkonsumsi obat-obatan sintetik walaupun sakit
yang diderita hanya sakit ringan saja seperti masuk angin. Terlalu banyak
mengkonsumsi obat-obatan sintetik dapat mengganggu fungsi hati bahkan dapat
menyebabkan kerusakan pada organ hati. Oleh karena itu, sebaiknya dalam
mengkonsumsi obat-obatan sintetik dikurangi.
Pengenalan Tanaman Obat Keluarga sejak dini dirasa penting sebagai salah satu upaya
mengatasi permasalahan tersebut. Adapun sasaran dari program ini adalah siswa SDN
Pasirgoong kelas 4A. Kegiatan yang dilakukan pun dikemas secara menarik yaitu
dengan menggunakan ice breaking sehingga anak-anak menjadi antusias dalam
mengikuti dan memperhatikan materi. Materi utama berisi bahaya mengkonsumsi obat-
obatan sintetik jangka panjang dan penegenalan tanaman obat keluarga yang sering
ditemui sehari-hari seperti sereh, jahe, kencur, bawang merah serta dijelaskan pula
manfaat dari masing-masing tanaman.
Penanaman TOGA sudah dimulai jauh hari sebelum pelaksanaan. Hal ini karena tidak
adanya penjual yang khusus menjual tanaman obat. Sehingga kegiatan pembibitan
harus dilakukan sendiri dan hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Bibit yang
sudah tumbuh pun kemudian diberikan ke kelas tersebut untuk dirawat. Akan tetapi,
karena peserta sangat antusias, mereka pun membawa bibitnya pulang ke rumah
masing-masing untuk dirawat sendiri.
- Hambatan dan tantangan
Secara keseluruhan, tidak ada hambatan yang cukup berarti dalam melaksanaan
kegiatan KKN-PPM. Program- program dapat terlaksana dengan baik. Hambatan yang
dirasakan secara keseluruhan terletak pada jarak dan infrastuktur jalan yang sulit
diakses sehingga koordinasi antar sub-unit sedikit terganggu. Untuk persiapan barang-
barang program sendiri agak sulit untuk mendapatkannya di sekitar Desa Mekarsari,
sehingga tidak jarang jika akan membeli perlengkapan kegiatan harus pergi ke pasar
Kecamatan ataupun ke Kecamatan sebelah (Kecamatan Surade).

- Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat


Dalam pelaksanaan program-program, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti
segala kegiatan yang dijalankan oleh Tim KKN-PPM UGM 2017. Banyak masyarakat
juga yang dengan senang hati membantu demi kelancaran program. Contohnya adalah
pada program Penanaman Tanaman Pengikat Air semua Ketua RT di Dusun Sirnasari
sangat kooperatif dalam membantu mendistribusikan bibit tanaman, bahkan Ketua RT
02, yaitu Bapak Uyat, turut membantu dalam menanam bibit pohon di RT 02. Selain itu,
Ketua RT 04, yaitu Bapak Ajim, juga sangat membantu dalam Pembuatan Lubang
Resapan Biopori di RT 04.
Dalam pelaksanaan KKN-PPM UGM 2017 ini kami juga mendapatkan mitra dari Balai
Persemaian Permanen BPDASHL Citarum-Ciliwung yang telah memberi bantuan bibit
pohon sebanyak kurang lebih 1000 bibit pohon. Selain itu juga perangkat Dusun,
Perangkat Desa, dan Perangkat Kecamatan sangat kooperatif dan mendukung setiap
program yang dilaksanakan oleh Tim KKN-PPM UGM 2017.

- Keterlibatan dalam masyarakat


Penerimaan warga terhadap mahasiswa KKN sangat baik. Keterlibatan mahasiswa
dalam masyarakat dapat terbilang aktif. Tidak jarang mahasiswa turut diundang dalam
kegiatan desa atau acara-acara warga seperti makan bersama, hajatan, pengajian,
tahlilan, dan kegiatan lainnya. Hal-hal seperti itu, dijadikan sebagai salah satu cara
pengakraban antara mashasiswa KKN dan warga Desa Mekarsari khususnya
masyarakat Dusun Sirnsari.

- Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan budaya
Warga Dusun Sirnasari sebagian besar sudah mengerti konsep dari Integrated
Farming System (IFS) atau Pertanian Terpadu. Warga Dusun Sirnasri sudah
memadukan antara kegiatan pertanian degan kegiatan peternakan. Limbah ternak
seperti kotoran ternak oleh warga sudah diolah menjadi pupuk organik dan digunakan
dalam kegiatan bercocok tanam. Selain itu, warga Dusun Sirnasari juga sudah
mengetahui waktu tanam yang cocok untuk bertanam padi atau di daerah Jawa dikenal
dengan istilah Pranata Mangsa. Warga pun sudah tahu bahwa pengolahan tanah
sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Hal ini dilakukan karena struktur tanah di
sebagian besar Dusun Sirnasari setelah dilakukan pengujian secara kualitatif
didominasi oleh fraksi lempung, sehingga apabila basah akan menempel dan susah
diolah. Pengolahan tanah dilakukan menggunakan alat yang bernama Garpu yaitu
dengan membalik tanah dan dibiarkan agar tanahnya remah.

- Potensi pengembangan/keberlanjutan
Potensi sumber air di Dusun Sirnasari sebenarnya banyak, akan tetapi warga belum
memanfaatkannya dengan maksimal. Contohnya pada RT 04, menurut Bapak Ajim
selaku Ketua RT di RT 04 terdapat sumber air yang bahkan tidak kering pada saat
musim kemarau. Hanya saja warga harus menggunakan pompa untuk mendapatkan air
tersebut yang hanya digunakan oleh 7 rumah. Sebenarnya sumber air tersebut dapat
dimanfaatkan oleh lebih banyak warga dengan cara membuat kolam penampung air
yang berukuran besar sehingga dapat digunakan oleh banyak warga dan bukan hanya
segelintir warga saja.
Selain itu, dari segi pertanian sendiri masih banyak potensi yang dikembangkan dari
Dusun Sirnasari. Contohnya adalah banyaknya lahan kosong di bawah perkebunan
kelapa yang tidak dimanfaatkan. Sebenarnya lahan di bawah pohon kelapa dapat
dimanfaatkan untuk budidaya tanaman semusim seperti cabai maupun tanaman
lainnya. Hal ini sudah dilakukan di perkebunan kelapa yang terletak di pesisir pantai
Bugel, Kulonprogo, D.I.Y. Apabila potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara
maksimal, kesejahteraan penduduk pun dapat meningkat.

- Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan


Selama melaksanakan KKN-PPM, kebersamaan dan gotong royong warga Dusun
Sirnasari dirasa masih sangat tinggi. Berbeda dari kota-kota besar lainnya dimana nilai-
nilai tersebut sudah mulai luntur. Contohnya adalah jika ada kegiatan seperti hajatan
maka warga di sekitarnya turut membantu memasak hidangan, membantu memasang
tenda dan lainnya. Suasana Islami di Dusun Sirnasari pun terasa masih kental. Hal ini
dapat dilihat dari apabila ada kegiatan seperti hajatan, syukuran, ulang tahun dan
lainnya selalu diisi dengan pengajian.
Selama melaksanakan KKN, Penulis pun selalu dibantu dalam setiap kegiatan padahal
di sini Penulis merupakan pendatang yang notabene orang asing tetapi warga sangat
antusias. Selain itu, dari kegiatan KKN ini kami tidak sebatas menjalankan program
saja, akan tetapi kami banyak mendapatkan pelajaran kehidupan yang tidak bisa kami
dapatkan di bangku perkuliahan. Salah satu pelajaran kehidupan yang didapatkan yaitu
tentang semangat gotong royong.

II. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil obeservasi dan laporan pelaksanaan kegiatan KKN-PPM UGM antar
semester 2017 di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa
Barat, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kuliah Kerja Nyata adalah sarana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk menerapkan
ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Pemilihan program yang telah dilaksanakan berdasarkan pada kebutuhan, aspirasi
masyarakat, dan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan program termasuk
kemampuan berkomunikasi dan membangun kerjasama.
3. Pelaksanaan program KKN berjalan dengan baik dengan mendapatkan dukungan dan
respon yang positif dari masyarakat.

III. SARAN
1. Perlu memperluas jaringan kemitraan dari berbagai sektor untuk mendukung
penyelenggaraan program.
2. Dibuatnya kolam penampungan air di Dusun Sirnasari terutama di RT 04 agar
sumber air yang ada dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak warga.
3. Perlunya dilakukan pemanfaatan lahan di bawah pohon kelapa dengan cara
menanam tanaman semusim, contohnya tanaman cabai.
Lampiran

Gambar 1. Serah terima bibit di gambar 2. Penanaman bibit di RT 02


Balai Persemaian Permanen
Program Penanaman Tanaman Pengikat Air mendapatkan bantuan dari Balai Persemaian
Permanen BPDASHL Citarum-Ciliwung (gambar 1). Jumlah bibit yang diberikan oleh Balai
Persemaian Permanen sebanyak 1000 bibit lebih. Bibit yang sudah didapatkan kemudian
didistribusikan ke setiap Ketua RT di Dusun Sirnasari dan sebagian bibit ditanam oleh mahasiswa
dengan bantuan warga (gambar 2).

gambar 3. Proses pembuatan pipa LRB gambar 4. Proses pembuatan LRB dengan bantuan
warga

Kegiatan Pembuatan Lubang Resapan Biopori diawali dengan membuat pipa LRB sederhana
(gambar 1). Setelah pipa LRB sudah selesai dibuat, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan
LRB. Pembuatan LRB di Dusun Sirnasari diusahakan sebisa mungkin melibatkan warga sekitar.
Seperti pada pembuatan LRB di RT 04 yang melibatkan Bapak Ajim selaku Ketua RT 04 (gambar
2).
Gambar 5. Monitoring RWH gambar 6. Proses pengecekan RWH

Roof Water Harvesting (RWH) yang sudah dibuat perlu dicek secara rutin agar RWH tersebut
berfungsi sebagaimana mestinya (gambar 5). Pengecekan dilakukan dengan memeriksa
komponen-komponen RWH seperti sambungan pipa, pipa, saringan kasar, saringan halus, dan
kondisi talang (gambar 6).

Gambar 7. Happy Edu Farming gambar 8. Pembagian bibit dan hidrogel

Gambar 9. Foto bersama peserta

Kegiatan happy edu farming merupakan kegiatan mengenalkan inovasi di bidang pertanian yang
dikemas secara menarik dan diselingi berbagai permainan yang seru. Pada acara utama,
dibagikan bibit tanaman dan juga hidrogel sehingga anak-anak SD dapat menanam tanpa
menggunakan tanah (gambar 8).
Gambar 10. Foto bersama peserta gambar 11. Pemaparan materi TOGA

Kegiatan penanaman dan perawatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan kegiatan
pengenalan manfaat tanaman obat berkhasiat yang biasa dijumpai sehari-hari. Kegiatan dimulai
dengan membibitkan tanaman jahe, sereh, bawang merah dan kencur. Hal ini dilakukan karena
tidak ada penjual yang secara khusus menjual bibit TOGA. Kegiatan utama merupakan
mengenalkan tanaman obat kepada siswa kelas 4A SDN Pasirgoong (gambar 11). Pemaparan
materi dikemas semenarik mungkin agar peserta tertarik dan memperhatikan. Pada awalnya,
tanaman obat tersebut akan ditanam di depan kelas, akan tetapi banyak siswa yang
menginginkan tanaman tersebut dibawa ke rumah masing-masing.

Gambar 12. Pemaparan materi refugia gambar 13. Pemberian bibit kenikir

Kegiatan penanaman dan perawatan tanaman refugia merupakan kegiatan untuk mengenalkan
salah satu teknik pengendalian hama wereng yang lebih ramah terhadap ekosistem. Kegiatan
dimulai dengan melakukan observasi tanaman lokal berpotensi. Setelah didapatkan, benih
tanaman tersebut kemudian disemai. Kegiatan utama dari program ini adalah sosialisasi
mengenai tanaman refugia sebagai alternatif pengendalian hama wereng di kelompok tani di RT
06, Dusun Sirnasari (gambar 12). Kegiatan ini mendapatkan antusiasme warga yang sangat tinggi
dibuktikan dengan banyaknya tanya-jawab antara peserta dengan mahasiswa. Kegiatan ini
ditutup dengan pembagian benih dan bibit tanaman kenikir sebagai tanaman refugia (gambar 13).
gambar 14. Screenshoot rekapitulasi JKEM
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN : 2017

SUBUNIT : C (DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR-09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : Ridho Praharsa


Nomor Mahasiswa : 13/351902/KT/07572

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
VII. LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan salah syarat kelulusan yang wajid dilaksanakn oleh
seluruh mahasiswa UGM. Kegiatan KKN ini seharusnya sebagai sarana untuk menerapkan
ilmu-ilmu yang diajarkan di perkuliahkan yang kemudian diterapkan di masyarakat. Selain
itu KKN ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.

KKN tahun ini berlangsung sekitar 50 hari, yaitu dari tanggal 11 Juni hingga 3 Agustus
2017. Lokasi KKN kami bertempat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten
Sukabumi, Jawa Barat. Tema yang diusung adalah Konservasi air melalui gerakan
memanen air hujan sebagai upaya penyediaan air bersih berbasis masyarakat. Tim KKN
kami berjumlah 30 orang dan dibagi dalam 4 Subunit, yaitu Subunit Dusun Cisentul,
Bojongkopo, Sirnasari, dan Rancasari.

PENDAHULUAN
TIM KKN JBR-09 Desa Mekarsari dibagi menjadi 4 Dusun, salah satunya Dusun
Sirnasari. Sirnasari terdiri dari 12 Rukun Tangga dan terdiri dari beberapa kampung. RT
5 merupakan tempat dimana pondokkan kami berada. Pondokkan ini terletak di depan
PAUD, tak heran banyak anak-anak kecil bermain ke pondokkan kami. Bagi penulis
yang belum dapat berbisa bahasa Sunda dengan lancar, sedikit bingung berkomunikasi
dengan anak-anak karena perbedaan bahasa. Tetapi ini menjadi tantangan bagi penulis
sendiri untuk mempelajari bahasa Sunda.
Masyarakat Dusun Sirnasari sangat ramah dengan kami, mereka seringkali
menawarkan kami untuk main ke rumah mereka hanya untuk sekedar berbincang.
Masyarat Dusun Sirnasaru memiliki nilai kerukunan dan kebersamaan yang tinggi.
Namun sangat dipenulisngkan dari keindahan itu semua, Dusun Sirnasari mengalami
kekeringan setiap musim kemarau karena beberapa hal, salah satunya karena
ketebalan tanah yang tipis. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan program terkait
Konservasi air melalui gerakan memanen air hujan sebagai upaya penyediaan air
bersih berbasis masyarakat.

PEMBAHASAN
- Hasil kegiatan
Observasi penanaman tanaman pengikat air
No. Sektor : 2.6.04
Klaster : Agro
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 16,5 Jam
Uraian Kegiatan :
Observasi penanaman tanaman pengikat air adalah kegiatan pengamatan kondisi
lahan yang tersedia di Dusun Sirnasari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui
lokasi penanaman tanaman pengikat air agar tanaman pengikat air ini dapat ditanam
di lahan yang tepat.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara mewawancara Kepala Dusun serta ketua RT 1
sampai 12. Pertanyaan yang disampaikan terkait kondisi air dan ketersediaan lahan
kosong di RT setempat. Pada musim kemarau Dusun Sirnasari mengalami
kekeringan. Dari hasil kegiatan diperoleh lahan kosong yang dapat dilakukan
penanaman tanaman pengikat air yaitu di RT 2 dan RT 5.

Observasi pembuatan lubang resapan biopori


No. Sektor : 1.1.01
Klaster : Saintek
Sifat Program : Tema-Interdisipliner
Total Jam : 16,5 Jam
Uraian Kegiatan :
Observasi pembuatan lubang resapan biopori adalah kegiatan pengamatan kondisi
lahan yang tersedia di Dusun Sirnasari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui
kondisi lahan dan ketersediaan lahaan untuk dilakukan pembuatan lubang resapan
biopori.

Dusun Sirnasari memiliki kondisi lahan yang cukup unik, yaitu ketebalan tanah yang
tipis sekitar 5 meter ke dalam langsung ditemukan lapisan batu solid yang tebal. Hal
ini menyebabkan ketersediaan air tanah di Dusun Sirnasari tidak banyak sehingga
pada musim kemarau Dusun Sirnasari mengalami kekeringan terutama pada
sumur-sumur warga. Pembuatan lubang resapan biopori akan difokuskan pada RT 5
dan 2.

Perawatan tanaman pengikat air


No. Sektor : 2.6.04
Klaster : Agro
Sifat Program : Tema-Monodisipliner
Total Jam : 49,5 Jam
Uraian Kegiatan :
Perawatan tanaman pengikat air adalah kegiatan merawat tanaman pengikat air
yang telah ditanam. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga tanaman yang telah
ditanam agar tetap hidup sehingga tujuan dari tanaman pengikat air dapat tercapai
di kemudian hari. Karena kondisi cuaca pada saat penanaman dan pasca
penanaman tidak terdapat hujan maka dilakukan penyiraman tanaman pengikat air
minimal 1 hari sekali. Kemudian apabila terdapat individu tanaman yang mati maka
dilakukan penggantian tanaman yang telah mati dengan tanaman yang hidup.
Hampir semua tanaman yang telah ditanaman tetap hidup. Ada beberapa tanaman
yang mati telah dilakukan penggantian tanaman.
Tanaman-tanaman yang kekeringan diberikan perlakuan khusus yaitu dipisahkan
dari semai yang lain kemudian daun daun yang masih ada di gugurkan secara
paksa dengan tujuan mengurangi penguapan, diharapkan tumbuh tunas daun yang
baru.

Dokumentasi program KKN


No. Sektor : 3.3.01
Klaster : Soshum
Sifat Program : Tema - Interdisipliner
Total Jam : 29,5 Jam
Uraian Kegiatan :
Dokumentasi program KKN merupakan kegiatan mendokumentasi kegiatan program
KKN yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Dusun Sirnasari. Kegiatan ini bertujuan
untuk mengabadikan momen program KKN yang dilaksanakan melalui melukiskan
cahaya dengan alat kamera, kemudian disimpan dalam harddisk sehingga rekan-
rekan yang membutuhkan foto program untuk membuat laporan pelaksanaan
kegiatan KKN atau sekedar melepas rindu dengan cara melihat foto yang telah
diabadikan tersebut dapat melihat di dalam harddisk melalui laptop.
Video Sirnasari
No. Sektor : 3.13.01
Klaster : Soshum
Sifat Program : Non Tema - Interdisipliner
Total Jam : 59 Jam
Uraian Kegiatan :
Video Sirnasari adalah kegiatan mengedit video yang telah di dokumentasi pada
program Dokumentasi Program KKN. Kegiatan ini bertujuan untuk mengabadikan
momen kegiatan program KKN dalam bentuk gambar yang bergerak atau disebut
dengan video sehingga rekan-rekan yang ingin melepas rindu dengan cara melihat
gambar yang bergerak dapat dilihat melalui video ini, tidak perlu melihat satu-
persatu file video yang telah didokumentasi. Video ini diusahakan diedit semenarik
rupa sehingga rekan-rekan maupun masyarakat setempat mampu terhibur.
Hasil dari program ini adalah 2 video dengan judul Sirnasari dan Program Tema
KKN. Video dengan judul Sirnasari berisikan kegiatan rekan-rekan Dusun Sirnasai
yaitu berupa kegiatan program non tema dan kegiatan-kegiatan lainnya. Video
dengan judul Program Tema KKN berisikan kegiatan rekan-rekan Dusun Sirnasari
yaitu berupa kegiatan program tema di Dusun Sirnasari, yang nantinya video ini
akan diberikan kepada Kepala Desa dan Kepala Dusun sebagai bukti bahwa kami
telah melaksanakan program tema selama KKN, serta video ini sebagai kenang-
kenangan untuk masyarakat Mekarsari.

Lomba Pasca Lebaran


No. Sektor : 3.4.04
Klaster : Soshum
Sifat Program : Non Tema - Interdisipliner
Total Jam : 27 Jam
Uraian Kegiatan :
Lomba pasca lebaran adalah kegiatan perlombaan estafet lomba balap kelereng,
lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku ke dalam botol, lomba
memecahkan air yang ada di plastik dan lomba balap balon. Kegiatan ini dilakukan
di SD Pasirgoong pada tanggal 22 Juli 2017. Persiapan kegiatan dimulai dari jam 9
pagi yaitu mempersiapkan lapangan serta menngondisikan siswa-siswa SD
Pasirgoong. Lomba ini terlaksana selama kurang lebih 15 menit, Juara pertama
diraih oleh kelas 6, Juara kedua oleh kelas 5b, Juara ketiga diraih oleh kelas 4a.

Hambatan dan tantangan


Perbedaan bahasa sedikit menghambat kegiatan program-program kami namun hal
ini dapat diantisipasi dengan membawa rekan kami yang bisa berbahasa Sunda
disetiap program yang kami laksanakan, namun hal ini juga menjadi tantangan bagi
kami yang belum mengerti Bahasa Sunda untuk mempelajari Bahasa Sunda
sehingga wawasan bahasa kami bertambah. Inilah salah satu bukti bahwa Indonesia
kaya akan suku dan bahasa.
Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat

Mahasiswa banyak mendapatkan bantuan, yaitu dari Balai Persemaian Permanen,


Dinas Kesehatan, sekolah-sekolah, serta masyarakat. Masyarakat antusias dengan
kedatangan tim KKN sehingga masyarakat dengan senang hati menawarkan bantuan
kepada kami. Masyarakat merupakan komponen penting dalam KKN-PPM ini. Oleh
karena itu peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memenuhi semua program-
program yang telah direncanakan. Kami telah melakukan koordinasi terhadap Kepala
Desa, Kepala Dusun serta masyarakat setempat untuk ikut serta dalam program-
program KKN yang telah direncanakan. Contohnya dalam program penanaman dan
perawatan tanaman pengikat air, Ketua RT 2 yaitu pak Uyat turut serta menanam
tanaman pengikat air serta menyiramnya.

Keterlibatan dalam masyarakat


Kami mengikuti kegiatan-kegiatan rutin yang dilakukan oleh masyarakat setempat
yaitu pengajian setiap minggu dan sesekali makan bersama warga. Makan bersama
dengan warga merupakan hal yang mampu menumbuhkan kerukunan dan
kebersamaan. Selain itu kami juga mengikut bersih-bersih sekolah bersama dengan
murid-murid serta guru di SDN Pasirgoong. Ini menyebabkan kami semakin dekat
dengan murid-murid SDN Pasirgoong.

Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi lokal dan
budaya
Dengan tema "Konservasi air melalui gerakan memanen air hujan sebagai upaya
penyediaan air bersih berbasis masyarakat penulis penasaran kenapa Desa
Mekarsari mengalami kekeringan padahal Desa Mekarsari diapit oleh dua sungai
yaitu sungai Cibelengbeng dan Cilegok. Pada saat wawancara dengan Kepala Dusun
penulis diberitahu bahwa ketebalan tanah di Desa Mekarsari tergolong tipis, yaitu
kurang lebih sekitar 5 meter kemudian langsung terdapat lapisan batu solid.
Kemudian penulis menemukan sebuah penampang melintang bukit. Ternyata benar
adanya informasi dari Kepala Dusun. Penulis melihat sebuah penampang melintang
bukit dengan ketebalan tanah kurang lebih 5 meter dan dibawah 5 meter itu terdapat
lapisan batu yang solid. Ini merupakan salah satu anugerah Allah S.W.T., yang
sepatutnya kita syukuri. Dengan lapisan batu yang tebal ini masyarakat
memanfaatkannya dengan menjadikan lapisan batu tersebut ke bentuk bongkahan-
bongkahan batu sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan sehingga
dapat membantu finansial masyarakat setempat. Dalam proses memecah lapisan
batu solid tersebut masyarakat menggunakan alat-alat sederhana seperti palu
pemecah batu. Di bentang lahan lainnya, terdapat lahan dengan ketebalan tanah
yang sama namun di dalamnya terdapat lapisan semacam batuan kapur yang tebal.
Masyarakat setempat memanfaatkan lapisan batuan kapur tersebut untuk material
bahan bangunan. Dalam proses pengolahannya cukup unik, yaitu masyarakat
langsung melakukan penggergajian pada lapisan batuan kapur tersebut, dibuat
persegi panjang seperti batu bata, kemudian siap pakai.
Selain itu penulis menemukan kebun kelapa yang sangat luas. Sesekali melewati
kebun kelapa tersebut terhirup aroma gula kelapa. Ini menandakan masyarakat
setempat memanfaatkan pohon kelapa tersebut untuk diambil gulanya. Setelah
penulis lihat di Google earth
Potensi pengembangan/keberlanjutan
Desa Mekarsari memeiliki potensi sebagai produsen gula kelapa. Apabila produksi
gula kelapa ini dikelola dengan pengelolaan yang baik dan tepat, Desa Mekarsari
bahkan Sukabumi mampu menjadi produsen gula kelapa yang berkualitas sehingga
mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Selain itu pada kebun kelapa pada bagian bawahnya mampu ditanami tanaman
pertanian sehingga selain mendapatkan hasil dari gula kelapa, masyarakat dapat
mendapatkan hasil tambahan dari hasil tanaman pertaniannya. Ini akan menambah
nilai ekonomi masyarakat sehingga dapat menambah kesejahteraan masyarakat
setempat.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan


Sudah kesekian kali menginjakkan kaki di tanah Sunda, namun baru kali ini
menginjakkan kaki di perdesaan. Banyak anak-anak kecil menghampiri pondokkan
kami. Bermain dengan anak-anak seakan-akan menjadi seperti Program Tema.
Setiap hari ada saja jam nya. Penulis tidak mengerti apa yang anak-anak ini katakan.
Anak-anak ini seperti kumpulan minion yang berbicara bahasa yang belum penulis
pernah dengar sebelumnya. Namun terlihat lucu dan menggemaskan. Penulis sangat
terkesan ketika bermain dengan anak-anak kemudian adzan berkumandang, anak-
anak tersebut segera berpamitan pulang dengan alasan kak, bade sholat heula.
Penulis tidak faham artinya secara keseluruhan, tetapi terdapat kata Sholat dan
waktu adzan berkumandang, penulis kira artinya aku ingin Sholat dulu. Anak-anak
disini begitu disiplin dalam melaksanakan ibadah. Bahkan seringkali kami diingatkan
anak-anak ini untuk pergi sholat ke musholla terdekat.
Hari Jumat tiba. Teman penulis yang pernah KKN di Desa Mekarsari mengatakan,
masyarakat Desa Mekarsari setelah melaksanakan sholat Jumat 2 rakaat langsung
melakukan sholat 4 rakaat. Ternyata benar. Setelah sholat Jumat 2 rakaat, langsung
ada qomat. Sholat sunat jamaah pada siang hari? Oh ini berarti sholat dzuhur,
gumam penulis. Kami bertiga langsung pergi keluar Masjid. Penulis melakukan ini
karena belum pernah mendengar ataupun membaca perintah dari Allah SWT ataupun
dari Rasulullah SAW mengenai hal ini. Kami bertiga pulang menuju pondokkan
dengan mendapatkan pertanyaan kok cepet dek? oleh ibu-ibu setempat. Kejadian
ini sampai ditelinga ulama Dusun Sirnasari. Pada Jumat kesekian, ulama tersebut
ceramah dengan isi mengenai sholat 4 rakaat setalah sholat Jumat. Penulis dapat
mengambil kesimpulan dari isi ceramah tersebut yaitu meminta jamaah untuk
melaksanakan sholat 4 rakaat setelah sholat Jumat 2 rakaat. Beliau tidak
menyebutkan kenapa harus melaksanakan sholat 4 rakaat setelah melaksanakan
sholat jumat 2 rakaat. Ikuti saja, tidak perlu ada pertanyaan. Kurang lebih seperti itu.
Terdapat sebuah Sekolah Dasar Negeri di dekat pondokkan kami, yaitu SDN
Pasirgoong. Penulis terkesan dengan akrabnya guru dengan murid. Ketika kami
makan bersama di SDN Pasirgoong, ada beberapa siswa yang lewat di dekat kantor
guru untuk ikut makan bersama.
Masyarakat Desa Mekarsari adalah masyarakat yang ramah dan peduli kepada
tetangganya. Berbeda sekali dengan di kota kelahiran penulis, Bekasi. Selain itu,
siswa SDN Pasirgoong banyak yang bertempat tinggal jauh di SDN Pasirgoong.
Mereka pergi ke sekolah setiap hari dengan jalan kaki menempuh jarak yang jauh. ini
berarti masyarakat sudah sadar akan pentingnya pendidikan. Namun sangat
dipenulisngkan fasilitas yang tersedia kurang memadai.

VIII. KESIMPULAN
Setelah sekitar 50 hari melaksanakan kegiatan KKN di Desa Mekarsari dapat diperoleh
kesimpulan :
Masyarakat sangat antusias akan kehadiran mahasiswa KKN UGM di Desa Mekarsari.
Warga Desa Mekarsari memiliki nilai kerukunan dan kebersamaan yang tinggi.
Masyarakat sudah sadar akan pentingnya pendidikan, namun sarana dan prasarana kurang
memadai.
Pengelolaan sumber daya alam yang tepat akan membuat Desa Mekarsari lebih sejahtera.
IX. SARAN
Setelah sekitar 49 hari melaksanakan kegiatan KKN di Desa Mekarsari, ada beberapa saran
yang dapat ditujukan kepada desa :
- Agar masyarakat sejahtera, jalan perlu diperbaiki sehingga proses ekonomi berjalan dengan
lancar.
- Pelihara sumber air alami maupun buatan sehingga pada musim kemarau penggunaannya
dapat berkelanjutan
- Dibuatnya MCK umum agar kebersihan terjaga
LAMPIRAN

Berikut ini adalah hasil pendokumentasian selama kegiatan KKN-PPM Antarsemester 2016
diberlangsungkan:

Gambar 1 dan 2. perawatan tanaman pengikat air, yaitu penyiraman rutin; dan Tunas daun tumbuh
kembali contohnya pada semai Trembesi.

Gambar 3. Penulis bersama warga mengamati calon lokasi penanaman


Gambar 4. Seorang siswa sedang menerkam kerupuk yang tak berkutik terikat di tali.

Gambar 5. Dokumentasi Program KKN


Gambar 6. Worksheet Video Sirnasari menggunakan Adobe Premiere CC 2017

Gambar 7. I-1 Rekap


LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(Individu)

KULIAH KERJA NYATA


PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
TAHUN: 2017

SUB UNIT : C (DUSUN SIRNASARI)


UNIT : 17T-JBR09 (DESA MEKARSARI)
KECAMATAN : CIRACAP
KABUPATEN : SUKABUMI
PROVINSI : JAWA BARAT

Disusun Oleh :

Nama Mahasiswa : SURINI


Nomor Mahasiswa : 14/368288/SV/06787

SUBDIREKTORAT KKN
DIREKTORAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)
Universitas Gadjah Mada merupakan bentuk kegiatan pengabdian dari
mahasiswa Universitas Gadjah Mada kepada masyarakat secara langsung.
Dengan adanya pelaksanaan kegiatan KKN, diharapkan mahasiswa mampu
membagikan ilmu yang diperoleh dari perkuliahan kepada masyarakat serta
mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman bermasyarakat.

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM)


Unit JBR-09 mengangkat tema Konservasi Air Melalui Gerakan Memanen Air
Hujan Sebagai Upaya Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat yang
dilaksanakan di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi,
Provinsi Jawa Barat selama kurang lebih 50 hari, mulai dari awal pelaksanaan
KKN tanggal 10 Juni sampai dengan 4 Agustus 2017.

Desa Mekarsari terbagi menjadi menjadi 5 dusun yaitu dusun Cisentul,


Cimuncang, Bojongkopo, Sirnasari dan Rancasari. Kelima dusun tersebut
tidak semua dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan KKN-PPM, melainkan
diambil 4 dusun dalam pelaksanaan kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah
Mada yaitu dusun Cisentul yang merupakan sub-unit A, dusun Bojogkopo
merupakan sub-unit B, dusun Sirnasari merupakan sub-unit C dan dusun
Rancasari merupakan sub-unit D. Masalah utama yang terjadi dari ke empat
dusun hamir sama yaitu masalah air terutama pada musim kering. Desa
Mekarsari memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun ketersediaan air
sangat terbatas. Penduduk Desa Mekarsari secara garus besar bekerja
sebagai petani, Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan perantauan di kota
seberang.

PENDAHULUAN
Desa Mekarsari merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan
ciracap yang dulunya merupakan sebuah hutan yang dibedah karena
pemekaran dari desa Cikangkung. Mekarsari dapat dikatakan sebagai
salah satu desa terpencil yang letak desanya tidak strategis dengan
peradaban kota. Jarak Desa Mekarsari dari pusat Kota Sukabumi
terbilang cukup jauh yaitu ditempuh sekitar 4 samapai 5 jam. Kondisi
Desa Mekarsari dapat terbilang cukup memprihatinkan dilihat dari segi
pendidikan, pola pemikiran masyarakat yang kurang mendukung
anaknya untuk sekolah sampai kejenjang yang lebih tinggi, kesehatan
reproduksi terutama wanita karena masih banyak pernikahan dini,
tempat pelayanan kesehatan yang jauh dari desa ketika ada suatu
keadaan darurat yang harus dirujuk sangat membutuhkan waktu yang
lama, akses fisik jalan banyak yang berlubang, serta belum adanya
lampu jalan.

Sirnasari merupakan salah satu dusun yang digunakan dalam


pelaksanaan kegiatan KKN-PPM yang saat ini merupakan tahun ke tiga
pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Adanya pelaksanaan
kegiatan KKN di dusun ini disambut baik oleh masyarakat. Warga
sangat terbuka dan menerima baik adanya mahasiwa yang menjadi
tamu sekaligus belajar dalam pengabdian masyarakat di dusun
Sirnasari. Warga dusun Sirnasari khususnya sangat mendukung dan
berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang kami lakukan.

Situasi dan kondisi Desa Mekarsari memberikan banyak pembelajran


kepada kami, salah satunya yaitu bahasa. Bahasa sunda merupakan
bahasa pokok sehari-hari masyarakat setempat, sehingga ketika kita
berbincang dengan masyarakat lebih tepatnya kami banyak tidak
memahami bahasa mereka. Ada pula beberapa warga yang belum fasih
dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Bahasa merupakan
kendala utama dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

PEMBAHASAN
Hasil kegiatan
1. Penyuluhan dan Edukasi Pemberantasan Jentik Nyamuk
No Sektor : 1.7.02
Klaster : Saintek
Sifat Program : Pokok Tema, Interdisipliner
Total Jam : 47.5 jam
Uraian Kegiatan :
Penyuluhan dan edukasi pemberantasan jentik nyamuk
menjadi salah satu program pokok tema karena dari hasil
wawancara dibeberapa warga di dusun Cimuncang sering
terkena penyakit DBD. Berdasarkan hasil wawancara tersebut
klaster medika mengusung program tema penyuluhan dan
edukasi pemberantasan jentik nyamuk. Program ini
dilaksanakan setelah survey jentik nyamuk selesai, tujuan
survey jentik nyamuk yaitu untuk mengetahui kondisi bak
mandi masyarakat apakah ada jentik nyamuknya atau tidak
serta mengetahui ada tidaknya masyarakat yang terkena
penyakit DBD ataupun malaria. Sedangkan penyuluhan dan
edukasi bertujuan untuk memperkenalkan 3M Plus dalam
mengatasi jentik nyamuk, serta diharapkan masyarakat
mampu melaksanakan dan mmpu memberantas jentik
nyamuk secara mandiri. Sasaran kegiatan penyuluhan dan
edukasi jentik nyamuk yaitu seluruh warga desa Mekarsari,
namun lebih di fokuskan setiap dusun. Kegiatan penyuluhan
dilakukan di perkumpulan ibu-ibu dan secara door to door di
dusun Sirnasari.

Kegiatan penyuluhan dan edukasi pemberantasan jentik


nyamuk berjalan lancar. Tetapi terdapat beberapa kendala
yaitu puskesmas tidak jadi memberikan abate untuk
pelaksanaan edukasi dengan alasan abate terbatas oleh
pemegang programernya, sehingga bak mandi warga yang
ternominasi positif tidak dapat dilakukan pemberian abate dan
terpaksanya hanya diberikan penyuluhan 3M Plus.

2. Sosialisasi dan Edukasi Mengenai Air Bersih


No Sektor : 1.7.02
Klaster : Saintek
Sifat Program : Pokok Tema, Interdisipliner
Total Jam : 54 jam
Uraian Kegiatan :
Berdasarkan pengamatan selama KKN, air di Desa Mekarsari
merupakan permasalahan utama pada musim kemarau
maupun musim hujan. Ketika musim kemarau air sangat
terbatas dan sulit, namun ketika musim hujan air yang ada di
desa Mekarsari mengalami perubahan warna menjadi kuning
atau keruh oleh karena itu masyarakat perlu mendapatkan
sosialisai dan edukasi air bersih.

Sosialisasi dan edukasi air bersih bertujuan memberikan


pengetahuan kepada masyarakat mengenai perbedaan air
bersih dan air yang kurang bersih sehingga masyarakat dapat
membedakan serta masyarakat dapat memilah ketika air
tersebut dikonsumsi. Sosialisasi dan edukasi air bersih di
lakukan di 4 dusun yaitu dusun Cisentul, dusun Bojongkopo,
dudun Sirnasari dan dusun Rancasari. Sosialisasi dan edukasi
dilaksanakan pada tanggal 30 Juni-4 Juli 2017 dengan
sasaran semua warga yang berada di 4 dusun tersebut dan
sistem penyuluhan yang digunakan yaitu secara door to door.

3. Edukasi Mengenai Akibat yang Timbul Karena Tubuh


Kekurangan Air
No Sektor : 4.2.01
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Pokok Tema, Monodislipiner
Total Jam : 38.5 jam
Uraian Kegiatan :
Berdasarkan hasil wawancara dengan warga sekitar, Desa
Mekarsari jarang adanya penyuluhan tentang kesehatan dan
warga pun mengatakan banyak yang belum mengetahui
akibat yang timbul karena tubuh kekurangan air. Selain itu
masyarakat belum banyak yang mengetahui mengenai
banyaknya minum air dalam sehari-hari. Hasil wawancara
tersebut dijadikan acuan bagi klaster medika dalam
pelaksanaan program kegiatan KKN. Sosialisasi mengenai
akibat yang tumbuh karena tubuh kekurangan air bertujuan
untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai
pentingnya air bagi tubuh serta dampak yang timbul jika ttubuh
kekurangan air. Sosialisasi ini diadakan di 4 dusun meliputi
dusun Rancasari, dusun Sirnasari, dusun Bojongkopo dan
dusun Cisentul. Edukasi mengenai akibat yang timbul karena
tubuh kekurangan air dilaksanakan pada tanggal 26-27 Juli
2017 dengan sasaran masyarakat serta metode yang
dilakukan yaitu secara door to door.

Saat dilakukan sosialisaisi banyak masyarakat yang tidak


mengerti akan pentingnya air bagi tubuh, masyarakat antusias
mendengarkan dan ada beberapa yang bertanya. Evaluasi
dari edukasi mengenai akibat yang timbul karena tubuh
kekurangan air yaitu setelah dilakukan sosialisasi, masyarakat
menjadi tahu dan akan berusaha untuk membiasakan minum
sehari 8 gelas atau lebih.

4. Pemeriksaan Glukosa, Kolesterol, Asam Urat


No Sektor : 4.2.23
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Pokok Non Tema, Monodisipliner
Total Jam : 15 jam
Uraian Kegiatan :
Pemeriksaan glukosa, kolesterol dan asam urat bertujuan
untuk mengetahui serta mendeteksi kondisi kesehatan warga
desa Mekarsari terhadap penyakit degeneratif. Sasaran
kegiatan pemeriksaan glukosa, kolesterol, asam urat yaitu
seluruh warga desa Mekarsari terutama lansia. Kegiatan ini
dilaksanakan di balai desa Mekarsari, jumlah peserta yang
mengikuti pemeriksaan glukosa, kolesterol dan asam urat
yaitu 52 orang.
Pelaksanaan program secara keseluruhan berjalan dengan
lancar. Namun ada beberapa kendala yaitu terjadi mis
komunikasi dengan petugas puskesmas sehingga pihak
puskesmas sedikit menegur kami. Selain itu prosedur awal
dalam pemeriksaan tidak disampaikan oleh panitia yang telah
diberikan tugas sehingga peserta cek kesehatan saling
berebut untuk diperiksa pertama. Ketika pemeriksaan
berlangsung petugas puskesmas kurang berkomunikasi
dengan masyarakat dan kurangnya memberikan konsultasi
kepada warga sehingga warga banyak yang tidak tahu
bagaimana cra menangani penyaki degeneratif yang telah
diderita.
Kesimpulan berdasarkan hasil pemeriksaan glukosa,
kolesterol, asam urat yang telah dilaksanakan yaitu
masyarakat banyak yang menderita penyakit degeneratif
selain itu masyarakat pula banyak yang menderita penyakit
hipertensi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena faktor usia
dan pola hidup yang tidak sehat dan secara garis bedsar
warga desa Mekarsari menyukai makanan yang asin.

5. Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara (SADARI),


Kanker Serviks dan Penyakit Degeneratif
No Sektor : 4.2.05
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Pokok Non Tema, Monodisipliner
Total Jam : 40 jam
Uraian Kegiatan :
Kaker payudara dan kanker servik merupakan penyakit yang
mematikan terutama kaum wanita. Kanker payudara menjadi
pembunuh nomor 2 wanita Indonesia, sedangkan penyakit
degeneratif merupakan penyakit yang sering terjadi
dimasyarakat serta masih banyak masyarakat yang kurang
memperhatikan kesehatan tubuhnya. Penyuluhan ini
dilaksanakan 3 kali penyuluhan pada hari minggu sore yaitu :
1. Penyuluhan deteksi dini kanker payudara dilaksanakan
pada tanggal 9 Juli 2017. Sasaran penyuluhan yaitu wanita
usia subur (WUS), premenaupouse maupun menaupouse.
2. Penyuluhan kanker servik dilaksanakan pada tanggal 16
Juli 2017. Sasaran penyuluhan yaitu semua warga yang
berjenis kelamin perempuan.
3. Penyuluhan penyakit degeneratif dilaksanakan pada
tanggal 23 Juli 2017 dengan sasaran semua warga baik
wanita maupun laki-laki.

Kegiatan ini dilakukan di pergajian rutin ibu-ibu dusun


Sirnasari dan ada pula yang melakukan konsul mandiri.
Evaluasi penyuluhan deteksi dini kanker payudara (SADARI),
kanker serviks, penyakit degeneratif yaitu masyarakat belum
pernah mendapatkan penyuluhan SADARI, kanker servik
maupun penyakit degeneratif. Setelah dilakukan penyuluhan
ini masyarakat jadi mengerti dan memahami tentang penyakit
kanker payudara dan kanker servik, serta masyarakat akan
melaksanakan pemeriksaan payudara sendiri guna untuk
mendeteksi ada tidaknya kanker dipayudara dan masyarakat
yang memiliki penyakit degeneratif akan melakukan diet untuk
mencegah kemungkinan kambuh.

Setelah dilakukan penyuluhan kanker serviks ada beberapa


masyarakat yang sadar akan pentingnya pemeriksaan untuk
mendeteksi ada tidaknya kanker servik pada dirinya, sehingga
masyarakat yang mulai menyadari tersebut melakukan
pemeriksaan IVA dipuskesmas Ciracap.

6. Penyuluhan Kanker Serviks, Penyuluhan Deteksi Dini


Kanker Payudara (SADARI)
No Sektor : 4.2.05
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Pokok Non Tema, Monodisipliner
Total Jam : 24 jam
Uraian Kegiatan :
Penyuluhan kanker servik dan SADARI bertujuan untuk
memberikan pengetahuan bagi masyarakat terutama kaum
wanita karena kedua kanker ini merupakan kanker nomor 2
yang mematikan wanita Indonsia. Deteksi dini kanker
payudara dengan periksa payudara sendiri (SADARI)
merupakan salah satu cara termudah untuk mencegah dan
mengetahui terjadinya kanker payudara. Penyuluhan
dilakukan pada tanggal 18 Juli 2017.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di SMPN 5 Ciracap dengan


sasaran remaja putri agar mereka mengetahui cara
mendeteksi kanker payudara dan agar mereka terbiasa
melakukan SADARI sejak dini. Penyuluhan yang diberikan
yaiu dengan pemberian materi serta praktik SADARI.

7. Senam lansia, senam anti stroke, senam anti diabetes,


senam anti penakit jantung, senam anti penyakit
hipertensi, senam anti penyakit kolesterol
No Sektor : 4.2.01
Klaster : Kesehatan Kedokteran
Sifat Program : Pokok Non Tema, Monodislipiner
Total Jam : 40.5 jam
Uraian Kegiatan :
Senam merupakan salah satu bentuk kegiatan olahraga yang
belum pernah dilakukan ataupun diadakan di dusun Sirnasari
sehingga membuat mahasiwa melaksanakan program senam.
Warga desa Mekarsari banyak yang menderita penyakit
degeneratif oleh karena itu mahasiswa tidak melaksanakan
senam yang hanya sembarang senam melainkan senam
lansia, senam anti stroke, senam anti diabetes, senam anti
penakit jantung, senam anti penyakit hipertensi, senam anti
penyakit kolesterol guna merupakan salah satu edukasi untuk
meangani penyakit degeneratif yang banyak diderita warga
terutama lansia.
Kegiatan senam dilaksanakan setiap satu minggu sekali yaitu :

1. Senam anti stroke dan senam anti diabetes dilaksanakan


pada tanggal 1 Juli 2017.
2. Senam anti penyakit jantung dan senam lansia
dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2017.
3. Senam anti penyakit hipertensi dan senam anti penyakit
kolesterol dilaksanakan pada tanggal 15Juli 2017.
Kegiatan ini dilakukan dengan sasaran semua warga yang
berada di dusun Sirnasari. Tempat pelaksanaan senam lansia,
senam anti stroke, senam anti diabetes, senam anti penakit
jantung, senam anti penyakit hipertensi, senam anti penyakit
kolesterol yaitu dilapangan SDN Pasirgoong.

Evaluasi pelaksanaan kegiatan yaitu warga sangat senang


dengan diadakannya senam didusun siarnasari, warga banyak
yang mengatakan tubuhnya terasa lebih segar setelah
mengikuti senam.

Hambatan dan tantangan


Selama 54 hari menjalankan program KKN di desa Mekarsari,
sebagian besar semua program sudah berjalan dengan baik. Ada
beberapa hambatan yang menyertai keberlangsungan
pelaksanaan program yaitu masalah bahasa, karena masyarakat
lebih sering menggunakan bahasa sunda sehingga kami kesulitan
dalam berkomunikasi. Selain bahasa yaitu akses jalan yang rusak
sehingga menjadi salah satu penyulit mobilitas mahasiswa KKN
melaksanakan kegiatan dan sedikit kesulitan dalam
mengumpulkan warga.
Jejaring kemitraan dan peran serta masyarakat
Dalam pelaksanaan program cek kesehatan yang meliputi
pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, kami klaster
medika mengajukan kemitraan dengan petugas puskesmas
sebagai bentuk melibatkan petugas kesehatan dalam
menjalankan program. Bantuan yang diberikan petugas
puskesmas Ciracap dalam bentuk tenaga saat pelaksanaan
kegiatan berlangsung. Kami juga mengajukan mitra dengan
puskesmas terkait edukasi pemberantasan jentik nyamuk yaitu
kami meminta bantuan agar pihak puskesmas memberikan abate
jika hasil survey jentik nyamuk didapatkan hasil positif. Selain itu
kami banyak mendapat bantuan, baik materiil ataupun tenaga dari
perangkat dudun maupun warga setempat. Berbagai bantuan
tersebut membuat kami lebih mudh dalam menjalankan program
maupun menjalani kehidupan bermasyarakat di Desa Mekarsari.

Keterlibatan dalam masyarakat


Selama pelaksanaan KKN, warga serta perangkat desa sering
memberikan informasi terkait apa yang kami butuhkan dalam
melancarkan program yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN.
Selain memberikan informasi, bapak RT dan bu RT sering
membantu dalam mengumpulkan masyarakat untuk mengikuti
pelaksanaan program senam lansia yang dilakukan setiap
seminggu sekali yaitu pada hari sabtu sore.

Temuan Baru dan atau unik dalam hal kekayaan alam, teknologi
lokal dan budaya
Dalam pelaksanaan kegiatan KKN kami banyak menemukan
pemandangan yang indah yang merupakan potensi wisata
disekitar tempat KKN. Desa mekarsari termasuk desa yang
memiliki potensi kekayaan alam salah satunya pertanian yang
memiliki kualitas cukup baik pada musim tanam, sehingga di desa
ini beras cukup melimpah. Desa mekarsari juga memiliki
beberapa produksi yaitu pembuatan gula merah yang dikerjakan
oleh warga bumi sendiri, serta banyak masyarakat terutama kaum
wanita banyak yang ahli membuat membuat cemilan seperti
ceriping pisang, ceriping singkong, opak, rengginang sehingga hal
tersebut seharusnya lebih bisa di manfaankan oleh semua pihak,
pihak pemerintah, dinas maupun warga dapat lebih
mengembangkan sehingga berpoensi menambah pemasukan
warga.

Potensi pengembangan/keberlanjutan
Adanya potensi-potensi tersebut diharapkan pemerintah yang
terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada Desa Mekarsari
terutama dalam pengembangan potensi yang ada untuk
mendongkrak perekonomian warga. Bentuk perhatian yang dapat
diberikan yaitu berupa dukungan dan memfasilitasi para petani
serta para ibu-ibu yang dapat membuat makanan cemilan
diberikan fasiliats berupa peralatan yang dapat mendukung
keberhasilan kinerja warga.

Pengayaan batin dan petualangan kemanusiaan


Kedatangan mahasiswa KKN disambut dengan baik oleh
masayrakat. Kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada
disambut dengan baik sangat diharapkan oleh warga dan
perangkat desa untuk membantu memajukan Desa Mekarsari.
Pemerintah desa memberikan kepercayaan dan keleluasan
kepada mahasiswa dalam menjalankan program sesuai yang
diinginkan mahasiswa. Pihak pemerintah sedikitpun tidak pernah
memberikan tekanan kepada mahasiswa KKN, pemerintah desa
selalu siap membantu melanjarkan program yang telah dibentuk
mahasiswa KKN, selain itu masyarakat juga banyak memberikan
saran maupun ide kepada mahasiswa sehingga mahasiswa dapat
menjalankan program dengan minim kenadala.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil observasi dan laporan pelaksanaan kegiatan KKN-PPM
UGM antar semester 2017 di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap,
Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, dapat disimpulkan bahwa :

1. KKN-PPM dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk


menerapkan ilmu yang telah didapatkan di perkuliahan serta dapat
memahami kondisi lingkungan dalam kehidupan bermasayrakat yang
sesungguhnya.
2. Pemilihan program yang telah dilaksanakan berdasarkan pada kebutuhan
masyarakat dan kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan program.
3. Selama pelaksanaan KKN semua program dapat dijalankan dengan baik
ketika pemerintah dan warga ikut serta dalam melancrkan kegiatan yang
telah dibentuk oleh mahasiswa.
4. Terdapat 7 program pokok dengan rincian 3 program tema dan 4 program
non tema.

SARAN
1. Perlu adanya pendekatan dan penyuluhan terkait masalah kesehatan
dengan tenaga kesehatan terhadap warga sehingga warga dapat
mengetahui masalah kesehatan dan dengan adanya penyuluhan dapat
diharapkan warga lebih waspada serta warga dapat menjaga kesehatan
dengan baik.
2. Diharapkan pemerintah dapat mengupayakan fasilitas desa berupa
perbaikan infrastuktur dan penerangan jalan perlu dibangun untuk
mobilitas di Desa Mekarsari.
3. Perlu adanya dukungan dari pemerintah maupun dinas dalam
mengembangkan inovasi produk pangan sehingga dapat meningkatkan
taraf perekonomian warga.
LAMPIRAN
Berikut ini adalah hasil dokumentasi selama kegiatan KKN-PPM antar
semeseter 2017 diberlangsungkan :
1. Program Pokok Tema

Gbr 1. Penyuluhan dan Edukasi Pemberantasan Jentik Nyamuk

Gbr 2. Sosialisasi dan Edukasi Air bersih


Gbr 3. Edukasi Mengenai Akibat yang Timbul Karena Tubuh Kekurangan
Air

2. Program Pokok Non Tema

Gbr 1. Pemeriksaan Glukosa, Kolesterol, Asam urat


Gbr 2. Penyuluhan Detesi Dini Kanker Payudara (SADARI), Kanker
Serviks dan Penyakit Degeneratif

Gbr 3. Penyuluhan Kanker Serviks, Penyuluhan Deteksi Dini Kanker


Payudara (SADARI)
Gbr 4. Senam Lansia, senan Anti Stroke, Senam Anti diabetes, senam
anti Penyakit Jantung, Senam Anti penyakit Hipertensi, Senam Anti
penyakit Kolesterol

3. Rekapitulasi JKEM