Anda di halaman 1dari 2

BAHAN KHOTBAH/RENUNGAN 24 FEB 2017 SMAN 3 PS

TUJUAN
Remaja/pemuda kristen mampu mengenali kualitas diri dengan senantiasa berlaku
jujur dalam hidupnya.

BAHAN
Amsal 1:1-7 (7)

PENGANTAR
Benarkah Ujian Nasional (UN) dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan dapat
dipercaya? Faktanya dari tahun ke tahun, persoalan kebocoran soal, perilaku
menyontek dan sejenisnya masih terjadi. Dengan kata lain, aneka macam
kecurangan masih mewarnai pelaksanaannya sampai sekarang. Karena itu hakikat
UN (dan ujian lainnya) perlu ditegaskan ulang. UN adalah ujian kejujuran sekaligus
ujian kualitas bagi peserta didik, guru dan pihak-pihak yang terkait dengan dunia
pendidikan. Demikian komentar Bp. A. Kusnadi M.Si., koordinator Pelaksana Harian
Yayasan Pembina IKIP Veteran Semarang (Harian Suara Merdeka, Selasa 17 April
2012)
Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa di sekolah atau di bangku kuliahpun, ketika
ada ulangan/ujian masih saja yang namanya kecurangan terjadi. Dengan berbagai
macam cara siswa/mahasiswa berusaha memperoleh nilai yang tinggi, termasuk
dengan cara-cara yang curang dan tidak jujur.

Hal ini terjadi, karena masih banyak siswa/mahasiswa yang lebih mementingkan
target ketimbang kualitas. Dengan mendasarkan pada target siswa/mahasiswa lebih
mengedepankan nilai kelulusan dan bukan kompetensi atau penguasaan materi.

Meskipun demikian kita juga tidak menutup mata, bahwa masih banyak
siswa/mahasiswa yang belajar dengan sungguh-sungguh, all out, dan juga diimbangi
guru/dosen yang serius membekali siswa/mahasiswanya dalam menghadapi
berbagai ujian.
Kualitas seperti apa yang seharusnya dimiliki remaja/pemuda kristen dalam
kehidupannya? Supaya generasi yang muncul dari kaum muda kristen benar-benar
generasi berkualitas dan jujur. Bagaimana Alkitab memberi dasar dan pedoman
untuk mewujudkan hal itu?

PENJELASAN TEKS
Kitab Amsal merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kumpulan sastra
hikmat di dalam Perjanjian Lama. Di wilayah Timur Tengah, kebijaksaan/hikmat
adalah bagian dari kehidupan rohani dan kebudayaan yang sangat dihargai.

Di Israel sendiri, dasar kebijaksanaan itu bersifat religius-teologis, artinya


berkenaan dengan hidup keagamaan dan relasinya dengan yang ilahi.
Dalam kitab Amsal kita dapati kebijaksanaan rohani Israel, yang berbentuk sastra
dan bersifat mendidik. Itu sebabnya seringkali penulis menyebut pembacanya
dengan anakku (1:8), yang menyiratkan relasi guru murid. Pokok penting yang
mau disampaikan dalam kitab ini ialah bagaimana orang bisa hidup sebagai orang
baik dan saleh menurut kehendak Allah.

Pasal 1:1-7, berisi panggilan kepada anak-anak muda supaya mencari


kebijaksanaan, yang menjadi tujuan ditulisnya Amsal ini. Dengan mengenal dan
mendalami Amsal ini, orang muda diharapkan: mengetahui, mengerti, dan
menerima hikmat dan didikan. Karena hikmat dan didikan inilah yang menjadikan
orang muda pandai, hidup benar dan jujur

Harapan tersebut dapat terwujud apabila orang muda dapat menemukan prinsip
dasarnya. Prinsip dasar ini sekaligus menjadi motto kitab Amsal: Takut akan
Tuhan adalah permulaan pengetahuan (ayat 7). Kata permulaan, berarti pangkal
berangkat atau inti. Tanpa takut akan Tuhan, satu-satunya Allah yang benar,
pengetahuan dan hikmat yang memberi pimpinan segenap hidup tidak akan
ditemukan.
Dengan pemahaman di atas, maka kita mengerti bahwa orang yang berkualitas tidak
sekadar pandai, namun juga senantiasa hidup benar dan memiliki kejujuran. Hal ini
tentunya akan terjadi apabila orang sejak masa kecilnya ada dalam kehidupan
lingkungan keluarga yang berkualitas, keluarga yang takut akan Tuhan.

Yang kedua yang mau kita lihat adalah Takut akan Tuhan berarti menyerahkan
seluruh totalitas hidup kita kepada Tuhan.

Takut dalam Alkitab itu ada dua hal:

1. Tira (Ing: Afraid-Perasaan Takut atau cemas)


2. Yirat (Ing: Fear- Hormat dan kagum kepada Allah, bukan hanya hormat
secara perkataan ttp juga tindakan act)

Maka Takut akan Tuhan bukan cemas bukan khawatir akan hidup ini. Tetapi takut
akan Tuhan berarti hidup yang berfokus di dalam Tuhan melalui Tindakan. Yesus
pun mengajarkan kepada Murid-muridNya agar fokus kepadaNya (lihat Matius
16:23)