Anda di halaman 1dari 103

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling
berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang
sama (WHO). Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal maka
dibutuhkan perawatan kesehatan masyarakat, dimana perawatan kesehatan masyarakat itu
sendiri adalah bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara kesehatan
masyarakat dan perawatan yang didukung peran serta masyarakat dan mengutamakan
pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan
kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh, melalui proses keperawatan untuk
meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya
kesehatan. Peningkatan peran serta masyarakat bertujuan meningkatkan dukungan
masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan serta mendorong kemandirian dalam
memecahkan masalah kesehatan.
Adanya globalisasi yang berpengaruh pada kemajuan IPTEK sehingga informasi
terkait kesehatan semakin dekat dengan masyarakat, dengan kemajuan tersebut maka
pelayanan kesehatan pula dituntut untuk meningkatkan kinerjanya. Pelayanan asuhan
keperawatan yang dilakukan bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya dalam rangka
mencapai tingkat kesehatan yang optimal. Dalam melaksanakan keperawatan komunitas,
sangat diperlukan kerjasama lintas sektoral salah satunya adalah kerjasama dengan Pusat
Kesehatan Masayarakat.
Salah satu pusat kesehatan masyarakat yang ada di Kota Denpasar adalah
Puskesmas III Denpasar Utara yang memiliki 6 Puskesmas Pembantu (Pustu). Desa
Peguyangan Kangin merupakan daerah binaan dari Puskesmas III Denpasar Utara yang
dibantu dalam pelaksanaannya oleh Pustu yang terletak di Pustu Peguyangan Kangin Jl.
Padma. Br. Kayangan.

Survey mawas diri dilakukan di Desa Peguyangan Kangin khususnya di Banjar


Ambengan yang dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 22 Agustus 2017

Pengkajian dilakukan dengan cara wawancara mengisi kuesioner, observasi dan


windshield survey.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


1|Page
Demi meningkatkan pelayanan kesehatan komunitas dan meningkatkan
profesionalitas mahasiswa keperawatan di STIKes Wira Medika PPNI Bali, maka praktik
komunitas dilakukan pada lingkungan Banjar Ambengan Peguyangan Kangin Denpasar
Utara sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa terhadap tugas dan pelayanan
keperawatan dimasyarakat.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan pengalaman praktik klinik keperawatan komunitas, mahasiswa
mampu merancang asuhan keperawatan komunitas pada setiap area pelayanan
keperawatan di komunitas.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi status geografi Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin
b. Mengidentifikasi status sosial ekonomi masyarakat di Banjar Ambengan
c. Mengidentifikasi status kesehatan masyarakat Banjar Ambengan
d. Menganalisa hasil pendataan/survey keperawatan komunitas
e. Merumuskan masalah keperawatan komunitas
f. Membuat perencanaan keperawatan komunitas/Plan Of Action (POA)

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


2|Page
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENYAJIAN DATA PENGKAJIAN


1. Data Geografi
a. Lokasi :
1) Provinsi : Bali
2) Kecamatan : Denpasar Utara
3) Desa : Peguyangan Kangin
4) Banjar : Ambengan

b. Windshiel Survey
Kondisi lingkungan Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
berdasarkan pengamatan kelompok kami, terdapat beberapa gang-gang kecil
dengan kelayakan kondisi jalan kurang baik dan tidak beraspal, dan 1 jalan utama
dengan nama jalan Cekomaria. Banjar Ambengan memiliki Balai Banjar yang
berada di Jalan utama yaitu di Jalan Cekomaria, kondisi Balai Banjar bersih namun
terkadang dari hasil observasi setiap paginya balai banjar terdapat sisa-sisa puntung
rokok dimana pada malam harinya ada beberapa pemuda yang menggunakan balai
banjar untuk beraktivitas. Pada sore harinya dibeberapa gang terdapat beberapa
penduduk yang sedang berkumpul sambil menikmati minuman beralkohol.

Di Banjar Ambengan tidak terdapat sarana transportasi umum dimana para


penduduknya lebih banyak menggunakan sarana transportasi pribadi dan tidak
terdapat petunjuk jalan atau rambu-rambu lalu lintas. Terdapat fasilitas kesehatan
berupa praktek Dokter, Bidan, Perawat pribadi dimana masyarakat Banjar
Ambengan mudah untuk menjangkaunya. Untuk pelayanan seperti posyandu
balita, sudah terlaksana namun peran dari masing-masing kader belum berfungsi
secara efektif. Banjar Ambengan dekat dengan pasar Agung dimana jarak antara
Banjar Ambengan sekitar kurang lebih 800 kilo meter. Banjar Ambengan juga
terdapat beberapa toko dan warung-warung kecil yang dimiliki oleh warga Banjar
Ambengan. Sepanjang jalan Banjar Ambengan terdapat selokan yang kurang
bersih, terdapat sumbatan dimana kurangnya kesadaran masyarakat akan

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


3|Page
lingkungan, sedangkan di beberapa gang terdapat beberapa selokan yang kurang
bersih dan ditumbuhi rumput.
Di Banjar Ambengan terdapat lapangan kecil yang bertempatan di sekitar
perumahan Jalan Gutiswa IA dan terdapat fasilitas penunjang kegiatan olahraga di
Balai Banjar Ambengan. Di Daerah Banjar Ambengan juga terdapat sungai yang
berlokasi di sebelah barat permukiman warga Banjar Ambangan, seluruh
permukiman warga Banjar Ambengan sudah terjangkau aliran listrik, dan jarak
rumah satu dengan yang lainnya saling berdekatan. Alat-alat komunikasi yang
dipergunakan di Banjar Ambengan yaitu kulkul banjar yang berlokasi di balai
banjar, speaker (pengeras suara) yang terletak di balai banjar , tidak terdapat
leaflet, poster, ataupun telepon umum namun, terdapat spanduk dan baliho serta
alat komunikasi yang dimiliki oleh masing-masing warga berupa telephone rumah
dan handphone. Untuk tempat pertemuan di banjar yaitu mempergunakan Balai
Banjar. Pelayanan jasa yang terdapat di Banjar Ambengan yaitu terdapat laundry
service, servis electronic, penjual pulsa, bengkel kendaraan bermotor, cuci
motor/mobil, dan salon. Jarak rumah penduduk ke pelayanan kesehatan terdekat
kurang lebih 1 kilometer dari Puskesmas Pembantu Denpasar Utara, sedangkan
jarak dengan Puskesmas III Denpasar Utara sekitar 6 kilometer.

c. Wawancara Tokoh Masyarakat


Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan tokoh masyarakat Made
Widiana selaku Kepala Dusun Banjar Ambengan yang sudah memimpin sekitar 2
tahun di Banjar Ambengan bahwa penduduk yang tinggal menetap di Banjar
Ambengan yang beberapa diantaranya tidak terdaftar sebagai warga dari Banjar
Ambengan terdapat di Jl. Cekomaria, ada yang pendatang dan ada yang asli warga
Banjar Ambengan (Banjar Adat). Sampai sekarang hubungan kekerabatan antar
penduduk asli dengan penduduk pendatang berjalan dengan baik dan harmonis
walaupun berbeda asal.
Banjar Ambengan dibatasi oleh Banjar Kedua disebelah utara, Banjar
Kayangan disebelah Selatan. Banjar Ambengan secara keseluruhan terdiri dari 534
KK, dalam pengkajian kami menggunakan sample data sebanyak 252 KK. Dimana
mayoritas pekerjaan penduduk adalah pelajar.
Di wilayah Banjar Ambengan terdapat UKM (Usaha Kecil Mengengah)
berupa Koperasi yang digerakkan oleh PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga).
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI
4|Page
Untuk saat ini SDM dalam pelayanan kesehatan, seperti Dokter Umum atau Dokter
Paktek Swasta dan Bidan sudah ada di Banjar Ambengan. Di Banjar Ambengan
terdapat 2 Dokter, 2 Perawat dan 5 Bidan dimana mereka sudah membuka Praktik
Mandiri sehingga setiap warga yang memiliki penyakit/keluhan dapat langsung
berobat. Banjar Ambengan sudah terdapat wadah perkumpulan remaja (STT)
dimana jumlah remaja yang ada yaitu kurang lebih 40 jiwa yang terdiri dari remaja
dengan penduduk asli Banjar Ambengan.
Tidak terdapat masalah kesehatan yang terlalu mengancam yang dirasakan
oleh masyarakat, biasanya yang sering dialami di Banjar Ambengan adalah
penyakit yang pada umumnya mengenai setiap individu, seperti batuk, pilek, flu
serta beberapa warga sempat terserang penyakit DB.
Tidak terdapat KLB dalam kurun waktu 6 bulan terakhir seperti kasus DB
yang banyak dialami oleh masyarakat. Jika terdapat KLB maka kepala lingkungan
sendiri berkoordinasi dengan petugas puskesmas yang langsung kemasyarakat
untuk mengkaji apa yang terjadi di banjar lalu melakukan pengobatan di tempat
dan sekaligus melakukan penyuluhan. Jika terdapat KLB maka masyarakat turut
serta dalam penanggulangan dimulai dari menjaga kebersihan, gotong royong, serta
melaksanakan fogging.
Posyandu balita pada Banjar Ambengan dilaksanakan rutin tiap bulan (setiap
tanggal 9) dan sudah memiliki kader yang berperan aktif dalam penyelenggaraan
posyandu balita, yang didampingi oleh petugas puskesmas. Posyandu lansia pada
Banjar Ambengan tidak aktif dilaksanakan hanya saja senam lansia rutin
dilaksanakan setiap hari minggu sore, terkecuali apabila terdapat hambatan seperti
Upacara Agama tidak dilakukannya senam lansia. Namun, tidak semua warga baik
balita maupun lansia datang ke untuk mengikuti senam lansia.
Di Banjar Ambengan tidak ada kebijakan tersendiri terkait dengan kesehatan,
seperti pemberian sanksi berupa denda, apabila membuang sampah sembarangan
hanya diberikan teguran langsung atau berupa peringatan semata.
Penyuluhan kesehatan yang diinginkan tentang kesehatan lingkungan,
perlunya diadakan tindakan nyata yang diinginkan dari puskesmas untuk
melakukan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan sehingga tidak
terjadi penyakit DB.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


5|Page
Gotong royong rutin dilakukan setiap 6 bulan, untuk setiap harinya ada
petugas kebersihan dari kantor desa dan masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga
kebersihan lingkungan rumah masing-masing setiap hari.
Pengolahan sampah di Banjar Ambengan sudah ada petugas kebersihan yang
mengambil pada sesuai dengan jadwal pengambilan sampah dan masih terdapat
warga yang membakar sambah di area terbuka.
Selama ini keamanan di Banjar Ambengan terjaga dengan adanya pecalang
dan hansip di setiap tempat. Media informasi yang sering dimanfaatkan masyarakat
adalah kulkul, speaker yang berada di banjar serta alat komunikasi berupa
handphone yang dimiliki oleh masing-masing warga. Apabila terdapat informasi
yang bersifat penting (urgent) akan diberitahukan lewat sinoman dan sinoman
tersebut yang akan menginformasikan langsung kerumah-rumah warga.
Orang-orang yang berpengaruh dalam penyampaian informasi adalah
sinoman. Sinoman itu sendiri dipilih dari warga yang menetap di Banjar
Ambengan.Sedikit atau banyaknya informasi yang didapatkan warga tergantung
dari penyampaian sinoman tersebut. Dalam penanganan musibah kebakaran di
Banjar Ambengang pertama dilakukan oleh tokoh masyarakat adalah
membunyikan kentongan sebanyak 3 kali dan menghubungi pemadam
kebakaran.Dalam mengatasi polusi udara, air dan tanah di Banjar Ambengan
dilakukan dengan melakukan penghijauan, tidak membakar sampah di area
terbuka, serta terdapat penampungan limbah rumah tangga.

d. Wawancara Tokoh Puskesmas


Masalah kesehatan yang paling sering terjadi di Banjar Ambengan seperti
diare, batuk pilek dan demam berdarah. Di banjar Ambengan selama ini tidak
pernah ada KLB (Kejadian Luar Biasa). Organisasi yang terdapat di Banjar
Kayangan yaitu posyandu balita, dimana posyandu ini sudah aktif dan sudah
berjalan dengan baik, sebagian besar warga yang memiliki balita sudah rutin
melakukan penimbangan di posyandu tersebut.
Organisasi lain yang terdapat di Banjar Ambengan yaitu posyandu lansia
dimana posyandu ini sudah aktif dan berjalan dengan baik. Para lansia juga sudah
berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan- kegiatan yang diadakan kader.
Wawancara kami lakukan dengan Bapak Anak Agung Ngurah
Tarumawijaya, S.K.M.selaku Kepala Puskesmas Denpasar Utara III
STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI
6|Page
2. Data Demografi
a. Persebaran Usia berdasarkan Jenis Kelamin Penduduk
Distribusi penduduk berdasarkan persebaran usia menurut jenis kelamin di
Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017.

USIA
laki-laki perempuan total

1019
516
503
170
158

153

150
99
98

94
91

81

80

80
77

76
73

70

68
56

52
51

47
42
40

34
34

32
19
13
0-5 6-11 12-16 17-25 26-35 36-45 46-55 56-65 LE B IH TOTAL
TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN TAHUN DARI 65
TAHUN

Gb. 1: Distribusi penduduk berdasarkan usia menurut jenis kelamin di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Jumlah penduduk di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin secara


keseluruhan sebanyak 534 KK dengan jumlah total penduduk adalah 1941 jiwa.
Pengkajian dilakukan hanya pada 252 KK dengan teknik pengambilan sampel
berdasarkan rumus sampel, yaitu minimal 228 KK. Dimna mayoritas pendidik di
Banjar Ambengan berada pada rentang usia 36-45 tahun berjumlah 170 jiwa (8%)
dan minoritas berusia > 65 tahun yaitu 32 jiwa (2%). Untuk jumlah penduduk
dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 503 jiwa (49%) dan perempuan sebanyak
516 jiwa (51%)

b. Distribusi Penduduk berdasarkan Pendidikan

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


7|Page
Distribusi penduduk berdasarkan pendidikan di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017.

PENDIDIKAN
(0%) 5
(0%) 1

(4%) 41 Belum sekolah


(10%) 98 (9% )91 (11%)
TK
113
(19%) SD
192 (15%) 156 SMP/SLTP
SMA/SLTA
SARJANA
(32%) 322
DIPLOMA
BELUM TAMAT SD
TIDAK SEKOLAH

Gb.2 : Distribusi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan di Banjar Ambengan ,


Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 1.019 orang yang terkaji, mayoritas penduduk di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangi nmayoritas berpendidikan tingkat SMA sebanyak 322
orang (32 %) dan minoritas berpendidikan tingkat TK sebanyak 1 orang (0%).

c. Distribusi Penduduk berdasarkan Pekerjaan


Distribusi penduduk berdasarkan pekerjaan di Banjar Ambengn, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017
(1%) (9%)
(2%) 15 96 PEKERJAAN
17
(10%)
(16%)
105
(31%) 161
311 (20%)
205
(10%)
98

(1%)
11
PNS Swata Wiraswasta
IRT Tenaga medis Pelajar/mahasiswa
Petani/peternak Pensiunan Belum/tidak bekerja

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


8|Page
Gb. 3 : Persentase penduduk berdasarkan pekerjaan di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dimana dari 1019 jiwa yang dikaji di Banjar Ambengan, mayoritas pekerjaan
penduduk adalah pelajar sebanyak 311 (31%) jiwa dan minoritas pekerjaan
penduduk adalah pensiunan sebanyak 15 (1%) jiwa.

d. Agama
Distribusi penduduk berdasarkan agama di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

(2%) (0%)
15 3 Agama

Hindu
Islam
(98%) Kristen
1001

Gb. 4 : Persentase penduduk berdasarkan agama di Banjar Ambengan, Desa


Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 1019 jiwa yang terkaji, mayoritas penduduk memeluk agama Hindu
sebanyak 1001 (98%) jiwa dan minoritas beragama Kristen Protestan sebanyak 3
(0%) jiwa serta beragama Islam 15 (2%) jiwa.

3. Angket Pengumpulan Data/MSD


a. Lingkungan Fisik
1) Keperluan Air Sehari-hari
a) Data Subjektif

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


9|Page
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan keluaraga dalam penggunaan
handukdi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Sumber Air Yang Digunakan Untuk Keperluan Sehari-


Hari
7%
21
PDAM
(47%)
129 Sumur
(53%)
144 PDAM dan
Sumur

Gb. 5 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan sumber air untuk keperluan sehari-hari (Mencuci, Mandi,
Masak)

Interpretasi
Dari dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang menggunakan sumur
sebanyak 144 KK (53%), dan penduduk yang menggunakan PDAM
sebanyak 129 KK (47%)

2) Sumber Air Minum


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan sumber air minum yang digunakan di
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


10 | P a g e
Sumber Air Minum Yang Digunakan

(5%)
12 (13%)
34
PDAM
SUMUR
(82%) AIR MINERAL
206

Gb. 6 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan sumber air minum yang digunakan
Interpretasi
Dari dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk menggunakan air
mineral sebanyak 206 KK (82%), dan minoritas penduduk yang
menggunakan PDAM sebanyak 12 KK (5%)

3) Jarak Sumur dan Septic Tank


a) Data Subyektif
Distribusi penduduk yang menggunakan sumur dengan jarak antara sumur
dan septic tankdi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal
14-17 Agustus 2017

Jarak Sumur Dan Septic Tank Pada Warga Yang


Menggunakan Sumur
(15%)
22

<10 meter
(85%)
122 >10 meter

Gb. 7 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan jarak sumur dan septic tank pada warga yang menggunakan
sumur

Interpretasi

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


11 | P a g e
Dari 144 KK penduduk yang terkaji menggunakan sumur, yang jarak sumur
dan septic tank >10 meter adalah 122 KK (85%). Penduduk yang
menggunakan sumur yang jarak sumur dan septic tank <10 meter adalah 22
KK (15%)

4) Pengolahan Limbah Air Dapur


a) Data Subjektif
Distribusi pengolahan limbah air dapur di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Cara Mengolah Limbah Air Dapur

(23%)
(3%)
57
8
(74%)
Dibuang ke selokan
187
Dibuang ke halaman
Dibuatkan lubang

Gb. 8 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan cara mengolah limbah air dapur

Interpretasi
Dari dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk membuang limbah air
dapur diselokan sebanyak 187 KK (74%), dan minoritas penduduk yang
membuang limbah air dapur ke halaman sebanyak 8 KK (3%)

5) Pengolahan Limbah Air Kamar Mandi


a) Data Subjektif
Distribusi pengolahan limbah air kamar mandi di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


12 | P a g e
Cara Mengolah Limbah Air Limbah Kamar Mandi
(36%)
90

(64%)
162 Dibuang ke selokan
Dibuatkan lubang

Gb. 9 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan cara mengolah limbah air limbah kamar mandi

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang membuang limbah air kamar
mandi ke selokan sebanyak 162 KK (64%), dan yang membuang limbah air
kamar mandi di lubang sebanyak 57 KK (36%)

6) Pengolahan Sampah
a) Data Subjektif
Distribusi pengolahan sampah warga di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Cara Mengolah Sampah


(17%)
43

Di Bakar
(83%)
209 Di Angkut Petugas

Gb. 10 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan cara mengolah sampah

Interpretasi

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


13 | P a g e
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk melakukan pengolahan sampah dengan
diangkut petugas sebanyak 209 KK (83%) dan yang dibakar sebanyak 43 KK
(17%).

7) Cuci Tangan
a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan cara mencuci tangan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kebiasaan Cara Mencuci Tangan

(1%)
16 (1%)
24 Air Bersih

Air Mengalir

(98%)
212 Air Mengalir dan
Sabun

Gb. 11 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan cara mencuci tangan

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas penduduk menggunakan air mengalir
dan Sabun untuk mencuci tangan sebanyak 212 KK (98%). Minoritas
penduduk menggunakan air bersih dan air mengalir sebanyak 16 KK (1%)
dan 24 KK (1%).

8) Waktu Cuci Tangan


a. Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan waktu mencuci tangandi Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


14 | P a g e
Waktu Mencuci Tangan
(2%) (3%) (0%)
6 7 1

Sebelum Makan
Sesudah Makan
Sesudah Ke Kamar Mandi
Semua Dilakukan
(95%)
238

Gb. 12 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kapan saja mencuci tangan

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas penduduk melakukan cuci tangan saat
melakukan semua kegiatan seperti sebelum makan, sesudah makan dan
sesudah ke kamar mandi sebanyak 238 KK (84%). Minoritas penduduk
melakukan cuci tangan sesudah ke kamar mandi sebanyak 1 KK (0%).

9) Ketersediaan WC/Jamban dan Lokasi Buang Air Besar


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan tempat buang air besardi Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Lokasi Buang Air Besar


(0%)

WC/Jamban Keluarga
WC umum
(100%)

Gb. 13 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan tempat buang air besar

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


15 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji seluruh penduduknya melakukan buang air besar di
WC/ Jamban Keluarga sebanyak 252 KK (100%).

10) Kebiasaan Mandi


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan mandidi Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kebiasaan Mandi
(13%) (1%)
32 2

< 2 kali dalam sehari


2 kali dalam sehari
(86%)
> 2 kali dalam sehari
218

Gb. 14 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan mandi dalam sehari

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas penduduk memiliki kebiasaan mandi 2
kali dalam sehari sebanyak 218 KK (86%).Minoritas penduduk > 2 kali
dalam sehari sebanyak 32 KK (13%) dan < 2 kali dalam sehari sebanyak 2
KK (1%).

11) Penggunaan Handuk


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan keluaraga dalam penggunaan
handukdi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


16 | P a g e
Kebiasaan Keluarga Dalam Penggunaan Handuk

(2%)
6

Sendiri-sendiri

(98%) Bersama-sama
246

Gb. 15 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan keluarga dalam penggunaan handuk

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas penduduk memiliki kebiasaan dalam
penggunaan handuk sendiri-sendiri sebanyak 246 KK (98%).Minoritas
penggunaan bersama-sama sebanyak 6 KK (2%).

12) Kebiasaan keluarga menggosok gigi


a. Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan keluarga menggosok gigi di
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

Kebiasaan Keluarga Mengosok Gigi


(2%)
5
(8%)
19

2 Kali Dalam Sehari


1 Kali Dalam Sehari
(90%) > 2 Kali Dalam Sehari
228

Gb. 16 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan keluarga menggosok gigi

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


17 | P a g e
Interpretasi
Dari dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk memiliki kebiasaan
menggosok gigi 2 kali dalam sehari sebanyak 228 KK (90%), dan minoritas
penduduk yang memiliki kebiasaan menggosok gigi 1 kali dalam sehari
sebanyak 5 KK (2%)

13) Kebiasaan keluarga dalam menggunakan sikat gigi


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk berdasarkan kebiasaan keluarga dalam menggunakan
sikat gigi di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Kebiasaan Keluarga Dalam


(0%) Menggunakan Sikat Gigi
1

Sendiri
(100%) Bersama-sama
251

Gb. 17 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan keluarga dalam menggunakan sikat gigi

Interpretasi
Dimana dari 252 KK yang terjadi, mayoritas penduduk memiliki kebiasaan
menggunakan sikat gigi sendiri sebanyak 251 KK (100%) dan minoritas
penduduk kebiasaan menggunakan sikat gigi sebanyak 1 KK (0%).

14) Tempat penampungan air sementara keluarga


a) Data Subyektif

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


18 | P a g e
Distribusi tempat penampungan air sementara yang digunakan penduduk
banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin padatanggal 14-17 Agustus
2017.

Tempat Penampungan Air Sementara


Keluarga
(10%)
26 (14%)
35 (46%)
116 Bak
Ember
(30%)
75 Gentong
Lainnya

Gb. 18 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan,Desa Peguyangan kangin


berdasarkan tempat penampunganair sementara yang digunakan keluarga.
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk menampung air sementara
menggunakan Bak sebanyak 116 KK(46%), dan minoritas penduduk
menampung air sementra menggunakan gentong sebanyak 26 KK (10%).

15) Kebiasaan keluarga membersihkan Bak mandi / tempat penampungan air.


a) Data Subjektif
Distribusi kebiasaan keluarga membersihkan Bak mandi /tempat
penampungan air yang dilakukan penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17Agustus 2017.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


19 | P a g e
Kebiasaan Membersihkan Bak Mandi/ Tempat
Penampungan Air
(7%)
(13%) 15
28 < 1 kali seminggu

> seminggu

(80%) Tidak pernah


174 membersihkan

Gb. 19 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan kebiasaan kebiasaan membersihkan Bak mandi / tempat
penampungan air.

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk yang memiliki kebiasaan
membersihkan Bak mandi / tempat penampungan air < 1 kali seminggu
sebanyak 174 KK (80%), minoritas penduduk yang tidak pernah
membersihkan bak mandi / tempat penampungan sebanyak 15 KK (7%).

16) Pemeriksaan jentik nyamuk oleh petugas


a) Data Subjektif
Distribusi pemeriksaan jentik nyamuk oleh petugas di rumahpendududk
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


20 | P a g e
Petugas Yang Melakukan
(6%)
16 Pemeriksaan Jentik Nyamuk

Ya
(94%) tidak
236

Gb. 20 : distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan pemeriksaan jentik nyamuk oleh petugas.

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang mendapatkan pemeriksaan
jentik nyamuk oleh petugas kesehatan sebanyak 236 KK (94%) dan yang
tidak mendapat pemeriksaan jentik nyamuk oleh petugas kesehatan sebanyak
16 KK (6%).

17) Anggota keluarga yang merokok


a) Data Subjektif
Distribusi anggota keluarga yang merokok di rumah penduduk Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tangal 14-17 Agustus 2017

Anggota Keluarga Yang Merokok

(37%)
92
ada
(63%)
160 tidak

Gb. 21 : Distribusi penduduk Banjar Ambenga, Desa Peguyangan kangin


berdasarkan anggota keluarga yang merokok

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


21 | P a g e
Kebiasaan Tempat Keluarga Yang Merokok
(7%)
6

Ruang Terbuka
Ruang Tertutup
(93%)
86

Gb. 22 : Distribusi penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan kangin


berdasarkan anggota keluarga yang merokok

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang anggota keluarganya merokok
sebanyak 160 KK (63%) dengan mayoritas merokok di ruang terbuka
sebanyak 86 KK (93%) dan minoritas merokok di ruang tertutup sebanyak 6
KK (7%).

18) Keluarga mendapatkan penyuluhan kesehatan


a) Data Subjektif
Distribusi anggota keluarga yang mendapat penyuluhan kesehatan dari
petugas, penduduk Br Ambengan Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-
17 Agustus 2017.

Keluarga yang Mendapat Penyuluhan Kesehatan Dari


Petugasan

(47%)
(53%) 119 Pernah
133
tidak pernah

Gb. 23 : Distribusi penduduk Br Ambengan Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan keluarga yang pernah mendapat penyuluhan kesehatan

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


22 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang tidak pernah mendapat
penyuluhan kesehatan dari petugas sebanyak 133 KK (53%). Penduduk yang
pernah mendapat penyuluhan kesehatan dari petugas sebanyak 119 KK
(47%)

19) Tempat berobat keluarga


a) Data Subjektif
Distribusi tempat berobat keluarga penduduk Br Ambengan Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017.

(1%) Tempat Berobat Keluarga


3
(2%)
5
Puskesmas
(24%) (23%)
68 64 Dokter praktek
Dokter praktek swasta

(19%) (26%) Bidan praktek swasta


55 72 Rumah Sakit
Dukun
Tidak berobat
(5%)
13

Gb. 24 : Distribusi penduduk Br Ambengan Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan tempat berobat keluarga

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas tempat berobat keluarga di dokter
praktek sebanyak 72 KK (26%). Dan minoritas tempat berobat keluarga ke
dukun sebanyak 3KK (1%)

20) Tempat pelayanan kesehatan mudah dijangkau


a) Data Subjektif
Distribusi tempat pelayanan kesehatan mudah di jangkau penduduk Br
Ambengan Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


23 | P a g e
Tempat Pelayanan Kesehatan Mudah di Jangkau

(9%)
23

Ya
Tidak
(91%)
229

Gb. 25 : Distribusi penduduk Br Ambengan Desa Peguyangan Kangin


berdasarkan tempat pelayanan kesehatan mudah di jangkau.

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang mengatakan tempat pelayanan
kesehatan mudah di jangkau sebanyak 229 KK (91%).

kesehatan mudah di jangkau sebanyak 229 KK (91%).

b. Ekonomi
1) Rata-rata Penghasilan per Bulan
a) Data Subjektif
Distribusi rata rata penghasilan seluruh anggota keluarga dalam kurun
waktu 1 bulan di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

(4%)
11 Jumlah Penghasilan
(1%)
3

(17%) Rp. < 500.000


43
Rp. 500.000 - 1.000.000

(78%) Rp. 1.000.000 - 1.500.000


195 Rp. > 1.500.000

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


24 | P a g e
Gb. 26 : Persentase penduduk berdasarkan rata-rata penghasilan seluruh
anggota keluarga di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk mengatakan rata-rata
perbulan penghasilan anggota keluarga >Rp. 1.500.000 sebanyak 195 KK
(78%) dan minoritas penduduk mengatakan rata-rata perbulan penghasilan
anggota keluarga < Rp.500.000 sebanyak 3 KK (1%).

2) Pengeluaran per Bulan


a) Data Subjektif
Distribusi rata rata jumlah pengeluaran seluruh anggota keluarga dalam
kurun waktu 1 bulan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017
(3%)
7 Jumlah Pengeluaran
Rp. < 500.000

(21%)
53 Rp. 500.000 -
1.000.000
(15%)
(61%) Rp. 1.000.000 -
37
155 1.500.000
Rp. > 1.500.000

Gb. 27 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi rata rata jumlah


pengeluaran seluruh anggota keluarga di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas pengeluaran seluruh anggota keluarga >
Rp. 1.500.000 sebanyak 155 KK (61%) dan minoritas pengeluaran seluruh
anggota keluarga < Rp. 500.000 sebanyak 7 KK (3%).

3) Anggaran Khusus Kesehatan


a) Data Subjektif

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


25 | P a g e
Distribusi anggara khusus untuk kesehatan/jaminan kesehatan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Anggaran Khusus Kesehatan

(36%)
91
Ya
(64%)
161 Tidak

Gb. 28 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi anggaran khusus untuk


kesehatan/jaminan kesehatan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat mempunyai anggaran
khusus untuk kesehatan 161 KK (64%).

c. Keamanan
1) Kondisi lingkungan tempat tinggal
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan tempat tinggal yang aman di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal


(0%)
1

Ya
Tidak
(100%)
251

Gb. 29 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi lingkungan tempat


tinggal yang aman di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


26 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat mempunyai kondisi
lingkungan tempat tinggal merasa aman sebanyak 251 KK (100%). Dan
minoritas masyarakat yang merasa tidak aman pada lingkungannya sebanyak
1 (0%)

2) Lingkungan yang memiliki kegiatan ronda


a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang memiliki kegiatan rondadi Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kegiatan Ronda

(34%)
86
Ada
(66%)
166 Tidak

Gb.30 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi lingkungan yang


memiliki kegiatan rondadi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang memiliki kegiatan
ronda sebanyak 166 KK (66%) dan minoritas masyarakat yang tidak
memiliki kegiatan ronda sebanyak 86 KK (34%)

3) Durasi Ronda
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang memiliki durasi dalam kegiatan ronda di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


27 | P a g e
Durasi Ronda
(22%)
56
(39%) Sering
98
(39%) Jarang
98
Tidak Pernah

Gb. 31 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi lingkungan yang


memiliki durasi kegiatan ronda di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang tidak pernah dan
jarang melakukan kegiatan ronda masing-masing sebanyak 98 KK (39%) dan
minoritas masyarakat yang melakukan kegiatan ronda sebanyak 56 KK
(22%)

4) Kriminalitas lingkungan
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang mengalami kriminalitas di lingkungan Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kriminalitas Dilingkungan

(17%)
44

Pencurian
(83%) Tidak Ada
208

Gb. 32 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang mengalami


kriminalitas dilingkungan Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


28 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas lingkungan yang tidak pernah terjadi
pencurian sebanyak 208 KK (83%) dan minoritas lingkungan yang pernah
terjadi pencurian sebanyak 44 KK (17%)

5) Penanggulangan kebakaran
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang melakukan penanggulangan kebakaran di
lingkungan Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

(5%) Penanggulangan Kebakaran


12

(35%)
88 Matikan arus listrik
(60%) Keluar dari rumah
152
Menyelamatkan diri

Gb. 33 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang melakukan


penanggulangan kebakaran dilingkungan Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang melakukan
penanggulangan kebakaran dengan mematikan arus listrik sebanyak 88 KK
(35%) dan yang keluar dari rumah sebanyak 152 KK (60%) dan yang
menyelamatkan diri sebanyak 12 KK (5%)

6) Penanggulangan Bencana Alam


a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang melakukan penanggulangan bencana alam di
lingkungan Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


29 | P a g e
(5%)
12 Penanggulangan Bencana Alam
Minimalkan korban
(31%) jiwa
79
(64%) Pembangun tempat
161 pengungsian
Lari

Gb. 34 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang melakukan


penanggulangan bencana alam dilingkungan Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang melakukan
meminimalkan korban jiwa sebanyak 161 KK (64%), pembangunan tempat
pengungsian sebanyak 79 KK (31%) dan yang lari sebanyak 12 KK (5%)

7) Penanganan polusi udara, air dan tanah


a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang melakukan penanganan polusi udara, air dan
tanah di lingkungan Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

Penanganan Polusi Udara, Air,


Tanah
(21%) Tidak membakar
52 sampah ditempat
(79%) terbuka
200 Menyediakan tempat
bebas asap rokok

Gb. 35 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang melakukan


penanganan polusi air, udara dan tanah dilingkungan Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


30 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang melakukan
penanganan polusi udara, air dan tanah dengan tidak membakar sampah
ditempat terbuka sebanyak 200 KK (79%), menyediakan tempat bebas asap
rokok sebanyak 52 KK (21%).

8) Penanggulangan polusi air


a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang melakukan penanggulangan polusi air di
lingkunganBanjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Penanggulangan Polusi Air

(43%)
108 Tersedia penanganan
(57%) khusus air limbah
144 Jarak sepiteng dan
sumber air > 10 m

Gb. 36 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang melakukan


penanggulangan polusi air dilingkungan Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang memberi jarak
sepiteng dan sumber air lebih dari 10 m sebanyak 144 KK (57%) dan
minoritas yang melakukan penanggulangan polusi air dengan cara
menyediakan penanganan khusus limbah air sebanyak 108 KK (43%)

9) Penanggulangan polusi tanah

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


31 | P a g e
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang melakukan penanggulangan polusi tanah di
lingkunganBanjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Penanggulangan Polusi Tanah

(46%) Terdapat penampungan


(54%)
117 limbah rumah tangga
135
tidak mengubur sampah
anorganik

Gb. 37 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang melakukan


penanggulangan polusi tanah dilingkungan Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang melakukan
penanggulangan polusi tanah dengan cara terdapat penampungan limbah
rumah tangga sebanyak 135 KK (54%) dan yang tidak mengubur sampah
anorganik sebanyak 117 KK (46%).

d. Politik dan Pemerintahan


1) Pengetahuan tentang JKN
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang mengetahui tentang JKN di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


32 | P a g e
Pengetahuan Tentang JKN (Jaminan
Kesehatan Nasional)
(12%)
30

Tahu
(88%)
222 Tidak

Gb. 38 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang mengetahui jkn


di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang mengetahui tentang
JKN sebanyak 222 KK (88%) dan yang tidak mengetahui sebanyak 30 KK
(12%).

2) Jenis asuransi kesehatan


a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang menggunakan asuransi kesehatan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Jenis Asuransi
(12%)
30 PBI (KIS Bantuan
(20%)
51 Pemerintahan)
(20%)
51 Non PBI ( KIS Mandiri)

(48%) Asuransi lainnya


120
Tidak Punya

Gb. 39 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang menggunakan


asuransi di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


33 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang menggunakan asuransi
lain sebanyak 120 KK (48%) dan minoritas masyarakat yang menggunakan
PBI sebanyak 30 KK (12%).

e. Komunikasi
1) Mendapat informasi tentang kesehatan
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang mendapat pengetahuan tentang kesehatan di
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

Pengetahuan Tentang Kesehatan


(1%)
(8%) 2 TV
20
(20%) Koran atau Majalah
51
(1%)
3 Poster atau Brosure
(60%)
150
Radio

(10%)
Penyuluhan di Puskesmas
26
atau Posyandu

Gb. 40 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang mendapat


informasi tentang kesehatan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang mengetahui informasi
kesehatan lewat TV sebanyak 150 KK (60%) dan minoritas masyarakat yang
mengetahui informasi kesehatan lewat papan pengumuman sebanyak 2 KK
(1%).

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


34 | P a g e
2) Orang-orang yang berpengaruh dalam memberikan informasi kesehatan
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yang memberikan informasi kesehatan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Pemberian Informasi Kesehatan


(5%)
(13%) 11
33
(26%)
66
Kader posyandu
Petugas puskesmas
(56%) Perangkat adat
142 Tetangga

Gb. 41 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang memberikan


informasi tentang kesehatan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang berpengaruh dalam
memberikan informasi kesehatan seperti petugas kesehatan sebanyak 142 KK
(56%) dan minoritas masyarakat yang berpengaruh dalam memberikan
informasi kesehatan seperti tetangga sebanyak 11 KK (5%).

f. Rekreasi
1) Tempat rekreasi di sekitar banjar
a) Data subyektif
Distribusi lingkungan yangmemiliki tempat rekreasi di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


35 | P a g e
Tempat Rekreasi Dilingkungan

(42%) (19%)
106 48
Pantai
(19%)
Pegunungan
48
(20%) Taman Kota
50 Tidak ada

Gb. 42 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi yang memilki tempat


rekreasi di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang mangatakan tidak ada
tempat rekreasi sebanyak 106 KK (42%) dan minoritas masyarakat yang
mengatakan adanya tempat rekreasi seperti pantai dan pegunungan sebanyak
48 KK (19%).

2) Kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang


a) Data subyektif
Distribusi masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mengisi waktu luang
di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


36 | P a g e
(4%)
Kegiatan Untuk Mengisi Waktu
11 Luang
Bermain bersama anggota
(17%) keluarga
(29%) 44
72 Menonton TV

(50%) Jalan-jalan
125
Bersih-bersih bersama
keluarga

Gb. 43 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi masyarakat yang


melakukan kegiatan untuk mengisi waktu luang di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang melakukan kegiatan
untuk mengisi waktu luang seperti menonton tv sebanyak 125 (50%) dan
minoritas masyarakat yang mengisi waktu luang seperti bersih-bersih
bersama keluarga sebanyak 11 KK (4%)

3) Durasi melakukan rekreasi


a) Data subyektif
Distribusi masyarakat yang melakukan kegiatan untuk mengisi waktu luang
di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


37 | P a g e
Durasi Rekreasi

(7%) (14%)
18 36

Sering
Jarang
(79%) Tidak pernah
198

Gb. 43 : Persentase penduduk berdasarkan Distribusi masyarakat yang


melakukan kegiatan untuk mengisi waktu luang di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas masyarakat yang jarang melakukan
kegiatan untuk mengisi waktu luang sebanyak 198 KK (79%) dan minoritas
masyarakat yang tidak pernah melakukan kegiatan untuk mengisi waktu
luang sebanyak 18 KK (7%).

g. Bayi/Balita
1) Pemberian ASI
a) Data subjektif
Distribusi usia bayi/balita yang di berikan ASI saja di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


38 | P a g e
Pemberian ASI
15
21 (16%)
(23%) 4 bulan
26 6 bulan
29 (29%)
1 tahun
(32%)
2 tahun

Gb. 44 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi usia bayi yang di


berikan ASI saja di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari Bayi dan Balita sebanyak 91 jiwa yang terkaji, mayoritas bayi dan balita
mendapatkan ASI adalah hingga usia 1 tahun sejumlah 29 Bayi dan Balita
(32%) dan minoritas bayi dan balita mendapatkan ASI hingga usia 4 bulan 15
bayi (16%).

2) Makanan Tambahan Selain ASI


a) Data subjektif
Distribusi yang anaknya di berikan tambahan makanan selain ASI di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Makanan Tambahan selain ASI

25
(27%)

<6 bulan
66
>6 bulan
(73%)

Gb. 45 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi yang anaknya di


berikan tambahan makanan selain ASI di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


39 | P a g e
Interpretasi
Dari Bayi dan Balita sebanyak 91 jiwa yang terkaji, mayoritas bayi dan balita
yang diberi makanan tambahan selain ASI (pisang, bubur, dan lain-lain) lebih
dari 6 bulan sebanyak 66 balita (73%). Minoritas bayi dan balita diberi
makanan tambahan kurang dari 6 bulan 25 bayi/balita (27%)

3) Imunisasi
a) Data subyektif
Distribusi bayi dan balita yang mendapatkan imunisasi sesuai umur di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Imunisasi
0%

ya
91
(100%)

Gb. 46 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi yang anaknya


mendapatkan imunisasi sesuai umur di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin.

Interpretasi
Dari Bayi dan Balita sebanyak 91 jiwa yang terkaji, bayi dan balita yang
mendapatkan imunisasi sebanyak 91 balita (100%).

4) Penimbangan Berat Badan


a) Data Subyektif
Distribusi waktu keluarga yang melakukan penimbangan BB pada balita di
pelayanan kesehatan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


40 | P a g e
11
Timbang Berat Badan
(12%)

17
(19%) sebulan sekali
63 2 bulan sekali
(69%)
lebih dari 2 bulan

Gb. 47 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi waktu keluarga yang


melakukan penimbangan BB pada balita di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 91 jiwa bayi dan balita yang terkaji, mayoritas keluarga yang melakukan
penimbangan berat badan pada balita di pelayanan kesehatan sebanyak 63
jiwa (69%) melakukan penimbangan balita sebulan sekali.

5) Tempat Melakukan Penimbangan Berat Badan Bayi


a) Data Subjektif
Distribusi tempat bayi dan balita melakukan penimbangan berat badan bayi
di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin tanggal 14-17 Agustus 2017

18
Tempat Timbang Berat Badan
(20%) 18
(20%) rumah sakit
puskesmas
12
(13%) 21 bidan praktek swasta
20 (23%)
perawat praktek swasta
(22%)
2 dokter praktek swasta
(2%) posyandu balita

Gb. 48 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi tempat keluarga


melakukan penimbangan BB pada bayi dan balita di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


41 | P a g e
Interpretasi
Dari 91 jiwa bayi dan balita yang terkaji, mayoritas keluarga yang melakukan
penimbangan berat badan pada balita di puskesmas sebanyak 21 jiwa (23%).
Minoritas bayi yang melakukan penimbangan berat badan di prawat praktek
swasta sebanyak 2 bayi balita (2%).

6) Pemeriksaan Bayi ke Posyandu


a) Data Subjektif
Distribusi bayi yang rutin diajak melakukan pemeriksaan ke posyandu di
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin tanggal 14-17 Agustus 2017

Jumlah bayi diajak ke Posyandu

18
(20%)
50 ya
(55%) 23
kadang-kadang
(25%)
tidak pernah

Gb. 48 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi bayi yang rutin diajak


ke Posyandu di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 91 bayi yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas bayi tidak pernah diajak melakukan pemeriksaan ke posyandu
dengan sebanyak 50 bayi (55%) minoritas yang rutin diajak ke posyandu
sebanyak 18 bayi (20%)

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


42 | P a g e
h. Remaja
1) Penyuluhan Remaja
a) Data Subjektif
Distribusi remaja yang pernah mendapat penyuluhan kesehatan dari petugas
kesehatan di Banjar Ambengan , Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-
17 Agustus 2017

Penyuluhan Pada Remaja


70
(27%)

Ya
187
(73%) Tidak

Gb. 49 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi remaja yang pernah


mendapat penyuluhan kesehatan dari petugas kesehatan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 257 remaja yang terkaji di Banjar Ambengan , Desa Peguyangan
Kangin mayoritas remaja yang mendapatkan penyuluhan kesehatan sebanyak
187 remaja (73%) minoritas yang tidak mendapatkan penyuluhan kesehatan
sebanyak 70 bayi (27%).

2) Remaja Konsumsi Alkohol


a) Data subjektif
Distribusi remaja yang mengkonsumsi alkohol di Banjar Ambengan , Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


43 | P a g e
Remaja Konsumsi Alkohol
53
(21%)

Ya
204
Tidak
(79%)

Gb. 50 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi remaja yang


mengkonsumsi alcohol di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dari 257 remaja yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin, mayoritas remaja yang tidak mengkonsumsi alcohol sebanyak 204
orang (79%) dan minoritas 53 orang (21%) mengkonsumsi alcohol.

3) Masalah Remaja
a) Data Subjektif
Distribusi tindakan yang dilakukan oleh remaja jika ada masalah di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

12 13 Masalah Remaja
(5%) (5%)
Membicarakan dengan
Orang Tua atau Keluarga
62
(24%)
Membicarakan dengan
170 Teman atau Kelompok
(66%) Sebaya
Dibiarkan Saja

Gb. 51 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi tindakan yang


dilakukan oleh remaja jika ada masalah di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


44 | P a g e
Interpretasi
Dari 257 remaja yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin, mayoritas remaja menceritakan masalahnya dengan keluarga
sebanyak 170 remaja (66%) dan minoritas12 remaja (5%) yang hanya
membiarkan saja

4) Keluhan Kesehatan yang Dialami


a) Data Subjektif
Distribusi keluhan kesehatan yang sering di alami remaja di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Keluhan Kesehatan Remaja


73
82
(43%) Dysminore/Nyeri Haid
(48%)
Gangguan Kulit
Gangguan Reproduksi
4 Gatal
(4%) ISPA
Lain-lain

4 1 4
(2%) (1%) (2%)

Gb. 52 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluhan kesehatan


yang sering di alami remaja di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 257 jiwa yang terkaji di Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017, mayoritas mengalami keluhan Dysminore/Nyeri
Haid sebanyak 82 jiwa (48%) dan minoritas pada gangguan reproduksi
sebanyak 1 jiwa (1%).

i. Pasangan Usia Subur (PUS)


1) Jumlah Anak yang Direncanakan
a) Data subjektif

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


45 | P a g e
Distribusi jumlah anak yang direncanakan oleh Pasangan Usia Subur (PUS)
di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin Pada Tanggal 14-17 Agustus
2017

Jumlah Anak Yang Diinginkan


3
(2%)

36
(30%)
1 Orang
81 2 Orang
(68%) > 2 Orang

Gb. 53 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi jumlah anak yang


direncanakan di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 120 jiwa Pasangan Usia Subur (PUS) yang terkaji, jumlah mayoritas
PUS yang merencanakan 2 anak sebanyak 81 jiwa (69%) dan jumlah
minoritas PUS yang merencanakan 1 anak sebanyak 3 jiwa (3%).

2) Penggunaan Alat Kontrasepsi


a) Data Subjektif
Distribusi pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi di Banjar Ambengan
Desa Peguyangan Kangin Pada Tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


46 | P a g e
Penggunaan Kontrasepsi

34 Ya
(28%) Tidak
86
(72%)

Gb. 54 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi pasangan yang


menggunakan alat kontrasepsi Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dari 120 Pasangan usia subur yang terkaji di Banjar Ambengan Desa
Peguyangan Kangin ,mayoritas menggunakan alat kontrasepsi yaitu sebanyak
86 pasangan (72%). Kontrasepsi IUD, Pil, suntik. Dan minoritas yang tidak
menggunakan alat kontrasepsi sebanyak 34 pasangan (28%).

3) Keluhan Penggunaan Alat Kontrasepsi


a) Data Subjektif
Distribusi yang mengalami keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi di
Banjar Belusung, Desa Peguyangan Kaja pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Keluhan Penggunaan Alat


Kontrasepsi
21
(17%)

Ya
99
(83%) tidak

Gb. 55 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi yang mengalami


keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi di Banjar Ambengan Desa
Peguyangan Kangin.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


47 | P a g e
Interpretasi
Dari 120 Pasangan usia subur yang terkaji menggunakan alat kontrasepsi di
Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin mayoritas penduduk tidak
mengalahi keluhan selama menggunakan alat kontrasepsi 99 pasangan
(83%), dan 21 pasangan (17%) mengalami keluhan seperti menstruasi tidak
teratur.

4) Pemeriksaan Pap Smear


a) Data subjektif
Distribusi pasangan yang mengetahui tentang Pemeriksaan Pap smear di
Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin Pada Tanggal 14-17 Agustus
2017.

Informasi Tentang Pap Smear

Ya
52
68 Tidak
(43%)
(57%)

Gb. 56 : Persentase penduduk yang mengetahui informasi tentang Pap


Smear di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 120 Pasangan usia subur yang terkaji mengetahui informasi tentang Pap
Smear di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin, mayoritas penduduk
tidak mengetahui informasi tentang pap smear sebanyak 68 PUS (57%). Dan
minoritas penduduk yang mengetahui tentang pap smear 52 PUS (43%)

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


48 | P a g e
5) Pemeriksaan Pap Smear
a) Data subjektif
Distribusi pasangan yang pernah melakukan Pap smear di Banjar Ambengan
Desa Peguyangan Kangin Pada Tanggal 14-17 Agustus 2017.

Pemeriksaan Pap Smear

Ya
31
Tidak
(26%)

89
(74%)

Gb. 57 : Persentase penduduk Yang pernah melakukan Pap Smear di Banjar


Ambengan Desa Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 120 Pasangan usia subur yang terkaji di Banjar Ambengan Desa
Peguyangan Kangin mayoritas penduduk yang tidak pernah melakukan Pap
Smear sebanyak 89 Pasangan (74%). Dan minoritas yang pernah melakukan
pap smear sebanyak 31pasangan (26%)

6) Pencegahan Penyakit Ca Servik (HPV)


a) Data Subjektif
Distribusi pasangan yang pernah mendapatkan vaksin pencegahan penyakit
Ca Servik (HPV) di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin Pada
Tanggal 14-17 Agustus 2017.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


49 | P a g e
Pemberian Vaksin Pencegahan Ca
Servik (HPV)
11
(9%)

109 Ya
(91%)
Tidak

Gb. 58 : Persentase penduduk Yang pernahmendapatkan vaksin pencegahan


penyakit Ca Servik (HPV) di Banjar Ambengan Desa Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 120 Pasangan usia subur yang terkaji di Banjar Ambengan Desa
Peguyangan Kangin mayoritas penduduk yang belum mendapatkan vaksin
Ca Servik (HPV) sebanyak 109 jiwa (91%). Minoritas yang mendapatkan
vaksin ca servik (HPV) sebanyak 11 jiwa (9%)

j. Ibu Hamil
1) Keberadaan Ibu Hamil
a) Data Subjektif
Distribusi jumlah ibu hamil di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
pada tanggal 14-17 Agustus 2017

5
(1%) Kehamilan Dalam Keluarga

ya
511 tdak
(99%)

Gb. 59 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi jumlah ibu hamil di


Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


50 | P a g e
Interpretasi
Dari 516 jiwa jumlah perempuan yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa
pekraman Peguyangan Kangin mayoritas jumlah ibu tidak hamil sebanyak
511 jiwa (99%) minoritas jumlah ibu hamil sebanyak 5 jiwa (1%).

2) Urutan Kehamilan
a) Data Subjektif
Distribusi kehamilan keberapa saat ini di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kehamilan Anak Keberapa

1
(20%)

pertama
4 kedua
(80%)

Gb. 60 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan distribusi kehamilan


keberapa ibu saat ini di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari jumlah ibu hamil sebanyak 5 jiwa yang terkaji di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin 1 ibu (20%) mengatakan bahwa kehamilan
pertama saat ini dan 4 ibu (80%) mengatakan bahwa kehamilan kedua saat
ini.

3) Tempat Pemeriksaan Kehamilan


a) Data Subyektif
Distribusi tempat memeriksaan kehamilan di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


51 | P a g e
Tempat Pemeriksaan Kehamilan

1
(20%)

bidan
4 dokter
(80%)

Gb. 61 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan distribusi tempat


memeriksakan kehamilan di Banjar Ambengan

Interpretasi
Dari 5 ibu hamil yang terkaji di Br. Ambengan, Peguyangan Kangin terdapat
1 ibu hamil (20%) yang memeriksakan kehamilannya di Bidan Praktik
Swasta dan 4 ibu hamil (80%) memeriksakan kehamilannya ke dokter.

4) Ibu hamil yang imunisasi TT


a) Data subjektif
Distribusi ibu hamil yang sudah pernah mendapatkan imunisasi Tetanus
Toxoid di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Juli 2017

Imunisasi TT

2
(40%)
3
ya
(60%)
tidak

Gb. 62 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan pernah atau tidak


mendappat imunisasi tetanus toxoid di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


52 | P a g e
Interpretasi
Dari 5 jiwa ibu hamil yang terkaji di Banjar Ambengn, Desa Peguyangan
Kangin yang pernah mendapatkan imunisasi tetanus toxoid sebanyak 3
orang (60%) dan yang belum pernah sebanyak 2 orang (40%).

5) Keluhan Ibu Hamil


a) Data Subjektif
Distribusi keluhan ibu selama hamil di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Juli 2017.

Keluhan Ibu Hamil

2
(40%)
3
(60%) mual
tidak ada keluhan

Gb. 63 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluhan ibu selama


hamil di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 5 ibu hamil yang terkaji di Br. Ambengan, Peguyangan Kangin ibu yang
memiliki keluhan mual selama hamil sebanyak 3 orang (60%) dan 2 orang
lainnya tidak mengalami keluhan (40%).

l. Lansia/Manula (>56tahun)
1) Aktivitas Lansia Waktu Luang
a) Data subjektif
Distribusi adanya aktivitas lansia pada waktu luang di Banjar Ambengan,
Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


53 | P a g e
Aktivitas Lansia
7
(9%)

22
(29%) Mengasuh cucu
Kesawah
34 7 Diam saja
(45%) 6 (9%)
(8%) Merawat rumah
Pedagang

Gb. 64 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi adanya aktivitas


lansia pada waktu luang di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan
Kangin

Interpretasi
Dari 76 lansia >56 tahun yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin mayoritas melakukan kegiatan merawat rumah sebanyak 34 jiwa
(45%) dan minoritas lansia tanpa melakukan kegiatan / aktivitas sebanyak 6
jiwa (8%).

2) Masalah Kesehatan yang Dialami


a) Data Subjektif
Distribusi masalah kesehatan yang sedang dialami lansia di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


54 | P a g e
Masalah Kesehatan Lansia
(4%)
(8%) 2
4 Reumatik

(52%) Hipertensi
(36%) 25
17 Gangguan
Pencernaan
Kencing Manis

Gb. 65 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi masalah kesehatan


yang sedang dialami lansiadi Banjar Ambengan, Desa Pekraman
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 76 lansia >56 tahun yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin lansia yang sakit sebanyak 48 jiwa. Mayoritas lansia memiliki
masalah kesehatan Reumatik sebanyak 25 jiwa (52%) dan minoritas lansia
memiliki masalah kesehatan yaitu gangguan pencernaan dan kencing manis
sebanyak 2 jiwa (4%).

3) Cara Mengatasi Penyakit


a) Data Subjektif
Distribusi cara mengatasi sakit pada lansia di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


55 | P a g e
Cara Mengatasi Sakit Pada Lansia
(13%)
6
Ke Pelayanan Kesehatan

ke Pengobatan
(87%) Tradisional dan
42 Alternatif

Gb. 66 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi cara mengatasi sakit


pada lansia di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 48 jiwa lansia>56tahun yang sakit yang terkaji mayoritas cara KK
mengatasi sakit pada lansia yaitu mayoritas dengan mmengajak kepelayanan
kesehatan 42 jiwa (87%) dan minoritas mengajak kepengobatan tradisional
dan alternatif 6 jiwa (13%).

4) Wadah Penunjang Kesehatan


a) Data Subjektif
Distribusi lembaga/wadah yang perlu untuk menunjang kesehatan lansia di
Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


56 | P a g e
(1%) Organisasi Lansia
1
(16%)
12

Posyandu Lansia
(83%)
63 Sekaa Santhi
Arisan Lansia

Gb. 67 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi lembaga/wadah yang


perlu untuk menunjang kesehatan lansia di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 76 jiwa lansia >56 tahun (manula) yang terkaji di Banjar Ambengan,
Desa Pekraman Peguyangan Kangin mayoritas lembaga/wadah yang dipilih
untuk menunjang kesehatan lansia adalah posyandu lansia sebanyak 63 lansia
(83%) dan minoritas lembaga/ wadah yang dipilih untuk menunjang
kesehatan lansia adalah sebanyak 12 lansia (16%).

5) Perlu atau tidaknya Posyandu Lansia


a) Data subjektif
Distribusi penduduk yang mengatakan perlu lembaga/wadah untuk
menunjang kesehatan lansia di Banjar Ambengan, Desa Pekraman
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


57 | P a g e
(3%)
Perlu Atau Tidaknya Posyandu
2 Lansia

(97%)
74 Perlu
Tidak Perlu

Gb. 68 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi yang mengatakan


perlu lembaga/wadah posyandu lansia untuk menunjang kesehatan lansia di
Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 76 jiwa lansia >56 tahun (manula) yang terkaji di Banjar Ambengan,
Desa Pekraman Peguyangan Kangin mayoritas yang mengatakan perlunya
lembaga/wadah posyandu lansia untuk menunjang kesehatan lansia adalah
sebanyak 74 lansia (97%) sedangkan minoritas yang mengatakan tidak
perlunya lembaga/wadah posyandu lansia untuk menunjang kesehatan lansia
adalah sebanyak 2 lansia (3%).

m. Gizi
1) Ketersediaan 4 Sehat 5 Sempurna
a) Data subjektif
Distribusi penduduk dengan gizi seimbang di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


58 | P a g e
(5%) Gizi Seimbang
12

Ya Tidak

(95%)
240

Gb. 69 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penduduk dengan gizi


seimbang di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin mengkonsumsi gizi seimbang sebanyak 240
KK (95%) dengan menyediakan sayuran, lauk pauk berupa daging dan
kadang-kadang buah, dan minoritas penduduk tidak mengkonsumsi gizi
seimbang sebanyak 12 KK ( 5%).

2) Mencuci Bahan Masakan


a) Data subjektif
Distribusi penduduk yang mencuci bahan makanan sebelum dimasak di
Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

Mencuci Bahan Makanan


0%

Ya
(100%)
252

Gb. 70 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penduduk yang


mencuci bahan makanan sebelum dimasak di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


59 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin mencuci bahan makanan yang akan dimasak yaitu
sebanyak 252 KK (100%)

3) Cara Mencuci Bahan Makanan


a) Data Subjektif
Distribusi cara penduduk dalam mencuci sayur di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Cara Mencuci Bahan Makanan

104
(41%)
148
(59%) Cuci baru potong
Potong baru cuci

Gb. 71 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi cara penduduk dalam


mencuci sayur di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin mencuci sayur yang akan dimasak dengan cara di
potong kemudian di cuci sebanyak 104 KK (41%) sedangkan cuci baru
potong sebanyak 148 KK (59%)

4) Air yang Dikonsumsi


a) Data Subjektif
Distribusi air yang dikonsumsi penduduk di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


60 | P a g e
Air yang Dikonsumsi
(3%)
2 Air Di Masak Atau Di
(28%) Rebus Dahulu Sebelum
73 Di Minum
Air Mineral
(69%)
177
Air Yang Tidak Di Masak

Gb. 72 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi air yang dikonsumsi


penduduk di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin mengonsumsi air kemasan atau aqua sebanyak 177 KK
(69%) dan minoritas mengonsumsi air yang tidak di masak sebanyak 2 KK
(3%).

5) Penyajian Makanan
a) Data Subjektif
Distribusi cara penyajian makanan di atas meja oleh penduduk di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Penyajian Makanan
(3%)
7

Tertutup
(97%)
Terbuka
245

Gb. 73 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi cara penyajian


makanan di atas meja oleh pendudukdi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


61 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin mayoritas menyajikan makanan di atas meja dengan cara tertutup
sebanyak 245 KK (97%) dan minoritas yang menyajikan makanan di atas
meja dengan cara terbuka sebanyak 7 KK (3%).

6) Konsumsi Garam Beryodium


a) Data subjektif
Distribusi keluarga yang mengkonsumsi garam beryodium di Banjar
Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

Konsumsi Garam Beryodium

(25%)
63
Ya
(75%)
189 Tidak

Gb. 74 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluarga yang


mengkonsumsi garam beryodiumdi Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin mayoritas mengonsumsi garam beryodium yaitu sebanyak 189 KK
(75%) dan minoritas tidak mengkonsumsi garam beryodium sebanyak 63
KK (25%) dengan alasan garam beryodium rasanya pahit dan tidak tahu
manfaat dari garam tersebut.

n. Penanggulangan Penyakit Menular


1) Penyakit yang Sering Diderita
a) Data Subjektif
Distribusi penyakit yang biasanya/sering diderita keluarga di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


62 | P a g e
Penyakit Yang Sering Di Derita
(2%)
1
(5%)
(19%) 2
8 Diare
Demam Berdarah
(74%) Varicella
32
Penyakit Mata

Gb. 75 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penyakit yang


biasanya diderita keluarga di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji 43 KK yang mengalami penyakit sering di derita,
mayoritas penyakit yang biasanya diderita keluarga adalah penyakit diare
sebanyak 32 KK (74%) sedangkan yang minoritas penyakit yang biasanya
diderita keluarga adalah penyakit varicella sebanyak 1 KK (2%)

2) Keluarga yang Meninggal Dunia


a) Data Subjektif
Distribusi penduduk yang 6 bulan terakhir terdapat anggota keluarga yang
meninggal di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin tanggal 14-17
Agustus 2017

Jumlah yang Meninggal Dunia


dalam 6 Bulan
(1%)
Terakhir
3

Ya
(99%)
Tidak
249

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


63 | P a g e
Gb. 76 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penduduk yang 6 bulan
terakhir terdapat anggota keluarga yang meninggal di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin

Intepretasi
Dari 252 KK yang terkaji terdapatmayoritas 249 KK (99%)tidak ada anggota
keluarga yang meninggal dunia selama 6 bulan terakhir dan minoritas 3 KK
(1%) anggota keluarganya meninggal dunia 6 bulan belakangan dengan
alasan sakit.

3) Menderita Penyakit
a) Data Subjektif
Distribusi penduduk yang 6 bulan terakhir terdapat anggota keluarga yang
sakit di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Jumlah yang Sakit dalam 6 Bulan


Terakhir
(17%)
42

Ya
(83%)
210 Tidak

Gb. 77 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penduduk yang 6 bulan


terakhir terdapat anggota keluarga yang sakit di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK/1.019 jiwa yang terkaji, mayoritas anggota keluarga yang tidak
sakit kurun waktu 6 bulan terakhir yaitu 210 KK (83%) sedangkan minoritas
anggota keluarga yang sakit dalam kurun waktu 6 bulan terakhir yaitu
42 KK (17%).

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


64 | P a g e
0. Penanganan Penyakit Tidak menular
1) Penyakit Tidak Menular
a) Data subjektif
Distribusi penduduk yang memiliki penyakit tidak menular di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Penyakit Tidak Menular yang


Diderita Keluarga
(6%)
6
(34%) (20%) DM
35 21
Hipertensi

(31%) Asma
32 (9%) ISPA
10 Demam

Gb. 78 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi penduduk yang


memiliki penyakit tidak menular di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK/1.019 jiwa yang terkaji, yang memiliki mayoritas penyakit
tidak menular adalah demam sebanyak 35 KK (34%) sedangkan minoritas
penyakit tidak menular adalah DM 6 KK (6%)

2) Pengetahuan Keluarga tentang Komplikasi Penyakit tidak Menular yang


Diderita
a) Data Subjektif
Distribusi keluarga yang memiliki pengetahuan tentang komplikasi penyakit
tidak menular di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal
114-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


65 | P a g e
Pengetahuan Keluarga Tentang
Komplikasi Penyakit Tidak Menular yang
Diderita

(40%)
41 Ya
(60%)
61 Tidak

Gb. 79 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluarga yang


memiliki pengetahuan tentang komplikasi penyakit tidak menular yang
diderita di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 104 KK yang terkaji mengalami penyakit tidak menular, mayoritas
keluarga yang tidak mengetahui tentang komplikasi penyakit tidak menular
yang diderita sebanyak 61 KK (60%) sedangkan minoritas keluarga yang
mengetahui tentang komplikasi penyakit menular yang diderita sebanyak 41
KK (40%).
3) Keluarga yang Menderita Gangguan Jiwa
a) Data Subjektif
Distribusi keluarga yang menderita penyakit gangguan jiwa di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Keluarga yang Menderita


Gangguan Jiwa
0%

(100%) Tidak
252

Gb. 80 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluarga yang


menderita gangguan jiwa di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


66 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk tidak menderita gangguan
jiwa yaitu sebanyak 252 KK (100%).

4) Keluarga Melakukan Skrining Kesehatan dalam 6 Bulan Terakhir


a) Data Subjektif
Distribusi keluarga yang melakukan skrining kesehatan dalam 6 bulan
terakhir di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17
Agustus 2017

Keluarga yang Melakukan


Skrining Kesehatan dalam 6 Bulan
Terakhir
(24%)
60
Ya
(76%)
192 Tidak

Gb. 81 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keluarga yang


melakukan skrining kesehatan dalam 6 bulan terakhir di Banjar Ambengan,
Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas keluarga yang tidak melakukan skrining
kesehatan dalam 6 bulan terakhir adalah sebanyak 192 KK (76%) sedangkan
minoritas keluarga yang melakukan skrining kesehatan dalam 6 bulan
terakhir sebanyak 60 KK (24%).

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


67 | P a g e
4. Hasil Observasi
a. Data Objektif Ventilasi rumah
Distribusi ventilasi rumah di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

Ventilasi rumah
0%

(100%)
Ya
252

Gb. 82 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi ventilasi rumah di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, 100% penduduk memiliki ventilasi rumah

b. Distribusi keadaan ventilasi di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin


pada tanggal 14-17Agustus2017

Keadaan Ventilasi
(6%)
15

(94%)
237

ya tidak

Gb. 83 : distribusi keadaan ventilasi rumah di Banjar Ambengan, Desa


Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


68 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki ventilasi terbuka sebanyak 237 KK (94%)
sedangkan yang tidak memiliki ventilasi yang terbuka sebanyak 15 KK (6%).

c. Data Objektif Pencahayaan Rumah


Distribusi pencahayaan di Banjar Ambengan , Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

Pencahayaan
(7%)
17

(93%)
235

ya Tidak

Gb. 84 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi pencahayaan di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kaja memiliki pencahayaan yang cukup sebanyak 235 KK (93%)
sedangkan yang tidak memiliki pencahayaan yang cukup sebanyak 17 KK (7%).

d. Data Objektif Lantai Rumah Berubin


Distribusi lantai rumah ubin di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


69 | P a g e
lantai rumah terpasang ubin
(5%)
13

(95%)
239

YA Tidak

Gb. 85 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi lantai rumah ubin di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki rumah dengan lantai ubin sebanyak 239 KK (95%)
sedangkan penduduk yang rumahnya tidak terpasang ubin sebanyak 13 KK (5%).

e. Distribusi kondisi lantai tidak dalam keadaan licin baik WC maupun rumah
di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus
2017

Kondisi lantai rumah dan WC


(0%)
1

(100%)
251

Ya Tidak

Gb. 86 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi kondisi lantai rumah maupun


WC tidak dalam keadaan licin di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


70 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki kondisi lantai tidak dalam keadaan licin baik WC
maupun rumah sebanyak 251 KK (100%) sedangkan penduduk yang rumahnya
tidak terpasang ubin sebanyak 1 KK (0%).

f. Data Objektif Kondisi Rumah Secara Umum


Distribusi kondisi rumah secara umum di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kondisi rumah secara umum


(6%)
14

(94%)
238

YA TIDAK

Gb. 87 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi kondisi rumah secara umum


di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan , Desa
Peguyangan Kangin memiliki rumah yang bersih sebanyak 238 KK (94%)
sedangkan minoritas penduduk kondisi rumah yang kurang bersih sebanyak 14 KK
(6%).

g. Data Objektif Kondisi Luar Rumah


Distribusi kondisi luar rumah penduduk di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


71 | P a g e
Keadaan luar rumah
(10%)
26

(90%)
226

YA TIDAK

Gb. 88 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi kondisi luar rumah penduduk


di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin kondisi luar rumahnya bersih yaitu sebanyak 226 KK (90%)
sedangkan minoritas penduduk kondisi luar rumah yang kurang bersih sebanyak 26
KK (10%).

h. Data Objektif Tempat Sampah Tertutup


Distribusi tempat sampah tertutup di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kondisi tempat sampah tertutup

(32%)
80
(68%)
172

YA TIDAK

Gb. 89 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi tempat sampah tertutup di


Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


72 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki tempat sampah tertutup yaitu sebanyak 172 KK
(68%) dan minoritas penduduk yang tidak memiliki tempat sampah tertutup
sebanyak 80 KK (32%) .

i. Data Objektif Keberadaan SPAL


Distribusi keberadaan SPAL di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

Adanya SPAL
(2%)
6

98%
246

YA TIDAK

Gb. 90 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keberadaan SPAL di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki SPAL yaitu sebanyak 246 KK (98%) dan minoritas
penduduk yang tidak memiliki SPAL yaitu 6 KK (2%).

j. Data Objektif Kondisi SPAL


Distribusi kondisi SPAL yang lancar di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


73 | P a g e
Kondisi SPAL lancar

(25%)
62

Ya
(75%) Tidak
184

Gb. 91 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi kondisi SPAL yang lancar di


Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji mayoritas penduduk yang memiliki kondisi SPAL lancar
yaitu sebanyak 184 KK (75%) dan minoritas penduduk yang tidak memiliki
kondisi SPAL lancar sebanyak 62 KK (25%).

k. Data Objektif Adanya Air Bersih untuk Keperluan Sehari-hari


Distribusi adanya air bersih untuk keperluan sehari-hari di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Ketersediaan air bersih untuk


keperluan sehari-hari
0%

(100%)
Ya
252

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


74 | P a g e
Gb. 92 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi adanya air bersih untuk
keperluan sehari-hari di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk memiliki air bersih untuk keperluan
sehari-hari 252 KK (100%).

l. Ketersediaan TOGA
Distribusi adanya TOGA di BanjarAmbengan, Desa Peguyangan Kangin pada
tanggal 14-17 Agustus 2017

Keberadaan TOGA

(15%)
39

(85%)
213

YA TIDAK

Gb. 93 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi adanya TOGA di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin tidak memiliki TOGA yaitu sebanyak 213 KK (85%)
sedangkan minoritas penduduk yang memiliki TOGA sebanyak 39 KK (15%).

m. Barang Bekas/Penampungan Air


Distribusi barang bekas/tempat penampungan air di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


75 | P a g e
Adanya barang bekas /tempat penampung air

(53%) (47%)
134 118

YA TIDAK

Gb. 94 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi barang bekas/tempat


penampungan air di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin tidak memiliki barang bekas/tempat penampungan air yaitu
sebanyak 134 KK (53%) sedangkan minoritas penduduk yang memiliki barang
bekas/tempat penampungan air sebanyak 118 KK (47%).

n. Data Obyektif jentik Nyamuk di Tempat Penampungan Air


Distribusi jentik nyamuk di tempat penampungan air di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Terdapat jentik nyamuk di penampungan air


(7%)
17

(93%)
235

YA TIDAK

Gb. 95 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi jentik nyamuk di tempat


penampungan air di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


76 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin tidak adanya jentik nyamuk di penampungan air sebanyak 235
KK (93%) sedangkan minoritas penduduk yang tidak terdapat jentik nyamuk di
penampungan air sebanyak 17 KK (7%).

o. Data Objektif Resapan Septic Tank Sekitar 10 Meter


Distribusi resapan septic tank sekitar 10 meter di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Resapan septic tank

(13%)
32

ya
(87%) tidak
220

Gb. 96 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi resapan septic tank sekitar


10 meter di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk yang menggunakan resapan septic
tank sekitar 10 meter sekitar 220 KK (87%) dan minoritas penduduk yang resapan
septic tank 10 meter sekitar 32 KK (13%).

p. Kandang Hewan Peliharaan


Distribusi kandang hewan peliharaan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


77 | P a g e
Adanya kandang hewan peliharaan

(40%)
99

(60%) ya
146 tidak

Gb. 97 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan distribusi kandang hewan


peliharaan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji, mayoritas penduduk Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin memiliki kandang hewan sebanyak 146 KK (60%) sedangkan
minoritas penduduk yang tidak memiliki kendang hewan sebanyak 99 KK (40%).

q. Kondisi Kandang Hewan


Distribusi kandang hewan bersih di Banjar Ambengan, Desa Pekraman
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Kondisi kandang bersih


(21%)
31

Ya
(79%)
115 Tidak

Gb. 98 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi kandang bersih di Banjar


Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


78 | P a g e
Interpretasi
Dari 146 KK yang terkaji, penduduk Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk yang memiliki kandang hewan yang bersih sebanyak 115 KK
(21%) dengan minoritas penduduk yang kondisi kendang kurang bersih sebanyak
31 KK (21%).

r. Jarak kandang
Distribusi jarak kandang lebih dari 10 meter dari tempat tidur/bermukim di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Jarak kandang

(21%)
30
Ya
(79%)
116 Tidak

Gb. 99 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi jarak kandang lebih dari 10


meter dari tempat tidur/bermukim di Banjar Belusung, Desa Peguyangan Kaja
Interprestasi
Dari 146 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk yang memiliki jarak kandang lebih dari 10 meter sebanyak
116 KK (79%) sedangkan minoritas penduduk yang memiliki jarak kendang < 10
meter dari tempat tidur 30 KK (21%)

s. Pekarangan Rindang
Distribusi Pekarangan rindang di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


79 | P a g e
Pekarangan rindang

(29%)
73

ya
(71%) tidak
179

Gb. 100 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan distribusi pekarangan


rindang di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interprestasi
Dari 252 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk yang memiliki pekarangan rindang sebanyak 179 KK (79%)
sedangkan minoritas penduduk yang tidak memiliki perkarangan rindang sebanyak
73 KK (29%).

t. Data Objektif
Distribusi tempat pembuangan air besar di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Adanya jamban

ya

(100%)
252

Gb. 101 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan tempat pembuangan air


besar di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


80 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk membuang air besar ke WC/jamban keluarga yaitu 252 KK
(100%).

u. Data Objektif
Distribusi WC bersih dan berfungsi baik di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

WC bersih dan berfungsi baik


(1%)
2

ya
(99%) tidak
250

Gb. 102 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi WC bersih dan berfungsi


baik di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa adat Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk memiliki WC bersih dan berfungsi dengan baik sebanyak 250
KK (99%) sedangkan minoritas penduduk yang tidak memiliki WC bersih dan
berfungsi dengan baik sebanyak 2 KK (1%) .

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


81 | P a g e
v. Distribusi adanya pegangan di kamar mandi di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Terdapat pegangan dikamar mandi

(23%)
57
ya
(77%) tidak
195

Gb. 103 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi adanya pegangan di kamar


mandi di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa adat Peguyangan Kangin
minoritas penduduk memiliki pegangan di kamar mandi sebanyak 57 KK (23%)
sedangkan mayoritas penduduk yang tidak memiliki pegangan di kamar mandi
sebanyak 195 KK (77%) .

w. Batas Ruangan
Distribusi keberadaan batas antar ruangan/tempat tidur di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Keberadaan batas antar ruangan


atau tempat tidur
(5%)
13

ya
(95%)
tidak
239

Gb. 104 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi keberadaan batas antar


ruangan/tempat tidur di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


82 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
mayoritas penduduk memiliki batas antar ruang/tempat tidur sebanyak 239 KK
(95%) sedangkan minoritas penduduk yang tidak memiliki batas antar ruangan/
tempat tidur sebanyak 13 KK (5%)

x. Data Objektif
Distribusi keberadaan P3K di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin tanggal
14-17 Agustus 2017

Sarana P3K

(38%)
97
ya
(62%)
155 tidak

Gb. 105 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi ketersediaan P3K di


Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interprestasi
Dari 252 KK yang terkaji, dimana mayoritas penduduk memiliki P3K sebanyak
155 KK (62%).Dan minoritas penduduk yang tidak memiliki sarana P3K sebanyak
97 KK (38%).

y. Data Objektif
Distribusi bayi/balita yang sudah mendapatkan imunisasi sesuai dengan umurnya
di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


83 | P a g e
Imunisasi Bayi/balita sesuai dengan
umur

(100%) ya
91

Gb. 106 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi bayi balita yang sudah
mendapatkan imunisasi sesuai dengan umurnya di Banjar Ambengan, Desa
Peguyangan Kangin.

Interpretasi
Dari 91 bayi yang terkaji, bayi yang sudah mendapatkan imunisasi sesuai dengan
umurnya sebanyak 91 bayi (100%).

z. Data Obyektif
Distribusi BB bayi terpantau tiap bulan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan
Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Berat badan dan status gizi


bayi/balita

ya
(100%)
91

Gb. 107 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi BB bayi


terpantau tiap bulan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


84 | P a g e
Interpretasi
Dari 91 bayi yang terkaji di Banjar Ambengan di Desa Peguyangan Kangin BB dan
status gizi bayi sudah terpantau tiap bulan sebanyak 91 bayi/balita (100%).

aa. Data Obyektif


Distribusi pemeriksaan rutin ibu hamil terpantau tiap bulan di Banjar Ambengan,
Desa Pekraman Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

Pemeriksaan kehamilan sesuai umur


kehamilan

(100%) ya
5

Gb. 108 : Gambar Persentase penduduk berdasarkan distribusi pemeriksaan ibu


hamil terpantau tiap bulan di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 5 jiwa ibu hamil yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
yang melakukan pemeriksaan rutin ibu hamil sebanyak 100%.

bb. Data Obyektif


Distribusi ibu hamil yang sudah mendapatkan TT terpantau tiap bulan di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin pada tanggal 14-17 Agustus 2017

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


85 | P a g e
Imunisasi TT pada ibu hamil

(40%)
2
(60%) Ya
3
Tidak

Gb. 109 : Persentase penduduk berdasarkan distribusi ibu hamil yang


mendapatkan TT di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 5 jiwa ibu hamil yang terkaji di Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin
ibu hamil yang mendapatkan TT sebanyak 3 orang (60%) dan minoritas yang tidak
mendapatkan TT sebanyak 2 orang (40%)

5. Pelaksanaan 3M Plus
a. Pelaksanaan 3M Plus
1) Tidak terdapat jentik pada tempat penampungan air (bak mandi, gentong,
potongan bambu, vas bunga, tempat minum hewan)
Observasi 3M Plus berdasarkan tidak terdapat jentik pada tempat
penampungan air di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan
Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


86 | P a g e
(5%)
12 Tidak terdapat jentik

Ya
(95%) Tidak
240

Gb. 110: Observasi 3M Plus berdasarkan tidak terdapat jentik pada


tempat penampungan air di Banjar Ambengan, Desa Pekraman
Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan, mayoritas KK tidak
terdapat jentik pada penampungan air yaitu sebanyak 240 (95%) dan
minoritas KK terdapat jentik pada penampungan air sebanyak 12 (5%)

2) Tempat penampungan air ditutup rapat


Observasi 3M Plus berdasarkan tempat penampungan air ditutup rapat
di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Tempat penampungan air tertutup


rapat

(22%)
55
Ya
(78%)
Tidak
197

Gb. 111: Observasi 3M Plus berdasarkan tempatpenampungan air ditutup


rapat di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


87 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan terdapat mayoritas KK
memiliki tempat penampungan air tertutup rapat sebanyak 197 (78%) dan
minoritas KK memiliki tempat penampungan air tidak tertutup rapat 55
(22%)

3) Mengubur/tidak terdapat barang-barang bekas berserakan di lingkungan


rumah (botol, kaleng, ban, ember bekas)
Observasi 3M Plus berdasarkan mengubur/tidak terdapat barang-
barang bekas berserakan di lingkungan rumah (botol, kaleng, ban, ember
bekas) di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Tidak terdapat barang bekas

(18%)
45
Ya
(82%) Tidak
207

Gb. 112: Observasi 3M Plus berdasarkan mengubur/tidak terdapat


barang-barang bekas berserakan di lingkungan rumah (botol, kaleng, ban,
ember bekas) di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan dimana mayoritas KK
mengubur/tidak terdapat barang-barang bekas berserakan di lingkungan
rumah (botol, kaleng, ban, ember bekas) sebanyak 207 (82%) dan
minoritas KK tidak mengubur/terdapat barang-barang bekas berserakan di
lingkungan rumah (botol, kaleng, ban, ember bekas) sebanyak 45 (18%)

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


88 | P a g e
b. Cara Biologi
1) Terdapat ikan pemakan jentik pada kolam/tempat penampungan air yang
sulit dikuras
Observasi 3M Plus berdasarkan terdapat ikan pemakan jentik pada
kolam/tempat penampungan air yang sulit dikuras di Banjar Ambengan,
Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Terdapat ikan pemakan jentik


(27%)
69

Ya
(73%)
183 Tidak

Gb. 113: Observasi 3M Plus berdasarkan terdapat ikan pemakan jentik


pada kolam/tempat penampungan air yang sulit dikuras di Banjar
Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan terdapat mayoritas KK
tidak terdapat ikan pemakan jentik pada kolam/tempat penampungan air
yang sulit dikuras yaitu sebanyak 183 (73%) dan minoritas KK terdapat
ikan pemakan jentik pada kolam/tempat penampungan air yang sulit
dikuras sebanyak 69 (27%).

2) Kamar tidur terpasang kelambu


Observasi 3M Plus berdasarkan kamar tidur terpasang kelambu di
Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


89 | P a g e
Kamar tidur terpasang kelambu
(18%)
46

Ya
(82%
206 Tidak

Gb. 114: Observasi 3M Plus berdasarkan kamar terpasang kelambu di


Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan terdapat minoritas KK
memiliki kamar tidur terpasang kelambu sebanyak 46 (18%) dan
mayoritas KK tidak terpasang kelambu pada kamar tidur sebanyak 206
(82%)

3) Lubang ventilasi terpasang kawat kasa


Observasi 3M Plus berdasarkan lubang ventilasi terpasang kawat kasa
di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

Lubang ventilasi terpasang kawat


kasa

(45%)
113
(55%) ya
139
tidak

Gb.115: Observasi 3M Plus berdasarkan lubang ventilasi terpasang kawat


kasa di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan Kangin

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


90 | P a g e
Interpretasi
Dari 252 KK yang di kaji di Banjar Ambengan, minoritas KK
terpasang kawat kasa pada lubang ventilasi sebanyak 113 (45%) dan
mayoritas penduduk tidak terpasang kawat kasa pada lubang ventilasi
sebanyak 139 (55%).

4) Tidak terdapat pakaian yang tergantung di tempat yang gelap dan lembab
Observasi 3 M Plus berdasarkan tidak terdapat pakaian yang
tergantung di tempat yang gelap dan lembab di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin.

Tidak terdapat pakaian yang


tergantung

(38%)
97

ya
(62%)
155 tidak

Gb.116: Observasi 3M Plus berdasarkan Tidak terdapat pakaian yang


tergantung di tempat yang gelap dan lembabdi Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan, mayoritas KK tidak
terdapat pakaian yang tergantung di tempat yang gelap dan lembab
sebanyak 155(62%) dan minoritas KK terdapat pakaian yang tergantung di
tempat yang gelap dan lembab sebanyak 95(38%).

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


91 | P a g e
c. Cara Kimia
1) Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang tidak di
kuras
Observasi 3 M Plus berdasarkan menaburkan bukuk abate pada tempat
penampungan air yang tidak di kuras di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin.

Menaburkan bubuk abate

(42%)
106

(58%) ya
146 tidak

Gb.117: Observasi 3M Plus berdasarkan Menaburkan bubuk abate pada


tempat penampungan air yang tidak di kuras di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan mayoritas KK yang
menaburkan bukuk abate pada tempat penampungan air yang tidak di
kuras sebanyak 146(58%) dan minoritas KK tidak menaburkan bubuk abate
pada tempat penampungan air yang tidak di kuras sebanyak 106(42%).

2) Memiliki dan menggunakan obat anti nyamuk ( lotion, semprot, bakar,


elektrik )
Observasi 3 M Plus berdasarkan Memiliki dan menggunakan obat anti
nyamuk ( lotion, semprot, bakar, elektrik ) di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin.

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


92 | P a g e
Menggunakan obat nyamuk

(10%)
24

ya

(90%) tidak
228

Gb.118: Observasi 3M Plus berdasarkan Memiliki dan menggunakan obat


anti nyamuk ( lotion, semprot, bakar, elektrik ) di Banjar Ambengan, Desa
Pekraman Peguyangan Kangin

Interpretasi
Dari 252 KK yang dikaji di Banjar Ambengan mayoritas KK yang
memiliki dan menggunakan obat anti nyamuk ( lotion, semprot, bakar,
elektrik ) sebanyak 228(24%) dan minoritas KK tidak memiliki dan
menggunakan obat anti nyamuk ( lotion, semprot, bakar, elektrik )
sebanyak 24(10%).

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


93 | P a g e
B. ANALISA DATA
No Data Masalah
1. DS: Ketidakefektifan
Tokoh masyarakat mengatakan pengolahan sampah pemeliharaan kesehatan
di Banjar Ambengan sudah ada petugas kebersihan
yang mengambil pada sesuai dengan jadwal
pengambilan sampah tetapi masih terdapat warga
yang membakar sambah di area terbuka.
Dari 252 KK yang terkaji, yang membakar sampah
sebanyak 43 KK (17%).
Posyandu lansia pada Banjar Ambengan tidak aktif
dilaksanakan hanya saja senam lansia rutin
dilaksanakan setiap hari minggu sore, terkecuali
apabila terdapat hambatan seperti Upacara Agama
tidak dilakukannya senam lansia. Namun, tidak
semua warga baik lansia datang untuk mengikuti
senam lansia.
Dari 76 jiwa lansia >56 tahun (manula) yang terkaji
di Banjar Ambengan, Desa Pekraman Peguyangan
Kangin mayoritas yang mengatakan perlunya
lembaga/wadah posyandu lansia untuk menunjang
kesehatan lansia adalah sebanyak 74 lansia (97%)
DO:
Dari 252 KK yang terkaji 62 KK (25%) memiliki
SPAL yang tidak lancar.
Untuk pelayanan seperti posyandu balita, sudah
terlaksana namun peran dari masing-masing kader
belum berfungsi secara efektif.

2 DS: Perilaku kesehatan


Beberapa warga mengatakan ada anggota cenderung berisiko
keluarganya yang merokok dan minum alkohol.
Dari 257 remaja yang terkaji di Banjar Ambengan,

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


94 | P a g e
Desa Peguyangan Kangin, 53 orang (21%)
mengkonsumsi alcohol.
Dari 252 KK yang terkaji, penduduk yang anggota
keluarganya merokok sebanyak 160 KK (63%)
dengan mayoritas merokok di ruang terbuka
sebanyak 86 KK (93%) dan minoritas merokok di
ruang tertutup sebanyak 6 KK (7%).
DO:
Dari hasil observasi setiap paginya balai banjar
terdapat sisa-sisa puntung rokok dimana pada
malam harinya ada beberapa pemuda yang
menggunakan balai banjar untuk beraktivitas.
Pada sore harinya dibeberapa gang terdapat
beberapa penduduk yang sedang berkumpul sambil
menikmati minuman beralkohol.

C. PENENTUAN DIAGNOSA
1. Skala Prioritas
No. Masalah Kesehatan Sifat Masalah Kemungkinan Potensi Menonjolnya
Masalah Dapat Masalah Masalah
Diubah Untuk
Dicegah
Skala: Skala: Skala: Skala:
Wellness : 3 Mudah :2 Tinggi : 3 Segera : 2
Aktual :3 Sebagian : 1 Cukup : 2 Tidak perlu : 1
Risiko :2 Tidak dapat : 0 Rendah : 1 Tidak
Potensial : 1 dirasakan : 0
1. Ketidakefektifan 3 1 2 0
x1=1 x2 = 1 x1 = 0,6 x1 = 0
3 2 3 2
pemeliharaan
kesehatan
2. Perilaku kesehatan 3 1 1 0
x1 = 1 x2 = 1 x1 = 0,3 x1 = 0
3 2 3 2
cenderung berisiko

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


95 | P a g e
2. Diagnosa Prioritas
a. Ketidakefektifan pemeliharan kesehatan
b. Perilaku kesehatan cenderung berisiko

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


96 | P a g e
D. PLANNING OF ACTION
Diagnosis Sumber Penanggung
No Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Media
Keperawatan Dana Jawab
1 Ketidakefektifan TUM : Manajemen lingkungan : Masyarakat x45 Balai Swadaya - Leaflet Puskesmas &
pemeliharaan Setelah dilakukan Komunitas Banjar menit Banjar - LCD Mahasiswa
kesehatan di Asuhan a. Monitor status resiko Ambengan, Ambengan Proyekt
Banjar Keperawatan kesehatan yang sudah Desa or
Ambengan, Komunitas selama di ketahui. Peguyangan - Laptop
Desa 1 minggu b. Inisiasi skrining Kangin - Poster
Peguyangan diharapkan resiko kesehatan yang
Kangin masyarakat Banjar berasal dari
Ambengan dapat lingkungan.
Definisi : menigkatkan c. Lakukan program
Ketidakmampua pemeliharaan edukasi untuk
n kesehatan. kelompok beresiko.
mengidentifikasi d. Dorong lingkungan
, mengelola, dan TUK : untuk berpartisipasi
/ atau mencari a. Terjadinya aktif dalam
bantuan untuk peningkatan keselamatan
mempertahanka manajemen komunitas.
n kesehatan. lingkungan e. Kolaborasi dalam

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


97 | P a g e
komunitas mengembangkan
b. Terjadinya program aksi
peningkatan dikomunitas.
kualitas f. Kaji sejauh mana
kesehatan kader mengetahui
c. Terjadinya peran dan tugas
peningkatan masing-masing
pengetahuan g. Lakukan pembinaan
untuk kader posyandu balita
kelompok dan lansia.
berisiko
d. Terjadinya
peningkatan
kualitas
keselamatan
dalam
komunitas
e. Terjadinya
peningkatan
aktivitas dalam
komunitas

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


98 | P a g e
2. Perilaku TUM: Modifikasi perilaku: Masyarakat x 45 Balai Swadaya - Leaflet Puskesmas
kesehatan Setelah dilakukan a. Identifikasi masalah menit Banjar - LCD dan
cenderung tindakan pasien terkait dengan Ambengan - Proyek Mahasiswa
berisiko keperawatan istilah perilaku tor
selama 1 minggu b. Dukung untuk - Laptop
Definisi: penduduk Banjar mengganti kebiasaan - Poster
Hambatan Ambengan, Desa yang tidak diinginkan
kemampuan Peguyangan dengan kebiasaan
untuk mengubah Kangin dapat yang diinginkan
gaya hidup atau mempercayai c. Pilah-pilah perilaku
prilaku dalam mengenai menjadi bagian-bagian
cara yang kesehatan kontrol kecil untuk dirubah
memperbaiki yang diterima. menjadi unit perilaku
status kesehatan. yang
TUK: terukur(misalnya,
a. Perilaku berhenti merokok,
penghentian jumlah rokok yang
penyalahgunaa dihisap)
n alkohol d. Bantui pasien untuk
b. Kontrol resiko dapat mengidentifikasi
penggunaan kekuatan dirinya dan

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


99 | P a g e
alkohol. menguatkannya
c. Kontrol resiko e. Berikan umpan balik
penggunaan terkait dengan
tembakau perasaan saat pasien
d. Perilaku tampak bebas dari
berhenti gejala-gejala dan
merokok tampak rileks
f. Diskusikan proses
modifikasi perilaku
dengan pasien atau
orang yang penting/
SO bagi pasien.
g. Berikan penyuluhan
terkait bahaya rokok
dan alkohol

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


100 | P a g e
BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Dari pembahasan dan pelaksanaan praktik omunitas dapat disimpulkan bahwa,
terdapat 3 kegiatan yang dilakukan dalam praktik keperawatan komunitas ini, yaitu
kegiatan pengambilan data atau pengkajian berdasarkan instrumen Survey Mawas Diri
(SMD), tabulasi data atau pengumpulan data dan penyusunan laporan.
Dari tabulasi data berdasarkan instrumen yang dipakai terdapat 252 KK yang terdiri
dari 1.019 jiwa yang terkaji dan terdapat permasalahan yang didapat dua permasalahan
komunitas yaitu : ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan dan perilaku kesehatan
cenderung berisiko.
Dari diagnose tersebut, terdapat rencana keperawatan komunitas yang dilakukan
adalah memberikan penyuluhan kesehatan perawatan pada masyarakat terkait pembinaan
kader posyandu, kesehatan lingkungan dan meningkatkan pengetahuan terkait dengan
bahaya rokok dan alcohol.
Dari keseluruhan praktik, hampir seluruh warga terlihat kooperatif selama
pengkajian dan masyarakat terbuka terhadap mahasiswa, namun ada pula yang masih
tertutup dan tidak menerima kehadiran mahasiswa. Hal tersbut diantisipasi dengan
pemahaman yang lebih oleh mahasiswa dan tokoh masyarakat dalam hal ini adalah kadus.

B. SARAN
Saran yang dapat kami berikat setelah praktik ini adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan posyandu lansia dan balita harus lebih ditingkatkan lagi
2. Lakukan penyuluhan rutin terkait kesehatan
3. Lakukan kerja bakti rutin diareal banjar hingga gang-gang kecil
4. Fasilitasi masyarakat dengan tempat sampah atau petugas kebersihan yang menjangkau
hingga gang-gang kecil

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


101 | P a g e
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-
Nyalah kami dalam menyelesaikan laporan praktik komunitas yang dilakukn di Banjar
Ambengan, Desa Peguyangan Kangin. Praktik Komunitas ini dilakukan selama 9 hari
terhitung mulai tanggal 14 Agustus 2017 sampai 22 Agustus 2017. Laporan ini dibuat dengan
tujuan memenuhi syarat hasil kerja lapangan/praktik yang kami lakukan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terutama
Kepala Dusun, Dosen Pembimbing, Masyarakat, dan lainnya yang tak dapat kami sebutkan
satu persatu sehingga laporan ini dapat diselesaikan tepat dengan waktunya. Laporan ini jauh
dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan laporan ini.
Semoga laporan ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Om Santih, Santih, Santih, Om

Denpasar, 21Agustus 2017

Tim Penyusun

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


102 | P a g e
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................................i


Daftar Isi ................................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang ...........................................................................................................1
B. Tujuan ........................................................................................................................2
Bab II Pembahasan
A. Penyajian Data Pengkajian ........................................................................................3
B. Analisa Data ...............................................................................................................94
C. Diagnosa ....................................................................................................................95
D. POA/Rencana .............................................................................................................97
Bab III Penutup
A. Simpulan ....................................................................................................................101
B. Saran ..........................................................................................................................101
Lampiran-Lampiran

STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI


103 | P a g e