Anda di halaman 1dari 20

RESUME ISTILAH PARASITOLOGI

SUMBER 1

1. Parasit
SITOS = makanannya, PARASITOS = seorang yang ikut makan. Definisi Parasit, jasad yang
hidup dengan cara mengambil kebutuhan hidupnya dari jasad lain.
organisme yang selama atau sebagian hayatnya hidup pada atau didalam tubuh organisme
lain, dimana parasit tersebut mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun untuk hidupnya.
Organisme hidup yang mendapatkan makanan dari organisme hidup yang lain dan hidupnya
tergantung pada organisme tersebut.

2. Parasitisme
Hubungan timbal balik antara dua organisme, organisme yang satu mendapat keuntungan
sedangkan organisme yg lain mendapat kerugian

3. Parasit obligat (permanen)


parasit yang hidupnya mutlak sebagai parasit, jadi untuk kelangsungan hidupnya mutlak
memerlukan hospes.
parasit yg harus hidup di dalam tubuh hospes, dan di luar tubuh hospes tidak dapat hidup
Contoh ; cacing hati Fasciola gigantica, Protozoa (Eimeria sp) dan Artropoda (Sarcoptes sp)
kesemuanya mutlak memerlukan hospes, tanpa hospes akan mati.

4. Parasit fakultatif (opportunist)


parasit yang dapat hidup bebas atau hidup sebagai parasit
parasit yang akan hidup parasitik apabila kebutuhan hidupnya meningkat
Contoh lalat rumah (Musca domestica) umumnya baik stadium larva dan dewasa hedup
bebas, tetapi jika larvanya hidup didalam luka maka menyebabkan Miasis (Belatungan)

5. Parasit temporer (intermitten, berkala, periodik)


parasit yang hidup dalam hospes hanya untuk sementara saja
parasit yang mengunjungi hospesnya pada waktu waktu tertentu saja
Contoh : Nyamuk, lalat akan menghisap darah hospesnya pada waktu tertentu saja

6. Parasit insidentil
parasit yang secara kebetulan ditemukan pada hospes yang tidak seharusnya (hospes yang
tidak wajar).
Contoh : cacing pita Dipyllidium caninum adalah saluran pencernaan anjing, tetapi kadang-
kadang bisa ditemukan berparasit didalam usus manusia terutama anak-anak. Kejadiannya dimana
telur cacing pita termakan oleh larva pinjal (Ctenocephalides sp) yang merupakan hospes antara
cacing pita tersebut, pinjal yang infektif secara tidak sengaja termakan oleh anak-anak sehingga
didalam ususnya terinfeksi cacing pita anjing

7. Parasit koprozoik ( parasit spuriosa)


parasit yg masuk ke dalam tubuh hospes tanpa menimbulkan keluhan/penyakit pada hospes
dan keluar dari tubuh hospes tanpa perubahan apapun
parasit yang dikeluarkan oleh bukan hospes yang semestinya, dimana parasit tersebut tidak
mengalami perkembangan atau menimbulkan kerusakan pada hospes tersebut.
Contoh pada pemeriksaan tinja anjing ditemukan telur cacing pita Taenia saginata yang
seharusnya berparasit pada manusia, kemungkinan karena anjing memakan tinja manusia yang
mengandung telur cacing pita tersebut. Contoh lain : pada pemeriksaan tinja ayam ditemukan telur
cacing Ascaris suum yang berparasit pada babi, kemungkinan disebabkan karena ayam memakan
bagian tinja babi yang terkontaminasi telur cacing Ascaris suum.

8. Parasit patogen dan apatogen


PARASIT PATOGEN adalah parasit yang menimbulkan kerusakan pada hospes karena
pengaruh mekanik, traumatik, dan toksik.
PARASIT APATOGEN adalah parasit yang hidup dengan mengambil sisa makanan dalam
tubuh hospes dengan tidak menimbulkan kerugian atau kerusakan pada hospes.

9. Ektoparasit dan endoparasit


EKTOPARASIT = EKTOZOA adalah parasit yang secara umum hidup pada permukaan luar
tubuh (kulit) hospes atau didalam liang (telinga luar dan rongga hidung) yang berhubungan bebas
dengan dunia luar dan termasuk juga parasit datang pergi (parasit yang tidak menetap didalam
tubuh hospes).
Contoh : artropoda : kutu, pinjal, lalat, nyamuk, caplak dan tungau
ENDOPARASIT = ENDOZOA adalah parasit yang hidup didalam organ dalam, system
(alimentarius, sirkulasi, respirasi), rongga dada, rongga perut, persendian, otot daging atau jaringan
lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan dunia luar.
Contoh : cacing saluran pencernaan, cacing jantung, protozoa saluran cerna dan protozoa
darah

10. Hospes (tuan rumah) definitif (menetap)


hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium seksual atau dewasa.
Contoh : salah satu penyakit malaria unggas disebabkan oleh protozoa Plasmodium malariae,
dimana bentuk seksualnya (makrogamet dan mikrogamet) ditemukan didalam tubuh nyamuk,
sedangkan stadium Schizon dan Merozoit ditemukan didalam darah unggas. Jadi pada kasus
malaria unggas ini, nyamuk adalah sebagai hospes definitive.

11. Hospes perantara (hospes intermedier)


hospes dimana parasit didalamnya menjadi bentuk infektif yang siap ditularkan kepada
hospes/manusia yang lain.
HOSPES INTERMEDIER (hospes sementara, hospes sekunder, hospes alternative, inang
antara) adalah hospes yang memberikan makan untuk hidup parasit stadium aseksual atau belum
dewasa. Contoh : pada kasus malaria seperti dituliskan terdahulu, stadium Schizon dan Merozoit
ditemukan didalam sel darah merah unggas, sehingga unggas sebagai hospes intermedier. Contoh
lain pada infeksi cacing hati Fasciola gigantica, stadium (mirasidium, sporokista, redia dan serkaria)
berkembang didalam tubuh siput air tawar (Lymnaea sp), sehingga siput disebut sebagai hospes
intermedier

12. Hospes peserta


hospes yang dapat juga dihuni oleh parasit tertentu walaupun sebenarnya bukan merupakan
tuan rumah definitif bagi parasit tersebut.

13. Hospes paratenik


tuan rumah potensial dan di dalamnya tidak terjadi perkembangan parasit muda; hospes itu
tidak mendukung atau menghalangi parasit itu dalam menyelesaikan siklus hidupnya, misalnya
Toxocara cati yang merupakan ascaris pada kucing. Jika telur yang telah matang termakan manusia
maka larva keluar setelah telur menetas, akan tetapi larva ini tidak akan pernah berkembang lebih
lanjut, manusia bertindak sebagai hospes paratenik.
Hospes dimana parasit hanya terdapat dalam stadium larva dan tidak dapat berkembang
menjadi stadium dewasa dan tidak terjadiperkembangbuiakan parasit secara seksual dan parasit ini
dapat ditularkan kepada hospes definitive karena parasit dalam stadium ini merupakan stadium
infektif

14. Hospes reservoir


Hewan yang mengandung parasit yang sama dengan parasit manusia dan dapat menjadi
sumber infeksi bagi manusia

15. Simbiosis Mutualisme


Hubungan dua organisme yang kedua organisme ini saling mendapat keuntungan satu sama
lain.
hidup bersama yang bersifat tidak permanen antara dua orgenisme yang berbeda spesies,
dimana satu sama lain sama-sama mendapat keuntungan
Contoh : hidup bersama antara Ruminansia dengan beberapa fauna dan flora yang hidup
didalam rumen. Flora dan fauna mendapat makanan dari hasil permentasi makanan ruminansia
(flora dan fauna mendapat keuntungan), sedangkan pencernaan makanan dari ruminansia dibantu
oleh flora dan fauna (Ruminansia juga mendapat untung), tetapi hidup bersama ini tidak permanen
(bisa hidup sendiri sendiri). Contoh lain : hidup bersama antara burung jalak dengan sapi, dimana
burung jalak akan memakan caplak yang menghisap darah sapi (jalak mendapat keuntungan)
sedangkan sapi terbebas dari parasit penghisap darah (sapi juga mendapat keuntungan), tetapi
hidup bersama ini tidak permanent.

16. Simbiosis Komensalisme


Hubungan dua organisme, yang satu organisme diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan
dan tidak diuntungkan.
hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies, dimana organisme yang satu
mendapat keuntungan, sedangkan orgenisme yang lain tidak dirugikan dan tidak pula mendapat
keuntungan. Contoh : hidup bersama antara bakteri Escheria coli didalam saluran pencernaan
hewan, bakteri akan berkembang didalam saluran pencernaan hewan (mendapat keuntungan) dan
dalam batas normal hewan tidak menderita (tidak rugi).
Contoh lain : Tungau Demodex sp akan hidup didalam folikel rambut dan kelenjar minyak
hewan dan manusia tanpa menimbulkan gejala klinis (tungau untung), pada kondisi normal hewan
dan manusia tidak dirugikan.

17. Simbiosis parasitisme


Hubungan dua organisme, yang satu di antaranya mendapat keuntungan dan yang lain
dirugikan.
hubungan erat antara dua jenis organisme. Dari hubungan tersebut, satu pihak mendapatkan
keuntungan, sedangkan yang lainnya mendapatkan kerugian. Organisme yang mendapatkan
keuntungan disebut parasit. Bentuk hubungan semacam itu banyak ditemukan di sekitar kita,
misalnya benalu dan tali putri yang hidup pada ranting pohon, Rafflesia yang hidup pada akar
pohon, serta berbagai jenis cacing, bakteri, dan mikroorganisme lain yang hidup pada tubuh
manusia ataupun hewan lainnya.
18. Predator (pemangsa)
binatang yang berburu dan memangsa binatang lain.

19. Zoonosis
Parasit hewan yang dapat ditularkan kepada manusia
penyakit pada binatang yang secara alami dpaat ditularkan pada manusia atau sebaliknya.

20. Infeksi dan infestasi


INFEKSi adalah asuknya kuman (jasad hidup) atau binatang endoparasit, sampai terjadi
perkembangan lebih lanjut (dewasa) atau berkembang biak di dalam inang.
INFESTASI adalah terdapatnya atau hidupnya ektoparasit pada inang.

21. Superinfeksi dan autoinfeksi


SUPERINFEKSI adalah terjadinya infeksi tambahan pada infeksi yang sudah ada oleh
spesies parasit yang sama.
AUTOINFEKSI adalah infeksi yang didapat atau bersumber dari diri sendiri. Autoinfeksi
dibedakan menjadi 2, yaitu :
1. Autoinfeksi eksternal. Contohnya yaitu infeksi E. vermicularis (cacing kremi)
2. Autoinfeksi internal : terjadinya reinfeksi di dalam tubuh inang dengan cara larva menembus
dinding usus, tanpa meninggalkan tubuh inangnya

SUMBER 2

1. Hospes/inang : Mahluk hidup sebagai tempat hidup parasit.

Macam-macam Hospes.
a.) Hospes definitive : Mahluk hidup sebagai tempat hidup parasit tumbuh dan berkembang biak
secara seksual.
Contoh : Manusia sebagai hospes definitive cacing gelang ( Ascaris lumbricoides).

b.) Hospes perantara : Mahluk hidup sebagai tempat hidup parasit tumbuh dan berkembang biak
secara
aseksual, parasit tumbuh menjadi bentuk infektif (bentuk yang siap ditularkan).
Contoh : 1. Manusia sebagai perantara Plasmodium, hospes definitivenya nyamuk betina
2. Nyamuk mansonia sebagai hospes perantara penyakit kaki gajah.

c.) Hospes Insidentil : Mahluk hidup sebagai tempat hidup parasit secara kebetulan yang biasanya
menginfeksi hospes lain.
Contoh : 1. Manusia sebagai hospes insidentil virus flu burung yang semestinya menginfeksi
unggas.
2. Manusia - Toxoplasma gondi semestinya menginfeksi kucing.
- Toxocara cati semestinya menginfeksi kucing.
- Toxocara canis semestinya menginfeksi anjing.

2. Vektor :
Vektor adalah mahluk hidup biasanya berupa serangga yang dapat menularkan parasit dari satu
penderita ke penderita lain.

Macam-macam Vektor :
a.) Vektor Mekanik : Mahluk hidup yang mengeluarkan parasit melalui permukaan tubuhnya.
b.) Vektor Biologis : Vector yang mengeluarkan penyakit dimana sebelumnya bibit penyakit atau
parasit masuk kedalam tubuh vektor mengalami perubahan bentuk atau menagalami
perkembangbiakkan.

3. Carier :
Carier adalah manusia yang didalam tubuhnya terdapat parasit tetapi menunjukkan sakit, orang
tersebut berpotensi sebagai sumber penularan ke orang lain.

4. Simbiosis :
Simbiosis adalah hubungan saling ketergantungan anatara 2 mahluk hidup atau lebih.

Macam-macam simbiosis :
a.) Mutualisme : menguntungkan kedua belah pihak
b.) Komensalisme : yang satu untung yang satu tidak dirugikan.
c.) Parasitisme : yang satu untung yang satunya rugi.

5. Bagian Tubuh :

a.) Thorax : rongga dada


b.) Ventral/ablomen : rongga perut
c.) Dorsal : punggung
d.) Caudal : ekor
e.) Chepalic/scolex : kepala

SUMBER 3

Parasitologi adalah cabang dari biologi yaitu ilmu yang mempelajari


tentang parasit, inangnya, dan hubungan di antara keduanya . Sebagai
salah satu bidang studi biologi, cakupan parasitologi tak ditentukan oleh
organisme atau lingkungan terkait, namun dengan cara hidupnya, yang
berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan menggunakan teknik
seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi molekuler, imunologi,
genetika, evolusi dan ekologi.

ASOSIASI DUA SPESIES ORGANISME HIDUP


SIMBIOSIS: Kehidupan bersama dari dua
spesies organisme untuk keperluan survivalnya.
PARASITISME: Kehidupan bersama dari dua
spesies organisme, yang satu hidup sebagai
PARASIT, menumpang untuk kelangsungan
hidupnya pada permukaan atau di dalam tubuh
organisme satunya yang berlaku sebagai
INANG.
KOMENSALISME: Kehidupan bersama dari dua
spesies organisme, organisme yang satu
menumpang (KOMENSAL) dan tidak
menggangu kelangsungan hidup pada INANGnya.

PENGGOLONGAN PARASIT
EKTOPARASIT : parasit yang menumpang pd
bag luar tubuh inang (mis. Caplak dan tungau).
ENDOPARASIT: parasit yang menumpang pd
bag dlm tubuh inangnya (Mis. Protozoa dan
helminths).
PARASIT OBLIGAT: parasit yang mutlak
bergantung kpd inangnya.
PARASIT FAKULTATIF: parasit yg hidup bebas
tetapi juga dpt sbg parasit.
PARASIT AKSIDENTAL: parasit yang
menyerang inang yang bukan biasanya.
PARASIT ABERAN: parasit yg yang masuk dan
migrasi dlm tubuh inangnya pd suatu tempat,
tetapi kemudian tidak bisa lanjut atau
brkembang.
PARASIT PERMANEN: sejak awal masuknya
tetap hidup sbg parasit sampai akhir hidupnya.
PARASIT TEMPORERr: parasit yang sebentar
saja menghampiri inangnya untuk mendptkan
makanannya lalu pergi lagi.
HIPERPARASIT: parasit yang di dalam
tubuhnya juga ada parasit lain.

PENGGOLONGAN INANG
DEFINITIF: ditumpangi parasit yg reproduksinya
secara seksual.
ANTARA: ditumpangi parasit stadium muda,
atau dlm stadium perkembangan.
RESERVOIR: hewan terinfeksi yg juga menjadi
sumber infeksi untuk inang lainnya.
PARATENIK: inang untuk parasit yg migrasi
sesuai jalannya tetapi kemudian terhenti tidak
bisa berkembang dan migrasi menuju ke
habitatnya dalam inang tsb

SUMBER 4

Istilah dalam Parasitologi dan Pembagian Hewan Parasit:

1. Organisme (manusia atau hewan) yang ditempati oleh organisme lain (parasit)
dimana organisme tersebut merugikan hospes (inang) yang ditumpanginya
karenamengambil makanan disebut hospes.
2. Hospes yang dirugikan itu dapat digolongkan menjadi 4 macam yaitu
hospesdefinitif, hospes perantara, hospes predileksi dan hospes reservoir.
Hospes definitifyaitu hospes yang membantu hidup parasit dalam stadium
dewasa/stadium seksual.
3. Berdasar lama waktu hidupnya parasit dibagi menjadi dua yaitu parasit
temporerdan stasioner. Parasit temporer disebut juga parasit nonperiodis
(nonberkala) yangmengunjungi hospesnya pada waktu-waktu berselang atau
parasit tersebut tidakmenetap pada tubuh hospesnya.
4. Pediculus humanus disebut sebagai ektoparasit karena hidup di kepala atau
hiduppada permukaan luar hospesnya.Hubungan antara Parasit dengan
InangDerajat preferensi inang adalah produk adaptasi biologis dari parasit
yangmenyebabkan parasit tersebut secara alami mempunyai pilihan terhadap
inang danjuga jaringan tubuh inang. Semakin tinggi derajat preferensi suatu
parasit terhadapinang akan menyebabkan adanya spesifitas inang.

SUMBER 5

Parasitologi Dasar

DEFINISI PARASITOLOGI
Ilmu yang mempelajari jasad - jasad yang hidup untuk sementara atau menetap di dalam atau di
permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil sebagian atau seluruh kebutuhan
hidupnya dari jasad lain tersebut
SITOS = makanannya, PARASITOS = seorang yang ikut makan.
Definisi Parasit, jasad yang hidup dengan cara mengambil kebutuhan hidupnya dari jasad lain.
Menurut P J Van Beneden ( 1875 ) : Makhluk yang menggantungkan hidup pada tetangganya
dan berusaha sepenuhnya untuk memanfaatkan dengan hemat tanpa membahayakan dirinya

ISTILAH - ISTILAH PARASITOLOGI :


1. HOSPES = HOST : Jasad yang mengandung Parasit
2. HOSPES DIFINITIF : Hospes yang mengandung Parasit bentuk dewasa dan Parasitnya
bereproduksi secara sexuil
3. HOSPES RESERVOIR : Hospes dimana parasitnyamengalami reproduksi secara sexuil
hospesnya adalah binatang
4. HOSPES PERANTARA : Hospes tempat tumbuh parasit menjadi bentuk infektif dan siap
ditularkan ke hospes lain. parasitnya bereproduksi secara asexuil
5. HOSPES PARATIMIK : Hospes yang mengandung parasit stadium infektif tanpa menjadi
dewasa dan parasitnya dapat ditularkan serta menjadi dewasa pada hospes difinitif
6. ZOONOSIS : Penyakit pada binatang yangdapat ditularkan pada manusia
7. VEKTOR : Serangga yang menularkan penyakit
8. TRANSMITER : Vektor selain serangga
9. VEHICLE : Benda yang menularkan penyakit
10. INFEKSI : Parasit masuk kedalam tubuh hospes danterjadi Parasitisme ( Endoparasit )
11. INFESTASI : Parasit hidup dipermukaan tubuh hospesdan terjadi Parasitisme ( Ectoparasit
)
12. MYASIS : Invasi larva lalat pada jaringan hospes
13. SYNANTHROPIC : Bentuk kehidupan serangga yang telahberadaptasi dengan lingkungan
hidup manusia sebagao habitatnya dan hidup bebas tidak tergantung pada kehidupan manusia
14. DOMESTIC : Bentuk kehidupan serangga yang telah beradaptasi dengan lingkungan hidup
manusia sebagaihabitatnya dan hidupnya tergantung pada kehidupanmanusia

SIFAT - SIFAT PARASIT


1. Ecto Parasit ; Parasit yang hidup di permukaan tubuh hospes
2. Endo Parasit ; Parasit yang hidup di dalam tubuh hospes
3. Obligat Parasit : Parasit yang untuk kehidupannya membutuhkan hospes
4. Fakultatif Parasit : Parasit yang dapat hidup tanpa adanya hospes
5. Monoxen Parasit : Parasit yang hanya mempunyai satu hospes
6. Polyxen Parasit : Parasit yang mempunyai banyak hospes
7. Permanent Parasit ; Parasit yang hidupnya selamanya pada hospes
8. Periodic Parasit : Parasit yang hidupnya tidak selamanya pada hospes

PENGARUH PARASIT TERHADAP HOSPES


1. Hospesnya menderita kerugian( Parasitisme )
2. Parasitnya menderita kerugian
3. Terjadi keseimbangan antaraParasit dengan Hospes

BENTUK BENTUK PARASITISME


I. ParasitismeHospes menderita kerugian
II. KomensalismeHospes tidak menderita kerugian
- Mensa = meja , Komensa = turut makan di satu meja
1. Mutualisme Keduanya saling menguntungkan
2. SimbioseBila dipisahkan masing - masing akan merugi
METAZOA ; Jasad hidup hewani ber sel banyak dan sudah mengalami differensiasi
PROTOZOA ; Jasad hidup hewani ber sel satu

SUMBER 6

1. Parasitologi
Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua
organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari
organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan
insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi
taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi
penyakit yang ditimbulkannya.
2. Parasit
Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang
selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes).
Macam macamnya :
parasit obligat : parasit yang tidak dapat bertahan hidup tanpa hospes atau parasit akan mati
kalau tidak menemuhan hospesnya
parasit permanen : parasit yang hidup pada hospes selama hidupnya
parasit fakultatif : parasit yang dapat hidup bebas dan dapat pula hidup sebagai parasit
parasit insidental : parasit yang secara kebetulan bersarang pada satu hospes
parasit patogen : parasit yang menimbulkan kerusakan pada hospes karena pengaruh
mekanik, traumatik dan toksik
parasit apatogen : parasit yang hidup dengan mengambil sisa makanan dalam tubuh hospes
dengan tidak menimbulkan kerugian atau kerusakan pada hospes
ektoparasit : parasit yang hidup dipermukaan tubuh hospes
endoparasit : parasit yang hidup di dalam tubuh heospes
parasit monoksen : parasit yang menghinggapi satu spesies hospes
parasit poliksen : parasit yang dapat menghinggapi berbagai spesies hospes
pseudoparasit : suatu benda asing yang disangka sebagai parasit yang terdapat di dalam
tubuh hospes.
3. Hospes
Hospes adalah jasad yang mengandung parasit. Hospes yang dirugikan dapat digolongkan
menjadi 4 macam yaitu:
- Hospes definitive adalah hospes yang membantu hidup parasit dalam stadium
dewasa/stadium seksual
- Hospes perantara adalah hospes tempat parasit tumbuh menjadi bentuk infektif yang siap
ditularkan kepada manusia (hospes)
- Hospes paratenik adalah hospes yang mengandung stadium infektif parasit tanpa menjadi
dewasa dan stedium infektif ini dapat ditularkan dan menjadi dewasa pada hospes definitive
- Hospes reservoir adalah hewan yang mengandung parasit dan merupakan sumber infeksi
bagi manusia
4. Parasitisme
Parasitisme merupakan hubungan timbal balik suatu spesies dengan spesies lain untuk
kelangsungan hidupnya. Dalam hal tersebut, jenis jasad mendapat makanan dan lindungan jasad
lain yang dirugikan dan mungkin dibunuhnya. Sebenarnya parasit tidak bermaksud untuk
membunuh hospesnya tanpa membahayakan dirinya.
Menurut derajat parasitisme dapat dibagi menjadi:
- Komensalisme
Suatu jenis jasad mendapat keuntungan dari jasad lain akan tetapi jasad lain tersebut tidak
dirugikan.
- Mutualisme
Hubungan dua jenis jasad yang kedunya mendapat keuntungan
- Simbiosis
Hubungan permanent antara dua jenis jasad dan tidak dapat hidup terpisah
- Pemangsa
Adalah parasit yang membunuh terlebih dahulu mangsanya dan kemudian memakannya.
5. Vektor
Vektor adalah mahluk hidup biasanya berupa serangga yang dapat menularkan parasit
dari satu penderita ke penderita lain.
Macam-macam Vektor :
a) Vektor Mekanik : Mahluk hidup yang mengeluarkan parasit melalui permukaan tubuhnya.
b) Vektor Biologis : Vector yang mengeluarkan penyakit dimana sebelumnya bibit penyakit atau
parasit masuk kedalam tubuh vektor mengalami perubahan bentuk atau menagalami
perkembangbiakkan.
6. Zoonosis
Zoonosis adalah penyakit pada binatang yangg secara alami dpaat ditularkan pada
manusia atau sebaliknya.
7. Carrier
Carrier adalah pengandung parasit tanpa memperlihatkan gejala-gejala klinis sehingga
dpt menjadi sumber infeksi bagi orang lain.
8. Virulensi
Virulensi adalah kapasitas relatif patogen untuk mengatasi pertahanan tubuh. Dengan
kata lain, derajat atau kemampuan dari organisme patogen untuk menyebabkan penyakit.
Tingkat virulensi berbanding lurus dengan kemampuan organisme menyebabkan
penyakit. Tingkat virulensi dipengaruhi oleh jumlah bakteri, jalur masuk ke tubuh inang,
mekanisme pertahanan inang, dan faktor virulensi bakteri. Secara eksperimental virulensi diukur
dengan menentukan jumlah bakteri yang menyebabkan kematian, sakit, atau lesi dalam waktu
yang ditentukan setelah introduksi.

SUMBER 7
Ilmu yang mempelajari jasad - jasad yang hidup untuk sementara atau menetap di dalam atau di
permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil sebagian atau seluruh kebutuhan hidupnya
dari jasad lain tersebut. SITOS = makanannya, PARASITOS = seorang yang ikut makan. Definisi
Parasit, jasad yang hidup dengan cara mengambil kebutuhan hidupnya dari jasad lain. Menurut P
J Van Beneden (1875) : Makhluk yang menggantungkan hidup pada tetangganya dan berusaha
sepenuhnya untuk memanfaatkan dengan hemat tanpa membahayakan dirinya

ISTILAH - ISTILAH PARASITOLOGI :


1. Hospes = Host : Jasad yang mengandung Parasit
2. Hospes Difinitif : Hospes yang mengandung Parasit bentuk dewasa dan Parasitnya
bereproduksi secara sexuil
3. Hospes Reservoir : Hospes dimana parasitnyamengalami reproduksi secara sexuil hospesnya
adalah binatang
4. Hospes Perantara : Hospes tempat tumbuh parasit menjadi bentuk infektif dan siap ditularkan
ke hospes lain. parasitnya bereproduksi secara asexuil
5. Hospes Paratimik : Hospes yang mengandung parasit stadium infektif tanpa menjadi dewasa
dan parasitnya dapat ditularkan serta menjadi dewasa pada hospes difinitif
6. Zoonosis : Penyakit pada binatang yangdapat ditularkan pada manusia
7. Vektor : Serangga yang menularkan penyakit
8. Transmiter : Vektor selain serangga
9. Vehicle : Benda yang menularkan penyakit
10. Infeksi : Parasit masuk kedalam tubuh hospes danterjadi Parasitisme ( Endoparasit )
11. Infestasi : Parasit hidup dipermukaan tubuh hospesdan terjadi Parasitisme ( Ectoparasit)
12. Myasis : Invasi larva lalat pada jaringan hospes
13. Synanthropic : Bentuk kehidupan serangga yang telahberadaptasi dengan lingkungan hidup
manusia sebagao habitatnya dan hidup bebas tidak tergantung pada kehidupan manusia
14. Domestic : Bentuk kehidupan serangga yang telah beradaptasi dengan lingkungan hidup
manusia sebagaihabitatnya dan hidupnya tergantung pada kehidupanmanusia

SIFAT - SIFAT PARASIT


1. Ecto Parasit ; Parasit yang hidup di permukaan tubuh hospes
2. Endo Parasit ; Parasit yang hidup di dalam tubuh hospes
3. Obligat Parasit : Parasit yang untuk kehidupannya membutuhkan hospes
4. Fakultatif Parasit : Parasit yang dapat hidup tanpa adanya hospes
5. Monoxen Parasit : Parasit yang hanya mempunyai satu hospes
6. Polyxen Parasit : Parasit yang mempunyai banyak hospes
7. Permanent Parasit ; Parasit yang hidupnya selamanya pada hospes
8. Periodic Parasit : Parasit yang hidupnya tidak selamanya pada hospes

PENGARUH PARASIT TERHADAP HOSPES


1. Hospesnya menderita kerugian( Parasitisme )
2. Parasitnya menderita kerugian
3. Terjadi keseimbangan antaraParasit dengan Hospes

BENTUK BENTUK PARASITISME


I. ParasitismeHospes menderita kerugian
II. KomensalismeHospes tidak menderita kerugian
- Mensa = meja , Komensa = turut makan di satu meja
1. Mutualisme Keduanya saling menguntungkan
2. SimbioseBila dipisahkan masing - masing akan merugi

PEMBAGIAN PARASIT
Sejalan dengan pengertian hidup parasitis, sesungguhnya parasit itu meliputi semua golongan
organisme, baik patogen maupun non patogen, yaitu :bakteri, virus, rickettsiales, cendawan,
hewan-hewan uniseluler dan multiseluler. Parasit itu tidak memberi imbalan apapun, apalagi
menguntungkan kepada inangnya. Dipandang dari aspek tempat berparasitnya, lama waktu
berparasitnya, sifat parasitismenya, jumlah inang yang diperlukan dalam siklus hidupnya, serta
efek perbuatan, maka sesungguhnya parasit itu bermacam-macam. Bertitik tolak dari aspek-aspek
parasitismenya itulah makamanifestasi itu dapat dibagi sebagai berikut :

1. Berdasarkan cara pengambilahn makanan dari inang


a. Ektoparasit
Yaitu parasit yang hidup dalam permukaan luar tubuh inang, atau di dalam liang-liang di
dalam kulit atau ruang telinga luar yang mempunyai hubungan dengan dunia luar.
Contoh : Lintah dan berbagai macam kutu seperti kutu anjing, kutu manusia, kutu kerbau,
dan sebagainya.
Parasit-parasit tersebut mengambil makanan dari permukaan tubuh inang atau mereka
hidup pada kulit inang sekaligus mengambil makanan dari tubuh inang mereka.
b. Endoparasit atau Ektoparasit
Yaitu parasit yang hidup dalam alat-alt tubuh (hati, paru, limpa, ginjal, otak) dan
dalam sistem alimentaris, sistem sirkulasi, sistem pernapasan atau yang dalam rongga
dada, rongga perut, persendian, dalam otot dan jaringan tubuh lainnya.
Contoh :
- Berbagai macam cacing hidupnya di dalam saluran pencernaan seperti Ascaris
lumbricoides, ancylostoma duodenale, taenia solium dan sebagainya.
- Cacing tricinella (Tricinella spiralis) membuat cyste dan hidupnya di dalm otot-otot dari
babi, tikus, kucing, anjing, beruang hitam dan juga dalam otot manusia.
- Jenis cacing yang hidup dalam jaringan darah sperti cacing filaris, juga protozoa yang
terdapat di dalam sel-sel darah seperti plasmodium.

2. Berdasarkan lama waktu hidup parasitnya.


a. Parasit temporer atau parasit non periodis (non berkala) yaitu parasit yang mengunjungi
inangnya pada waktu berselang, sehingga parasit-parasit tersebut tidak menetap pada
inangnya. Istilah non disini harus dibedakan dengan istilah tidak . Tidak berkala atau
tidak periodis itu berarti datangnya pada inang hanya pada saat lapar, saatnya sama sekali
tidak tertentu. Non-berkala itu berarti saat-saat datangnya itu tertentu dalam ketidak
tentuan. Arti temporer itu ialah bahwa sebagian besar waktu siklus hidupnyatidak
berkontak dengan inang, dan umumnya kunjugan pada hospes pada saat untuk makan,
adalah pendek saja. Parasit-parasit temporer itu semuanya adalah serangga, terutama
insekta (contoh pinjal) dan Arahnida (contoh caplak).

b. Parasit stasioner
Yaitu parasit yang tinggal pada tubuh atau dalam tubuh inang untuk selama menyelesaikan
sebagian kecil dari siklus hidupnya atau mungkin juga sebagian besar dari siklus
hidupnya, atau bahkan menyelesaikan seluruh siklus hidupnya. Parasit-parasit yang
termasuk golongan pertama disebut parasit stasioner berkala (stasioner periodis), sehingga
parasit-parasit golongan kedua dan ketiga disebut parasit permanen.

3. Berdasarkan sifat keparasitannya


a. Parasit insidental
Yaitu parasit yang secara kebetulan atau sebagai suatu kecelakaan terdapat pada inang
yang tidak wajar.
Contoh : cacing pita biji ketimun, Dipylidium canimun, sebagai cacing dewasa biasanya
terdapat dalam inang anjing. Tetapi secara kebetulan terdapat pada manusia, terutama
anak-anak.
b. Parasit eratika
Yaitu parasit yang berparasit pada inang yang wajar tetapi lokasinya (yaitu macam
jaringan atau alat tubuh) yang tidak wajar atau tidak seperti yang biasanya. Contoh
: Ascaris lumbricoidessecara normal terdapat dalam usus dua belas jari manusia, karena
sesuatu hal, misalnya karena kelaparan yang lama atau karena gerakan anti peristaltik
dinding usus maka cacing bermigrasi ke saluran empedu, atau terdorong ke dalam
lambung dan hidup sebagai parasit eratika di tempat tersebut.
c. Parasit Obligat
Yaitu parasit yang untuk kelangsungan hidupnya dan untuk kelansungan eksistensi
jenisnya mutlak memerlukan adanya organisme lain sebagai inang. Semua organisme
patogen baik bakteri, virus, richkettsiales, protozoa maupun metazoa adalah parasit
obligat. Parasit obligat tidak mampu hidup tanpa bantuan makanan dari organisme lain
jenis.
d. Parasit fakultatif
Yaitu parasit yang dalam keadaan normal hidup mandiri, tetapi karena sesuatu sebab
terpaksa hidup sebagai parasit. Sifat hidup keparasitannya tidak mutlak, jadi parasitisme
fakultatif bukan suatu keharusan. Contoh : lalat lalat Sarchophaga,
Chrysomya danCaelophora dan lain-lain anggota suku Calliphorinae, baik larva, pupa
dan dewasa secara normal hidup mandiri. Tetapi jika saat lalat betina akan bertelur dan
lalat tersebut tidak menemukan kotoran yang dikehendaki, lalat betina yang sudah
mendesak untuk meletakkan telurnya akan meletakan telur-telurnya pada luka, di sela-sela
tracak (kaki hewan) dalam lubang telinga luar, dan sebagainya. Larva yang kemudian
menetas terpaksa berparasit pada bagian-bagian tubuh hewan itu dan menyebabkan
kondisi yang disebut Myasis atau belatung.

4. Berdasarkan kebutuhan jumlah individu inang dalam menyelesaikan siklus hidupnya


a. Parasit monoxen
Yaitu parasit yang hanya membutuhkan satu individu inang dalam menyelesaikan seluruh
sikus hidupnya. Semula kutu yang hidupnya kosmopolitan seperti Pediculus humanus,
Phthyrus pubis, Mllophagus ovinus dan lain-lain merupakan parasit monoxen.Kutu-kutu
tersebut berparasit pada satu individu mulai sejak larva sampai dewasa.
b. Parasit heteroxen
Yaitu parasit yang dalam menyelesaikan siklus hidupnya melalmpaui stadium-stadium
yang stiap stadium membutuhkan inang yang berlainan jenisnya satu dari yang lain dan
biasanya jenis inangnya tertentu pula. Contoh : Paragonius westermanimembutuhkan
siput air tawar Melania sp sebagai inang intermediar. Sekaria yang kemudian keluar dari
siput itu akan menjadi ksita jika ditelan oleh udang (Ascatus sp.) sebagai inang perantara
kedua. Anjing atau manusia yang memakan udang tersebut secara mentah akan membantu
cacing tersebut tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam paru-paru.
c. Parasit polixen
Yaitu parasit yang memerlukan lebih dari satu individu inang, bahkan biasanya 5 8 inang
tetapi semuanya dari satu jenis, jika dikaji kembali tentang pengertian inang perantara dan
inang definitif parasit polixen itu satu jenis juga, tatapi berlainan individu. Contoh : semua
jenis caplak lunak (argasidae) dan hampir seluruh caplak keras
d. Parasit diheteroxen
Yaitu parasit yang dalam siklus hidupnya memerlukan dua inang yang berbeda jenis.
Contoh Fasiola gigantica, Taenia saginata,dan Taenia solium membutuhkan dua inang
yang berbeda dalam siklus hidupnya.

5. Berdasarkan tingkat efek penularan atau infestasinya.


a. Parasit patogen
Yaitu parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada inangnya. Contohnya : Plasmodium
falciparum menyebabkan malaria tropika, Lesmania donorami menyebabkan penyakit
kala azar pada manusia.
b. Parasit non-patogen
Parasit non-patogen tidak identik dengan parasit tidak patogen. Parasit non patogen
merupakan parasit yang terdapat di dalam tubuh inang tetapi tidak menimbulkan gangguan
yang berarti. Contoh : Fasiola gigantea itu patogen terhadap sapi tetapi bersifat non-
patogen terhadap kambing dan domba. Jadi penggolongan parasit menjadi patogen atau
non-patogen itu lebih bertolak pada jenis inang . Perlu diingat bahwa jika kondisi yang
bersangkutan menurun, karena makanan jelek atau tidak mencukupi, cuaca buruk dan
sebagainya, maka parasit itu biasanya tergolong non-patogen dapat saja menjadi parasit
patogen.
c. Parasit tidak patogen
Yaitu parasit yang secara normal tidak menyebabkan gejala penyakit akibat langsung dari
parasit tersebut, kecuali apabila ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi sehingga
parasit yang tidak patogen menjadi patogen.

SUMBER 8
Parasitologi ialah ilmu yang berisi kajian tentang organisme Jasad hidup), yang hidup di
permukaan atau di dalam tubuh organisme lain boat sementara waktu atau selama hidupnya,
dengan cara mengambil sebagian atau seluruh fasilitas hidupnya dari organisme lain tersebut,
hingga organisme lain tersebut jadi merugi (dirugikan).
Organisme ini disebut: parasit.
(Parasites = organisme yang mengambil makanan; logos = ilmu; sites = makan).
Organisme lain atau organisme yang mengandung parasit disebut hospes = tuan rumah.

B. PARASITOLOGI KEDOKTERAN
Parasitologi kedokteran ialah ilmu yang berisi kajian khusus mengenai parasit yang ada
hubungannya dengan manusia sebagai hospes, Serta segala akibat yang ditimbulkan oleh
hubungan tersebut pada manusia, dan bagaimana cara penanggulangan dari akibat yang terjadi
karena hubungan ini.
Dalam Parasitologi Kedokteran, yang paling penting dipelajari adalah Zooparasit yang
terdiri dari:
I. Protozoologi : ilmu yang berisi kajian tentang
Protozoa (Filum Protozoa).
II. Helmintologi : ilmu yang berisi kajian tentang cacing.
1. Filum Nemathelminthes
2. Filum Platyhelminthes
III. Entomologi : ilmu yang berisi kajian tentang
serangga (Filum Arthropods).

Dari hubungan yang terjadi antara parasit dan hospes dapat terjadi hubungan-hubungan
yang disebut sebagai:
- Parasitisme:
Hubungan dua organisme, yang satu di antaranya mendapat keuntungan dan yang lain dirugikan.
- Mutualisme.
Hubungan dua organisme yang kedua organisme ini saling mendapat keuntungan satu sama
lain.
- Komensalisme:
Hubungan dua organisme, yang satu organisme diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan dan
tidak diuntungkan.
- Simbiosis:
Hubungan permanen antara dua organisme, dimana kedua belch pihak saling menguntungkan
dan tidak bisa hidup sendiri-sendiri atau tidak dapat hidup terpisah.

Macam-macam parasit berdasarkan sifat dan cara hidupnya


Parasit obligat
Parasit yang tidak dapat sertahan hidup tanpa hospes atau parasit akan coati kalau tidak
menemukan hospesnya.
Parasit permanen Parasit yang hidup pada hospes selama hidupnya.
Parasit fakultatif Parasit yang dapat hidup bebas dan dapat pula hidup sebagai parasit.
Parasit insidental Parasit yang secara kebetulan bersarang pada satu hospes.
Parasit patogen Parasit yang menimbulkan kerusakan pada hospes karena pengaruh mekanik,
traumatik, dan toksik.
Parasit apatogen
Parasit yang hidup dengan mengambil sisa makanan dalam tubuh hospes dengan tidak
menimbulkan kerugian atau kerusakan pada hospes.
Ektoparasit Parasit yang hidup di permukaan tubuh hospes.
Endoparasit Parasit yang hidup di dalam tubuh hospes.
Parasit monoksen Parasit yang hanya menghinggapi satu spesies hospes.
Parasit poliksen Parasit yang dapat menghinggapi berbagai spesies hospes.
Pseudoparasit Suatu benda asing yang disangka sebagai parasit yang terdapat dalam tubuh
hospes.

Cara menulis nama Parasit


Menurut "International Code of Zoological Nomenclature" untuk menuliskan spesies dari parasit,
ditentukan dua nama, yaitu: huruf awal nama Genus ditulis dengan huruf besar dan nama spesies
ditulis dengan huruf kecil, misalnya: Ascaris lumbricoides.

Macam-macam Hospes
Hospes definitif
Hospes akhir dimana terdapat parasit dalam stadium dewasa dan di dalam tubuh hospes terjadi
perkembangbiakan parasit secara seksual.
Hospes paratenik
Hospes dimana parasit hanya terdapat dalam stadium larva dan tidak dapat berkembang-menjadi
stadium dewasa dan tidak terjadi perkembangbiakan parasit secara seksual dan parasit ini dapat
ditularkan kepada hospes definitif karena parasit dalam stadium ini merupakan stadium infektif
Hospes perantara atau hospes intermediate
Manusia atau hewan tempat parasit tumbuh menjadi stadium infektif yang dapat ditularkan
kepada hospes lain.
Hospes reservoir
Hewan yang mengandung parasit yang sama dengan parasit manusia dan dapat menjadi cumber
infeksi bagi manusia.
Hospes obligat
Hospes tunggal yang merupakan satu-satunya spesies yang dapat menjadi tuan rumah dari
parasit dewasa.
Hospes alternatif
Hospes utama yang mengandung parasit, namun ada spesies lain yang dapat sebagai hospes
yang mengandung parasit dewasa.
Hospes insidental
Bila suatu spesies secara kebetulan dapat mengandung parasit dewasa, padahal hospes yang
sesungguhnya adalah spesies lain.

Istilah-istilah
Istilah-istilah penting yang Sering ditemukan dalam parasitologi antara lain sebagai
berikut.
- Vektor
Hewan yang di dalam tubuhnya terjadi perkembangan atau pembiakan dari parasit, dan parasit
itu dapat ditularkan kepada manusia atau hewan lain. Biasanya yang berperan sebagai vektor ini
adalah serangga.
- Hewan perantara
Hewan yang dapat menularkan bentuk infeksi dari parasit dengan salah satu organ tubuhnya
kepada orang lain.

- Carier
Orang yang mengandung parasit di dalam tubuhnya yang dapat menjadi cumber penularan
kepada orang lain, tapi orang tersebut tidak sakit.
- Zoonosis Parasit hewan yang dapat ditularkan kepada manusia.
- Habitat
Tempat hidup parasit dewasa yang disenangi dalam tubuh hospes dimana terjadi
perkembangbiakan parasit secara seksual