Anda di halaman 1dari 9

Pengertian Pengalihdayaan

Pengalihdayaan (Outsourcing) adalah upaya memperoleh produk atau jasa yang biasanya
merupakan bagian suatu organisasi dari pemasok luar. Dengan kata lain, suatu perusahaan memhalihkan
fungsi-fungsi yang dulunya dilakukan di dalam perusahaan itu, (seperti fungsi pembukuan, pemeliharaan
gedung, atau layanan telepon) agar dilakukan oleh perusahaan lain. Apabila suatu perusahaan mempunyai
dua pabrik dan merelokasikan produksinya dari pabrik satu ke pabrik yang lain, hal ini tidak dapat disebut
pengalihdayaan. Di samping itu, apabila suatu perusahaan memindahkan sebagian proses usahanya ke
negara asing, tetapi tetap memegang kendalinya hal tersebut dapat disebut sebagai offshoring, bukan
pengalihdayaan.

Perusahaan yang mengalihdayakan kegiatan usaha internalnya dinamakan perusahaan klien


(client firm). Perusahaan yang menyediakan jasa pengalihdayaan disebut penyedia alih daya (outsource
provider).

Pada tahap awal, banyak perusahaan yang menangani kegiatannya sendiri secara internal. Namun,
ketika perusahaan tersebut telah berkembang dan menjadi matang, mereka kerap mendapatkan
keunggulan bersaing dari pengalihan yang diberikan oleh perusahaan luar. Perusahaan tersebut juga
mendapati bahwa jumlah tenaga kerja, jasa, bahan baku, atau sumber daya lainnya yang tersedia di dekat
perusahaan itu terbatas. Maka, banyak organisasi memperhitungkan manfaat yang mungkin diperoleh dari
pengalihdayaan dan risiko yang mungkin ditanggungnya mengalihdayakan kegiatan yang salah dapat
menimbulkan masalah besar. Pengalihdayaan bukanlah konsep baru, hal ini hanyalah merupakan
perluasan dari pabrik subkontrak atas kegiatan perusahaan yang telah lama ada.

Pengalihdayaan telah berkembang luas menjadi siasat utama dalam dunia bisnis, karena jika
dilihat dari segi ekonomi, hal ini disebabkan oleh pergerakan yang tak henti-hentinya dalam masyarakat
yang semakin berorientasi teknologi menuju ke arah spesialisasi. Secara lebih spesifik, perkembangan
yang kontinu dari pengalihdayaan disebabkan oleh :

1. Peningkatan keahlian
2. Biaya yang lebih rendah dari transportasi yang semakin dapat diandalkan
3. Perkembangan dan penyebaran yang pesat dalam dunia telekomunikasi dan komputer

Pengalihdayaan manufaktur, yang dikenal juga dengan manufaktur kontrak, merupakan praktik
standar pada banyak industri, mulai dari komputer hingga mobil.

1
Perkembangan tren pengalihdayaan ini sedang ditandingi oleh perkembangan perdagangan Internasional.
Dengan berlakunya berbagai perjanjian perdagangan yang penting, seperti Perjanjian Perdagangan Bebas
Amerika Utara (NAFTA), hasil Organisasi Perdagangan Dunia dan Uni Eropa, serta zona perdagangan
lainnya yang ditetapkan di seluruh dunia.

Jenis-jenis Pengalihdayaan

Hampir semua kegiatan usaha dapat dialihkan. Seorang kontraktor dalam industri bangunan yang
mengalihkan berbagai kegiatan pembangunan yang diperlukan untuk membangun suatu rumah adalah
contoh yang tepat dari penyedia pengalihdayaan (outsourcer). Contoh berbagai proses bisnis yang
dialihkan adalah :

1. Pembelian
2. Logistik
3. Litbang
4. Pengoperasian prasarana
5. Pengelolaan jasa pelayanan
6. Sumber daya manusia
7. Keuangan/pembukuan
8. Hubungan dengan pelanggan
9. Penjualan/ pemasaran
10. Pelatihan
11. Proses-proses hukum

Perencanaan Strategis dan Kompetensi Inti

Proses perencanaan strategis bermula dari penyataan dasar misi dan penetapan sasaran. Setelah
misi dan sasarannya jelas, perencanaan strategis melakukan analisis internal dari organisasi untuk
mengenali banyak atau sedikitnya setiap kegiatan usaha berperan dalam usaha mencapai misi organisasi.

Selama proses analisis tersebut, perusahaan mengenali kekuatan-kekuatannya, yaitu hal-hal yang
dapat dilakukan dengan baik atau lebih baik dari saingannya. Keterampilan, bakat, dan kemampuan unik
ini disebut kompetensi inti (care competencies). Kompetensi inti dapat berupa pengetahuan khusus,
teknologi atau informasi pribadi, dan metode produksi yang unik . Triknya adalah mengidentifikasi hal-
hal yang dapat dilakukan oleh organisasi tersebut dengan lebih baik daripada organisasi lain. Secara logis,
kompetensi inti adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan. Sebaliknya, kegiatan bukan
inti yang mungkin merupakan bagian besar dari keseluruhan usaha organisasi mungkin dapat dialihkan.

2
Teori Keunggulan Komparatif

Pendorong dari pengalihdayaan internasional berasal dari teori keunggulan komparatif (theory of
comparative advantage). Teori ini berpusat pada ekonomi dasar dari pengalihdayaan secara internasional.
Menurut teori ini, apabila penyedia pengalihdayaan berasal dari luar tanpa melihat letak geografisnya dan
dapat melakukan kegiatan secara lebih produktif dari perusahaan klien maka perusahaan klien sebaiknya
mengalihkan kegiatan itu kepada penyedia pengalihdayaan tersebut. Hal ini memungkinkan perusahaan
klien memusatkan diri pada hal yang merupakan kelebihannya (yaitu kompetensi inti).

Negara-negara seperti India, Cina, dan Rusia telah menetapkan prioritas pemerintah untuk
membuat agen-agen yang mendukung peralihan dari perusahaan klien asing ke dalam pasar
pengalihdayaan negara-negara tersebut. Pekerjaan dan lowongan kerja akan datang ke negara-negara yang
mengurangi risiko melalui penyediaan kerangka hukum, membangun infrastuktur, dan mempunyai tenaga
kerja terdidik.

Gejala Pengalihdayaan dan Akibat Tidak Langsung terhadap Politik

Banyak perusahaan Amerika Serikat yang menggunakan pengalihdayaan ini. Mereka beralasan
dengan adanya pengalihdayaan ini akan dapat menghemat biaya. Menurut survey menghemat biaya
(77%), memperoleh keahlian dari luar (70%), meningkatkan pelayanan (61%) memutuskan diri pada
kompetensi inti (59%) dan memperoleh teknologi (56%). Mereka yang tampaknya telah mengalami
pengalihdayaan tidak selalu puas, yang memberikan kesan bahwa masih perlu banyak belajar dalam
menggunakan pengalihdayaan untuk produktivitas. Salah satu resiko negative terhadap politik sebagai
akibat dari pengalihdayaan ke luar negeri, hilangnya lowongan kerja di Amerika Serikat telah menyulut
retorika dan tindakan anti-pengalihdayaan dari pejabat pemerintah. Perusahaan di Amerika Serikat terus
melanjutkan upaya mereka untuk mencapai efisiensi global dengan mengalihdayakan pusat pelayanan
telepon dan operasi internal kantor. Solusi yang ditawarkan dalam hal ini adalah memindahkan
pengalihdayaan ke kotak kecil terdekat. Hal ini dapat menghemat dan meningkatkan produktivitas dengan
biaya tenaga kerja dan realestate yang lebih rendah.

Negara maju lainnya juga memiliki pembatasan. Penelitian yang dilakukan oleh financial times
pada tahun 2005 mendapatkan bahwa 59% penduduk perancis, 56% penduduk belgia, dan 51%penduduk
jerman takut pekerjaannya akan pindah ke Negara lain. Ironisnya, Negara berkembang juga gelisah
karena Negara maju mengeksploitasi tenaga kerja dan pasar serta menguasai ekonomi mereka.berbanding
terbalik dengan yang dinyatakan pemerintah dan pers yang menyatakan, bahwa orang asing lebih banyak
mengalihdayakan jasanya ke Amerika Serikat dibanding perusahaan Amerika Serikat mengalihdayakan

3
keluar. Meskipun dialihkan namun hanya sedikit sekali. Ada perkiraan yang menyatakan bahwa dari 2/10
dari 1% pekerjaan dialihdayakan setiap tahunnya. Sementara itu ekonomi AS yang dinamis dalam jalur
kapitalisme alami akan memusnahkan jutaan pekerjaan, tetapi dilain pihak akan menghasilkan pekerjaan
baru lebih banyak lagi.

Resiko dari Pengalihdayaan

Setengah dari perjanjian pengalihdayaan gagal akibat perencanaan dan analisis yang tidak tepat.
Hanya sedikit pihak yang mempromosikan pengalihdayaan internasional member tahu tentang jaringan
listrik yang tak menentudi Negara asing atau adanya kesulitan dengan pegawai pemerintah lokal, manajer
yang tidak berpengalaman, dan pegawai yang tidak punya motivasi. Di lain pihak, ketika manajer
menetapkan tujuan pengalihdayaan agar dapat menghemat biaya 75% tetapi penghematan biaya yang di
dapat hanya 30-40% mereka menganggap pengalihdayaan tersebut suatu kegagalan padahal hal tersebut
masih dapat dinyatakan berhasil.

Proses Pengalihdayaan dan Risiko yang Terkait

Proses Pengalihdayaan Contoh-contoh risiko yang mungkin ada


Identifikasi kompetensi non-
Dapat disalahartikan sebagai suatu kompetensi non-unggulan
unggulan
Apabila suatu kegiatan usaha bukanlah merupakan kompetensi
Identifikasi kegiatan non-unggulan
inti perusahaan, bukan berarti perusahaan penyedia
yang harus dialihdayakan
pengalihdayaan dapat lebih kompeten dan efisien
Identifikasi dampak terhadap
Mungkin gagal memahami perubahan sumber daya dan bakat
fasilitas, kapasitas, dan logistic yang
yang diperlukan dalam perusahaan
sudah ada
Menentukan tujuan dan membuat
Tujuan yang ditetapkan terlalu tinggi sehingga pasti akan
garis besar ketentuan perjanjian
mengalami kegagalan
pengalihdayaan
Mengenali dan memilih perusahaan
Mungkin salah dalam memilih perusahaan penyedia alih daya
penyedia alih daya
Negosiasi tujuan yang ingin dicapai Mungkin salah dalam menafsirkan pengukuran dan tujuan,
dan ukuran kinerja pengalihdayaan bagaimana cara pengukurannya, dan makna pengukuran itu
Memantau dan mengendalikan Mungkin tidak dapat mengendalikan pengembangan, jadwal, dan
program pengalihdayaan yang ada mutu produk

4
sekarang
Evaluasi perusahaan penyedia
Mungkin pihak penyelia tidak menganggapi (penyedia
pengalihdayaan dan memberikan
mengabaikan umpan balik)
umpan balik kepadanya
Mata uang Negara tersebut mungkin tidak stabil, situasi politik
Evaluasi risiko mata uang dan politik
dinegara tersebut mungkin tidak stabil, atau perbedaan budaya
internasional
dan bahasa dapat menghambat keberhasilan kerja sama tersebut

Metodologi Pengalihdayaan

Bagian ini akan meperkenalkan dua pendekatan analisis yang dapat diterapkan pada pengambilan
keputusan pengalihdayaan : pemeringkatan faktor dan analisis titik impas.

- Mengevaluasi Kriteria Majemuk dengan Pemeringkatan Faktor

Metode yang baik untuk digunakan dalam hal ini adalah metode pemeringkatan faktor.
Mengukur peringkat faktor risiko internasional, misalkan suatu perusahaan telah diidentifikasikan
untuk pengalihdayaan suatu bidang fungsional dari produksinya yang bukan merupakan
kompetensi inti. Metode ini dapat menggunakan metode pembobotan atau tidak, jika
menggunakan metode pembobotan maka jumlah dari skor adalah hasil akhir dari analisis.
Sedangkan, jika menggunakan metode pembobotan, setiap skor dari masing-masing faktor akan
dikalikan dengan bobot yang telah ditentukan sesuai dengan analisis prioritas kepentingannya.

Mendekatkan alih daya (nearshoring) adalah memilih penyedia pengalihdayaan yang


berada di negara sendiri atau negara tetangga, boleh jadi merupakan siasat bagus dalam bisnis dan
pemerintahan yang tetap menginginkan kendali dan penghematan biaya.

- Analisis Titik Impas

Dalam situasi dimana produksi perusahaan diidentifikasikan sebagai kandidat yang


mungkin untuk dialihdayakan, analisis titik impas dapat diterapkan. Pertama, kita mendefinisikan
biaya total integral sebagai :

TCinput= Finput + (Vinput x Xinput)

dimana :

TCinput adalah biaya total dari barang yang diproduksi secara internal.

5
Finput adalah biaya tetap internal

Vinput adalah variabel biaya/satuan yang diproduksi secara internal

Xinputadalah jumlah total unit yang diproduksi secara internal

Dengan menggunakan pendekatan yang sama, biaya total pengalihdayaannya adalah:

TCout= Fout+ (Vout x Xout)

Pada titik impas yang ideal, Xinput = Xoutdan TCinput = TCout. Apabila kita menganggap
X= Xinput = Xoutput , kedua persamaan tersebut dapat dinyatakan kembali sebagai :

Finput + (Vinput x X) = Fout+ (Vout x X)

Setelah mendapatkan nilai X dengan menggunakan persamaan diatas, kita dapat


menghitung berapa unit yang harus dialihdayakan agar dapat mencapai titik impas dalam
keseluruhan biaya dari kedua sumber yang mungkin.


X =

Apabila X lebih kecil daripada permintaan yang diharapkan, kita akan memilih sumber
dengan biaya tak tetap yang lebih rendah dan biaya tetap yang lebih tinggi. Apabila X lebih besar
daripada permintaan yang diharapkan, maka kita akan memilih sumber dengan biaya tetap yang
lebih rendah dan biaya tak tetap yang lebih tinggi.

Apabila pengurangan biaya merupakan faktor pendorong dalam penentuan


pengalihdayaan, pendekatan impas ini dapat menjadi metodologi pembuat keputusan awal yang
baik.

Keuntungan dan Kerugian Pengalihdayaan

Keuntungan Pengalihdayaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya , perusahaan melakukan pengalihdayaan untuk lima
alasan utama. Alasan tersebut berdasarkan urutan kepentingan adalah

Penghematan Biaya , kemungkinan untuk menghemat biaya secara signifikan, terutama pada
tenaga kerja.

6
Mendapatkan keahlian dari luar, selain mendapatkan akses terhadap keterampilan yang luas
yang tidak tersedia secara internal, penyedia pengalihdayaan dapat menjadi sumber Informasi
untuk meningkatkan produk, proses, dan layanan mereka.

Meningkatkan operasi dan layanan, penyedia pengalihdayaan kemungkinan mempunyai


fleksibilitas produksi . ini memungkinkan perusahaan klien untuk memenangkan pesanan dengan
memeperkenalkan produk dan layanan baru.

Mengonsentrasikan diri pada kopentensi inti, penyedia pengalihdayaan memberikan


kompetensi intinya kerantai pasokan. Ini membebaskan sumberdaya manusia, fisik , dan
keuangan dari perusahaan klien sehingga dapat direalokasikan ke kompetensi intinya.

Mendapatkan teknologi dari luar, perusahaan klien dapat mengalihdayakan kepenyedia alih
daya berteknologi canggih sehingga dapat menggantikan sistem perusahaan yang usang .
perusahaan klien tidak perlu menginvestasikan teknologi baru sehingga resikonya bisa
dipangkas.

Kerugian Pengalihdayaan

Meningkatnya ongkos transportasi, biaya pengiriman dapat meningkat secara signifikan


apabila jarak antara penyedia pengalihdayaan ke perusahaan klien bertambah besar.

Hilangnya kendali, kerugian ini dapat menyebar dan berhubungan dengan masalah lain dari
pengalihdayaan, ketika seorang manajer kehilangan kendali atas sebagian operasinya,biaya dapat
meningkat karena sulit mengkaji dan mengendalikanya.

Menciptakan saingan baru di masa mendatang.

Dampak yang buruk terhadap pegawai, semangat kerja pegawai dapat menurun apabila
fungsinya dialihdayakan, terutama ketika rekan kerja kehilangan pekerjaanya.

Dampak jangka panjang, sebagian kerugian pengalihdayaan cenderung berjangka waktu lebih
panjang disbanding keuntunganya,. Dengan kata lain , banyak resiko yang harus ditanggung oleh
perusahaan yang mengalihdayakan fungsi yang awalnya tidak terlihat pada laporan keuangan ,
sampai suatu waktu dimasa mendatang.

7
Audit dan Metrik untuk Mengevaluasi Kinerja Pengalihdayaan

Terlepas dari teknik dan keberhasilan dalam pemilihan penyedia pengalihdayaan , persetujuan
yang dibuat haruslah mengatur masalah hasil dan akibat yang akan timbul. Apapun komponen
atau jasa yang dialihdayakan , pihak manajemen memerlukan proses evaluasi agar dapat
memastikan kinerja selanjutnya yang memuaskan.

Masalah-Masalah Etis dalam Pengalihdayaan

Undang undang , perjanjian perdagangan , dan praktik bisnis turut berperan dalam terbentuknya
etika praktik internasional yang terus berkembang dalam pengalihdayaan.

Tabel 11.4 Prinsip etika dan hubunganya dengan pengalihdayaan yang terkait.

Prinsip Etika Hubungan dalam pengalihdayaan

Berusaha agar tidak mengganggu Jangan menggunakan pengalihdayan


budaya asli yang melanggar hari besar keagamaan

Berusaha agar tidak mengganggu Jangan menggunakan pengalihdayaan


sistem ekologi dunia untuk memindahkan polusi dari satu
negara ke negara lain

Berusaha menjunjung tinggi standar Jangan menggunakan pengalihdayaan


tenaga yang universal untuk memanfaatkan tenaga kerja
dibawah umur yang murah yang pada
akhirnya menimbulkan penganiyaan
anak.

Berusaha menjunjung tinggi hak asasi Jangan menerima pengalihdayaan yang


manusia melanggar hak asasi manusia.

Berusaha terlibat secara jangka panjang Jangan menggunakan pengalihdayaan


di negara asing sebagai hubungan jangka pendek yang
mengurangi biaya, pandanglah sebagai
kemitraan jangka panjang

8
Berusaha membagikan pengetahuan Jangan beranggapan bahwa persetujuan
dan teknologi dengan negara asing pengalihdayaan akan dapat mencegah
terbaginya teknologi, tetapi terbaginya
teknologi yang tidak terelakan tersebut
harus dimanfaatkan untuk membina
hubungan baik dengan perusahaan
pengalihdayaan asing.

Anda mungkin juga menyukai