Anda di halaman 1dari 21

METODE PELAKSANAAN

PEMELIHARAAN PEMBANGUNAN
RUMAH SUSUN I

PT. CIPTA AKSARA PERKASA


JL. JLN. SULTAN KHAIRUN NO. 164 KEL. KAMPUNG MAKASSAR TIMUR KOTA
TERNATE

LOKASI : KOTA TERNATE

TAHUN 2017
I. METODE PELAKSANAAN

DAFTAR ISI

Lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan yakni :

A. PENDAHULUAN

B. MANAGEMEN PROYEK

C. METODE PENCAPAIAN PROYEK

D. RINCIAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN UTAMA/SPESIFIK

I. PEKERJAAN PERSIAPAN

II. PEKERJAAN SALURAN

III. PEKERJAAN JALAN BETON

IV. PEKERJAAN PENGECATAN

V. PEKERJAAN PIPA

E. RENCANA PENANGANAN MASA PEMELIHARAAN


A. PENDAHULUAN

DATA PROYEK

Nama paket : Pemeliharaan Pembangunan Rumah Susun I


Lokasi pekerjaan proyek : Kota Ternate
Sumber dana : APBN 2017

LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup Pekerjaan secara garis besar terdiri dari

I. Pekerjaan Persiapan

1. Pengukuran dan Pemasangan Bawplank


2. Pembersihan Awal dan Akhir
3. Direksi Keet/Gudang Material
4. Dokumentasi dan Pelaporan
II.Pekerjaan Pengecatan

1. Pengecatan Kembali (Dinding Eksterion dan Interior)

III.Pekerjaan Pipa

1. Pemasangan Pipa PVC DD 2"

2. Knee PVC DD 2"

3. Floor Drain

4. Pemasangan Pipa PVC 1"

5. Pemasangan Pipa PVC 1/2"

6. Cap PVC 1"

7. Afta Kran 1/2"

8. Knee 1/2"

9. Tee 1" x 1" x 1"


10. Tee 1" x 1/2" x 1"

Waktu pelaksanaan : 180 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender


terhitung

sejak tanggal Dikeluarkan Surat Perintah Mulai


Kerja (SPMK).

B. MANAJEMEN PROYEK

Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini ditangani oleh tenaga-tenaga


terampil yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek-proyek perumahan,
sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar-benar terjamin sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak.

1. Struktur Organisasi

Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin oleh Site
Manager dan tenaga Pelaksana Lapangan serta Pelaksana K3. Site Manager
memimpin seluruh kegiatan di proyek :

- Untuk masalah teknik/ engineering dan quality control, Site Manager dibantu oleh
Bagian Teknik & Administrasi Kontrak beserta stafnya.

- Urusan keuangan, administrasi dibantu oleh Bagian Keuangan beserta stafnya.


- Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerjasama


yang baik dengan pihak pengawas, maka pelaksanaan proyek diharapkan dapat
berjalan dengan baik dan sesuai yanq disyaratkan dalam spesifikasi teknik.

Rencana Struktur Organisasi Proyek

Site Manager

Tenaga
Pelaksana Teknis Pelaksana K3
Admnistrasi
Berikut personil yang direncanakan sesuai persyaratan dokumen penawaran adalah :

a. Site Manager : 1 Orang


b. Site Engineering Struktur : 1 Orang
c. Site Engineering Arsitektur : 1 Orang
d. Site Engineering Mekanikal/Elektrikal : 1 Orang
e. Ahli K3 Konstruksi : 1 Orang

Site Manager bertanggungjawab terhadap semua item pekerjaan dilokasi dan dibantu
oleh Staff proyek 3 orang.

Tugas dan Tanggung Jawab Personil di Lapangan :

a. Job Description Site Manager

- Menyusun metode pelaksanaan pekerjaan yang benar sesuai dengan


item pekerjaan.
- Memastikan pelaksaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan gambar
rencana.
- Menyiapkan sumber daya seperti : bahan , tenaga kerja dan peralatan
kerja
- Memberikan pengarahan dan instruksi kepada staff proyek seperti
pelaksana untuk metode pelaksanaan pekerjaan yang benar dan
monitoringnya.
- Mengawasi mutu material dan mutu pelaksanaan pekerjaan di lapangan
sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

b. Job Description Engineering Struktur

- Memonitoring proses kerja pekerjaan Struktur di lapangan menyangkut


teknis pekerjaan agar sesuai dengan gambar kerja.
- Mempelajari gambar dan menganplikasikan ke lapangan dengan
mengarahkan tukang melaksanakan sesuai rencana kerja yang telah di
buat.
- Bertanggung jawab atas hasil kualitas pekerjaan yang dilaksanakan di
lapangan
- Mengarahkan dan mengkordinir tukang dan pekerja Konstruksi Struktur
dilapangan

c. Job Description Engineering Arsitektur

- Memonitoring proses kerja pekerjaan Arsitektur di lapangan menyangkut


teknis pekerjaan agar sesuai dengan gambar kerja.
- Mempelajari gambar dan menganplikasikan ke lapangan dengan
mengarahkan tukang melaksanakan sesuai rencana kerja yang telah di
buat.
- Bertanggung jawab atas hasil kualitas pekerjaan yang dilaksanakan di
lapangan
- Mengarahkan dan mengkordinir tukang dan pekerja Konstruksi Arsitektur
dilapangan

d. Job Description Engineering Mekanikal/Elektrikal

- Memonitoring proses kerja pekerjaan Mekanikal/Elektrikal di lapangan


menyangkut teknis pekerjaan agar sesuai dengan gambar kerja.
- Mempelajari gambar dan menganplikasikan ke lapangan dengan
mengarahkan tukang melaksanakan sesuai rencana kerja yang telah di
buat.
- Bertanggung jawab atas hasil kualitas pekerjaan yang dilaksanakan di
lapangan
- Mengarahkan dan mengkordinir tukang dan pekerja Mekanikal/Elektrikal
dilapangan

d. Job Description Ahli K3 Konstruksi

- Mengontrol dan memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan


prosedur K3.
2. Koordinasi

Dalam pelaksanaan proyek dilapangan perlu diadakan rapat-rapat kordinasi


dengan pihak instansi terkait.

Demikian juga rapat internal dalam organisasi kontraktor dilaksanakan minimal 1


(satu) kali dalam 1 (satu) minggu yang berfungsi membahas dan
mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan, permasalahan dan penyelesaiannya
serta program pelaksanaan di lapangan

3. Prosedur Penyiapan Gambar Kerja

Setelah ditanda tangani kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja semua gambar
pelaksanaan yang diajukan oleh kontraktor akan dibuat dalam bentuk format yang
disetujui oleh Direksi dan akan diajukan jauh sebelumnya, sehingga Direksi dapat
memeriksa dan/ atau menyetujui tanpa mengakibatkan penundaan pelaksanaan
pekerjaan di lapangan.

Gambar kerja akan dibuat dengan skala dan dimensi yang spesifik dan tipikal
untuk menggambarkan berbagai segi pekerjaan dan menjadi pedoman bagi
pelaksana untuk dilaksanakan di lapangan. Sebelum melaksanakan pekerjaan,
gambar-gambar kerja tersebut akan diajukan beserta urutan dan metode
pelaksanaan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Gambar Kerja akan
dipersiapkan berdasarkan Gambar Kontrak dan Spesifikasi yang dipersyaratkan,
dan akan memuat hal-hal sebagai berikut :

- Detil-detil dari setiap bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan.


- Data topografi dan elevasi permukaan bagian pekerjaan yang diperoleh dari
dataperencanaan dan hasil survey lapangan.
- Perhitungan-perhitungan yang diperlukan
- Jenis material yang digunakan untuk tiap bagian konstruksi

Selama masa pelaksanaan, kontraktor akan menyiapkan Gambar Purna


Bangunan (As-Built Drawing) untuk semua jenis pekerjaan yang telah
diselesaikan. Gambar-gambar tersebut akan menunjukkan perubahan-perubahan
yang disetujui sebagaimana dalam Gambar Pelaksanaan, dengan maksud agar
kondisi purna bangunan tersebut merupakan proses yang benar dari kondisi
setiap pekerjaan.
4. Program Pelaksanaan, Jadwal dan Kontrol Kemajuan

Jadwal Pekerjaan akan dijabarkan lebih detail (bulanan dan mingguan) dan akan
dimonitor secara cermat menggunakan laporan harian dan mingguan. Kemajuan
pekerjaan selanjutnya dapat diplot dalam kurva-S yang menunjukkan
perbandingan antara kemajuan pekerjaan dengan jadwal yang direncanakan.

Prosedur Kontrol Kemajuan Pekerjaan dapat dijelaskan dalam tahap-tahap berikut ini:

1. TAHAP PERENCANAAN
- Perencanaan dan Metode yang akan dilaksanakan
- Persiapan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
- Perkiraan sumber daya : bahan, alat dan tenaga kerja

2. TAHAP PELAKSANAAN
- Kontrol Pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan peralatan, bahan dan tenaga
kerja

3. TAHAP EVALUASI
-Pemeriksaan target dan kemajuan pelaksanaan pekerjaan
- Laporan ke manajemen : harian, mingguan dan bulanan

4. TINDAK LANJUT
- Perbaikan terhadap kondisi yang ada
- Tinjau kembali rencana pelaksanaan dan tetapkan Rencana baru

6. Pengamanan (Security)

Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, kami akan menyediakan tenaga


keamanan sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal :

a. Pengamanan terhadap proyek pada umumnya


b. Pengamanan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk pencegahan dari
pencurian.

7. Program K3

Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan
proyek akan dibentuk unit K3 oleh Pelaksana K3 yang akan membuat program
seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai
maka harus dibuat buku Program K3 di Proyek yang digunakan sebagai panduan
pelaksanaan K3 yang sekurang-kurangnya berisi:
Safety Plan
- Uraian Proyek secara garis besar
- Daftar Material yang memerlukan penanganan khusus
- Daftar Peralatan yang memerlukan penanganan khusus
- Daftar Tenaga Kerja yang memerlukan keahlian tertentu
- Schedule Waktu, Schedule Bahan, Schedule Alat, Schedule Tenaga Kerja.
- Identifikasi sumber bahaya dan pencegahan
- Rencana Inspeksi dan Tes
- Site Plan K3
- Program Kebersihan dan 5R

Prosedur Investigasi dan Analisa Kecelakaan Kerja

- Flowchart : Investigasi Kecelakaan Kerja


- Analisis Kecelakaan Kerja
- Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja

Prosedur Inspeksi K3 -
Inspeksi harian -
Inspeksi mingguan -
Inspeksi bulanan

Prosedur Pelaporan Kecelakaan


- Kecelakaan Ringan
- Kecelakaan Berat
- Kecelakaan Mati
- Daftar Telepon/ Personil yang harus dihubungi bila terjadi kecelakaan.

Prosedur Pelatihan/ Penyuluhan -


Penyuluhan Awal
- Pelatihan Pekerja Baru
- Pelatihan secara Periodik

Rencana Tindak Darurat, minimal terdiri:


- Menyusun prosedur tindak darurat
- Mengatur sitem komunikasi dalam keadaan darurat.
- Menetapkan tanggung jawab penetapan keadaan darurat.
- Penindakan keadaan darurat
- Peta situasi dalam keadaan darurat
- Program evakuasi dalam keadaan darurat

Rapat K3
- Rapat K3 harian

- Rapat K3 mingguan

- Rapat K3 bulanan

Dalam menanggulangi hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan
bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik, Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain
yang terkait.

Beberapa contoh tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut :

ii. Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dan menyediakan


tabung pemadam kebakaran
iii. Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja,
seperti topi pengaman, sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan
sebagainya.

II. QUALITY CONTROL

Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang
disyaratkan, perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap
pelaksanaan pekerjaan yang antara lain mengontrol,
- Seluruh material yang digunakan
- Pemilihan tenaga kerja
- Perawatan alat
- Test material di laboratorium dan lapangan
Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan
pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada
penanggungjawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality
control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality
Control (proses ISO 9001 : 2000) dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek
yang dilaksanakan.
Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan
terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk
menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten
dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta dalam
gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di
pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya :
- Sasaran mutu yang jelas
- Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab
- Organisasi proyek yang handal
- Sistem dan prosedur mutu yang baku
- Penerapan manajemen mutu yang konsisten
Pengendalian mutu ini akan dilakukan sejak pengadaan seluruh bahan dasar yang
akan digunakan dalam pekerjaan ini. Pengendalian mutu ini dijalankan untuk
memeriksa dan menjamin bahwa bahan - bahan yang digunakan dalam pekerjaan
ini telah memenuhi atau melebihi ketentuan yang disyaratkan dalam Spesifikasi.
Pemeriksaan mutu bahan tersebut akan dilakukan secara intern Proses
pengendalian mutu secara intern ini, selanjutnya akan diperiksakan secara extern
dengan melibatkan konsultan.

C. METODE PENCAPAIAN PROYEK

Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, kami telah
mengeluarkan kebijakan mutu. Sistem manajemen tersebut di atas dalam
pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak
(software) sebagai sarana pengendali, dan perangkat keras (hardware) yang berupa
peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan.

1. Tenaga Kerja

Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan
sebagai personel inti dalam organisasi proyek. Tenaga kerja terampil akan dipilih
dan didatangkan dari luar dan dari daerah setempat. Tenaga kerja yang digunakan
dalam penanganan proyek ini terdiri atas:

- Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk pelaksana.

- Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor), mekanik dan operator,


Pekerja (mandor, tukang, pembantu tukang).
2. Metode Pengendalian Proyek

Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema berikut ini :


DIAGRAM TAHAPAN PELAKSANAAN PENYELESAIAN PROYEK

Jadwal Proyek mulai terhitung sejak SPMK


SPMK

Meeting pertama sebelum proses konstruksi mulai


MC0 untuk mereview kesesuaian volume RAB dan Gambar sebagai acuan
PCM+ MCO pelaksanaan

Seting out dengan Konsultan dan owner untuk penentuan elevasi . 0+00
START Melakukan Marking dan Patok

Tenaga Kerja meliputi Mandor (1 org), K. Tukang (2 org), Tukang (20 org),
Pekerja (30 org)
MOBILISASI TUKANG + Peralatan : Concrete Mixer ( 1 unit), Vibrator (1 unit), Pick Up/Dump Truck
ALAT (2 unit), Genset (1 unit), Pompa air (1 unit)

Meliputi cut/fill, perataan tanah, pengukuran dan pemasangan patok


Jalan dan Saluran sesuai dengan Denah rencana Layout Area
PERSIAPAN LAHAN peletakannya.

Tahap 1 : Pembangunan Saluran Air dan Jalan Lingkungan


PEKERJAAN TAHAP1

Tahap 2 : Pengecatan Dinding dan Pemasangan Pipa Air


PEKERJAAN TAHAP 2

Serah Terima Pertama setelah penyelesain pekerjaan selesai dan berfungsi di


lakukan pengecekan dan pengujian.
PHO

Masa Pemeliharaan di atur dalam kontrak, Kami bertanggung jawab melakukan


MASA perbaikan jika ada pekerjaan yang mengalami kerusakan.
PEMELIHARAAN

FHO
Serah Terima Bangunan kepada pemilik proyek
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Segala sesuatunya menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan harus
telah disiapkan di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan.
2. Jadwal terinci, Time schedule, mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,serta
kelengkapan administrasi lapangan harus disiapkan sebelum memulai
pekerjaan.
3. Demi kelancaran kegiatan sebelumnya kontraktor harus memperhatikan
penempatan bahan / material dan lalu lintas.
4. Situasi dan Ukuran-ukuran

A. MOBILISASI PERALATAN

1. Concrete Mixer (1 unit)


Concrete Mixer dibutuhkan untuk mencampur beton untuk pembuatan beton
2. Dump truck/ Pick Up (2 unit)
Pick Up/Dump Truck digunakan untuk mengangkut material dari sumber material ke
lokasi dan juga untuk membuang material tanah ke luar lokasi.
3. Genset (2 unit)
Genset dibutuhkan untuk listrik kerja terutama untuk penerangan.
4. Scaffolding (15 Set)
Pompa air dibutuhkan untuk keperluan pekerjaan bangunan yang tinggi seperti untuk
plesteran, pengecetan dan lain-lain.

B. Pekerjaan Pengukuran

Situasi

Volume pekerjaan merupakan batasan minimal yang harus dipenuhi dan


dimaksudkan sebagai garis pelaksanaan dan pegangan. akan meneliti situasi
lapangan, terutama keadaan tanah, sifat dan luasan pekerjaan serta hal-hal lain yang
dapat mempengaruhi harga penawaran penyedia jasa.
Ukuran

Pelaksanaan pekerjaan menurut bentuk ukuran-ukuran dan mutu yang


tercantum dalam rencana kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan ini.
Mencocokkan ukuran-ukuran satu sama lain dan segera melaporkan kepada
pengawas bilamana terdapat ketidak cocokan ukuran-ukuran didalam
gambar-gambar RKS ini, dan tidak diperkenangkan membetulkan kesalahan-
kesalahan ukuran / gambar-gambar sebelum berkonsultasi dengan pengawas
Apabila terdapat ketidak sesuaian ukuran-ukuran, maka pengukuran bersama
dijadikan patokan.
Letak titik duga (titik nol) sebagaimana dinyatakan dalam gambar atau
sesuai kesepakatan dalam peninjauan lokasi.
Titik peil ini harus ditetapkan dengan membuat patok permanen yang selama
dalam pelaksanaan tidak boleh bergesar/berubah.
Untuk selanjutnya patok permanen tersebut harus menjadi dasar bagi setiap
ukuran dan kedalaman.
Atas persetujuan pengawas, penentuan titik lainnya dilakukan dilapangan
dengan alat ukur dan harus selalu berpedoman pada titik duga patok (peil
nol).

C. Pekerjaan Papan Nama Kegiatan

a) Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan
kegiatan.
b) Bahan Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran
100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo)dengan tinggi 250
cm dari permukaan tanah.
c) Papan Nama dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak berwarna
hitam yang berisi informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan
dilaksanakan, antara lain :

1. Nama Kegiatan
2. Pekerjaan yang harus dilaksanakan
3. Biaya pekerjaan/ nilai kontrak
4. Sumber dana dan Jangka waktu
5. Nama penyedian jasa
D. Pekerjaan Pemasangan Bouwplank

a) Pemasangan patok dan papan bouwplank boleh menggunakan


kayu/papan kls.III yang diketam rata pada sisi kerjanya.
b) Tinggi bouwplank sama dengan titik nol atau apabila dikehendaki lain
harus dibicarakan dan mendapat persetujuan dengan Direksi.
c) Setelah pemasangan bouwplank harus dilaporkan kepada Direksi untuk
mendapatkan persetujuan sebelum pekerjaan selanjutnya dilaksanakan.

E. Pekerjaan Direksi Keet

a) Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan dapat berhasil dengan baik


dari segi waktu dan kualitasnya/mutu bila dikelola dengan baik.
b) Salah satu sarana untuk dapat mengelola proyek dengan baik adalah
tersedianya tempat bagi pengawas proyek dan kontraktor yang berupa
direksi keet, untuk :

Membuat laporan, mempelajari gambar, membuat gambar kerja


dan semua administrasi proyek.
Penempatan alat komunikasi, sehingga hubungan/komunikasi
antara pemilik, pengawas dan kontraktor dapat berjalan dengan
baik.

c) Bahan untuk bangunan direksi keet lapangan menggunakan rangka kayu


kaso, penutup dindingnya dari multiplek 9 mm dan penutup atap
menggunakan asbes gelombang atau seng gelombang, lantai dengan
discreeding.
d) Selain bangunan direksi keet lapangan, juga diperlukan bangunan gudang
untuk menyimpan alat kerja dan material yang rentan terhadap cuaca dan
yang mudah hilang seperti : bor listrik, gerinda listrik, vibrator, semen,
keramik, cat, kabel, alat sanitair dan lainnya.
e) Bangunan gudang menggunakan rangka kayu kaso, penutup dinding dari
multiplek 9 mm dan penutup atap menggunakan asbes/seng gelombang,
lantai dengan discreeding.
f) Direksi keet lapangan dan gudang didirikan pada area yang tidak
mengganggu proses berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan.
F. Biaya Administrasi & Dokumentasi

a) Pekerjaan administrasi dan dokumentasi adalah membuat laporan-laporan


perkembangan proyek secara berkala yakni :

laporan progres harian dan mingguan ataupun bulanan beserta


back up data nya.
Untuk kelengkapan laporan harus dibuat foto-foto dokumentasi
ukuran 4 R, dibuat sebelum pekerjaan dimulai (0%), tahap
pelaksanaan(5%), hingga selesai (100%) dan setiap kali akan
melakukan

b) tagihan/termyn, foto dokumentasi harus selalu diambil pada posisi yang


sama untuk setiap kemajuan dan setiap bagian yang penting.

G. Pekerjaan Pembersihan

a) Sebagai langkah awal peleksanaan pekerjaan, Kontraktor membersihkan


lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang dapat merusak
pelaksanaan pembangunan.
b) Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akar-akarnya
sehingga tidak merusak struktur tanah.

H. Pekerjaan P3K & Peralatan Keselamatan

a) Pada saat memulai proyek, mulai dipasang papan nama proyek dan
rambu-rambu proyek seperti Pemberitahuan Penggunaan Peralatan Safety,
bendera K3.
b) Sehingga pada saat aktivitas pekerjaan mulai dari persiapan sudah
dikerjakan dengan Safety First.
c) Perlengkapan kotak P3K disediakan di lokasi, untuk memberian
pertolongan pertama untuk korban kecelakaan kerja.
PEKERJAAN PLESTERAN DINDING BANGUNAN 1:3
TEBAL = 2 cm

1. Penjelasan Umum

Meliputi Plesteran dinding saluran air jalan lingkungan yang dicantumkan dalam
gambar dan berdasarkan petunjuk Pengawas

2. Ruang Lingkup

Persiapan

Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran.


Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting,
jidar, raskam, benang, kertas gosok, dll.

Pelaksanaan pekerjaan plesteran

Siram permukaan pasangan batu kali saluran air dengan air sampai basah
secara merata (curing)
Buat adukan untuk kamprotan dan lakukan kamprotan pada bidang yang telah
dicuring dengan jarak lemparan 50 cm dari permukaan yang dikamprot
dengan ketebalan minimal 20 mm.
Lakukan plesteran pada bidang bidang yang telah ada kepalaannya sampai
selesai seluruh permukaan pada setiap bagian dengan cara dilempar dari
jarak kira-kira 50 cm.
Gunakan jidar untuk meratakan permukaan sesuai dengan kepalaan
Saat plesteran setengah kering gunakan roskam untuk menghaluskan
permukaan dinding
PEKERJAAN PENGECATAN
1. PEKERJAAN PENGECATAN DINDING KEMBALI
1. Penjelasan Umum

Meliputi pekerjaan pengamplasan cat dinding lama dan pengecatan dinding luar dan
dalam bangunan sebanyak 3 lapis

2. Ruang Lingkup

Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan yang kelihatan seperti yang
disebutkan / ditunjuk dalam gambar untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan
petunjuk pengawas.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan sebagai
berikut :

Sebelum pekerjaan pengecatan dimulai permukaannya harus dibersihkan dari


kotoran. Setelah pekerjaan pembersihan selesai, permukaan dinding harus
digosok dengan amplas untuk menutupi bagian-bagian permukaan tembok
berlubang dan yang terdapat celah-celah kemudian digosok lagi hingga
permukaan pekerjaan menjadi halus lalu dicat paling sedikit tiga kali.
Dinding yang dicat terdiri dari dinding luar dan dalam bangunan
Untuk Pekerjaan pengecatan dinding menggunakan cat tembok jenis
eksterior untuk bagian luar dan interior untuk bagian dalam dengan mutu cat
kualitas baik, warna akan ditentukan kemudian oleh Pengawas.

PEKERJAAN PIPA
1. PEKERJAAN PENYAMBUNGAN JARINGAN PIPA AIR
BERSIH
1. Penjelasan Umum

Meliputi pekerjaan Pemasangan Pipa PVC DD 2", Knee PVC DD 2", Pemasangan
Pipa PVC 1", Pemasangan Pipa PVC 1/2", Cap PVC 1", Afta Kran 1/2", Knee 1/2", Tee
1" x 1" x 1", Tee 1" x 1/2" x 1"

2. Ruang Lingkup
Lingkup pekerjaan ini meliputi seluruh permukaan yang kelihatan seperti yang
disebutkan / ditunjuk dalam gambar untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan
petunjuk pengawas yaitu :

Pemasangan instalasi jaringan pipa air bersih dari sumber air ke meteran air
dan terus ke Kamar mandi (kran)
Pemasangan instalasi pipa air bekas dari floor drain ke resapan/ riol.
Ketentuan-ketentuan dalam melaksanakan pekerjaan seperti yang dijelaskan
sebagai berikut :
Sebelum pekerjaan pemasangan pipa dimulai dari penggalian tanah untuk
pipa yang tertanam.
Melakukan pengukuran level pipa agar air mengalir secara gravitasi ke
pembuangan untuk air kotor dan air bekas

i. Pekerjaan Jaringan Air Bersih


1. Dalam jaringan air bersih PVC dia. 2 dan 1 AW serta , hal pertama yang
perlu diketahui lebih dahulu adalah denah plumbing dan diagram isometri
untuk menentukan jalur-jalur instalasi pipa-pipa yang akan dipasang.
2. Pipa yang telah diposisikan secara tepat harus segera ditutup dengan plug /
dop yang kuat untuk menghindari kotoran / adukan masuk yang dapat
menyebabkan penyumbatan.
3. Hindari belokan pipa / knik pipa dari daerah pembakaran.
4. Posisi pipa yang hendak diletakan di harus aman dan terlindungi dari
gangguan luar.

ii. Pekerjaan Kran


Pekerjaan Kran Air

1. Menentukan letak kran air sesuai peletakan pipa


2. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan
brosur alat-alat sanitair. Kran-kran tembok dipakai yang berleher panjang dan
mempunyai ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding.
3. Stop keran yang dapat digunakan ex. lokal bahan kuningan dengan putaran
berwarna hijau, diameter dan penempatan sesuai gambar untuk itu.

iii. Pekerjaan Floor Drain


Floor Drain

1. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar untuk itu. Floor drain
yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan disetujui
Supervisi/Pengawas.
2. Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap
air Embeco dan pada lapis teratas setebal 5 mm diisi dengan lem Araldit.

E. MASA PEMELIHARAAN

Selama masa pemeliharaan akan mengganti material yang tidak berfungsi dengan
baik, dan bertanggung jawab atas semua kekurangan dari item pekerja yang telah
dikerjakan. Kita akan melakukan perbaikan untuk pekerjaan yang kurang baik selama
masa pemeliharaan sampai siap dilakukan FHO (Serah Terima terakhir)

Penutup
Metode Pelaksanaan ini kami buat untuk keperluan dokumen penawaran. Semoga
Metode pelaksanaan ini telah menggambarkan kesiapan kami untuk menyelesaikan
pekerjaan ini. Terima Kasih

TERNATE, 18 APRIL 2017

PT. CIPTA AKSARA PERKASA

MOHD. SYABRI U. SANGADJI


DIREKTUR