Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEBIDANAN

PADA IBU HAMIL GIV P3003 Abooo UK 24 26 MINGGU DENGAN


ANTEPARTUM BLEEDING CAUSA PLASENTA LETAK RENDAH
DI RUANG VK. RSUD BANGIL PASURUAN

Disusun Oleh :

EKA SETYANINGSIH
Nim. 0504.14

AKADEMI KEBIDANAN WIDYAGAMA HUSADA


MALANG
2007
KATA PENGANTAR

Dengan segala rahmat, berkah dan hidayah-nya penulis dapat


menyelesaikan asuhan kebidanan pada Ibu hamil G IV P3003 Abooo UK 24 26
Minggu dengan Antepartum Bleeding Causa Plasenta Letak Rendah di RSUD
Bangil Pasuruan. Penyusunan makalah ini dibuat untuk praktek kebidanan dan
kasus ini diambil pada tanggal 19 Februari 2007. Berkat bantuan dan bimbingan
dari berbagai pihak yang terkait, maka penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Ibu Yulianik, SKM selaku Direktur Akademi Kebidanan Widyagama Husada
Malang
2. Ibu Umi Hani, SKM selaku pembimbing institusi
3. Ibu Hj. Endang, Amd. Keb selaku Pembimbing Lapangan
4. Teman-teman semua yang turut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh
dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan demi perbaikan
makalah yang selanjutnya.
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat menambah pengetahuan
kepustakaan dan bermanfaat bagi pembaca dan bagi kemajuan dibidang kesehatan

Bangil, Februari 2007

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendarahan antepartum adalah pendarahan yang terjadi setelah
kehamilan 28 hari biasanya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada
perdarahan kehamilan dan sebelum 28 minggu.
Perdarahan antepartum biasanya dibatasi pada perdarahan jalan lahir
setelah lahir setelah kehamilan 22 minggu walaupun patologi yang sama
dapat pula terjadi pada kehamilan sebelum 22 minggu.
Perdarahan antepartum yang berbahaya umumnya kelainan serviks
biasanya tidak seberapa bahaya pada setiap perdarahan antepartum. Pertama-
tama harus selalu dipikirkan bahwa hal itu bersumber pada kelainan placenta.

1.2 Tujuan Penulisan


a. Tujuan Umum
Setelah melaksanakan praktek klinik, mahasiswa mampu menerapkan
asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan perdarahan antepartum,
sehingga dapat memperluas, memperbanyak pengetahuan dan
keterampilan mengenai asuhan kebidanan pada pasien dengan kegawat
daruratan obstetric.
b. Tujuan Khusus
Dengan disusunnya laporan ini mahasiswa diharapkan :
1. Mahasiswa dapat mengumpulkan sampai dengan menganalisa data
2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah
3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial
4. Mahasiswa dapat mengidentifikasi kebutuhan segera
5. Mahasiswa dapat merencanakan asuhan kebidanan
6. Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan yang telah
direncanakan
7. Mahasiswa dapat mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan
1.3 Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam asuhan kebidanan pada Ny. S G IV
P3003 Ab000 UK 24-26 minggu dengan APB menggunakan metode studi kasus
dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan tinjauan kasus melalui :
1. Wawancara
Mengadakan tanya jawab langsung pada klien guna mengetahui keluhan
yang dirasakan oleh klien, sehingga dapat memberikan asuhan yang tepat
dan benar sesuai dengan masalah yang ada
2. Observasi
Mengadakan pengamatan langsung melalui pendekatan manajemen
kebidanan.
3. Praktek
Melakukan praktek langsung melalui pendekatan manajemen kebidanan
4. Studi Pustaka
Membaca, sumber buku yang ada dapat mendukung terlaksananya asuhan
dan dapat membandingkan antara teori dan praktek.

1.4 Sistematika Penulisan


BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan penulisan
1.3 Metode penulisan
1.4 Sistematika penulisan

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Konsep dasar kehamilan
2.2 Konsep dasar antepartum bleeding
2.3 Konsep asuhan kebidanan

BAB 3 : TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian data
3.2 Identifikasi diagnosa dan masalah
3.3 Antisipasi Kebutuhan Segera
3.4 Identifikasi kebutuhan segera
3.5 Intervensi
3.6 Implementasi
3.7 Evaluasi

BAB 4 : PEMBAHASAN

BAB 5 : PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Dasar Kehamilan


2.1.1 Definisi
o Kehamilan adalah perkembangan dan pertumbuhan janin intrauterine
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.
(Manuaba, 1998 hal 4)

o Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai Lahirnya janin


lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu/9 bulan hari
dihitung dari HPHT)
(Saifuddin, 2001 hal 89)

o Kehamilan adalah pertemuan dan persenyawaan antara sel telur


(ovum) dan sel mani (spermatozoa)
(Sastrawinata, 1983 : 100)

2.1.2 Tanda dan Gejala Hamil


1) Tanda dugaan Hamil
Pingsan
Payudara tegang
Sering Miksi
Konstipasi
Pigmentasi kulit sekitar payudara
varises
2) Tanda Pasti Kehamilan
a. Gerakan janin dalam rahim
Terlihat, teraba dalam rahim
Teraba bagian-bagian janin
b. DJJ (Denyut Jantung Janin)
didengar dengan stethoscope, alat kardotokografi, alat dopler
dilihat dengan USG
dengan roentgen untuk melihat kerangka janin
(Manuaba, 1998, hal 129)

3) Tanda-tanda Inpartu
Nyeri abdomen yang bersifat intermiten setelah kehamilan 22
minggu
Nyeri disertai lendir dan darah
Adanya pengeluaran air dari vagina
Serviks melunak
Dilatasi serviks
(Sarwono, 2002 : 46)

2.1.3 Perubahan yang Terjadi pada Kehamilan


1. Pada Kulit
Hyperpigmentasi pada muka (cloasma gravidarum) areola mammae
dan putting susu
2. Pada kelenjar
Pembesaran kelenjar tyroid
3. Pada mammae
Membesar, tegang dan sakit vena di bawah kulit buah dada membesar
dan kelihatan keluar colostrums bila mammae dipijat
4. Pada perut
Ada pembesaran perut
5. Pada Vulva
Tampak kebiruan karena kongesti pada pembuluh darah (chadwisk)
kadang terdapat varices.
6. Pada tungkai
Varices pada satu atau kedua tungkai pada hamil tua biasanya timbul
oedema karena tekanan uterus yang membesar pada vena kemoralis

2.2 Konsep Dasar Antepartum Bleeding


2.2.1 Definisi
o APB adalah perdarahan yang terjadi setelah kehamilan lebih 28
minggu atau pada TBJ setelah lebih dari 100 gram
o Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi setelah
kehamilan 28 minggu.
(Sinopsis Obstetri Jilid II)

2.2.2 Penyebab APB


a. Kelainan Placenta
Placenta previa
Placenta letak rendah
Solusio placenta
Perdarahan sinus marginalis
Rupture uteri
Placenta sirkum valata
Placenta membranase
Vase previa
(Sumber : Simopsis Obstetri Jilid II)

2.2.3 Keadaan Umum jelek :


o Perdarahan banyak
o Janin mati
o Hb (7 mg )
o Pucat, anemi, lemah
o Syok
(Sinopsis Obstetri Jilid II)
2.2.4 Penanganan Perdarahan Antepartum

APB
Px Obstetrik
Px Spekulum

Kehamilan < 36 mg Kehamilan < 36 mg

Aktif
Keadaan umum jelek Keadaan umum baik PDMD (periksa dalam
(Perdaraha banyak) (Perdaraha sedikit) meja OP)

Aktif Pasif Perabaan fornesis


PDMD (periksa dalam Tidak dilakukan
meja OP) periksa dalam
Diagnosa

Perabaan fornesis Rawat

Diagnosa Pemeriksaan dengan


USG

Perdarahan (-) Perdarahan berulang cukup


banyuak pasien jelas inpatu

Tunggu sampai
36 mg Aktif
PDMO

Aktif
PDMD Diagnosa
Perabaan
tornises

Diagnosa

(Sinopsis Obstetri Jilid 11)

2.2.5 Komplikasi APB


- Syok hipovolemik
- Kematian
(Sinopsis Obstetri Jilid 11)
BAB III
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN DATA
Tanggal : 31-01-07 Jam : 10.30 WIB
Tempat : RSUD Bangil
Tgl. MRS : 31-01-07
No. Reg : 002437

A. DATA SUBYEKTIF
a. Biodata
Nama pasien : Ny. S
Umur : 40 tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT
Agama : Islam
Alamat : Cangkring Beji

Nama suami : Tn. H


Umur : 42 tahun
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam
Alamat : Cangkring Beji

b. Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil ke-4 dengan UK 6 bulan mengeluh
mengeluarkan darah banyak dan segar sejak tanggal 30-01-07 jam
00.00 WIB

c. Riwayat Penyakit Dahulu


Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis (sakit kuning,
jantung, hipertensi dan penyakit lainnya) dan tidak pernah dioperasi.
d. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu mengatakan tidak menderita penyakit kronis (sakit jantung,
kuning, darah tinggi) dan penyakit lainnya yang menular dan
menahun.

e. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang menderita
penyakit menular, menurun dan menahun baik dari pihak ibu maupun
suami

f. Riwayat Haid
Menarche : 13 tahun
Siklus : 28 hari
Lama haid : 7 hari
Warna/bau : merah/anyir
Keluhan : disminorhea
HPHT : 25-08-06

g. Riwayat Pendidikan
Kawin : 1 kali
Lama kawin : 20 tahun
Umur saat menikah :
- Ibu : 20 tahun
- Suami : 22 tahun

h. Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu


i. Pola kebiasaan sehari-hari
Pola istirahat
Sebelum MRS : Tidur siang 1 jam
Tidur malam 8 jam
Selama MRS : Tidur siang 2 jam
Tidur malam 10 jam
Pola nutrisi
Sebelum MRS : ibu makan 2-3 x sehari, dengan porsi 1 piring
nasi, 1 mangkok sayur, lauk pauk, buah-
buahan, minum 7 8 gelas air putih
Selama MRS : ibu makan 2 x sehari, dengan porsi piring
nasi, sayur, lauk pauk, buah pisang, minum
susu 100 cc
Pola eliminasi
Sebelum MRS : BAB 1 x / hari
BAK 4-5 x / hari
Selama MRS : BAB 1 x / hari
BAK 4 5 x/ hari
Pola nutrisi
Sebelum MRS : ibu tidak melakukan aktivitas yang terlalu
berat
Selama MRS : ibu tidak pernah melakukan aktivitas yang
terlalu berat
Pola kebiasaan
Sebelum MRS : ibu mengatakan tidak pernah merpkok,
minum alkohol, obat-obatan, jamu-jamuan
Selama MRS : ibu menatakan tidak pernah merokok, minum
alkohol obat-obatan, jamu-jamuan
Pola kebersihan
Sebelum MRS : ibu mandi 2 x sehari, gosok gigi 2 x sehari,
ganti pakaian dan celana dalam setiap kali
mandi
Selama MRS : ganti softek bila sudah penuh, seka 2 x/ hari
Pola psikososial
Ibu mengatakan keluarga merasa senang dengan kehamilannya
yang keempat dan sangat diharapkan oelh keluarga
Pola spiritual
Ibu mangatakan beragama Islam dan selalu menjalankan sholat 5
waktu
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : lemah
Kesadaran : composmentis
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 76 x / menit
RR : 20 x / menit
BB : 65 kg
TB : 155 cm
HPHT : 25 08 06
TD : 1 6 07
UK : 24 26 minggu
2. Pemeriksaan fisik khusus
a. Inspeksi
Rambut & Kepala : lurus, hitam, tidak ada kelainan pada kepala
kulit kepala bersih
Muka : pucat, tidak oedema, ibu tampak cemas
Mata : konjugtiva pucat, sklera tidak icterus
Hidung : tidak ada nyeri tekan, tidak ada pernafasan
cuping hidung, tidak ada pegelauaran sekret
Telinga : simetris, tidak ada otitismedia, tidak ada
gangguan pendengaran
Mulut : tidak ada stomatitis, ada caries pada gigi.
Bibir pucat
Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar
tyroid, tidak ada bendungan vena jugularis
Payudara : bersih, tampak putting susu menonjol, tidak
ada kelainan
Abdomen : tidak ada luka bekas operasi
Genetalia : tidak ada kelainan pada genetalia, tidak ada
varises
Anus : tidak ada hemoroid
Ekstremitas : simetris, tidaka da oedema atas dan bawah
b. Palpasi
Payudara : payudara tidak ada benjolan, konsistensi,
kenyal
Perut : Leopold I : 2 jari diatas pusat (24 cm)
Leopold II : PUKI
Leopold III : bagjan terendah kepala
Leopold IV :-
c. Auskultasi
Dada : tidaka da ronkhi / wheezing
Perut : Bising usus
d. Perkusi
Reflek. Patela +/+

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


Dx : GIV P3003 Abooo UK 24-26 minggu dengan APB causa plasenta letak
rendah
Ds : ibu mengatakan hamil ke 4 dengan UK 6 bulan mengeluh perdarahan
anyak, dan segar sejak tanggal 30 Januari 2007 jam 00.00 WIB
Do : KU : lemah
Keasadaran : composmentis
TD : 110/70 mHg
Nadi : 76 x / menit
Suhu : 36,30 C
RR : 20 x / menit
BB sekarang : 65 kg BB sebelum hamil : 60 kg
TB : 155 cm
HPHT : 25 08 06
TP : 01 06 07
UK : 24 26 minggu
- Inspeksi
Mata : cojungtiva pucat
Perut : pembesaran perut sesuai dengan sesuai kehamilan
Genetalia : terdapat perdarahan pada vulva
- Palpasi
Abdomen :
TFU Leopold I : 2jari diatas pusat
Leopold II : PUKI
Leopold III : bagian terendah kepala
Leopold IV : -
- Auskultasi
Djj tidak terdengar (funandoscope)
- Perkusi
Reflek patella +/+

III. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL


- Anemia
- Syok hipovalemik
- Kematian
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
- Infus RL grojok 40 tetes / menit
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi

V. INTERVENSI
Dx : GIV P3003 Abooo UK 24-26 minggu dengan APB clausa plasenta letak
rendah
Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan perdarahan segera
teratasi
Kriteria hasil :
1 Tidak terjadi syok hipovelemik
2 Tidak terjadi anemia
3 KU dan TTV dalam batas normal
4 Ibu dalam keadaan sehat
5 Tidak terjadi kompolikasi

Intervensi
1. Kolaborasi dengan dokter SPOG untuk pemberia terapi dan tindakan
R/ Fungsi dependent
2. Lakukan pemeriksaan Hb
R/ Persiapan pemberian tranfusi
3. Lakukan pemberian tranfusi darah
R/ Mengganti darah yang hilang
4. Observasi TTV dan jumlah perdarahan
R/ mendeteksi dini adanya koplikasi
5. Beri KIE tentang :
a. Nutrisi pada ibu
R/ Nutrisi yang cukup dapat memenuhi kebutuhan
b. Pola aktivitas
R/ Melatih otot tubuh guna mempercepat pemulihan
VI. IMPLEMENTASI
Tanggal : 31- 01 2007
Jam : 12.30 WIB
1. Melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG untuk pemberian terapi
Terapi :
- Injeksi gentamysin 2 x 80 mg
- Injeksi viccilin 3 x 1 gr
- Menganjurkan ibu untuk USG dan periksa Hb tanggal 31- 01 07 jam
13.00 WIB
Hasil USG :
Tampak janin presentasi kepala, Djj tidak terdengar, UK 24 minggu,
ketuban sedikit, plasenta berimplantasi pada corpus posterior
Hasil Pemeriksaan Hb : 8,8 gr %
2. Melakukan tranfusi darah whole bllods (WBC) 2 bag dengan tetesan 10
tetes per menit
3. Melakukan observasi TTV dan jumlah perdarahan
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 76 x / menit
Suhu : 36,30 C
RR : 20 x / menit
Jumlah perdarahan : + 500 cc
4. Memberikan KIE tentang nutrisi dan pola aktivitas
Dengan pola nutrisi yang cukup dapat memenuhi kebutuhan dan melatih
otot tubuh ibu guna mempercepat pemulihan

VII. EVALUASI
Tanggal : 31 Januari 2007
Jam : 14.30 WIB
S : Ibu mengatakan agak segar
O : KU : lemah
Kesadaran : composmentis
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 76 x / menit
Suhu : 36,30 C
RR : 20 x / menit
Perdarahan : 20 cc
His : tidak ada
A : GIV P3003 Abooo UK 24-26 minggu dengan APB clausa plasenta letak
rendah
P : Melanjutkan intervensi
1. Transfusi darah
2. Pemberian terapi
Terapi :
- Injeksi gentamysin 2 x 80 mg
- Injeksi viccilin 3 x 1 gr
3. Observasi TTV dan jumlah perdarahan

Catatan Perkembangan :
1 Februari 2007
Jam : 07.30 WIB
Dx : GIV P3003 Abooo UK 24-26 minggu dengan APB clausa plasenta
letak rendah
Berdasarkan pada rekamdik pasien, didapatkan data pasien pulang paksa
dengan alasan tidak ada biaya untuk membayar rumah sakit
BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah melakukan asuhan kebidanna pada Ny. S di ruah sakit umum


daerah bangil tanggal 31 Januari 2007 maka dikataka bahwa Ny. S mengakai
antepartum Bleeding. Pada kasus tersebut diharapkan dengan intervensi yang nena
rdan didukung implementasi yang maksimal pada Ny. S serta pemebrian KIE
yang jelas dharapkan elarga biasa mengerti keadaan pasien dan bisa melaksanakan
semua yang telah dianjurkan sehingga dapat menghasilkan hasil yang benar-benar
akurat dan sehat kembali
Demikian penulis dapat memberikan asuhan kebidanan dengan
memeprhatikan setiap gejala dan keluhan yang terjadi sehingga diharapkan tidak
terjadi masalah lain bisa merugikan pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk


Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC,

Prawirohardjo, 2005, Panduan Praktis Pelayanan Maternal Dan Neonatal,


Jakarta : TYBS-SP.

Prawirohardjo, 2002, Ilmu Kebidanan, Jakarta : YAB - SP