Anda di halaman 1dari 3

PERLINDUNGAN PASIEN DARI KEKERASAN FISIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD SPO/575/RSUD/2015 0 1 dari 2
SUKAMARA
Ditetapkan
Tanggal terbit
Direktur RSUD Sukamara

SPO 12 Januari 2015

dr. Eflin N.M Sianipar


NIP. 19760611 200604 2 028

A. PENGERTIAN
Yaitu suatu bentuk perlindungan yang diberikan oleh Rumah Sakit terhadap pasien
dari kekerasan fisik oleh pengunjung, pasien lain dan staf rumah sakit termasuk
pasien anak-anak, individu yang cacat, lanjut usia dan lainnya yang beresiko,
mendapatkan perlindungan yang layak.

B. TUJUAN
1. Agar Pasien merasa aman dan nyaman selama dirawat di rumah sakit.
2. Mendukung program menjaga mutu terpadu dan program peningkatan mutu
pelayanan.

C. KEBIJAKAN
1. Undang-Undang Republik Indonesia No 44/2009 tentang Rumah Sakit.
2. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di Rumah Sakit.
3. Pasien berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan
standar profesi dan seuai SPO.
4. Anak-anak, individu yang cacat, lanjut usia dan lainnya yang beresiko,
mendapatkan perlindungan yang layak.
5. Ada ketentuan jadwal besuk bagi Pasien, Setiap pasien/pengunjung/karyawan
yang berada dalam rumah sakit harus menggunakan tanda pengenal berupa
gelang identitas pasien, kartu penunggu,kartu pengunjung atau nama taq
karyawan.
6. Untuk lokasi terpencil atau terisolasi di monitor melalui Satpam Keliling
7. Kriteria kekerasan fisik di lingkungan Rumah Sakit terdiri atas : pelecehan
seksual, pemukulan, penelantaran dan pemaksaan fisik terhadap pasien, baik
yang dilakukan oleh penunggu /pengunjung pasien atau petugas.
8. Kecuali terdapat indikasi, petugas kesehatan dapat melakukan pemaksaan fisik
(seperti pengekangan) sesuai standar medis dan etika Rumah Sakit yang
berlaku.

D. PROSEDUR
1. Lakukan identifikasi pada yang beresiko mendapatkan kekerasan fisik seperti
pasien anak-anak, manula, pasien yang cacat, dan pasien koma.
2. Tempatkan kamar perawatan kelompok pasien berisiko sedekat mungkin
dengan kantor perawat bila memungkinkan.
3. Pasang pengaman tempat tidur pasien dan pastikan bel pasien mudah
dijangkau dan dapat digunakan.
4. Informasikan pada pasien dan keluarga bila ada hal-hal yang mencurigakan,
anjurkan untuk memencet tombol bel yang telah disediakan.
PERLINDUNGAN PASIEN DARI KEKERASAN FISIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD SPO/575/RSUD/2015 0 2 dari 2
SUKAMARA

5. Sarankan kepada salah satu keluarga atau atau penanggung jawab pasien
untuk menjaga pasien selama proses perawatan di rumah sakit selama 24 jam
terus menerus.
6. Perawatan terhadap anak dan bayi di ruangan:
a. Ruang Anak dan bayi harus dijaga minimal satu orang perawat atau bidan,
ruangan tidak boleh ditinggalkan tanpa ada perawat atau bidan.
b. Petugas harus selalu menjaga didalam ruangan bayi, ruangan bayi tidak
boleh dikunci, tanpa ada petugas penjaga di dalam ruangan bayi.
c. Perawat atau bidan memasang pengaman tempat tidur pasien.
d. Petugas meminta pernyataan secara tertulis kepada orang tua apabila
dilakukan tindakan yang memerlukan pemaksaan.
e. Di ruang anak dan bayi seluruh pintu masuk dikunci untuk memantau
setiap orang yang keluar masuk ruangan tersebut.
f. Perawat memberikan bayi dari ruangan bayi hanya kepada ibu kandung
bayi bukan kepada keluarga yang lain.
7. Laporkan kepada satuan pengamanan bila menjumpai pengunjung yang
mencurigakan, bila terjadi kekerasan fisik maupun mental baik oleh
pengunjung, pasien lain maupun staf rumah sakit.
8. Satuan pengamanan:
Tanyakan kepada pengunjung yang diluar jam kunjung, tujuan
kunjunganya ke kamar berapa dan atas nama pasien siapa?
Konfirmasi kepada petugas rawat inap, apakah benar ada pasien yang
dimaksud.?
Catat identitas pengunjung dan berikan kartu pengunjung.
Antarkan pengunjung sampai ke tempat yang dituju.
Satpam melakukan monitoring keliling seluruh ruangan untuk memantau
pasien yang beresiko tinggi mengalami kekerasan.
Pantau dan monitoring pasien bayi, anak, manula, pasien cacat dan pasien
koma termasuk area terpencil.
Satpam mencatat daftar pasien yang beresiko tinggi mengalami kekerasan
di buku satpam.
Satpam mengisi buku kunjungan satpam diruangan masing-masing.
1. Satuan Keamanan Rumah Sakit melaksanakan BAP jika terjadi kejadian
kekerasan.
2. Pemberlakuan jam berkunjung pasien.

D. UNIT TERKAIT
1. Unit Rawat Jalan
2. Ruang Rawat Inap
3. Unit Gawat Darurat
4. Unit Bedah Sentral dan OK PONEK
5. Unit Rekam Medik
6. Satuan Keamanan

Anda mungkin juga menyukai