Anda di halaman 1dari 32

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah : SMK Mahardika


Mata Diklat : KIMIA
Kelas / Semester : XI (sebelas) / 1 (Ganjil)
Materi Pokok : Deskripsi Larutan dan Jenis-Jenis Larutan
Standar Kompetensi : 7. Memahami konsep larutan
Kompetensi Dasar :
- Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan
- Memahami sifat koligatif larutan
- Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan
menghitung pH larutan
- Menentukan hidrolisis garam, kelarutan, dan hasil kali kelarutan
- Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan
Indikator :
- Menyebutkan komponen dalam larutan
- Membedakan larutan jenuh dan tidak jenuh
- Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menyebutkan contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menghitung molalitas suatu zat
- Menghitung fraksi mol suatu zat
- Menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan
- Menghitung penurunan tekanan uap jenuh larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menentukan tekanan osmotik larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Menjelaskan asam dan basa menurut Arrhenius
- Menjelaskan asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
- Menjelaskan asam dan basa menurut Lewis
- Membedakan larutan asam, basa, dan garam menurut harga pH
- Menyebutkan contoh indikator alami dan indikator buatan
- Menghitung harga pH suatu asam maupun basa
- Menjelaskan fungsi larutan buffer
- Menghitung pH dari larutan buffer
- Menyebutkan macam-macam hidrolisis
- Menyebutkan contoh-contoh dari hidrolisis
- Menentukan harga pH dari larutan hidrolisis
- Menjelaskan pengertian kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan
- Menentukan Ksp dari suatu larutan
- Menjelaskan pengaruh ion sejenis dalam kelarutan suatu zat
- Menjelaskan pengertian konsentrasi larutan
- Menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai satuan konsentrasi
- Membedakan titrasi asam basa, titrasi kompleksometri, dan titrasi redoks
- Menentukan titik ekuivalen
- Menghitung konsentrasi suatu zat menggunakan rumus titrasi
- Menghitung volume suatu zat menggu-nakan rumus titrasi

Alokasi waktu : 24 x 45 menit


Pertemuan ke : 1-12 (2 pertemuan UH)
I. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menyebutkan komponen dalam larutan
- Siswa dapat membedakan larutan jenuh dan tidak jenuh
- Siswa dapat membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Siswa dapat menyebutkan contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit
- Siswa dapat menghitung molalitas suatu zat
- Siswa dapat menghitung fraksi mol suatu zat
- Siswa dapat menjelaskan pengertian sifat koligatif larutan
- Siswa dapat menghitung penurunan tekanan uap jenuh larutan
elektrolit dan nonelektrolit
- Siswa dapat menghitung kenaikan titik didih larutan elektrolit dan
nonelektrolit
- Siswa dapat menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan
nonelektrolit
- Siswa dapat menentukan tekanan osmotik larutan elektrolit dan
nonelektrolit
- Siswa dapat menjelaskan asam dan basa menurut Arrhenius
- Siswa dapat menjelaskan asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
- Siswa dapat menjelaskan asam dan basa menurut Lewis
- Siswa dapat membedakan larutan asam, basa, dan garam menurut
harga pH
- Siswa dapat menyebutkan contoh indikator alami dan indikator
buatan
- Siswa dapat menghitung harga pH suatu asam maupun basa
- Siswa dapat menjelaskan fungsi larutan buffer
- Siswa dapat menghitung pH dari larutan buffer
- Siswa dapat menyebutkan macam-macam hidrolisis
- Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh dari hidrolisis
- Siswa dapat menentukan harga pH dari larutan hidrolisis
- Siswa dapat menjelaskan pengertian kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Siswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan
- Siswa dapat menentukan Ksp dari suatu larutan
- Siswa dapat menjelaskan pengaruh ion sejenis dalam kelarutan suatu
zat
- Siswa dapat menjelaskan pengertian konsentrasi larutan
- Siswa dapat menghitung konsentrasi larutan dalam berbagai satuan
konsentrasi
- Siswa dapat membedakan titrasi asam basa, titrasi kompleksometri,
dan titrasi redoks
- Siswa dapat menentukan titik ekuivalen
- Siswa dapat menghitung konsentrasi suatu zat menggunakan rumus
titrasi
- Siswa dapat menghitung volume suatu zat menggu-nakan rumus
titrasi
Karakter siswa yang diharapkan:
- Disiplin, jujur, komunikatif, kreatif, kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan senang
membaca

II. Materi Ajar :


Larutan
Pertemuan Ke-1
1. Larutan merupakan suatu campuran homogen antara dua komponen atau lebih
yang terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut.
2. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi
larutan
3. Larutan yang hanya terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut disebut dengan larutan
biner.
4. Larutan berdasarkan kepekatannya atau jumlah zat terlarut, dibagi menjadi dua
macam, yaitu larutan jenuh dan larutan tidak jenuh.
5. Suatu zat dapat bercampur atau melarut dalam pelarutnya, apabila zat terlarut
mempunyai muatan yang sejenis dengan pelarutnya dan kekuatan gaya antarpartikel
yang setara dengan gaya antarpartikel pada pelarut (air).
6. Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat digolongkan menjadi dua
macam, yaitu larutan elektrolit dan nonelektrolit
7. Larutan elektrolit, yaitu zat yang dalam larutan maupun leburannya dapat
menghantarkan listrik.
8. Larutan nonelektrolit, yaitu zat yang dalam larutan maupun leburannya tidak
dapat menghantarkan listrik.
Pertemuan Ke 2-3
1. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat
terlarut tetapi ditentukan oleh jumlah partikel zat terlarut.
2. Molalitas menyatakan jumlah mol zat terlarut di dalam setiap 1 kg (1.000 gram)
pelarut. Rumus molalitas:
n
m=
p
3. Fraksi mol menyatakan perbandingan mol suatu zat dengan
jumlah mol campuran. Rumus fraksi mol:
nA nB
xA = dan xB =
nA + nB n A + nB
4. Penurunan tekanan uap jenuh adalah selisih antara tekanan uap murni dengan
tekanan uap larutan jenuh, secara matematis dapat dituliskan: P = Po P.
5. Tekanan uap pelarut di atas suatu larutan (P) sama dengan hasil kali tekanan uap
pelarut murni (P0) dengan fraksi mol zat pelarut dalam larutan (xB). Rumus:
P = xB .P o
6. Penurunan tekanan uap (P) sama dengan hasil kali fraksi mol terlarut (xA) dan
tekanan uap pelarut murni (P0). Rumus:
DP = x A . Po
7. Kenaikan titik didih adalah selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut, di
mana Tb = m . Kb.
8. Penurunan titik beku larutan (Tf) adalah selisih antara titik beku pelarut dengan
titik beku larutan, di mana
Tf = m . Kf.
9. Tekanan osmotik adalah tekanan yang harus diberikan pada suatu larutan untuk
mencegah masuknya molekul-molekul solut melalui membran yang semipermiabel dari
pelarut murni ke larutan.
Rumus: = M . R . T
10. Pada larutan elektrolit, maka rumus sifat koligatif larutan menjadi seperti berikut.
DP = x A .P o .i
DTb = Kb.m.i
DTf = Kf .m.i
p = M .R.T .i
Pertemuan Ke-4 dan 5
1. Teori asam basa menurut Arrhenius:
Asam didefinisikan sebagai zat-zat yang dapat memberikan ion hidrogen (H +) atau ion
hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air.
Basa didefinisikan sebagai zat-zat yang dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH).
2. Teori asam basa menurut Bronsted dan Lowry:
Asam adalah senyawa yang memberikan proton (H+) kepada senyawa lain.
Basa ialah senyawa yang menerima proton (H+) dari senyawa lain.
3. Teori asam basa Lewis:
Asam adalah suatu molekul atau ion yang dapat menerima pasangan elektron, sedangkan
basa adalah suatu molekul atau ion yang dapat memberikan pasangan elektronnya.
4. Larutan dikatakan asam apabila mempunyai harga 0 < pH < 7, netral apabila pH
= 7, dan basa apabila harga pH 7< pH 14.
5. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berbeda warna dalam lingkungan asam
dan basa.
6. Kertas lakmus ada dua macam yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru.
7. Larutan indikator adalah suatu larutan yang apabila dimasukkan dalam suatu
larutan asam atau basa akan berubah warna.
8. Indikator alami yaitu indikator yang berasal dari alam. Contoh: kulit manggis, kol
merah, kunyit, bunga mawar merah, bunga sepatu, dan lain-lain
9. Indikator buatan yaitu indikator yang sengaja dibuat di laboratorium. Contoh:
fenolftalein, metil merah, metil jingga, bromtimol biru.
10. Harga pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH
indikator.
11. pH meter adalah alat untuk mengukur pH suatu larutan.
12. Kemampuan suatu asam menghasilkan ion H+ menentukan kekuatan asam suatu
zat. Banyak atau sedikitmya jumlah ion H+ maupun OH- ditentukan dengan derajat
disosiasi ().
13. Nilai pH diperoleh sebagai hasil negatif logaritma 10 dari molaritas ion H +.
Secara matematika dapat dituliskan:
pH= log [H+]
pOH= -log [OH-]
pKw= -log Kw
pKw= pH + pOH
14. Besarnya molaritas H+ tergantung pada kekuatan asam dan besarnya molaritas
OH- tergantung pada kekuatan basa.
Asam kuat : [H+] = a . Ma
Asam lemah :
[H+ ] = Ka.Ma
Basa kuat : [OH-] = b . Mb
Basa lemah :
[OH- ] = Kb.Mb
Pertemuan Ke-7
1. Larutan buffer adalah larutan yang mengandung asam lemah dan basa
konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya.
2. Larutan buffer yang mengandung campuran asam lemah dan basa konjugasinya,

3. Larutan buffer yang mengandung campuran basa lemah dan asam konjugasinya,
4. Sifat-sifat larutan buffer sebagai berikut:
a. pH larutan buffer tidak berubah pada penambahan sedikit asam kuat atau sedikit
basa kuat atau pengenceran.
b. pH larutan buffer berubah pada penambahan asam kuat tau basa kuat yang relatif
banyak.
c. Daya penyangga suatu larutan buffer bergantung pada jumlah mol komponennya.
5. Larutan penyangga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: menjaga
stabilitas harga pH dalam tubuh agar enzim dapat bekerja dengan baik, untuk mengkultur
bakteri, pada penetapan kadar logam secara kompleksometri perlu ditambah buffer pH 10 ,
dalam pembuatan obat-obatan digunakan campuran dari asam basa konjugasinya dari
senyawa fosfat.
Pertemuan Ke-8
1. Hidrolisis adalah istilah umum untuk reaksi zat dengan air.
2. Macam-macam hidrolisis garam:
a. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat. Rumus [OH-] = Kw
.[ G ]
Ka

b. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Rumus [H+] = Kw
.[ G ]
Kb

c. Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah. Rumus [H+] = Kw . Ka
Kb

d. Garam yang terbentuk dari asam kuat dan asam lemah tidak mengalami
hidrolisis.
Pertemuan Ke-9
1. Faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan, yaitu luas permukaan zat, suhu, jenis
zat terlarut, dan pengadukan.
2. Hasil kali kelarutan ialah hasil kali konsentrasi ion-ion dari larutan jenuh garam
yang sukar larut dalam air, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan
koefisien menurut persamaan ionisasinya.
3. Secara umum Ksp dinyatakan sebagai berikut:
Ksp = xx . yy . s(x+y)
s=
Ksp
(x + y)
x x .y y
4. Pengaruh ion sejenis akan memperkecil kelarutan suatu senyawa karena dengan
adanya ion sejenis tersebut akan menyebabkan pengendapan.
5. Kelarutan suatu zat dapat dipengaruhi oleh tingkat keasaman (pH), antara lain:
a. Suatu basa pada umumnya lebih mudah larut dalam suasana asam, dan sebaliknya.
b. Garam yang berasal dari asam lemah akan lebih mudah larut daripada larutan asam
kuat.
6. Harga Ksp suatu elektrolit dapat dipergunakan untuk memisahkan dua atau lebih
larutan yang bercampur dengan cara pengendapan.
a. Jika Qsp < Ksp, maka larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan).
b. Jika Qsp = Ksp, maka larutan tepat jenuh (tidak terjadi endapan).
c. Jika Qsp > Ksp, maka larutan lewat jenuh (terjadi endapan).
Pertemuan Ke-10
1. Konsentrasi larutan yaitu jumlah relatif zat terlarut dalam suatu larutan. Larutan
yang mempunyai konsentrasi yang besar disebut dengan larutan pekat, sedangkan
larutan yang mempunyai konsentrasi yang kecil disebut larutan encer.
2. Larutan berdasarkan kepekatannya atau jumlah zat terlarut, dibagi menjadi dua
macam, yaitu larutan jenuh dan larutan tidak jenuh.
3. Persen massa menyatakan jumlah gram suatu zat dalam 100 gram campuran.
% massa =
massazat
x100%
massacampuran

4. Persen volume menyatakan jumlah mL suatu zat dalam 100mL campuran.


Persen volume =
volumzat
x100%
volumcampuran
5. ppm atau bpj adalah kadar zat-zat penyusun campuran yang jumlahnya sangat
kecil.
atau
massa zat volume zat
ppm = x106 ppm = x106
massa campuran volume campuran
6. Molaritas (M) didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah mol zat terlarut
(solute) setiap satuan volume (dalam liter dan disimbolkan L) larutan.

7. Hubungan kemolaran dengan kadar dan massa jenis larutan:


r x %massa x 10
M=
Mr
8. Pada peristiwa pengenceran:
V1 . M1 = V2 . M2
9. Molalitas menyatakan jumlah mol zat terlarut di dalam setiap 1 kg (1.000 gram)
pelarut.
n
m=
p
10. Fraksi mol menyatakan perbandingan mol suatu zat dengan jumlah mol
campuran.
nA nB
xA = dan xB =
nA + nB nA + nB

Pertemuan Ke-11
1. Titrasi asam basa adalah metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan
menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya.
2. Berdasarkan jenis reaksi dalam proses titrasi, maka titrasi dapat dibedakan
menjadi:
a. Titrasi yang melibatkan reaksi asam basa, disebut titrasi asam basa.
b. Titrasi yang melibatkan pembentukan reaksi kompleks disebut titrasi kompleksometri.
c. Titrasi yang melibatkan reaksi reduksi dan oksidasi disebut titrasi redoks.
3. Berdasarkan larutan baku yang digunakan, titrasi dibagi menjadi dua, yaitu:
a.Asidimetri, penentuan konsentrasi larutan basa dengan menggunakan
larutan baku asam.
b. Alkalimetri, penentuan konsentrasi larutan asam dengan
menggunakan larutan baku basa.
4. Ada dua cara untuk menentukan titik ekuivalen (artinya secara stoikiometri titran
dan titer tepat habis bereaksi):
a.Dengan menggunakan pH meter
b. Indikator asam-basa
5. Rumus umum titrasi pada saat titik ekuivalen:
Mol ekuivalen asam = Mol ekuivalen basa
N X Vasam = N X Vbasa
n . M . Vasam = n . M . Vbasa

III. Strategi Pembelajaran


1. Diskusi Kelompok
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi
4. Penugasan

IV. Langkah langkah Pembelajaran :


Pertemuan 1
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal 10 menit
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Guru menggali pengetahuan awal Siswa menjawab pertanyaan
siswa tentang larutan
Guru menginformasikan tentang Siswa menyimak apa yang
materi yang akan dipelajari pada disampaikan guru
pertemuan kali ini materi yang akan kita
pelajari adalah Deskripsi Larutan dan
Jenis-jenis larutan.
Guru menyampaikan tujuan Siswa menyimak
pembelajaran
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami pengertian
larutan
Siswa menyimak 10 menit
2. Guru memfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta
antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar
lainnya; secara disiplin, jujur,
komunikatif, kreatif, kritis, mandiri,
rasa ingin tahu, dan senang membaca
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
Siswa berdialog dan 15 menit
1. Dengan berdialog dan berdiskusi, berdiskusi
siswa diajak mengelompokkan larutan
berdasarkan kepekatan dan daya
hantar listriknya Siswa mengerjakan 20 menit
2. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang pengertian larutan
pada buku lks dan buku penunjang
lainnya
Siswa bertanya 15 menit
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi:
1. Guru bertanya jawab dengan siswa Siswa bertanya 5 menit
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru meminta siswa Siswa memperhatikan perintah
belajar di rumah tentang materi guru
pertemuan selanjutnya Siswa merapikan tempat
Guru membereskan dan duduk dan buku pelajaran
merapikan tempat dan media Siswa menjawab salam
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 2 dan 3
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
sifat koligatif larutan disampaikan guru
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami dan Siswa menyimak
menghitung sifat koligatif larutan
A. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami penentuan
molaritas dan fraksi mol
Siswa menyimak 10 menit
2. Guru memberikan informasi agar
siswa dapat menghitung besarnya sifat-
Siswa memperhatikan
sifat koligatif larutan
3. Guru memfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi: Siswa mengerjakan 10 menit
1. Dengan berdiskusi dan penugasan,
siswa diajak menentukan besarnya
molaritas dan fraksi mol suatu zat
Siswa berdiskusi 10 menit
2. Dengan berdiskusi, penugasan, dan
praktikum siswa diajak menentukan
besarnya penurunan tekanan uap, kenaikan
titik didih, penurunan titik beku, dan
tekanan osmosis
Siswa mengerjakan 20 menit
3. Siswa mengerjakan tugas latihan soal-
soal tentang penurunan tekanan uap,
kenaikan titik didih, penurunan titik beku,
dan tekanan osmosis pada buku lks dan
buku penunjang lainnya

Konfirmasi
Siswa bertanya 10 menit
Dalam kegiatan konfirmasi:
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui Siswa bertanya 5 menit
siswa
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
B. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru meminta siswa Siswa memperhatikan perintah
belajar di rumah tentang materi guru
pertemuan selanjutnya Siswa merapikan tempat
Guru membereskan dan duduk dan buku pelajaran
merapikan tempat dan media Siswa menjawab salam
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 4-5
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
asam basa dalam kehidupan sehari-hari disampaikan guru
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya Siswa menyimak
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami teori
asam basa
A. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami teori asam basa
menurut Arrhenius, Bronsted Lowry,
dan Lewis
Siswa menyimak 10 menit
2. Guru memberikan informasi agar
siswa dapat mengklasifikasikan
indikator asam basa
Siswa memperhatikan
3. Guru memberikan contoh agar
siswa dapat memahami penentuan
harga pH suatu asam, basa, maupun
netral
4. Guru memfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca

Siswa praktek 10 menit


Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
1. Dengan berdiskusi dan praktikum, Siswa berdiskusi 10 menit
siswa diajak memperkirakan pH
larutan dengan indikator asam basa
2. Dengan berdiskusi dan penugasan,
siswa diajak menentukan besarnya Siswa mengerjakan 20 menit
harga pH suatu asam, basa, maupun
netral
3. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang teori asam basa,
indikator asam basa, kekuatan pH, dan
reaksi asam basa pada buku lks dan
Siswa bertanya 10 menit
buku penunjang lainnya
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi: Siswa bertanya 5 menit
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan

B. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru meminta siswa Siswa memperhatikan perintah
belajar di rumah untuk ulangan harian guru
Guru membereskan dan Siswa merapikan tempat
merapikan tempat dan media duduk dan buku pelajaran
pembelajaran Siswa menjawab salam
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 7
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
larutan buffer dalam kehidupan sehari- disampaikan guru
hari
Motivasi: Siswa menyimak
Memotivasi akan pentingnya
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami
larutan buffer
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami pengertian dan
fungsi larutan buffer
2. Guru memberikan contoh agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat menghitung harga pH
larutan buffer Siswa memperhatikan
3. Guru memfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca

Elaborasi Siswa berdiskusi 10 menit


Dalam kegiatan elaborasi:
1. Dengan berdiskusi dan praktikum,
siswa diajak mengamati perubahan pH
larutan buffer Siswa mengerjakan 20 menit

2. Dengan inkuiri dan penugasan,


siswa diajak menentukan besarnya
harga pH suatu larutan buffer Siswa Tanya jawab
3. Dengan tanya jawab, siswa diajak 10 menit
memahami sifat larutan buffer
4. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang larutan buffer pada
buku lks dan buku penunjang lainnya

Konfirmasi
Siswa bertanya 10 menit
Dalam kegiatan konfirmasi:
1. Guru bertanya jawab dengan siswa Siswa bertanya 5 menit
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru meminta siswa Siswa memperhatikan perintah
belajar di rumah tentang materi guru
pertemuan selanjutnya Siswa merapikan tempat
Guru membereskan dan duduk dan buku pelajaran
merapikan tempat dan media Siswa menjawab salam
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 8
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
hidrolisis garam disampaikan guru
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya Siswa menyimak
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami
hidrolisis garam
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami penggolongan
terjadinya hidrolisis garam
2. Guru memberikan contoh agar Siswa memperhatikan 10 menit
siswa dapat menghitung harga pH
campuran dari hidrolisis garam Siswa memperhatikan
3. Guru menfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca

Elaborasi Siswa berdiskusi 10 menit


Dalam kegiatan elaborasi:
1. Dengan berdiskusi dan tanya
jawab, siswa diajak memahami
penggolongan terjadinya hidrolisis Siswa mengerjakan 20 menit
garam
2. Dengan inkuiri dan penugasan,
siswa diajak menentukan besarnya Siswa mengerjakan 10 menit
harga pH campuran dari hidrolisis
garam
3. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang hidrolisis garam pada Siswa bertanya 10 menit
buku lks dan buku penunjang lainnya
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi: Siswa bertanya 5 menit
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru meminta siswa Siswa memperhatikan perintah
belajar di rumah tentang materi guru
pertemuan selanjutnya Siswa merapikan tempat
Guru membereskan dan duduk dan buku pelajaran
merapikan tempat dan media Siswa menjawab salam
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 9
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
kelarutan dan hasil kali kelarutan disampaikan guru
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya Siswa menyimak
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami
kelarutan dan hasil kali kelarutan
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami faktor-faktor
yang mempengaruhi kelarutan dan
hasil kali kelarutan
2. Guru memberikan contoh agar Siswa memperhatikan 10 menit
siswa dapat menghitung Ksp
3. Guru memfasilitasi terjadinya Siswa memperhatikan
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
1. Dengan inkuiri dan penugasan, Siswa mengerjakan 10 menit
siswa diajak memahami faktor-faktor
yang memengaruhi kelarutan dan hasil
kali kelarutan Siswa berdiskusi 10 menit
2. Dengan berdiskusi dan penugasan,
siswa diajak menentukan besarnya Ksp
suatu zat
3. Dengan berdiskusi dan penugasan, Siswa mengerjakan 20 menit
siswa diajak menentukan pengaruh ion
sejenis terhadap besarnya Ksp
4. Siswa mengerjakan tugas latihan Siswa mengerjakan
soal-soal tentang kelarutan dan hasil
kali kelarutan
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi: Siswa bertanya 10 menit
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa Siswa bertanya 5 menit
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru memberikan tugas Siswa memperhatikan
rumah (PR) Siswa memperhatikan perintah
Guru meminta siswa guru
belajar di rumah tentang materi Siswa merapikan tempat
pertemuan selanjutnya duduk dan buku pelajaran
Guru membereskan dan Siswa menjawab salam
merapikan tempat dan media
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 10
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
satuan konsentrasi dalam kehidupan disampaikan guru
sehari-hari
Motivasi: Siswa menyimak
Memotivasi akan pentingnya
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam menentukan
konsentrasi suatu larutan
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami satuan-satuan
dari konsentrasi
2. Guru memberikan contoh agar
siswa dapat menghitung konsentrasi Siswa memperhatikan 15 menit
larutan dalam berbagai satuan
3. Guru memfasilitasi terjadinya Siswa memperhatikan
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
1. Dengan berdiskusi dan penugasan, Siswa berdiskusi 15 menit
siswa diajak menentukan besarnya
konsentrasi larutan dalam berbagai
satuan Siswa mengerjakan 20 menit
2. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang konsentrasi pada
buku lks dan buku penunjang lainnya
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi: Siswa bertanya 10 menit
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa Siswa bertanya 5 menit
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru memberikan tugas Siswa menulis
rumah (PR) Siswa memperhatikan perintah
Guru meminta siswa guru
belajar di rumah tentang materi Siswa merapikan tempat
pertemuan selanjutnya duduk dan buku pelajaran
Guru membereskan dan Siswa menjawab salam
merapikan tempat dan media
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

Pertemuan 11
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
A. Kegiatan Awal
Guru menyiapkan media penunjang Siswa mempersiapkan buku 10 menit
untuk kegiatan
Guru membuka pelajaran dengan Siswa menjawab salam guru
mengucapkan salam dan menanyakan pelajaran
kabar siswa.
Guru mengabsen siswa Siswa memperhatikan guru
Apersepsi:
Siswa diberi pemahaman tentang Siswa menyimak apa yang
titrasi asam basa disampaikan guru
Motivasi:
Memotivasi akan pentingnya Siswa menyimak
menguasai materi ini dengan baik, untuk
membantu siswa dalam memahami titrasi
asam basa
B. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi:
1. Guru memberikan informasi agar Siswa menyimak 10 menit
siswa dapat memahami klasifikasi
titrasi
2. Guru memberikan contoh agar Siswa memperhatikan 15 menit
siswa dapat menghitung konsentrasi
maupun volume larutan dengan
menggunakan rumus titrasi
Siswa memperhatikan
3. Guru memfasilitasi terjadinya
interaksi antarpeserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan
dan sumber belajar lainnya; secara
disiplin, jujur, komunikatif, kreatif,
kritis, mandiri, rasa ingin tahu, dan
senang membaca
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi:
Siswa berdiskusi 15 menit
1. Dengan berdiskusi dan penugasan,
siswa diajak menentukan besarnya
konsentrasi maupun volume larutan
dengan menggunakan rumus titrasi Siswa mengerjakan 20 menit
2. Siswa mengerjakan tugas latihan
soal-soal tentang titrasi asam basa pada
buku lks dan buku penunjang lainnya
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi: Siswa bertanya 10 menit
1. Guru bertanya jawab dengan siswa
tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa Siswa bertanya 5 menit
2. Guru bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan
C. Kegiatan Akhir
Guru membimbing siswa Siswa membuat kesimpulan. 5 menit
untuk membuat kesimpulan
Guru memberikan tugas Siswa menulis
rumah (PR) Siswa memperhatikan perintah
Guru meminta siswa guru
belajar di rumah untuk ulangan harian Siswa merapikan tempat
selanjutnya duduk dan buku pelajaran
Guru membereskan dan Siswa menjawab salam
merapikan tempat dan media
pembelajaran
Guru menutup pelajaran
dengan salam

V. Alat/Bahan/Sumber belajar
Buku kimia kelas XI yang relevan
Handout / LKS
VI. Penilaian :
1. Teknik/jenis : kuis dan tugas individu
2. Bentuk instrumen : pertanyaan lisan dan tes tertulis
3. Instrumen/soal:
1. Pada pelarutan NH3 terjadi kesetimbangan sebagai berikut:
NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH- (aq)
Tuliskan pasangan asam basa konjugasi dari reaksi di atas!
2. Berapakah kemolaran suatu larutan hasil pencampuran dari H2SO4 0,5 M
sebanyak 250 mL dengan 0,9 M H2SO4 250 mL?
3. Tentukan pH larutan apabila 0,2 mol asam asetat dicampur dengan 0,02 mol
Na-asetat! (Ka CH3COOH = 10-5)
4. Berapakah hasil kali kelarutan larutan jenuh X(OH)2 yang mempunyai pH =9?
5. Sebut dan jelaskan macam-macam jenis titrasi!
Mengetahui, Malang, 27 Juli 2015
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. H. SUPANDI, M.Si NINA YULIANA, ST

LKS
Penurunan Tekanan Uap
Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat memahami pengertian dan cara menentukan kemolalan dan fraksi mol.
2. Siswa dapat memahami hubungan antara penurunan tekanan uap dengan
fraksi mol.

Jawablah beberapa soal berikut ini!


1. Berapakah kemolalan larutan yang mengandung 11,7 gram NaCl dalam 200 ml air?

2. Berapakah fraksi mol NaCl dalam larutan yang mengandung 11,7 gram NaCl dan 180 ml
air Mr = 58,5?

3. Fraksi mol larutan urea dalam air adalah 0,2. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu
20oC sebesar 17,5 mmHg. Maka tekanan uap jenuh pada suhu itu adalah?

4. Zat X sebanyak 15 gram dilarutkan dalam 90 gram air. Larutan ini mempunyai tekanan
uap jenuh 28,85 mmHg. Pada suhu yang sama air murni mempunyai tekanan uap jenuh 30
mmHg. Massa molekul relatif (Mr) zat X itu adalah?(Mr air = 18)

5. Sebanyak 45 gram urea (Mr = 60) dilarutkan kedalam 270 gram air (Mr = 18). Jika
tekanan uap air pada suhu 80oC adalah 70 mmHg. Tentukan:
a. Fraksi mol larutan urea
b. Penurunan tekanan uap larutan urea
c. Tekanan uap larutan urea
Kunci Jawaban Work Sheet Penurunan Tekanan Uap
1. molal =
gram 1000
x
Mr P
1000
= 200
11,7
x
58,5
= 1 molal
Skor 20
2. X = 0,0196
mol zat terlarut 0,2
= =
mol zat total 10+0,2
Skor 20
3. P = Po . XA
= 17,5 x 0,2 = 3,5
Skor 20
4. P = Po . XA
30 = 28,5 x XA
XA = 0,96
0,96 = =
n air 5
nA+n air nA+5
0,96 nA + 4,8 = 5
nA = 0,208
Mr = molal =
gram 1000
x
Mr P
1000
= 200
11,7
x
58,5
= 1 molal
= 72
gram 15
=
n 0,208
Skor 20
5. a. XA = = = 0,05
45 /60 0, 75
45 /60+270/18 0,75+15
b. P = Po XA = 700 x 0,05 = 35
P = Po P = 700 35 = 665
c. 35
Skor 20
Nilai akhir = Skor x 5
Soal Kuis

1. 17 gram AgNO3 (Mr = 170) dilarutkan dalam 2500 gram air. Hitung kemolalan larutan?
2. Berapa fraksi mol 250 gram benzene dan 250 gram toluene dalam larutan?
3. 10 gram urea CO(NH2)2 dilarutkan dalam 90 ml air. Bila tekanan uap jenuh air pada suhu
25 C adalah 62 cmHg, maka tekanan uap larutan urea adalah....
4. Fraksi mol larutan urea dalam air = 0,4. Tekanan uap jenuh larutan pada suhu itu
adalah....

Jawaban Soal Kuis


1. mol =
g 1000
x
Mr P
=
17 1000
x
170 2500
= 0,04 mol
Skor 25
2. mol Benzena =
Massa benzena
Mr benzena
= = 3,2 mol
250
78
Mol Toluena =
Massa toluena
Mr toluena
= = 2,7 mol
250
92
X benzena = = = 0,542
mol benzena 3,2
mol benzena+mol toluena 3,2+2,7
X toluena = = = 0,458
mol toluena 2,7
mol toluena+mol benzena 2,7 +3,2
Jadi fraksi mol benzena 0,542 dan fraksi mol toluena 0,458
Skor 25
3. P = X . P
Mol urea = 10/60 = 0,167
Mol air = 90/18 = 5
X= = =0,97
mol urea 0, 167
mol urea+mol air 0,167+5
P = 0,97 . 62 = 60 cmHg
Skor 25
4. P = P . X
= 0,4 . 18 = 7,2 mm
Skor 25
Total skor = skor x 4

Kenaikan Titik Didih

Guru memberi contoh perhitungan.


a. Berapa titik didih 0.1 mol larutan BaCl2 dalam 500 g air? (Kb = 0.52 oC/m), jawab
BaCl2 Ba2+ + Cl-
m = 0.1 x 1000/500
molal = 0.2
Tb = Kb . m . i
Tb = 0.52 oC/m x 0.2 x 3
Tb = 0.312 oC
Tb = Tb - Tbo
Tb = Tb + Tbo
= 0.312 + 100
= 100.312 oC
b. Sebanyak 30 g CH3COOH dilarutkan dalam 250 g air. Berapa titik beku larutan tersebut?
(Kf = 1.87oC /m dan CH3COOH = 0.5), jawab
massa CH3 COOH 1000
m= +
Mr CH 3 COOH massa pelarut
30 1000
m= + =2
60 250
Tf = Kf . m . i
Tf = 1. 87oC /m x 2 m x (1 +(2-1)0.5)
Tf = 5.58 oC
Tf = Tf - Tfo
Tf = Tf + Tfo
Tf = 0 5.58 oC
Tf = -5.58 oC
LKS
Osmosis dan tekanan osmotik
Tujuan pembelajaran:

Siswa dapat memahami pengertian osmosis dan tekanan osmosis serta menerapkannya dalam
perhitungan.

1. Jelaskan arti masing-masing istilah berikut ini:


a. Osmosis
b. Tekanan osmotik
c. Isotonik
d. Hipotonik
e. Hipertonik

2. Tekanan osmotik darah manusia pada 37oC adalah 7,7 atm. Berapa gram NaCl harus
dilarutkan dalam 1 L larutan sehingga pada 37oC isotonik dengan darah manusia (Na = 23,
Cl = 35,5)

3. Berapakah tekanan osmotik dari 500 ml larutan yang mengandung 17,1 gram gula (Mr
gula = 342) pada suhu 27oC?

4. Jika didalam 250 ml larutan terdapat 24 gram zat X dan tekanan osmotik larutan pada
suhu 27oC adalah 32,8 atm. Berapakah massa molekul relatif zat X tersebut?
5. Larutan manakah diantara larutan berikut yang mempunyai tekanan osmotik paling besar
dengan konsentrasi 0,01 M pada suhu 27oC?
a. NaCl
b. Co(NH2)2
c. BaCl2
d. KNO3

Soal Kuis
1. 34, 2 gram gula tebu (Mr= 342) dilarutkan dengan air sehingga volume larutan 5000 ml.
Tentukan tekanan osmotiknya pada suhu 25oC!
A. 3,56 atm
B. 3,92 atm
C. 4,72 atm
D. 4,89 atm
E. 4,91 atm
2. Tekanan osmotik darah manusia pada suhu 37oC adalah 7,7 atm. Berapa gram NaCl harus
ditambahkan dalam 1 liter larutan sehingga pada suhu 37oC isotonik dengan darah manusia!
A. 6 gram
B. 8 gram
C. 9 gram
D. 11 gram
E. 12 gram
3. Larutan I terdiri dari 6 gram urea dalam 1 L air dan larutan II terdiri dari 18 gram glukosa
dalam 1 L air. Besarnya perbandingan tkanan osmotik larutan I dan larutan II pada suhu yang
sama adalah?
A. 1/3 kali larutan II
B. 3 kali larutan II
C. 2/3 kali larutan II
D. Sama dengan larutan II
E. 3/2 kali larutan II
4. Larutan yang mempunyai tekanan osmotik paling besar dengan konsentrasi 0,01 M pada
suhu 27 C adalah?
A. NaCl
B. CO(NH2)2
C. BaCl2
D. {Cr(NH3)4Cl2}Cl
E. KNO3
Jawaban soal kuis
1. D
2. C
3. D
4. E

Kunci Jawaban Work Sheet Tekanan Osmosis


1. Osmosis adalah proses spontan perpindahan pelarut dari larutan yang lebih encer ke
larutan yang lebih pekat melalui membran semipermeabel.
Tekanan osmotik adalah tekanan pada larutan akibat adanya proses osmosis
Isotonik adalah dua larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama
Hipotonik adalah larutan yang tekanan osmotiknya lebih kecil dibandingkan dengan larutan
lain
Hipertonik adalah larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih besar dibandingkan
larutan lain.
Skor 20
2. = RT mol =
n gram
V Mr
7,7 = n/1 . 0,082. 310 g = mol x Mr
7,7 = 25,42 n = 17,7 gram
n = 0,303 mol
Skor 20
3. = RT
n
V
= 0,082 x 300
0,05
x
0,5
= 2,46 atm
Skor 20
4. = RT mol =
n gram
V Mr
32,8 = n/0,25 . 0,082. 300 Mr = = = 72
gram 24
mol 0,333
8,2 = 24,6 n
n = 0,333 mol
Skor 20
5. BaCl2
Skor 20
Nilai = Skor x 5
SOAL KUIS

Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!

1. Bagaimana perbedaan antara larutan elektrolit dan non-elektrolit?


2. Apakah terdapat perbedaan sifat koligatif antara larutan elektrolit dan non-elektrolit pada
konsentrasi yang sama? Jelaskan!
3. Apakah larutan NaCl 0,2 M memiliki harga sifat koligatif larutan yang sama dengan
larutan urea 0,2 M? Jelaskan!
4. Sebanyak 30 g CH3COOH dilarutkan dalam 500 g air. Berapa titik beku dan titik didih
larutan tersebut? (Kf = 1,87oC /m, Kb = 0,52 oC /m CH3COOH = 0.5)

Kunci Jawaban Soal Kuis

1. Jawaban soal no 1 Bobot Soal


a Larutan elektrolit
15
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dapat
mengalami ionisasi jika dilarutkan di dalam air. Umumnya senyawa elektrolit berupa
garam yang terdiri dari ion positif dan ion negatif pada saat perbentukannya.
Adapun reaksi dari garam ini adalah:
KCl K+ + Cl-
b Larutan non-elektrolit
Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan ini tidak dapat mengalami ionisasi jika dilarutkan di dalam air. Umumnya
senyawa larutan non-elektrolit berupa senyawa karbon yang berikatan kovalen.
Adapun reaksi dari senyawa-senyawa ini adalah:
CO(NH2)2 (s) + H2O(l) CO(NH2)2 (aq)
2. Jawaba
n soal no 2 20
Ya, berdasarkan pengertian dari sifat koligatif larutan itu sendiri yaitu, sifat koligatif larutan
adalah sifat suatu larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel (konsentrasi) zat
terlarut dan tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Oleh sebab itu, faktor ionisasi setiap
jumlah partikel zat terlarutnya perlu diperhitungkan. Pada larutan elektrolit terjadi ionisasi
sedangkan pada larutan non-elektrolit tidak terjadi ionisasi, faktor ionisasi ini dapat
dirumuskan melalui i =1 + (n-1) dimana adalah derajat ionisasi.
3. Jawaban soal no 3 15
Kedua larutan ini memiliki harga sifat koligatif larutan yang berbeda karena larutan NaCl
merupakan larutan elektrolit sedangkan larutan urea merupakan larutan non-elektrolit
sehingga faktor ionisasi berpengaruh terhadap salah satu larutan yaitu larutan NaCl.
4. Jawaban soal no 4
Persamaan ionisasi zat adalah
CH3COOH CH3COO- + H 10
Molalitas CH3COOH = 10
massa 1000
x
Mr Volume
=
30 1000
x
60 500
= 1 molal

Titik beku larutan CH3COOH


Tf = Kf . m . i
Tf = 1,87oC /m . 1 m .
1 +(n - 1)
o
Tf = 1,87 C /m . 1 m . (1+ (2-1) 0,5
Tf = 2,805 oC
Tf = Tf - Tfo
Tf = Tf + Tfo
Tf = 0 2,805 oC
Tf = - 2,805 oC
Jadi titik beku larutan CH3COOH adalah - 2,805 oC
Bobot Skor 15

Titik didih larutan CH3COOH


Tb = Kb . m . i
Tb = Kb . m .
1 +(n - 1)
o
Tb = 0,52 C/m . 1 m . (1 + (2-1) 0,5)
Tb = 0,78 oC
Tb = Tb - Tbo
Tb = Tb + Tbo
= 0,78 oC + 100 oC
= 100,78 oC
Jadi titik didih larutan CH3COOH adalah 100,78 oC
Bobot Skor 1
Soal Remidi

Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!


1. Apakah larutan MgCl2 0,2 M memiliki harga sifat koligatif larutan yang sama dengan
larutan urea 0,2 M? Jelaskan!
2. Sebanyak 30 g CaCl2 dilarutkan dalam 500 g air. Berapa titik beku dan titik didih larutan
tersebut? (Kf = 1,87oC /m, Kb = 0,52 oC /m CH3COOH = 0.9)

Kunci Jawaban Soal Remidi

1. Jawaban soal no 1 30
Kedua larutan ini memiliki harga sifat koligatif larutan yang berbeda karena larutan NaCl
merupakan larutan elektrolit sedangkan larutan urea merupakan larutan non-elektrolit
sehingga faktor ionisasi berpengaruh terhadap salah satu larutan yaitu larutan NaCl.
2. Jawaban soal no 2
Persamaan ionisasi zat adalah
CaCl2 Ca2+ + 2 Cl- 15
Molalitas CH3COOH = 15
massa 1000
x
Mr Volume
= 0,54 molal

Titik beku larutan CH3COOH


Tf = Kf . m . i
Tf = 1,87oC /m . 0,54 m .
1 +(n - 1)
o
Tf =1,87 C /m . 0,54 m . (1+ (2-1) 0,9
Tf = 1,918 oC
Tf = Tf - Tfo
Tf = Tf + Tfo
Tf = 0 1,918 oC
Tf = - 1,918 oC
Jadi titik beku larutan CH3COOH adalah 1,918 oC
Bobot Skor 30

Titik didih larutan CH3COOH


Tb = Kb . m . i
Tb = Kb . m .
1 +(n - 1)
o
Tb = 0,52 C/m .0,54 m.(1 + (2-1) 0,9)
Tb = 0,53 oC
Tb = Tb - Tbo
Tb = Tb + Tbo
= 0,53 oC + 100 oC
= 100,53 oC
Jadi titik didih larutan CH3COOH adalah 100,53 oC
Bobot Skor 30
Soal DISKUSI

Soal Yang diberikan Saat dilakukan Evaluasi


1. Suatu zat non-elektrolit sebanyak 6 gr dengan Mr = 60 dilarutkan ke dalam 250 gr
benzen.
a. Tentukan titik didih larutan tersebut, jika titik didih pelarut benzen adalah 80,1 oC
dan Kb = 5,12 oC/m?
b. Jika titik beku pelarut benzena adalah 5,5 oC dan Kf = 2,62oC/m, tentukan titik
beku larutan tersebut dalam benzena?
2. satu gram MgCl2 dilarutkan dalam 500 gr air tentukanlah?
a. Titik didih
b. Titik beku
c. Tekanan osmosis larutan itu pada 25oC jika derajat ionisasi = 0,9
(Kb air = 0,52 oC/m ; Kf = 1,86oC/m

Jawaban Soal DISKUSI


1. Larutan non-elektrolit
M=
Massa 1000
x
Mr volume( ml)

6 1000
= x
60 250
= 0,4 molal
Bobot Skor 10
a. Titik
didih larutan non-elektolit
Tb = Kb . m
Tb = 5,12 oC/m . 0,4 m
Tb = 2,048 oC
Tb = Tb - Tbo
Tb = Tb + Tbo
= 2,048 oC + 80,1 oC
= 82,048 oC
Jadi titik didih larutan non-elektrolit adalah 82,048oC
Bobot Skor 15
b. Titik
beku larutan non-elektrolit
Tf = Kf . m
Tf = 2,62oC /m . 0,4 m
Tf = 1,048 oC
Tf = Tf - Tfo
Tf = Tf + Tfo
Tf = -5,5oC 1,048oC
Tf = -6,5048 oC
Jadi titik beku larutan non-elektrolit adalah -6,5048 oC
Bobot Skor 15
2 Persamaan reaksinya
MgCl2 Mg2+ + 2 Cl-
n=3
Bobot soal 5
M=
Massa 1000
x
Mr Volume (ml )
=
1 1000
x
95 500
= 0,02 m
Bobot soal 10
a. Titik didih larutan MgCl2
Tb = Kb . m . i
Tb = Kb . m .
1 +(n - 1)
o
Tb = 0,52 C/m . 0,02 m . (1 + (3-1) 0,9)
Tb = 0,52 oC/m . 0,02 m . 2,8
Tb = 0,02912 oC
Tb = Tb - Tbo
Tb = Tb + Tbo
= 0,02912 oC + 100 oC
= 100,02912 oC
Jadi titik didih larutan MgCl2 adalah 100,02912 oC
Bobot Skor 15
b. Titik
beku larutan MgCl2
Tf = Kf . m . i
Tf = 1,87oC /m . 0,02 m .
1 +(n - 1)
o
Tf = 1,87 C /m . 0,02 m . (1+ (3-1) 0,9
Tf = 1,87oC /m . 0,02 m . 2,8
Tf = 0,10472 oC
Tf = Tf - Tfo
Tf = Tf + Tfo
Tf = 0 0,10472 oC
Tf = -0,10472 oC
Jadi titik beku larutan MgCl2 adalah -0,10472 oC
Bobot Skor 15
c. Tekanan osmosis larutan MgCl2
=M.R.T.i
= 0,02 . 0,082 . (25 oC + 273 oC) K/ oC .
1 +(n - 1)
= 0,02 . 0,082 . 298 K . 1 + (3-1) 0,9
= 1,368 atm
Jadi tekanan Osmotik Larutan MgCl2 adalah 1,368 atm
Bobot Skor 15