Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU KIMIA DASAR

STANDARISASI ARGENTOMETRI

Disusun oleh:
Kelompok 12
1. Rahma Fitria Widhanti (P1337431216047)
2. Ainun Nur Maghfiroh (P1337431216060)
3. Yeni Liza Safitri (P1337431216074)
Kelas : DIV Gizi Reg B Semester 1

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


Jalan Wolter Monginsidi 115 Pedurungan Semarang 50192
2016/2017
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Titrasi pengendapan merupakan titrasi yang melibatkan pembentukan
endapan dari garam yang tidak mudah larut antara titran dan analit. Hal dasar yang
diperlukan dari titrasi jenis ini adalah pencapaian keseimbangan pembentukan yang
cepat setiap kali titran ditambahkan pada analit, tidak adanya interferensi yang
mengganggu titrasi, dan titik akhir titrasi yang mudah diamati.
Salah satu jenis titrasi pengendapan yang sudah lama dikenal adalah
melibatkan reaksi pengendapan antara ion halida ( Cl-, I-, Br- ) dengan ion perak Ag+.
Titrasi ini biasanya disebut sebagai argentometri, yaitu titrasi penentuan analit yang
berupa ion halida dengan menggunakan larutan standar perak nitrat AgNO3.
Dasar titrasi argentometri adalah pembentukan endapan yang tidak mudah
larut antara titrant dan analit. Sebagai contoh yang banyak dipakai adalah titrasi
penentuan NaCl dimana ion Ag+ dari titran akan bereaksi dengan ion Cl- dari analit
membentuk garam yang tidak mudah larut.

2. Prinsip dan Reaksi

3. Tujuan Praktikum
a. Untuk mengetahui konsentrasi sesungguhnya larutan AgNO3 dengan NaCl 0,1 N
sebagai larutan baku menggunakan metode Mohr.
b. Untuk mengetahui konsentrasi sesungguhnya larutan KSCN dengan AgNO3 0,1 N
sebagai larutan baku menggunakan metode Volhard.

4. Manfaat Praktikum
Manfaat yang dapat diambil dari percobaan Asidi Alkalimetri ini antara lain :

a. Dapat mengetahui dan memahami prinsip Standarisasi Argentometri.


b. Dapat melaksanakan percobaan Argentometri dengan tepat dan benar.
c. Dapat menentukan kadar sampel larutan perak nitrat sesuai dengan prinsip
Standarisasi Argentometri
B. LANDASAN TEORI
1 Pengertian Titrasi Pengendapan
Titrasi pengendapan adalah salah satu golongan titrasi dimana hasil reaksi
titrasinya merupakan endapan atau garam yang sukar larut. Prinsip dasarnya ialah
reaksi pengendapan yang cepat mencapai kesetimbangan pada setiap penambahan
titran, tidak ada pengotor yang mengganggu serta diperlukan indikator untuk melihat
titik akhir titrasi. Hanya reaksi pengendapan yang dapat digunakan pada titrasi.
(Khopkar, 1990)

2. Pengertian Argentometri
Istilah argentometri diturunkan dari bahasa latin argentum, yang berarti perak.
Jadi argentometri merupakan salah satu cara untuk menentukan kadar zat dalam suatu
larutan yang dilakukan dengan titrasi berdasar pembentukan endapan dengan ion Ag+.
Pada titrasi argentometri, zat pemeriksaan yang telah dibubuhi indikator dicampur
dengan larutan standar garam perak nitrat AgNO3. Dengan mengukur volume larutan
standar yang digunakan sehingga seluruh ion Ag+ dapat tepat diendapkan, kadar
garam dalam larutan pemeriksaan dapat ditentukan. (Underwood, 1992)

3. Cara Mohr
Pada metode ini, titrasi halide dengan AgNO3 dilakukan dengan K2CrO4. Pada
titrasi ini akan terbentuk endapan baru yang berwarna. Pada titik akhir titrasi, ion
Ag+ yang berlebih diendapkan sebagai Ag2CrO4 yang berwarna merah bata. Larutan
harus bersifat netral atau sedikit bas, tetapi tidak boleh terlalu basa sebab Ag akan
diendapkan sebagai Ag(OH)2. Jika larutan terlalu asam maka titik akhir titrasi tidak
terlihat sebab konsentrasi CrO4- berkurang.
Pada kondisi yang cocok, metode mohr cukup akurat dan dapat digunakan pada
konsentrasi klorida yang rendah. Pada jenis titrasi ini, endapan indikator berwarna
harus lebih larut disbanding endapan utama yang terbentuk selama titrasi. Indikator
tersebut biasanya digunakan pada titrasi sulfat dengan BaCl2, dengan titik akhir akhir
terbentuknya endapan garam Ba yang berwarna merah. (Khopkar, 1990)
4. Cara Volhard
Titrasi Ag dengan NH4SCN dengan garam Fe(III) sebagai indikator adalah
contoh metode volhard, yaitu pembentukan zat berwarna didalam larutan. Selama
titrasi, AgSCN terbentuk sedangkan titik akhir tercapai bila NH4SCN yang berlebih
bereaksi dengan Fe(III) membentuk warna merah gelap [FeSCN]2+.
Pada metode volhard, untuk menentukan ion klorida suasana haruslah asam
karena pada suasana basa Fe3+ akan terhidrolisis. AgNO3 berlebih yang ditambahkan
ke larutan klorida tentunya tidak bereaksi. Larutan Ag+ tersebut kemudian dititrasi
balik dengan menggunakan Fe(III) sebagai indikator. (Khopkar, 1990)

C. ALAT DAN BAHAN


1. Alat
- Beaker glass 250 ml
- Buret 25 ml
- Erlemeyer 200 ml
- Pipet gondok 10 ml
- Pipet tetes
- Pipet filler
- Statif
- Gelas ukur 10 ml
2. Bahan
a. Metode Mohr
- AgNO3 0,1 N
- NaCl 0,1 N 10,0 ml
- KCrO4 5% 8 tetes
b. Metode Volhard
- KSCN 0,1 N
- AgNO3 0,1 N 10,0 ml
- HNO3 6N 5 ml
- Fe Allum 40% 1 ml
D. PROSEDUR KERJA
1. Standarisasi AgNO3 dengan NaCl 0,1 N sebagai larutan baku (Metode Mohr)
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Menimbang AgNO3 secara kuantitatif sesuai untuk 0,1 N larutan, lalu melarutkan
secara kuantitatif pula dengan aquades, memasukkan ke dalam botol yang bersih.
c. Membuat larutan NaCl 0,1 N secara kuantitatif.
d. Mengambil larutan NaCl 0,1 N sebanyak 10,0 ml dengan menggunakan pipet
gondok, lalu masukkan ke dalam erlemeyer.
e. Mengambil KCrO4 5% sebanyak 8 tetes menggunakan pipet tetes, lalu masukkan
ke dalam erlemeyer.
f. Titrasi dengan AgNO3 0,1 N menggunakan buret sampai Titik Akhir Titrasi
(TAT) berwarna merah bata pertama dan terdapat endapan putih.

2. Standarisasi KSCN dengan AgNO3 0,1 N sebagai larutan baku (Metode Volhard)
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b. Menimbang KSCN secara kuantitatif sesuai untuk 0,1 N larutan, lalu melarutkan
secara kuantitatif pula dengan aquades.
c. Mengambil AgNO3 0,1 N sebanyak10,0 ml menggunakan pipet gondok, lalu
masukkan ke dalam erlemeyer.
d. Mengambil HNO3 6 N sebanyak 5ml, lalu masukkan ke dalam erlemeyer.
e. Mengambil Fe Allum 40% sebanyak 1ml menggunakan pipet tetes, memasukkan
ke gelas ukur. Kemudian Fe Allum tersebut dimasukkan ke erlemeyer.
f. Titrasi dengan KSCN menggunakan buret sampai warna merah coklat yang
pertama dan terdapat endapan putih.

E. Hasil Pengamatan

F. Sketsa
G. Pembahasan

H. Simpulan dan Saran