Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Peralatan kesehatan merupakan salah satu faktor penunjang yang penting dalam penyelenggaraan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat, baik di rumah sakit maupun di sarana pelayanan kesehatan lainnya. Seiring dengan
perkembangan teknologi khususnya peralatan kesehatan dan semakin beraneka ragam jenis peralatan kesehatan tersebut
maka dipandang perlu untuk mengadakan pengujian dan kalibrasi peralatan kesehatan.
Rumah sakit merupakan tempat kerja yang unik dan kompleks, tidak saja menyediakan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, tetapi juga merupakan tempat pendidikan dan penelitian kedokteran. Semakin luas pelayanan kesehatan dan
fungsi suatu rumah sakit mak asemakin kompleks peralatan dan fasilitasnya.
Kerumitan yang meliputi segala hal tersebut menyebabkan rumah sakit mempunyai potensi yang bahaya yang sangat
besar, tidak hanya bagi pasien dan tenaga medis, resiko ini juga membahayakan pengunjung rumah sakit tersebut.
Oleh karena itu, sarana dan prasarana sangat perlu diperhatikan dalam suatu rumah sakit, begitu pula para tenaga
medis yang berada dalam lingkungan rumah sakit perlu keterampilan dan pengutahuan yang lebih, guna kepuasan para
pasien dan para pengunjung.
Ruang Perawatan Intensif (ICU = Intensive Care Unit) di rumah sakit merupakan salah satu fungsi yang sangat
penting dalam penyelenggaraan pelayanan medic di fasilitas pelayanan kesehatan. Fungsi bangunan Ruang Perawatan
Intensif dikualifikasikan berdasarkan tingkat privasi, tingkat kebersihan serta tingkat aksesibilitas, sehingga perlu dilakukan
pengelolaan bangunan Ruang Perawatan Intensif dengan baik, terpadu, dan memenuhi persyaratan teknis bangunan.
2. Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud ruang ICU?


2. Apa saja alat kesehatan Rumah Sakit diruang ICU?
3. Apa fungsi dari alat kesehatan diruang ICU?
4. Berapa anggaran yang harus dikeluarkan oleh Rumah Sakit untuk perancangan dan pembiayaan ruang ICU?
5. Bagaimana bentuk denah ruang ICU?
6. Merek dan tipe apa yang akan dipilih pihak Rumah Sakit untuk alat-alat kesehatan diruang ICU?
7. Bagaimana pemasangan instalasi listrik dan instalasi alat-alat kesehatan yang ada diruang ICU?
8. Kapan pihak Rumah Sakit mendapatkan balik modal atas dana yang ditanamkan untuk perancangan dan pembiayaan?

3. Tujuan
1. Tujuan umum
Untuk mengetahui alat kesehatan yang ada diruang ICU dan untuk mengetahui fungsi dari masing-masing alat tersebut.
2. Tujuan khusus
Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen Wike Kristianti, St, M.Si untuk mata kuliah Analisis dan Estimasi
Biaya
BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian ICU
ICU adalah suatu tempat atau unit tersendiri di dalam rumah sakit, memiliki staf khusus dan peralatan khusus yang
ditujukan untuk menanggulangi pasien gawat karena penyakit, trauma atau komplikasi-komplikasi yang mengancam jiwa
akibat kegagalan disfungsi salah satu organ tubuh atau lebih, disebabkan oleh penyakit, bencana, atau komplikasi.
Staf khusus di ruang ICU adalah :
a. Dokter
b. Fisiologi
c. Farmakologi
d. Perawat critical care terlatih dengan pelayanan 24 jam
e. Dokter ahli atau intensivis sebagai kepala ICU
f. Tenaga ahli laboratorium diagnostic
g. Tekhnisi alat-alat pemantauan, alat untuk menopang fungsi vital dan alat untuk prosedur diagnostik.
2. Kemampuan Minimal ICU
1. Resusitasi jantung paru
2. Pengelolaan jalan napas, termasuk intubasi trakeal dan penggunaaan ventilator
3. Terapi oksigen
4. Pemantauan EKG terus menerus
5. Pemasangan alat pacu jantung dalam keadaan gawat
6. Pemberian nutrisi enteral dan parenteral
7. Pemeriksaaan laboratorium khusus dengan cepat dan menyeluruh
8. Pemakaian pompa infuse atau semprit untuk terapi secara titrasi
9. Kemampuan melakukan tekhnik khusus sesuai dengan keadaan pasien
10. Memberikan bantuan fungsi vital dengan alat-alat portabel selama transportasi pasien gawat

3. Klasifikasi Pelayanan ICU


1. Pelayanan ICU primer (standar minimal)
Mampu melakukan resusitasi dan memberikan ventilasi bantu kurang dari 24 jam serta mampu melakukan pemantauan
jantung
2. Pelayanan ICU sekunder (menengah)
Mampu memberikan ventilasi Bantu lebih lama, melakukan bantuan hidup lain tetapi tidak terlalu kompleks
3. Pelayanan ICU tersier (tertinggi)
Mampu melaksanakan semua aspek perawatan / terapi intensif
4. Indikasi Masuk ICU
1. Pasien sakit berat, pasien tidak stabil yang memerlukan terapi intensif seperti bantuan ventilator, pemberian obat
vasoaktif melalui infuse secara terus menerus
(contoh; gagal napas berat, pasca bedah jantung terbuka, syok septik)
2. Pasien yang memerlukan bantuan pemantauan intensif atau non invasive sehingga komplikasi berat dapat dihindari atau
dikurangi
(contoh: pasca bedah besar dan luas; pasien dengan penyakit jantung, paru, ginjal atau lainnya)

3. Pasien yang memerlukan terapi intensif untuk mengatasi komplikasi-komplikasi akut, sekalipun manfaat ICU ini sedikit
(contoh: pasien dengan tumor ganas metastasis dengan komplikasi, tamponade jantung, sumbatan jalan napas)
5. Alat kesehatan Rumah Sakit diruang ICU
1. Ventilasi mekanis
Alat bantu nafas bisa bertekanan negatif dan positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen
secara mekanis
Ventilasi mekanis dapat di pergunakan di ruang ICU,HCU,Emergency dan unit perawatan intensif lainnya. Ventilasi
adalah keluar masuknya udara gas dari dan ke dalam paru.
a. Ventilator tekanan negatif
Memasukan udara ke dalam paru dengan cara membuat tekanan sekeliling dada negatif
b. Ventilator tekanan positf
Memberikan tekanan positif ke dalam paru pasien.Udara mengalir berdasarkan perbedaan tekanan dari tekanan
tinggi ke tekanan rendah.Tekanan dalam rongga thorak akan positif saat inspirasi dan negatif saat ekspirasi
Tujuan Ventilator antara lain adalah sebagai berikut :
1. Mengurangi kerja pernapasan.
2. Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien.
3. Pemberian MV yang akurat.
4. Mengatasi ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi.
5. Menjamin hantaran O2 ke jaringan adekuat
Harga: Rp 373.824.000,00

Model: CWH-3010 ICU Ventilator


Applied for: adult and child
system with high-intelligent control system
display with TFT display for ventilation parameters
adjustment Humidifier with temperature adjustment
Power: 220V AC 10%, 50 to 60Hz 2%, built-in battery for backup
Gas source: O , air
Ventilation mode: IPPV, SIMV, SIGH, SPONT, CPAP, PEEP, S, T, S/T and manual (optional: Bi-level)
Tidal volume, minute volume, frequency, inhaling time, airway pressure, PEEP and O
Parameter monitoring:
Concentration
Waveform display: Pressure-time (optional: Flowtime, pressure-volume loop)
2. Suction Pump (mesin penghisap lendir)
Suction Pump digunakan diruang ICU, ruang operasi, emergency, dan ruangan lain terutama pada pasien-pasien
yang banyak mengeluarkan sekret yang banyak, seperti strok, pasien kcelakaan lalu lintas, pasca oprasi, dll

Harga: Rp 1.500.000,00
1. Kode : DY 1A
2. Tipe : Suction Apparatus
3. Produsen : China
4. Kelebihan : Portable, Ringan, Botol bahan plastic
5. Spesifikasi
a. Max. Vacuum : 18 ~ 20kpa
b. Adjustable vacuum : 2kPa~Max.vacuum
c. Debit : 5L / min
d. Kebisingan : 55dB(A)
e. Penyimpanan botol : 1000 ml
f. Power supply : ~ 220V10%, 50 Hz
g. Masukan daya : 30VA
h. Berat : Bersih (N.W) = 3,5 kg / Kotor (G.W) = 4,8 kg
i. Dimensi : 50 cm x 26 cm x 36 cm
3. Defibrilator
adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan
jantung.
Eksternal Defibrillator Otomatis (Automatic External Defibrillator) dapat digunakan dengan cara diimplan atau ditanam
dalam tubuh ataupun dapat juga digunakan sebagai alat eksternal biasa

Harga: Rp 20.000.000,00
Spesifikasi Alat

Nama Alat : Defibrilator (DC SHOCK)


Merk : Midray
Type : Beneheart D6
Serial Number : D6-26006230
Tegangan : 100-240 VAC (10%)
Frekuensi : 50/60 Hz (3 Hz)
Ukuran : 50 cm x 26 cm x 36 cm
4. Pasien Monitor
Pasien monitor adalah suatu alat yang difungsikan untuk memonitor kondisi fisiologis pasien. Dimana proses
monitoring tersebut dilakukan secara real-time, sehingga dapat diketahui kondisi fisiologis pasien pada saat itu juga.
Didalam istilah pasien monitor kita mengetahui beberapa parameter yang diperiksa, parameter itu antara lain adalah :
1. ECG adalah pemeriksaan aktivitas kelistrikan jantung, dalam pemeriksaan ECG ini juga termasuk pemeriksaan
Heart Rate atau detak jantung pasien dalam satu menit.

2. Respirasi adalah pemeriksaan irama nafas pasien dalam satu menit

3. Saturasi darah / SpO2, adalah kadar oksigen yang ada dalam darah.

4. Tensi / NIBP (Non Invasive Blood Pressure) / Pemeriksaan tekanan darah.

5. Temperature, suhu tubuh pasien yang diperiksa.


Harga: Rp 65.000.000,00
Spesifikasi :Umum
Display , Resolusi 7 " lebar warna TFT LCD , 800 x 480 piksel
Dimensi , Berat 238 ( W ) x 250 ( H ) x 163 ( D ) mm , Approx . 3.1kg
Melacak 4 bentuk gelombang : 2 * EKG , SpO2 , Respirasi
Kecepatan sapuan : 6.25 , 12.5 , 25 , 50 mm / sec
Indikator Dikategorikan alarm ( 3 tingkat prioritas )
Visual alarm
QRS bip & SpO2 Pulse bip
Persen ( % ) nada SpO2 lapangan
Status baterai , Enternal Daya LED
rotary knob
Interface Power supply : AC 100-240V ( 50 / 60Hz )
Konektor input DC : 18VDC , 2.5A
Defibrillator Sync Pulse Width : 100 10 ms
LAN keluaran digital untuk mentransfer data
Perawat koneksi Panggil Sistem
0.3A pada 125 VAC
- 1A pada 24 VDC
Koneksi monitor VGA eksternal
Output DC : 5VDC , 1A Max
Baterai Rechargeable Li -ion baterai ,
5. ICU Bed Manual

Ada 2 jenis tempat tidur pasien yaitu :

1. Tempat tidur manual

Tempat tidur pasien yang dilengkapi dengan engkol putaran yang berfungsi untuk mengatur posisi naik-turun panel

2. Tempat tidur elektrik

Tempat tidur pasien yang menggunakan remote control untuk mengatur posisi panel

Harga: Rp 50.000.000,00

Spesifikasi tempat tidur ICU elektrik tipe DKM 2-172 EL:

Dimensi 206 x 90 x 50-80 cm


Dengan konstruksi yang sangat kokoh menggunakan paduan
rangka berkualitas, yakni pelat baja
Sandaran /panel kaki dan kepala yang terbuat dari bahan
berkualitas, yakni ABS.
Side Rail yang terbuat dari bahan berkualitas, yakni ABS.
Penyelesaian yang begitu mengagumkan dengan melakukan
pengecatan menggunakan cat lapisan bubuk epoksi.
Aksesoris yang disertakan adalah 5 roda dengan rem, sehingga
bisa mengatur posisi berhenti ranjang dengan sempurna.
Pengaturan penyangga punggung menggunakan tombol
pengatur gerak (motor).
Pengaturan penyangga lutut menggunakan tombol pengatur
gerak (motor).
Pengaturan tinggi-rendah menggunakan tombol pengatur gerak
(motor).
TRENDELENDBURG menggunakan tombol pengatur gerak
(motor)

6. Syringe Pump

Syringe pump adalah alat medis yang berfungsi untuk menginjeksikan cairan obat ke tubuh pasien dengan tingkat
ketelitian yang tinggi. Syringe pump digunakan untuk pasien yang membutuhkan pengobatan ekstra dari jenis obat
atau cairan obat yang lebih tinggi dosisnya dan terkadang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Harga: Rp 20.000.000,00

Spesifikasi Syringe Pump TE-331 Terumo :

Jarum suntik yang kompatibel


10, 20, 30 dan 50 mL ( Terumo dan merek tertentu)
Rentang Pengaturan Arus Tingkat
0, 1-300 ml / jam ( untuk jarum suntik 10, 20 dan 30 mL)
0, 1-999 ml / jam ( untuk 50 jarum suntik mL)
0, 1-1200 mL / jam ( fungsi khusus untuk 50 ml jarum suntik)
Tingkat aliran Ubah Tampilan
0, 1 mL / jam langkah ( untuk pengaturan 0, 1-99, 9 mL / jam)
1 mL / jam langkah ( untuk pengaturan dari 100 hingga 999 mL / jam)
Arus Tingkat Akurasi
Mekanikal Akurasi: 1%
Akurasi termasuk jarum suntik: 3%
7. Infusion Pump

Infusion pump adalah alat untuk mengatur jumlah cairan / obat yang masukkan kedalam sirkulasi darah pasien
secara langsung melalui vena
Harga: Rp 15.000.000,00
Spesifikasi Produk :
- Pumping system : Peristaltic finger
- Delivery rate : Infusion sets : 15, 19 or 20 drops/ml
3 to 300 ml/h (1ml/h steps)
1 to 75 drops/min (1 drop/min. step)
Infusion sets : 60 drops/ml
1 to 100 mL/h (1 mL/h steps)
1 to 100 drops/min (1 drop/min. steps)
Accuracy
- " mL/h " control mode : 10% (using water or sodium chloride
solution and recommended infusion set)
- Drops/min. control mode : 2 % (10 minutes after the start of
- infusion and after : solution dripss more than 500 times)
- Volume delivery : 0 to 9,999 mL
- Delivery limit range : 0 to 9,999 mL (1 mL steps)
- Purge flow function : More than 300 mL/h
- Alarm : Air/occlusion/empty/flow error/
- door/low battery/free : flow/battery error/drip sensor error.
- Operating condition : + 10 to + 40C, 30 to 85 % RH
- Storage conditions : - 20 to + 45C, 10 to 95 % RH
- Power supply : AC 100 to 240 V, 50/60 Hz
- Power consumption : Less than 16 VA
- Dimensions : 130 (W) x 180 (H) x 136 (D) mm
- Weight : Approx 2.3 kg
6. Persyaratan Teknis Bangunan Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit

MATRIKS KEBUTUHAN RUANG, FUNGSI, BESARAN RUANG, DAN PERALATAN DALAM BANGUNAN ICU
No Nama Ruangan Fungsi Luas Ruangan Kebutuhan Alat
1 Daerah Rawat Pasien ICU 1. Ventillator
a. Ruang tempat tidur Merawat pasien lebih dari 24 jam dalam 12 16 m2 / tt 2. 1 set resusitasi
pasien keadaan yang membutuhkan pemantauan 3. Sistem pemberian oksigen
khusus dan terus menerus 4. 1 set laringoskop
5. Pipa endotrakeal dan konektor
b. Ruang isolasi pasien Kamar dengan kekhususan teknis yang 16 20 m2 / tt 6. Orofaring
memiliki batas fisik modular per pasien, 7. Pipa nasofaring
dinding, serta bukaan pintu jendela dengan 8. Plester perekat medik
ruangan ICU lainnya 9. Gunting
10. Suction pump
11. Peralatan infus
12. Infusion pump dan syringe pump
13. Elektrokardiografi reader
14. Oksimeter nadi
15. Kapnografi
16. Temperature
17. Alat katerisasi
18. Defibrillator
19. Tempat tidur khusus ICU
20. Bedside monitor (pasien monitor)
21. Peralatan drainase thoraks
22. Peralatan portable untuk
transportasi
23. Lampu tindakan
24. Unit foto rontgen mobile
25. Elektrokardiograf monitor
26. Sterilisator
27. Anastesi apparatus
28. Oxygen tent
29. Sphigmomanometer
30. Central gas
31. Central suction
32. Suction thorax
33. Mobile X-ray unit
34. Heart rate monitor
35. Respiration monitor
36. Blood pressure monitor
37. Temperature monitor
38. Haemodialisis unit
39. Blood gas analyzer
40. Electrolyte analyzer
2 Pos Sentral Perawat Ruang untuk melakukan perencanaan dan 8 16 m2 1. Kursi
(Nurse Station) pengorganisasian, asuhan dan pelayanan 2. Meja
keperawatan selama 24 jam (pre dan post 3. Lemari obat
conference), pengaturan jadwal, 4. Lemari barang habis pakai
dokumentasi, hingga eveluasi pasien.
Harus terletak di pusat blok agar dapat
mengawasi pasien secara efektif
3. Ruang Dokter Jaga 1. Ruang kerja 8 16 m2 1. Sofa
2. Ruang istirahat / kamar jaga 2. Lemari
3. Meja dan kursi
4. Wastafel dan toilet
2
4. Ruang Istirahat Petugas Ruang istirahat petugas medic 2.5 m / petugas 1. Sofa
2. Lemari
3. Meja dan kursi
5. Pantry Daerah untuk menyiapkan makanan dan Tergantung 1. Meja untuk makanan
minuman pasien kebutuhan 2. Freezer
3. Bak cuci dengan kran air dingin dan
panas
4. Microwave
5. Kompor
6. Lemari pendingin
6. Ruang Penyimpanan Alat Ruang penyimpanan alat medic yang setiap 9 25 m2 1. Respirator
Medik saat diperlukan. Peralatan yang disimpan 2. Ventilator
harus dalam kondisi siap pakai dan steril 3. Alat HD
4. Mobile X-ray
5. dll
7. Ruang Utilitas Bersih Untuk menyimpan obat-obatan, semua Tergantung 1. Lemari
barang yang bersih dan steril, linen bersih, kebutuhan 2. Kabinet atau rak
instrument dan bahan perbekalan
8. Ruang Utilitas Kotor Fasilitas untuk membuang kotoran bekas 6 16 m2 1. Kloset leher angsa
pelayanan pasien khususnya yang berupa 2. Keran air bersih (sink)
cairan.
Spoolhoek berupa bak atau kloset yang
dilengkapi water seal
9. Ruang Kepala ICU Ruang kerja dan istirahat kepala perawat 6 12 m2 1. Sofa
2. Lemari
3. Meja dan kursi
10. Ruang Administrasi Ruang untuk menyelenggarakan kegiatan Minimal 1. Meja kerja
administrasi khususnya pelayanan 2 m2 / petugas 2. Lemari berkas atau arsip
pendaftaran dan rekam medic internal 3. Telepon atau intercom
pasien di instalasi ICU. Berada di bagian
depan ICU yang dilengkapi counter.
11. Parkir Troli Tempat parker troli selama tidak ada 2 6 m2 Troli
kegiatan pembedahan atau selama tidak
diperlukan
12. Ruang Ganti Pakaian 1. Tempat ganti pakaian 4 16 m2 / ruang 1. Lemari loker
2. Meletakkan alas kaki sebelum masuk dan ganti 2. Kontainer untuk baju pelindung
keluar daerah rawat pasien bekas pakai
3. Dipisah antara pria dan wanita
13. Ruang Diskusi Medis Ruang tempat diskusi medis, pendidikan, Minimal 1. Lemari, meja, dan kursi
dan pembahasan kasus multi disiplin 1.5 m2 / orang 2. Rak penyimpanan bacaan medic
3. VCR
4. Peralatan belajar
5. Komputer
6. LCD
14. Ruang Tunggu Keluarga Tempat keluarga atau pengantar pasien Minimal 1. Tempat duduk
Pasien menunggu 5 m2/pasien 2. Televisi
3. Telepon umum
15. Janitor Ruangan tempat penyimpanan barang- 46m 2
1. Lemari
(Ruang Cleaning Service) barang dan peralatan kebersihan ruangan, 2. Rak
tetapi bukan peralatan medic
16. Toilet 1. Kamar mandi 2 3 m2
2. WC
17. Ruang Penyimpanan Ruang tempat penyimpanan tabung gas 4 8 m2 Gas Medis
Silinder Gas Medik medis cadangan
7. Hubungan Antar Ruang

Perawat LOKER Dokter


Laundry /
CSSD

Ruang Ruang Ruang Alat Gudang


Instalasi Perawat Dokter Medik Bersih
Gawat
Darurat

Instalasi Daerah rawat pasien Instalasi ICU Gudang


Bedah Central Monitoring / Nurse Station Kotor

Instalasi
Rawat Inap
Instalasi Ruang
Rawat Inap Jenazah
Ruang
Tunggu
Pengantar
8. Komponen dan Bahan Bangunan
1. Komponen Penutup Lantai
a. Tidak terbuat dari bahan yang memiliki lapisan permukaan dengan porositas yang tinggi yang dapat menyimpan debu
b. Mudah dibersihkan dan tahan terhadap gesekan
c. Penutup lantai harus berwarna cerah dan tidak menyilaukan mata
d. Memiliki pola lantai dengan garis alur yang menerus keseluruh ruangan pelayanan
e. Disarankan menggunakan bahan vinil khusus untuk lantai Ruang rawat Pasien ICU

2. Komponen Dinding
a. Harus mudah dibersihkan, tahan cuaca dan tidak berjamur
b. Harus bersifat non porosif (tidak mengandung pori-pori) sehingga tidak menyimpan debu
c. Warna dinding cerah tetapi tidak menyilaukan mata
d. Pertemuan antara dinding harus tidak siku tetapi melengkung untuk memudahkan pembersihan

3. Komponen Langit-langit
a. Harus mudah dibersihkan, tahan terhadap segala cuaca, tahan terhadap air, tidak mengandung unsur yang dapat
membahayakan pasien, dan tidak berjamur
b. Memiliki lapisan penutup yang bersifat non porosif (tidak berpori) sehingga tidak menyimpan debu
c. Berwarna cerah, tetapi tidak menyilaukan pengguna ruangan
Harga Bahan per Ruangan :

1. Batu bata = 300 buah @ Rp. 2.000,00


2. Keramik ukuran 30x30 warna coklat = 9 dus @ Rp . 36.000,00
3. Keramik kamar mandi ukuran 20x20 = 1 dus @ Rp. 39.000,00
4. Semen Padang = 20 sak @ Rp. 60.000,00
5. Cat Nippon Paint Vinilex putih 1 kg = 8 kaleng @ Rp . 45.000,00
6. Etalase jendela ukuran 100x50 cm = 2 buah @ Rp. 150.000,00
7. Jendela kaca ukuran 100x50 cm = 2 buah @ Rp. 175.000,00
8. Biaya tukang = 5 hari @ Rp. 150.000,00
9. Persyaratan Teknis Prasarana Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit
1. Sistem Proteksi Petir
a. Ruang perawatan intensif harus dilengkapi degan instalasi proteksi petir
b. Sistem yang dipasang harus dapat mengurangisecara nyata resiko kerusakan yang disebabkan sambaran petir serta
melindungi manusia didalamnya

2. Sistem Proteksi Kebakaran


a. Bangunan Ruang Perawatan Intensif harus dilindungi terhadap bahaya kebakaran dengan system proteksi pasif dan
proteksi aktif
b. Didasarkan pada resiko kebakaran, geometri ruang, bahan bangunan terpasang, dan kondisi penghuni dalam
bangunan Ruang Perawatan Intensif
c. Apabila terjadi kebakaran, peralatan yang terbakar harus segera disingkirkan dari sekitar sumber oksigen atau outlet
pipa untuk mencegah terjadinya ledakan
10. Sistem Kelistrikan Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit
1. Sumber Daya Listrik
Sumber daya listrik pada bangunan Ruang Perawatan Intensif, termasuk kategori Sistem Kelistrikan Esendial 3
dimana sumber daya listrik normal (PLN) dilengkapi dengan sumber daya listrik siaga dan darurat untuk
menggantikannya, bila terjadi gangguan pada sumber daya listrik normal

2. Jaringan
a. Kabel listrik dari peralatan yang dipasang dilangit-langit dan yang bisa digerakkan, harus dilindungi terhadap belokan
yang berulang sepanjang track untuk mencegah terjadinya retakan dan kerusakan
b. Sambungan listrik pada kotak kontak harus diperoleh dari sirkit yang terpisah, untuk menghindari akibat dari
terputusnya arus karena bekerjanya pengaman lebur

3. Terminal
a. Kotak Kontak (Stop Kontak)
- Harus menyediakan sedikitnya satu kutup pembumian yang mampu menjaga resistansi yang rendah
- Harus dipasang 1,25 m diatas permukaan lantai dan harus dari jenis yang tahan ledakan
- Jumlah stop kontak di daerah pelayanan kritis minimal 6 buah yang khusus untuk peralatan medic yang
membutuhkan daya listrik yang besar (kecuali ventilator, suction, monitor)
b. Sakelar
Harus memenuhi SNI 02 0225 2000, Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000)
4. Pembumian
Menggunakan system penyamaan potensial pembumian (Equal Potential Grounding Sistem) dimana system ini harus
memastikan bahwa tidak ada bagian peralatan yang dibumikan melalui tahanan yang lebih tinggi dari peralatan bagian
lain dan memastikan bahwa hubung singkat ke bumi tidak melalui pasien

5. Peringatan
Semua petugas harus menyadari bahwa kesalahan dalam pemakaian listrik membawa akibat bahaya sengatan listrik,
padamnya tenaga listrik, dan bahaya kebakaran. Kesalahan dalam instalasi listrik bisa menyebabkan arus hubung
singkat, tersengatnya pasien dan petugas.
BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

a. ICU adalah suatu tempat atau unit tersendiri di dalam rumah sakit, memiliki staf khusus, peralatan khusus ditujukan
untuk menanggulangi pasien gawat karena penyakit, trauma atau komplikasi-komplikasi
b. Fasilitas peralatan ICU
- Ventilasi mekanik
- Alat hisap (suction)
- Defibrilator
- Monitor Pasien
- ICU Bed Manual
- Syringe Pump
- Infusion Pump
DAFTAR PUSTAKA

Rumah Sakit Umum Pusat(RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar

http://nizazulfiani.blogspot.co.id/2015/03/makalah-icu.html
1. Peralatan infuse 2. Oksimeter Nadi 3. Unit Foto Rontgen Mobile
Harga : Rp. 400.000,00 / box / 50 pcs Harga : Rp. 550.000,00 Harga : Rp. 378.000.000,00

Kode : TIS20 Kode : XY3-OM


Merk : Siemens
Jenis : Infusion Set No seri : 12201
Merk : Terumo Jenis : Alat Test
Model No : 081818231
Registrasi : AKL 20902703580 Max Kv : 130 Kv
Merk : OxyOne
Tubing : 20 drops 1 mL Max mA : 90 Ma
Keterangan : L-type Elastyball Tipe : Alat Test Oksigenasi
Venipucture Needle Hemoglobin
Airway Needle
Isi : 50 unit/box Internal Power : 2 x AAA 1,5V A (alkaline
Produsen : Jepang battery)

Power Consumption : < 30mA (normal)


4. Kursi Roda Shima Manual 5. Kursi Roda Electric 6. Tabung Oksigen 6 m3
Harga : Rp. 1.450.000,00 Harga : Rp. 19.500.000,00 Harga : Rp. 2.350.000,00

Jenis : Kursi Roda Keterangan


Kode : ZM 49
Tipe : Kursi Roda Electric 1.Berat Tabung 50 Kg
Model : Standar Racing
Bahan frame : Powder coating steel
Merk : Shima 2.Pemakaian Bila Regulator
frame
diangka 1 perkirakan habis 40 jam
Berat : NW 19 kg, GW 21 kg Berat Maks : 110 kg
3.Pemakaian Bila Regulator
Dimensi : 93 x 21 x 87 Max. Running : < 20 km diangka 2 perkirakan habis 20 jam
LD : 49 cm Dimensi : 77 x 66 x 69 4. Semakin Tinggi angka regulator
TD : 47 cm , maka semakin cepat habis
massa oksigennya
7. Trolley 8. Sphygmomanometer 9. Blood and Fluit Warmer
Harga : Rp. 1.650.000,00 Harga : Rp. 1.300.000,00 Harga : Rp. 12.000.000,00

Merk : ANIMEC AM-4


Jenis : Instrument Trolley Jenis : Alat Ukur Tekanan Darah
Manfaat : Temperature control
Tipe : 3 susun stainless stell Model : Tensimeter Digital Lengan otomatis, pemanasan
cepat, alarm audiable and
Fungsi : meletakkan alat medis Measurement: Oscillometric method
visual, daya tahan tinggi
Dimensi : 42 x 62 x 80 Range : Pressure 00 to 299 mmHg
Disposable : L-FUSION Transfusi
Ukuran : 2 inch Accuracy : Pressure 3 mmHg
Suhu output : 31 40 o C
Power : 4o AA Batteries 1,5V
Suhu sensor : 3 Themisters
10. Nebulizer 11. Plester Pengikat Medis 12. Gunting 1 Set
Harga : RP. 10.706.000,00 Harga : 16.500,00 Harga : Rp. 250.000,00

Merk : ONEMED Kode : GM-2109


Merk : Omron
Item No. : SKU03615622 Jenis : Medical Instrument
Model : NE-U17
Bahan : Non woven Tipe : Minor Set
Fitur : Ultrasonic, Mouthpiece set,
Power cord Ukuran : 5 x 5 cm Bahan : Stainless stell
Electrical : 230 V AC, 50 Hz

Power : 80 VA

Air Pressure : 700-1.060 hPa

Particel size : 4,4 mikrometer

Residual volume : 10 m;

Sound : less than 45 db