Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

KONSEP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs)


Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kebijakan Kesehatan
Nasional

Dosen Pembimbing : H. Toto Subiakto, S.Kp, M.Kep

Disusun Oleh:

1. Yolanda Shinta Wati P27901115093


2. Yosi Mahpudin P27901115094
3. Yuliyati Mutmainnah P27901115095
4. Zulfa Nadya Badriansih P27901115097

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN BANTEN

2016/2017
Kata Pengantar

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang telah
menciptakan alam semesta dengan segala ilmu-ilmu pengetahuan yang penuh manfaat
sehingga mendorong paramakhluk-Nya untuk menggali ilmu-ilmu demi kesejahteraan
manusia. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW
beserta keluarga, para sahabat dan umat-umatnya.

Adapun makalah ini kami buat selain untuk melengkapi tugas mata kuliah
Kebijakan Kesehatan Nasional, juga sebagai sumber informasi kepada masyarakat luas
khususnya para tenaga kesehatan. Kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini , baik itu
secara material ataupun spiritual. Karena tanpa bantuan berbagai pihak, makalah ini tidak
dapat selesai tepat pada waktunya

Kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan .
Oleh karena itu , kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi
penyempurnaan makalah ini . Akhirnya , semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
berguna bagi pembaca dan masyarakat luas di masa yang akan datang.

Tangerang, 21 Januari 2017

Penulis

Konsep Sustainable Development Goals i


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................... i

Daftar Isi................................................................................................ ii

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang ............................................................................ 1


B. Rumusan Masalah ....................................................................... 2
C. Tujuan ......................................................................................... 2

BAB II Kajian Teori

A. Pengertian Sustainable Development Goals ............................... 3


B. Perbedaan SDGs dan MDGs ...................................................... 4
C. Konsep Sustainable Development Goals .................................... 5
D. Tujuan Sustainable Development Goals ..................................... 5
E. Prinsip Sustainable Development Goals ..................................... 7

BAB III Penutup

A. Kesimpulan ................................................................................ 8

Daftar Pustaka ...................................................................................... 9

Konsep Sustainable Development Goals ii


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebelum menggagas bagaimana implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) kedepan,
akan lebih baik jika kita menengok sebentar ke belakang, melihat pencapaian Millennium
Development Goals (MDGs) di Indonesia. Kita tahu, MDGs adalah sebuah paradigma pembangunan
global yang dideklarasikan oleh 189 negara anggota. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada bulan
September 2000.
Sejak deklarasi tersebut negara-negara yang hadir bersepakat untuk mengintegrasikan MDGs
sebagai bahan pembangunan nasionalnya. Indonesia sebagai salah satu Negara yang menandatangani
deklarasi MDGs mempunyai komitmen untuk melaksanakan MDGs dalam program-program
pembangunan yang di rancang, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Bagaimana
hasilnya? Seperti yang tercantum dalam laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millennium di
Indonesia tahun 2011 (Bappenas, 2011) disampaikan beberapa capaian pelaksanaan MDGs di
Indonesia.
Pencapaian ini diindikasikan oleh angka kejadian dan tingkat kematian, serta proporsi
tuberkulosis yang ditemukan, diobati dan disembuhkan dalam program DOTS. Kedua, tujuan MDGs
yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015 (on-
track) adalah (MDG 1), yaitu terdapat kemajuan yang sangat besar dari indeks kedalaman kemiskinan,
proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri dan pekerja bebas keluarga terhadap total kesempatan
kerja, dan pervalensi balita dengan berat badan rendah/kekurangan gizi; (MDG 2), yaitu APM SD,
proporsi murid kelas 1 yang berhasil menamatkan sekolah dasar, serta angka melek huruf penduduk
usia 15-24 tahun, perempuan dan laki-laki yang semuanya sudah mendekati 100 persen; (MDG 3),
yaitu rasio APM perempuan/laki-laki di tingkat SD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, dari pendidikan
tinggi yang hampir mendekati 100 persen serta kontribusi perempan dalam pekerjaan upahan di sector
non pertanian, dan proporsi kursi yang diduduki perempuan di DPR yang meningkat; (MDG 4), yaitu
penurunan yang sudah mendekati dua pertiga angka kematian neonatal, bayi dan balita serta proporsi
anak usia 1 tahun yang mendapat imunisasi campak yang meningkat pesat; (MDG 5), yaitu berupa
peningkatan angka pemakaian kontasepsi bagi perempuan menikah dengan menggunakan cara
modern, penurunan angka kelahiran remaja perempuan umur 15-19 tahun, peningkatan cakupan
pelayanan antenatal baik 1 maupun 4 kali kunjungan, dan penurunan kebutuhan KB yang tidak
terpenuhi (unmet need); (MDG 6), yaitu mengendalikan penyebaran dan AIDS berupa peningkatan
proporsi penduduk terinfeksi HIV lanjut yang memiliki akses pada obat-obatan Antiretroviral (ARV).

Konsep Sustainable Development Goals 1


Selain itu, pengendalian penyebaran dan mulai menurunkan jumlah kasus baru malaria yang
diindikasikan oleh peningkatan proporsi anak balita yang tidur dengan kelambu ber-insektisida belum
memadai dalam rangka menurunkan jumlah kasus baru malaria; (MDG 7), yaitu berupa penurunan
konsumsi bahan perusak ozon, proporsi tangkapan ikan yang tidak melebihi batas biologis yang aman,
serta rasio luas kawasan lindung untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati terhadap total luas
kawasan hutan dan rasio kawasan lindung perairan terhadap total luas perairan territorial yang
keduanya meningkat; (MDG 8), yaitu berupa keberhasilan pengembangan system keuangan dan
perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi dan tidak diskriminatif yang
diindikasikan oleh rasio ekspor dan impor terhadap PDB, rasio pinjaman terhadap simpanan di bank
umum, dan rasio pinjaman di BPR yang semuanya meningkat pesat.
Setelah pelaksanaan MDGs, mainstream agenda pembangunan global dipandu oleh dokumen
baru sebagai kelanjutan MDGs yang disebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Meskipun saat ini dalam tahap pembahasan, namun nampaknya dokumen SDGs yang akan dibahas
pada akhir September ini tidak akan banyak mengalami perubahan dari drfat yang sudah ada. Artinya,
bila komunitas masyarakat global bersepakat dengan konsep dan berbagai indikator yang tertuang
dalam dokumen yang sudah ada, maka SDGs akan efektif diterapkan mulai tahun 2016 untuk 15
tahun kedepan, melanjutkan MDGs yang akan berakhir pada tahun ini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Sustainable Development Goals?
2. Bagaimana konsep Sustainable Development Goals?
3. Apa tujuan Sustainable Development Goals?
4. Apa prinsip Sustainable Development Goals?

C. Tujuan Penulisan
1. Memahami pengertian Sustainable Development Goals?
2. Memahami konsep Sustainable Development Goals?
3. Memahami tujuan Sustainable Development Goals?
4. Memahami prinsip Sustainable Development Goals?

Konsep Sustainable Development Goals 2


BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pengertian Sustainable Development Goals (SDGs)
Singkatan atau kepanjangan dari sustainable development goals, yaitu sebuah dokumen yang
akan menjadi sebuah acuan dalam kerangka pembangunan dan perundingan negara-negara di dunia.
SDGs merupakan kelanjutan dari apa yang sudah dibangun pada MDGs (Millenium
Development Goals), Tujuan Pembangunan Millenium, yang mulai dijalankan pada September 2000
dan berakhir di tahun 2015. Adapun target MDGs adalah tercapainya kesejahteraan rakyat dan
pembangunan masyarakat pada 2015 yang merupakan tantangan utama dalam pembangunan di
seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium. Deklarasi ini diadopsi oleh 189 negara serta
ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi
(KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut.
Deklarasi Millenium berisi komitmen negara masing-masing dan komunitas internasional untuk
mencapai 8 buah Tujuan Pembangunan Milenium sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk
pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Tujuan Pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) :
1. Menanggulangi Kemiskinan Dan Kelaparan
Pendapatan populasi dunia sehari $10.000 dan menurunkan angka kemiskinan.
2. Mencapai Pendidikan Dasar Untuk Semua
Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar
3. Mendorong Kesetaraan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan
Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah.
4. Menurunkan Angka Kematian Anak
Mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
5. Meningkatkan Kesehatan Ibu
Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
6. Memerangi HIV/AIDS, Malaria, Dan Penyakit Menular Lainnya
Menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat
lainnya.
7. Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup
Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap
negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan, mengurangi
setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat, dan mencapai

Konsep Sustainable Development Goals 3


pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang
tinggal di daerah kumuh.
8. Mengembangkan Kemitraan Global Untuk Pembangunan
Mengembangkan perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat
diterka dan tidak ada diskriminasi, membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara
kurang berkembang dan negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil,
mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang dan
membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang, mengembangkan usaha
produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda, menyediakan akses obat penting yang
terjangkau dalam negara berkembang, dan dalam kerjasama dengan pihak swasta
membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama
teknologi informasi dan komunikasi.
B. Perbedaan Millenium Development Goals (MDGs) dengan Sustainable Development Goals
(SDGs)
Pada dasarnya MDGs dan SDGs punya persamaan dan kesamaan tujuan yang sama. Yakni,
SDGs melanjutkan cita-cita mulia MGDs yang ingin konsen menanggulangi kelaparan dan
kemiskinan di dunia.
Namun, dokumen yang disepakati pimpinan dunia pada tahun 2000 tersebut habis pada tahun
2015. Para pemimpin dunia merasa agenda Millenium Development Goals perlu dilanjutkan,
sehingga muncul sebuah dokumen usulan bernama Sustainable Development Goals.
Menulis 7 alasan mengapa SDGs akan jauh lebih baik dari MDGs, yakni:
1) SDGs lebih global dalam mengkolaborasikan program-programnya. MDGs sebelumnya dibuat
oleh anggota negara OECD dan beberapa lembaga internasional. Sementara SDGs dibuat secara
detail dengan negosiasi internasional yang juga terdiri dari negara berpendapatan menengah dan
rendah.
2) Sekarang, sektor swasta juga akan memiliki peran yang sama, bahkan lebih besar.
3) MDGs tidak memiliki standar dasar hak asasi manusia (HAM). MDGs dianggap gagal untuk
memberikan prioritas keadilan yang merata dalam bentuk-bentuk diskriminasi dan pelanggaran
HAM, yang akhirnya berujung kepada masih banyaknya orang yang terjebak dalam kemiskinan.
Sementara SDGs dinilai sudah didukung dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip HAM yang lebih
baik.
4) SDGs adalah program inklusif. Tujuh target SDG sangat eksplisit tertuju kepada orang dengan
kecacatan, dan tambahan enam target untuk situasi darurat, ada juga tujuh target bersifat universal
dan dua target ditujukan untuk antidiskriminasi.
5) Indikator-indikator yang digunakan memberikan kesempatan untuk keterlibatan masyarakat sipil.
6) PBB dinilai bisa menginspirasi negara-negara di dunia dengan SDGs.
7) COP21 di Paris adalah salah satu kesempatan untuk maju.

Konsep Sustainable Development Goals 4


C. Konsep Sustainable Development Goals (SDGs)
Tujuan pembangunan dalam Millennium Development Goals (MDGs) sebagai nomenklatur tidak
akan berhenti pada tahun 2015. Agenda ke depan untuk melanjutkan MDGs, dikembangkan suatu
konsepsi dalam konteks kerangka/agenda pembangunan pasca 2015, yang disebut Sustainable
Development Goals (SDGs). Konsep SDGs ini diperlukan sebagai kerangka pembangunan baru yang
mengakomodasi semua perubahan yang terjadi pasca 2015-MDGs. Terutama berkaitan dengan
perubahan situasi dunia sejak tahun 2000 mengenai isu deplation sumber daya alam, kerusakan
lingkungan, perubahan iklim semakin krusial, perlindungan sosial, food and energy security, dan
pembangunan yang lebih berpihak pada kaum miskin.
Adapun tiga pilar yang menjadi indikator dalam konsep pengembangan SDGs yaitu, pertama
indikator yang melekat pembangunan manusia (Human Development), di antaranya pendidikan,
kesehatan. Indikator kedua yang melekat pada lingkungan kecilnya (Social Economic Development),
seperti ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi. Sementara itu,
indikator ketiga melekat pada lingkungan yang lebih besar (Environmental Development), berupa
ketersediaan sumber daya alam dan kualitas lingkungan yang baik.
Dalam penyusunan indikator dalam konsep SDGs pasca MDGs 2015, selain memikirkan standar
global dalam mengedepankan suatu konsep pembangunan yang berkelanjutan, tetapi ada beberapa
hal yang juga harus diperhatikan. Di antaranya, segala sesuatu itu harus terukur, tidak terlepas dari
prinsip Environmental Sustainability, Economic Sustainability dan Social Sustainability. Serta juga
ditentukan apakah ini difokuskan pada negara berkembang atau negara maju.
Terkait dengan pengembangan konsep awal SDGs tersebut, pembangunan ekonomi yang
berkelanjutan pasca MDGs 2015 semestinya dapat menjamin kelanjutan dari lingkungan hidup dan
sumber daya alam. Terutama yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi oleh dunia
internasional kedepannya, yaitu ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air. Ketiga
masalah tersebut sangat penting diperhatikan dalam pengembangan konsep SDGs 2015. Meski dalam
pengembangan indikator dalam pembangungan berkelanjutan harus mempertimbangkan dimensi
lingkungan hidup.
D. Tujuan Sustainable Development Goals
SDGs memiliki 5 pondasi yaitu manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang
ingin mencapai tiga tujuan mulia di tahun 2030 berupa mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan
dan mengatasi perubahan iklim. Untuk mencapai tiga tujuan mulia tersebut, disusunlah 17 Tujuan
Global berikut ini:
1. Tanpa Kemiskinan
Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia.

Konsep Sustainable Development Goals 5


2. Tanpa Kelaparan
Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong
budidaya pertanian yang berkelanjutan.
3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat
di segala umur.
4. Pendidikan Berkualitas
Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk
semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan
belajar seumur hidup bagi semua orang.
5. Kesetaraan Gender
Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.
6. Air Bersih dan Sanitasi
Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.
7. Energi Bersih dan Terjangkau
Menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern
untuk semua orang.
8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak
Mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, lapangan kerja yang penuh
dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.
9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang inklusif dan
berkelanjutan serta mendorong inovasi.
10. Mengurangi Kesenjangan
Mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di
dunia.
11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas
Membangun kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan
bekelanjutan.
12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab
Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi.
13. Aksi Terhadap Iklim
Bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
14. Kehidupan Bawah Laut

Konsep Sustainable Development Goals 6


Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk
perkembangan pembangunan yang berkelanjutan.
15. Kehidupan di Darat
Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat,
mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah,
memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi tanah, serta menghentikan
kerugian keanekaragaman hayati.
16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian
Meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan,
menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab
untuk seluruh kalangan, serta membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di
seluruh tingkatan.
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan
yang berkelanjutan.
E. Prinsip Sustainable Development Goals
Prinsip-prinsip SDGs berdasarkan Outcome Document Rio+20, yaitu:
1. Tidak melemahkan komitmen internasional terhadap pencapaian MDGs pada tahun 2015.
2. Mempertimbangkan perbedaan kondisi, kapasitas dan prioritas nasional.
3. Fokus pada pencapaian ketiga dimensi pembangunan berkelanjutan secara berimbang ekonomi,
sosial dan lingkungan.
4. Koheren dan terintegrasi dengan agenda pembangunan pasca 2015.

Konsep Sustainable Development Goals 7


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu sebuah dokumen yang akan menjadi sebuah
acuan dalam kerangka pembangunan dan perundingan negara-negara di dunia. Konsep SDGs
diperlukan sebagai kerangka pembangunan baru yang mengakomodasi semua perubahan yang terjadi
pasca 2015-MDGS. Terutama berkaitan dengan perubahan situasi dunia sejak tahun 2000.
Adapun tiga pilar yang menjadi indikator dalam konsep pengembangan SDGs yaitu, pertama
indikator yang melekat pembangunan manusia (Human Development), di antaranya pendidikan,
kesehatan. Indikator kedua yang melekat pada lingkungan kecilnya (Social Economic Development),
seperti ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi. Sementara itu,
indikator ketiga melekat pada lingkungan yang lebih besar (Environmental Development), berupa
ketersediaan sumber daya alam dan kualitas lingkungan yang baik.
SDGs memiliki 5 pondasi yaitu manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang
ingin mencapai tiga tujuan mulia di tahun 2030 berupa mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan
dan mengatasi perubahan iklim. Untuk mencapai tiga tujuan mulia tersebut, disusunlah 17 Tujuan
Global berikut ini:
1. Tanpa Kemiskinan
2. Tanpa Kelaparan
3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan
4. Pendidikan Berkualitas
5. Kesetaraan Gender
6. Air Bersih dan Sanitasi
7. Energi Bersih dan Terjangkau
8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak
9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur
10. Mengurangi Kesenjangan
11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas
12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab
13. Aksi Terhadap Iklim
14. Kehidupan Bawah Laut
15. Kehidupan di Darat
16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Konsep Sustainable Development Goals 8


DAFTAR PUSTAKA

http://citicope.org/story/2014/comparing-mdgs-and-sdgs

http://www.4muda.com/mengenal-17-tujuan-global-global-goals-sebagai-kelanjutan-dari-tujuan-
pembangunan-millenium-millenium-development-goals/

http://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/berita-harian-bappenas/konsep-sdgs-kerangka-
pembangunan-pasca-2015/

Konsep Sustainable Development Goals 9