Anda di halaman 1dari 1

Hemofilia adalah penyakit KOMPLIKASI TES DIAGNOSTIK PENATALAKSANAAN Kelompok 3 ( PSIK-NR IB ):

koagulasi darah kongenital


karena anak kekurangan faktor 1. Dapat terjadi perdarahan Supportive:
1. Uji skrining untuk koagulasi darah
pembekuan VIII (Hemofilia A) intrakranium
2. Infeksi oleh virus imunodefisiensi
a. Jumlah trombosit (normal 150.000-450.000 1. Christian Seto
atau faktor IX (Hemofilia B) tombosit per mm3 darah) 1. Menghindari luka
manusia sebelum diciptakan factor
Hemofilia merupakan penyakit VIII artifisial
b. Masa protombin (normal memerlukan waktu 11- 2. Merencanakan suatu
pembekuan darah kongenital 3. Kekakuan sendi
13 detik) kehendak operasi 2. Dian Mayasari
c. Masa tromboplastin parsial (meningkat,
yang disebabkan karena 4. Hematuria spontan
mengukur keadekuatan faktor koagulasi intrinsik) 3. RICE (Rest Ice
kekurangan faktor pembekuan 5. Perdarahan gastrointestinal
darah,yaitu faktor VIII dan faktor 6. Resiko tinggi AIDS akibat transfusi
d. Assays fungsional terhadap faktor VIII dan IX Compression Evaluation) 3. Fanitia Latifu
(memastikan diagnosis) 4.Pemberian kortikosteroid
IX. Faktor VIII dan faktor IX darah
e. Masa pembekuan trombin (normalnya 10-13
adalah merupakan protein 7. Nyeri bengkak, nyeri tekan yang
detik) 5. Pemberian analgetik 4. Masnuniah
plasma yang merupakan hebat, serta deformitas sendi dan otot
komponen yang diperlukan untuk yang permanen
2. Biopsi hati (kadang-kadang) digunakan untuk 6. Rehabilitasi medik
memperoleh jaringan untuk pemeriksaan patologi
pembekuan darah, factor-faktor 8. Neuropati perifer, nyeri, parestesia,
tersebut diperlukan untuk dan atrofi otot
dan kultur 5. Tubagus Raka Pratama
3. Uji fungsi faal hati (kadang-kadang) digunakan
pembentukan bekuan fibrin pada 9. Iskemia dan gangrene
untuk mendeteksi adanya penyakit hati (misalnya,
daerah trauma (Hidayat,2006). 10. Syok dan kematian
serum glutamic-piruvic transaminase [SPGT],
serum glutamic-oxaloacetic transaminase [SGOT],
fosfatase alkali, bilirubin).

WOC Hemofilia
ORANG TUA (GEN)
Hemofili / carier hemofili
(
Anak Hemofili
(defisiensi faktor pembekuan VII, IX, XI)

Trauma

Muskuloskeletal Sirkumsisi Hidung Mukosa mulut

Hemartrosis Perdarahan hebat Epitaksis Perdarahan mukosa

Inflamasi Kontraktur Tromboplastisin

Nyeri Hambatan Mobilitas Fisik

Gangguan pola tidur Spenomegali Anemia < Volume cairan

Nyeri Cardiac Output DAFTAR PUSTAKA


MK : Hambatan Mobilitas Fisik Resiko infeksi Supplay darah 1.Suddart&Brunner,2013.Keperawatan Medikal Bedah Edisi 12.Jakarta:EGC.
MK : Nyeri MK : Kekurangan volume cairan 2.HandayaniWiwik,HarribowoAndiSulistyo,2008.Asuhan Keperwatan dengan Gangguan Hematologi.
Tujuan : Menurunkan risiko kerusakan mobilitas fisik Jakarta:SalembaMedika.
Tujuan : Pasien tidak menderita nyeri atau menurunkan 3.A.JKimberly.2011.Kapita Selekta Penyakit dengan Implikasi Keperawatan Edisi 2.Jakarta:EGC.
Tujuan : klien tidak mengalami 4.Wilkinson,JudithM.2011.Buku Saku Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC,
Intervensi : intensitas atau skala nyeri yang dapat diterima anak. Penurunan Perfusi Intoleran dehidrasi atau syok
1. Elevasi dan immobilisasikan sendi selama Kriteria Hasil NOC/ Penulis Judith M.Wilkinson, Nancy R. Aherm ; Alih Bahasa, Esty Wahyuningsih; Editor
aktivitas Edisi Bahasa Indonesia, Dwi Widiarti. Ed-9.Jakarta:EGC.
episode perdarahan. Intervensi : Intervensi :
2. Latihan pasif sendi dan otot. 1. Tanyakan pada klien tetang nyeri yang diderita. Kebutuhan O2 meningkat 1. Monitoring tannda-tanda vital
3. Konsultasikan dengan ahli terapi fisik untuk 2. Kaji skala nyeri. 2. Instruksikan dan pantau anak
program latihan. 3. Evaluasi perubahan perilaku dan psikologi anak. berkaitan dengan perawatan gigi yaitu
4. Konsultasikandengan perawat kesehatan 4. Rencanakan dan awasi penggunaan analgetik. Medula oblongata menggunakan sikat gigi berbulu anak
masyarakat dan terapi fisik untuk supervisi ke 5. Jika injeksi akan dilakukan, hindari pernyataan saya 3. Kolaborasi pemberian produk
rumah. akan memberi kamu injeksi untuk nyeri. plasma sesuai indikasi
5. Kaji kebutuhan untuk manajemen nyeri. 6. Hindari pernyataan seperti obat ini cukup untuk orang
Saraf Simpatis
6. Diskusikan diet yang sesuai. nyeri. Sekarang kamu tidak membutuhkan lebih banyak
7. Support untuk ke ortopedik dalm rehabilitasi obat nyeri lagi.
sendi. 8. Hindari penggunaan placebo saat pengkajian/ MK : Intoleransi aktivitas
penatalaksanaan nyeri. Meningkatkan kontraksi jantung
Tujuan : aktifitas klien terpenuhi
Meningkatkan Pernafasan
Intervensi :
1. Kaji toleransi klien terhadap aktifitas dengan
Dispnea menggunakan parameter : nadi 20 kali per menit, TD,
Dypsnea, berkeringat, pusing
MK : Ketidakefektifan pola nafas 2. Anjurkan klien untuk melakukan permainan dan aktivitas
Ketidakefektifan pola nafas
yang ringan
Tujuan : fungsi pernafasan adekuat 3. Bantu klien untuk memilih aktifitas sesuai usia, kondisi
dan kemampuan
Intervensi : 4. Berikan periode istirahat setelah melakukan aktifitas
1. Kaji frekuensi dan irama napas, suara paru dan waktu 5. Kolaborasi dengan ahli terapis u/ pemberian terapi
timbulnya sesak. aktifitas
2. Susun jadwal bermain dan istirahat bersama orang tua
3. Beri posisi semifowler pada saat anak berbaring
4. Kolaborasi pemantauan Analisa Gas Darah (AGD)