Anda di halaman 1dari 41

1

TANDA-TANDA DALAM PENCITRAAN THORAKS

Abstrak

Tanda radiologis terkadang dapat menyerupai objek atau pola tertentu dan sering

sangat sugestif pada kelompok penyakit dengan patologis yang hampir mirip.

Kewaspadaan terhadap beberapa kemiripan dapat mengurangi daftar diagnosis

banding. Banyak tanda-tanda telah dijelaskan pada gambaran X-ray dan CT. Pada

artikel ini, kami memperlihatkan gambaran yang paling sering muncul pada foto polos

thoraks dan tanda-tanda pada CT scan. Tanda-tanda ini pada foto polos termasuk air

bronchogram sign, silhouette sign, deep sulcus sign, continuous diaphragm sign, air

crescent (meniscus) sign, golden S sign, cervicothoracic sign, Luftsichel sign,

Scimitar sign, doughnut sign, Hampton hump sign, Westermark sign, dan juxtaphrenic

peak sign, dan pada CT gloved finger sign, CT halo sign, signet ring sign, comet tail

sign, CT angiogram sign, crazy paving pattern, tree-in-bud sign, feeding vessel sign,

split pleura sign, dan reversed halo sign.

Praktek radiologis meliputi klasifikasi penyakit dengan karakteristik yang mirip

melalui tanda-tanda yang dapat dikenali. Pengetahuan dan kemampuan untuk

mengenali tanda-tanda ini dapat membantu dokter dalam mengurangi daftar diagnosis

banding dan menentukan diagnosis utama untuk pasien. Pada laporan ini, 23 hal

penting dan sering terlihat sebagai tanda-tanda radiologis ditampilkan dan dijelaskan

menggunakan gambar x-ray dada, CT scan, ilustrasi dan fotografi.


2

Foto polos

Tanda air bronchogram

Bronkus, yang dalam keadaan normal tidak terlihat, menjadi tampak sebagai hasil dari

opasifikasi parenkim paru. Percabangan tubular yang lusen dari bronkus tampak pada

paru yang mengalami opasifikasi (gambar 1a). Tanda ini menunjukan bahwa

patologinya terjadi di dalam parenkim paru tersebut (1). Tanda ini paling sering

tampak pada pneumonia dan edema pulmoner. Bentuknya yang umum dapat terlihat

pada sindrom distress nafas (2). Tanda air bronchogram menunjukan bahwa disentral

bronkus tidak terjadi obstruksi; namun, tanda ini juga dapat terlihat ketika massa

menyebabkan obstruksi parsial. Karsinoma bronchioalveolar, lymphoma, fibrosis

interstitial, perdarahan alveolar, fibrosis akibat radiasi dan sarkoidosis dapat juga

tampak dengan tanda ini (1-3). Tanda ini dapat juga terlihat pada gambar CT (gambar

1b).
3
4

Gambar 1. a-c. Tanda air bronchogram. a. X-ray dada pada pasien yang menjalani

radioterapi kanker payudara. Konsolidasi disertai air bronchogram (panah) akibat

pneumonitis karena radiasi pada lobus atas paru kanan. b. Tanda air bronchogram

pada CT scan. c. Ilustrasi tanda air bronchogram.

Tanda Silhouette

Pada X-ray dada, tidak tampaknya batas struktur anatomis yang normalnya tampak

menunjukan bahwa area disebelah garis ini terisi dengan jaringan atau material

dengan densitas yang sama (gambar 2). Tanda Silhouette merupakan tanda penting

yang mengindikasikan lokalisasi lesi (4). Contoh yang tepat adalah hilangnya batas

jantung kanan akibat atelek\tasis lobus media. Keadaan ini juga dapat terlihat pada

arkus aorta, hemidiafragma, dan batas kiri jantung.

Tanda silhouette pada hilus disebut hilum overlay sign. Tanda ini digunakan untuk

menentukan lokalisasi lesi pada regio hilus pada foto x-ray dada. Jika pembuluh darah

hilus dapat dengan jelas terlihat di dalam lesi, lesi berada baik di anterior atau
5

posterior dari hilus. Jika pembuluh darah hilus tidak dapat dibedakan dari lesi, berarti

lesi berada tepat di hilus (gambar 3) (5-7).

Gambar 2. a, b. Silhouette sign. a. X-ray dada pasien tanpa keluhan; lesi yang

menyamarkan tepi kanan jantung (panah). b. Gambaran CT menunjukan lesi kistik

(kista pericardial) (panah).

Deep sulcus sign


6

Deep sulcus sign menunjukan gambaran radiolusen yang meluas dari lateral sudut

costophrenicus ke hipokondrium (gambar 4). Tanda ini merupakan tanda yang penting

yang mengindikasikan kemungkinan adanya pneumothorax pada x-ray dada yang

diambil pada posisi supine. Ketika foto polos diambil dengan subyek dalam posisi

tegak lurus, udara bebas dikavum pleura mengumpul diruang apikolateral. Pada posisi

supine, udara terakumulasi di ruang anterior membentuk segitiga radiolusen yang

membuat batas inferior dari sudut kostophrenicus lateral menjadi terlihat jelas.
7

Gambar 3. a, b. Hilum overlay sign. a. X-ray dada pasien dengan hemoptisis

menunjukan pelebaran hilus kanan. Pembuluh darah hilus dapat terlihat di dalam lesi,

yang menunjukan bahwa lesi tidak terletak pada hilus (panah). b. CT scan paru,

massa pada lobus atas kanan (panah) dan limfe nodi pada hilus kanan.
8

Gambar 4. Deep sulcus sign dan continuous diaphragm sign. X-ray dada diambil

pada posisi supine dari pasien dengan riwayat trauma. Tampak akumulasi udara bebas

pada pleura di sinus costodiafragmatik kanan dan meluas ke hipokondrium (kepala

panah). Udara mediastinum yang berdekatan dengan tepi bawah jantung membentuk

continuous diaphragm sign dan bergabung dengan hemidiafragma (panah).

Continuous diaphragm sign

Continuous diaphragm sign terjadi sebagai hasil dari kelanjutan udara mediastinum

yang terakumulasi di batas bawah jantung pada kedua hemidiafragma (gambar 4).

Tanda ini penting untuk membedakan pneumothorax dari pneumomediastinum (7).

Air crescent (meniscus) sign

Air crescent (meniscus) sign merupakan hasil dari akumulasi udara diantara massa

atau nodul dan parenkim paru normal (gambar 5). Tanda ini paling sering dijumpai

pada pasien neutropenic dengan aspergillosis. Pada aspergillosis invasif, kira-kira 2

minggu setelah onset infeksi, jumlah neutrophil meningkat dan memisahkan jaringan
9

nekrotik dari parenkim paru normal. Area terpisah ini akan terisi udara, yang

memberikan tanda air crescent. Pada pasien dengan kelemahan sistem imun, tanda ini

sangat sugestif terhadap adanya aspergillosis invasif. Penyebab lain dari air crescent

sign adalah bola fungus intrakavitas (mycetoma), kista hydatid dengan keterlibatan

bronkial, hematoma, abses, pneumonia nekrotis, kista bronkiektasis yang terisi

dengan sumbatan mukus dan papillomatosis (2,9). Kolonisasi saprofit dari spesies

aspergillus di dalam kavitas sebelumnya terbentuk akibat sarkoidosis dan tuberkulosis

menyebabkan pembentukan bola fungus intrakavitas. Udara diantara dinding kavitas

dan bola fungus dapat juga menyebabkan air crescent sign. Imunitas host yang

normal dan dalam periode yang lama, sering tahunan, yang diperlukan untuk

pembentukan bola dapat membantu dalam membedakan kondisi ini dari aspergillosis

invasif. Pergerakan bola bersamaan dengan pergerakan pasien membantu

membedakannya dari masa malignan yang menempel di dinding (2).


10

Gambar 5. a, b. Air-crescent sign. a. X-ray dada pada pasien dengan aspergillosis

invasif; tampak bentukan seperti bulan sabit berdensitas udara disekeliling area

konsolidasi (panah). b. bulan sabit.

Golden sign

Golden sign dijumpai ketika terjadi atelektasis pada lobus kanan atas akibat massa

yang terletak disentral. Fisura minor bermigrasi ke superior, dan bentuk huruf S

terbalik terbentuk pada massa (gambar 6). Pergeseran ke arah superior, lateral dan

bagian konkaf dari bentuk S dibentuk oleh fisura minor, sementara bagian konvex

inferior dan medial dibentuk oleh tepi massa. Tanda ini merupakan tanda penting yang

mengindikasikan adanya massa sentral yang menyumbat bronkus. Tanda ini dapat

terllihat pada setiap lobus, meskipun telah dijelaskan sebelumnya tanda ini terdapat

pada lobus kanan atas (10).


11

Gambar 6. a, b. Golden (reverse S) sign. a. X-ray dada pasien dengan massa yang

berlokasi di sentral. Gambaran reverse S sign akibat atelektasis lobus atas kanan.

Bagian lateral dari bentuk S dibentuk oleh fisura minor yang bergeser kearah

superior dan bagian medial oleh masa (panah). b. Golden S.

Cervicothoracic sign

Cervicothoracic sign digunakan untuk mendeskripsikan lokasi lesi pada saluran

masuk kavum thorax. Pada ruang anatomis ini, bagian posterior apikal paru berlokasi

lebih superior dari pada bagian anterior (gambar 7). Untuk alasan ini, lesi secara jelas

terlihat diatas klavikula pada tampilan depan harus terletak dibagian posterior dan

seluruhnya berada di dalam thorax. Jika batas atas dari lesi tersembunyi dibawah

klavikula, massa ini berlokasi di anterior mediastinum (7). Batasnya tidak terlukis

jelas karena lesi jauh dari udara yang mengisi paru dan disana terdapat jaringan lunak

servikal pada posisi ini (7).


12
13

Gambar 7. a, b. Cervicothoracic sign. a. Radiografi dada frontal menunjukan adanya

massa dengan jelas tampak batas atas terletak lebih rendah dari klavikula, yang

menunjukan lokasi di posterior mediastinum (panah). b. Gambaran Magnetic

Resonance Imaging dengan T1-Weighted potongan koronal pada pasien yang sama.

Massa mediastinal bagian posterior kiri terbukti sebagai ganglioneuroma pada

pemeriksaan biopsi.

Luftsichel sign

Kata Luftsichel dalam bahasa Jerman berarti air crescent (udara berbentuk bulan

sabit). Tanda ini dijumpai pada kolaps lobus kiri atas yang berat. Akibat tidak

adanya fisura minor pada sisi kiri, lobus atas kolaps menyebabkan bergesernya posisi

fisura mayor kearah vertikal dan anterior dan pergeseran ke arah medial. Segmen

superior pada lobus kiri bawah bergeser ke superior dan anterior antara arkus aorta

dan lobus yang mengalami atelektasis. Bentukan radiolusen seperti bulan sabit

disekitar arkus aorta disebut sebagai Luftsichel sign (gambar 8) (7, 11).
14

Gambar 8. Luftsichel sign. Pasien dengan massa yang terlokasi di bagian kiri paru.

Radiografi dada frontal menunjukan hilangnya volume paru akibat atelektasis lobus

kiri atas dan bentukan radiolusen menyerupai bulan sabit disekitar arkus aorta,

dibentuk oleh segmen atas dari lobus kiri bawah (panah).

Scimitar sign

Scimitar sign menandakan adanya anomali aliran balik vena dari vena pulmonar

kanan bawah (total atau segmental) langsung ke vena hepatika, vena porta atau vena

cava inferior. Opasitas yang berbentuk tubular meluas kearah diafragma sepanjang

sisi kanan jantung yang terlihat pada gambar (gambar 9). Vena pulmonar yang

abnormal mirip dengan pedang Turki yang disebut pala. Scimitar sign

berhubungan dengan sindrom paru hipogenetik kongenital (Scimitar syndrome) (12).


15

Gambar 9. a, b. Scimitar sign. a. Radiografi frontal pada pasien dengan hypogenetic

lung syndrome. Vena pulmoner inferior yang abnormal tampak sebagaimana opasitas

tubular sejajar dengan tepi kanan jantung (panah). b. Scimitar.

Doughnut sign

Doughnut sign terjadi ketika terjadi limfadenomegaly mediastinal dibelakang bronkus

intermedius di regio subcarina (7, 12, 13). Limfadenopati tampak sebagai densitas

berbentuk lobulus pada foto radiografi lateral (gambar 10) (12, 14).
16

Gambar 10. a, b. Doughnut sign. a. Radiografi dada lateral menunjukan pelebaran

limfe nodi pada kedua hilus dan regio subkarina. Pola tersebut terbentuk oleh area

radiolusen pada bagian sentral dan oleh opasitas sekelilingnya karena limfe nodi. b.

Doughnut.

Hampton hump sign


17

Hampton hump sign terjadi dalam 2 hari sebagai hasil dari nekrosis dinding alveolar

yang menyertai perdarahan alveolar akibat infark pulmoner (7). Tanda ini berbentuk

seperti baji, konsolidasi di dasar pleura dengan apeks yang konvex dan bulat

mengarah ke hilus (gambar 11). Tanda ini pertama kali dijelaskan oleh Aubrey Otis

Hampton (7). Tanda ini biasanya dijumpai dilobus bawah dan sembuh dengan

pembentukan jaringan parut.


18

Gambar 11. a, b. Hampton hump sign. a. X-ray dada pasien dengan emboli paru

tampak terletak di perifer, berbentuk baji, opasitas homogen sesuai dengan area infark

(panah). b. Punggung unta.

Westermark sign

Westermark sign menjelaskan adanya penurunan vaskularisasi pada paru perifer

akibat obstruksi mekanik atau refleks vasokonstriksi pada emboli paru (oligemia).

Tanda ini pertama kali dijelaskan oleh Neil Westermark (7). Tampak peningkatan

translusi pada radiografi frontal (gambar 12) (7).


19

Gambar 12. Westermask sign. Radiografi frontal pada pasien dengan emboli paru,

menunjukan peningkatan radiolusensi di zona atas dan tengah paru kiri akibat

berkurangnya vaskularisasi.

Juxtaphrenic peak sign

Juxtaphrenic peak sign, yang terjadi pada atelektasis lobus atas, menjelaskan adanya

proyeksi opasitas segitiga dibagian superior pada pertengahan medial diafragma

(gambar 13). Tanda ini paling sering berhubungan dengan adanya fisura aksesoris

inferior (7). Mekanismenya masih belum diketahui secara pasti; berdasarkan pada

satu teori, tekanan negatif pada atelektasis lobus atas menyebabkan retraksi ke atas

pleura visceral, dan penonjolan lemak ekstrapleural ke dalam lekukan fisura (15).

Tanda juxtaphrenic dapat juga terlihat pada kombinasi hilangnya volume lobus kanan

atas dan lobus tengah atau bahkan pada kolaps lobus tengah saja.
20

Gambar 13. Juxtaphrenic peak sign. Radiografi frontal pada pasien dengan

atelektasis lobus kanan atas (kepala panah), pergeseran kearah superior dari

diafragma kanan dan adanya peak/puncak di bagian tengah (panah).

Computed tomography

Halo sign pada CT

Halo sign pada CT menunjukan adanya area ground glass yang halus mengelilingi

nodul pulmoner atau massa pada gambaran CT (gambar 14). Gambaran ini paling

sering terlihat pada stadium awal aspergillosis invasif pada pasien dengan daya tahan

imun rendah. Halo sign pada CT juga telah dijelaskan pada pasien dengan pneumonia

eosinofilik, Bronchiolitis Obliterans Organizing Pneumonia (BOOP), kandidiasis,

Wegener granulomatosis, karsinoma bronkeoalveolar, dan limfoma (16-19).

Pembentukan halo sign bervariasi tergantung penyakitnya. Perdarahan alveolar pada


21

aspergillosis dan/atau infiltrasi tumor pada dinding bronkial pada karsinoma

bronkoalveolar diduga sebagai penyebab adanya tanda ini (16-19).

Gambar 14. a, b. CT halo sign. a. Aspergilosis invasif pada pasien dengan leukemia

akut: gambaran CT memperlihatkan halo sign (panah). b. Matahari terbit.


22

Gloved Finger sign

Tanda ini dicirikan oleh adanya percabangan tubuler atau jaringan densitas lembut

seperti tangan (gambar 15). Gambaran ini terbentuk dari terisinya bronkus yang

berdilatasi dengan mukus (impaksi mukus). Pada gambaran CT, bronkus yang terisi

mukus terlihat sebagai bentukan berdensitas seperti huruf Y- atau V- (20-21). Setiap

lesi obstruksi dapat menyebabkan bronkiektasis pada bagian distalnya dan terisi

mukus. Neoplasma jinak atau maligna, atresia bronkial kongenital, bronkiolithiasis,

striktur tuberkulosis, sequesterasi intralobar, kista bronkogenik intrapulmoner, dan

aspirasi benda asing dapat menyebabkan impaksi mukoid pada bronkus. Allergic

bronchopulmonary aspergillosis (ABPA), asma, dan kistik fibrosis dapat membentuk

tanda ini tanpa adanya obstruksi. Pada asma dan asma dengan ABPA, terjadi

peningkatan hipersensitivitas jalan nafas dan produksi mukus. Dan juga, pada ABPA,

penyebab impaksi bronkial adalah proliferasi saprofitik dari organisme aspergillus

didalam bronkus yang berdilatasi. Pada kistik fibrosis, penyebab impaksi mukoid

adalah gangguan kerja siliar dan sekresi abnormal yang tebal (20, 21).
23
24

Gambar 15. a-c. Gloved finger sign. a, b. Gambaran CT pada pasien dengan kanker

paru, memperlihatkan bronkus yang terisi mukus. c. Sarung tangan.

Signet ring sign

Normalnya, diameter bronkus sama dengan diameter arteri pulmonar yang berdekatan

(rasio bronkoarterial = 1). Tanda signet ring terjadi ketika rasio bronkoarterial

meningkat (7) (gambar 16). Tanda ini biasanya terlihat pada pasien dengan

bronkiektasis atau dilatasi bronkial abnormal yang ireversibel (7). Tanda signet ring

dapat terlihat pada bagian paru manapun. Tanda ini merupakan tanda tambahan yang

dapat membantu membedakan bronkiektasis dari lesi kistik paru lainnya (22). Temuan

lainnya misalnya penebalan peribronkial, kurang lancipnya bronkial, dan tampaknya

bronkus dalam 1 cm pada pleura adalah temuan yang juga ikut berperan untuk

konfirmasi diagnosis (7).


25
26

Gambar 16. a, b. Signet ring sign. a. Pasien dengan bronkiektasis dan arteri

pulmonar terdekat tampak pada lobus kiri bawah (panah). b. Cincin signet.

Comet tail sign

Tanda comet tail merujuk kepada opasitas yang berbentuk melengkung yang meluas

dari massa subpleural ke dalam hilus. Terdapat distorsi pembuluh darah dan bronkus

yang membentuk area atelektasis didekatnya. Tanda ini merupakan gambaran khas

adanya atetelektasis berbentuk melingkar (gambar 17).

Penebalan pleura terdekat merupakan temuan penting. Terjadi kehilangan volume

pada lobus yang terkena. Namun, terdapat dua hipotesis mengenai pembentukan

atelektasis melingkar: efusi pleura sebelumnya yang menyebabkan atelektasis lokal

pada paru terdekat dan pleuritis lokal yang disebabkan oleh iritasi seperti asbes,

tuberkulosis, pleuritis non-spesifik atau Dressler syndrome (23). Seperti halnya pada

jenis atelektasis lainnya, bertambahnya gambaran homogenus setelah pemberian

kontras intravena. Atelektasis bulat terkadang tidak dapat dibedakan dari kanker paru

perifer. Biopsi diindikasikan pada kasus yang meragukan (23).


27
28

Gambar 17. a, b. Comet tail sign. a. Gambaran CT posisi tengkurap pada pasien

dengan riwayat pleuritis tuberkulosis. Tampak atelektasis subpleural (panah) dan

struktur bronkovaskular yang meluas keluar hilus (kepala panah).

CT angiogram sign

CT angiogram sign terjadi dari penambahan pembuluh darah pulmoner oleh adanya

konsolidasi homogen dengan atenuasi rendah pada parenkim paru yang relatif

terhadap otot-otot dinding dada bagian mediastinum (gambar 18). Tanda ini telah

dijelaskan dalam bentuk lobar pada karsinoma sel bronkoalveolar (17,24). Penyebab

lain yang penting dari CT angiogram sign adalah pneumonia. Area dengan atenuasi

rendah telah diduga sebagai hasil dari produksi mukus oleh sel-sel tumor. CT

angiogram sign juga telah dilaporkan pada edema pulmoner, pneumonitis obstruktif

akibat tumor paru sentral, limfoma, dan metastasis dari karsinoma gastrointestinal

(25, 26).
29

Gambar 18. CT angiogram sign. Pasien dengan karsinoma bronkoalveolar. Tampak

gambaran penambahan pembuluh darah pulmoner dengan massa atenuasi rendah.

Crazy paving pattern

Crazy paving pattern terdiri dari atenuasi ground-glass yang menyebar atau difus

dengan disertai penebalan septal interlobar dan garis intralobular (gambar 19) (27-29).

Tanda ini pada mulanya dijelaskan pada kasus proteinosis alveolar (30). Pada

proteinosis alveolar, dan atenuasi ground-glass menunjukan material intraalveolar

densitas rendah (glikoprotein), dimana atenuasi retikular tambahan karena infiltrasi

sel-sel inflamasi pada interstisial (29). Temuan ini dapat disebabkan oleh pneumonia

pneumocystis carinii, karsinoma bronkoalveolar musinus, proteinosis alveolar paru,

sarkoidosis, pneumonia interstitial non-spesifik, organizing pneumonia, pneumonia


30

lipoid eksogenus, Adult Respiratory Distress Syndrome, dan sindroma perdarahan

pulmonary (27-28).
31
32

Gambar 19. a, b. Crazy paving pattern. a. Pasien dengan situs inversus dan

Kartagener sindrom memperlihatkan atenuasi ground-glass yang difus dengan

penambahan ketebalan septal interlobar dan garis intralobar pada kedua sisi paru.

Penyebab penyakit parenkim difus pada pasien ini adalah proteinosis alveolar. b. Batu

paving.

Tree-in-bud-sign

Pola tree-in-bud dicirikan oleh adanya nodul sentrilobular multipel yang terkait

dengan struktur percabangan linier multipel dengan kaliber yang mirip yang berasal

dari satu tangkai (gambar 20). Pola ini merupakan temuan dari penyakit jalan nafas

kecil. Pada awalnya, tanda ini dijelaskan pada kasus penyebaran Mycobacterium

tuberculosis transbronkial (31). Hal ini telah dilaporkan secara berkelanjutan sebagai

manifestasi dari berbagai bentuk. Bentukan ini termasuk penyakit jalan nafas perifer

seperti infeksi (bakterial, fungi, viral, atau parasit), kelainan kongenital, kelainan
33

idiopatik (bronkiolitis obliteratif, panbronkiolitis), aspirasi atau inhalasi benda asing,

kelainan imunologis, kelainan jaringan ikat, dan penyakit vaskular (terutama tumor

mikroembolisme) (7, 32-34).


34
35

Gambar 20. a, b. Tree-in-bud pattern. a. Pasien dengan tuberkulosis: tampak nodul-

nodul sentrilobular kecil yang berhubungan dengan struktur percabangan linier

multipel. b. Pohon dengan tunasnya.

Feeding vessel sign

Feeding vessel sign terdiri dari perbedaan pembuluh darah yang mengarah langsung

ke nodul atau massa (gambar 21). Tanda ini telah dinyatakan sebagai sugestif tinggi

dari embolisme septik dan sering terjadi pada metastase pulmonar dan fistula

arteriovenosus. Tanda ini jarang terlihat pada kanker paru dan granuloma (16, 35).
36

Gambar 21. Feeding vessel sign. Pasien dengan karsinoma bronkial. Tampak arteri

pulmoner yang langsung menuju kearah massa.

Split pleura sign

Split pleura sign ditandai dengan penebalan lapisan pleura yang dipisahkan oleh

cairan (gambar 22). Tanda ini ditemukan secara primer pada empyema, dan tanda ini

membantu untuk membedakan dari abses. Tanda ini juga sering tampak pada

hemothorax dan talc pleurodesis (20, 36).


37

Gambar 22. Split pleura sign. Pasien dengan empyema. Pleura viseral dan parietal

menebal dan terpisah karena adanya cairan.

Reversed halo sign

Reversed halo sign (atoll sign) dijelaskan sebagai area fokal bulat dari atenuasi

ground-glass dan konsolidasi dari ruang udara disekitarnya dalam bentuk bulan sabit

atau berbentuk cincin (37). Kim et al. merupakan orang pertama yang menjelaskan

bahwa tampilan CT khusus ini sebagai reversed halo sign.

Tanda ini dinyatakan sebagai opasitas ground-glass sentral yang dikelilingi oleh

konsolidasi yang lebih padat yang berbentuk seperti bulan sabit (membentuk lebih

dari 3 perempat lingkaran) atau cincin (membentuk lingkaran penuh) yang paling

tidak memilki ketebalan 2 mm (38, 39) (gambar 23). Reversed halo sign pada CT

tampak secara relatif lebih spesifik untuk diagnosis kriptogenik organizing pneumonia
38

(38). Tanda ini juga dilaporkan pada granulomatosis limfomatoid, sarkoidosis,

paracoccidioidomyocosis pulmoner dan infeksi jamur pada paru lainnya (38-42).

Voloudaki et al. melaporkan bahwa opasitas ground-glass sentral sesuai secara

histopatologis dengan area inflamasi septal alveolar (infiltrat inflamatori pada septum

alveolar dengan makrofag, limfosit, sel-sel plasma dan beberapa sel raksasa, dengan

relatif mempertahankan ruang alveolar) dan debris seluler dan konsolidasi pada ruang

udara perifer yang berbentuk lingkaran atau bulan sabit yang berhubungan dengan

area organizing pneumonia didalam duktus alveolar (37, 41).


39
40
41

Gambar 23. a-c. Reversed halo sign. a. Gambaran CT dengan tampilan paru pasien

dengan infeksi jamur paru invasif; CT resolusi tinggi memperlihatkan reversed halo

sign (misalnya, opasitas ground-glass sentral dan konsolidasi ruang udara

disekitarnya dengan bentuk seperti bulan sabit dan bentuk cincin). b. Gambaran CT

mediastinum dengan level yang sama. c. Bentuk halo terbalik pada bunga daisy.

Anda mungkin juga menyukai