Anda di halaman 1dari 91

INFLASI

KOTA TERNATE
2016
o.id
.g
ps
.b
ut
al
//m
s:
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


PROVINSI MALUKU UTARA
ht
tp
s:
//m
al
ut
.b
ps.
go
.id
Katalog BPS : 82540.1702
Nomor Publikasi : 7102013

.id
Ukuran Buku : 14,8 cm x 21 cm

go
Jumlah Halaman : vii + 78 halaman
s.
Naskah :
p
.b

Seksi Statistik Harga Konsumen dan Perdagangan Besar


ut

Penyunting :
al

Seksi Statistik Harga Konsumen dan Perdagangan Besar


//m

Gambar Kulit :
Seksi Statistik Harga Konsumen dan Perdagangan Besar
s:
tp

Diterbitkan oleh :
ht

BPS Provinsi Maluku Utara, 2017

Dicetak oleh :

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya


KATA PENGANTAR

Inflasi Kota Ternate 2016 ini merupakan salah satu publikasi tahunan yang
diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara secara series setiap
tahun. Publikasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang
rata-rata tingkat perkembangan harga berbagai jenis komoditas barang/jasa di Kota
Ternate.
Data yang disajikan dalam publikasi ini selain memuat angka inflasi bulanan,

.id
juga memuat laju inflasi, angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dan andil/sumbangan

go
inflasi. Data-data tersebut dirinci menurut kelompok dan subkelompok
pengeluaran, menurut bulan dan beberapa series tahun sebelumnya. Selain
s.
menyajikan angka inflasi Kota Ternate, terdapat pula data Inflasi Nasional serta
p
.b

data 82 (delapan puluh dua) kota IHK termasuk kota IHK di Kawasan Timur
ut

Indonesia.
al

Apresiasi kami sampaikan kepada semua pihak yang membantu dalam


//m

penyusunan publikasi ini terutama semua petugas pencacah Survei Harga


Konsumen (SHK) serta para responden yang bersedia meluangkan waktunya dalam
s:

memberikan data kepada petugas pencacah hingga data yang diperoleh akurat dan
tp

terpercaya. Kepada para konsumen data, diharapkan saran dan kritik yang bersifat
ht

membangun demi penyempurnaan publikasi selanjutnya.

Ternate, April 2017


Kepala Badan Pusat Statistik
Provinsi Maluku Utara

Drs. Misfaruddin, M.Si

iii
DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ....... iii

Daftar Isi ............. iv

Daftar Gambar ...... vi

Daftar Tabel .......... vii

I. Pendahuluan ......... 1

.id
1.1. Latar Belakang ......... 1

go
II. Metodologi ............. 7
s.
2.1. Pengumpulan Data Harga Konsumen .......... 7
p
.b

2.2. Rancangan Sampling ....... 7


ut

2.3. Pemilihan Kota ...... 7


al

Pemilihan Pasar ........


//m

2.4. 8

2.5. Pemilihan Responden ......... 9


s:
tp

2.6. Pemilihan Jenis Barang (Komoditi) ....... 10


ht

2.7. Pemilihan Kualitas/Merk Setiap Jenis Barang/Jasa ........ 11

2.8. Jenis Kuesioner/Daftar ........ 11

2.9. Waktu Pencacahan/Observasi ....... 15

III. Konsep dan Definisi ........ 17

3.1. Inflasi .......... 17

3.2. Deflasi ......... 18

3.3. Harga Konsumen ... 18

iv
3.4. Satuan .. 19

3.5. Jenis Barang dan Jasa . 19

3.6. Kualitas/Merek Barang . 20

3.7. Pasar 20

3.8. Pedagang Eceran .. 21

3.9. Relatif Harga .. 21

3.10. Nilai Konsumsi .. 21

3.11. Diagram Timbang . 22

.id
IV. Pembahasan ................................. 23

go
4.1 Indeks Harga Konsumen ...
s. 25
p
4.2 Laju Inflasi .... 27
.b

Lampiran Tabel-Tabel ................................... 33


ut
al
//m
s:
tp
ht

v
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Ternate 26

Menurut Kelompok Pengeluaran, Tahun 2016 .......

Gambar 2. Perkembangan Inflasi Kota Ternate Menurut Bulan, 28

Tahun 2016 .....................................................

Gambar 3. Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok 29

.id
Pengeluaran, Tahun 2016 .......................................

go
Gambar 4. Andil Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok 29
s.
Pengeluaran, Tahun 2016 .
p
.b

Gambar 5. Laju Inflasi Kota IHK di Kawasan Timur Indonesia 32


ut

(%), Tahun 2016 .


al
//m
s:
tp
ht

vi
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Perbandingan Inflasi dan Andil Inflasi Kota Ternate

Menurut Kelompok Pengeluaran Tahun 2015-2016 31

Tabel 2. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kota Ternate

Menurut Kelompok Pengeluaran dan Bulan

(2012=100) Tahun 2016 .................................... 33

.id
Tabel 3. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kota Ternate

go
dan Nasional Menurut Bulan (2012=100)

Tahun 2016
p s. 69
.b

Tabel 4. Inflasi Kota Ternate dan Nasional Menurut Bulan


ut

(2012=100) Tahun 2015 2016 .... 70


al

Tabel 5. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Gabungan 82


//m

Kota dan Nasional (2012=100) Tahun 2015 - 2016 71


s:

Tabel 6. Andil/Sumbangan Inflasi Kota Ternate Menurut


tp
ht

Bulan, Tahun 2016 ................................................. 75

vii
ht
tp
s:
//m
al
ut
.b
ps
.g
o .id
PENDAHULUAN
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sebagai suatu fenomena ekonomi, inflasi perlu mendapat


perhatian untuk dikendalikan karena kenaikan harga-harga secara
umum dan terus menerus dapat berdampak bagi perekonomian
secara luas dan juga kepada masyarakat sebagai konsumen dari

.id
barang dan jasa.

go
Untuk mengukur tingkat inflasi pada suatu kota, Badan Pusat
Statistik (BPS) menggunakan metode Indeks Harga Konsumen (IHK)
s.
p
yaitu dengan menghitung besarnya perubahan IHK suatu bulan
.b

tertentu terhadap bulan sebelumnya dalam bentuk persentase.


ut

IHK menggambarkan perubahan harga secara umum dari


al

sejumlah (paket) komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga di


//m

daerah perkotaan. Paket komoditas yang digunakan dalam


s:

menyusun IHK diperoleh dari survei pengeluaran rumah tangga


tp

yang biasa disebut Survei Biaya Hidup (SBH).


ht

Sejarah penghitungan laju inflasi di Indonesia diawali dengan


apa yang disebut Indeks Biaya Hidup (IBH). IBH digunakan di
Indonesia sebagai indikator inflasi sejak tahun 1950-an. IBH dihitung
berdasaarkan perkembangan harga-harga kebutuhan rumahtangga
di Jakarta yang berdasarkan paket komoditas sebanyak 62 jenis
barang dan jasa hasil Survei Biaya Hidup yang dilaksanakan tahun
1957-1958. IBH Jakarta dengan dasar (Maret 1957 - Februari 1958)

1
= 100 dihitung dan digunakan sebagai indikator adanya laju inflasi
hingga maret 1979.
Mulai april 1979, IBH diganti dengan Indeks Harga Konsumen
(IHK) yang dihitung berdasarkan paket komoditas (sekitar 100-110
jenis barang/jasa) hasil SBH yang dilaksanakan di 17 ibukota
Provinsi. IHK tersebut dihitung dengan dasar (April 1977 - Maret
1978) = 100. Ketujuh belas ibukota Provinsi tersebut adalah Medan,
Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta,
Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado,

.id
Pontianak, Banjarmasin, Ambon, Jayapura.

go
BPS selalu berusaha meningkatkan kecermatan, ketetapan
s.
maupun representativeness data yang disajikan. Pada tahun
p
.b

1988/1989 BPS menyelenggarakan SBH di seluruh ibukota Provinsi


ut

di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memperoleh diagram


al

timbangan (paket komoditas) baru untuk memperbaharui


//m

penghitungan IHK 17 kota. IHK dengan dasar (April 1988 - Maret


s:

1989) = 100, mulai digunakan sejak April 1990. IHK tersebut


tp

mencakup seluruh 27 ibukota Provinsi dengan paket komoditas


ht

sekitar 200-224 jenis barang dan jasa.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dasawarsa tahun
90-an yang begitu pesat berdampak pada pendapatan perkapita
masyrakat yang meningkat cukup dratis sehingga mengakibatkan
pola kunsumsi rumahtangga hasil SBH 1988/1989 tersebut telah
berubah. Oleh karena itu BPS memandang perlu untuk mengadakan
SBH baru guna mempengaruhi perhitungan IHK, yaitu dengan

2
melaksanakan Survei Biaya Hidup selama tahun 1996 dan disebut
SBH96.
Sejak tahun 1998 perhitungan IHK Kota Ternate dan 43 kota
lainnya di Indonesia menggunakan tahun dasar 1996 (hasil Survei
Biaya Hidup/SBH Tahun 1996 di 43 kota), dimana perhitungan IHK
Kota Ternate pada tahun
Penghitungan IHK sebelumnya menggunakan
Kota Ternate tahun dasar 1988/1989 (SBH
berdasarkan 397 1988/1989 di 27 Ibu Kota

.id
komoditas Provinsi).

go
s. Pada tahun 1998, di
Indonesia mengalami krisis moneter dan ekonomi yang mendorong
p
.b

terjadinya kenaikan harga harga barang dan jasa yang cukup tinggi
ut

dan secara langsung berdampak pada perubahan pola konsumsi


al

serta biaya hidup masyarakat yang cukup signifikan. Disamping itu


//m

selama kurun waktu enam tahun sejak 1996 telah terjadi


s:

perkembangan jenis dan kualitas barang terutama jasa yang cukup


tp

pesat. Demikian juga terjadi perubahan pasar, outlet, supermarket


ht

dan lain-lain serta terbentuknya dua Provinsi baru yaitu Provinsi


Gorontalo dan Provinsi Bangka Belitung menjadikan IHK tahun dasar
1996 sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan
sekarang secara tepat.
Bertolak dari pemikiran di atas dan adanya rekomendasi dari
ESCAP serta ILO agar negara negara anggotanya melakukan revisi
diagram timbang dan paket komoditas IHK yang digunakan setiap
lima tahun sekali, maka dilakukan Survei Biaya Hidup 2002. SBH

3
2002 dilaksanakan di 45 kota, yaitu 43 kota yang tercakup dalam
SBH 96 dan dua ibukota Provinsi baru, yaitu Pangkal Pinang dan
Gorontalo. SBH 2002 hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban
area) dan mencakup 70.000 rumahtangga.
Pengukuran laju inflasi dengan menggunakan tahun dasar
baru tersebut, IHK (2002 = 100) mulai digunakan sejak Januari 2004.
Dalam penyajian IHK 2002 jumlah kelompok/sub kelompok yang
disajikan tetap terdiri dari 7 (tujuh) kelompok namun sub
kelompoknya bertambah menjadi 35 sub kelompok.

.id
Berbagai macam bencana, peristiwa ekonomi, politik, gejolak

go
masyarakat, dan perubahan harga barang/jasa yang cukup besar
s.
selama beberapa tahun terakhir mengakibatkan perubahan pola
p
.b

konsumsi masyarakat yang signifikan. Oleh karena itu, tersedianya


ut

data pola konsumsi terkini sebagai bahan dasar penyusunan indeks


al

harga konsumen dan inflasi yang lebih baik menjadi kebutuhan yang
//m

tidak dapat ditunda.


s:

Paket komoditas (Commodity basket) dan diagram timbang


tp

hasil SBH 2002 yang digunakan dalam penghitungan Indeks Harga


ht

Konsumen (IHK), sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan


keadaan sekarang secara tepat yang diakibatkan oleh perubahan-
perubahan tersebut. Oleh karena itu, Survei Biaya Hidup 2007
(SBH2007) yang keseluruhan kegiatan berlangsung selama tahun
2006-2008, telah dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan
tersebut.
Perubahan pola konsumsi maupun biaya hidup masyarakat,
antara lain disebabkan oleh beberapa faktor seperti: perubahan

4
pendapatan masyarakat, perubahan pola penawaran dan
permintaan barang/jasa, perubahan kualitas dan kuantitas
barang/jasa, serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat.
Kejadian di atas mampu mengubah pola pendapatan masyarakat
yang berkaitan erat dengan pola konsumsi masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diadakan Survei Biaya
Hidup pada tahun 2012 untuk memperbaharui paket komoditas dan
diagram timbang yang telah berumur 5 tahun, yaitu Survei Biaya
Hidup tahun 2007 (SBH 2007). SBH 2007 dilaksanakan di 66 kota

.id
yang dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan sampel

go
sebanyak 115.830 rumah tangga. s.
Adapun pengukuran laju inflasi dengan menggunakan tahun
p
.b

dasar baru yaitu IHK (2007 = 100) mulai digunakan sejak Juni 2008.
ut

Dalam penyajian IHK 2007 jumlah kelompok/sub kelompok yang


al

disajikan tetap terdiri dari 7 (tujuh) kelompok dan 35 sub kelompok.


//m

Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia


s:

menggunakan IHK tahun dasar 2012 = 100. Ada beberapa


tp

perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012 =


ht

100) dibandingkan IHK lama (2007 = 100), khususnya mengenai


cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan
tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang
dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar
utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus
mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat
dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

5
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33
ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66
kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota
baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area)
dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel
rumah tangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara
triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat
34.020 sampel rumah tangga.

.id
BPS akan kembali mengadakan
SBH pada tahun 2018 go
p s.
.b
ut

Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 859


al

komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462


//m

komoditas, dan yang paling sedikit di Singaraja sebanyak 225


s:

komoditas. Jumlah paket komoditas kelompok inflasi inti (core)


tp

sebanyak 751 komoditas, kelompok inflasi harga yang diatur


ht

pemerintah (administered prices) sebanyak 23 komoditas, dan


kelompok inflasi bergejolak (volatile) sebanyak 85 komoditas.
Sedangkan paket komoditas Kota Ternate hasil SBH 2012 sebanyak
397 komoditas, yang terdiri 148 komoditas kelompok makanan dan
249 komoditas kelompok non makanan.

6
ht
tp
s:
//m
al
ut
.b
ps
.g
o.id
METODOLOGI
II. METODOLOGI

2.1. Pengumpulan Data Harga Konsumen

Pengumpulan data Harga Konsumen (HK) berdasarkan hasil


SBH2012 dilaksanakan di 82 kota di Indonesia. Pencacahan
dilakukan di lokasi pasar tradisional, swalayan dan outlet terpilih di
kota bersangkutan dan sekitarnya. Sasaran pencacahan data harga
adalah responden atau pedagang eceran terpilih. Cakupan materi

.id
pencacahan meliputi jenis barang/jasa dengan kualitas yang

go
umumnya banyak dikonsumsi masyarakat di kota bersangkutan.
s.
p
2.2. Rancangan Sampling
.b
ut

Rancangan sampling yang digunakan dalam penghitungan


al

IHK mulai dari pemilihan kota, pasar, responden, komoditi dan


//m

kualitas, umumnya dilakukan secara purposif. Namun, hasil dari


s:

penggunaan metode tersebut dapat dipertanggungjawabkan.


tp
ht

2.3. Pemilihan Kota

Penghitungan IHK dilaksanakan di 82 kota (33 ibukota


propinsi dan 49 kabupaten/kota). Terpilihnya kota-kota itu
dikarenakan tingkat pembangunan dibidang perekonomian relatif
pesat apabila dibandingkan dengan kota-kota lainnya. IHK sangat
dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan harga konsumen
yang mempengaruhi kehidupan penduduk di suatu kota.

7
2.4. Pemilihan Pasar

Lokasi pemantauan data harga konsumen adalah pasar


tradisional, pasar swalayan dan outlet. Hal ini dikarenakan, pada
hasil SBH2012 dinyatakan bahwa sebagian masyarakat perkotaan
berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar tradisional, pasar
swalayan dan outlet.
Beberapa kriteria pasar sebagai lokasi pemantauan data HK
adalah sebagai berikut :

.id
a. Relatif besar, dan oleh masyarakat setempat dipakai sebagai

go
patokan atau pembanding baik dari segi harga, komoditi dan
s.
kualitas/merk dari pasar lainnya di kota bersangkutan.
p
b. Terletak di daerah kota.
.b
ut

c. Dapat ditemui berbagai komoditas pada lokasi tersebut.


al

d. Banyak masyarakat berbelanja pada lokasi tersebut.


//m

e. Memiliki rentang waktu ramai yang panjang untuk kegiatan


perbelanjaannya.
s:
tp

Pada pelaksanaan SBH2012, kriteria di atas digunakan


ht

sebagai pemilihan pasar lokasi pemantauan data HK. Tetapi apabila


pasar terpilih di kota bersangkutan telah berubah menurut kriteria
di atas, dan dianggap perlu dilakukan penggantian atau
penambahan, maka akan segera diusulkan ke Pusat untuk dilakukan
penggantian ataupun penambahan lokasi pasar yang akan dipantau.

8
2.5. Pemilihan Responden

Responden data HK adalah pedagang yang menjual


barang/jasa kebutuhan rumahtangga secara eceran. Berdasarkan
pemantauan data harga menurut jenis barang/jasa dalam paket
komoditas IHK, sebagian besar barang/jasa tersebut dapat dijumpai
di pasar tradisional, sehingga responden yang dipilih adalah
pedagang eceran yang berlokasi di pasar tradisional. Meski
demikian, terdapat beberapa komoditi yang pemantauan harganya

.id
tidak berlokasi di pasar, seperti toko bahan bangunan, emas, alat-

go
alat elektronik, alat-alat rumahtangga, suku cadang kendaraan,
s.
penjual kendaraan bermotor, bahan pelumas dan rumah makan/
p
warung/restoran.
.b
ut

Selain pedagang eceran, yang menjadi responden data HK


al

adalah tempat-tempat yang memberikan pelayanan jasa seperti


//m

tempat praktek dokter, tempat pangkas rambut, salon kecantikan,


rumah sakit, jasa pengiriman barang, penyedia jasa, pengelola
s:
tp

parkir, pengelola jalan tol, bengkel kendaraan,


ht

penyewa/pengontrak rumah, pembantu rumahtangga,


sekolah/perguruan tinggi, tempat kursus dan sebagainya.
Dalam pencatatan data HK, responden dipilih sebanyak 3 - 4
responden untuk setiap jenis barang/jasa. Beberapa kriteria
memilih pedagang sebagai responden data HK adalah sebagai
berikut :
a. Berdagang pada tempat yang tetap/permanen/tidak
berpindah-pindah.

9
b. Bermacam-macam komoditi yang diperdagangkan.
c. Diperkirakan kontinuitas pencacahan HK terjamin.
d. Mudah diwawancarai, jujur dan bersahabat.

2.6. Pemilihan Jenis Barang (Komoditi)

Pemilihan jenis barang/jasa (komoditas) untuk tiap kota


dilakukan berdasarkan hasil SBH2012. Dalam mengolah IHK
digunakan paket komoditas yang tetap, sehingga komoditi yang ada

.id
dalam paket komoditas tidak dapat diganti atau dihilangkan sampai

go
dilaksanakannya kembali Survei Biaya Hidup. Jumlah komoditi
terpilih untuk tiap kota berkisar antara 225 untuk kota Singaraja
s.
p
(terendah) dan 462 untuk kota Jakarta (tertinggi). Kota ternate
.b

memiliki 397 komoditas barang/jasa yang terpilih untuk menghitung


ut

IHK.
al

Beberapa kriteria pemilihan jenis barang/jasa dalam paket


//m

komoditas adalah sebagai berikut :


s:

a. Jenis barang/jasa tersebut mempunyai persentase nilai


tp

konsumsi terhadap total konsumsi rumahtangga 0,02


ht

persen.
b. Barang/jasa tersebut dikonsumsi secara luas oleh masyarakat
kota yang bersangkutan, dan
c. Harganya dapat dipantau secara terus menerus dalam jangka
waktu yang relatif lama.

10
2.7. Pemilihan Kualitas/Merk Setiap Jenis Barang/Jasa

Kualitas/merk dari suatu barang/jasa yang akan diamati


harganya setiap saat, dipilih kualitas/merk yang banyak digemari
oleh masyarakat setempat atau banyak dikonsumsi oleh masyarakat
kota yang bersangkutan, sehingga kualitas/merk komoditi itu
menjadi pilihan atau dapat dipilih. Selain itu juga diperhatikan
kesinambungan peredarannya, apabila cepat menghilang dari
peredaran, akan segera diganti dengan kualitas/merk yang lain dari

.id
jenis barang/jasa yang sama.

go
Dalam penghitungan IHK ada beberapa jenis barang/jasa
s.
yang kualitas/merk-nya ditentukan atau dipilih berdasarkan hasil
p
survei. Jenis barang dimaksud adalah beras, kualitas/merk
.b
ut

ditentukan dengan survei volume penjualan eceran beras,


al

sewa/kontrak rumah dengan survei sewa dan kontrak rumah, upah


//m

pembantu rumahtangga dengan survei pembantu rumahtangga,


uang sekolah dengan survei uang sekolah.
s:
tp

2.8. Jenis Kuesioner/Daftar


ht

Dalam pengumpulan data harga konsumen, ada 10 jenis


kuesioner/daftar dan beberapa kuesioner/daftar tambahan yang
digunakan dengan tujuan dan frekuensi pencacahan yang berbeda-
beda. Jenis kuesioner/daftar tersebut adalah :

11
2.8.1. Daftar HK-1.1

Daftar HK-1.1 berisi jenis barang seperti beras, tepung terigu,


daging ayam kampung, daging ayam ras, daging sapi, rempela hati
ayam, susu bubuk, susu kental manis, susu untuk balita, susu untuk
bayi, telur ayam kampung, telur ayam ras, bawang merah, cabe
merah, cabe rawit, minyak goreng, gula pasir, semen, sabun cream
detergen, sabun detergen bubuk, emas perhiasan, tempe dan tahu.
Jenis barang tersebut merupakan kebutuhan pokok yang

.id
dikonsumsi setiap hari oleh rumahtangga dan diperkirakan sering

go
berfluktuasi harganya setiap saat.
s.
Waktu pencacahan dengan daftar ini adalah mingguan pada
p
hari Senin dan Selasa (selama 2 hari).
.b
ut

2.8.2. Daftar HK-1.2


al
//m

Daftar HK-1.2 berisi jenis barang seperti mie kering instant,


sosis daging sapi, ayam nugget, ikan diawetkan, ikan segar, sayur-
s:

sayuran, kacang tanah, bawang putih, sabun cuci piring, bahan baju
tp
ht

wanita. Jenis barang tersebut merupakan kebutuhan konsumsi


sehari-hari rumahtangga dan harganya diperkirakan tidak begitu
berfluktuasi dibandingkan dengan isi daftar HK-1.1 di atas. Di kota
Jakarta pencacahan dengan daftar ini dilaksanakan setiap minggu
dimulai hari Selasa.
Waktu pencacahan daftar ini adalah 2 mingguan atau 2 kali
dalam sebulan pada minggu I dan minggu III. Waktu pencacahan
(dalam minggu I atau III) dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis
(selama 2 hari).

12
2.8.3. Daftar HK-2.1

Daftar HK-2.1 berisi jenis barang bahan makanan, makanan


jadi, minuman, rokok dan tembakau. Waktu pencacahan dengan
daftar ini dilaksanakan setiap bulan, yaitu mulai hari Selasa yang
terdekat dengan tanggal 15 sampai dengan hari Kamis (selama 3
hari).

2.8.4. Daftar HK-2.2

.id
Daftar HK-2.2 berisi jenis barang bukan makanan, yang

go
termasuk dalam kelompok perumahan dan sandang. Waktu
s.
pencacahan dengan daftar ini dilaksanakan setiap bulan, dimulai
p
tanggal 5 sampai dengan 15 (selama 11 hari).
.b
ut

2.8.5. Daftar HK-3


al
//m

Daftar HK-3 berisi jenis barang, seperti bahan bangunan,


s:

perlengkapan rumahtangga, alat elektronik, suku cadang serta jasa.


tp

Waktu pencacahan dengan daftar ini dilaksanakan setiap bulan,


ht

dimulai tanggal 1 sampai dengan 10 (selama 10 hari).

2.8.6. Daftar HK-4

Daftar HK-4 digunakan untuk mencatat tarif harga sewa dan


kontrak rumahtangga. Waktu pelaksanaan pencatatan tarif sewa
dan kontrak rumah adalah setiap bulan dari tanggal 1 sampai
dengan 10 (selama 10 hari). Kualitas rumah yang dimonitor harga

13
sewa/kontraknya diperoleh dari hasil survei yang dinamakan survei
sewa dan kontrak rumah yang dilaksanakan secara insidentil.

2.8.7. Daftar HK-5

Daftar HK-5 digunakan untuk mencatat tarif/upah pembantu


rumahtangga dan baby sitter. Waktu pelaksanaan pencatatan
tarif/upah pembantu rumahtangga dan baby sitter adalah setiap
bulan dari tanggal 1 sampai dengan 10 (selama 10 hari). Kategori

.id
pembantu rumahtangga dan baby sitter yang dimonitor juga

go
diperoleh dari survei pembantu rumahtangga dan baby sitter yang
dilakukan secara insidentil. s.
p
2.8.8. Daftar HK-6A, 6B dan 6C
.b
ut

Daftar HK-6A, 6B, dan 6C digunakan untuk mencatat tarif


al

uang sekolah maupun uang kuliah dalam survei uang sekolah.


//m

Waktu pelaksanaan pencatatan uang sekolah adalah setiap bulan


s:

dari tanggal 1 sampai dengan 10 (selama 10 hari). Daftar HK-6A


tp

digunakan untuk mencatat uang sekolah dasar (SD) atau yang


ht

setingkat, Daftar HK-6B digunakan untuk mencatat uang sekolah


SLTP dan SMU/SMK atau yang setingkat dan Daftar HK-6C
digunakan untuk mencatat uang kuliah tingkat perguruan tinggi dan
akademi. Kualitas sekolah yang dimonitor adalah sekolah yang
diperoleh dari hasil survei uang sekolah yang juga dilaksanakan
secara insidentil.
Setiap kuesioner yang digunakan dalam pencacahan data
harga konsumen, dari HK-1.1, HK-1.2, HK-2.1, HK-2.2, HK-3, HK-4,

14
HK-5 dan HK-6A,B,C, selalu mengalami perbaikan (misal,
penggantian kualitas) setiap tahun, pencetakannya disesuaikan
dengan keadaan lapangan di masing-masing kota.

2.9. Waktu Pencacahan/Observasi

Waktu pencacahan atau observasi data HK untuk setiap


komoditi telah disesuaikan menurut fluktuasi harga yang sering
terjadi pada akhir-akhir ini. Komoditi tersebut telah dikelompokkan

.id
ke dalam beberapa daftar dan waktu pencacahannya telah

go
ditetapkan dalam mingguan, 2 mingguan dan bulanan.
s.
DAFTAR DAN JADWAL PENCACAHAN HK
p
Jenis Frekuensi
.b

Hari Pencacahan Lamanya


Daftar Pencacahan
ut

-1 -2 -3 -4
al

HK-1.1 Mingguan Senin dan Selasa 2 hari


Rabu dan Kamis dalam Minggu ke-I
//m

HK-1.2 2 Mingguan 2 hari


& Minggu ke-III
Mulai hari Selasa yang terdekat
s:

HK-2.1 Bulanan dengan tanggal 15, sampai dengan 3 hari


tp

hari Kamis
ht

HK-2.2 Bulanan Awal bulan, tanggal 5 s.d. 15 11 hari


HK-3 Bulanan Awal bulan, tanggal 1 s.d. 10 10 hari
HK-4 Bulanan Awal bulan, tanggal 1 s.d. 10 10 hari
HK-5 Bulanan Awal bulan, tanggal 1 s.d. 10 10 hari
HK-6A
HK-6B Bulanan Awal bulan, tanggal 1 s.d. 10 10 hari
HK-6C

15
ht
tp
s:
//m
al

DEFINISI
ut
.b
ps
.g
o
KONSEP DAN
.id
III. KONSEP DAN DEFINISI

Beberapa konsep dan definisi yang dipakai dalam


pengumpulan data harga konsumen diuraikan di bawah ini. Konsep
dan definisi ini sangat penting dipahami petugas pengumpul data
harga konsumen agar data harga yang dihasilkan adalah benar data
harga yang dimaksud dan konsisten antar waktu maupun antar
daerah.

.id
3.1. Inflasi

go
s.
Definisi inflasi banyak ragamnya seperti yang dapat kita
p
temukan dalam literatur ekonomi. Keanekaragaman definisi
.b

(pengertian) tersebut terjadi karena luasnya pengaruh inflasi


ut

terhadap berbagai sektor perekonomian. Hubungan yang erat dan


al
//m

luas antara inflasi dan berbagai sektor perekonomian tersebut


melahirkan berbagai perbedaan pengertian dan persepsi tentang
s:

inflasi. Namun pada prinsipnya masih terdapat beberapa kesatuan


tp

pandangan bahwa inflasi merupakan suatu fenomena dan dilema


ht

ekonomi.
Inflasi adalah suatu keadaan yang mengindikasikan semakin
melemahnya daya beli masyarakat yang diikuti dengan semakin
merosotnya nilai riil (intrinsik) mata uang suatu negara.
Inflasi juga bisa merupakan suatu keadaan dimana terjadi
kenaikan harga-harga secara tajam (absolut) yang berlangsung terus
menerus dalam jangka waktu cukup lama. Seirama dengan kenaikan
harga-harga tersebut, nilai uang turun secara tajam pula.

17
3.2. Deflasi

Deflasi adalah suatu keadaan ekonomi dimana harga barang-


barang dan jasa mengalami penurunan dengan tujuan diantaranya
adalah untuk menggairahkan produksi, industri, kesempatan kerja

.id
go
Inflasi adalah suatu keadaan yang mengindikasikan
s.
semakin melemahnya daya beli masyarakat yang
p
.b

diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil


ut

(intrinsik) mata uang suatu negara.


al
//m
s:

3.3. Harga Konsumen


tp
ht

Harga konsumen adalah harga transaksi yang terjadi antara


penjual (pedagang eceran) dan pembeli (konsumen) secara eceran
dengan pembayaran tunai. Eceran yang dimaksud adalah membeli
suatu barang atau jasa dengan menggunakan satuan terkecil untuk
dipakai/dikonsumsi. Contohnya adalah sayuran dengan satuan ikat,
beras dengan satuan kilo/liter, emas dengan satuan karat, dan
sebagainya.

18
Dalam pencatatan data Harga Konsumen perlu diketahui
bahwa suatu komoditi biasa dijual dalam bentuk kemasan barang,
misalkan dalam bentuk bungkus, botol, pak dan sebagainya.
Demikian pula ada komoditi yang langsung dikenakan PPn atau
pajak lain.
Data harga yang dicatat adalah yang benar-benar biasa
dibayar, tanpa melihat bentuk kemasan, sudah dikenakan PPn atau
belum dan sebagainya, sejauh satuannya adalah standar yang biasa
dijual. Namun apabila suatu komoditi dibebani biaya tambahan lain,

.id
seperti dana, kupon, sumbangan dan sebagainya, maka biaya

go
tersebut tidak perlu dimasukan ke dalam harga barang/jasa
s.
tersebut.
p
.b
ut

3.4. Satuan
al

Satuan atau ukuran jumlah suatu barang/jasa. Satuan dalam


//m

pencacatan data Harga Konsumen yang dipakai adalah satuan


s:

terkecil dan standar untuk seluruh Indonesia. Satuan standar ini


tp

telah ditentukan di dalam kuesioner oleh karena itu apabila suatu


ht

daerah menggunakan satuan setempat yang berlainan dengan yang


tersebut didalam kuesioner harus dikonversikan ke dalam satuan
standar yang dimaksud. Contoh : kg, ons, meter, lembar, eksemplar,
buah, helai, per orang, per pasien, dan sebagainya.

3.5. Jenis Barang dan Jasa.

Barang dan jasa atau komoditi yang dimaksud adalah


komoditi yang tercakup dalam paket komoditi kebutuhan rumah

19
tangga yang termaksud di dalam diagram timbangan IHK hasil SBH
2012.

3.6. Kualitas/Merek Barang

Kualitas atau merek barang adalah merupakan spesifikasi


barang. Suatu macam barang dan jasa umumnya mempunyai lebih
dari satu kualitas/merek.
Contoh : Ikan dalam kaleng merek Mackerel, Sardines, dan

.id
sebagainya. Celana dalam wanita/pria merek Hings, Rider, Amo,

go
Triumph, dan sebagainya. Bus angkutan antar Provinsi kualitas
ekonomi, eksekutif, business, dan sebagainya. Tarif PAM/PDAM
s.
p
kualitas rumah tangga ekonomi, perusahaan, rumah tangga usaha,
.b

dan sebagainya.
ut
al
//m

3.7. Pasar
s:
tp

Pasar adalah suatu tempat dimana biasanya terjadi transaksi


ht

antara penjual dan pembeli atau tempat dimana lazimnya terdapat


permintaan dan penawaran atau pemberian jasa, baik secara
eceran maupun dalam jumlah yang besar. Pengertian pasar untuk
harga konsumen adalah pasar dalam pengertian sehari-hari. Pasar
yang diobservasi haruslah pasar yang cukup mewakili seluruh pasar
di kecamatan yang bersangkutan.

20
3.8. Pedagang Eceran

Pedagang eceran adalah pihak atau seseorang yang menjual


barang dan jasa kepada pembeli untuk dikonsumsi sendiri, bukan
untuk diperdagangkan lagi. Tempat lokasi pedagang eceran sebagai
responden data Harga Konsumen biasanya di areal pasar atau
sekitar pasar, tetapi dapat juga di luar areal pasar yang
bersangkutan, termasuk pasar swalayan/supermarket, toko-toko
dan sejenisnya.

.id
go
s.
3.9. Relatif Harga
p
.b

Relatif Harga atau RH adalah rasio perbandingan harga suatu


ut
al

komoditi pada suatu periode waku tertentu terhadap harga pada


//m

periode waktu sebelumnya.


s:
tp
ht

3.10. Nilai Konsumsi

Nilai konsumsi adalah jumlah nilai yang dikeluarkan oleh


rumah tangga untuk memperoleh suatu komoditi untuk dikonsumsi.
Nilai konsumsi suatu komoditi merupakan perkalian harga komoditi
dengan kuantitas (banyaknya) yang dikonsumsi pada periode dasar.
Dalam penghitungan IHK ada 2 jenis nilai konsumsi. Yang
pertama, adalah nilai konsumsi dasar (PoQo), yang diperoleh dari
hasil SBH 2012, yaitu rata-rata nilai pengeluaran rumahtangga

21
sebulan untuk setiap jenis barang/jasa yang dikonsumsi. Yang kedua
adalah nilai konsumsi pada bulan berjalan (PnQo) yang diperoleh
dengan jalan mengkalikan harga bulan berjalan dengan kuantitas
konsumsi pada pada tahun dasar. Di dalam praktek penghitungan
dilakukan secara bertahap dengan jalan menggunakan relatif harga
( RH ).

3.11. Diagram Timbang

.id
Yang dimaksud dengan diagram timbangan adalah pengukur

go
yang menunjukkan persentase nilai konsumsi tiap jenis barang/jasa
terhadap total rata-rata pengeluaran rumah tangga di suatu kota.
s.
p
Diagram timbangan tersebut juga mencerminkan pola konsumsi
.b

rumah tangga di kota tersebut.


ut
al
//m
s:
tp
ht

22
ht
tp
s:
//m
al
ut
.b
ps
.g
o .id
PEMBAHASAN
IV. PEMBAHASAN

Laju kenaikan barang dan jasa Kota Ternate pada tahun 2016
masih ada pada level satu digit sama seperti tahun sebelumnya
walaupun lebih rendah. Laju inflasi pada tahun 2016 mencapai
angka 1,91 persen, angka ini jauh lebih rendah dari tahun 2015
yaitu sebesar 4,52 persen. Angka inflasi tahunan Kota Ternate ini
masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 3,02

.id
persen. Inflasi tahunan tersebut, menempatkan Kota Ternate

go
menduduki peringkat 71 dari 82 kota dalam skala nasional
pengukuran inflasi. s.
p
Penurunan inflasi tahunan tersebut dipicu oleh deflasi (-4,72
.b

persen) pada kelompok bahan makanan. Turunnya harga bahan


ut

makanan seperti cabe keriting, cabe rawit dan tomat yang cukup
al

signifikan pada tahun ini dikarenakan banyaknya pedagang yang


//m

tidak lagi mengambil stok


s:

Inflasi Kota Ternate Tahun dari luar maluku utara,


tp

2016 sebesar 1,91 persen, seperti dari manado.


ht

jauh lebih rendah


dibanding tahun Pada tahun ini
sebelumnya sebesar 4,52 pedagang sudah mulai
persen
mengambil stok
komoditas tersebut
dari petani lokal, karena kualitasnya dianggap sudah jauh lebih baik.
Stok yang diambil dari dalam provinsi, seperti dari Subaim,
Halmahera Timur, menyebabkan menurunnya harga jual untuk
komoditas-komoditas tersebut. Inflasi tertinggi di Bulan Juli sebesar

23
1,04 persen menempatkan Kota Ternate menduduki peringkat ke-
23 diantara 82 kota IHK. Tingginya inflasi di Bulan Juli dipicu
kenaikan harga kelompok bahan makanan terutama jenis ikan
segar. Sementara itu inflasi tertinggi kedua terjadi pada Bulan
Januari. Inflasi pada bulan ini dipengaruhi meningkatnya harga sewa
rumah dan naiknya tarif listrik secara nasional.
Jika dilihat per kelompok komoditi, bahan makanan
mengalami inflasi tertinggi pada bulan November 1,51 persen,
kelompok makanan jadi mengalami inflasi tertinggi pada bulan Juni

.id
sebesar 1,59 persen. Kelompok perumahan mengalami inflasi

go
tertinggi di bulan Januari sebesar 3,86 persen. Kelompok sandang
s.
mengalami inflasi tertinggi pada bulan Januari sebesar 0,92 persen,
p
.b

sedangkan kelompok kesehatan pada bulan Januari mengalami


ut

inflasi tertinggi sebesar 1,26. Sementara itu kelompok pendidikan


al

mengalami inflasi tertinggi pada bulan Juli sebesar 2,49. Kelompok


//m

terakhir yaitu transportasi pada bulan Juli mengalami inflasi


s:

tertinggi sebesar 2,52 persen.


tp
ht

4.1. Indeks Harga Konsumen

Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 82 kota merupakan


hasil penghitungan dari gabungan indeks masing-masing kota yang
ditimbang dengan banyaknya rumah tangga di kota yang
bersangkutan. Mulai bulan Januari 2015, IHK mencakup sekitar 225
462 komoditas yang dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil
Survei Biaya Hidup (SBH) 2012. Sementara itu untuk kota Ternate

24
sebanyak 397 komoditas yang dipantau harganya secara berkala.
Pengeluaran masyarakat dikelompokkan ke dalam tujuh jenis
kelompok pengeluaran barang/jasa yaitu kelompok bahan
makanan; kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau;
kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar; kelompok
sandang; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga; serta
kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.
IHK Kota Ternate pada Desember 2016 adalah sebesar
130,27 yang artinya bahwa secara umum rata-rata harga komoditas

.id
di Kota Ternate pada tahun 2016 telah mengalami kenaikan sebesar

go
30,27 persen sejak tahun 2012 (tahun dasar).
s.
p
.b

IHK Kota Ternate pada Desember 2016 adalah


ut

sebesar 130,27
al
//m

Berdasarkan kelompok pengeluaran, IHK tertinggi berada


s:
tp

pada kelompok sandang yaitu sebesar 148,61. Disusul kemudian


ht

oleh makanan jadi sebesar 134,57; dan kelompok transpor,


komunikasi dan jasa sebesar 130,84; Sedangkan IHK terendah
berada pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar 125,07.
Adapun IHK masing-masing kelompok pengeluaran adalah,
kelompok bahan makanan 125,07; kelompok makanan jadi,
minuman, rokok dan tembakau 134,57; kelompok perumahan, air,
listrik, gas dan bahan bakar 129,11; kelompok sandang 148,61;
kelompok kesehatan 130,38; kelompok pendidikan, rekreasi dan

25
olahraga 129,01; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa
keuangan 130,84.

Gambar 1. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Ternate


Menurut Kelompok Pengeluaran, Tahun 2016

148,61

134,57
130,27 130,38 130,84
129,11 129,01

.id
125,07

go
p s.
.b
ut
al
//m

4.2. Inflasi
s:

Pada tahun 2016, Kota Ternate mengalami Inflasi sebesar


tp

1,91 persen. Inflasi tahun 2016 mengalami penurunan jika


ht

dibandingkan dengan inflasi tahun 2015 yang tercatat sebesar 4,52


persen.
Jika dilihat perkembangan inflasi secara bulanan di tahun
2016, Kota Ternate mengalami inflasi sebanyak sembilan kali dan
mengalami deflasi sebanyak tiga kali. Inflasi tertinggi terjadi pada
bulan Juli sebesar 1,04 persen dan bulan Januari sebesar 0,52
persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi pada bulan Februari
sebesar 0,95 persen.

26
Inflasi tertinggi sebesar 1,04 persen terjadi pada Bulan Juli
2016 dipicu kenaikan harga tarif angkutan udara, beberapa jenis
ikan dan biaya sekolah dasar. Awal bulan Juli bertepatan dengan
hari raya idul fitri, sehingga tarif angkutan udara cenderung
meningkat drastis. Bulan juli juga bertepatan dengan tahun ajaran
baru bagi siswa skolah, sehingga terdapat kenaikan iuran sekolah.
inflasi tertinggi kedua yaitu pada bulan Januari sebesar 0,59 persen
dipicu oleh kenaikan harga kontrak rumah dan tukang bangunan,
serta beberapa bumbu-bumbuan.

.id
go
s.
Pada tahun 2016 laju inflasi Kota Ternate sebesar 1,91
p
persen berada pada peringkat ke-71 tertinggi dari 82
.b

kota IHK
ut
al

Berdasarkan kelompok pengeluaran, pada tahun 2016,


//m

kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau


s:

mengalami laju inflasi tertinggi yaitu sebesar 8,33 persen. Disusul


tp

kemudian kelompok kesehatan sebesar 3,95 persen; kelompok


ht

pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 3,77 persen; kelompok


sandang sebesar 3,06 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas,
dan bahan bakar sebesar 3,43 persen; kelompok transportasi
sebesar 0,05 persen; serta yang terendah kelompok bahan makanan
sebesar -4,27

27
Gambar 2. Perkembangan Inflasi Kota Ternate Menurut Bulan, Tahun
2016

1,04

0,30 0,32
0,52 0,28 0,05 0,26
0,29 -0,10
0,09 -0,21
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nop Des

.id
-0,95

go
s.
Berdasarkan besarnya sumbangan/andil terhadap inflasi
p
tahun 2016, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar
.b

memberikan sumbangan/andil tertinggi yaitu sebesar 1,22 persen.


ut

Disusul kemudian; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan


al
//m

tembakau sebesar 1,12 persen; kelompok sandang sebesar 0,18


persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,17
s:

persen; kelompok kesehatan sebesar 0,14 persen; kelompok


tp

transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen; serta yang


ht

terendah kelompok bahan makanan sebesar sebesar 0,92 persen.

28
Gambar 3. Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran, Tahun
2016

8,33

3,6 3,95 3,77


3,43
1,91

.id
0,05

go
-4,27 p s.
Gambar 4. Andil Inflasi Kota Ternate Menurut Kelompok Pengeluaran
.b

Tahun 2016
ut
al

1,91
//m

1,12 1,22
s:
tp

0,18 0,14 0,17


ht

0,01

-0,92

Sementara itu dibandingkan dengan tahun 2016, dari 7


(tujuh) kelompok pengeluaran, empat kelompok mengalami
kenaikan laju inflasi sedangkan tiga kelompok mengalami
penurunan laju inflasi. Perubahan laju inflasi masing-masing

29
kelompok yaitu : kelompok bahan makanan (dari 11,72 persen
menjadi -4,72 persen); kelompok makanan jadi, rokok dan
tembakau (dari 4,69 persen menjadi 8,33 persen); kelompok
perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (dari 2,80 persen
menjadi 3,43 persen); kelompok sandang (dari 12,63 persen
menjadi 3,60 persen); kelompok kesehatan (dari 1,30 persen
menjadi 5,95 persen); kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga
(dari 4,00 persen menjadi 3,77 persen); serta kelompok transpor,
komunikasi dan jasa keuangan (dari -2,90 persen menjadi 0,05

.id
persen).

go
Pada tahun 2016 laju inflasi Kota Ternate sebesar 1,91
s.
persen berada pada peringkat ke-71 tertinggi dari 82 kota IHK dan
p
.b

berada di bawah laju inflasi nasional yang sebesar 3,02 persen. Laju
ut

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 7,78 persen, disusul


al

kemudian Kota Sibolga 7,79 persen dab Kota Medan 6,6. Sedangkan
//m

laju inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh yaitu sebesar 0,35


s:

persen, disusul Kota Merauke 0,82 dan Kota Gorontalo sebesar


tp

1,30 persen.
ht

30
Tabel 1. Perbandingan Inflasi dan Andil Inflasi Kota Ternate
Menurut Kelompok Pengeluaran, Tahun 2015 2016
Inflasi (%) Andil Inflasi (%)
Kelompok Pengeluaran
2015 2016 2015 2016
-1 -2 -3 -4 -5

UMUM 4,52 1,91 4,52 1,91


I BAHAN MAKANAN 11,72 -4,27 2,45 -0,92
MAKANAN JADI, MINUMAN,
II 4,69 8,33 0,63 1,12

.id
ROKOK DAN TEMBAKAU
PERUMAHAN, AIR, LISTRIK,

go
III 2,80 3,43 1,02 1,22
GAS DAN BAHAN BAKAR
IV SANDANG 12,63
s. 3,60 0,67 0,18
p
V KESEHATAN 1,30 3,95 0,05 0,14
.b

PENDIDIKAN, REKREASI DAN


VI 4,00 3,77 0,17 0,17
ut

OLAHRAGA
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN
VII -2,90 0,05 -0,47 0,01
al

JASA KEUANGAN
//m

Pada Tahun 2016 dari 18 Kota IHK di Kawasan Timur


s:

Indonesia, Kota Ternate mengalami laju inflasi tertinggi ke-11 yaitu


tp

sebesar 1,91 persen dimana laju inflasi tertinggi terjadi di Kota


ht

Manokwari 5,75 persen dan laju inflasi terendah terjadi di Kota


Manado yaitu sebesar 0,35 persen. Jika dibandingkan dengan Inflasi
Nasional yang sebesar 3,02 persen, tiga belas kota berada dibawah
inflasi nasional, dan lima kota lainnya berada diatas inflasi nasional.

31
Gambar 5. Laju Inflasi Kota IHK di Kawasan Timur Indonesia (%), Tahun 2016

MANADO 0,35

MERAUKE 0,82

GORONTALO 1,3

BULUKUMBA 1,48

.id
PALU 1,49

go
WATAMPONE 1,5

BAU-BAU 1,71
p s.
.b

TERNATE 1,91
ut

PARE-PARE 2,11
al

MAMUJU 2,23
//m

PALOPO 0,74
s:

SORONG 2,95
tp

2,97
ht

TUAL

KENDARI 3,07

MAKASSAR 3,18

AMBON 3,28

JAYAPURA 4,13

MANOKWARI 5,75

32
ht
tp
s:
//m
al
ut
.b
ps
.g
o .id
LAMPIRAN TABEL
Tabel 2.
Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Kota Ternate
Menurut Kelompok Pengeluaran dan Bulan (2012=100)
Tahun 2016

Januari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 128,5 0,52

.id
go
I BAHAN MAKANAN 124,96 -4,36

a
s.
Padi-padian, Umbi-umbian dan
120,50 -0,42
Hasilnya
p
.b

b Daging dan Hasil-hasilnya 136,50 0,13


ut

c Ikan Segar 133,71 -9,28


d Ikan Diawetkan 139,54 -1,52
al

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 132,36 1,46


//m

f Sayur-sayuran 111,78 -2,66


s:

g Kacang - kacangan 120,08 -6,91


tp

h Buah - buahan 151,90 -12,56


i Bumbu - bumbuan 110,04 -1,90
ht

j Lemak dan Minyak 101,20 -2,06


k Bahan Makanan Lainnya 127,55 0,63
MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN
II 124,94 0,58
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,34 -0,02
b Minuman yang Tidak Beralkohol 110,01 0,14
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 132,98 1,43

33
Tabel 2. (Lanjutan)

Januari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,65 3,86
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,38 4,55
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 124,16 1,91

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 135,01 1,28

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 126,28 0,78

IV SANDANG
p s. 144,76 0,92

a Sandang Laki-laki 144,03 2,13


.b

b Sandang Wanita 153,12 0,33


ut

c Sandang Anak-anak 151,33 0,32


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 121,13 0,33


//m

V KESEHATAN 127,00 1,26


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 5,11


tp

b Obat-obatan 122,02 1,15


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 128,40 0,15

34
Tabel 2. (Lanjutan)

Januari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,56 0,19

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,98

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,52 0,71

go
d Rekreasi 126,52 0,36
e Olahraga s. 166,08 0,13
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,25 -0,41
KEUANGAN
.b

a Transpor 149,80 -0,58


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 122,91 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,89


s:
tp
ht

35
Tabel 2. (Lanjutan)

Februari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 127,28 -0,95

-4,95
I BAHAN MAKANAN 118,77

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 120,66 0,13
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 137,34 0,62
c Ikan Segar
p s. 117,32 -12,26
d Ikan Diawetkan 119,98 -14,02
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 132,08 -0,21


ut

f Sayur-sayuran 98,74 -11,67


al

g Kacang - kacangan 116,51 -2,97


//m

h Buah - buahan 143,31 -5,66


i Bumbu - bumbuan 117,92 7,16
s:

j Lemak dan Minyak 100,66 -0,53


tp

k Bahan Makanan Lainnya 128,64 0,85


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 125,81 0,70
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,81 0,38
b Minuman yang Tidak Beralkohol 110,52 0,46
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 134,51 1,15

36
Tabel 2. (Lanjutan)

Februari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,61 -0,03
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,52 0,11
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 121,36 -2,26

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,78 -0,17

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,58 3,41

IV SANDANG
p s. 145,18 0,29

a Sandang Laki-laki 143,64 -0,27


.b

b Sandang Wanita 154,56 0,94


ut

c Sandang Anak-anak 151,23 -0,07


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 122,65 1,25


//m

V KESEHATAN 127,09 0,07


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,15 1,75


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,57 -0,65

37
Tabel 2. (Lanjutan)

Februari
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,61 0,04

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,89 0,36

go
d Rekreasi 126,52 0,00
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,20 -0,04
KEUANGAN
.b

a Transpor 149,12 -0,45


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,04 8,24


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

38
Tabel 2. (Lanjutan)

Maret
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 127,64 0,28

I BAHAN MAKANAN 120,33 1,31

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 120,87 0,17
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 138,58 0,90
c Ikan Segar
p s. 122,98 4,82
d Ikan Diawetkan 124,07 3,41
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,65 -0,33


ut

f Sayur-sayuran 94,35 -4,45


al

g Kacang - kacangan 116,51 0,00


//m

h Buah - buahan 147,27 2,76


i Bumbu - bumbuan 120,88 2,51
s:

j Lemak dan Minyak 99,18 -1,47


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 -0,81


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 126,19 0,30
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,81 0,00
b Minuman yang Tidak Beralkohol 110,48 -0,04
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 135,54 0,77

39
Tabel 2. (Lanjutan)

Maret
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,48 -0,10
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,53 0,01
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 120,52 -0,69

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,50 -0,21

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,16 -0,32

IV SANDANG
p s. 145,93 0,52

a Sandang Laki-laki 145,02 0,96


.b

b Sandang Wanita 155,12 0,36


ut

c Sandang Anak-anak 151,28 0,03


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 123,57 0,75


//m

V KESEHATAN 127,15 0,05


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,33 0,14


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,60 0,02

40
Tabel 2. (Lanjutan)

Maret
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,65 0,03

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,34 0,44

go
d Rekreasi 126,46 -0,05
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,08 -0,09
KEUANGAN
.b

a Transpor 148,94 -0,12


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 132,94 -0,08


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

41
Tabel 2. (Lanjutan)

April
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 127,71 0,05

I BAHAN MAKANAN 121,05 0,60

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 120,49 -0,31
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 136,09 -1,80
c Ikan Segar
p s. 122,33 -0,53
d Ikan Diawetkan 139,73 12,62
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 129,14 -1,91


ut

f Sayur-sayuran 90,08 -4,53


al

g Kacang - kacangan 116,14 -0,32


//m

h Buah - buahan 147,45 0,12


i Bumbu - bumbuan 133,70 10,61
s:

j Lemak dan Minyak 98,70 -0,48


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 126,75 0,44
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,81 0,00
b Minuman yang Tidak Beralkohol 111,09 0,55
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 136,73 0,88

42
Tabel 2. (Lanjutan)

April
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,34 -0,11
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,53 0,00
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 119,44 -0,90

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,50 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,20 0,03

IV SANDANG
p s. 145,93 0,00

a Sandang Laki-laki 145,02 0,00


.b

b Sandang Wanita 155,12 0,00


ut

c Sandang Anak-anak 151,28 0,00


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 123,59 0,02


//m

V KESEHATAN 127,15 0,00


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,33 0,00


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,60 0,00

43
Tabel 2. (Lanjutan)

April
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,66 0,01

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,40 0,06

go
d Rekreasi 126,46 0,00
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 129,24 -0,65
KEUANGAN
.b

a Transpor 147,60 -0,90


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 132,94 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

44
Tabel 2. (Lanjutan)

Mei
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 128,08 0,29

I BAHAN MAKANAN 121,08 0,02

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 120,43 -0,05
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 138,15 1,51
c Ikan Segar
p s. 124,28 1,59
d Ikan Diawetkan 139,53 -0,14
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 130,59 1,12


ut

f Sayur-sayuran 89,45 -0,70


al

g Kacang - kacangan 116,14 0,00


//m

h Buah - buahan 148,00 0,37


i Bumbu - bumbuan 127,76 -4,44
s:

j Lemak dan Minyak 98,77 0,07


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 127,41 0,52
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,88 0,06
b Minuman yang Tidak Beralkohol 112,07 0,88
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 137,94 0,88

45
Tabel 2. (Lanjutan)

Mei
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,32 -0,02
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,53 0,00
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 119,23 -0,18

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 133,95 -0,41

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,82 0,48

IV SANDANG
p s. 146,04 0,08

a Sandang Laki-laki 144,94 -0,06


.b

b Sandang Wanita 155,12 0,00


ut

c Sandang Anak-anak 151,28 0,00


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 124,49 0,73


//m

V KESEHATAN 127,17 0,02


s:

a Jasa Kesehatan 124,37 0,00


tp

b Obat-obatan 167,74 0,03


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 127,64 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 124,37 0,03

46
Tabel 2. (Lanjutan)

Mei
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,63 -0,02

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 -0,11

go
d Rekreasi 126,41 -0,04
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 131,15 1,48
KEUANGAN
.b

a Transpor 150,63 2,05


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,14


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

47
Tabel 2. (Lanjutan)

Juni
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 128,46 0,30

I BAHAN MAKANAN 122,75 1,38

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,51 -0,76
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 140,55 1,74
c Ikan Segar
p s. 128,89 3,71
d Ikan Diawetkan 138,29 -0,89
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 132,08 1,14


ut

f Sayur-sayuran 95,03 6,24


al

g Kacang - kacangan 119,74 3,10


//m

h Buah - buahan 149,34 0,91


i Bumbu - bumbuan 124,10 -2,86
s:

j Lemak dan Minyak 100,23 1,48


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 129,43 1,59
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,99 0,09
b Minuman yang Tidak Beralkohol 116,11 3,60
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 141,23 2,39

48
Tabel 2. (Lanjutan)

Juni
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,46 0,11
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,63 0,08
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 119,62 0,33

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 133,95 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 131,00 0,14

IV SANDANG
p s. 146,49 0,31

a Sandang Laki-laki 144,95 0,01


.b

b Sandang Wanita 155,64 0,34


ut

c Sandang Anak-anak 151,75 0,31


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 125,76 1,02


//m

V KESEHATAN 127,19 0,02


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,45 0,06


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,64 0,00

49
Tabel 2. (Lanjutan)

Juni
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 124,64 0,01

a Pendidikan 127,50 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00

go
d Rekreasi 126,45 0,03
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 128,80 -1,79
KEUANGAN
.b

a Transpor 146,89 -2,48


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

50
Tabel 2. (Lanjutan)

Juli
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 129,79 1,04

I BAHAN MAKANAN 124,58 1,49

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,51 0,00
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 138,37 -1,55
c Ikan Segar
p s. 131,49 2,02
d Ikan Diawetkan 143,05 3,44
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,84 -0,18


ut

f Sayur-sayuran 103,07 8,46


al

g Kacang - kacangan 119,82 0,07


//m

h Buah - buahan 149,34 0,00


i Bumbu - bumbuan 124,09 -0,01
s:

j Lemak dan Minyak 102,56 2,32


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 131,14 1,32
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 124,99 0,00
b Minuman yang Tidak Beralkohol 116,69 0,50
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 145,52 3,04

51
Tabel 2. (Lanjutan)

Juli
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,56 0,08
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,63 0,00
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 120,43 0,68

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 133,95 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,99 -0,01

IV SANDANG
p s. 147,28 0,54

a Sandang Laki-laki 146,43 1,02


.b

b Sandang Wanita 155,64 0,00


ut

c Sandang Anak-anak 151,82 0,05


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,58 1,45


//m

V KESEHATAN 127,19 0,00


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,45 0,00


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,64 0,00

52
Tabel 2. (Lanjutan)

Juli
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 127,74 2,49

a Pendidikan 133,04 4,35


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00

go
d Rekreasi 126,45 0,00
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 132,05 2,52
KEUANGAN
.b

a Transpor 152,06 3,52


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,72 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

53
Tabel 2. (Lanjutan)

Agustus
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 129,66 -0,10

I BAHAN MAKANAN 124,66 0,06

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,59 0,07
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 137,88 -0,35
c Ikan Segar
p s. 131,88 0,30
d Ikan Diawetkan 131,24 -8,26
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,09 -0,57


ut

f Sayur-sayuran 102,07 -0,97


al

g Kacang - kacangan 118,48 -1,12


//m

h Buah - buahan 154,07 3,17


i Bumbu - bumbuan 127,53 2,77
s:

j Lemak dan Minyak 101,33 -1,20


tp

k Bahan Makanan Lainnya 127,60 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 131,59 0,34
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 125,08 0,07
b Minuman yang Tidak Beralkohol 117,76 0,92
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 146,11 0,41

54
Tabel 2. (Lanjutan)

Agustus
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,51 -0,04
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,38 -0,19
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 121,64 1,00

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 133,95 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,99 0,00

IV SANDANG
p s. 148,39 0,75

a Sandang Laki-laki 149,68 2,22


.b

b Sandang Wanita 155,64 0,00


ut

c Sandang Anak-anak 151,82 0,00


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,75 0,13


//m

V KESEHATAN 127,20 0,01


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 124,49 0,03


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 127,64 0,00

55
Tabel 2. (Lanjutan)

Agustus
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 127,74 0,00

a Pendidikan 133,04 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00

go
d Rekreasi 126,45 0,00
e Olahraga s. 166,08 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,33 -1,30
KEUANGAN
.b

a Transpor 149,31 -1,81


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 92,76 0,04


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,13 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

56
Tabel 2. (Lanjutan)

September
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 129,78 0,09

I BAHAN MAKANAN 123,95 -0,57

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,54 -0,04
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 140,93 2,21
c Ikan Segar
p s. 128,24 -2,76
d Ikan Diawetkan 120,93 -7,86
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,64 0,42


ut

f Sayur-sayuran 102,43 0,35


al

g Kacang - kacangan 117,51 -0,82


//m

h Buah - buahan 154,03 -0,03


i Bumbu - bumbuan 129,84 1,81
s:

j Lemak dan Minyak 103,47 2,11


tp

k Bahan Makanan Lainnya 131,75 3,25


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 133,17 1,20
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 126,98 1,52
b Minuman yang Tidak Beralkohol 119,69 1,64
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 147,14 0,70

57
Tabel 2. (Lanjutan)

September
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,48 -0,02
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,30 -0,06
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 121,52 -0,10

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,11 0,12

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 131,75 0,58
IV SANDANG
p s. 147,92 -0,32

a Sandang Laki-laki 148,37 -0,88


.b

b Sandang Wanita 153,55 -1,34


ut

c Sandang Anak-anak 153,43 1,06


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,96 0,16


//m

V KESEHATAN 128,26 0,83


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 126,09 1,29


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 129,19 1,21

58
Tabel 2. (Lanjutan)

September
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 128,78 0,81

a Pendidikan 134,75 1,29


b Kursus-kursus / Pelatihan 112,85 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 102,29 0,00

go
d Rekreasi 126,67 0,17
e Olahraga s. 167,12 0,63
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,38 0,04
KEUANGAN
.b

a Transpor 148,73 -0,39


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 94,04 1,38


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 133,31 0,14


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

59
Tabel 2. (Lanjutan)

Oktober
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 129,51 -0,21

I BAHAN MAKANAN 122,70 -1,01

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,13 -0,34
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 141,86 0,66
c Ikan Segar
p s. 124,25 -3,11
d Ikan Diawetkan 120,00 -0,77
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,24 -0,30


ut

f Sayur-sayuran 98,93 -3,42


al

g Kacang - kacangan 118,29 0,66


//m

h Buah - buahan 154,36 0,21


i Bumbu - bumbuan 131,88 1,57
s:

j Lemak dan Minyak 104,62 1,11


tp

k Bahan Makanan Lainnya 131,75 0,00


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 133,79 0,47
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 127,76 0,61
b Minuman yang Tidak Beralkohol 119,78 0,08
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 147,81 0,46

60
Tabel 2. (Lanjutan)

Oktober
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,31 -0,13
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 130,00 -0,23
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 121,97 0,37

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,11 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 131,82 0,05

IV SANDANG
p s. 147,98 0,04

a Sandang Laki-laki 148,98 0,41


.b

b Sandang Wanita 152,75 -0,52


ut

c Sandang Anak-anak 154,06 0,41


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,20 -0,59


//m

V KESEHATAN 129,58 1,03


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 125,84 -0,20


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 132,25 2,37

61
Tabel 2. (Lanjutan)

Oktober
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 128,93 0,12

a Pendidikan 134,75 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 113,88 0,91

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,65 -0,63

go
d Rekreasi 127,12 0,36
e Olahraga s. 170,53 2,04
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 129,87 -0,39
KEUANGAN
.b

a Transpor 147,97 -0,51


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 94,03 -0,01


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 132,56 -0,56


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

62
Tabel 2. (Lanjutan)

November
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 129,85 0,26

I BAHAN MAKANAN 124,55 1,51

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,08 -0,04
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 142,59 0,51
c Ikan Segar
p s. 127,39 2,53
d Ikan Diawetkan 111,89 -6,76
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 127,53 -2,83


ut

f Sayur-sayuran 108,38 9,55


al

g Kacang - kacangan 117,62 -0,57


//m

h Buah - buahan 153,17 -0,77


i Bumbu - bumbuan 135,26 2,56
s:

j Lemak dan Minyak 107,09 2,36


tp

k Bahan Makanan Lainnya 133,60 1,40


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 133,81 0,01
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 127,91 0,12
b Minuman yang Tidak Beralkohol 119,02 -0,63
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 148,05 0,16

63
Tabel 2. (Lanjutan)

November
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,25 -0,05
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 129,97 -0,02
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 121,98 0,01

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 134,11 0,00

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,94 -0,67

IV SANDANG
p s. 147,76 -0,15

a Sandang Laki-laki 148,22 -0,51


.b

b Sandang Wanita 152,60 -0,10


ut

c Sandang Anak-anak 153,87 -0,12


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,99 0,62


//m

V KESEHATAN 130,50 0,71


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 125,92 0,06


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 134,24 1,50

64
Tabel 2. (Lanjutan)

November
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 128,92 -0,01

a Pendidikan 134,75 0,00


b Kursus-kursus / Pelatihan 113,88 0,00

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,46 -0,19

go
d Rekreasi 127,12 0,00
e Olahraga s. 171,09 0,33
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 129,46 -0,32
KEUANGAN
.b

a Transpor 147,31 -0,45


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 94,03 0,00


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 132,56 0,00


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

65
Tabel 2. (Lanjutan)

Desember
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

UMUM 130,27 0,32

I BAHAN MAKANAN 125,07 0,42

.id
Padi-padian, Umbi-umbian dan
a 119,15 0,06
Hasilnya

go
b Daging dan Hasil-hasilnya 142,77 0,13
c Ikan Segar
p s. 129,35 1,54
d Ikan Diawetkan 111,49 -0,36
.b

e Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 131,39 3,03


ut

f Sayur-sayuran 104,90 -3,21


al

g Kacang - kacangan 117,62 0,00


//m

h Buah - buahan 153,18 0,01


i Bumbu - bumbuan 136,58 0,98
s:

j Lemak dan Minyak 107,84 0,70


tp

k Bahan Makanan Lainnya 133,50 -0,07


ht

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN


II 134,57 0,57
TEMBAKAU
a Makanan Jadi 128,89 0,77
b Minuman yang Tidak Beralkohol 118,72 -0,25
c Tembakau dan Minuman Beralkohol 149,09 0,70

66
Tabel 2. (Lanjutan)

Desember
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)


PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III 129,11 -0,11
BAHAN BAKAR
a Biaya Tempat Tinggal 129,84 -0,10
b Bahan Bakar, Penerangan dan Air 122,02 0,03

.id
c Perlengkapan Rumahtangga 133,66 -0,34

go
d Penyelenggaraan Rumahtangga 130,64 -0,23

IV SANDANG
p s. 148,61 0,58

a Sandang Laki-laki 148,34 0,08


.b

b Sandang Wanita 152,73 0,09


ut

c Sandang Anak-anak 156,77 1,88


al

d Barang Pribadi dan Sandang Lain 127,90 -0,07


//m

V KESEHATAN 130,38 -0,09


s:

a Jasa Kesehatan 109,86 0,00


tp

b Obat-obatan 125,92 0,00


ht

c Jasa Perawatan Jasmani 167,74 0,00


d Perawatan Jasmani dan Kosmetika 133,97 -0,20

67
Tabel 2. (Lanjutan)

Desember
Kelompok/Sub Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi

(1) (2) (3)

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 129,01 0,07

a Pendidikan 134,77 0,01


b Kursus-kursus / Pelatihan 114,65 0,68

.id
c Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 101,96 0,49

go
d Rekreasi 127,12 0,00
e Olahraga s. 171,09 0,00
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
p
VII 130,84 1,07
KEUANGAN
.b

a Transpor 149,50 1,49


ut

b Komunikasi Dan Pengiriman 94,04 0,01


al

c Sarana dan Penunjang Transpor 132,51 -0,04


//m

d Jasa Keuangan 123,85 0,00


s:
tp
ht

68
Tabel 3.
Indeks Harga Konsumen dan Inflasi
Kota Ternate dan Nasional Menurut Bulan (2012=100)
Tahun 2016

Kota Ternate Nasional


No. Bulan
IHK Inflasi IHK Inflasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6)


1 Januari 128,5 0,52 123,62 0,51

.id
2 Februari 127,28 -0,95 123,51 -0,09
3 Maret 127,64 0,28 123,75 0,19

go
4 April 127,71 0,05 123,19 -0,45
5 Mei 128,08
p s. 0,29 123,48 0,24
6 Juni 128,46 0,3 124,29 0,66
.b

7 Juli 129,79 1,04 125,15 0,69


ut

8 Agustus 129,66 -0,1 125,13 -0,02


al

9 September 129,78 0,09 125,41 0,22


10 Oktober 129,51 -0,21
//m

125,59 0,14
11 November 129,85 0,26 126,18 0,47
s:

12 Desember 130,27 0,32 126,71 0,42


tp
ht

69
Tabel 4.
Inflasi Kota Ternate dan Nasional
Menurut Bulan (2012=100)
Tahun 2014 - 2015

2015 2016
No. Bulan
Kota Kota
Nasional Nasional
Ternate Ternate
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Januari -0,55 -0,24 0,52 0,51

.id
2 Februari -0,83 -0,36 -0,95 -0,09
3 Maret 0,35 0,17 0,28 0,19

go
4 April 0,62 0,36 0,05 -0,45
5 Mei 0,65
p s. 0,50 0,29 0,24
6 Juni 0,89 0,54 0,3 0,66
.b

7 Juli 0,90 0,93 1,04 0,69


ut

8 Agustus 1,56 0,39 -0,1 -0,02


al

9 September -1,58 -0,05 0,09 0,22


//m

10 Oktober 0,91 -0,08 -0,21 0,14


11 November 0,02 0,21 0,26 0,47
s:

12 Desember 1,53 0,96 0,32 0,42


tp
ht

70
Tabel 5.
Indeks Harga Konsumen dan Inflasi
Gabungan 82 Kota dan Nasional (2012=100)
Tahun 2016

2016
No. Kota
IHK Inflasi

(1) (2) (5) (6)


1 MEULABOH 125,83 3,77

.id
2 BANDA ACEH 119,94 3,13
3 LHOKSEUMAWE 124,94 5,60

go
4 SIBOLGA 132,51 7,39
5 PEMATANG SIANTAR
p s. 132,07 4,76
6 MEDAN 132,93 6,60
.b

7 PADANGSIDIMPUAN 125,36 4,28


ut

8 PADANG 133,48 5,02


al

9 BUKITTINGGI 126,29 3,93


//m

10 TEMBILAHAN 129,89 2,58


11 PEKANBARU 127,95 4,19
s:

12 DUMAI 127,63 3,98


tp

13 BUNGO 124,35 3,11


ht

14 JAMBI 127,21 4,54


15 PALEMBANG 124,96 3,68
16 LUBUKLINGGAU 123,81 2,74
17 BENGKULU 135,03 5,00
18 BANDAR LAMPUNG 127,31 2,75
19 METRO 134,08 2,92
20 TANJUNG PANDAN 134,23 4,92

71
Tabel 5. (Lanjutan)

2016
No. Kota
IHK Inflasi

(1) (2) (5) (6)


21 PANGKAL PINANG 133,4 7,78
22 BATAM 126,96 3,61
23 TANJUNG PINANG 126,01 3,06
24 DKI JAKARTA 126,27 2,37

.id
25 BOGOR 126,07 3,60

go
26 SUKABUMI 125,09 2,57
27 BANDUNG s. 125,28 2,93
28 CIREBON 121,16 1,87
p
.b

29 BEKASI 123,07 2,47


30 DEPOK
ut

124,35 2,60
31 TASIKMALAYA 124,43 2,75
al

32 CILACAP 127,81 2,77


//m

33 PURWOKERTO 123,23 2,42


34 KUDUS 131,2 2,32
s:

35 SURAKARTA 122,41 2,15


tp

36 SEMARANG 124,59 2,32


ht

37 TEGAL 122,49 2,71


38 YOGYAKARTA 123,21 2,29
39 JEMBER 122,56 1,93
40 BANYUWANGI 122,5 1,91
41 SUMENEP 123,01 2,19
42 KEDIRI 122,56 1,30

72
Tabel 5. (Lanjutan)

2016
No. Kota
IHK Inflasi

(1) (2) (5) (6)


43 MALANG 126,35 2,62
44 PROBOLINGGO 123,08 1,53
45 MADIUN 122,74 2,25
46 SURABAYA 125,77 3,22

.id
47 TANGERANG 133,61 2,65

go
48 CILEGON 130,99 4,22
49 SERANG s. 133,02 3,26
50 SINGARAJA 135,1 4,57
p
.b

51 DENPASAR 123,1 2,94


52 MATARAM
ut

124,29 2,47
53 BIMA 129,11 3,11
al

54 MAUMERE 121,86 3,62


//m

55 KUPANG 129,07 2,31


56 PONTIANAK 134,8 3,88
s:

57 SINGKAWANG 125,54 2,58


tp

58 SAMPIT 126,99 2,46


ht

59 PALANGKARAYA 123,35 1,91


60 TANJUNG 127,47 2,18
61 BANJARMASIN 126,28 3,68
62 BALIKPAPAN 131,58 4,13
63 SAMARINDA 128,83 2,83
64 TARAKAN 136,6 4,31

73
Tabel 5. (Lanjutan)

2016
No. Kota
IHK Inflasi

(1) (2) (5) (6)


65 MANADO 125,64 0,35
66 PALU 127,09 1,49
67 BULUKUMBA 130,24 1,48
68 WATAMPONE 120,27 1,50

.id
69 MAKASSAR 126,44 3,18

go
70 PARE-PARE 122,09 2,11
71 PALOPO s. 123,78 2,74
72 KENDARI 121,68 3,07
p
.b

73 BAU-BAU 128,87 1,71


74 GORONTALO
ut

121,78 1,30
75 MAMUJU 125,52 2,23
al

76 AMBON 125,85 3,28


//m

77 TUAL 140,13 2,97


78 TERNATE 130,27 1,91
s:

79 MANOKWARI 122,35 5,75


tp

80 SORONG 126,84 2,95


ht

81 MERAUKE 132,12 0,82


82 JAYAPURA 128,65 4,13

74
Tabel 6.
Andil/Sumbangan Inflasi Kota Ternate Menurut Bulan,
Tahun 2016

Kelompok Pengeluaran Januari Februari Maret

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0,52 -0,95 0,28

I BAHAN MAKANAN -0,97 -1,05 0,27

.id
MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK

go
II 0,08 0,09 0,04
DAN TEMBAKAU
s.
PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS
III 1,38 -0,01 -0,04
p
DAN BAHAN BAKAR
.b

IV SANDANG 0,05 0,02 0,02


ut
al

V KESEHATAN 0,04 0,00 0,00


//m

PENDIDIKAN, REKREASI DAN


VI 0,01 0,00 0,00
s:

OLAHRAGA
tp

TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA


VII -0,06 -0,01 -0,01
ht

KEUANGAN

75
Tabel 6. (Lanjutan)

Kelompok Pengeluaran April Mei Juni

(1) (2) (3) (4)

UMUM 0,05 0,29 0,30

I BAHAN MAKANAN 0,12 0,01 0,29

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK

.id
II 0,06 0,07 0,22
DAN TEMBAKAU

go
PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN
III -0,04 -0,01 0,04
BAHAN BAKAR s.
p
IV SANDANG 0,00 0,00 0,02
.b
ut

V KESEHATAN 0,00 0,00 0,00


al

PENDIDIKAN, REKREASI DAN


VI 0,00 0,00 0,00
//m

OLAHRAGA
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA
s:

VII -0,10 0,22 -0,27


KEUANGAN
tp
ht

76
Tabel 6. (Lanjutan)

Kelompok Pengeluaran Juli Agustus September

(1) (2) (3) (4)

UMUM 1,04 -0,10 0,09

I BAHAN MAKANAN 0,31 0,01 -0,12

MAKANAN JADI, MINUMAN,

.id
II 0,19 0,05 0,17
ROKOK DAN TEMBAKAU

go
PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS
III 0,03 -0,01 -0,01
DAN BAHAN BAKAR s.
p
IV SANDANG 0,03 0,04 -0,02
.b
ut

V KESEHATAN 0,00 0,00 0,03


al

PENDIDIKAN, REKREASI DAN


VI 0,11 0,00 0,04
//m

OLAHRAGA
TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN
s:

VII 0,37 -0,19 0,01


JASA KEUANGAN
tp
ht

77
Tabel 6. (Lanjutan)

Kelompok Pengeluaran Oktober November Desember

(1) (2) (3) (4)

UMUM -0,21 0,26 0,32

I BAHAN MAKANAN -0,21 0,31 0,09

MAKANAN JADI,

.id
II MINUMAN, ROKOK DAN 0,07 0,00 0,08
TEMBAKAU

go
PERUMAHAN, AIR, LISTRIK,
III s. -0,05 -0,02 -0,04
GAS DAN BAHAN BAKAR
p
IV SANDANG 0,00 -0,01 0,03
.b
ut

V KESEHATAN 0,04 0,03 0,00


al
//m

PENDIDIKAN, REKREASI DAN


VI 0,01 0,00 0,00
OLAHRAGA
s:

TRANSPOR, KOMUNIKASI
VII -0,06 -0,05 0,16
tp

DAN JASA KEUANGAN


ht

78
.id
DATA ps
.g
o
.b
ut

MENCERDASKAN BANGSA
al
//m
s:
tp
ht

BADAN PUSAT STATISTIK


PROVINSI MALUKU UTARA
Jl. Stadion No. 65, Ternate 97717
Telp. (0921) 3127878, Fax : (0921) 3126301
Email : bps8200@bps.go.id