Anda di halaman 1dari 4

Nama : Debora Putri P Saragih

Nim : 1261050257

Sejarah Vitamin
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik
amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalammetabolism setiap
organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.Nama ini berasal dari gabungan
kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada
suatu gugus organik yang memiliki atomnitrogen (N), karena pada awalnya vitamin
dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak
memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin
adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya,
senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara
normal.

Vitamin B adalah kelompok yang larut dalam air vitamin yang memainkan peran
penting dalam sel metabolisme. Secara umum, golongan vitamin B berperan penting
dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat
beraktivitas.Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa
koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai
jenis sumber energi.Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin
B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit).
Vitamin adalah zat yang sangat dibutuhkan untuk tubuh manusia maupun hewan
(Fajri Em Zul dan Senja Ratu Aprilia:858).

Vitamin adalah senyawa organik esensial untuk pertumbuhan dan kesehatan yang
terdapat dalam bahan pangan tertentu, sebagian besar vitamin berfungsi sebagai
koenzim mis: dalam metabolism (Hinchliff,1999:461)

Vitamin B yaitu mengacu pada salah satu di antara kelompok vitamin golongan B
kompleks yang larut air; semua vitamin dalam golongan B kompleks ini memiliki
hubungan kimiawi dan sering dijumpai di dalam jenis makanan yang sama => biotin,
sianokobalamine, asam folat, asam nikotinat, asam pantotenat, piridoksin, riboflavin,
tiamin (Hinchliff,1999:461).

Asam Pantotenat (Vitamin B5)


Asam pantotenat atau vitamin B5 lebih dikenal dengan unsur dari vitamin B
kompleks. Dimana memiliki manfaat untuk menjadi koenzim yang berperan dalam
metabolisme dalam tubuh. Sehingga tubuh pun dapat beraktivitas dengan optimal
dan seperti dalam keadaan normal. Vitamin B5 juga terdapat pada banyak makanan
seperti daging, buah dan sayuran.

Pengertian Asam Pantotenat (Vitamin B5)


Vitamin B5 atau asam pantotenat adalah salah satu dari jenis vitamin B kompleks.
Vitamin B5 larut dalam air. Di pasaran, vitamin B5 ini memiliki dua bentuk dimana
satu dan lainnya memiliki perbedaan harga yaitu panthetine dan calcium panthotenate.
Dimana calcium panthotenate memiliki harga yang lebih murah dibandingkan
panthetine. Namun keduanya memiliki fungsi untuk tubuh yang sangat baik.
Karakteristik dari vitamin B5 sendiri adalah vitamin B5 mudah sekali rusak
oleh pemanasan yang terus menerus seperti memasak yang terlalu lama.

Manfaat Asam Pantotenat Dalam Tubuh


Manfaat utama asam pantotenat dalam tubuh adalah sebagai koenzim dimana
membantu dalam proses asetilasi dan pelepasan energi pada tubuh dari molekul
mikronutrien. Karena asam pantotenat sendiri ini yang membantu metabolisme lemak
lalu protein serta karbohidrat. Dari metabolisme tersebut akan dihasilkan energi yang
dapat digunakan untuk tubuh dalam menjalankan aktivitasnya. Vitamin B5 juga
bermanfaat dalam mencegah tubuh dari kejang dan mati rasa. Lalu gangguan sakit
kepala dan gangguan pencernaan pun dapat diatasi. Tanpa vitamin B5, tubuh akan
mengalami lelah dan lemas. Lemak, protein dan karbohidrat tidak akan diproses
dalam metabolisme secara optimal jika vitamin B5 tidak terpenuhi secara baik.
Sehingga dibutuhkan asupan vitamin B5 atau asam pantotenat ini dengan dosis yang
tepat setiap harinya.

Kebutuhan Harian Asam Pantotenat (Vitamin B5)


Kebutuhan harian asam pantotenat pada tubuh biasanya tak lebih dari 20 mcg perhari.
Namun karena tidak ada suplemen khusus vitamin B5, yang ada biasanya ada adalah
berupa vitamin B kompleks. Untuk asupan normal tetap bisa dikonsumsi sampai 50-
100 mcg dalam suplemen vitamin. Namun bagaimana dengan asupan vitamin B5
secara alami? Secara alami vitamin B5 untuk anak-anak usia dibawah 5 tahun adalah
1-3 mcg. Untuk anak-anak usia 5 tahun sampai 14 tahun sebanyak 3-5 mcg vitamin
B5. Untuk orang dewasa dosis vitamin B5 adalah 5-10 mcg.

Akibat Kekurangan Asam Pantotenat


Defisiensi vitamin B5 ini tetap bisa terjadi. Pertama diakibatkan seseorang tidak
mengkonsumsinya dengan cukup. Lalu kondisi kedua adalah dikarenakan memang
adanya faktor genetik atau bawaan sejak lahir bahwa usus tidak mampu menyerap
vitamin B5 secara maksimal. Untuk itu biasanya konsumsi vitamin B5 lebih dari dosis
hariannya. Sedangkan saat kekurangan asam pantotenat ini, seseorang akan
mengalami gejala seperti fatigue, timbulnya jerawat berlebihan, mengalami hambatan
pertumbuhan, rambut rontok dan beruban, muntah dan kejang perut, mengalami
insomnia atau sulit tidur, kesemutan dan kejang pada kaki, kejang otot, gangguan
saluran pernafasan, serta hiploglikemia.

Sumber Alami Asam Pantotenat


Sumber alami asam pantotenat ini lebih banyak dikandung pada daging. Seperti
daging ikan, daging ayam, daging sapi dan daging hati. Untuk sumber makanan
lainnya seperti sayuran dan buah-buahan juga banyak mengandung vitamin B5.
Seperti brokoli, asparagus, dan kubis. Kemudian untuk buahnya ada alpukat, dan buah
pisang.
Pyridoxine (Vitamin B6)
Metabolisme dan Fungsi dalam Tubuh
Vitamin B6 atau dikenal sebagai pyridoxine merupakan salah satu jenis vitamin yang
bersifat larut di dalam air. Vitamin B6 banyak ditemukan pada beberapa jenis
makanan, seperti: alpukat, pisang, daging, ikan, kacang-kacangan, dan sereal.
Vitamin B6 diketahui berperan penting di dalam metabolisme protein, dimana vitamin
B6 berfungsi untuk membantu kerja enzim-enzim yang berperan di dalam
metabolisme protein. Piridoksal fosfat dalam tubuh merupakan koenzim yang
berperan penting dalam metabolisme berbagai asam amino, diantaranya
dekarboksilasi, transaminasi, rasemisasi triptofan, asam amino yang bersulfur dan
asam amino hidroksida. Vitamin B6 juga berperan di dalam penggunaan glikogen
pada otot sebagai sumber energi pada saat fitnes. Selain itu, vitamin B6 (bersama
dengan zinc, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C) juga diperlukan di dalam
sintesis hemoglobin pada sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen
ke jaringan tubuh

Kebutuhan : Wanita 1,3 mg; Pria 1,3 mg; Wanita hamil 1,9 mg; Wanita menyusui 2
mg. Kebanyakan konsumsi vitamin B6 dengan konsumsi lebih dari 50 mg per hari
dapat menyebabkan kerusakan saraf secara permanen

Sumber Dalam Makanan yang mengandung B6


Vitamin B6 paling banyak terdapat di khamir kecambah gandum, hati, ginjal, serealia
tumbuk, kacang-kacangan, kentang dan pisang. Susu, telur, sayur dan buah
mengandung sedikit vitamin B6. Vitamin B6 di dalam bahan makanan hewani lebih
mudah diabsorpsi daripada yang terdapat di dalam bahan makanan nabati.
Misalnya: Sumber: Daging unggas, ikan, hati sapi dan ayam, kentang, tomat, pisang,
buah yang berwarna ungu, telur, gandum, tempe,sayuran hijau dan kacang-kacangan.
Vitamin b6 dalam makanan hewani dalam usus absorpsinya lebih tinggi.

Tahun penemuan vitamin alami dan sumbernya


Tahun penemuan Vitamin Nama biokimia Ditemukan di
1909 Vitamin A Retinol Wortel
1912 Vitamin B1 Tiamin Susu
1912 Vitamin C Asam askorbat Jeruk sitrun
1918 Vitamin D Kalsiferol Keju
1920 Vitamin B2 Riboflavin Telur
1922 Vitamin E Tokoferol Minyak mata bulir gandum,
Vitamin
1926 Sianokobalamin Telur
B12
1929 Vitamin K Filokuinona Kuning telur
1931 Vitamin B5 Asam pantotenat Susu
1931 Vitamin B7 Biotin Hati
1934 Vitamin B6 Piridoksin Kacang
1936 Vitamin B3 Niasin Ragi
1941 Vitamin B9 Asam folat Hati