Anda di halaman 1dari 36

PERCOBAAN 1

PENGENALAN ETAP

I. Tujuan Percobaan
1. Mempelajari fungsi ETAP dalam sistem tenaga listrik
2. Mempelajari cara membuat diagram saluran tenaga listrik dengan
menggunakan ETAP

II. Dasar Teori


ETAP (Electric Transient and Analysis Program) merupakan suatu perangkat
lunak yang mendukung sistem tenaga listrik. Perangkat ini mampu bekerja dalam
keadaan offline untuk simulasi tenaga listrik, online untuk pengelolaan data real-time
atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time. Fitur yang terdapat di
dalamnya pun bermacam-macam antara lain fitur yang digunakan untuk menganalisa
pembangkitan tenaga listrik, sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga listrik.
Analisa tenaga listrik yang dapat dilakukan ETAP antara lain :
a. Menggambarkan denah beban-beban
b. Mensetting data-data beban dan jaringan
c. Merancang diagram satu garis (One line diagram)
d. Analisa aliran daya
e. Analisa hubung singkat
f. Starting motor induksi, dll.
Dalam menganalisa tenaga listrik, suatu diagram saluran tunggal (single line
diagram) merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik
tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah
sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam
analisa rangkaian. Elemen elektrik seperti misalnya pemutus rangkaian, transformator,
kapasitor, bus bar maupun konduktor lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan
simbol yang telah distandardisasi untuk diagram saluran tunggal. Elemen pada
diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan listrik, tetapi
merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-ke-kanan
yang sama, atas-ke-bawah, sebagai saklar atau peralatan lainnya diwakili.
ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa
kelistrikan, ANSI dan IEC. Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di antara kedua
standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan, yang berakibat pada perbedaan

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 1


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
spesifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Simbol elemen listrik
yang digunakan dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda.

Gambar 1.1 Elemen standar ANSI

Beberapa elemen yang digunakan dalam suatu diagram saluran tunggal adalah :
a. Generator
Merupakan mesin listrik yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga listrik.

Gambar 1.2 Simbol Generator di ETAP


b. Transformator
Berfungsi untuk menaikkan maupun menurunkan tegangan dengan rasio
tertentu sesuai dengan kebutuhan sistem tenaga listrik.

Gambar 1.3 Simbol Transformator di ETAP

c. Pemutus Rangkaian

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 2


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Merupakan sebuah saklar otomatis yang dirancang untuk melindungi sebuah
rangkaian listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban atau
hubungan pendek.

Gambar 1.4 Simbol pemutus rangkaian di ETAP


d. Beban
Di ETAP terdapat dua macam beban, yaitu beban statis dan beban dinamis.

Gambar 1.5 Simbol beban statis di ETAP

III. Prosedur Percobaan


A. Membuat One-Line Diagram sederhana
1. Susun rangkaian seperti gambar di bawah ini
2. Untuk cara merangkainya, perhatikan penjelasan dari asisten terlebih dahulu

Gambar 1. Single Line Diagram

3. Masukkan setiap nilai atau rating elemen seperti yang tertera pada gambar.
4. Bila ada parameter elemen yang kurang jelas tanyakan pada asisten.
5. Bila sudah selesai, simpan file ke dalam folder yang lokasinya ditentukan oleh
asisten.
6. Tutup program ETAP.

B. Membuat Composite Network


1. Buka file ETAP yang telah disimpan sebelumnya.
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 3
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
2. Hapus atau cut elemen Network1 pada gambar bagian A.
3. Tambahakan rangkaian elemen seperti gambar di bawah ini.

Gambar 1.7 Single Line Diagram

4. Hubungkan elemen tambahan tersebut ke dalam one-line diagram sebelumnya.


5. Buat composite Networknya untuk rangkaian tambahan tersebut.
6. Bila sudah selesai, praktikan boleh bertanya-tanya atau membuat rangkaian
sendiri sambil menunggu praktikan yang lain selesai.

C. Membuat one line diagram dan composite network sendiri


Tanyakan pada asisten untuk gambar one line diagram yang harus didisain.

IV. Tugas dan Pertanyaan


1. Apa yang anda ketahui mengenai ANSI dan IEC!
2. Sebutkan contoh jenis beban dinamis!
3. Apakah yang dimaksud dengan lumped load?
4. Apa yang anda ketahui mengenai swing generator?

LEMBAR PENGAMATAN
PERCOBAAN 1

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 4


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Nama Anggota : 1. Syuhud Hendra P
2. Tri Juniarto
Kelompok :1
Hari/ Tgl : Selasa/25 April 2017

A. Percobaan 1
Transformator 50 MVA, Load 40 MVA

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya keluar busbar (Kw)
Busbar (atas) 13,8 32115 & 400
Busbar (bawah) 4,036 & 4,159 32010 & 400

Pengamatan arus dan losses pada trafo dan beban


Komponen Arus (A) Losses (kW)
Transformator 1623,8 & 18,2 105,1 & 0
Static load 5386,6 32010

B. Percobaan 2
Transformator 50 MVA, Load 10 MVA

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (Kv) Daya keluar Busbar (kW)
Busbar (atas) 13,8 8381 & 400
Busbar (bawah) 4,129 & 4,159 8374 & 400

Pengamatan arus dan losses pada trafo dan beban


Komponen Arus (kV) Losses (kW)
Transformator 415,3 & 18,2 6,9 & 0
Static load 1377,5 8374

C. Percobaan 3
Transformator 20 MVA, Load 10 MVA

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya keluar busbar (kW)
Busbar (atas) 13,8 8204 & 400
Busbar (bawah) 4,083 & 4,157 8187 & 400

Pengamatan arus dan losses pada trafo dan beban


Komponen Arus (A) Losses (kW)
Transformator 1362,1 & 60,3 16,8 & 0
Static load 1362,1 8187

JAWABAN PERTANYAAN :

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 5


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
1. International Electrotechnical Commission atau disingkat IEC adalah suatu
organisasi standardisasi internasional nirlaba yang menyiapkan dan
mempublikasikan standar internasional untuk semua teknologi elektrik,
elektronika, dan teknologi lain yang terkait, yang secara kolektif dikenal dengan
"elektroteknologi". Standar IEC meliputi berbagai teknologi dari pembangkitan,
transmisi, dan distribusi listrik hingga perlengkapan rumah tangga dan
perlengkapan kantor, semikonduktor, serat optik, baterai, tenaga surya,
nanoteknologi dan tenaga air laut, serta berbagai hal lain. IEC juga mengelola
skema penilaian kesesuaian yang menyatakan apakah suatu perangkat, sistem,
atau komponen sesuai dengan standar internasional. IEC menerbitkan standar
bersama dengan IEEE. Perbedaan antara standar IEC dan ANSI terletak pada
standar frekuensi yang digunakan yang mengakibatkan perbedaan spesifikasi
peralatan yang digunakan. Jika pada standar IEC nilai frekuensi yang digunakan
adalah 50 Hz, sedangkan pada standar ANSI nilai frekuensi yang digunakan
adalah 60 HZ. Dan pada simbolya pun dibedakan agar mudah membedakan
kedua standar ini.

2. Contoh beban listrik dinamis Transformator, ballast, motor induksi dan lain-lain,
lampu fluoresens, televisi, monitor, penyearah (rectifier), charger, ballast
elektronik, inverter, UPS, DC-DC Converter, AC to AC Controller.

3. Lumped load biasanya digunakan untuk sebuah feeder yang diasumsikan


mempunyai motor dan beban static. Lebih mudahnya, lumped load merupakan
gabungan antara beban motor dan beban static.

4. Swing generator adalah sebuah generator dengan mode swing. Generator tersebut
akan berusaha memenuhi kekurangan aliran daya pada sistem dimana nilai sudut
tegangan terminal generator akan dijaga tetap berada pada nilai operasi tertentu.
Salah satu operasi mesin yang beroperasi swing akan dipilih sebagai mesin
referensi untuk keseluruhan sistem, sehingga harus ada minimal satu mesin yang
terhubung dengan sistem pada diagram satu garis. Selain itu tegangan rating
generator swing digunakan sebagai basis tegangan pada bus yang terhubung
dengan generator tersebut.
ANALISA PERCOBAAN 1
Dari percobaan 1 & 2 tersebut dapat dianalisa bahwa ketika transformator
dengan rating daya yang sama, tetapi rating bebannya berbeda maka daya yang keluar
pada busbar dan losses dari beban yang besar, nilainya yang terukur akan besar juga.
Karena pada beban ini arusnya besar, sehingga pada percobaan ini kita bisa
membuktikan rumus daya aktif yaitu P = V.I.Cos Q (Watt) dan losses atau rugi daya
dengan rumus I2.R (Watt). Dan pada percobaan 2 & 3 yang mana rating
transformatornya berbeda tetapi rating bebannya sama maka transformator yang
dibebani mendekati nilai rating daya dari transformator tersebut akan mengalami
losses atau rugi daya yang besar.

LAMPIRAN PRAKTIKUM

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 6


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
PERCOBAAN 2

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 7


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
JARINGAN DISTRIBUSI

I. Tujuan Praktikum
1. Dapat mengetahui jenis-jenis kabel jaringan dan beban Lumped
2. Mengetahui pengaruh panjang dan jenis kabel jaringan terhadap jatuh
tegangan dan rugi daya sistem.
3. Dapat menganalisis perubahan keadaan sistem tenaga listrik akibat adanya
perubahan panjang dan jenis kabel jaringan.

II. Gambar Sistem

III. Data Percobaan

1. Data 1
Power Grid 150 Kv
Transformator Step down 150/20 kV; 50 MVA
Lumped Load 10 MVA; pf 85%

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 8


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Cable 1 km; 6 mm2; 1 - 3/C
Transformator Step down 20/0.38 kV; 200 kVA
Static Load 10 kVA; pf 100%

2. Data 2
Power Grid 150 Kv
Transformator Step down 150/20 kV; 50 MVA
Lumped Load 10 MVA; pf 85%
Cable 40 km; 6 mm2; 1 - 3/C
Transformator Step down 20/0.38 kV; 200 kVA
Static Load 10 kVA; pf 100%

3. Data 3
Power Grid 150 Kv
Transformator Step down 150/20 kV; 50 MVA
Lumped Load 10 MVA; pf 85%
Cable 40 km; 16 mm2; 1 - 3/C
Transformator Step down 20/0.38 kV; 200 kVA
Static Load 10 kVA; pf 100%
Penjelasan:
1. Jenis beban sistem tenaga listrik yang lain adalah Lumped Load, merupakan
beban yang banyak mengandung motor listrik, sehingga dapat mempengaruh
tegangan sistem ketika start. Spesifikasi yang pokok pada sebuah Lumped
Load adalah level tegangan dan kapasitas daya lengkap dengan faktor
dayanya.

2. Kabel penghantar, merupakan media untuk menghantarkan arus listrik yang


dipakai pada saluran transmisi dan jaringan distribusi. Spesifikasi yang
penting pada kabel adalah: bahan, luas penampang, panjang kabel dan
tegangan kerjanya.

IV. Langkah Percobaan


1. Setting Project standard dengan f = 50 Hz
2. Skema kan kembali gambar pada Unit 1 dengan pengecualian tanpa diberi
beban, lalu Busbar 2 di perpanjang dengan cara men drag ujung kanan/kiri
dari Busbar, setting disesuaikan dengan data percobaan 1, berikut adalah
gambar skema :

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 9


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
3. Klik component cable untuk mendeskripsikannya sebagai jaringan
distribusi, lalu sambungkan dengan Busbar 2 seperti gambar dibawah :

4. Klik 2 kali kabel yang sudah terpasang, klik Library, lalu settinglah sesuai
dengan data percobaan 1, sehingga nampak seperti gambar dibawah

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 10


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Lalu
setting
panjang jaringan sesuai dengan data percobaan 1 dengan satuan km

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 11


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
5. Tambahkan Transformator seperti gambar dibawah

6. Seting nilai ratio dan rating trafo setting sesuai dengan data percobaan 1

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 12


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
7. Tambahkan Busbar setelah transformator untuk menghubungkan beban
dengan trafo seperti gambar berikut :

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 13


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
8. Tambahkan komponen
static load dan
lumped load pada AC
component sehingga
nampak seperti
gambar berikut :

9. Setting nilai rating dari


masing- masing beban
sesuai data percobaan 1

10. lakukan load flow


dengan click , lalu run
click , akan muncul
hasil load flow seperti
gambar dibawah

11. Untuk mengatur


hasil tampilan load
flow, seperti menampilkan
arus, tegangan dalam bentuk Volt, aliran daya dalam bentuk VA, cukup click
display option.
12. Klik report manager , untuk mendapatkan data tegangan dan daya bus,
lalu akan muncul window seperti dibawah, pilih Summary

13. Catat nilai tegangan dan daya pada masing-masing bus.


14. Lakukan percobaan seperti di atas untuk data percobaan 2 dan data percobaan
3
15. Perhitungan dan analisis meliputi:
Menghitung turun tegangan dan rugi daya untuk data percobaan 1

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 14


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Menghitung turun tegangan dan rugi daya untuk data percobaan 2
Menghitung turun tegangan dan rugi daya untuk data percobaan 3
Bandingkan nilai tegangan dan rugi daya yang terjadi pada ketiga percobaan
tersebut.
Berikan komentar atas hasil analisis tersebut berkaitan dengan
pengaruh
panjang dan ukuran kabel jaringan terhadap sistem.

LEMBAR PENGAMATAN
PERCOBAAN 2

Nama Anggota : 1. Syuhud Hendra P


2. Tri Juniarto
Kelompok :1
Hari/ Tgl : Selasa/23 Mei 2017

A. Percobaan 1

Panjang Kabel : 1000 Meter


Luas Penampang : 6 mm2

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya pada busbar (kW)
Busbar 150 kV 150 8480
Busbar 0,38 kV 0,376 10
Busbar sebelum kabel 19,785 10
Busbar setelah kabel 19,783 10

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 15


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Pengamatan arus dan losses pada komponen
Komponen Arus Primer (A) Losses (kW)
Trafo 50 MVA 38,8 6,5
Lumped Load 290,6 8464
Cabel 0,3 0
Trafo 200 kVA 0,3 0
Static Load 15 10

B. Percobaan 2

Panjang Kabel : 40 KM
Luas Penampang : 6 mm2

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya pada busbar (kW)
Busbar 150 kV 150 8480
Busbar 0,38 kV 0,373 10
Busbar sebelum kabel 19,785 10
Busbar setelah kabel 19,668 10

Pengamatan arus dan losses pada komponen


Komponen Arus Primer (A) Losses (kW)
Trafo 50 MVA 38,8 6,5
Lumped Load 290,6 8464
Cabel 0,3 0,1
Trafo 200 kVA 0,3 0
Static Load 14,9 10

C. Percobaan 3

Panjang Kabel : 40 KM
Luas Penampang : 16 mm2

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya pada busbar (kW)
Busbar 150 kV 150 8480
Busbar 0,38 kV 0,375 10
Busbar sebelum kabel 0,3 10
Busbar setelah kabel 0,3 10

Pengamatan arus dan losses pada komponen


Komponen Arus Primer (A) Losses (kW)
Trafo 50 MVA 38,8 6,5
Lumped Load 290,6 8464
Cabel 0,3 0
Trafo 200 kVA 0,3 0

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 16


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Static Load 15 10

ANALISA PRAKTIKUM 2
Dalam mengirimkan/mentransmisikan daya listrik digunakan sebuah
konduktor/penghantar yang terbuat dari bahan logam seperti tembaga, aluminium,dll.
Ada yang diselubungi oleh sebuah isolator atau disebut kabel dan ada juga yang tidak
diselubungi isolator atau disebut kawat. Dengan berbagai macam material penyusun
logam maka konduktor/penghantar memiliki karakteristik yang berbeda-beda,
diantaranya yaitu daya hantar listrik. Sifat daya hantar listrik material dinyatakan
dengan konduktivitas, yaitu kebalikan dari resistivitas atau tahanan jenis penghantar,
dimana tahanan jenis penghantar tersebut didefinisikan sebagai:

l
R=
A

dimana;
A : luas penampang ( m2 )
: Panjang penghantar ( m)
R : tahanan penghantar ( )
: tahanan jenis penghantar ( -meter )

Hambatan listrik pada konduktor/penghantar akan semakin besar apabila


konduktor/penghantar semakin panjang, dan berkurang jika luas penampangnya
semakin besar serta tergantung pada tahanan jenis penghantar/konduktor.

Pada percobaan ini, dilakukan 2 simulasi yaitu, pertama dengan pangjang


koduktor yang berbeda tetapi luas penampang konduktor sama dan kedua dengan
panjang konduktor yang sama tetapi luas penampang berbeda. Pada percobaan
pertama terlihat bahwa terjadi losses sebesar 0,1, karena hambatan atau resistansinya
bertambah besar akibat panjangnya konduktor. Dan pada percobaan yang kedua
terlihat bahwa terjadi penurunan tegangan pada busbar karena luas penampang
konduktornya bertambah besar yang mana berakibat mengurangi hambatan atau
resistansi. Ini bisa dibuktikan dengan rumus hukum ohm :

V = I.R

LAMPIRAN PRAKTIKUM 2

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 17


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
PERCOBAAN 3
ANALISA ALIRAN DAYA (LOAD FLOW ANALYSIS)

I. Tujuan Percobaan

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 18


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
1. Mempelajari konsep aliran daya dalam sistem tenaga listrik.
2. Menganalisa masalah-masalah airan daya pada sistem tenaga listrik.

II. Dasar Teori

Percobaan aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya
yang berupa pengaruh dari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran
daya dan juga mempelajari adanya tegangan jatuh di sisi beban .

Aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik secara garis besar adalah suatu
peristiwa daya yang mengalir berupa daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari
suatu sistem pembangkit (sisi pengirim) melalui suatu saluran atau jaringan
transmisi hingga sampai ke sisi beban (sisi penerima). Pada kondisi ideal,
maka daya yang diberikan oleh sisi pengirim akan sama dengan daya yang
diterima beban. Namun pada kondisi real, daya yang dikirim sisi pengirim
tidak akan sama dengan yang diterima beban. Hal ini dipengaruhi oleh
beberapa hal:

1. Impedansi di saluran transmisi.


Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan
sudah mencakup resultan antara hambatan resistif, induktif dan kapasitif. Hal
ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena terkonversi atau terbuang
menjadi energy lain dalam transfer energi.

2. Tipe beban yang tersambung jalur.


Ada 3 tipe beban, yaitu resistif, induktif, dan kapasitif. Resultan antara
besaran hambatan kapasitif dan induktif akan mempengaruhi P.F. sehingga
mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya yang ditransfer dengan
yang diterima.

Sedangkan untuk melakukan kalkulasi aliran daya, terdapat 3 metode yang


biasa digunakan:

1. Accelerated Gauss-Seidel Method


LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 19
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
1. Hanya butuh sedikit nilai masukan, tetapi lambat dalam kecepatan
perhitungan.

2. Newton Raphson Method


1. Cepat dalam perhitungan tetapi membutuhkan banyak nilai
masukan dan parameter.
2. First Order Derivative digunakan untuk mempercepat perhitungan.

3. Fast Decoupled Method


1. Dua set persamaan iterasi, antara sudut tegangan, daya reaktif
dengan magnitude tegangan
2. Cepat dalam perhitungan namun kurang presisi
3. Baik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang

III. Peralatan Percobaan


1. Satu Buah PC dengan instalasi ETAP 7.0

IV. Prosedur Percobaan :


Percobaan 1
a) Buat one line diagram dengan susunan seperti gambar di bawah ini.

PG

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL T1 20


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]

Lumped Load
b) Isi Rating berdasarkan data yang telah ditentukan asisten:
a. Power Grid
MVAsc
X/R
b. Kabel
Length
Size
c. Transformator (T1)
Vp dan Vs
Nilai MVA
Typical X/R
d. Beban (Lump Load)
Nilai MVA
% PF
% Load Type

c) Pasang HV Circuit Breaker pada one line diagram yang telah diberi rating
tersebut!
d) Gunakan metode Newton Rhapson!
e) Jalankan Loadflow analysis melalui button Run Load Flow!
f) Catat Aliran daya yang mengalir pada bus, bus angle, Voltage Drop pada
line/cable, dan branch losses! (ubah pengaturan tampilan hasil melalui
display option)

Percobaan 2

a) Kembangkan one line diagram pada percobaan 1 menjadi seperti gambar


dibawah ini!

b) Isi Composite network dengan one line diagram di bawah ini

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 21


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
c) Berikan Rating pada Transformator, Kabel, Motor induksi, Serta Beban-beban
yang telah ditentukan oleh asisten!
d) Jalankan Load flow analysis seperti pada percobaan 1!
e) Catat aliran daya pada one diagram tersebut dan bandingkan hasilnya dengan
percobaan 1!

V. Pertanyaan

1. Analisa perbandingan aliran daya pada bus 1 dan 3 pada percobaan


pertama dengan kedua.
2. Apa yang menyebabkan perbedaan besaran aliran daya pada setiap
percabangan?
3. Dari hasil aliran daya yang ditampilkan , apa yang menyebabkan
perbedaan bus voltage dan bus angle?
4. Apa yang menyebabkan voltage drop pada sistem?
5. .Melalui tombol Alert View, analisa apa yang terjadi pada kondisi
critical dan marginal? Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apa yang
dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 22


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
LEMBAR PENGAMATAN
PERCOBAAN 3

Nama Anggota : 1. Syuhud Hendra P


2. Tri Juniarto
Kelompok :1
Hari/ Tgl : Selasa/23 Mei 2017

Percobaan 1
Catat dari hasil report manager, meliputi
Nilai tegangan pada masing-masing bus
Rugi daya pada masing-masing komponen yang ada

Perhitungan dan analisis :


Setelah dilakukan simulasi dan pengambilan data, maka perlu dilakukan
analisis
Berkenaan dengan rugi daya dan turun tegangan sistem.
Hitunglah rugi daya yang terjadi pada sistem dengan menghitung selisih antara
daya yang dikirim oleh sumber tegangan dengan daya yang diterima beban.
Hitunglah turun tegangan yang terjadi pada sistem dengan menghitung selisih
antara tegangan pada bus sumber dengan tegangan pada bus beban.
Berikan penjelasan mengapa terjadi rugi daya dan turun tegangan.

DATA PERCOBAAN 1
a. Power Grid
MVAsc = 60 MVA
X/R = 10
b. Kabel
Length = 10 KM
Size = 16 mm2
c. Transformator (T1)
Vp dan Vs = 150 kV & 20 kV
Nilai MVA = 60 MVA
Typical X/R = 45
d. Beban (Lump Load)
Nilai MVA = 30 MVA
% PF = 85

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 23


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
% Load Type = 100 % Motor

DATA PERCOBAAN 2
a. Power Grid
MVAsc = 60 MVA
X/R = 10
b. Kabel 1
Length = 10 KM
Size = 16 mm2
c. Kabel 2
Length = 10 KM
Size = 16 mm2

d. Transformator (T1)
Vp dan Vs = 150 kV & 20 kV
Nilai MVA = 60 MVA
Typical X/R = 45
e. Transformator (T1)
Vp dan Vs = 150 kV & 20 kV
Nilai MVA = 60 MVA
Typical X/R = 45
f. Beban (Lump Load)
Nilai MVA = 30 MVA
% PF = 85 %
% Load Type = 100 % Motor
g. Beban (Static Load)
Nilai MVA = 30 MVA
% PF = 100 %
h. Beban (Motor Induksi)
Nilai MVA = 0,35 MVA
% PF = 91,99 %
Nilai kW = 300 kW

A. Percobaan 1

Pengamatan tegangan dan daya pada busbar


Komponen Tegangan (kV) Daya pada busbar (kW)
Busbar 150 kV 150 26563
Busbar 20 kV 18,701 25500

Pengamatan arus dan losses pada komponen

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 24


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Komponen Arus Primer (A) Losses (kW)
Trafo 60 MVA 123,5 47,6
Cabel 123,5 1015,2

B. Percobaan 2
Pengamatan tegangan dan daya pada busbar
Komponen Tegangan (kV) Daya pada busbar (kW)
Busbar 150 kV 150 26619 & 29387
Busbar 20 kV 18,702 & 19,34 25500 & 322

Pengamatan arus dan losses pada komponen


Komponen Arus Primer (A) Losses (kW)
Trafo 60 MVA 123,6 & 113,4 47,7 & 40,2
Cabel 123,6 & 113,4 1016,6 & 856,2

JAWABAN PERTANYAAN :
1. Perbandingan aliran daya pada bus 1 dan bus 2 untuk percobaan pertama dan
kedua terjadi losses atau rugi daya yang signifikan, mengingat toleransi turun
tegangan adalah 5% dari tegangan sistem.
2. Perbedaan besaran aliran daya ini disebabkan oleh panjangnya
konduktor/penghantar dan banyaknya komponen yang dilalui sebelum
percabangan.
3. Penyebab perbedaan bus voltage dan bus angle adalah jenis beban yang
digunakan. Apakah beban itu bersifat induktif, kapasif, atau resistif dan
komponen urutan positif, negatif atau nol.
4. Voltage drop disebabkan oleh panjangnya saluran transmisi dan bahan dari
konduktor/penghantar yang digunakan.
5. Hal ini terjadi karena kapasitas suplai tenaga listrik yang tidak sesuai dengan
beban yang digunakan, dan juga karena peralatan yang digunakan tidak sesuai
dengan tegangan atau arus pada sistem. Sehingga untuk mengatasi masalah
tersebut perlu disesuaikan antara kapasitas daya dengan beban dan juga
menentukan jenis dan juga ukuran dari peralatan.

LAMPIRAN PRAKTIKUM 3

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 25


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
PERCOBAAN 4
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 26
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
SHORT CIRCUIT ANALYSIS

I. Tujuan Percobaan
1. Mempelajari karakteristik arus gangguan
2. Mempelajari simulasi gangguan pada ETAP 7.0
3. Mempelajari manfaat analisa gangguan

II. Dasar Teori


Pada suatu sistem tenaga listrik tidak dapat dihindari adanya gangguan,
walaupun sudah didesain sebaik mungkin. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan
isolasi pada sistem tenaga listrik ataupun gangguan dari luar seperti dahan pohon dan
sebagainya yang mengakibatkan terjadinya hubung singkat. Adanya hubung singkat
menimbulkan arus lebih yang pada umumnya jauh lebih besar daripada arus pengenal
peralatan dan terjadi penurunan tegangan pada sistem tenaga listrik, sehingga bila
gangguan tidak segera dihilangkan dapat merusak peralatan dalam sistem tersebut.
Besarnya arus hubung singkat yang terjadi sangat diperngaruhi oleh jumlah
pembangkit yang masuk pada sistem, letak gangguan dan jenis gangguan.
Berdasarkan jenis arus gangguannya, gangguan pada sistem tenaga listrik
dibagi menjadi dua bagian yaitu gangguan simetris dan gangguan tak simetris. Yang
dimaksud dengan gangguan simetris adalah gangguan yang arus gangguannya
seimbang dan sebaliknya gangguan tak simetris adalah gangguan yang arus
gangguannya tak seimbang.

III. Prosedur Percobaan


a. Rangkaian Percobaan
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 27
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Gambar 3.1 Rangkaian Analisa Gangguan
b. Alat
1. 1 buah PC ETAP 7.0 installed

c. Percobaan gangguan tiga fasa dengan tidak ada arus beban


1. Buat rangkaian sesuai dengan gambar 3.1 dengan menggunakan ETAP
7.0
2. Tulis rating generator, circuit breaker dan kabel yang ada pada gambar
seperti yang telah disediakan.
3. Buka semua circuit breaker yang mengarah ke beban
4. Amati arus yang mengalir pada rangkaian percobaan dengan
menggunakan load flow analysis
5. Kemudian berikan gangguan pada bus dengan menggunakan short
circuit study case.
6. Amati arus gangguan yang terjadi.
7. Catat besarnya arus gangguan.
8. Periksa Short Circuit Analysis View
9. Ulangi percobaan dengan menutup circuit breaker dari gen2.

d. Percobaan gangguan tiga fasa dengan adanya arus beban


1. Buat rangkaian sesuai dengan gambar 3.1 dengan menggunakan ETAP
7.0
2. Tulis rating generator, circuit breaker dan kabel yang ada pada gambar
seperti yang telah disediakan.
3. Tutup semua circuit breaker yang mengarah ke beban
4. Amati arus yang mengalir pada rangkaian percobaan dengan
menggunakan load flow analysis
5. Kemudian berikan gangguan pada bus dengan menggunakan short
circuit study case.
6. Amati arus gangguan yang terjadi.
7. Catat besarnya arus gangguan.
8. Periksa Short Circuit Analysis View
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 28
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
9. Ulangi percobaan dengan menutup circuit breaker dari gen2.

IV. Pertanyaan
1. Bandingkan bagaimana arus yang mengalir pada saat sebelum
terjadinya gangguan dengan arus setelah terjadinya gangguan !
Mengapa demikian?
2. Bagaimana keadaan arus gangguan pada saat sistem tanpa beban dan
pada saat sistem berbeban? Mengapa demikian? Jelaskan!
3. Bandingkan bagaimana arus yang mengalir pada saat hanya 1
generator yang bekerja dengan ketika 2 generator bekerja!
4. Berilah kesimpulan berkaitan dengan percobaan ini.

LEMBAR PENGAMATAN
PERCOBAAN 4

Nama Anggota : 1. Syuhud Hendra P


2. Tri Juniarto
Kelompok :1
Hari/ Tgl : Selasa/23 Mei 2017

A. Percobaan 1
Kondisi Arus yang mengalir
Sebelum terjadi gangguan 0,9 A & 0,9 A
Setelah terjadi gangguan 6,34 A & 1,69 A
Tanpa beban 0A
Saat berbeban 1,8 A
1 generator 8,9 A
2 generator 4,4 A

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 29


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
JAWABAN PERTANYAAN :

1. Pada saat setelah terjadi gangguan arus yang mengalir lebih besar dibandingkan
dengan arus sebelum terjadi gangguan, itu disebabkan karena pada saat terjadi
gangguan maka seolah-olah sistem terbebani secara penuh. Jadi, arus yang
mengalir akan sangat besar

2. Saat terjadi gangguan dan dalam keadaan berbeban maka arus yang mengalir
pada bus sebelum beban akan besar dan arus pada bus beban akan kecil.
Sedangkan pada saat terjadi gangguan tetapi tidak berbeban maka arus pada bus
sebelum beban akan besar dan arus pada bus beban akan bernilai nol.
3. Pada saat 2 generator bekerja semua, maka arus yang mengalir untuk setiap
generatornya akan kecil dibandingkan dengan yang hanya 1 generator saja.
Karena pada saat hanya 1 generator yang bekerja, beban keseluruhan dipikul oleh
generator tersebut.
4. Pada percobaan ini dapat disimpulkan bahwa, ketika terjadi gangguan maka arus
yang mengalir akan sangat besar. Ini dikarenakan ketika terjadi gangguan sumber
tenaga listrik atau generator akan mendeteksinya sebagai beban yang
kapasitasnya sangat besar.
Bisa dibuktikan dengan rumus daya :

I=P/V

Yang mana jika dayanya besar, maka arusnya akan bertambah besar.

LAMPIRAN PRAKTIKUM 4

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 30


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 31
SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
BAB 5
STARTING MOTOR INDUKSI

I. Tujuan Percobaan

Mensimulasikan dan menganalisa kondisi dan voltage drop saat starting motor
induksi dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0.0.

II. Dasar Teori

Selama periode waktu starting, motor pada sistem akan dianggap sebagai
sebuah impedansi kecil yang terhubung dengan sebuah bus. Motor akan mengambil
arus yang besar dari sistem, sekitar enam kali arus ratingnya, dan bisa menyebabkan
voltage drop pada sistem serta menyebabkan gangguan pada operasi beban yang lain.

Torsi percepatan motor bergantung pada tegangan terminal motor, oleh


karena itu untuk motor dengan tegangan terrminal yang rendah di beberapa kasus
akan menyebabkan starting motor tidak akan mencapai nilai kecepatan ratingnya.

Data-data yang diberikan oleh pabrik untuk operasi full load motor
biasanya berupa : tegangan line to line (V), arus line (A), output daya P o (kW), power
factor cos (per unit), efisiensi (per unit atau percent), slip s (per unit atau percent).
Dengan memeriksa nilai impedansi motor atau data dari pabrik, dapat kita lihat nilai
arus starting bervariasi antara 3,5 kali arus full-load untuk motor tegangan tinggi dan
sekitar 7 kali arus full-load untuk tegangan rendah.

Selain itu arus starting bisa dihitung dari rangkaian ekivalen dengan
menset nilai slip nol. Setelah didapat nilai arus starting maka nilai starting kVA dan
PF bisa didapat. Variasi arus starting terhadap kecepatan untuk motor 22 kW dan 200
kW diperlihatkan grafik di bawah ini

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 32


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Sebagian besar beban-beban mekanik di industri diklasifikasikan ke dalam
2 grup yaitu : torsi kuadratik versus kecepatan dan torsi konstan versus kecepatan

Karakteristik kuadratik ada pada beban seperti pompa sentrifugal,


kompressor sentrifugal, kipas, dan lain-lain. Secara umum karakteristiknya ada dua
yaitu bagian statik dan bagian dinamik. Bagian statik menghitung torsi inisial yang
dibutuhkan saat kecepatan nol dan kecepatan sangat rendah. Sekitar 5 sampai 15 %
torsi full-load dibutuhkan untuk menggerakkan batang. Torsi inisial ini biasa disebut
stiction. Jika batang mulai berotasi torsi ini berkurang. Saat kecepatannya di atas
sekitar 10%, torsi statik bisa diabaikan. Bagian dinamik torsi berhubungan dengan
energi yang dibutuhkannya. Karkteristik dinamiknya dapat dirumuskan

Tdynamic = KN2 di mana N adalah kecepatan batang

Sebagian besar pompa sentrifugal dan kompressor sentrifugal di start saat


kondisi no-load. Artinya mesin membutuhkan energi dan torsi minimum dari motor.
Torsi full-speed untuk operasi no-load antara 40% - 0% torsi full-load.

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 33


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
Untuk beban dengan karakteristik torsi konstan versus kecepatan seperti
conveyor, lifting, crushers, dan lain-lain. Dari kecepatan nol ke kecepatan penuh,
torsinya tetap konstan. Mesin tipe ini sulit untuk start dan mencapai kecepatan
penuhnya. Beban seperti ini biasanya menggunakan motor tipe double cage, yang
rotornya mempunyai dua lilitan rotor, satu di luar, satu di dalam dalam satu slot atau
slot yang terpisah. Dengan memilih rasio X per R untuk lilitan ini, membuat motor
bisa menghasilkan dua torsi untuk slip tertentu. Kombinasi torsi bisa konstan selama
periode acceleration. Namun, yang perlu diperhatikan harus dijamin juga bahwa
motor memiliki torsi yang cukup untuk mempercepat beban saat tegangan
terminalnya jatuh.

Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi arus starting


dari suplai. Saat starting, tegangan bus akan turun untuk mencipatkan torsi yang
cukup untuk mempercepat beban ke tegangan ratingnya. Waktu starting yang lama
harus dihindari. Dengan waktu starting yang lama, misal 20 detik, maka jumlah panas
yang dihasilkan di kumparan stator dan batang konduktor rotor harus diperhitungkan.
Dengan suhu yang tinggi pada batang bisa menyebabkan kerusakan yang sangat
signifikan pada motor tipe enclosure khususnya.

III. Prosedur Percobaan


1 Simulasi percobaan static starting mototr induksi
2.Simulasi percobaan dinamic starting motor induksi

IV. Pertanyaan
1. Berikan alasan mengapa motor induksi merupakan jenis motor yang paling
digunakan di industri?
2. Jelaskan efek voltage dips yang disebabkan oleh starting motor pada sistem!
3. Motor induksi 150 hp, 440 V, dengan kode huruf H, hitunglah arus startingnya!
4. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang mempengaruhi waktu starting motor !
5. Sebutkan dan jelaskan 5 metode untuk melakukan starting motor induksi!

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 34


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
LEMBAR PENGAMATAN
PERCONBAAN 5

Nama Anggota : 1. Syuhud Hendra P


2. Tri Juniarto
Kelompok :1
Hari/ Tgl : Selasa/23 Mei 2017

A. Percobaan 1
Metode Drop Voltage (V)
Static starting motor induksi 4,115
Dinamic starting motor induksi 4,008

Grafik tegangan bus saat starting static

Grafik tegangan bus saat starting dinamik

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 35


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]
JAWABAN PERTANYAAN :

1. Motor ini memiliki kelebihan dari segi teknis dan segi ekonomis. Segi teknis,
motor ini memiliki daya yang besar, konstruksi yang sederhana, kokoh dan
perawatannya yang mudah, sedangkan dari segi ekonomis, motor ini memiliki
harga yang murah.
2. menurunkan kualitas listrik yang berpengaruh pada penerangan yang berkedip
serta hentakan motor yang mengakibatkan motor cepat rusak.
3. 150 HP = 11.190 Watt, V = 440 V
I = P/V = 11.190/440 = 25,43 A
4. Pengurangan tegangan starting tersebut akan membatasi dayas yang diberikan ke
motor, namun demikian disis lain pengurangan tegangan ini akan berdampak
memperpanjang waktu/ periode starting (waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
kecepatan nominalnya).
5. Pengasutan dengan primary resistors (rheostat)
Pengasutan dengan auto-transformator
Pengasutan bintang - segitiga (Y - )
Pengasutan dengan tahanan rotor (rheostat)
Soft Starting (VSD)

LAPORAN PRAKTIKUM KOMPUTERISASI STL 36


SYUHUD HENDRA P [ 1403030021]
TRI JUNIARTO [1403030032]