Anda di halaman 1dari 3

SURVEILANS

No. Dokumen

No Revisi

DINAS KESEHATAN
SOP Tanggal Terbit
UPT PUSKESMAS
KABUPATEN Halaman CIAWI
TASIKMALAYA
No. Dokumen

UPT Puskesmas Ciawi Asep Rusi Irawan,SKM


NIP.19640427 198703 1 008
1. Pengertian Merupakan analisis terus menerus dan sistimatis terhadap penyakit menular
dan faktor resiko untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit menular.
2. Tujuan Sebagai pedoman kerja petugas surveilans dalam pengambilan data

3. Kebijakan Semua tindakan yang dilakukan harus berdasarkan SOP

4. Referensi 1. (Kepmenkes) No 1479 Tahun 2003 tentang pedoman penyelenggaraan


Surveilans Epidemiologi Penyakit menular dan penyakit tidak menular
terpadu
2. Peranan Surveilans dalam upaya penanggulangan KLB penyakit menular.
5. Prosedur /Langkah- 1. Petugas mengumpulkan data dari poli umum ,perawatan,pustu,pusling
Langkah
2. Petugas meregistrasi semua kasus penyakit

3. Petugas merekap dan mencatat kedalam format w2 maupun STP


(laporan bulanan)

4. Petugas menganalisis hasil pencatatan untuk mengambil suatu tindakan jika


ada wilayah yang bermasalah
5. Petugas melaporkan hasil w2 ke dinas kesehatan kabupaten

6. Petugas melapor dan meminta tanda tangan ke kepala puskesmas

7. Setelah ditanda tangani laporan dikirim ke dinas kesehatan kabupaten


6. Unit Terkait 1. P2P Dinas Kesehatan Kabupaen Tasikmalaya

2. Kepala Puskesmas

3. Surveilans Puskesmas
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS CIAWI
Jl. Puskesmas No.15 Desa Pakemitan Kecamatan Ciawi
Telp. (0265) 455234
E-mail :puskesmasdtpciawi@gmail.com

KERANGKA ACUAN PROGRAM SURVEILANS

I. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan Negara yang memiliki letak wilayah geografis yang strategis yang masih
memiliki beberapa penyakit yang berpotensial terhadap terjadinya KLB seperti campak, difteri, polio, DBD,
kolera, diare, malaria, dan masih banyak penyakit lainnya. Penyakit tersebut apabila tidak dipantau dan
dikendalikan maka akan mengancam kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebabkan KLB yang lebih
besar atau bahkan dapat menyebar ke Negara lain. Untuk itu sangatlah penting dilakukan pengamatan dan
monitoring kesehatan ( surveilans ) dalam bentuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini dan respon di
seluruh wilayah Indonesia dan khususnya di wilayah Puskesmas Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. System
yang di bangun ini pada perangkat lunaknya adalah dapat menampilkan sinyal adanya peningkatan kasus
melebihi nilai ambang batas di suatu wilayah baik wilayah kerja puskesmas, kabupaten maupun propinsi.
Output yang dihasilkan dapat berupa table, grafik, maupun peta, sehingga dapat dibuat analisis yang lebih
tajam, respon lebih cepat, dan penanggulangan yang lebih terarah dan akurat.

II. DEFINISI

Surveilans merupakan upaya pengawasan secara terus menerus terhadap faktor penyebab kejadian
dan sebaran penyakit, dan yang berkaitan dengan keadaan sehat atau sakit. Surveilans meliputi
pengumpulan, analisis, penafsiran, dan penyebaran data yang terkait. Dan dianggap sangat berguna untuk
penaggulangan dan pencegahan secara efektif.

Surveilans epidemiologi merupakan pengumpulan dan pengamatan secara sistematik


berkesinambungan, analisa dan interpretasi data kesehatan dalam proses menjelaskan dan memonitoring
kesehatan dengan kata lain surveilans epidemiologi merupakan kegiatan pengamatan secara teratur dan
terus menerus terhadap semua aspek kejadian penyakit dan kematian akibat penyakit tertentu, baik keadaan
maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penggulangan.
Pengumpulan dan analisa data epidemiologi yang akan digunakan sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan
dalam bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit meliputi, perencanaan program pemberantasan
penyakit, evaluasi progrsm pemberantasan penyakit, dan penanggulangan wabah kejadian luar biasa.

III. TUJUAN

1. Menyelenggarakan deteksi dini KLB bagi penyakit menular


2. Stimulasi dalam melakukan pengendalian KLB penyakit menular

3. Meminimalkan kesakitan / kematian yang berhubungan dengan KLB


4. Memonitor kecenderungan penyakit menular
5. Menilai dampak program pengendalian penyakit yang spesifik.

IV. INDIKATOR SPM PROGRAM SURVEILANS

1. KLB ditangani < 24 jam

2. Terselenggaranya SKD KLB

3. Deteksi dan respon dini KLB

V. KEGIATAN PROGRAM SURVEILANS

Kegiatan program surveilans yang sering dilakukan adalah pelacakan KLB. Adapun KLB yang
kerap terjadi di wilayah Puskesmas Ciawi adalah : Pelacakan KLB DBD

VI. SASARAN

Yang menjadi sasaran dari program surveilans adalah semua lapisan masyarakat yang menca kup
semua umur

VII. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI PROGRAM

Pencatan dan pelaporan dilakukan tiap minggu dan tiap bulan, untuk laporan tiap minggu berupa
laporan mingguan ( W2 ), untuk laporan bulanan berupa laporan STP. Mengetahui kepala puskesmas dan
selanjutnya disetor ke bagian SP2TP. Sedangkan untuk evaluasi program juga dilakukan tiap bulan.

Mengetahui Tasikmalaya, 2017


Kepala UPT Puskesmas Ciawi Petugas Surveilans

Asep Rudi Irawan,SKM.,M.Si Dian Rosdiana AG


NIP. 19640427 198703 1 008 NIP. 19651201 198903 1 008

Anda mungkin juga menyukai