Anda di halaman 1dari 18

BAB II

PROFIL DESA

A. Sejarah Desa

Sebelum menjadi desa definitif, Desa Kalijaga Baru merupakan bagian

dari wilayah Desa Kalijaga Selatan. Seiring dengan perkembangan zaman

dan kebijakan pemerintah kabupaten mengenai desa, maka berdasarkan

kesepakatan dan persetujuan tokoh masyarakat, Desa Kalijaga Selatan

dimekarkan menjadi 3 (Tiga) desa, yakni Desa Kalijaga Selatan selaku desa

induk, serta Desa Sukarema dan Desa Kalijaga Baru sebagai desa hasil

pemekaran. Desa Kalijaga Baru sendiri memisahkan diri dari desa induk

(Desa Kalijaga Selatan) pada akhir tahun 2010 dan menjadi Desa Persiapan

Kalijaga Baru dengan menunjuk dan menyetujui H.Usman,S.PdI selaku

Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Persiapan Kalijaga Baru. Untuk

memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, wilayah Desa Persiapan

Kalijaga Baru dibagi menjadi 6 (enam) dusun yakni Dusun Tabiin, Dusun

Lendang Bunga Utara, Dusun Lendang Bunga, Dusun Lendang Embur,

Dusun Lendang Bunga Selatan, Dusun Lendang Kantong Selatan. Dan

masing-masing dusun dipimpin oleh Kepala Dusun.

Pada tanggal 25 November tahun 2011 Desa Kalijaga Baru melepas

predikatnya sebagai desa persiapan dengan ditetapkan menjadi desa definitif

pada tahap ke 6 (enam) sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok

Timur Nomor 07 tahun 2011 tentang Pembentukan 66 (enam puluh enam)

desa di Kabupaten Lombok Timur.


Memasuki tahun 2012 dengan menyandang predikat dan pengakuan

sebagai desa definif, Desa Kalijaga Baru mulai berbenah untuk melakukan

pemilihan kepala desa pertama dengan membentuk Penitia Pemilihan Kepala

Desa yang berjumlah 11 (sebelas) orang yang terdiri dari berbagai unsur

masyarakat seperti tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh pemuda.

Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panitia Pilkades) ini mempunyai tugas untuk

mempersiapkan dan melakukan pemilihan Kepala Desa. Dalam proses

penjaringan Calon Kepala Desa, Panitia Pilkades menetapkan dan

merekomendasikan 2 (dua) calon kepala desa yang lolos seleksi dan berhak

bertarung pada Pilkades 2012 yakni H.Arsyad Aziz dari Dusun Lendang

Bunga dan H.Moh.Mari Nawawi Haris, SH dari Dusun Lendang Kantong

Selatan.

Pada pertengahan tahun 2012 tepatnya pada bulan juni, Masyarakat

Desa Kalijaga Baru melakukan pemilihan Kepala Desa secara langsung, dan

dari hasil rekapitulasi perhitungan suara dimenangkan oleh H.Moh.Mari

Nawawi Haris, SH. Pada bulan Agustus di tahun yang sama, H.Moh.Mari

Nawawi Haris, SH dilantik dan resmi menjadi Kepala Desa Pertama Desa

Kalijaga Baru periode 2012-2018.

B. Kondisi Umum Desa

1. Keadaan Geografis

Keadaan Geografis Desa Kalijaga Baru secara keseluruhan

merupakan dataran tinggi yang terletak di sebelah selatan Kecamatan

Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat,

beralamat di Jl. Kalpataru Lendang Bunga Utara, kode pos 83653. Desa
Kalijaga Baru mempunyai luas wilayah 22,1 Km 2 dengan batas-batas

wilayah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa kalijaga Timur dan Desa

Mamben Baru;

b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Lenek Baru;

c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kalijaga Selatan dan Desa

Sukarema;

d. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Korleko dan Korleko Selatan

Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan geografis Desa Kalijaga

Baru dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

No. Uraian Keterangan


1. Luas Wilayah 221 Ha
2. Jumlah RT dan Dusun
40
RT
6
Dusun
3. Tinggi dari permukaan Air Laut 120,07 M
4. Curah Hujan 14,50 mm
5. Suhu 32,36 oC
6. Jarak ke Ibukota Kecamatan 7,7 Km
7. Jarak ke Ibukota Kabupaten 14,7 Km
6. Jarak ke Ibukota Provinsi 45,75 Km

Tabel 2.1 : Keadaan geografis


Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru tahun 2013
2. Demografi

Berdasarkan pendataan dan registrasi penduduk pada tahun 2014

menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Kalijaga baru yakni 4027

jiwa. Adapun gambaran data penduduk Desa Kalijaga Baru secara rinci

menurut jenis kelamin dan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel

dibawah ini:

No. Uraian Keterangan


Jumlah Penduduk
1. Laki-laki 2065 jiwa
Perempuan 2006 jiwa
2. Jumlah KK 1151 KK
3. Jumlah KK Miskin 825 KK
4.
Pendidikan/tingkat melek huruf
Tingkat Pendidikan

395 jiwa
SD
323 jiwa
SMP/Sederajat
141 jiwa
SMA/Sederajat
12 jiwa
Diploma
39 jiwa
S1
-
S2
Tidak Tamat SD
446 jiwa
Penduduk Buta Huruf
150 jiwa
Tabel 2.2 : jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan tingkat
pendidikan
Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru tahun 2013
3. Kondisi Sosial

Keadaan sosial masyarakat Desa Kalijaga Baru ditinjau dari tingkat

pendidikan penduduk menunjukan bahwa penduduk usia Pendidikan

Dasar 7 tahun sampai dengan 15 tahun (pendidikan sekolah dasar dan

menengah) sebanyak 14,89%, dan 3,07% penduduk sedang mengikuti

pendidikan Menengah Atas maupun Perguruan Tinggi, sehingga jumlah

penduduk yang saat ini mengikuti pendidikan sebanyak 17,89%.

Sedangkan penduduk yang tidak tamat Pendidikan Dasar sebanyak

10,96%, serta 3,68% penduduk buta huruf.

Struktur penduduk menurut mata pencaharian menunjukkan bahwa

sebagian besar penduduk menggantungkan sumber kehidupannya di

sektor pertanian, peternakan dan buruh tani (67,55%), sektor industri

rumah tangga seperti industri batu bata merah dan genteng (3,37%),

sektor lain yang menonjol dalam penyerapan tenaga kerja adalah

perdagangan (1,38%), dan sektor lainnya seperti pegawai negeri,

karyawan swata dan berbagai sektor lainnya (1,79%). Selain itu juga

6,14% penduduk Desa Kalijaga Baru bekerja sebagai Tenaga Kerja

Indonesia (TKI) di luar negeri.

Struktur penduduk menurut agama menunjukkan semua penduduk

Desa Kalijaga Baru menganut agama Islam (100 %).

4. Kondisi Ekonomi

Kondisi perekonomian Desa Kalijaga Baru, masih bercorak agraris

yang menitikberatkan pada sektor pertanian. Hal ini didukung oleh

penggunaan lahan pertanian masih mempunyai porsi yang terbesar

sebanyak 60% dari total penggunaan lahan desa dengan mata


pencaharian penduduk menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Pada sektor ini komoditi yang menonjol sebagai hasil andalan adalah

tanaman padi dan palawija.

Beberapa sektor ekonomi yang tergolong menonjol di samping

sektor pertanian adalah, usaha produksi seperti perdagangan dan industri

rumah tangga. Pada sektor perdagangan masyarakat Desa Kalijaga Baru

lebih banyak memasarkan hasil pertanian, sembilan bahan pokok

(sembako), dan lain-lain. Pada sektor industri rumah tangga termasuk

didalamnya adalah kerajinan, jahit, dan pembuatan batu bata merah serta

genteng. Berikut adalah tabel jumlah penduduk Desa Kalijaga Baru

menurut mata pencaharian.

No. Uraian Keterangan


1. Petani 629 Orang
2. Buruh Tani 469 Orang
3. Peternak 325 Orang
4. Pengrajin 137 Orang
5. Pedagang 56 Orang
7. Guru 34 Orang
8. Tukang Kayu dan Batu 28 Orang
9. Montir 3 Orang
10. Sopir 9 Orang
11. Lain-lain 310 Orang
Tabel 2.3 : jumlah penduduk menurut mata pencaharian

Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru tahun 2013


5. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang dimiliki Desa Kalijaga Baru adalah

sebagai berikut.

No. Uraian Keterangan


1. Sarana Ibadah
o Mesjid 4 Buah
o Musholla 10 Buah
o TPQ 19 Buah
2. Sarana Pendidikan
o PAUD 3
o TK 2
o SD 1
o SMP 1
o SMA -
3. Sarana Kesehatan
o Polindes 1 unit
o Posyandu 8 unit
4. Sarana Air Bersih dan Sanitasi
o Sumur Gali 34 unit
o Bak Penampung Air 10 unit
o MCK 8 unit
5. Sarana Olah Raga
o Lapangan Sepak Bola 1
o Lapangan Sepak Takraw 2
o Lapangan Badminton 1
o Lapangan Basket 1
Tabel 2.4 : jumlah sarana dan prasara

Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru tahun 2013


6. Kondisi Pemerintahan Desa

Desa Kalijaga Baru yang berada di wilayah Kecamatan Aikmel

Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan desa

yang dekat dengan wilayah Pemerintahan Kecamatan Aikmel maupun

Ibukota Kabupaten Lomok Timur. Sehingga potensi tersebut menjadikan

Pemerintahan di Desa Kalijaga Baru berjalan baik apalagi didukung

dengan kondisi wilayah yang tidak terlalu susah dijangkau dan akses

Pelayanan Pemerintahan Desa Kalijaga Baru terhadap masyarakat

senantiasa ditingkatkan lewat dukungan Pemerintah terhadap Program-

program yang masuk di wilayah Desa Kalijaga Baru baik program

Nasional maupun program Daerah.

a. Pembagian Wilayah Desa

Desa Kaljaga Baru terbagi menjadi 6 (enam) dusun dan 40 RT, berikut

merupakan kekadusan tersebut yakni:

1) Dusun Tabiin

2) Dusun Lendang Bunga Utara

3) Dusun Lendang Bunga

4) Dusun Lendang Embur

5) Dusun Lendang Bunga Selatan

6) Dusun Lendang Kantong Selatan

b. Lembaga Pemerintahan Desa

Struktur kelembagaan di Desa Kalijaga Baru, disamping

kelembagaan administratif Pemerintahan Desa, juga kelembagaan

yang muncul atau yang didorong keberadaannya dari motif ekonomi,

budaya, kesehatan, pendidikan dan sosial politik. Kelembagaan dari


pemerintahan Desa antara lain, Pemerintah Desa, BPD, LKMD, PKK

desa, Dari ekonomi, misalnya, Bumdes, koperasi, kelompok usaha

kecil, dan gabungan kelompok tani. Dari pendidikan seperti, komite

sekolah, Kesehatan seperti posyandu dan dari sisi sosial dan politik

seperti Karang Teruna.

Pemdes

LKMD BPD

PKK MASYARAK Kader


AT Posyand
u

BUMDES
Karang
Taruna
Posyandu

Bagan 2.1 : Lembaga Pemerintahan Desa


Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru Tahun 2013

C. SOTK Desa

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lo mbok Timur Tahun 2013

tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, Desa Kalijaga

Baru menganut Sistem Kelembagaan Pemerintahan Desa dengan Pola

Maksimal yakni pola 6 (enam) Kepala Urusan, selengkapnya sebagai berikut :


STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA
(SOTK)
DESA KALIJAGA BARU KECAMATAN AIKMEL
KABUPATEN LOMBOK TIMUR

BPD K ADES

SEKD ES

K AU R K AU R K AU R K AU R K AU R K AU R
P E M E R I N TA H A N PEM B A N G U N A N TRAN TIB K E SRA AD M . K E UAN GAN AD M . U M U M

KAD US KAD US KAD US KAD US KAD US KAD US


TABIIN LD .BU N GA U TARA LD .BU N GA LD . E M BU R LD .BU N GA SE L. LD .K AN TO N G SE L.

Bagan 2.2 : SOTK Desa


Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru Tahun 2013

Desa Kalijaga Baru terdiri dari desa administrasi dan desa adat, desa

administrasi terdiri dari lembaga-lembaga baik lembaga pemerintahan

maupun lembaga pendukung, lembaga pemerintahan terdiri dari, Pemerintah

Desa, BPD dan LKMD serta lembaga pendukung yaitu PKK, lembaga kader

dan karang taruna.

1. Struktur Pemerintah Desa

o Kepala Desa : H.Moh.Mari Nawawi Haris, SH

o Sekretaris Desa :-

o Kaur Pemerintahan : Marhan

o Kaur Pembangunan : Abu Bakar Siddiq

o Kaur Kesra : Harsoni

o Kaur Trantib : Isrul Hamdani, S.Pd


o Kaur Administrasi Keuangan : Mega Anita, S.Pd

o Kaur Administrasi Umum : Mustaminudin

o Kadus Tabiin : H.Moh.Rubai

o Kadus Lendang Bunga Utara : Miskan

o Kadus Lendang Bunga : Abdul Hak

o Kadus Lendang Embur : Naswan

o Kadus Lendang Bunga Selatan : Muliadi

o Kadus Lendang Kantong Selatan : Helmi

2. Badan Permusyarawatan Desa (BPD)

o Ketua : Sabirin, S.PdI

o Wakil Ketua : H. M. Safii Usman, S.Pd

o Sekretaris : Asipudin, QH. S.PdI

o Anggota : Makrah

: Saprudin

: Ridwan

: Nursaidah

3. Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD)

o Ketua : A. Abu Bakar Sidiq

o Wakil Ketua : Subki, S.Pd

o Sekretaris : Zulkarnaen

o Bendahara : Suktan, QH
o Seksi-seksi

Seksi Ekonomi : A. Mardi

Seksi Kessos : H. Ridwan dan A. Jupri

Seksi Pembangunan : Mursidi

Seksi Agama : H.Zeanuri Nukma

H. Moh. Nur

Seksi Pemuda & Or : Hasbul Khaer

Seksi Peranan Wanita : Nurhasmi

Seksi Kesehatan : H. Zaenal Abidin

Seksi Pendidikan : Azmi, S.Pd

Seksi PKK : A. Elfaizah dan A. Zohratul

Itri

Seksi Keamanan : A. Muzakki dan H. Masad

Seksi Humas : A. Abdul Hak dan Ashan

D. Masalah Mendasar Yang Dihadapi Desa

Berdasarkan Penjaringan masalah yang dilakukan disetiap dusun

didapati masalah sebagai berikut :

NO MASALAH PENYEBAB

1 Pengembangan Wilayah

1.1 Pekerjaan Umum

1.1. Jalan poros desa rusak - Kontruksi rendah

1 berat sepanjang 3250m - Belum ada drainase jalan

- Sebagian jalan masih tanah


- minimnya talud jalan

1.1. Jembatan desa yang rusak - Kontruksi sangat rendah

2 - Jembatan masih tanah

- Erosi

1.1. Jalan usaha tani di 6 (enam) - Jalan masih tanah dan sempit

3 kekadusan yang tidak - Belum ada flat deuker

memadai - Tergenang air dan becek

1.1. Jalan dusun yang rusak - Kontruksi rabat rendah

4 - Sebagian besar belum ada

rabat

- Jalan masih tanah

1.1. Kondisi Saluran irigasi di - Erosi

5 enam Kekadusan banyak - Sebagian besar masih berupa

yang rusak parit

1..1. Talud Jalan rusak - Erosi

6 - Kotruksi rendah

1.2 Pemukiman

1.2. Ada sekitar 200 unit rumah - Belum punya pekerjaan dan

1 yang tidak layak huni dan penghasilan tetap

kumuh - Kontuksi bangunan dari kayu

dan pagar bdek

1.2. Area pemakaman yang - Tidak ada biaya penataan

2 tidak tertata - Tidak ada pengurus pengelola

1.3 Lingkungan
1.3. Di bantaran sungai sering - Kondisi tanah yang labil

1 terjadi longsor - Banjir

1.4 Sumber Daya Air,

Pertambangan dan Energi

(SDA PE)

1.4. Jaringan saluran air bersih - Jaringan perpipaan terhanyut

1 desa rusak banjir

- Jaringan perpipaan banyak

yang bocor

1.4. Jaringan listrik yang masih - Masih menggunakan jaringan

2 terbatas lama

2 Ekonomi

2.1 Pertanian

2.1. Hasil panen yang rendah - Pupuk yang mahal dan langka

1 - Terserang hama

- Kekurangan air

2.1. Sering terjadi gagal panen - Pupuk yang mahal dan langka

2 - Terserang hama

- Belum ada jaringan irigasi

2.2 Perdagangan, industri &

Koperasi

2.2. ada sekitar 50-an industri - Alat masih tradisional

1 batu bata dan genteng - Kekurangan modal

mengalami penurunan - Kwalitas kurang

omset - Persaingan dalam pemasaran


- Kurang pembinaan

2.3 Peternakan

2.3. Ada sekitar 8 kelompok tani - Kandang yang tidak memadai

1 ternak yang kurang - Pembibitan yang mahal

berkembang - Kurang pembinanaan

- Kesulitan pakan ternak

3 Sosial Budaya

3.1 Pendidikan

3.1. Masih ada yang tidak bisa - Kekurangan biaya

1 menuntaskan wajar 9 tahun - Malas

- Kurang perhatian orang tua

3.1. Ada sekitar 4 PAUD yang - Biaya operasional yang kurang

2 belum memiliki gedung dan - Tidak ada dana

sarana pendukung

3.2 Kesehatan

3.2. Ada 6 dusun yang - Kurangnya jaringan perpipaan

1 kekurangan air bersih - Kurangnya sumber air bersih

- Kerusakan jaringan

3.2. Ada 8 tempat Posyandu - Kurangnya sarana

2 yang belum memadai - Kurangnya pembinaan kader

3.2. Pelayanan polindes yang - Kurangnya kamar bersalin

3 terbatas - Minimnya fasilitas

- Bidan hanya 1 orang

3.3 Keagamaan
3.3. Banyak TPQ yang tidak - Kurangnya sarana dan

1 berjalan maksimal prasarana pendukung

- Kurang pembinaan

3.3. Ada 2 mesjid yang belum - Biaya yang masih kurang

2 tuntas pembangunan - Kurang bahan

3.4 Sosial

3.4. Ada sekitar 825 KK miskin - Pekerjaan tidak tetap

1 - Penghasilan tidak tetap

3.4. Ada sekitar 110 anak yatim - Orang tua meninggal dunia

2 yang terindikasi terlantar - Orang tua asuh kekurangan

3.5 Kamtibmas

3.5. Sering terjadi curanmor dan - Tidak ada poskamling

1 pencurian ternak serta - Tidak ada ronda malam secara

pencurian dirumah warga teratur dan terstruktur

- Kurang peran aktif Linmas

- Tidak adanya patroli rutin dari

pihak kepolisian

3.5. Kurangnya tenaga Linmas - Kurang pembinaan

2 dan tidak aktif - Tidak ada insentif Linmas

3.6 Kesenian

3.6. Kesenian rebana kasidah - Tidak ada regenerasi

1 yang mulai menghilang - Tidak ada pembinaan

- Kurangnya alat seni

3.6. Bakat seni warga tidak - Tidak ada pembinaan


2 tersalurkan - Tidak ada alat seni

- Tidak ada sanggar seni

3.7 Pemuda & Olahraga

3.7. Kelompok / organisasi - Kurang pembinaan

1 pemuda yang kurang aktif - Kurang terorganisir

- Tidak ada biaya kegiatan

3.7. Prestasi tim sepak bola - Tidak ada lapangan latihan

2 yang menurun - Kurang pembinaan

- Tidak ada kompetisi reguler

3.7. Kurangnya sarana olah raga - Belum ada dana pembangunan

3 lainnya sarana olah raga

3.8 Pemerintahan

3.8. Kinerja BPD kurang aktif - Kurang memahami tupoksi

1 dan partisipatif - Tidak ada pelatihan

- Kurang biaya operasional

- Belum ada ruang BPD

3.8. Pelayanan kepada - Gedung kantor kurang

2 masyarakat belum maksimal repsentatif

- SDM perangkat kurang

- Sarana tidak lengkap

- Honor aparatur desa yang

masih dibawah standar

3.8. Kinerja Aparatur desa yang - Kurang mengerti tupoksi

3 belum maksimal - Kurang pelatihan

- Biaya operasional yang masih


minim

3.9 Kelembagaan

3.9. Kinerja lembaga desa yang - Belum ada ruang LKMD dan

1 kurang aktif dan parsitipatif lembaga lainnya

- Kurang pembinaan

- Tidak ada insentif

- Kurangnya fasilitas pendukung

kelembagaan

Tabel 2.5 : Masalah Mendasar yang dihadapi Desa


Sumber : Profil Desa Kalijaga Baru Tahun 2013