Anda di halaman 1dari 1

Aktivitas penghambat yang seanjutnya di buktikan dengan metode staining yang menggunakan agen

Calccin AM-ethidium bromide III Flourescent. Prinsip pengujian tersebut didasarkan dari pengukuran
dari dua parameter dari sel hidup, aktivitas intraselular esterase dan juga integritas membran plasma.
Calcein AM adalah sel-permeant yang bisa secara enzim dikonversikan oleh esterase ke Flourescent
calccin (Papadopoulos et al, 1994). Pewarna polianionik calcein akan bertahan didalam sel hidup dan
memproduksi Flourescent Hijau.. Ethidium bromide III adalah non permeable flourescent yang
dikeluarkan oleh membran plasma intak dari sel hidup. Sel yang mati akan dinodai dengan warna
merah. Keunggulan menggunakan ethidium bromide III yaitu 40% lebih terang dari Ethidium
Bromide I (papadopoulos et at, 1994).

Hasil menunjukan bahwa semua sel yang di obati menggunakan 500ppm dari jamur filtrasi endofitik
mempunyai sel hidup lebih sedikit dari yang tidak diobati (Figure 2). Hasil itu sangat
mengindikasikan bahwa jamur tersebut mempunyai kemampuan untuk menghambat proliferasi sel
MCF-7. Karakteristik kedepannya, seperti ekspresi gen dan analisis berdasarkan flowsitometri
dibutuhkan untuk membuktikan hasil.

Kesimpulan

Jamur endofitik K.Cl.Sb.R9, K.Cl.Sb.A11, K.Cl.Sb.B1 dan K.Cl.Sb.R11 yang diisolasi dari Curcuma
Longa L mempunyai kemampuan untuk mengambat pertumbuhan dari kanker payudara MCF-7.