Anda di halaman 1dari 2

Pengendalian Internal

Pengendalian Internal dapat diibaratkan peran pengemudi mobil dalam mengontrol dan
menggunakan fungsi gas, rem, setir untuk menjalankan sebuah mobil. Pengendalian internal
menjadi penting karena jika pengemudi tidak benar dalam menggunakan gas, rem dan setir maka
mobil tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

COSO mendefinisikan pengendalian internal adalah Proses yang dilakukan oleh BOD,
manajemen dan karyawan, yang didesain untuk memberikan proses yang dilakukan oleh dewan
direksi, manajemen, dan personil lainnya, yang dirancang untuk memberikan keyakinan
memadai mengenai pencapaian tujuan dengan kategori sebagai berikut:

1. Efektifitas dan efisiensi operasi


2. Keandalan Pelaporan Keuangna
3. Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi yang berlaku

COSO-Internal Control Integrated Framework terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan
yaitu :
1. Lingkungan Pengendalian [Control Environment]

Merupakan rangkaian standar, proses dan struktur yang menjadi dasar dalam
pelaksanaan pengendalian internal dalam organisasi. untuk memahami dan menilai
lingkungan pengendalian, auditor harus mempertimbangkan subkomponen pengendalian
yang paling penting, yaitu;

1. Integritas dan nilai-nilai etis


2. Komitmen kepada kompetensi
3. Partisipasi BOD dan komite audit
4. Filosofi manajemen dan gaya operasi
5. Struktur organisasi
6. Pemberian kewenangan dan tanggung jawab
7. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

2. Penilaian Resiko [Risk Assessment]

Tindakan yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis


risiko-risiko yang relevan untuk mencapai tujuan, serta membentuk dasar mengenai
bagaimana risiko harus dikelola dan mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko
terkait penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan
yang berlaku. Terkait dengan pengelolaan risiko, COSO telah mengeluarkan kerangka
tersendiri mengenai Enterprise Risk Management Integrated Framework (2004)

3. Aktivitas Pengendalian
Kebijakan dan prosedur yang membantu memastikan bahwa tindakan yang
diperlukan telah diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas. Aktivitas
pengandalian umum dibagi menjadi lima jenis yaitu:

1.Pemisahan tugas yang memadai


2.Otorisasi yang sesuai atas transaksi
3.Dokumen dan catatan yang memadai
4.Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan
5.Pemeriksaan kinerja secara independen

4. Informasi dan Komunikasi


Tujuan sistem informasi dan komunikasi akuntansi dari entitas adalah untuk mencatat,
memroses,dan melaporkan transaksi yang dilakukan entitas itu serta mempertahankan
akuntabilitas aktivitas terkait

5. Pemantauan [ Monitoring]
Aktivitas pemantauan berhubungan dengan penilaian mutu pengendalian internal secara
berkelanjutan atau periodik oleh manajemen untuk menentukan bahwa pengendalian itu
telah beroperasi seperti yang diharapkan dan telah dimodifikasi sesuai dengan perubahan
kondisi.