Anda di halaman 1dari 2

DASAR HUKUM PASIEN SAFETY (KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT)

Dasar hukum Keselamatan pasien :

UU NO 44 /2009 TENTANG Rumah Sakit. Pengaturan penyelenggaraan Rumah Sakit


bertujuan:

a.
Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan;
b.
memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah
sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit;
c. meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit; dan
d. memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah
sakit, dan Rumah Sakit
UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran.

- Pasal 2 Praktik kedokteran dilaksanakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai ilmiah,
manfaat, keadilan, keseimbangan, serta perlindungan dan keselamatan pasien.

PERMENKES RI NO 1691/MENKES/PER/VIII/2011, BAB I KETENTUAN UMUM, Pasal 1,


Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan
pasien lebih aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari
insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan
atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Model umum analisa kualiatas pelayanan memiliki dua dimensi penting. Dimensi pertama adalah domain
proses pelayanan, yang terdiri dari 3 aspek pokok: a) keselamatan perawatan (safe-care), b) pelayanan
yang sesuai dengan pengetahuan kedokteran terkini, dan c) pelayanan sesuai dengan harapan klien.
Patient safety adalah komponen pertama dan utama dalam praktek kedokteran yang sangat menentukan
keselamatan perawatan (safe-care). Lebih dari itu, proses pelayanan yang berkualitas harus sesuai
dengan pengetahuan terbaru dibidang pelayanan kesehatan; dan pelayanan yang diberikan harus sesuai
dengan harapan klein.
Dimensi kedua kualitas pelayanan adalah faktor lingkungan luar, atau disebut domain lingkungan luar,
yang mempangaruhi langsung atau tidak langsung terhadap kualitas pelayanan. Faktor lingkungan luar
ini terdiri dari dua faktor penting, yaitu: a) faktor hukum dan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, dan b) sosial-ekonomi serta insentif-insentif lain yang menguntungkan klien atau provider (Kohn,
Corrigan, and Donaldson, 2000 Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dan Ketua Minat S2 MKIA-
KR, Fakultas Kedokteran UGM ).
Hampir sebagian besar masyarakat yang berobat ke rumah sakit belum begitu memahami arti dan makna
penting pasien safety di rumah sakit, hal ini dapat kita lihat belum tersosialisikan penting pasien safety di
rumah sakit, oleh sebab itu langkah-langkah yang strategis dan sistem serta pembentukan image atau
opini pentingnya keselamatan pasien di rumah sakit merupakan tanggung jawab moral bagi pemberi jasa
pelayanan kesehatan dimana pun berada.
Dengan terbentuknya image dan budaya pasien dalam ruang lingkup sistem pelayanan kesehatan kita,
setidak-tidaknya akan mampu memberikan citra dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, yang akan
dapat mengurangi jumlah orang Indonesia berobat keluar negeri.
Pola pikir dan semangat untuk membudayakan pasien safety sangat penting sehingga terjadi perubahan-
perubahan yang signifikan dalam mengembangkan pasien safety di semua pelayanan kesehatan.
Tentu saja persoalan dia atas tidak semudah membolak-balik telapak tangan tetapi membutuhkan waktu,
proses dan langkah-langkah yang bersifat strategis, sehingga pemahaman tentang penting pasien safety
dapat dipahami dan tersosialisasi dengan baik.
Dalam rangka menuju rumah sakit yang yang peduli dan peka pada keselamatan RSUP Dr M Djamil mau
tidak mau pasien safety merupakan keharusan bahkan wajib di implementasikan sebagai sebuah sistem
yang dimulai dari perencanaan, implementasi, monitoring evaluasi secara terus-menerus, sehingga
mempunyai dampak yang postif dalam persaingan global.
Kesiapan SDM dan sarana yang dibarengi dengan sistem yang profesional serta semangat dalam tata
kelola pasien safety, secara bertahap akan membentuk paradigma baru bagi semua orang tentang
penting nya pasien safety di rumah sakit.
Adapun tujuan keselamatan pasien sebagai berikut :
Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit
Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan masyarakat
Menurunnya kejadian yang tak diinginkan di RS
Terlaksananya program program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan kejadian yang tidak
dinginkan.(Sumber : Manajemen & Risiko klinik sebagai, dasar pasien safety, Panduan Nasional Depkes
RI 2006 tentang Keselamatan Pasien)
Proses keselamatan pasien dimulai dari pasien masuk rumah sakit sampai pasien pulang , sehingga
setiap langkah dan tindakan, perawatan, pengobatan yang diberikan mengacu pada sistem dan prosedur
yang diawasi secara ketat dan terpadu, oleh sebab itu sistem yang teradu dan profesional dalam
penerapan pasien safety ini akan mengurangi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
Persoalan yang sangat penting bagi petugas rumah sakit dari semua profesi, adalah apabila ada kejadian
yang tidak diinginkan terjadi yang berdampak merugikan pasien maka diwajibkan membuat laporan,
sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi, hal ini akan mempunyai nilai yang sangat positif bagi
pihak-pihak yang terkait untuk membuat prosedur tetap atau kebijakan yang strategis untuk masa depan
yang lebih baik. Membudayakan pasien safety tidak cukup hanya himbauan tetapi membutuhkan
komitmen semua pihak. (Semoga saja dari berbagai sumber)

Anda mungkin juga menyukai