Anda di halaman 1dari 7

I.

TUJUAN

Untuk menjaga aktivitas lalu lintas menuju dan dari kawasan hutan dengan meningkatkan system
pemeliharaan jalan.

II. RUANG LINGKUP

Prosedur ini digunakan untuk aktivitas kegiatan pemeliharaan jalan hutan di areal PT. Sari Bumi
Kusuma

III. DASAR

1. Peraturan Menteri Kehutanan No.P.40 / MenHut II / 2007, Tentang Perubahan atas peraturan
menteri kehutanan No.P.6/Menhut-II/2007 tentang rencana kerja dan rencana kerja tahunan

Page | 1 of 03
usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam dan restorasi ekosisitem dalam hutan
alam pada hutan produksi
2. Pedoman Tebang Pilih Tanam Indonesia intensif/TPTII (Silvikultur Intensif) Departemen
Kehutanan Direktorat Jendral Bina Produksi Kehutanan, Direktorat Bina Pengembangan Hutan
Alam
IV. PROSEDUR

1. Peralatan yang dipersiapkan :


a) Dump Truks
b) Traktor D7G
c) Eksavator
d) Motor Grader
e) Perlengkapan kerja
2. Tipe Jalan yang perlu dipelihara :
a) Jalan Induk
b) Turunan dan Tanjakan

Page | 2 of 03
c) Tanah yang labil
d) Areal Deker, knefel dan jembatan
3. Kawasan yang menjadi perhatian
a) Aliran permukaan
b) Badan Jalan
c) Parit
d) Jarak pandang
e) Tebing sisi jalan
f) Rambu Jalan

V. YANG BERTANGGUNG JAWAB

Yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pemeliharaan jalan adalah :


1. Mandor Lapangan, bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan di lingkungan
Perusahaan dalam masing-masing unit dan wilayah kerja
2. Operator Lapangan, bertanggung jawab terhadap pelaksanaan lapangan pemeliharaan jalan
VI. PELAKSANAAN

Page | 3 of 03
Pemeliharaan jalan yang diutamakan adalah
1. Jalan masuk Induk, yang mana pemeliharaan dilakukan dengan memberi lapisan badan jalan
dengan batu krikil atau batu timbun, karena jalan induk akan lebih lama digunakan
dibandingkan jalan hutan yang lainnya.
2. Pemeliharaan jalan induk dengan memberikan tambahan kerikil dan meratakan nya dengan
bantuan traktor atau motor grader.
3. Jalan cabang pemeliharaannya dilakukan pada saat dilakukan aktivitas produksi, dengan
memerikan lapisan krikil atau batu pada tanah yang labil, pada jalan tanjakan dan turunan,
serta pada jembatan dan deker yang sering mengalami kerusakan saat produkai melakukan
aktivitas di jalan tersebut.
4. Pemeliharaan gorong-gorong dan drainase air pada tepi jalan dilaksanakan secara periode
karena drainase air yang buruk dapat mengikis permukaan jalan,Pemeliharaan drainase air
dilakukan oleh eksavator, motor grader, dan traktor.

Page | 4 of 03
5. Pemeliharaan tebing kanan kiri jalan dilakukan dengan membuat teras sering, agar pada
saat hujan turun tebing tidak akan longsor dan menimbun badan jalan dan akan menganggu
aktivitas transportasi
6. Pemeliharaan pohon-pohon di sepanjang kanan kiri jalan yang akan mengurangi jarak
pandang driver dengan menebang/ membersihkan pohon di kanan kiri jalan khususnya di
jalan tikungan.
7. Pemasangan rambu-rambu jalan di tempat yang tepat, seperti rambu tikungan. Dan rambu
patok Km. Untuk menginggatkan kepada driver yang lewat .

VII. PELAPORAN

Pembuatan laporan yang dilakukan oleh Mandor lapangan adalah :


a) Melaporkan kegitan motor grader secara langsung ke pimpinan perusahaan (manager
camp)

Page | 5 of 03
b) Melaporkan kegiatan traktor per unit, per hari, per jam sesuai dengan kegiatan yang
dilakukan pada hari itu.
c) Melaporkan kegiatan Dump truk per unit, per hari, per jam, per Trip sesuai dengan kegiatan
yang dilakukan pada hari itu.

Page | 6 of 03
Page | 7 of 03