Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INHAL BIOLOGI UMUM

PERBEDAAN SEL TUMBUHAN DAN SEL HEWAN

BAHAYA TIDAK SARAPAN PAGI

Nama : Dewita Fitri


NIM : J1E113066

Tidak semua orang menyadari bahwa sarapan pagi mempunyai banyak


manfaat. Dengan alasan keterbatasan waktu, banyak orang mengabaikan
pentingnya sarapan pagi. Padahal sarapan pagi merupakan waktu makan yang
dianjurkan, sebab pada waktu inilah tubuh akan mendapatkan energi dan nutrisi
untuk dipakai beraktivitas seharian. Sarapan pagi sebaiknya dilakukan tidak
terburu-buru, sediakan waktu sedikitnya 30 menit untuk menyantap sarapan. Hal
ini dikarenakan lambung perlu waktu untuk mencerna makanan dan mengubahnya
menjadi asupan energi bagi tubuh. Sarapan sehat akan membantu kita mempunyai
cukup energi sebagai modal beraktivitas hingga siang hari.
Sebelum membeberkan bahaya akibat tidak sarapan pagi, berikut adalah
beberapa manfaat sarapan pagi bagi tubuh, yakni:
1. Sarapan pagi dapat membantu menetralisir asam lambung yang keluar
semalaman saat kita tidur, sehingga mencegah penyakit maag.
2. Sarapan pagi dapat mengembalikan kadar gula darah pada batas normal setelah
hampir 8 jam tubuh dalam kondisi puasa, dengan catatan makan malam jam 10
ini menguntungkan bagi orang-orang dengan kecenderungan diabaetes atau
yang sudah menderita diabetes.
3. Sarapan pagi memberikan nutrisi pada otak dan seluruh tubuh, untuk
melakukan kegiatan pagi sampai siang hari sehingga tubuh tidak lemas dan
kerja otak dapat lebih maksimal karena bahan bakar tubuh terpenuhi.
4. Sarapan pagi juga turut membantu agar metabolisme tubuh tetap terjaga, dan
mencegah makan berlebihan saat makan siang.
Sedangkan bahaya atau resiko tidak sarapan pagi adalah:
1. Tidak sarapan pagi bisa mengakibatkan pergesekan yang berlebihan pada
dinding dalam usus yang akan melukai selaput usus dan menimbulkan penyakit
pada sistem pencernaan.
2. Menghindari sarapan dan memilih beraktivitas dengan perut kosong justru bisa
menyebabkan obesitas, karena rasa lapar berlebihan menjelang siang membuat
kita mengonsumsi makanan berlemak tinggi lebih banyak.
3. Orang yang biasa melewatkan sarapan pagi mempunyai resiko terkena
serangan jantung atau penyakit koroner fatal, 27% lebih tinggi dibandingkan
dengan mereka yang sarapan pagi secara rutin.
4. Tidak sarapan pagi juga membuat daya tahan tubuh menurun drastis serta
menyebabkan mudah terserang berbagai penyakit.
5. Perlu diketahui bahwa trombosit pada orang-orang yang tidak sarapan pagi
lebih mudah lengket dan menggumpal sehingga mudah terjadi penyumbatan.
6. Tidak makan pagi juga berpengaruh buruk terhadap otak yang menyebabkan
penyediaan gula darah lebih rendah dari pada biasanya serta membuat
persediaan gizi pada otak tidak cukup yang tentu sangat berpengaruh pada
perkembangan intelegensia.
7. Tidak sarapan pagi juga akan berdampak pada tubuh yang akan terasa lemah,
hal itu disebabkan kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk tenaga.
8. Tidak sarapan juga meningkatkan resiko hipoglikemia. Bagi orang yang kadar
gula tidak terpenuhi maka akan terjadi tidak optimal kerja otaknya. Kebutuhan
kadar gula yang harus di penuhi adalah kadar gula adalah 77-115 mg/dl per
hari. Apabila seseorang tidak dapat mencapainya maka akan terasa akibatnya
seperti pusing dan gemetar yang akibatnya menganggu kinerja dalam
melakukan aktivitas. Hal tersebut merupakan gejala awal dari penyakit
hipoglikemia.
9. Tidak sarapan akan terkena anemia, anemia timbul karena kurangnya asupan
makanan yang mengandung zat besi. Zat besi sangat erat hubungannya
dengan kesediaan jumlah darah yang diperlukan. Zat besi juga berhubungan
erat dengan hemoglobin, apabila zat besi turun maka kadar hemoglobin dalam
darah akan turun juga. Hemoglobin bertugas mengangkut oksigen ke seluruh
tubuh, sehingga apabila kadar hb kurang dari normal dapat menyebabkan
lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai sering disingkat 5L yang semuanya itu
adalah gejala dari anemia.
Sudah saatnya kita lebih bijak dan teliti dalam mengkonsumsi sarapan yang
akan disantap. Bukan hanya sekedar kenyang tapi perhatikan kandungan
nutrisinya, karena mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati.