Anda di halaman 1dari 2

PENGOBATAN

FILARIASIS
No. Dokumen :
445/UPTD Pusk.NGR/
SOP SOP/ /11/2016
No Revisi : 00
Tanggal Terbit :
28/11/2016
Halaman :1/2

UPTD
Maria Marselina Ngole
Puskesmas
NIP.19720513 199212 2 001
Nangaroro
1. Pengertian Pengobatan Filariasis adalah suatu kegiatan pengobatan yang
dilakukan oleh petugas kesehatan untuk mencegah penyakit
menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang
menyerang saluran dan kelenjar getah bening, yang dapat
merusak Limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan,
kaki, glandula mammae, dan scrotum, menimbulkan cacat
seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan
keluarganya.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk petugas


Kesehatan UPTD Puskesmas Nangaroro dalam penanganan
filariasis
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Nangaroro Nomor :
445/UPTD Pusk.NGR/SK/51/11/2016 tentang Penangung
Jawab Program
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 94 Tentang
Penangulangan Filariasis
2. Pedoman pengobatan missal filariasis bagi Bidan dan tenaga
pembantu elminasi
5. Prosedur 1. Alat
a. Stetoskop
b. Tensimeter
c. Timbangan
2. Bahan
a. Kartu pengobatan
b. Albendazole 400mg
c. DEC 6 mg
d. Parasetamol
e. Air minum

6. Langkah- 1. Petugas kesehatan dan petugas dari Dinas Kesehatan


langkah bersama lintas sektor melakukan sosialisasi filariasis
2. Petugas melakukan pendataan jumalah penduduk yang
minum obat
3. Petugas melaporkan hasil pendataan ke petugas farmasi
untuk permintaan logistik filariasis
4. Petugas membuat jadwal kegiatan pengobatan filariasis
5. Petugas melaksanakan pengobatan didesa/kelurahan dan
sekolah-sekolah sesuai dengan pos-pos minum obat yang
sudah dibagikan
6. Petugas mencatat hasil pengobatan kedalam kartu
pengobatan filariasis
7. Pendokumentasian kegiatan pengobatan filariasis
7. Bagan alir -

8. Hal-hal yang 1. Pengobatan filariasis dilakukan setahun sekali pada bulan


perlu September s/d Oktober
diperhatikan 2. Pengobatan dapat ditunda sementara bagi :
a. Anak usia < 2 tahun
b. Ibu Hamil
c. Penderita gangguan fungsi ginjal.
d. Penderita gangguan fungsi hati (gagal hati kronik, akut).
e. Penderita epilepsi.
f. Sedang sakit berat.
g. Penderita kronis filariasis dalam serangana akut.
h. Anak dengan marasmus dan atau kwashiorkor.
i. Penduduk usia lanjut ( >70 tahun )
9. Unit terkait Apotek,Ruang UKM,Lintas Sektor
10. Dokumen Format filariasis,daftar hadir
terkait
11. Rekaman No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
historis Diberlakukan
perubahan

1/2