Anda di halaman 1dari 191

Perpustakaan Unika

TUGAS AKHIR

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG


ASRAMA BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI )
JL. SIDODADI TIMUR NO. 24
SEMARANG

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana


Strata 1 (S-1) Pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Katolik Soegijapranata

Disusun Oleh :

ARI DWI JULIANTO HENDRO WIBOWO

NIM : 04.12.0023 NIM : 04.12.0029

FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2008

i
Perpustakaan Unika

LEMBAR PENGESAHAN
Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG


ASRAMA BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI )
JALAN SIDODADI TIMUR N0. 24
SEMARANG

Oleh:

Ari Dwi Julianto (04.12.0023)


Hendro Wibowo (04.12.0029)

Telah diperiksa dan disetujui


Semarang,

Pembimbing

Dr.Rr.M.I. Retno Susilorini , ST, MT

Disahkan oleh:
Dekan Fakultas Teknik

Dr.Rr.M.I. Retno Susilorini , ST, MT

ii
Perpustakaan Unika

LEMBAR PENGESAHAN
Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG


ASRAMA BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI )
JALAN SIDODADI TIMUR NO. 24
SEMARANG

Oleh:

Ari Dwi Julianto (04.12.0023)


Hendro Wibowo (04.12.0029)

Telah disetujui
Semarang,

Dosen Penguji 1 Dosen Penguji 2 Dosen Penguji 3

Dr.Rr.M.I. Retno Susilorini , ST, MT Daniel Hartanto , ST, MT Ir. Yohanes Yuli M. , MT

Disahkan oleh:
Dekan Fakultas Teknik

Dr.Rr.M.I. Retno Susilorini , ST, MT

iii
Perpustakaan Unika

LEMBAR ASISTENSI

iv
Perpustakaan Unika

LEMBAR ASISTENSI

v
Perpustakaan Unika

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberikan
rahmat dan karunia-Nya, terutama dalam menyelesaikan laporan tugas akhir
Perencanaan Struktur Gedung Asrama BLKI Jalan Sidodadi Timur No. 24
Semarang
Laporan tugas akhir ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam memperoleh gelar kesarjanaan (S1) pada Fakultas Teknik Program Studi
Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih atas segala
bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak selama pembuatan laporan
tugas akhir ini hingga selesai. Ucapan terima kasih penulis ucapkan kepada:
1. Ibu Dr.Rr.M.I. Retno Susilorini , ST, MT , selaku dosen pembimbing yang
telah banyak membimbing dan mengarahkan dalam pembuatan tugas akhir
ini;
2. Ir. Andang Wijaja, MT , yang telah banyak membantu bimbingan dan
mengarahkan dalam pembuatan tugas akhir ini;
3. Keluarga dan rekan rekan mahasiswa yang telah membantu, mendukung,
sehingga penyusunan laporan tugas akhir ini dapat berjalan lancar dan
selesai pada waktunya,
Akhir kata semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang membutuhkan, baik bagi penulis maupun bagi semua orang yang
membacanya.

Semarang, Oktober 2008

Penulis

vi
Perpustakaan Unika

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 .Denah situasi .............................................................................. 3


Gambar 2.1 Diagram Alir Metode perencanaan gedung ............................... 7
Gambar 2.2 Diagram Alir Perhitungan Rangka Atap Baja ............................ 8
Gambar 2.3 Diagram Alir Perhitungan Pelat .................................................. 9
Gambar 2.4 Diagram Alir Perhitungan Gempa .............................................. 10
Gambar 2.5 Diagram Alir Perhitungan Balok ................................................ 11
Gambar 2.6 Diagram Alir Perhitungan Kolom............................................... 12
Gambar 2.7 Diagram Alir Perhitungan Pondasi ............................................. 13
Gambar 2.8 Penulangan balok B ................................................................... 93
Gambar 2.9 Penulangan kolom K .................................................................. 97

vii
Perpustakaan Unika

DAFTAR TABEL

Tabel Rekapitulasi Hasil Program SAP2000 V9 ........................................ T-1


Tabel Rekapitulasi Hasil Program ETABS V9 ........................................... T-2
Tabel Perhitungan Tulangan Lentur Balok ................................................ T-3
Tabel Perhitungan Tulangan Geser Balok ................................................. T-4
Tabel Perhitungan Tulangan Torsi Balok .................................................. T-5
Tabel Perhitungan Tulangan Geser Torsi Balok ........................................ T-6
Tabel Perhitungan Tulangan Lentur Kolom .............................................. T-7
Tabel Perhitungan Tulangan Geser Kolom ................................................ T-8

viii
Perpustakaan Unika

DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul i
Lembar Pengesahan Pembimbing .. ii
Lembar Pengesahan Penguji .. iii
Lembar Asistensi iv
Kata Pengantar vi
Daftar Gambar vii
Daftar Tabel viii
Daftar Isi . ix
Daftar Lampiran .. xii
Daftar Notasi xiii

BAB I : PENDAHULUAN 1
1.1 Nama Proyek . 1
1.2 Maksud dan Tujuan Proyek .. 1
1.3 Lokasi Proyek 1
1.4 Tujuan Penulisan Tugas Akhir . 3
1.5 Tujuan Perencanaan Struktur Gedung .. 4
1.6 Pembatasan Masalah 4
1.7 Sistematika Penyusunan 5

BAB II : PERENCANAAN STRUKTUR 7


2.1 Flowchart pembuatan tugas akhir. 7
2.1.1 Flowchart Metode perencanaan gedung .. 7
2.1.2 Flowchart Perhitungan Rangka Atap Baja ... 8
2.1.3 Flowchart Perhitungan Pelat .... 9
2.1.4 Flowchart Perhitungan Gempa . 10
2.1.5 Flowchart Perhitungan Balok ... 11
2.1.6 Flowchart Perhitungan Kolom . 12
2.1.7 Flowchart Perhitungan Pondasi .... 13

ix
Perpustakaan Unika

2.2 Uraian Umum . 14


2.3 Tinjauan Pustaka .... 15
2.3.1 Peraturan Peraturan . 15
2.3.2 Beban yang Bekerja pada Struktur 17
2.4 Landasan Teori ... 18
2.4.1 Pembebanan 18
2.4.2 Pembebanan Gempa Menggunakan Analisa
Statik Ekuivalen 20
2.4.3 Pembebanan Struktur Pondasi Tiang Pancang. 22
2.5 Asumsi Asumsi 25

BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR... 30


3.1 Perhitungan Stuktur Atas.. 30
3.1.1 Perhitungan Kuda Kuda 30
3.1.1.1 Perencanaan Gording .. 30
3.1.1.2 Perhitungan Trekstang .. 34
3.1.1.3 Perencanaan Kuda Kuda .... 36
3.1.2 Perhitungan Profil dan Sambungan . 45
3.1.2.1 Cek Penampang Batang Tekan 45
3.1.2.2 Cek Penampang Batang Tarik . 57
3.1.2.3 Perhitungan Sambungan Baut .. 63
3.2 Perhitungan Pelat Lantai... 64
3.2.1 Pembebanan Pelat Lantai . 64
3.2.2 Penulangan Pelat Lantai A(two way)....... 65
3.2.3 Penulangan Pelat Lantai B(two way) .. 68
3.3 Perhitungan Gaya Gempa ( Static Analysis ) .. 72
3.3.1 Perhitungan Gaya Geser Dasar Horisontal
Total Akibat Gempa .. 72
3.4 Perhitungan Penulangan Balok . 80
3.4.1 Penulangan Lentur Balok 80
3.4.2 Penulangan Geser Balok . 85

x
Perpustakaan Unika

3.4.3 Penulangan Torsi Balok .. 91


3.5 Perhitungan Penulangan Kolom .. 94
3.5.1 Kolom Persegi 35 x 35 cm dengan
Tinggi Kolom ( Iu ) = 4 m .. 94
3.5.2 Penulangan Geser Kolom 96
3.6 Perhitungan Tangga ....... 98
3.6.1 Perhitungan Tangga ................................................ 98
3.6.2 Pembatasan Luas Tulangan.. 101
3.7 Perhitungan Pondasi . 103
3.7.1 Pemilihan Tipe Pondasi .. 103
3.7.2 Perhitungan Daya Dukung Minipile ... 103
3.7.3 Menentukan Jarak Minipile.. 104
3.7.4 Menetukan Koefesiensi Kelompok Minipile . 104
3.7.5 Cek Kekuatan Minipile ... 105
3.7.6 Penulangan Minipile ... 106
3.7.7 Perhitungan Pilecap Ukuran (320,8) m... 111

BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT


PEKERJAAN STRUKTUR .. 117

BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA 151


5.1 Analisa Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan 151
5.2 Rencana Anggaran Biaya ... 162
5.3 Rekapitulasi Anggaran Biaya . 166
5.4 Contoh Perhitungan Volume Pekerjaan . 167

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN 171

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

xi
Perpustakaan Unika

DAFTAR LAMPIRAN
Kurva S.L-7
NWP.L-8
Jenis Tanah dan Perambatan gelombang gempa..L-9
Faktor Keutamaan I untuk Bangunan Gedung.L-10
Peta Wilayah GempaL-11
Respon Spektrum Gempa Rencana..L-12
Gambar Arsitek dan Gambar Struktur

xii
Perpustakaan Unika

DAFTAR NOTASI

Perhitungan kuda-kuda

Ae adalah luas penampang efektif (mm2)

Ag adalah luas penampang kotor (mm2)

Ag s adalah luas penampang kotor bidang geser (mm2)

Agt adalah luas penampang kotor bidang tarik (mm2)

An adalah luas penampang bersih (mm2)

Ans adalah luas penampang bersih bidang geser (mm2)

Ant adalah luas penampang bersih bidang tarik (mm2)

As adalah luas penampang bidang geser (mm2)

b adalah lebar sayap profil (mm)

Ch adalah koefisien di belakang angin

Ct adalah koefisien di pihak angin

db adalah diameter lubang baut (mm)

Du adalah gaya lintang akibat beban terfaktor (N)

e adalah eksentrisitas penampang (mm)

fcr adalah tegangan kritis (MPa)

fu adalah tegangan ultimit/ batas (MPa)

fy adalah tegangan leleh (MPa)

Ix adalah momen inersia baja profil terhadap sumbu x (mm4)

Iy adalah momen inersia baja profil terhadap sumbu y (mm4)

xiii
Perpustakaan Unika

ix adalah jari-jari inersia baja profil terhadap sumbu x (mm)

iy adalah jari-jari inersia baja profil terhadap sumbu y (mm)

Lk adalah panjang tekuk baja profil (m)

Ll adalah panjang elemen komponen struktur yang dibatasi dua ujung unsur

penghubung (m)

Nn adalah kuat tarik nominal (N)

Nu adalah gaya aksial tarik terfaktor (N)

S adalah jarak dari sumbu ke sumbu dari 2 baut yang berturutan (mm)

Sx adalah modulus penampang baja profil terhadap sumbu x (mm3)

Sy adalah modulus penampang baja profil terhadap sumbu y (mm3)

t adalah tebal penampang profil (mm)

U adalah faktor reduksi

Vu adalah kuat geser terfaktor (N)

Vn adalah kuat geser nominal (N)

W adalah berat baja profil per meter (kg/m)

x adalah eksentrisitas sambungan (mm)

Zx adalah modulus plastis baja profil terhadap sumbu x (mm3)

Zy adalah modulus plastis baja profil terhadap sumbu y (mm3)

adalah sudut kemiringan atap ( o )

adalah faktor reduksi kekuatan

adalah koefisien tekuk komponen struktur

f adalah perbandingan setengah lebar sayap terhadap tebal sayap

w adalah perbandingan tinggi bersih pelat badan terhadap tebal badan

xiv
Perpustakaan Unika

r adalah batas perbandingan lebar terhadap tebal untuk penampang tak

kompak

Perhitungan pelat lantai

a adalah tinggi daerah tekan beton ekuivalen (mm)

Cc adalah gaya tekan beton (N)

Cv adalah tebal selimut beton (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm)

lx adalah bentang pendek pelat lantai (m)

ly adalah bentang panjang pelat lantai (m)

Mu adalah momen terfaktor pada penampang (Nmm)

Mn adalah momen nominal penampang ( Nmm)

S adalah jarak antar tulangan (mm)

Ts adalah gaya tarik baja (N)

z adalah jarak antara gaya desak beton dengan gaya tarik baja (mm)

Perhitungan tangga

a adalah tinggi daerah tekan beton ekuivalen (mm)

Cc adalah gaya tekan beton (N)

Cv adalah tebal selimut beton (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm)

Mu adalah momen terfaktor pada penampang (Nmm)

Mn adalah momen nominal penampang ( Nmm)

xv
Perpustakaan Unika

Ts adalah gaya tarik baja (N)

z adalah jarak antara gaya desak beton dengan gaya tarik baja (mm)

Perhitungan gempa

C adalah koefisien gempa dasar

di.x,y adalah deformasi lateral total akibat Fi pada lantai ke-i (m)

Fi adalah gaya geser horisontal akibat gempa pada lantai ke-i (kg)

g adalah percepatan gravitasi (9,81 m/det)

Hi adalah tinggi lantai ke-i terhadap lantai dasar (m)

I adalah faktor keutamaan struktur

Ni adalah nilai NSPT lapisan tanah ke-i

NSPT adalah nilai NSPT lapisan tanah

R adalah faktor reduksi gempa

ti adalah tebal lapisan tanah ke-i (m)

Tx,y adalah waktu getar alami dalam arah x dan y (detik)

Vx,y adalah gaya geser horisontal total akibat gempa (kg)

Wt adalah berat total bangunan (kg)

Perhitungan balok

Al adalah luas total tulangan longitudinal yang memikul puntir (mm2)

As adalah luas tulangan tarik (mm2)

As adalah luas tulangan tekan (mm2)

At adalah luas satu kaki sengkang tertutup yang menahan puntir (mm2)

xvi
Perpustakaan Unika

Av adalah luas satu kaki sengkang tertutup yang menahan geser (mm2)

a adalah tinggi daerah tekan beton ekivalen (mm)

Cc adalah gaya tekan beton (N)

Cs adalah gaya tekan baja (N)

Cv adalah tebal selimut beton (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke titik berat tulangan tekan (mm)

Es adalah modulus elastisitas baja (MPa)

Mn adalah momen nominal penampang ( Nmm)

Mu adalah momen terfaktor pada penampang (Nmm)

Tn adalah momen puntir nominal (Nmm)

Ts adalah gaya tarik baja (N)

Tu adalah momen puntir terfaktor pada penampang (Nmm)

Vc adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton (N)

Vs adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan (N)

Vu adalah kuat geser terfaktor pada penampang (N)

x adalah jarak dari serat tekan terluar ke garis netral (mm)

z adalah jarak antara gaya desak beton dengan gaya tarik baja (mm)

1 adalah faktor reduksi

s adalah regangan tulangan tekan (mm)

y adalah regangan tulangan luluh (mm)

adalah rasio tulangan tarik

adalah rasio tulangan tarik

xvii
Perpustakaan Unika

Perhitungan kolom

Ag adalah luas bruto penampang (mm2)

As adalah luas tulangan tarik (mm2)

As adalah luas tulangan tekan (mm2)

a adalah tinggi daerah tekan beton ekuivalen (mm)

ab adalah tinggi daerah tekan beton ekuivalen dalam kondisi balance (mm)

Cc adalah gaya tekan beton (N)

Cv adalah tebal selimut beton (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke titik berat tulangan tekan (mm)

e adalah eksentrisitas (mm)

eb adalah eksentrisitas dalam kondisi balance (mm)

Mu adalah momen terfaktor pada penampang (Nmm)

Mn adalah momen nominal penampang ( Nmm)

Mnb adalah momen nominal penampang dalam kondisi balance ( Nmm)

Pn adalah kuat beban aksial nominal pada penampang (N)

Pnb adalah kuat beban aksial nominal pada penampang kondisi balance (N)

Pu adalah kuat beban aksial terfaktor (N)

Ts adalah gaya tarik Baja (N)

Vc adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton (N)

Vs adalah kuat geser nominal yang disumbangkan oleh tulangan (N)

Vu adalah kuat geser terfaktor pada penampang (N)

xviii
Perpustakaan Unika

xb adalah jarak dari serat tekan terluar ke garis netral dalam kondisi balance

(mm)

z adalah jarak antara gaya desak beton dengan gaya tarik baja (mm)

1 adalah faktor reduksi

fs adalah kuat tekan tulangan (MPa)

Perhitungan pondasi

Ag adalah luas bruto penampang (mm2)

Ap adalah luas ujung pondasi (mm2)

As adalah luas selimut pondasi (mm2)

Ast adalah luas total tulangan longitudinal (mm2)

a adalah tinggi daerah tekan beton ekuivalen (mm)

Cc adalah gaya tekan beton (N)

Cv adalah tebal selimut beton (mm)

D adalah diameter tiang pancang (mm)

d adalah jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik (mm)

fs adalah tahanan selimut (kN/m2)

Mn adalah momen nominal penampang ( Nmm)

Mu adalah momen terfaktor pada penampang (Nmm)

Mx adalah momen arah x (Nmm)

My adalah momen arah y (Nmm)

m adalah banyak baris tiang pancang

xix
Perpustakaan Unika

N 60 adalah rata-rata nilai SPT disekitar ujung pondasi atau nilai rata-rata SPT

dari permukaan tanah ke ujung pondasi

n adalah banyak tiang pancang tiap baris

nx adalah banyaknya tiang pancang dalam 1 baris arah x

ny adalah banyaknya tiang pancang dalam 1 baris arah y

Pn adalah kuat beban aksial nominal pada penampang (N)

Pu adalah kuat beban aksial terfaktor (N)

Qp adalah daya dukung ujung (kN)

Qs adalah daya dukung selimut (kN)

Qu adalah daya dukung ijin (kN)

qp adalah tahanan ujung (kN/m2)

S adalah jarak antar tiang pancang (m)

Ts adalah gaya tarik baja (N)

xmax adalah absis terjauh tiang pancang ke titik berat kelompok tiang (m)

ymax adalah ordinat terjauh tiang pancang ke titik berat kelompok tiang (m)

z adalah jarak antara gaya desak beton dengan gaya tarik baja (mm)

adalah effisiensi kelompok tiang (%)

adalah arc tg ( D/S )

v adalah jumlah beban normal (kN)

x adalah kuadrat absis-absis tiang pancang (m2)

y adalah kuadrat ordinat-ordinat tiang pancang (m2)

xx
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Nama Proyek

Nama proyek yang data-data dan gambarnya digunakan untuk keperluan

pembuatan Tugas Akhir perencanaan struktur gedung ini adalah Perencanaan

Struktur Gedung Asrama BLKI Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang .

1. 2 Maksud dan Tujuan Proyek

Peningkatan kebutuhan akan tenaga kerja muda yang terampil dan siap kerja

mendorong Balai Latihan Kerja Indonesia ( BLKI ) Semarang yang dikelola oleh

Pemerintah daerah Semarang untuk memberikan fasilitas yang memadai untuk

menunjang kegiatan kursus dalam lingkungan balai latihan kerja tersebut,

khususnya bagi para peserta yang berasal dari luar kota berupa gedung asrama

yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal dan ruang pertemuan.

Dengan dibangunnya gedung asrama BLKI ini diharapkan dapat membantu

para peserta untuk memaksimalkan waktu yang ada dalam melaksanakan kursus

di balai latihan kerja tersebut.

1. 3 Lokasi Proyek

Letak gedung asrama BLKI ini berada di dalam lingkungan Balai Latihan

Kerja Indonesia ( BLKI ) Semarang di Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang.

Gedung asrama ini berada di atas tanah seluas 1700 m2 dengan tinggi total

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

bangunan 26,65 m dan luas total bangunan 6000 m2, dengan perincian sebagai

berikut:

a. Lantai 1 ( 0,00 m)

Luas = 1200 m2

Berfungsi sebagai ruang sekretariat, ruang perpustakaan, ruang arsip, gudang,

kantin, mushola dan hall.

b. Lantai 2 ( + 4,00 m )

Luas = 1200 m2

Berfungsi sebagai kamar-kamar tidur asrama, dan hall.

c. Lantai 3 ( +8,00 m )

Luas = 1200 m2

Berfungsi sebagai kamar-kamar tidur asrama, dan hall.

d. Lantai 4 (+12,00 m)

Luas = 1200 m2

Berfungsi sebagai kamar-kamar tidur asrama, dan hall.

e. Lantai 5 (+16,00 m)

Luas = 1200 m2

Berfungsi sebagai ruang serba guna dan kantor.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

GEDUNG
GEDUNG RENCANA
KURSUS ASRMA

JALAN MASUK UTAMA


TAMAN

BLKI
SEMARANG GUDANG
NO. 118 BULOG

JL. BRIGDJEND SUDIARTO U


JL. GEMAH RAYA

YAMAHA
SENTRAL

Gambar 1.1 Denah situasi

1. 4 Tujuan Penulisan Tugas Akhir

Tujuan yang hendak dicapai dari penyusunan tugas akhir ini yaitu:

a. untuk lebih memahami dan mendalami langkah-langkah perhitungan

dalam perencanaan struktur gedung dengan menerapkan disiplin ilmu

yang telah diterima selama mengikuti pendidikan di Jurusan Teknik

Sipil,

b. dapat melakukan perhitungan dengan teliti dan mengambil asumsi yang

tepat dalam menyelesaikan perhitungan struktur sehingga dapat

mendukung tercapainya keamanan dan keekonomisan gedung,

c. dapat menggunakan program SAP dan ETABS untuk perhitungan

mekanika struktur.

d. dapat menerapkan hasil perhitungan mekanika struktur ke dalam

perhitungan struktur beton maupun struktur baja dan gambar kerja,

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

e. perencanaan ini dapat digunakan sebagai latihan awal sebelum

menerapkan ilmu yang dipelajari dalam dunia kerja pada khususnya dan

masyarakat pada umumnya.

1. 5 Tujuan Perencanaan Struktur Gedung

Tujuan dari perhitungan struktur gedung ini adalah untuk membuat

perhitungan dan gambar bagian-bagian dari struktur gedung yang terkait dengan

bidang teknik sipil yaitu atap, pelat, balok, kolom dan pondasi. Langkah

selanjutnya adalah menyusun Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Rencana

Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule dan Network Planning (NWP) pekerjaan

struktur.

1. 6 Pembatasan masalah

Perencanaan struktur merupakan salah satu pekerjaan yang sangat rumit

karena didalamnya terdapat banyak unsur yang saling berhubungan. Untuk

mempermudah perhitungan maka ada beberapa batasan yang diambil dalam

perencanaan struktur ini antara lain:

a. perhitungan pembebanan dan penulangan tangga dilakukan terpisah dari

perhitungan portal utama,

b. balok anak langsung dimasukkan dalam portal dengan menggunakan

rigid frame, sehingga beban pelat langsung didistribusikan ke balok

induk dan balok anak,

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

c. dalam perencanaan ini mix design beton tidak dihitung karena dianggap

beton dapat dipesan sesuai dengan mutu yang diinginkan,

d. perhitungan pembebanan pada struktur akibat gempa menggunakan

statik ekivalen.

1. 7 Sistematika Penyusunan

Sistematika penyusunan ini dibuat untuk memudahkan para pembaca dalam

memahami isi Tugas Akhir ini. Sistematika penyusunan tersebut adalah sebagai

berikut:

BAB I : Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan ini diterangkan mengenai nama proyek,

maksud dan tujuan proyek, tujuan penulisan Tugas Akhir, tujuan

perencanaan struktur gedung, pembatasan masalah, dan sistematika

penyusunan Tugas Akhir.

BAB II : Perencanaan Struktur

Dalam bab ini penulis membahas tentang uraian umum perencanan

gedung, tinjauan pustaka meliputi peraturan-peraturan dan

pembebanan yang digunakan pada struktur gedung, serta landasan teori

yang mencakup rumus-rumus yang digunakan serta asumsi-asumsi

yang dipakai.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB I PENDAHULUAN Perpustakaan Unika

BAB III : Perhitungan Struktur

Perhitungan struktur meliputi perhitungan kuda kuda, perhitungan

pelat, perhitungan tangga dan bordes, perhitungan portal utama (balok

dan kolom), serta perhitungan pondasi.

BAB IV : Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)

Pada bagian ini penulis menguraikan tentang rencana kerja beserta

aturan-aturan dan syarat-syarat teknis yang harus dipenuhi dalam

pelaksanaan pekerjaan.

BAB V : Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Pada bagian ini penulis menguraikan tentang Rencana Anggaran Biaya

(RAB) yang meliputi perhitungan volume, analisa harga satuan,

rencana anggaran biaya sampai dengan time schedule (kurva S) dan

network planning (NWP) dari pekerjaan Struktur Gedung Asrama

Balai Latihan Kerja ( BLKI ) Semarang.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

BAB II
PERENCANAAN STRUKTUR

2.1. Flowchart Pembuatan Tugas Akhir


2.1.1 Flowchart Penyusunan Tugas Akhir

START

Pengumpulan Data
-Data sekunder
Fungsi bangunan

Menentukan desain
bangunan

Menghitung beban:
Beban hidup
Beban mati
Beban sementara (angin)
Beban khusus (gempa)

Perhitungan Dimensi:
Pelat
Balok
Kolom
Pondasi

Analisis struktur

Penyusunan Laporan
Gambar

END

Gambar 2.1.1 Flowchart Penyusunan Tugas Akhir

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.2 Flowchart Perhitungan atap (SNI 03-1729-2002)

START

Menentukan data
sekunder dan profil baja

Menghitung beban

Menghitung dengan
programSAP

Output;gaya aksial

Menghitung momen

Tidak
< ijin

Ya

Menghitung trekstang

Memilih tulangan trekstang

END

Gambar 2.1.2 Flowchart Perhitungan atap

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.3 Flowchart Perhitungan Pelat Lantai (SNI 03-1729-2002)

START

Menentukan
syarat-syarat batas

Perhitungan panjang bentang

Perhitungan tebal pelat

Menghitung beban-beban

Mencari momen

Hitung tulangan

Tidak

min maks

Ya

Memilih tulangan

END

Gambar 2.1.3 Flowchart Perhitungan Pelat

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.4 Flowchart Perhitungan Gempa (SNI 1726 2002)

START

Menentukan
koordinat joint

Menghitung massa tiap lantai

Menghitung
beban gempa

Memasukkan data pembebanan


tiap lantai arah x dan arah y

Menghitung gempa dengan


program komputer

Menghitung :
Gaya lateral gempa
Perpindahan
Momen, geser, torsi

END

Gambar 2.1.4 Flowchart Perhitungan Gempa

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.5 Flowchart Perhitungan Balok (ACI 318-M 05)


START

Menentukan syarat-syarat
batas

Menentukan
ukuran balok

Menghitung pembebanan balok

Menghitung dengan ETAB

Output; Momen, gaya ,geser,


normal, torsi

Menghitung tulangan balok

Tidak
min ma ks
Ya
Memilih tulangan balok

END

Gambar 2.1.5 Flowchart Perhitungan Balok

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.6 Flowchart Perhitungan Kolom (ACI 318-M 05)

START

Menentukan syarat-syarat
batas

Menentukan
ukuran kolom

Menghitung pembebanan kolom

Menghitung dengan ETAB

Output; Momen, gaya ,geser,


normal, torsi

Menghitung tulangan kolom

Tidak

min maks

Ya
Memilih tulangan

END

Gambar 2.1.6 Flowchart Perhitungan kolom

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.1.7 Flowchart Perhitungan Pondasi

START

Gambar Rencana

Soil Investigation Beban rencana

Jenis Pondasi

Merencanakan
dimensi pondasi

Menghitung daya
dukung tiang

Tidak
Aman

Ya

Perhitungan tulangan
dan cek tegangan

END

Gambar 2.1.7 Flowchart Perhitungan Pondasi

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2.2 Uraian Umum

Gedung yang direncanakan akan dibangun 5 lantai ini merupakan gedung

bertingkat tinggi. Oleh karena itu dalam perencanaan struktur harus memenuhi

empat kriteria utama yaitu:

a. Ketetapan

Kriteria ini meliputi tata letak ruang dalam gedung, bentang, ketinggian

plafon, serta segi estetika yang sesuai dengan persyaratan yang ada.

b. Persyaratan struktur

Struktur yang digunakan harus:

1) Kuat: struktur dapat memikul semua beban yang direncanakan dengan

aman.

2) Nyaman: struktur tidak melendut secara berlebihan, terangkat, bergetar,

retak dan hal-hal lain yang dapat mengganggu fungsi bangunan.

3) Awet: struktur harus dapat digunakan sesuai dengan fungsinya dalam

waktu yang relatif lama.

4) Efisien dan efektif : Struktur dibuat supaya mampu memikul beban

yang direncanakan dengan angka keamananan yang cukup sehingga

cukup efisien dan efektif dalam memikul beban.

c. Desain harus memungkinkan pemeliharaan minimum dan dapat dilakukan

secara sederhana. Desain harus sesuai dengan kebutuhan agar tidak terjadi

pemborosan yang berlebihan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

d. Ekonomi

Pemilihan model konstruksi perlu diperhatikan karena menentukan besarnya

biaya proyek dan biaya perawatan bangunan. Konstruksi Gedung Asrama

Balai Latihan Kerja Indonesia ( BLKI ) Semarang ini direncanakan terdiri

dari 5 lantai yang dilengkapi dengan fasilitas tangga dan lift.

2.3 Tinjauan Pustaka

2.3.1.Peraturan-peraturan

Perhitungan konstruksi gedung ini memperhatikan ketentuan ketentuan

yang berlaku yang terdapat pada buku-buku pedoman antara lain :

a. Building Code Requirement for Structural Concrete and Commentary

(ACI 318M-05), diterbitkan oleh ACI Committee 318. Beberapa

ketentuan yang diambil dari Building Code Requirement for Structural

Concrete (ACI 318-05) wand Commentary (ACI 318M-05) dalam

perencanaan Tugas Akhir ini adalah:

1) modulus elastisitas beton ( Ec)

2) kuat perlu ( U )

3) faktor reduksi kekuatan ( )

4) faktor 1

5) tebal selimut beton

b. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung SNI-1729-

2002, diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Beberapa ketentuan yang diambil dari Tata Cara Perencanaan Struktur Baja

Untuk Bangunan Gedung SNI-1729-2002 dalam perencanaan Tugas Akhir

ini adalah:

1) modulus elastisitas baja (Es),

2) mutu baja,

3) tegangan-tegangan baja (tegangan ijin, tegangan geser, tegangan leleh),

4) ketentuan-ketentuan mengenai sambungan.

c. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung

SNI-1726-2002, diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Beberapa ketentuan yang diambil dari Standar Perencanaan Ketahanan

Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung SNI-1726-2002, dalam

perencanaan Tugas Akhir ini adalah:

1) cara-cara analisis gempa

2) faktor respons gempa ( C )

3) faktor keutamaan ( I )

4) faktor reduksi gempa ( R )

5) wilayah / zona gempa

d. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983.

Beberapa ketentuan yang diambil dari Peraturan Pembebanan Indonesia

untuk Gedung 1983 dalam perencanaan Tugas Akhir ini adalah:

1) berat sendiri bahan bangunan

2) beban hidup lantai gedung

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3) beban angin

2.3.2.Beban yang Bekerja pada Struktur

Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung, 1983,

struktur gedung harus direncanakan kekuatannya terhadap pembebanan-

pembebanan sebagai berikut :

a. Beban Mati

Adalah semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala

unsur tambahan, penyelesaian-penyelesaian, mesin-mesin serta peralatan

tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung itu (PPIUG

1983 - pasal 1.0. ayat 1). Beban mati yang direncanakan pada Tugas Akhir

ini diambil dari Tabel 2.1. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung

1983.

b. Beban Hidup

Adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu

gedung, dan ke dalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal

dari beban-beban yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang

tidak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti

selama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan perubahan

dalam pembebanan lantai dan lantai tersebut. Beban hidup yang

direncanakan pada Tugas Akhir ini diambil dari Tabel 3.1. Peraturan

Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983.

c. Beban Angin

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang

disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara (PPIUG 1983 pasal 1.0 ayat

3). Beban angin ditentukan dengan menganggap adanya tekanan positif dan

negatif (isapan), yang bekerja tegak lurus pada bidang yang ditinjau.

Besarnya tekanan ditentukan dengan mengalikan tekanan tiup dan koefisien

angin (PPIUG 1983 pasal 4.1).

d. Beban Gempa

Adalah semua beban statik ekivalen yang bekerja pada gedung atau bagian

gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa (PPIUG

1983 pasal 1.0 ayat 4).

2.4. Landasan teori

2.4.1.Pembebanan

Struktur gedung direncanakan kekuatannya terhadap pembebanan-

pembebanan sebagai berikut :

A. Kombinasi beban pada struktur beton (ACI 318-M 05):

U = 1,2D + 1,6(Lr or S or R)+ (1,0L or 0,8W) ............................................. (2.1)


U = 1,2D + 1,6W + 1,0L + 0,5(Lr or S or R) ................................................ (2.2)
U = 1,2D + 1,0E + 1,0L +0,2S ..................................................................... (2.3)
U = 0,9D + 1,6W + 1,6H .............................................................................. (2.4)
U = 0,9D + 1,0E + 1,6H .............................................................................. (2.5)
U = 1,4D + 1,7L ............................................................................................ (2.6)

dengan :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

U adalah kuat perlu untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang

berhubungan dengannya.

D adalah beban mati, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya.

T adalah efek kumulatif akibat temperatur, rangkak, susut, penurunan yang tidak

seragam. (Nmm)

L adalah beban hidup, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya.

H adalah beban akibat berat dan tekanan tanah, air tanah atau material lain, atau

momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. (Kg)

Lr adalah beban hidup pada atap, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan

dengannya. (kg)

S adalah beban salju, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya.

(kg)

R adalah beban air hujan, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan

dengannya.(kg)

W adalah beban angin, atau momen gaya dalam yang behubungan dengannya. (kg/m2)

Beban angin (menurut Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung


1983), direncanakan:
tekanan tiup : 30 kg/m2
koefisien angin : di pihak angin < 65 (0,02 0,4)
di belakang angin untuk semua (0,4)
E adalah beban gempa, atau momen gaya dalam yang behubungan dengannya.
(kg)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

B. Kombinasi beban pada struktur baja (SNI-1729-2002):

U = 1,2D + 1,6L................................................................................................. (2.7)

U = 1,2D + 1,6(La atau H) + (L . L atau 0,8 W).................................................(2.8)

U = 0,9D (1,5W atau 1,0E)..............................................................................(2.9)

dengan :

U adalah kekuatan yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau

momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya.

D adalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen,

termasuk dinding, lantai, atap, plafon, partisi tetap, tangga, dan peralatan

layan tetap.

L adalah beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaaan gedung termasuk

beban kejut , tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin, hujan.

La adalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja,

peralatan dan material, atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda

bergerak (kg/m2)

W adalah beban angin (kg/m2)


E adalah beban gempa (SNI-1726-2002)
L = 0,5 bila L< 5 kPa, dan L = 1 bila L 5 kPa

2.4.2.Pembebanan gempa menggunakan analisa statik ekuivalen

Pada Tugas Akhir ini pengaruh gempa diperhitungkan atas dasar analisa
statik ekivalen mengingat tinggi struktur utamanya 29,5 m. Gaya gempa yang
bekerja pada sistem struktur diasumsikan sebagai gaya frontal (lateral horisontal)
yang bekerja pada setiap lantai gedung.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Wi H i
Fi. = V ..(2.10)
Wi H i
Fi = beban gempa pada lantai tingkat ke-i (ton)
Zi = ketinggian lantai tingkat ke-i (meter)
Wi = berat lantai tingkat ke-i (ton)
V = beban geser dasar normal (ton)
Sedangkan beban gempa dasar gedung yaitu beban horisontal lateral yang bekerja
dari gedung terhadap pondasi dihitung dengan persamaan:
C1 I
V = Wt .(2.11)
R
V = beban geser dasar nominal (ton)
C1 = faktor respons gempa
I = faktor keutamaan gedung
R = faktor reduksi gempa
Wt = berat total gedung (ton)
Untuk bangunan gedung perkuliahan yang menggunakan struktur rangka
beton bertulang dengan kategori gedung umum maka I = 1,0 dan R = 5,6 (SNI-
1726-2002). Koefisien beban gempa dasar dapat diketahui jika kita sudah
menghitung waktu getar alami gedung (T), dimana T didapat dari perhitungan
vibrasi 3 dimensi menggunakan ETABS.
Semua rencana dan perhitungan gempa di atas disesuaikan dengan SNI-
1726-2002 yaitu dengan menggunakan persamaan ( 2.10 ) dan ( 2.11 ).
2.4.3.Pembebanan struktur menggunakan pondasi tiang pancang

Rumus-rumus lain yang digunakan dalam perhitungan ini antara lain :

a. Perhitungan daya dukung pondasi dengan rumus Briaud (Coduto,1994)

End bearing (Qp) :


Q p = q p A p ...................................................................................... (2.12)

q p = 19,7 r ( N 60 )
0 , 36
..................................................................... (2.13)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

N1 + N 2
N 60 = .................................................................................... (2.14)
2
dengan:
Qp = daya dukung ujung tiang (ton)
qp = tahanan ujung tiang (kN/m2)
N60 = nilai NSPT rata-rata pada kedalaman penanaman
N1 = nilai NSPT pada kedalaman 1D di atas penanaman
N2 = nilai NSPT pada kedalaman 2D di bawah penanaman
r = tegangan referensi = 100 kPa
Ap = luas penampang ujung tiang (m2)
D = sisi / diameter penampang ujung tiang (m)

Skin friction :
Qs = f s As ........................................................................................ (2.15)

f s = 0,224 r (N 60 )
0 , 29
................................................................... (2.16)
dengan:
Qs = daya dukung selimut tiang (ton)
fs = tahanan selimut tiang (kN/m2)
N60 = nilai NSPT rata-rata sepanjang tiang
r = tegangan referensi = 100 kPa
As = luas selimut tiang (m2)

b. Menentukan jarak antar tiang pancang

Jarak antar tiang pancang diambil berdasarkan perhitungan daya dukung

tiang pancang oleh Direktorat Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum,

sebagai berikut :

2,5D S < 3D ...................................................................................... (2.17)

dengan : S = jarak antar tiang (cm)

D = sisi / diameter penampang ujung tiang (cm)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

c. Perhitungan efisiensi kelompok tiang pancang

Menurut rumus dari Converse Labbarre adalah sebagai berikut :

(n 1 ) m + (m 1 ) n
Eff = 1 ......................................... (2.18)
90 mn

dengan :

= arc tan (D / S)

D = sisi / diameter penampang ujung tiang (cm)


S = jarak antar tiang pancang (cm)

n = banyaknya tiang pancang tiap baris

m = banyaknya baris tiang pancang

2.5. Asumsi-asumsi

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam perencanaan gedung ini adalah :


d. Struktur utama dibuat dari konstruksi beton bertulang sedangkan atap

menggunakan rangka kuda-kuda baja.

e. Beban mati yang digunakan berdasarkan ( Peraturan Pembebanan untuk

Gedung di Indonesia, 1983 ) :

1) beton bertulang = 2400 kg/m3


2) pasir = 1800 kg/m3
3) spesi dengan tebal 1 cm = 21 kg/m2
4) pasangan bata merah tebal setengah bata = 250 kg/m2
5) plafond dan penggantung = 18 kg/m2
6) keramik = 24 kg/m2
7) talang AC = 10 kg/m2
8) penutup atap genteng multiroof = 2,565 kg/m2
f. Beban hidup yang digunakan :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

1) beban hidup lantai ruang kuliah = 250 kg/m2


2) beban hidup tangga dan bordes = 300 kg/m2
3) beban hidup gudang = 400 kg/m2
4) beban hidup lantai ruang pertemuan = 500 kg/m2
5) beban hidup dak atap = 100 kg/m2
koefisien reduksi beban hidup untuk gempa sebesar 0,5 sedang untuk portal
dan balok induk sebesar 0,9.
g. Kuda-kuda dan rangka atap perhitungan dimensi dan profilnya mengacu

pada Load and Resistance Factor Design (LRFD)

1) analisa terhadap tegangan


2) analisa terhadap lendutan
h. Profil kuda-kuda yang digunakan 90.90.9 80.80.8, 70.70.7

dan 60.60.6 dengan profil C 150.50.50.4,5


i. Mutu beton yang digunakan untuk semua elemen struktur atas adalah

28 MPa, dengan modulus elastisitas Ec =4700fc= 4700 28


= 24870,0623 MPa.
g. Mutu baja yang digunakan ada 2 macam :
1) baja profil untuk struktur baja : BJ 37
2) baja tulangan dengan <12 mm : U-24 (fy = 240 MPa)
baja tulangan dengan D 13 mm : U-39 (fy = 390 MPa)
dengan modulus elastisitas Es = 2 105 MPa
h. Faktor-faktor reduksi kekuatan beton
1) lentur : 0,90
2) geser dan torsi : 0,75
3) aksial tarik dengan lentur : 0,90
4) aksial tekan dengan lentur : 0,75 untuk beugel spiral
0,65 untuk beugel biasa
i. Pelat lantai beton

Tebal pelat lantai ada tiga macam yaitu:

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Tebal 15 cm untuk kamar mandi, tebal 12 cm untuk pelat utama dan tebal
10 cm untuk dak atap.
j. Balok

Tipe balok yang direncanakan ada 7 buah yaitu:


B (30/45), RB1 (25/35), RB2 (30/40), TB (30/45).

k. Kolom

Tipe kolom yang direncanakan kolom persegi berdimensi K1 (35/35), K2


(30/30).
l. Beban merata (q) yang berasal dari beban pelat ekuivalen maupun berat

sendiri balok dan pelat akan diterima oleh balok anak dan atau balok induk.

Sistem pembebanan didasarkan pada anggapan bahwa balok anak dan balok

induk merupakan konstruksi yang menerima beban secara bersamaan.

Beban-beban tersebut akan didistribusikan ke kolom oleh balok yang

kemudian diteruskan ke pondasi.

m. Tebal dinding direncanakan pasangan batu bata setengah batu dengan tebal

15 cm termasuk plesteran dan acian


n. Perhitungan mekanika menggunakan aplikasi software komputer yaitu

ETABS versi 9 untuk portal utama, sedangkan untuk perhitungan rangka

atap dengan SAP 2000 versi 9

o. Pondasi adalah struktur bagian bawah yang paling penting, karena pondasi

berfungsi sebagai media atau perantara untuk meneruskan seluruh beban

dari atas kepada tanah pendukung. Untuk gedung ini direncanakan

menggunakan pondasi tiang mini pile dengan ukuran 323232 cm.

Pemilihan jenis pondasi ini telah didasarkan pada pertimbangan kemampuan

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

untuk mendukung beban diatasnya. Rumus yang digunakan untuk tiang

pancang menggunakan Metode Briaud (Couduto, 1994)

p. Data mekanika tanah

Data tanah yang digunakan adalah data dari Penyelidikan Tanah Lab Mektan
UNDIP Semarang. Data-data tanah berdasarkan test di daerah Semarang
Timur adalah sebagai berikut :
Hasil uji sondir (CPT)
a. Dari permukaan hingga kedalaman 0 sampai dengan -4,00 m didapat

nilai qc adalah 0 sampai 34 kg/cm2.

b. Dari kedalaman -4,00 hingga -8,00 m didapat nilai qc adalah

34 sampai 8 kg/cm2.
c. Dari kedalaman -8,00 hingga -12,00 m didapat nilai qc adalah

8 sampai 8 kg/cm2.
d. Dari kedalaman -12,00 hingga -16,00 m didapat nilai qc adalah

8 sampai 11 kg/cm2.
e. Dari kedalaman -16,00 hingga -20,00 m didapat nilai qc adalah

11 sampai 15 kg/cm2.

q. Lift

Lift yang digunakan pada gedung ini adalah Standard Dimension merk
Hyundai tipe CP110, dengan data data sebagai berikut:
1). Speed : 60 m/min

2). Clear Opening ( OP) : 900 mm

3). Car

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB II PERENCANAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

a). Internal ( CA CB ) : 1600 mm 1500 mm

b). External ( A B) : 1660 mm 1655 mm

4). Hoistway ( X Y ) : 4200 mm 2150 mm

5). M/C Room ( MX MY ) : 6500 mm 3000 mm

6). M/C Room Reaction

a). R1 : 5450 kg

b). R2 : 4300 kg

7). Overhead ( OH ) : 4600 mm

8). Pit ( PP ) : 1500 mm

9). M/C Room Height ( MH ) : 2200 mm

i. Kapasitas : 1000 kg (15 orang)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

BAB III

PERHITUNGAN STRUKTUR

3.1 Perhitungan Struktur Atas

3.1.1 Perhitungan Kuda-Kuda

1.29M
33 34
1.2 8M
32 35
2 .00M
80 107 85
31 36
1 83 115 10
30 37
2 77 51 50 88 11
29 52 49 38
4 74 91 12
53 48
28 71 1.12M 1.12M 94 13 39
5
54 47
27 6 68 97 14 40 3.77M
1.28M
55 46
65 100
26 8 56 45 15 41
1.2 8M
62 103
25 9 57 44 16 42
59 105
58 43
7 3

1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

20.00M

3.1.1.1 Perencanaan Gording

a. Data teknis kuda-kuda

Panjang bentang = 20 m

Jarak antar kuda-kuda = 5 m

Kemiringan atap = 30

Jarak gording = 1,28 m

Jarak horizontal antar titik buhul = 1,21 m

Beban penutup atap : multiroof = 2,565 kg/m

Beban angin = 30 kg/m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

b. Ukuran profil (Bj 37)

Dicoba light lip channel C 15050204,5

Data-data profil:

Ix = 368 cm4 ix = 5,60 cm

Iy = 35,7 cm4 iy = 1,75 cm

Zx = Wx = 49 cm3 w = 9,20 kg/m

Zy = Wy = 10,5 cm3 Ag = 11,72 cm2

c. Pembebanan

1). Beban mati

Berat Penutup Atap ( multiroof ) = 2,565 kg/m2 1,28 = 3,28 kg/m

Berat Gording = 5 9,2 = 46 kg/m

Berat Baut = 10% (3,28+46) = 4,93 kg/m +

q = 54,21 kg/m

2). Beban hidup = 100 kg

3). Beban angin

Diambil beban angin = 30 kg/m2

Koefisien angin ( = 30o ) di belakang angin (ch) = -0,4

di pihak angin (ct) = (0,02 0,4) = 0,2

q di pihak angin = 0,2 1,28 30 kg/m2 = 7,68 kg/m (tekan)

Angin hisap di abaikan karena kondisi gedung yang tertutup sehingga tidak

ada angin hisap yang bekerja dari dalam gedung.

4). Beban Plafond = 18 kg/m2 x 5 m

= 90 kg/m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

d. Perhitungan Momen

1). Akibat beban mati

qx = q cos = 54,21 kg/m2 cos 30o = 46,95 kg/m

qy = q sin = 54,21 kg/m2 sin 30o = 27,11 kg/m

qy
300
q qx

Mx = qx lx2

= 46,95 52

= 146,72 kg.m

Dipasang satu trekstang untuk jarak 2,5 m, jadi gording dengan bentang 5

m dibagi menjadi dua bagian.

My = qy ly2

= 27,11 2,52 = 21,18 kgm

2). Akibat beban hidup

Px = P cos

= 100 cos 30o = 86,6025 kg

Py = P sin

= 100 sin 30o = 50 kg

Py
30

P Px

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Mx = Px lx

= 86,6025 5 = 108,25 kgm

My = Py ly

= 50 2,5 = 31,25 kgm

3). Akibat beban angin

Mx di belakang angin = qx angin kiri lx2

= (-15,36) 52 = -48 kgm

Mx di pihak angin = qx angin kanan lx2

= (7,68) 52 = 24kgm

4). Momen total

Mux = 146,72 + 108,25 + 24 = 278,97 kgm

Muy = 21,18 + 31,25 = 52,43 kgm

e. Kontrol Tegangan Lentur

Mx My 27897 5243
= + = +
Wx Wy 49 10,5

= 1068,66 kg/cm2 < ijin = 1600 kg/cm2 Ok!!!!!!!

f. Kontrol Lendutan
4 3
5 q y ly 1 Py l y
x = +
384 E I y 48 E I y

5 0,2711 250 4 1 50 2503


= +
384 2,1 10 6 35,7 48 2,1 10 6 35,7

= 0,1839 + 0,2171 cm

= 0,4010 cm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

4 3
5 q l 1 Px l x
y = x x +
384 E I x 48 E I x

5 0,4695 500 4 1 86,6025 500 3


= +
384 2,1 10 6 368 48 2,1 10 6 368

= 0,4944 + 0,2918

= 0,7862 cm

= x2 + y2

L 500
= 0,4010 2 + 0,7862 2 = 0,8826 cm < ijin = = = 2,78 cm Ok!!!!!!
180 180

3.1.1.2 Perhitungan Trekstang

Dipakai dua trekstang pada gording

4 3
5 q y ly 1 Py l y
x = +
384 E I y 48 E I y

5 0,2711 250 4 1 50 2503


= +
384 2,1 10 6 35,7 48 2,1 10 6 35,7

= 0,1839 + 0,2171 cm

= 0,4010 cm

4 3
5 q l 1 Px l x
y = x x +
384 E I x 48 E I x

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

5 0,4695 500 4 1 86,6025 500 3


= +
384 2,1 10 6 368 48 2,1 10 6 368

= 0,4944 + 0,2918

= 0,7862 cm

= x2 + y2

= 0,4010 2 + 0,7862 2 = 0,8826 cm

P l3
=
48 E I

P 500 3
0,8826 = P = 348,04 kg
48 2,1 10 6 489

P
ijin =
A

348,04
1600 = A = 0,2175 cm2 = 21,75 mm2
A

A = 2

21,75 = 3,14 2 = 5,2637 mm

Diambil trekstang dengan 12 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.1.1.3 Perencanaan Kuda-kuda

1. Perhitungan Jurai ( 70.70.7 dan 50.50.5 )

1.8 0M

1.8 0M 21
2 2 .00M
20 60
51
19 59
48 22
58
18 23
45
57
17 24
42
56 25
16 39 6 .16 M
55 26
15 36
1.8 0M 54 27
14 33
53 28
1.9 2 M
13 30
29
Jurai
4

1.6 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M 1.5 6 M

A. Pembebanan Jurai

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 2,5 = 8,21 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 167 + 540 70,70
124,91 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RA menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RA = 1899,87 kg

RB menumpu pada kuda-kuda penuh, besar reaksi RB = 1929,52 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2. Perhitungan Kuda-kuda 20 m ( 70.70.7 dan 50.50.5 )

6 2 2 .5 6 M
13
5 12 8
9
11
4 10
14 15 16 17

1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

A. Pembebanan kuda-kuda

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 5= 16,42 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 118,1 + 141,2 25,93
88,34 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RA menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RA = 685,48 kg

RB menumpu pada kuda-kuda trapesium, besar reaksi RB = 774,16 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

C. Rekapitulasi gaya batang maksimal Kuda-kuda 20 m

No.batang P(kg)
2 188,42
4 1031,63
5 701,84
6 353,27
7 21,76
8 412,5
9 216,89
10 21,51
11 348,73
12 488,19
13 661,02
14 878,88
15 878,73
16 579,42
17 294,76

3. Perhitungan Kuda-kuda Kuda-kuda 20 m ( 70.70.7 dan 50.50.5 )

1.2 9 M

1.2 8 M
21
1.2 8 M
2 2 .00M
20
51 60
19 59
48
18 58 22
45
57 23
17
42 24
16 56
39 25 3 .7 7 M
55
15 36 26
54 27
1.2 8 M 14 33
53 28
13 30 29
4

1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

10.00M

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

A. Pembebanan kuda-kuda

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 5= 16,42 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 90 + 312,9 40,29
102,71 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RC menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RC = 1678,74 kg

RD menumpu pada kuda-kuda penuh 20 m. besar reaksi RD = 1706,5 kg

C. Rekapitulasi gaya batang Kuda-kuda 20 m

No.batang P(kg) No.batang P(kg)


2 186,76 29 2816,73
4 2579,65 30 1077,21
13 2996,16 33 551,35
14 4165,5 36 138,87
15 4447,38 39 220,13
16 4224,01 42 531,57
17 3689,76 45 817,54
18 2948,79 48 1088,63
19 2062,76 51 1340,26
20 1070,07 53 999,01
21 22,06 54 238,62
22 937,15 55 231,13
23 1831,39 56 560,91
24 2682,07 57 826,92
25 3395,3 58 1062,28
26 3914,49 59 1276,88
27 4141,55 60 1496,93
28 3895,36

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

4. Perhitungan Kuda-kuda 20 m( dengan beban jurai dan setengah kuda-kuda)

( 70.70.7, 90.90.9 dan 50.50.5 )

1.29M
33 34
1.28M
32 35
2.00M
80 107 85
31 36
1 83 115 10
30 37
2 77 51 50 88 11
29 52 49 38
4 74 91 12
53 48
28 71 1.12M 1.12M 94 13 39
5
54 47
27 6 68 97 14 40 3.77M
1.28M
55 46
65 100
26 8 56 45 15 41
1.28M
62 103
25 9 57 44 16 42
59 105
58 43
7 3

1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

20.00M

A. Pembebanan kuda-kuda

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 5= 16,42 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 202 + 956,6 115,86
178,28 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg
Beban plafond = 18 x 5 = 90,00 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RE menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RC = 6620,12 kg

RF menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RD = 6620,12 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

C. Rekapitulasi gaya batang maksimal Kuda-kuda 20 meter (ditambah beban dari

jurai dan setengah kuda-kuda).

NO NO
BATANG P(Kg) NOBATANG P(Kg) BATANG P(Kg)
1 1248,8 32 31539,93 55 31044,84
2 576,76 33 31361,68 56 29036,29
3 16320,75 34 31361,68 57 25039,17
4 63,29 35 31539,93 58 17080,66
5 809,09 36 32496,99 59 4261,29
6 2077,03 37 33008,19 62 2806,03
7 16320,75 38 32961,86 65 1890,65
8 3984,01 39 32184,23 68 1066,32
9 7698,07 40 30086,29 71 500,71
10 1248,8 41 25894,63 74 109,24
11 576,76 42 17498,4 77 547,19
12 63,29 43 17080,66 80 37,26
13 809,09 44 25039,17 83 307,08
14 2077,03 45 29036,29 85 37,26
15 3984,01 46 31044,84 88 547,19
16 7698,07 47 31786,16 91 109,24
25 17498,4 48 31817,16 94 500,71
26 25894,6 49 31323,89 97 1066,32
27 30086,3 50 23968,48 100 1890,65
28 32184,2 51 23968,48 103 2806,03
29 32961,9 52 31323,89 105 4261,29
30 33008,2 53 31817,16 107 10143,16
31 32497 54 31786,16 115 10143,16
5. Perhitungan Kuda-kuda 20 m( tanpa beban jurai dan setengah kuda-kuda)

( 70.70.7 dan 50.50.5 ) 1.29M


33 34
1.28M
32 35
2.00M
80 107 85
31 36
1 83 115 10
30 37
2 77 51 50 88 11
29 52 49 38
4 74 91 12
53 48
28 71 1.12M 1.12M 94 13 39
5
54 47
27 6 68 97 14 40 3.77M
1.28M
55 46
65 100
26 8 56 45 15 41
1.28M
62 103
25 9 57 44 16 42
59 105
58 43
7 3

1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

20.00M

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

A. Pembebanan kuda-kuda

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 5= 16,42 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 202 + 726,5 92,85
155,27 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg
Beban plafond = 18 x 5 = 90,00 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RG menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RE = 4431,30 kg

RH menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RF = 4431,30kg

C. Rekapitulasi gaya batang maksimal Kuda-kuda 20 m (tanpa beban jurai dan

setengah kuda-kuda).

NO NO NO
BATANG P(Kg) BATANG P(Kg) BATANG P(Kg)
1 1488,15 32 17391,8 55 19333,99
2 1070,77 33 17332,2 56 18480,37
3 10812,6 34 17332,2 57 16293,71
4 572,58 35 17391,8 58 11329,34
5 46,56 36 18582,26 59 2822,57
6 879,36 37 19507,47 62 1707,73
7 10812,6 38 20020,49 65 1022,06
8 2169,79 39 20052,14 68 377,48
9 4781,43 40 19149,19 71 68,68
10 1488,15 41 16835,15 74 558,05
11 1070,77 42 11581,73 77 923,59
12 572,58 43 11329,34 80 273,75
13 46,56 44 16293,71 83 236,82
14 879,36 45 18480,37 85 273,75
15 2169,79 46 19333,99 88 923,59

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

16 4781,43 47 19289,93 91 558,05


25 11581,73 48 18781,66 94 68,68
26 16835,15 49 17878,29 97 377,48
27 19149,19 50 12580,7 100 1022,06
28 20052,14 51 12580,7 103 1707,73
29 20020,49 52 17878,29 105 2822,57
30 19507,47 53 18781,66 107 6738,26
31 18582,26 54 19289,93 115 6738,26

5. Perhitungan Kuda-kuda Trapesium ( 70.70.7 dan 50.50.5 )

0.33M
24 23 22 21 20 19
25 18
47
36
26 17
35 39 41 43 44 48 0.64M 2.90M
37 40 45
27 34 42 46 54 16
32 33 53 52 0.64M
28 31 51 15
30 50
29 49
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
0.58M
0.58M
1.11M 1.11M 1.11M 1.11M 2.49M 2.49M 2.49M 2.49M 1.11M 1.11M 1.11M 1.11M

20.00M

A. Pembebanan kuda-kuda

Beban mati (DL)


Berat penutup atap = 2,565 x 1,28 x 5= 16,42 kg
Berat gording = 9,2 x 5 = 46,00 kg
Berat baut = 10% x 543,4 + 610,7 115,41
177,83 kg
Beban hidup (LL) = 100,00 kg
P adalah DL dan LL
Beban angin tekan (WT) = 7,68 x 5 = 38,40 kg
Beban plafond = 18 x 5 = 90,00 kg

B. Perhitungan reaksi dengan program SAP2000, diperoleh :

RI menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RI = 3824,13 kg

RJ menumpu pada Ring Balok, besar reaksi RJ = 3824,13 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

C. Rekapitulasi gaya batang maksimal Kuda kuda Trapesium

NO NO
BATANG P(Kg) BATANG P(Kg) NOBATANG P(Kg)
1 6078,65 19 5585,6 37 109,82
2 6089,6 20 4967,96 39 64,36
3 5741,59 21 4968,58 40 508,59
4 5277,59 22 4968,58 41 183,82
5 4577,66 23 4967,96 42 178,62
6 4576,23 24 5585,6 43 183,82
7 5011,17 25 5640,49 44 63,89
8 5011,17 26 6137,05 45 508,59
9 4576,23 27 6658,05 46 109,82
10 4577,66 28 7039,07 47 1225,22
11 5277,59 29 22,22 48 313,53
12 5741,59 30 399,63 49 22,22
13 6089,6 31 359,06 50 399,63
14 6078,65 32 710,44 51 359,06
15 7039,07 33 581,48 52 710,44
16 6658,05 34 918,27 53 581,48
17 6137,05 35 313,53 54 918,27
18 5640,49 36 1225,22

REKAPITULASI GAYA BATANG TERBESAR

70.70.7 = 31817,16 Kg & - 20052,14 Kg

50.50.5 = 10143,16 Kg & - 4261,29 Kg

90.90.9 = - 33008,2 Kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.1.2. Perhitungan Profil dan Sambungan

Cek penampang batang tekan (LRFD)

A. Cek penampang profil 50.50.5

5 10 5

sb. y

sb. x 50

e
5
e e
50 10 50

B. Data profil siku 50.50.5 :

Ag1 = 480 mm2 Ix = Iy = 110000 mm4 i = 19 mm

e = 14 mm ix = iy = 15,1 mm i = 9,8 mm

BJ 37 fy = 240 MPa

fu = 370 MPa

Ambil gaya tekan akibat kombinasi pembebanan terbesar Nu = 4261,29 kg

dengan panjang bentang 0,64 m.

a) cek tekuk lokal

b 50 200 200
f = = = 10 r = = = 12,90
t 5 fy 240

f < r (Ok!)

b) Dicoba menggunakan 4 plat kopel

640
L1= = 213,33 mm
4 1

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

k L1 213,33
1 = = = 21,77 < 50 stabil (Ok!)
imin 9,8

c) kelangsingan arah sumbu bahan (sumbu x)

k L x 640
x = = = 42,38
ix 15,1

x (= 42,38) > 1 (=21,77) (OK!)

d) kelangsingan arah sumbu bebas bahan (sumbu y)

tp
Iy = 2 ( Iy + Ag1 (ex + )2 )
2

5
= 2 (110000 + 480 (14 + )2)
2

= 2 (240680)

= 481360 mm4

Ag = 2 Ag1 = 2 480 = 960 mm2

Iy 110000
iy total = = = 10,70 mm
Ag 960

k Lky 640
y = = = 59,81
i y tot 10,70

e) kelangsingan ideal

m 2 2
iy = 2y + 1 = 59,812 + 21,77 2 = 63,65
2 2

iy 63,65
= = 2,92 > 1,2 (Ok!)
1 21,77

f) kestabilan batang majemuk

iy (= 63,65) > x (= 42,38) (jadi tekuk terjadi pada sumbu bebas bahan)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

y fy
cy =
E

63,65 240
= = 0,702
2 10 5

1,43
0,25 < cy < 1,2 =
1,6 0,67 cy

1,43 1,43
= = = 1,27
1,6 0,67 cy 1,6 0,67 0,702

fy 240
fcry = = = 188,98 MPa
1,27

g) daya dukung nominal komponen struktur tekan

Nn = 0,85. Ag . fcr

= 0,85 960 188,98 = 154207,68 N

Nu = 4261,29 kg < Nn = 15420,768 kg (Ok!)

Nu 4261,29
= = 0,0276 < 1
N n 15420,768

h) periksa terhadap tekuk lentur torsi

Nlt = Ag fch

f cry + f crz 4 f cry f crz H



fch = 1 1
2H ( f cry f crz )2

GJ
fcrz =
2
A ro

E 200000
G= = = 76923MPa
2(1 + v) 2(1 + 0,3)

J = 2 bt = 2( 505+((50-5)5) = 7916,67 mm4

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

yo = e t/2 = 14 5/2 = 11,5 mm

xo = 0

2 Ix + Iy 2 2 2 110000
ro = + xo + y o = + 0 2 + 11,5 2 = 361,42mm 2
A 960

GJ 76923 7916,67
fcrz =
= = 1755,15MPa
2 960 361,42
A ro

2 2
X 0 + Y0 0 2 + 11,5 2
H = 1- = 1-
_ 2 361,42
r0

= 1- 0,366 = 0,634

f cry + f crz 1 4 f cry f crz H



fch = 1
2H ( f cry+ f crz )2

188,98 + 1755,15 4 188,98 1755,15 0,634


= 1 1
2 0,634 (188,98 + 1755,15)2

= 186,06 MPa

Nlt = 0,85960186,06= 151824,96 N

Nu 42612,9 N
= = 0,281 < 1 ( OK)
N nlt 151824,96 N

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

C. Cek penampang profil 70.70.7

7 7

sb. y

sb. x 70

e
7
e e

70 10 70

Data profil siku 70.70.7 :

Ag = 940 mm2 Ix = Iy = 424000 mm4 i = 26,7 mm

e = 19,7 mm ix = iy = 21,2 mm i = 13,7 mm

BJ 37 fy = 240 MPa

fu = 370 MPa

Ambil gaya tekan akibat kombinasi pembebanan terbesar Nu = 20052,14 kg

dengan panjang bentang 1,28 m.

a) Cek tekuk lokal

b 70 200 200
f = = = 10 r = = = 12,91
t 7 fy 240

f < r (Ok!)

b) Dicoba menggunakan 4 plat kopel

1280
L1= = 426,67 mm
4 1

k L1 426,67
1 = = = 31,14 < 50 stabil (Ok )
imin 13,7

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

c) kelangsingan arah sumbu bahan (sumbu x)

k Lx 1280
x = = = 60,38
ix 21,2

x 60,38
= = 1,94 > 1,2 (Ok!)
1 31,14

d) kelangsingan arah sumbu bebas bahan (sumbu y)

tp
Iy = 2 ( Iy + Ag1 (ex + )2 )
2

= 2 (424000 + 940 (19,7 + 3,5)2 )

= 1859891,2 mm4

Ag = 2 Ag1 = 2 940 = 1880 mm2

Iy 1859891,2
iy total = = = 31,45 mm
Ag 1880

k Lky 1280
y = = = 40,7
i y tot 31,45

e) kelangsingan ideal

m 2 2
iy = 2y + 1 = 40,7 2 + 31,14 2 = 51,25
2 2

iy 51,25
= = 1,65 > 1,2 (Ok!)
1 31,14

f) kestabilan batang majemuk

iy = 51,25 < x = 60,38 (jadi tekuk terjadi pada sumbu bahan x)

x fy
cy =
E

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

60,38 240
= = 0,666
2 10 5

1,43
0,2<cy<1,2 =
1,6 0,67 cy

1,43 1,43
= = = 1,24
1,6 0,67 cy 1,6 0,67 0,666

fy 240
fcry = = = 193,55 MPa
1,24

g) daya dukung nominal komponen struktur tekan

Nn = 0,85. Ag . fcr

= 0,85 1880 193,55 = 309292,9 N

Nu = 20052,14 kg < Nn = 309292,9 kg (Ok!)

Nu 20052,14
= = 0,065 < 1
N n 309292,9

h) periksa terhadap tekuk lentur torsi

Nlt = Ag fch

f cry + f crz 4 f cry f crz H



fch = 1 1
2H ( f cry f crz )2

GJ
fcrz =
2
A ro

E 200000
G= = = 76923MPa
2(1 + v) 2(1 + 0,3)

J = 2 bt = 2( 707)+((70-7)7) = 15206,33mm4

yo = e t/2 = 19,7 7/2 = 16,2 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

xo = 0

2 Ix + Iy 2 2 2 424000
ro = + xo + y o = + 0 2 + 16,2 2 = 713,5 mm 2
A 1880

GJ 76923 15206,33
fcrz =
= = 872,03 MPa
2 1880 713,5
A ro

2 2
X 0 + Y0 0 2 + 16,2 2
H = 1- = 1-
_ 2 713,5
r0

= 1- 0,368 = 0,632

f cry + f crz 4 f cry f crz H



fch = 1 1
2H ( f cry+ f crz )2

193,55 + 872,03 4 193,55 872,03 0,632


1 1 = 176,97 N
2 0,632 (193,55 + 872,03)2

Nlt = 0,851880176,97=282798,06 N

Nu 200521,4 N
Nlt > Nu = = 0,71 < 1 ( OK)
N nlt 282798,06 N

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

D. Cek penampang profil 90.90.9

9 10 9

sb. y

sb. x 90

e
9
e e

90 10 90

Data profil 90.90.9 :

Ag = 1550 mm2 Dbaut = Ix=Iy= 1160000 mm4 ix=iy= 27,4 mm

e = 25,4 mm w = 45 mm i = 13,1 i =17,6

BJ 37 fy = 240 MPa

fu = 370 MPa

Ambil gaya tekan akibat kombinasi pembebanan terbesar Nu = 33008,2 kg

dengan panjang bentang 1,28 m.

a) Cek tekuk lokal

b 90 200 200
f = = = 10 r = = = 12,91
t 9 fy 240

f < r (Ok!)

b) Dicoba menggunakan 4 plat kopel

1280
L1= = 426,67 mm
4 1

k L1 426,67
1 = = = 24,24< 50 stabil (Ok )
imin 17,6

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

c) Kelangsingan arah sumbu bahan (sumbu x)

k Lx 1280
x = = = 46,72
ix 27,4

x (=46,72) > 1,2 Ok

d) Kelangsingan arah sumbu bebas bahan (sumbu y)

tp
Iy = 2 ( Iy + Ag1 (ex + )2 )
2

= 2 (1160000 + 1550 (25,4 + 4,5)2 )

= 3003431 mm4

Ag = 2 Ag1 = 2 1550 = 3100 mm2

Iy 1160000
iy total = = = 19,34 mm
Ag 3100

k Lky 1280
y = = = 66,18
i y tot 19,34

e) Kelangsingan ideal

m 2 2
iy = 2y + 1 = 66,18 2 + 24,24 2 = 70,48
2 2

iy 70,48
= = 2,91 > 1,2 (Ok!)
1 24,24

f) Kestabilan batang majemuk

iy = 70,48 > x = 46,72 (jadi tekuk terjadi pada sumbu bebas bahan)

iy fy
cy =
E

70,48 240
= = 0,777
2 10 5

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

1,43
0,2<cy<1,2 =
1,6 0,67 cy

1,43 1,43
= = = 1,325
1,6 0,67 cy 1,6 0,67 0,777

fy 240
fcry = = = 181,13 MPa
1,325

g) Daya dukung nominal komponen struktur tekan

Nn = 0,85. Ag . fcr

= 0,85 3100 181,13 = 477277,55 N

Nu = 33008,2 kg < Nn = 47727,755 kg (Ok!)

Nu 33008,2
= = 0,692 < 1
N n 47727,755

h) Periksa terhadap tekuk lentur torsi

Nlt = Ag fch

f cry + f crz 4 f cry f crz H



fch = 1 1
2H ( f cry f crz )2

GJ
fcrz =
2
A ro

E 200000
G= = = 76923MPa
2(1 + v) 2(1 + 0,3)

J = 2 bt = 2( 909+((90-9)9) = 53248 mm4

yo = e t/2 = 25,4 9 /2 = 20,9 mm

xo = 0

2 Ix + Iy 2 2 2 1160000
ro = + xo + y o = + 0 2 + 20,9 2 = 1185,197mm 2
A 3100

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

GJ 76923 53248
fcrz =
= = 1783,146MPa
2 2 1550 1185,197
A r o

2 2
X 0 + Y0 0 + 18,6 2
H = 1- = 1-
_ 2 933,765
r0

= 0,6294

f cry + f crz 1 4 f cry f crz H



fclt = 1
2H ( f cry+ f crz )2

181,13 + 1783,146 4 181,13 1783,146 0,6294


= 1 1
2 0,6294 (181,13 + 1783,146)2

= 174,15 MPa

Nlt = 0,853100174,15 = 458885,25 N

Nlt > Nu

Nu 330082 N
= = 0,72 < 1 ( OK)
N nlt 458885,25 N

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.1.2.2. Cek penampang batang tarik (LRFD)

A. Cek penampang profil 50.50.5

5 10 5

sb. y

sb. x 50

e
5
e e
50 10 50

Data profil 50.50.5 :

Ag = 480 mm2 Dbaut = 16 mm

e = 14 mm w = 45 mm

BJ 37 fy = 240 MPa

fu = 370 MPa

Ambil gaya tarik akibat kombinasi pembebanan terbesar Tu = 10143,16 kg

1) luas bersih (untuk tarik murni) :

An = Ag n d b t

= 2 480(2(16+3,2)5) = 768 mm2

2) luas efektif (untuk tarik murni) :

x 14
Ae = U An = 1 An = 1 768 = 708,27 mm2
L 180

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3) luas bidang geser (untuk kasus geser murni) :

30 mm
35.0mm

60.0mm 60.0mm 60.0mm 60.0mm

As = (60 8) 5 = 1500 mm2

4) luas kombinasi geser + tarik pada blok ujung :

3035.0mm
mm

60.0mm 60.0mm 60.0mm 60.0mm

Ant = 2((60-14)-( 0,5 (16+3,2)) 5) = 364 mm2

Agt = (60-14) 5 = 230 mm2

An v = 2 (240 3 db) t)

= 2 ( 240 (3 (16+3,2)) 5) = 1728 mm2

Agv = 240 5 = 1200 mm2

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

5) tahanan pada penampang bruto

t Tn = y fy 2Ag

= 0,9 240 960

= 207360 N

6) tahanan pada penampang netto

An = 768 mm2

x 14
u = 1- = 1 = 0,92
L 180

t Tn = f u fu An

= 0,75 0,874 370 768 = 186266,88 N

7) tahanan geser blok

0,6 fu An v = 0,6 370 1728 = 383616 N

fu Ant = 370 364 = 134680 N

fu Ant < 0,6 fu An v

Tn = 0,6 fu An v + fy Agt

= 383616 N + ( 240 2 x 230)

= 494016 N

t Tn = 0,75 494016 N = 370512 N = 37051,2 kg

t Tn > Tu

37051,2 kg > 10143,16 kg OK

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

B. Cek penampang profil 70.70.7

7 57

sb. y

sb. x 70

e
7
e e

70 5 70

Data profil 70.70.7

Ag = 940 mm2 Dbaut = 16 mm

e = 19,7 mm w = 45 mm

BJ 37 fy = 240 MPa

fu = 370 MPa

Ambil gaya tarik akibat kombinasi pembebanan terbesar Tu = 31817,16 kg

1) luas bersih (untuk tarik murni) :

An = Ag n d b t

= 2 940(2(16+3,2)7) = 1611,2 mm2

2) luas efektif (untuk tarik murni) :

x 19,7
Ae = U An = 1 An = 1 1611,2 = 1434,863 mm2
L 180

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3) luas bidang geser (untuk kasus geser murni) :

50 mm
35.0mm

60.0mm 60.0mm 60.0mm 60.0mm

As = (60 8) 7 = 3360mm2

4) luas kombinasi geser + tarik pada blok ujung :

35.0mm
50 mm

60.0mm 60.0mm 60.0mm 60.0mm

Ant = 2((60-19,7)-( 0,5 (16+3,2))) 7) = 429,8 mm2

Agt = (60-19,7) 7 = 282,1 mm2

An v = 2 (240 3 db) t)

= 2 ( 240 (3 (16+3,2)) 7) = 2419,2 mm2

Agv = 240 7 = 1680 mm2

5) tahanan pada penampang bruto

t Tn = y fy 2Ag

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

= 0,9 240 1880

= 406080 N

6) tahanan pada penampang netto

An = 1611,2 mm2

x 19,7
u = 1- = 1 = 0,890
L 180

t Tn = f u fu An

= 0,75 0,890 370 1611,2

= 397926,12 N

7) tahanan geser blok

0,6 fu An v = 0,6 370 2419,2 = 537062,4 N

fu Ant = 370 429,8 = 159026 N

fu Ant < 0,6 fu An v

Tn = 0,6 fu An v + fy Agt

= 537062,4 N + ( 240 2 x 282,1)

= 672470,4 N

t Tn = 0,75 672470,4 N = 504352,8 N = 50.435,28 kg

t Tn > Tu

50435,28 kg > 31817,16 kg OK

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.1.2.3. Perhitungan sambungan baut

Diambil contoh pada batang no 30 kuda-kuda utama bentang 20 m

Dari tabel gaya batang didapatkan gaya batang maksimum Ru = - 33008,2 Kg

Diketahui : tebal pelat = 10 mm

diameter baut = 16 mm

1) Tahanan geser baut

r1 = 0,5 untuk baut tanpa ulir pada bidang geser

f = 0,75

m = jumlah bidang geser = 1

fub = tegangan tarik putus baut = 825 MPa

Rn = f r1 f u 0,25 d 2 m
b

Rn = 0,75 0,5 825 0,25 3,14 16 2 1 = 62204 N = 6220,4 kg

2) Tahanan tumpu baut

f = 0,75

db = diameter baut

tp = tebal pelat

fu = tegangan tarik putus yang terendah antara baut dan pelat = 370 MPa

Rn = 2,4 f d b t p f u

Rn = 2,4 0,75 16 10 370 = 106560 N = 10656 kg

3) Menentukan jumlah baut

Tahanan nominal baut dipilih yang terkecil di antara tahanan geser dan

tahanan tumpu baut Rn = 10656 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Jumlah baut (n) = Ru / Rn = - 33008,2 Kg / 10656 = -3,098 ~ 4 baut

3.2. Perhitungan Pelat Lantai

3.2.1. Pembebanan Pelat Lantai

a. Beban mati lantai dengan tebal 12 cm

a) berat sendiri pelat lantai = 0,12 m 2400 kg/m3 = 288 kg/m2

b) urugan pasir = 0,05 m 1800 kg/m3 = 90 kg/m2

c) spesi = 3 21 kg/m2 = 63 kg/m2

d) ubin keramik = 1 24 kg/m2 = 24 kg/m2

e) plafond penggantung = 11 + 7 = 18 kg/m2

f) talang AC = 10 kg/m2 +

qDL = 493 kg/m2

b. Beban mati lantai kamar mandi dengan tebal 15 cm

a) berat sendiri pelat lantai = 0,15 m 2400 kg/m3 = 360 kg/m2

b) urugan pasir = 0,05 m 1800 kg/m3 = 90 kg/m2

c) spesi = 3 21 kg/m2 = 63 kg/m2

d) ubin keramik = 1 24 kg/m2 = 24 kg/m2

e) plafond penggantung = 11 + 7 = 18 kg/m2

f) talang AC = 10 kg/m2 +

qDL = 565 kg/m2

c. Beban hidup lantai kamar asrama qLL = 250 kg/m2

d. Beban hidup lantai gedung serbaguna qLL = 500 kg/m2

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Tabel 3.1 Tipe dan Dimensi Pelat Lantai

Tipe Plat Dimensi ( m ) Jenis


Plat A 5,00 x 5,00 x 0,15 Two Way Slab
Plat B 5,00 x 5,00 x 0,12 Two Way Slab

3.2.2.Penulangan pelat lantai utama tipe Plat B (two way slab)

ly = 5 m, lx = 5 m
ly
=1
ly lx , dengan asumsi jepit elastis
Dari PBI71 tabel 13.3.2 didapatkan
k X = 36 dan kY = 36

Data-data perencanaan

f /c = 28 MPa = 0,9 tul = 10 mm

fy = 240 MPa qDL = 493 kg/m2

Cv = 20 mm qLL = 250 kg/m2

qu = 1,4 qDL + 1,7 qLL = 1,4 493 + 1,7 250 = 1115,2 kg/m2

Penulangan arah x

10
dx = h Cv = 120 20 = 95 mm
2 2

M1x = - Mtx = 0,001 qu lx2 kx1

= 0,001 1115,2 52 36

= 1003,68 kgm

= 1003,68 104 Nmm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Mu 1003,68 10 4 Nmm
Mn = = = 11,152 106 Nmm
0,9

Mn = Cc z

a
11,152 106 = 0,85 fc/ a b (dx )
2

a
11,152 106 = 0,85 28 a 1000 (95 )
2

a = 2,977 mm

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc/ a b

Ts 0,85 28 2,977 1000


As = = = 295,22 mm2
fy 240

Ts
As min
fy

1,4 b d 1,4 1000 95


As min = = = 554,17 mm2
fy 240

b d fc ' 1000 95 28
As min = = = 523,638 mm2
4 fy 4 240

Digunakan As pakai = As = 554,17 mm2

1
10 2 1000
Jarak (S) = 4
= 141,725 mm 140 mm
554,17

Jarak pakai = 140 mm

Dengan As pasang = 554,17 mm2

Jadi diambil Tulangan 10-140

Digunakan 10 140 mm untuk tulangan arah x

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Penulangan arah y

dy = h Cv 1,5 = 120 20 15 = 85 mm

M1y = - Mty = 0,001 qu lx2 kx2

= 0,001 1115,2 52 36

= 1003,68 kgm = 1003,68 104 Nmm

Mu 1003,68 10 4 Nmm
Mn = = = 11,152 106 Nmm
0,9

Mn = Cc z

a
11,152 106 = 0,85 fc/ a b (dy )
2

a
11,152 106 = 0,85 28 a 1000 (85 )
2

a = 3,166 mm

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc/ a b

0,85 28 3,166 1000


As = = 313,962 mm2
240

Ts
As min
fy

1,4 b d 1,4 1000 85


As min = = = 495,833 mm2
fy 240

b d fc ' 1000 85 28
As min = = = 468,52 mm2
4 fy 4 240

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Digunakan As pakai = As = 495,83 mm2

1
10 2 1000
Jarak (S) = 4
= 158,319 mm 150 mm
495,83

Jarak pakai = 150 mm

Dengan As pasang = 495,83 mm2

Jadi diambil Tulangan 10-150

Digunakan 10 150 mm untuk tulangan arah y

3.2.3.Penulangan pelat lantai utama tipe Plat B (two way slab)

ly

ly = 5 m, lx = 5 m
ly
=1
lx , dengan asumsi jepit elastis
Dari PBI71 tabel 13.3.2 didapatkan k X = 36 dan kY = 36

Data-data perencanaan

f /c = 28 MPa = 0,9 tul = 10 mm

fy = 240 MPa qDL = 493 kg/m2

Cv = 20 mm qLL = 500 kg/m2

qu = 1,4 qDL + 1,7 qLL = 1,4 493 + 1,7 500= 1540,2 kg/m2

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Penulangan arah x

10
dx = h Cv = 120 20 = 95 mm
2 2

M1x = - Mtx = 0,001 qu lx2 kx1

= 0,001 1540,2 52 36

= 1386,18 kgm

= 1386,18 104 Nmm

Mu 1386,18 10 4 Nmm
Mn = = = 15,402 106 Nmm
0,9

Mn = Cc z

a
15,402 106 = 0,85 fc/ a b (dx )
2

a
15,402 106 = 0,85 28 a 1000 (95 )
2

a = 3,55 mm

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc/ a b

0,85 28 3,55 1000


As = = 352,042 mm2
240

Ts
As min
fy

1,4 b d 1,4 1000 95


As min = = = 554,17 mm2
fy 240

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

b d fc ' 1000 95 28
As min = = = 523,638 mm2
4 fy 4 240

Digunakan As pakai = As = 554,17 mm2

1
10 2 1000
Jarak (S) = 4
= 141,725 mm 140 mm
554,17

Jarak pakai = 140 mm

Dengan As pasang = 554,17 mm2

Jadi diambil Tulangan 10-140

Digunakan 10 140 mm untuk tulangan arah x

Penulangan arah y

dy = h Cv 1,5 = 120 20 15 = 85 mm

M1y = - Mty = 0,001 qu lx2 kx2

= 0,001 1540,2 52 36

= 1386,18 kgm = 1386,18 104 Nmm

Mu 1386,18 10 4 Nmm
Mn = = = 15,402 106 Nmm
0,9

Mn = Cc z

a
15,402 106 = 0,85 fc/ a b (dy )
2

a
15,402 106 = 0,85 28 a 1000 (85 )
2

a = 3,77 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc/ a b

0,85 28 3,77 1000


As = = 373,86 mm2
240

Ts
As min
fy

1,4 b d 1,4 1000 85


As min = = = 495,833 mm2
fy 240

b d fc ' 1000 85 28
As min = = = 468,52 mm2
4 fy 4 240

Digunakan As pakai = As = 495,83 mm2

1
10 2 1000
Jarak (S) = 4
= 158,319 mm 150 mm
495,83

Jarak pakai = 150 mm

Dengan As pasang = 495,83 mm2

Jadi diambil Tulangan 10-150

Digunakan 10 150 mm untuk tulangan arah y

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.3 Perhitungan gaya gempa (static analysis)

3.3.1 Perhitungan gaya geser dasar horisontal total akibat gempa

A. Berat total struktur (Wt)

Koefisien reduksi beban hidup akibat gempa untuk Gedung Asrama BLKI

Semarang

Wt = Wm + Wg

dimana :

Wt = berat total struktur (kg)

Wm = beban mati (kg)

Wh = beban hidup (kg)

qDL pelat A ( kamar mandi ) = 565 kg/m2

qDL pelat B ( kamar asrama ) = 493kg/m2

1) Berat lantai 2

- beban mati:

pelat pelat (A) = 565kg/m2 160 m2 = 90400 kg

pelat (B) = 493 kg/m2 940 m2 = 463420 kg

balok

B = 0,3 ( 0,45 - 0,12 ) 560 2400 = 110880 kg

kolom = (0,35 0,35) 4 m 2400 kg/m3 65 buah = 76440 kg

dinding = 1700 kg/m3 (425m .0,15m) . 4m = 433500 kg

Jumlah beban mati (DL) = 1174640 kg

Jumlah beban hidup (LL) = (44.25m2).250 kg/m2 = 275000 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Beban total untuk lantai 2 = DL + LL

= 1174640kg + 275000kg

= 1449640 kg

2) Berat lantai 3

- beban mati:

pelat pelat (A) = 565kg/m2 160 m2 = 90400 kg

pelat (B) = 493 kg/m2 940 m2 = 463420 kg

balok

B = 0,3 ( 0,45 - 0,12 ) 560 2400 = 110880 kg

kolom = (0,35 0,35) 4 m 2400 kg/m3 65 buah = 76440 kg

dinding = 1700 kg/m3 (425m .0,15m) . 4m = 433500 kg

Jumlah beban mati (DL) = 1174640 kg

Jumlah beban hidup (LL) = (44.25m2).250 kg/m2 = 275000 kg

Beban total untuk lantai 2 = DL + LL

= 1174640kg + 275000kg

= 1449640 kg

3) Berat lantai 4

- beban mati:

pelat pelat (A) = 565kg/m2 160 m2 = 90400 kg

pelat (B) = 493 kg/m2 940 m2 = 463420 kg

balok

B = 0,3 ( 0,45 - 0,12 ) 560 2400 = 110880 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

kolom = (0,35 0,35) 4 m 2400 kg/m3 65 buah = 76440 kg

dinding = 1700 kg/m3 (425m .0,15m) . 4m = 433500 kg

Jumlah beban mati (DL) = 1174640 kg

Jumlah beban hidup (LL) = (44.25m2).250 kg/m2 = 275000 kg

Beban total untuk lantai 2 = DL + LL

= 1174640kg + 275000kg

= 1449640 kg

4) Berat lantai 5

- beban mati:

pelat pelat (A) = 565kg/m2 100 m2 = 56500kg

pelat (B) = 493 kg/m2 .1000 m2 = 493000 kg

balok

B = 0,3 ( 0,45 - 0,12 ) 560 2400 = 110880 kg

kolom = (0,30 0,30) 4 m 2400 kg/m3 58 buah = 50112 kg

dinding = 1700 kg/m3 (340m .0,15m) . 4m = 346800 kg

Jumlah beban mati (DL) = 1057292 kg

Jumlah beban hidup (LL)

= (28.25m2).250 kg/m2 + (16.25m2).400 kg/m2 = 535000 kg

Beban total untuk lantai 2 = DL + LL

= 1057292 kg + 535000 kg

= 1592292 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

5) Beban atap dan ring balk

- beban mati:

berat kuda kuda = 14345,1 kg

balok

RB 0,25 ( 0,35 ) 320 2400 = 67200 kg

Jumlah beban mati (DL) = 68634,1 kg

Beban total untuk atap dan ring balk = DL

= 68634,1 kg

Beban total struktur :

Lantai (atap) = 68634,1 kg

Lantai 5 = 1592292 kg

Lantai 4 = 1449640 kg

Lantai 3 = 1449640 kg

Lantai 2 = 1449640 kg +

Wt = 6009846,1 kg

Untuk mencari besarnya C pada wilayah Semarang (wilayah 2), maka untuk

analisis pendahuluan harus dicari besarnya waktu getar alami struktur gedung (T).

Untuk struktur gedung portal beton, maka besarnya T = 0,060 x H3/4. H adalah

tinggi gedung dari penjepitan lateral sampai puncak dari bagian utama struktur

gedung.

T = 0,060 . 20,33/4

= 0,5738 detik

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Dua jenis tanah bawah harus dibedakan dalam memilih nilai C, yaitu tanah keras

dan tanah lunak. Dianggap struktur gedung terletak diatas endapan-endapan tanah

dengan kedalaman yang melampaui nilai-nilai yang sudah ditetapkan, maka

struktur dianggap berdiri diatas tanah lunak.

T = 0,5738 detik

Lokasi di Semarang (zona wilayah gempa 2), mka nilai C :

C = 0,5

Faktor keutamaan (I) untuk gedung asrama adalah 1,0. Faktor reduksi gempa (R)

adalah 5,6 (SNI-1726-2002)

Langkah selanjutnya adalah mencari besarnya Wt. Wt adalah kombinasi dari

beban mati seluruhnya dan beban hidup vertical yang bekerja diatas taraf

penjepitan lateral.

Berat gedung total (Wt) pada gedung yang direncanakan adalah 6009846,1 kg.

Untuk tinjauan arah X, jumlah potongan portalnya (jumlah as arah Y) ada

sembilan. Untuk tinjauan arah Y, jumlah potongan portalnya (jumlah as arah X)

ada sembilan. Besarnya beban geser dasar akibat gempa (V) arah X adalah:

Wt arah x = 6009846,1 kg/9 = 667760,68 kg

C I
V= Wt
R

0,5 1
= 667760,68 = 59621,49 kg
5,6

Selanjutnya beban geser dasar akibat gempa (V) harus didistribusikan sepanjang

tinggi gedung menjadi beban-beban horizontal terpusat (F) yang bekerjapada

masing-masing tingkat lantai (i), yang dirumuskan dengan :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Wi.hi
Fi = .V
Wi.hi
W1 arah x = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah x = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah x = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah x = 1592292 kg / 9 = 176921,33 kg

W1 arah x = 68634,1 kg / 9 = 7626,011 kg

161071,11 4
Flt _ 2 = 59621,49
(161071,11 4) + (161071,11 8) + (161071,1112) + (176921,33 16) + (7626,011 20,3)

= 5606,736 kg 5607 kg

161071,11 8
Flt _ 3 = 59621,49
(161071,11 8) + (161071,11 12) + (176921,33 16) + (7626,011 20,3)

= 12377,456 kg 12378 kg

161071,1112
Flt _ 4 = 59621,49
(161071,1112) + (176921,3316) + (7626,011 20,3)
= 23430,29 kg 23430 kg

176921,3316
Flt _ 5 = 59621,49
(176921
,33 16) + (7626,011 20,3)

= 56529,97 kg 56530 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

7626,011 20,3
Flt _ atap = 59621,49
(7626,011 20,3)
= 59621,49 kg 59622 kg

Wt arah y = 6009846,1 kg/9 = 667760,68 kg

C I
V= Wt
R

0,5 1
= 667760,68 = 59621,49 kg
5,6

Selanjutnya beban geser dasar akibat gempa (V) harus didistribusikan sepanjang

tinggi gedung menjadi beban-beban horizontal terpusat (F) yang bekerjapada

masing-masing tingkat lantai (i), yang dirumuskan dengan :

Wi.hi
Fi = .V
Wi.hi
W1 arah y = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah y = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah y = 1449640 kg / 9 = 161071,11 kg

W1 arah y = 1592292 kg / 9 = 176921,33 kg

W1 arah y = 68634,1 kg / 9 = 7626,011 kg

161071,11 4
Flt _ 2 = 59621,49
(161071,11 4) + (161071,11 8) + (161071,1112) + (176921,33 16) + (7626,011 20,3)

= 5606,736 kg 5607 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

161071,11 8
Flt _ 3 = 59621,49
(161071,11 8) + (161071,11 12) + (176921,33 16) + (7626,011 20,3)
= 12377,456 kg 12378 kg

161071,1112
Flt _ 4 = 59621,49
(161071
,11 12) + (176921,3316) + (7626,011 20,3)

= 23430,29 kg 23430 kg

176921,3316
Flt _ 5 = 59621,49
(176921,3316) + (7626,011 20,3)
= 56529,97 kg 56530 kg

7626,011 20,3
Flt _ atap = 59621,49
(7626,011 20,3)
= 59621,49 kg 59622 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.4. Perhitungan Penulangan Balok

3.4.1. Penulangan lentur balok

A. Penulangan lentur bagian tumpuan

Diambil contoh balok B1

Data-data perencanaan:

fc = 28 MPa lentur = 0,9

fy = 390 MPa sengkang = 10 mm

1 = 0,85 ( untuk fc 30 MPa ) b = 300 mm

Dtul = 16 mm h = 450 mm

ds = d = 66 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS diperoleh :

Mu tumpuan = 59084000 N.mm

Mu 59084000
Mn = = = 65648888,89 N.mm
0,9

Cek tulangan tunggal atau rangkap

Mn 65648888,89
Rn = = = 1,484 N.mm
bd 2
300 384 2

0,85 f c 2 Rn
= 1 1
fy 0,85 f
c

0,85 28 2 1,484
= 1 1
390 0,85 28

= 0,0039

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

f c 28
min = = = 0,0034
4 f y 4 390

1,4 1,4
min > = = 0,0036
f y 390

max = 0,025

Syarat :

min < < maks tulangan tunggal

As = bd = 0,0039 300 384 = 449,28 mm2

Dipasang :3 D 16 ( As = 603,19 mm2 )

Dipasang dalam 2 lapis, perhitungan d diulang.

d = 450 (40 + 10 + 16) = 384 mm

As 804,25
= = = 0,007
b d 300 384

Rn = 2,664 MPa

Mn = Rn b d2 = 2,664 300 (3842) = 117846835,2 N.mm

Mu = Mn = 0,9 117846835,2 = 106062151,7 N.mm

Mu rencana (=106062151,7 N.mm) > Mu perlu (=59084000 N.mm) OK

Mu- tumpuan terpasang = 106062151,7 N.mm

1 1
Mu+ tumpuan = Mu- = 106062151,7 = 53031075,84 N.mm
2 2

Mu 53031075,84
Mn = = = 58923417,6 N.mm
0,9

Mn 58923417,6
Rn = = = 1,332 MPa
bd 2
3 00 (3 84 2 )

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

0,85 f c 2 Rn
= 1 1
fy 0,85 f
c

0,85 28 2 1,332
= 1 1
390 0,85 28

= 0,0035

f c 28
min = = = 0,0034
4 fy 4 390

1,4 1,4
min > = = 0,0036
f y 390

max = 0,025

Syarat :

min < < maks tulangan tunggal

As = bd = 0,0035 300 384 = 405,13 mm2

Dipasang : 3 D 16 ( As = 603,19 mm2 )

B. Penulangan lentur bagian lapangan

Diambil contoh balok B1

Data-data perencanaan:

fc = 28 MPa lentur = 0,9

fy = 390 MPa sengkang = 10 mm

1 = 0,85 ( untuk fc 30 MPa ) b = 300 mm

Dtul = 16 mm h = 450 mm

ds = d = 40 + 16 + 10 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS diperoleh :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Mu lap = 32162370 N.mm

Mu 32162370
Mn = = = 35735966,67
0,9

Cek tulangan tunggal atau rangkap

Mn 35735966,67
Rn = = = 0,808 N.mm
bd 2
300 384 2

0,85 f c 2 Rn
= 1 1
fy 0,85 f
c

0,85 28 2 0,808
= 1 1
390 0,85 28

= 0,0021

f c 28
min = = = 0,0034
4 fy 4 390

1,4 1,4
min > = = 0,0036
f y 390

max = 0,025

Syarat :

min < < maks tulangan tunggal

As = bd = 0,0036 300 384 = 414,72 mm2

Dipasang : 3 D 16 ( As = 603,19 mm2 )

Dipasang dalam 2 lapis, perhitungan d diulang.

d = 450 (40 + 10 + 16) = 384 mm

As 603,19
= = = 0,0052
b d 300 384

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Rn = 2,037 MPa

Mn = Rn b d2 = 2,037 300 (3842) = 90110361,6 N.mm

Mu = Mn = 0,9 90110361,6 = 81099325,44 N.mm

Mu rencana (=81099325,44 N.mm) > Mu perlu (=32162370 N.mm) OK

Mu- lapangan terpasang = 81099325,44 N.mm

1 1
Mu+ lapangan= Mu- = 81099325,44 =20274831,36 N.mm
4 4

Mu 20274831,36
Mn = = = 22527590,4 N.mm
0,9

Mn 22527590,4
Rn = = = 0,509 MPa.
bd 2
300 (384 2 )

0,85 f c 2 Rn
= 1 1
fy 0,85 f
c

0,85 28 2 0,509
= 1 1

390 0,85 28

= 0,0013

f c 28
min = = = 0,0034
4 fy 4 390

1,4 1,4
min > = = 0,0036
f y 390

max = 0,025

Syarat :

min < < maks tulangan tunggal

As = bd = 0,0036 250 384 = 345,6 mm2

Dipasang : 3 D 16 ( As = 603,19 mm2 )

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.4.2 Penulangan geser balok

A. Penulangan geser bagian tumpuan

Diambil contoh balok B1

Data-data perencanaan:

fc = 28 MPa Dtul = 22 mm

fy = 240 MPa sengkang, = 10 mm

b = 300 mm geser = 0,75

h = 450 mm d = 384 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS diperoleh:

Vu tumpuan = 28291 N

Beban geser balok ditahan oleh beton (Vc) dan oleh tulangan geser (Vs). Namun

pada komponen Struktur Penahan Beban Lateral, berlaku ketentuan ACI 318-

2005 Ps. 21.3.4.2 yang menyatakan Vc = 0 apabila :

a) Gaya geser akibat gempa saja (yaitu akibat Mpr) > 0,5 kali gaya geser total

Ag f ' c
b) Gaya aksial tekan Pu <
20

Mpr dhitung dari tulangan terpasang dengan tegangan tarik 1,25 fy dan faktor

reduksi = 1.

Cek gaya geser yang ditahan beton :

Balok B1 dipasang tulangan tarik tumpuan 3 D 16 (As = 603,19 mm2) dan

tulangan tekan tumpuan 3 D 16 (As = 603,19 mm2).

Untuk menghitung Mpr gunakan rumus :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

As 1,25 f y
a=
0,85 f ' c b

603,19 1,25 240


=
0,85 28 300

= 25,344 mm

a
Mpr- = As 1,25 fy (d - )
2

25,344
= 603,19 1,25 240 (384 - )
2

= 67194762,81 N.mm

As 1,25 f y
a=
0,85 f ' c b

603,19 1,25 240


=
0,85 28 300

= 25,344 mm

a
Mpr+ = As 1,25 fy (d - )
2

25,344
= 603,19 1,25 240 (384 - )
2

= 67194762,81 N.mm

Untuk balok B1 dengan bentang 5 m diperoleh :

Gaya geser akibat gempa:

M pr 67194762 ,81 + 67194762 ,81


(Ve) = = = 26877,9 N
l 5000

Ve (=26877,9 N) > 0,5Vu (=14145,5 N)

Gaya tekan aksial pada balok sangat kecil, maka diabaikan

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Karena syarat sudah terpenuhi, maka Vc tidak perlu dihitung (Vc = 0).

Vu tump
Vs = Vc

28291
= 0
0,75

= 37721,33 N

Kontrol kuat geser :

Vs maks = 2 fc ' b d
3

= 2 28 300 384 = 406387,4 N


3

Vs (=37721,33 N) < Vs maks (= 406387,4 N) tampang memenuhi

1
Vs < 28 300 384
3

Vs(= 37721,33 N) < 203193,7 N OK

Perhitungan tulangan geser :

Dipasang sengkang tegak 10 Av = 2(0,25 102) = 157,08 mm2

Av f y d 157,08 240 384


Jarak sengkang (S) = = = 383,77 mm
Vs 37721,33

Jarak tulangan geser tidak boleh melebihi syarat di bawah ini (ACI 318M-2005) :

1. d/ 4 = 384/ 4 = 96 mm

2. 8 db = 8 16 mm =128 mm

3. 24 dh = 24 10 = 240 mm

4. 300 mm

Jadi dipakai pada daerah tumpuan dipakai sengkang 10 150

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

B. Penulangan geser bagian lapangan

Diambil contoh balok B1

Data-data perencanaan:

fc = 28 MPa Dtul =16 mm

fy = 240 MPa sengkang, = 10 mm

b = 300 mm geser = 0,75

h = 450 mm d = 384 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS

diperoleh:

Vu lapangan = 9531,4 N

Beban geser calok ditahan oleh beton (Vc) dan oleh tulangan geser (Vs).

Namun pada komponen Struktur Penahan Beban Lateral, berlaku ketentuan ACI

318-2005 Ps. 21.3.4.2 yang menyatakan Vc = 0 apabila :

c) Gaya geser akibat gempa saja (yaitu akibat Mpr) > 0,5 kali gaya geser total

Ag f ' c
d) Gaya aksial tekan Pu <
20

Mpr dhitung dari tulangan terpasang dengan tegangan tarik 1,25 fy dan faktor

reduksi = 1.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Cek gaya geser yang ditahan beton :

Balok B1 dipasang tulangan tarik tumpuan 3 D 16 (As = 603,19 mm2) dan

tulangan tekan tumpuan 3 D 16 (As = 603,19 mm2).

Untuk menghitung Mpr gunakan rumus :

As 1,25 f y
a=
0,85 f ' c b

603,19 1,25 240


=
0,85 28 300

= 25,344 mm

a
Mpr- = As 1,25 fy (d - )
2

25,344
= 603,19 1,25 240 (384 - )
2

= 67194762,81 N.mm

As 1,25 f y
a=
0,85 f ' c b

603,19 1,25 240


=
0,85 28 300

= 25,344 mm

a
Mpr+ = As 1,25 fy (d - )
2

25,344
= 603,19 1,25 240 (384 - )
2

= 67194762,81 N.mm

Untuk balok B1 dengan bentang 5 m diperoleh :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Gaya geser akibat gempa:

M pr 67194762 ,81 + 67194762 ,81


(Ve) = = = 26877,9 N
l 5000

Ve (= 26877,9 N) > 0,5Vu (= 4765,7 N)

Gaya tekan aksial pada balok sangat kecil, maka diabaikan

Karena syarat sudah terpenuhi, maka Vc tidak perlu dihitung (Vc = 0).

Vu tump
Vs = Vc

9531,4
= 0
0,75

= 12708,53 N

Kontrol kuat geser :

Vs maks = 2 fc ' b d
3

= 2 28 300 384 = 406387,4 N


3

Vs (= 12708,53 N) < Vs maks (= 406387,4 N) tampang memenuhi

1
Vs < 28 300 384
3

Vs(= 12708,53 N) < 203193,7 N OK

Perhitungan tulangan geser :

Dipasang sengkang tegak 10 Av = 2(0,25 102) = 157,08 mm2

Av f y d 157 ,08 240 384


Jarak sengkang (S) = = = 1139 ,11 mm
Vs 12708 ,53

Jarak tulangan geser untuk daerah diluar 2h sesuai dengan yang disyaratkan dalam

ACI 318M-2005 Ps.21.3.3.4 :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

- d/ 2 = 400/ 2 = 200 mm

Jadi dipakai pada daerah tumpuan dipakai sengkang 10 170

3.4.3 Penulangan torsi balok

Diambil contoh balok B1

Data-data perencanaan:

fc = 28 MPa Dtul = 16 mm

fy = 390 MPa sengkang, = 10 mm

b = 300 mm torsi = 0,75

h = 450 mm Cv = 40 mm

b1 = b - 2Cv 2 (1/2 sengkang) = 300 80 2 5 = 210 mm

h1 = h - 2Cv 2 (1/2 sengkang) = 450 80 2 5 = 360 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS diperoleh:

Momen Tu = 20896200 N.mm

f' c 2 28
Tc = b h= 2 7
15 300 450 = 1,429.10 N.mm
15

Tc = 0,75 1,429.107 = 1,072.107 N.mm

Tu = 20896200 N.mm > Tc = 1,072.107 N.mm perlu tulangan torsi

Ts = ( Tu - Tc ) = 10176200 N.mm

Cek penampang :

Ts = 10176200 N.mm

4 Tc = 4 1,072.107 = 42880000 N.mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Ts < 4 Tc penampang memenuhi

Perhitungan tulangan longitudinal torsi :

h1
2+
b1
t = = 1,24 1,5
3

b1 + h1 2 (Tu Tc ) 210 + 360 2 10176200


At = = = 211,54 mm2
b1 h1 t f y 210 360 1,24 0 ,75 390

Dipasang tulangan memanjang pada 2 sisi, untuk satu sisinya dipasang :

Jumlah tulangan = 211,54/( 2 162) = 0,526 1 buah

Dipasang 2 16 = 402,12 mm2

Perhitungan tulangan sengkang torsi :

Dipasang sengkang 10 At = 2( 102) = 157 mm2

At t b1 h1 f y 211,54 1,24 210 360 0,75 240


Jarak sengkang (S) = =
(Tu Tc ) 10176200

= 350,77 mm

dipakai sengkang 10 150 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3D16 3D16

450
2D16 2D16
10-150 10-170

300
3D16 300
3D16
TUMPUAN LAPANGAN

BALOK
TYPE B

Gambar 3.1 Penampang Balok B1

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.5 Perhitungan Penulangan Kolom

3.5.1 Kolom persegi 35 cm 35 cm dengan tinggi kolom (lu) = 4 m

Data-data perencanaan :

fc = 28 MPa lentur + aksial = 0,65

fy = 390 MPa sengkang = 10 mm

1 = 0,85 (untuk fc 30 MPa) Cv = 40 mm

Dtul = 16 mm

b = 350 mm

h = 350 mm

1
d = h Cv - sengkang - Dtulangan
2

1
= 350 40 10 - 16
2

= 292 mm

Dari hasil perhitungan menggunakan ETABS diperoleh :

Pu = 1120370 N

Kolom sebagai bagian dari Sistem Pemikul Beban Lateral (SPBL) harus

memenuhi syarat :

Ag f ' c
Pu >
10

Ag f ' c 350 350 28


= = 343000 N
10 10

Ag f ' c
Pu = 1120370 N > = 343000 N
10

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Cek syarat kecukupan dimensi kolom :

1. Ukuran penampang terkecil = 350 mm > 300 mm

(ACI318M-2005 Ps.21.4.1.1)

dimensi pendek 350


2. = = 1 > 0,4 (OK) (ACI318M-2005 Ps.21.4.1.2)
dimensi panjang 350

Pu 1120370
Pn = = = 1723646,15 N
0,65

Mux = 233825000 N.mm

Muy = 18807800 N.mm

Mu = (233825000) 2 + (18807800) 2 = 234580186,6 N.mm

Mu 234580186,6
Mn = = = 360892594,8 N.mm
0,65

M n 360892594,8
ex = ey = = = 209,377 mm
Pn 1723646,15

e 209,377
= = 0,6
h 350

b 2 d s 350 2 58
= = = 0,669
b 350

Pn e 0,65 1723646,15 209,377


= = 5,471
Ag h 350 350 350

= 0,01

0,01 < < 0,06

As = b d = 0,01 350 350 = 1225 mm2

Dipasang 7 D 16 (As = 1407,43 mm2)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.5.2 Penulangan geser kolom

Dari hasil perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan ETABS

diperoleh:

Vu = 7838,5 N

Pu = 1120370 N

Pu f 'c
Vc = 1 + bd
14 A 6
g

1120370 28
= 1 + 350 292
14 350 350 6

= 149013,04 N

Vu
Vs = - Vc

7838 ,5
= - 149013,04
0 , 75

= -138561,71 N

Vc = 0,75 149013,04 = 111759,78 N

Vu (= 7838,5 N) < Vc (= 111759,78 N) pakai geser minimum

Perhitungan tulangan geser minimum

Dipasang sengkang tegak 10 Av = 2 (0,25 102) = 157 mm2

Av f y d 157 240 292


Jarak sengkang (S) = = = 79,4 mm 75 mm
Vs 138561,71

Tulangan geser tidak boleh melebihi syarat di bawah ini :

- 6 db = 6 16 = 96 mm

- 150 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Jadi dipakai sengkang 10 75

7D16

350
10-75

350

TYPE K1
Gambar 3.2 Penampang kolom K1

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.6 Perhitungan Tangga

3.6.1 Perhitungan tangga

4.85M

1.78M

3.30M

2.35M 2.35M

A. Perencanaan tangga

tinggi lantai = 4,00 m

lebar tangga = 2,35 m

optrede / tanjakan = 0,20 m

antrede/ injakan = 0,30 m

tebal pelat tangga = 0,15 m

jumlah anak tangga = ( beda tinggi / optrede) - 1

= (4,00 m / 0,20 m ) 1

= 19 buah

panjang bordes = 4,85 m

lebar bordes = 1,78 m

tebal pelat bordes = 0,15 m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

cm
15
17,5 cm

20 15
tan-1 = = 18 cm
30 cos 33,69

= 33,69

B. Pembebanan tangga:

a) akibat beban mati (DL) tangga

1. Berat 1 anak tangga = volume berat jenis

= ( 0,2 0,3) 2,35 2400

= 169,2 kg

Dalam 1 meter ada = 100/30 = 3,33 anak tangga

Berat anak tangga per meter = 169,2 3,33 = 564 kg/m

2. Berat pelat tangga = 0,18 2,35 2400 = 1015,2 kg/m

3. Berat spesi dan keramik

Berat spesi (1cm) = 21 kg/m

Keramik = 12 kg/m

Total = 33 kg/m

Luas yang akan dikeramik = (0,3 2) + (0,2 2)

= 1 m

Berat spesi & keramik 1 anak tangga = 33 kg/m 1 m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

= 33 kg/m

Dalam 1 m ada 3,33 anak tangga = 33 3,33

= 109,89 kg/m

Total qDL = 564 + 1015,2 + 109,89

= 1689,09 kg/m

b) akibat beban hidup (LL) tangga

qLL= 300 kg/m2 2,35 m = 705 kg/m

c) akibat beban mati (DL) bordes

berat sendiri pelat bordes = 0,15 4,85 m 2400 kg/m3 = 1746 kg/m

berat spesi 3 cm = 3 4,85 m 21 kg/m2 = 305,55 kg/m

ubin keramik 1 cm = 1 4,85 m 24 kg/m2 = 116,4 kg/m +

qDL = 2167,95 kg/m

d) akibat beban hidup (LL) bordes

qLL= 300 kg/m2 4,85 m = 1455 kg/m

q u = 1,4 DL + 1,7 LL

qu tangga = 1,4 1689,09 + 1,7 705 = 1889,93 kg/m

qu bordes = 1,4 2167,95 + 1,7 1455 = 3180,24 kg/m

C. Penulangan tangga dan bordes

1. Penulangan anak tangga

f /c = 28 MPa

fy = 390 MPa

b = 1000 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

D tul. = 16 mm

tebal pelat tangga (h) = 150 mm

tebal selimut beton (Cv) = 20 mm

Dari perhitungan mekanika struktur dengan menggunakan SAP 2000 11

didapat Mu maks = 4906,31 kg.m = 4,906107 N.mm

Mu 4,906 10 7
Mn = = = 5,45107 N.mm
0,9

16
dx = h cv = 150 20 = 122 mm
2 2

Mn = Cc . z

a
Mn = 0,85 f ' c a b d
2

a
5,45107 = 0,85 28 a 1000 122
2

11900a2 2903600a + 5,45107 = 0

a = 20,49 mm

Ts = Cc

As . fy = 0,85 f ' c a b

0,85 28 20,49 1000


As = = 1339,73 mm2
390

Pembatasan luas tulangan

1,4 b d 1,4 1000 114


As min = = = 409,23 mm2
fy 390

b d fc' 1000 114 28


As min = = = 386,686 mm2
4 fy 4 390

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Digunakan As pakai = 1339,73 mm2

1
4 16 2 1000
Jarak (S) = = 150,08 mm
1339,73

Digunakan tulangan utama D 16 125 mm

2. Untuk tulangan bagi

fc = 28 MPa

fy = 240 MPa

b = 1000 mm

tulangan = 10 mm

tebal pelat tangga (h) = 150 mm

tebal selimut beton (cv) = 20 mm

0,85 28 20,49 1000


As = = 2031,925 mm2
240

Pembatasan luas tulangan :

1,4 b d 1,4 1000 122


As min = = = 711,67 mm2
fy 240

bd f '
c 1000 122 28
As min = = = 672,46 mm2
4 fy 4 240

Tulangan bagi = 25% tulangan utama = 25% 2031,925 mm2

= 507,981 mm2

1
4 10 2 1000
Jarak (S) = = 154,611 mm
507,981

Digunakan tulangan bagi 10 150 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.7. Perhitungan Pondasi

3.7.1. Pemilihan tipe pondasi

Pemilihan pondasi dilakukan berdasarkan data tanah yang diperoleh, dari

data tersebut dapat diambil kesimpulan pondasi yang akan digunakan adalah

pondasi minipile 323232 cm dengan kedalaman 18 m.

Karena dari hasil sondir sampai dengan kedalaman -20,00 m belum

terdapat tanah keras, maka perhitungan pondasi dihitung berdasarkan lekatan.

3.7.2. Menentukan daya dukung minipile

Diambil Diameter Tiang (B = D) : 32 cm = 0,32 m

Didapat : As (keliling penampang minipile) = 0,96 m

Ap (Luas penampang minipile) = 0,0512 m2

qc1 + qc 2 13,85 + 17,38


QP = . Ap = .0,0512 = 0,799 ton
2 2

Dimana : qc1 = Nilai qc rata-rata 0,7 D 4D dibawah minipile

qc2 = Nilai qc rata-rata 8D diatas ujung minipile

8D L
Z
QS = Ks [
z =0 8D
fs.as +
Z =8 D
fs.as ] = 328,152 ton

Qult = Qp + Qs = 328,95 ton

Q ult
Q ijin =
3

= 109,65 ton

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3.7.3 Menentukan jarak antar minipile

Jarak antara tiang yang digunakan berdasarkan jarak minipile yang telah

diteapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Perkerjaan

Umum, yaitu:

S 2,5 x D = 2,5 x 32 = 80 cm

S < 3,0 x D = 3,0 x 32 = 96 cm

Direncanakan jarak antar minipile (S) = 80 cm

60

80

60

60 80 80 60

Gambar 3.15

3.7.4. Menentukan efisien kelompok minipile (group piles)

Menurut rumus dari uniform Building Code dan AASHTO

(n 1) m + (m 1) n
= 1
90 mn

dimana:

= effisiensi kelompok minipile

= arc tg (D/S) = arc tg (32/80) = 21,08

m = banyak baris = 3

n = jumlah minipile pada deret baris = 3

D = diameter minipile = 32 cm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

S = Jarak antar minipile = 80 cm

a) Untuk kelompok tiang pancang dengan 9 minipile

(n 1) n + (m 1) n
= 1
90 mn

21,08 (3 1) 3 + (3 1) 3
= 1
90 3 3

=1

= 100 %

b) Untuk kelompok tiang pancang dengan 6 minipile

(n 1) m + (m 1) n
= 1
90 mn

21,08 (3 1) 2 + (2 1) 3
= 1
90 3 2

= 0,89

= 89%

3.7.5. Periksa kekuatan minipile dalam kelompok minipile

1) Untuk 6 minipile

Data dari ETAB:

Pu = 3622,205 kN

Mx = 1140,97 kN.m

My = 84,89 kN.m

Data yang lain:

n = banyaknya minipile dalam kelompok tiang = 6 minipile

nx = banyaknya minipile dalam 1 baris arah x = 3 minipile

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

ny = banyaknya minipile dalam 1 baris arah y = 2 minipile

xmax = absis terjauh minipile ke titik berat kelompok minipile = 0,9

ymax = ordinat terjauh minipile ke titik berat kelompok minipile =

0,45

y = kuadrat ordinat-ordinat minipile = 3 0,45 = 0,6075


x = kuadrat absis-absis minipile = 2 0,92 = 1,62

Pu dari ETAB + berat pile cap = = 3622,205 + (3 x 2,1 x 0,8 x 24)

= 3743,165 kN

Pu M y y max M x x max
Pmax = + +
n y x
3743,165 84,89 0,45 1140,97 0,9
P maks = + +
6 2 0,6075 31,62
= 866,59 kN

Pmax < Pmax 1 minipile

866,59 < 1096,5 x 0,89

866,59 kN < 975,885 kN

3.7.6. Penulangan mini pile

Dimensi mini pile yang digunakan adalah 32 32 cm dengan panjang 6 m.

Penulangan mini pile ini didasarkan pada kebutuhan pada waktu

pengangkatan yang diperoleh dari dua macam kondisi yaitu:

1. Kondisi I (pengangkatan di 2 titik)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Diangkat

a L-2a a

10m

M1

M2

1
M1 = q a2
2

1 1
M 2 = q ( L 2a ) 2 q a 2
8 2

Disyaratkan agar ekonomis maka M1=M2

1 1 1
q a 2 = q ( L 2a ) 2 q a 2
2 8 2

8 q a 2 = q ( L 2a ) 2

8 a 2 = L2 4 L a + 4 a 2

4a 2 + 4 La L2 = 0 L =6

4a 2 + 24a 6 2 = 0

a = 1,24 m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

1
Mmaks = qa
2

1
= (0,32) 2 25) 1,24 2
2

=1,968 kNm

2. Kondisi II (Pengangkatan di 1 titik)

L-a

10

M1

M2

1
M1 = q a2
2

q ( L 2a ) 2 q a2
R1 =
2 ( L 2a ) 2 2 ( L 2a )

R1 L2 2aL
=
q 2 ( L a)

1 dMx
M x = R1 x q x 2 , syarat ekstrim =
2 dx

R1 L2 2aL
R1 q x = 0 x = =
q 2 ( L a)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2 2
L2 2aL 1 L2 2aL
M maks = M 2 = R1 q
2 ( L a) 2 2 ( L a)

2 2
L2 2aL 1 L2 2aL
=q q
2 ( L a) 2 2 ( L a)

2
1 L2 2aL
= q
2 2 ( L a)

M1 = M2

2
1 1 L2 2aL
q a2 = q
2 2 2 ( L a)

L2 2aL
Didapat a =
2 ( L a)

2aL 2a 2 = L2 2aL

L2 + 2a 2 4aL = 0 L = 6m

a 2 12a + 18 = 0

a = 1,7573 m

1
Mmaks = qa
2

=
1
2
[( )
0,32 2 25 1,7573 2 ]
= 3,95 kN.m

3. Perhitungan penulangan mini pile

Kondisi yang menentukan adalah kondisi ke II dengan Mmaks = 3,95

kN.m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Dipertimbangkan faktor kejut karena tarikan oleh kabel dari crane pada

waktu pengangkatan yaitu sebesar 1,3

Mu = 3,95 1,3 = 5,14 kN.m = 5,14 106 N.mm

Data perencanaan :

fc = 40 Mpa

fy = 390 Mpa

h = 320 mm

b = 320 mm

Cv = 50 mm

Dtul = 7 mm

d = 320 50 10 7

= 256,5 mm

Mu = 5,14 106 N.mm

5,14 10 6
Mu
Mn = = = 5711111 N.mm
0,9

Mn = Cc z

5711111 = 0,85 fc a b (d a)

5711111 = 0,85 40 a 320 (256,5 a)

5440 a 2790720 a + 5711111 = 0

a = 2,07 mm

Ts = Cc

As perlu fy = 0,85 fc a b

0,85 40 2,07 320


As perlu = = 57,7 mm
390

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Dipasang tulangan 37 (As = 3Dtul = 115,45 mm2)

Dipakai sengkang 3 100 untuk daerah tumpuan

Dipakai sengkang 3 150 untuk daerah lapangan

3.7.7. Perhitungan Pile Cap

3.7.7.1. Pile Cap ukuran (3 x 2 x 0,8)

60

80

60

60 80 80 60

Gambar 3.16

Data data:

fc= 28 MPa

fy= 390 MPa

b=2m

h=3m

t = 0,8

cv=75 mm

d tulangan = 22 mm

d rata-rata= 800-75- 22 = 703 mm

Pu kolom = 3622,205 kN

Pmax = 866,59 kN

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Kontrol terhadap geser pons yang bekerja pada 2 arah

Pu
(L (uk .kolom + d rata rata )
2
Vu =
A

=
3622,205
3 2
(
3 2 (0,5 + 0,703) 2 )
= 2748,52 kN

f 'c
Vc = [2 x(b kolom+drata-rata)+2(h kolom+drata-rata)] drata-rata
3

28
= [2 (350 + 703) + 2 (350 + 703)] 703
3

=5222776,59 N = 5222,78 kN

Vc = 0,6 x 5222,78 = 3133,67 kN

Syarat:

Vu < Vc

2748,52 < 3133,67 OK!!

Kotrol terhadap geser pons yang bekerja pada satu arah

Pu
Vu= Lefektif
A

3622,205 3 0,5
= ( 0,703) 3
3 2 2 2

= 990,67 kN

f 'c
Vc= h drata-rata
3

28
= 3000 703
3

= 3719,92 kN

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Vc = 0,6 x 3719,92 = 2231,95 kN

Syarat:

Vu < Vc

990,67 kN < 2231,95 kN

Penulangan Arah Panjang dan Pendek

a. Penulangan arah pendek

b poer bkolom
x=
2 2

2 0,5
x=0,75 m =
2 2

= 0,75 m

q = tebal poer x h poer x 24

= 0,8 3 24

= 57,6 kN/m

Mu = (2 Pmax y) ( q x2 )

= (2 866,59 0,6) ( 57,6 0,752)

= 1023,7 kN.m

Mu 1023,7
Mn = = = 1279,64 kN.m
0,8

Mn = Cc x z

1279,64.106 = 0,85 fc a b (d-a/2)

1279,64.106 = 0,85 28 a 2000 (703-a/2)

1279,64.106 = 47600 a (703-a/2)

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

23800a2 - 33462800a +1279,64.106= 0

a= 39,34

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc a b

0,85 28 39,34 2000


As =
390

= 4801,5 mm2

As min = 0,18% b t

= 0,18% 2000 800

= 2880 mm2

gunakan tulangan 13D22 (As = 4941,7 mm2)

0,25 D h
jarak tulangan =
As

0,25 22 2 3000
=
4801,5

= 237,5 mm 200 mm

jadi jarak tulangan D22 - 200 mm

b.Penulangan arah panjang

h. poer b.koom
x =
2 2

x=1,25 m 3 0,5
=
2 2

= 1,25 m

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

q = tebal poer h poer 24

= 0,8 3 24

= 57,6 kN/m

Mu = q x2

= 57,6 1,252

= 45 kN/m

Mu
Mn =

45
=
0,8

= 56,25 kN.m

Mn = Cc z

56,25. 106 = 0,85 fc a b (d-a/2)

56,25. 106 = 0,85 28 a 2100 (703-a/2)

56,25. 106 = 49980 a (703-a/2)

24990a2 - 35135940 + 56,25. 106

a = 1,683 mm

Ts = Cc

As fy = 0,85 fc a b

0,85 28 1,683 2000


As =
390

= 205,41 mm2

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

As min = 0,18% b t

= 0,18% 2000 800

= 2880 mm2

gunakan As pakai 2880 mm2

gunakan tulangan 8D22 (As = 3041,06 mm2)

0,25 D b
jarak tulangan =
As

0,25 22 2 2000
=
2880

= 263,98mm 200 mm

jadi jarak tulangan D22 - 200 mm

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

BAB IV

RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR

Pasal 1

Pekerjaan Pendahuluan

a. Pengukuran Tapak Kembali

1. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali

lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan keterangan mengenai

ketinggian tanah, letak pohon, dan letak batas batas tanah.

2. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dengan keadaan

lapangan segera dilaporkan kepada Direksi Pengawas untuk dimintakan

keputusannya.

3. Penentuan titik ketinggian dan sudut sudut hanya dilakukan dengan alat

alat waterpass / theodolit yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.

4. Kontraktor harus menyediakan theodolit / waterpass beserta petugas yang

melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Direksi Pengawas selama

pelaksanaan proyek.

5. Pengukuran sudut siku dengan prisma / benang secara asas segitiga

phytagoras hanya diperkenankan hanya untuk bagian bagian kecil yang

disetujui oleh Direksi Pengawas.

6. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan kontraktor.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

b. Tugu / Patokan Dasar

1. Letak dan jarak tugu patokan dasar ditentukan oleh Direksi Pengawas.

2. Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang

kurangnya 20 20 cm tertancap kuat ke dalam tanah sedalam secukupnya

untuk memudahkan pengukuran selanjutnya dan sekurang kurangnya

setinggi 40 cm diatas tanah.

3. Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bisa dirubah diberi tanda yang

jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari Direksi

Pengawas untuk membongkarnya.

4. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan tugu patokan dasar termasuk t

anggungan kontraktor.

c. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank)

1. Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu semutu Meranti ukuran

kaso ( 5/7 cm) yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak

gerakkan / diubah ubah berjarak max 1,5 m satu sama lain.

2. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya kecuali

dikehendaki lain oleh Direksi Pengawas.

3. Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 100 cm dari sisi luar galian tanah

pondasi.

4. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan kontraktor harus

melaporkan kepada Direksi Pengawas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

5. Semua pekerjaan pembuatan pemasangan papan dasar pelaksanaan termasuk

tanggungan kontraktor.

Pasal 2

Pekerjaan Tanah

a. Pekerjaan Persiapan

1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan bahan, alat alat

dan pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua Pekerjaan

tanah, seperti yang disyaratkan dalam gambar dan spesaifikasi ini.

2. Meliputi pembersihan dan penebasan / pembabatan, galian tanah, urugan

dan pemadatan tanah untuk bangunan seperti yang ditentukan dalam gambar

atau sesuai petunjuk Direksi Pengawas.

b. Syarat Syarat Pelaksanaan

1. Pada umumnya, tempat tempat untuk bangunan dibersihkan, penebasan /

pembabatan harus dilaksanakan terhadap semua belukar / semak, sampah

yang tertanam dan material lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah

yang akan dikerjakan, harus dihilangkan, ditimbun, dan kemudian dibuang

dengan cara cara yang disetujui oleh Direksi Pengawas.

2. Semua sisa sisa tanaman seperti akar akar, rumput dsb, harus

dihilangkan sampai kedalaman 0,5 m dibawah tanah dasar / permukaan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3. Batu atau lain material sejenis, jika ada harus pula dihilangkan sampai

kedalaman 0,5 m dibawah tanah dasar / permukaan pada daerah taman,

kecuali jika tidak dapat dilakukan penghilangan batu batu tersebut dan 0,5

m dibawah tanah dasar sudah merupakan lapisan yang keras.

4. Semua daerah urugan harus dipadatkan, baik urugan yang telah ada maupun

terhadap urugan yang baru. Tanah urugan harus bersih dari sisa sisa

tumbuhan atau bahan bahan yang dapat menimbulkan pelapukan

dikemudian hari.

5. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan kontraktor.

6. Kontraktor harus menyediakan alat alat ukur sepanjang masa pelaksanaan

berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu

siap untuk mengadakan pengukuran ulang.

c. Pekerjaan Galian Tanah

1. Pekerjaan galian harus memenuhi syarat syarat seperti yang ditentukan

dalam gambar. Kontraktor harus menjaga supaya tanah dibawah dasar

elevasi seperti pada gambar rencana atau yang ditentukan oleh Direksi

Pengawas tidak terganggu, jika terganggu kontraktor harus menggalinya dan

mengurug kembali lalu dipadatkan seperti yang telah ditentukan oleh

Direksi Pengawas.

2. Semua galian harus dilaksanakan sesuai gambar dan syarat syarat yang

ditentukan menurut keperluan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3. Dasar dari semua galian harus waterpass, bilamana pada dasar setiap galian

masih terdapat akar akar tanaman atau bagian bagian gembur, maka ini

harus digali keluar sedang lubang lubang tadi diisi kembali dengan pasir.

4. Terhadap kemungkinan adanya air di dasar galian baik pada waktu

penggalian maupun pada waktu pekerjaan pondasi harus disediakan pompa

air atau pompa yang jika diperlukan dapat bekerja terus menerus, untuk

menghindari terkumpulnya air.

5. Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian

agar tidak longsor dengan memberikan suatu dinding penahan atau

penunjang sementara atau lereng yang cukup.

6. Juga kepada kontraktor diwajibkan mengambil langkah-langkah

pengamanan terhadap bangunan lain yang berada dekat sekali dengan

lubang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada lubang

galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada bangunan

tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami

kerusakan.

7. Semua tanah kelebihan berasal dari pekerjaan galian, setelah mencapai

jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada

setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk Direksi Pegawai.

8. Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah yang

bersih, bebas dari segala kotoran dan memenuhi syarat-syarat sebagai tanah

urug.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

9. Perlindungan terhadap benda-benda berfaedah kecuali ditunjukkan untuk

dipindahkan, seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di

lapangan harus dilindungi dari kerusakan dan bila sampai menderita

kerusakan harus direnovasi / diganti oleh kontraktor atas tanggungannya

sendiri.

10. Bila suatu alat atau pelayanan dinas yang sedang ditemui di lapangan dan

hal tersebut tertera pada gambar atau dengan cara lain yang dapat diketahui

oleh kontraktor dan ternyata memerlukan perlindungan / pemindahan,

kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah

apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut

tidak terganggu.

11. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan

kontraktor, kontraktor harus segera mengganti kerugian yang terjadi yang

dapat perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan kontraktor. Sarana

yang sudah tidak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan

terletak didalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan ke luar lapangan ke

tempat yang sudah disetujui oleh direksi pengawas atas tanggungan

kontraktor.

d. Pekerjaan Urugan dan Pemadatan

1. Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan dan alat-

alat bantu yang dibutuhkan demi terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2. Pekerjaan galian ini meliputi seluruh detail yang disebutkan atau

ditunjukkan oleh gambar atau sesuai petunjuk direksi pengawas.

3. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan

penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa, puing-puing, sampah-sampah

harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan. Seluruh biaya untuk itu adalah

tanggung jawab kontraktor.

4. Bila tidak dicantumkan dalam gambar detail, maka lapisan tanah urug

dilakukan lapis demi lapis. Setiap lapis maximum tebal 10 cm, disiram atau

dibasahi diratakan dan dipadatkan hingga mencapai pengurugan yang

disyaratkan.

5. Bahan yang digunakan untuk tanah urug dari jenis tanah serta bahan yang

bersih tanpa potongan-potongan bahan-bahan yang bisa lapuk serta bahan

batuan yang telah dipecah-pecah dimana ukuran dari batu pecah tersebut

tidak boleh besar dari 15 cm.

6. Konsultan mengharuskan agar semua urugan menggunakan bahan yang

terdiri dari mutu yang terbaik yang dapat diperoleh.

7. Semua bagian atau daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis-lapis

seperti yang telah disyarakatkan. Tiap lapis harus dipadatkan sebelum

lapisan berikutnya diurugkan.

8. Daerah urugan / daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat

pemadat kompactor vibrator type yang disetujui oleh direksi pengawas.

Pemadatan dilakukan sampai mencapai hasil kepadatan lapangan tidak

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

kurang dari 95% kepadatan maksimum hasil laboratorium (standard

proctor).

9. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan proctor.

Kontraktor harus melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap

air optimum minimum satu kali untuk setiap jenis tanah yang dijumpai

dalam tabung gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan kering maksimum

dan kadar air optimumnya. Selanjutnya penelitian harus mengikuti prosedur

umum yang dipakai yaitu : ASTMD-1557-70.

10. Pengaliran air harus diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah

yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya.

11. Apabila material urugan mengandung batu-batu, tidak dibenarkan batu-batu

yang besar bersarang menjadi satu, dan semua pori-pori harus diisi dengan

batu-batu kecil dan tanah yang dipadatkan.

12. Kelebihan material galian harus dibuang oleh kontraktor ke tempat

pembuangan yang ditentukan oleh Direksi Pengawas.

13. Jika material galian tidak cukup, material tambahan harus didatangkan dari

tempat lain, tanpa tambahan biaya.

e. Pengujian Mutu Pekerjaan

1. Direksi Pengawas harus diberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat

dilaksanakan untuk menentukan kepadatan relatip yang sebenarnya di

lapangan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2. Jika kepadatan kurang dari 95% dari kepadatan maksimum, maka kontraktor

harus memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat

kepadatan, yaitu tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum di

laboratorium.

3. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti prosedur ASTM D-1556-

70 atau prosedur lainnya yang disetujui Direksi Pengawas. Semua biaya

untuk pemeriksaan di laboratorium menjadi beban kontraktor.

Pasal 3

Pekerjaan Urugan Pasir Padat

a. Lingkup Pekerjaan

1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan

alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan, hingga dapat diperoleh

hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.

2. Pekerjaan urugan pasir padat dilakukan di bawah lantai dan bawah pondasi

serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar.

b. Persyaratan Bahan

1. Pasir yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan

keras, bebas lumpur, tanah lempung dan lain sebagainya, serta konsisten

terhadap NI-3 (PUBB tahun 1970) pasal 14 ayat 3.

2. Air siraman digunakan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,

asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya serta memenuhi syarat-syarat

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

yang ditentukan dalam NI-3 pasal 10. Apabila dipandang perlu, Direksi

Pengawas dapat minta kepada kontraktor, supaya air yang dipakai untuk

keperluan ini diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan

sah atas biaya kontraktor sepenuhnya.

3. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang

ditentukan diatas dan harus dengan persetujuan Direksi Pengawas.

a. Syarat Syarat Pelaksanaan

1. Pasir urug yang digunakan harus dengan persetujuan pihak Direksi

Pengawas.

2. Pekerjaan urugan pasir dilakukan bila seluruh pekerjaan lain dibawahnya /

didalamnya telah selesai dengan baik dan sempurna.

3. Lapisan pasir urug dilakukan lapis demi lapis, dipadatkan hingga mencapai

tebal 10 cm atau seperti yang disyaratkan dalam gambar.

4. Setiap lapis pasir urug harus diratakan, disiram air dan dipadatkan dengan

alat pemadat yang disetujui Direksi Pengawas. Pemadatan dilakukan hingga

mencapai tidak kurang dari 95% dari kepadatan maksimum hasil

laboratorium.

5. Di tempat-tempat yang sulit dilakukan pemadatan dengan alat pemadat,

dapat dikerjakan dengan tenaga manusia dengan persetujuan Direksi

Pengawas. Hasil pemadapat harus memenuhi persyaratan / ketentuan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

6. Lapisan pekerjaan diatasnya dapat dikerjakan bilamana pekerjaan urugan

pasir padat telah sempurna, memenuhi persyaratan yang ditentukan dan

sudah dapat persetujuan Direksi Pengawas.

Pasal 4

Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang

a. Toleransi

1. Posisi pondasi tidak boleh menyimpang dari posisi rencana lebih dari 40

mm.

2. Toleransi kemiringan untuk pondasi yang seharusnya vertikal adalah tidak

lebih miring dari 1:100

3. Untuk penyimpangan dari ketentuan diatas, pemborong bertanggung jawab

atas segala biaya pekerjaan tambahan yang dipandang perlu oleh konsultan.

b. Material

1. Mutu beton yang harus digunakan dalam pembuatan pondasi tiang pancang

ini adalah fc = 28 MPa.

2. Segala sesuatu mengenai pembuatan beton harus sesuai dengan syarat-syarat

dalam spesifikasi khusus mengenai beton.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3. Pengecoran beton untuk satu pondasi harus berlangsung secara kontinu

sampai selesai sehingga tidak terdapat pemutusan kesatuan fisik dan

pondasi.

4. Mutu baja yang digunakan adalah besi beton dari jenis BJTD 39 untuk

tulangan utama serta BJTP 24 untuk tulangan sengkang.

c. Penyambungan Tiang Pancang

1. Pengelasan harus dilakukan oleh tukang las yang bersertifikasi baik.

2. Semua prosedur las harus diajukan terlebih dahulu untuk dimintakan

persetujuannya oleh pengawas.

3. Pengelasannya tidak diperkenankan bila permukaan bajanya basah.

4. Ukuran tebal dan panjang las tidak boleh kurang dari yang dinyatakan dalam

gambar detail, serta penyimpangan yang ada harus dengan persetujuan

pengawas.

5. Bagian yang digabungkan dengan las harus diletakkan pada posisi yang

serapat mungkin dari posisi yang dikehendaki.

6. Setelah selesai pengelasan di bagian luarnya diberi pelapis (epoxi), sebagai

pelindung terhadap bahaya karat.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pasal 5

Pekerjaan Acuan / Bekisting

a. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan peralatan,

pengangkutan dan pelaksanaan untuk menyelesaikan semua pekerjaan beton

sesuai dengan gambar-gambar konstruksi, dengan memperhatikan

ketentuan-ketentuan tambahan dari arsitek dalam uraian dan syarat-syarat

pelaksanaan.

b. Bahan Bahan

Bahan acuan / bekisting yang dipergunakan dapat berupa beton, baja,

pasangan bata diplester atau kayu. Pemakaian bambu tidak diperbolehkan.

Lain-lain jenis bahan yang akan dipergunakan harus mendapat persetujuan

Direksi Pengawas terlebih dahulu. acuan / bekisting yang terbuat dari kayu

harus menggunakan kayu jenis Meranti. Ukuran kayu yang digunakan

tergantung dari perencanaan struktur acuan / bekisting dengan tebal

multiplek minimum 12 mm.

c. Perencanaan

1. Acuan / bekisting harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak ada

perubahan bentuk yang nyata dan cukup kuat menampung beban-beban

sementara maupun tetap sesuai dengan jalannya pengecoran beton.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

2. Semua acuan / bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga

kemungkinan bergeraknya acuan selama pelaksanaan pekerjaan dapat

dihindarkan, juga harus cukup rapat untuk mencegah kebocoran bagian

cairan dari adukan beton (mortar leakage).

3. Susunan acuan / begisting dengan penunjang-penunjang harus diatur

sedemikian rupa sehingga kemungkinan dilakukannya inspeksi dengan

mudah oleh Direksi Pengawas. Penyusunan acuan harus sedemikian rupa

hingga pada waktu pembongkaran tidak menimbulkan kerusakan pada

bagian beton yang bersangkutan.

4. Kekuatan penyangga, silangan-silangan, kedudukan serta dimensi ruang

tepat pada acuan / bekisting adalah merupakan tanggung jawab Pemborong.

5. Acuan atau Bekisting harus dapat menghasilkan bagian konstruksi yang

ukuran, kerataan/ kelurusan elevasi dan posisinya sesuai dengan gambar

gambar konstruksi.

6. Pada bagian terendah ( dari setiap phase pengecoran ) dari acuan / bekisting

kolom atau dinding harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan

pembersihan.

7. Kayu acuan / bekisting harus bersih dan dibasahi terlebih dahulu sebelum

pengecoran. Harus diadakan tindakan untuk menghindarkan terkumpulnya

air pada sisi bawah.

8. Setelah pekerjaan diatas selesai. Pemborong harus meminta persetujuan dari

Direksi Pengawas dan minimum 2 ( dua ) hari sebelum pengecoran ,

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pemborong harus mengajukan permohonan pengecoran kepada Direksi

Pengawas

9. Untuk penyetelan acuan / bekisting untuk pekerjaan beton diatas pekerjaan

beton yang baru dicor dibutuhkan waktu minimum 1 ( satu ) minggu dan

penyetelan acuan tersebut dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan

tertulis dari Direksi Pengawas, dengan mempertahankan acuan dan

penunjang dibawah beton yang akan dibebani.

d. Pembebanan

Pada prinsipnya pembongkaran bekisting boleh dilakukan dengan ketentuan:

Bekisting samping : minimum 4 hari setelah pengecoran

Bekiting bawah : minimum 21 hari setelah pengecoran (kecuali

adanya tambahan bahan yang dapat mempercepat pengerasan beton )

Permukaan beton harus terlihat baik pada saat acuan / bekisting dibuka,

tidak bergelombang, berlubang atau retak retak dan tidak menunjukkan

gejala remuk

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pasal 6

Pekerjaan Beton Bertulang

a. Pekerjaan

Melingkupi semua tenaga, alat alat dan bahan untuk menyelesaikan semua

pekerjaan beton sesuai dengan gambar gambar konstruksi.

b. Pedoman pelaksanaan.

Kecuali ditentukan lain dalam persyaratan - persyaratan, selanjutnya, maka

sebagai dasar pelaksanaan digunakan peraturan sebagai berikut :

1. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia ( PUBI 1982 ) NI 3

2. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ( NI2 ) dan

SK SNI T-15-1991 03.

3. Petunjuk petunjuk dan peringatan - peringatan lisan maupun tertulis yang

diberikan oleh direksi pengawas.

4. Peraturan peraturan yang diperlukan supaya disediakan Pemborong di

site.

c. Keahlian dan pertukangan.

1. Pemborong harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan beton

sesuai dengan ketentuan yang diisyaratkan termasuk kekuatan , toleransi

dan penyelesaiannya. Khusus untuk pekerjaan beton bertulang yang terletak

langsung diatas tanah harus dibuatkan lantai kerja dari beton

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

ringan dengan campuran semen : pasir : kerikil (= 1:2:3 setebal minimum 5

cm ).

2. Semua pekerjaan harus dilakukan oleh ahli ahli atau tukang tukang yang

berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya. Semua pekerjaan

yang dihasilkan harus mempunyai mutu sebanding denagn standart umum

yang berlaku.

3. Apabila Direksi Pengawas perlu, Pemborong dapat meminta nasehat

nasehat dari tenaga ahli yang ditunjuk Direksi Pengawas atas beban

Pemborong.

d. Bahan bahan.

1. Portland Cement.

Digunakan Portland cement jenis III menurut NI 8 atau Type I menurut

ASTM dan memenuhi S400 menurut standart portland cement yang

digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia ( Semen Gresik atau setara )

Merk yang dipilih tidak dapat ditukar-tukar dalam pelaksanaan, kecuali

dengan persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas dapat dilakukan.dalam

keadaan :

a). Tidak adanya persediaan dipasaran dari merk tersebut diatas.

b). Pemborong memberikan jaminan dengan data data teknis bahwa mutu

semen penggantinya adalah kualitas yang setaraf dengan mutu semen

tersebut diatas

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Dalam hal ini direkomendasikan memakai semen Nusantara atau tiga

Roda.

2. Agregat

a). Kualitas dan gradasi agregat harus memenuhi syarat syarat PBI 1971

b). Agregat kasar harus berupa batu pecah yang mempunyai susunan

gradasi yang baik, cukup syarat kekasarannya dan padat (tidak porous).

c). Pemborong harus melakukan percobaan di Laboratorium yang ditunjuk

oleh Direksi Pengawas untuk menetukan susunan gradasi agregat kasar

tersebut.

d). Untuk menguji kekasaran dari agregat kasar tersebtu digunakan mesin

pengaus Los Angeles dimana tidak boleh terjadi kehilangan berat lebih

dari 50%

e). Kadar lumpur dari aggregat kasar tidak boleh lebih dari 1% ditentukan

terhadap berat kering.

f). Ukuran dari aggregat kasar ditentukan ( 1 2 ) cm.

g). Pasir harus terdiri dari butir butir yang bersih , tajam dan bebas dari

bahan bahan organis, lumpur, tanah lempung,dsb. Dalam hal ini

direkomendasikan memakai pasir muntilan.

h). Pasir tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5%, ditentukan

terhadap berat kering, apabila kadar lumpur melampaui 5%, maka pasir

tersebut harus dicuci sampai memenuhi syarat yang ditentukan.

i). Aggregat yang akan digunakan untuk pekerjaan beton harus mendapat

persetujuan tertulis dari direksi Pengawas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3. Air

Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung

minyak, asam alkali, dan bahan bahan organis, atau bahan bahan lain

yang dapat menurunkan mutu pekerjaan.

4. Besi Beton.

a). Besi beton harus terbebas dari karat, sisik dan lain lain lapisan yang

dapat mengurangi lekatnya pada beton kecuali ditentukan lain dalam

gambar, digunakan besi beton dari jenis BJTD 39 untuk tulangan utama

balok dan kolom serta BJTP 24 untuk tulangan sengkang dan tulangan

praktis lainnya.

b). Perlengkapan besi beton, meliputi semua peralatan dipelukan untuk

mengatur jarak tulangan / besi beton dan mengikat tulangan pada

tempatnya.

c). Untuk mendapatakn jaminan akan kualitas besi beton yang diminta ,

maka disamping adanya sertifikat dari pabrik, juga harus ada /

dimintakan sertifikat dari laboratorium yang ditunjuk oleh Direksi

Pengawas untuk melakukan percobaan, baik pada saat pemesanan

maupun secara periodik minimum masing masing 2 ( dua ) contoh

percobaan ( stress strain ) dan pelengkungan untuk setiap 20 ton besi.

Pengelasan besi beton pada Laboratorium yang disetujui / ditunjuk

Direksi Pengawas dilakukan atas biaya pemborong.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

5. Admixture

Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu, Pemborong harus terlebih

dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas mengenai

hal tersebut.

e. Penyimpanan

1. Pengiriman dan penyimpanan bahan bahan, pada umumnya harus sesuai

dengan waktu dan urutan pelaksanaan.

2. Semen harus didatangkan dalam zak yang tidak pecah / utuh, tidak terdapat

kekurangan berat dari apa yang tercantum pada zak. Segera setelah

diturunkan semen harus disimpan dalam gudang yang kering, terlindung

dari pengaruh cuaca, berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari

tanah. Semen masih harus dalam keadaan baik ( belum mulai mengeras )

dan tidak boleh ada bagian yang mulai mengeras. Jika dijumpai semen yang

tidak sesuai dengan persyaratan diatas maka Direksi Pengawas wajib

menolak semen yang tidak memenuhi syarat tersebut dan semen tersebut

harus segera dikeluarkan dari lapangan pekerjaan.

3. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan

bantalan bantalan kayu dan dari lumpur atau zat zat asing lainnya yang

dapat merusak besi beton ( minyak dan lain lain ).

4. Agregat harus ditempatkan dalam bak bak yang cukup terpisah menurut

jenis dan gradasinya derta harus beralaskan lantai beton untuk menghindari

tercampurnya dengan tanah.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

f. Kualitas beton

1. Kecuali yang ditentukan lain dalam gambar, kualitas beton adalah K 350 (

tegangan tekan hancur =karakteristik untuk silinder beton pada usia 28 hari,

untuk semua beton umumnya kecuali dijelaskan lain pada gambar ).

2. Penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan ketentuan yang terdapat

dalam PBI 1971. Mutu beton K-175 digunakan untuk kolom kolom

praktis dan bagian bagian lain yang tidak memikul beban, kecuali

ditentukan lain.

3. Selama pelaksanaan harus dibuat benda-benda uji menurut ketentuan-

ketentuan yang disebut dalam pasal 4 dari PBI 1971. Mengingat bahwa W/C

factor adalah sekitar 0,52 0,55, maka pemasukkan adukan ke dalam

cetakan benda uji dilakukan menurut pasal 4.9. ayat 3 PBI 1971 tanpa

menggunakan penggetar. Pada masa masa pembetonan pendahulan harus

dibuat minimum 1 benda uji per 1,5 m3 beton hingga dengan cepat dapat

diperoleh 20 benda uji yang pertama. Selanjutnya harus dibuat 2 benda uji

untuk setiap 5 m3 beton dengan minimum 2 benda uji tiap hari.

4. Pemborong harus membuat laporan tertulis atas data data kualitas beton

yang dibuat. Laporan tersebut harus dilengkapi dengan nilai karakteristik

beton tersebut dan harus disetujui oleh Direksi Pengawas. Laporan tertulis

tersebut harus disertai sertifikat dari laboratorium dan harus dibuat rangkap

5 ( lima ). Penunjukkan Laboratorium harus dengan persetujuan Direksi

Pengawas dan Perencana Struktur. Selama pelaksanaan harus ada pengujian

slump adalah sebagai berikut :

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

a). Contoh beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan

beton ( bekisting ). Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan diatas

kayu yang rata atau pelat beton. Cetakan diisi sampai kurang lebih

sepertiganya.

b). Kemudian adukan tersebut ditusuk tusuk 25 kali dengan besi

diamater 16 mm panjang 30 cm dengan ujung yang bulat ( seperti

peluru ). Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan

beriktnya. Setiap lapisan ditusuk tusuk 25 kali dan setiap tusukan

harus masuk dalam satu lapisan yang dibawahnya. Setelah atasnya

firatakn segera cetakan diangkat perlahan lahan dan diukur

penurunnya ( nilai slump ).

5. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di Laboratorium yang disetujui

oleh Direksi Pengawas atas biaya Pemborong. Perawatan kubus atap

silinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tapi tidak tergenang

air, selama 7 ( tujuh ) hari dan selanjutnya dalam udara terbuka.

6. Jika dianggap perlu, Maka digunakan juga pembuatan kubus atau silinder

percobaan untuk umur 3,7,14,21,28 hari dengan ketentuan bahwa hasilnya

tidak boleh kurang dari prosentase kekuatan yang diminta pada 28 hari.

Untuk lebih jelasnya lihat tabel 4.1.4 PBI 1971.

7. Jika hasil kuat tekan benda uji tidak memberikan angka kekuatan yang

diminta, maka harus dilakukan pengujian beton beton setempat dengan cara

- cara seperti ditetapkan dalam PBI 1971 dengan tidak menambah beban

biaya bagi Pemberi Tugas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

8. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung

setelah komponen adukan masuk kedalam mixer.

9. Penyampaian beton ( adukan ) dari mixer ketempat pengecoran harus

dilakukan dengan cara tidak mengakibatkan terjadinya pemisahan

komponen komponen beton.

10. Pada penggunaan adukan beton ready mix, Pemborong harus mendapat ijin

lebih dahulu dari Direksi Lapangan dengan terlebih dahulu mengajukan

calon nama dan alamat supplier untuk beton ready mix tadi. Dalam hal ini

Pemborong tetap bertanggung jawab penuh bahwa adukan yang disupply

benar-benar memenuhi syarat-syarat dalam spesifikasi ini serta menjamin

homogenitas dan kualitas yang kontinyu pada setiap pengiriman. Segala tes

kubus yang dilakukan di lapangan harus tetap dijalankan dan Direksi

Lapangan akan menolak supply beton ready mix bilamana diragukan

kualitasnya, semua resiko dan biaya sebagai akibat dari hal tesebut diatas,

sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

11. Harus digunakan vibrator untuk pemadatan beton. Minimum 2 ( dua ) hari

sebelum pengecoran dilakukan, Pemborong haurs memberitahukan kepada

Direksi Pengawas dan pengecoran baru dapat dilakukan setelah mendapat

izin tertulis dari Direksi Pengawas wajib memeriksa pembesian yang

terpasang pada daerah yang akan dicor.

12. Untuk daerah basah yang pengecoran dan bila terpaksa dihentikan,

Pemborong harus memasang bahan additive yang menjamin tidak bocor.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

g. Siar siar konstruksi, pengecoran, dan pembongkaran acuan

1. Penempatan siar siar pelaksanaan, sepanjang tidak ditentukan lain dalam

gambar, harus mengikuti pasal 6 dari PBI 1971. Siar siar tersebut

permukaannya harus dikasarkan dan harus dibasahi lebih dahulu dengan air

semen dari bonding agent tepat sebelum pengecoran dimulai. Letak siar-siar

tersebut harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

2. Apabila pengecoran terhenti lebih dari 1 jam maka pengecoran berikutnya

untuk daerah yang terhenti pengecorannya baru dapat dilakukan kembali 24

jam kemudian dengan memperhatikan syarat syarat tersebut diatas.

3. Pembongkaran acuan sepanjang tidak ditentukan lain dalam gambar harus

mengikuti pasal 5.8 PBI 1971

4. Pembongkaran acuan baru dapat dilakukan apabila bagian konstruksi dengan

sistem acuan yang masih ada telah mencapai kekuatan yang cukup untuk

memikul berat sendiri dan lebar lebar pelaksanaan yang bekerja padanya.

5. Kekuatan ini harus dapat ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan benda uji

laboratorium dan dengan perhitungan-perhitungan yang harus disetujui oleh

Direksi Pengawas. Pembongkaran baru dapat dilakukan apabila telah

mendapat persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

6. Pada bagian bagian konstruksi dimana akan bekerja beban rencana atau

terjadi keadaan yang lebih membahayakan daripada yang diperhitungkan,

maka acuan dari bagian konstruksi tersebut tidak dapat dibongkar selama

keadaan tersebut terus berlangsung.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

7. Acuan acuan balok dapat dibongkar setelah dari semua kolom kolom

penunjang telah dibongkar cetakannya dan dari penglihatannya ternyata baik

hasil pengecorannya.

h. Penggantian besi

1. Pemborong harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai

dengan apa yang tertera pada gambar.

2. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pemborong atau pendapatnya

terdapat kekeliruan / kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang

ada, maka :

Pemborong dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi

pembesian yang tertera dalam gambar. Secepatnya hal ini diberitahukan

pada perencana konstruksi untuk sekedar informasi.

3. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh Pemborong sehingga pekerjaan

lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan dengan persetujuan

tertulis dari Perencana Konstruksi.

4. Mengajukan usul dalam rangka tersebut diatas adalah merupakan juga

keharusan dari pemborong.

5. Jika pemborong tidak berhasil mendapatkan diameter besi dengan yang

ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter besi

dengan diameter yang terdekat, dengan catatan :

a) Harus ada persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

b) Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak

boleh kurang dari yang tertera dalam gambar ( dalam hal ini

dimaksudkan adalah jumlah luas )

c) Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kekuatan pembesian

ditempat tersebut atau didaerah overlapping yang dapat mengakibatkan

pembetonan atau penyampaian penggetar.

i. Perawatan beton

1. Beton harus dilindungi dari pengarauh panas, hingga tidak terjadi penguapan

cepat.

2. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya huan harus

diperhatikan.

3. Beton harus dibasahi terus menerus paling sedikit selama 10 hari setelah

pengecoran untuk mencegah pengeringan bidang beton. Pembasahan terus

menerus ini dilakukan antara lain menutupinya dengan karung karung

basah. Pada pelat pelat atap pembasahan terus menerus dilakukan dengan

merendam ( menggenanginya ) dengan air.

4. Pada hari hari pertama sesudah selesai pengecoran proses pengerasan tidak

boleh diganggu .

5. Tidak diperkenanan untuk mempergunakan lantai yang belum cukup

mengeras sebagai tempat penimbunan bahan bahan atau sebagai jalan

untuk mengangkut bahan - bahan yang berat.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

6. Minimum 1 ( satu ) minggu setelah pengecoran selesai, baru dapat dibebani

untuk pekerjaan selanjutnya dengan syarat acuan lantai yang dibebani

tersebut tidak dibongkar dan untuk memulai pekerjaan tersebut harus dengan

persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

j. Tanggung jawab Pemborong.

Pemborong bertanggung jawab penuh atas kualitas konstruksi seusai dengan

ketentuan ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar gambar konstruksi

yang diberikan. Kehadiran Direksi Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas

atau perencana sejauh mungkin melihat / mengawasi / menegur atau

memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut

diatas.

k. Perbaikkan permukaan beton.

1. Pada proyek ini permukaan beton yang dihasilkan merupakan hasil akhir

yang tidak akan mengalami finishing plesteran adalah pelat lantai didalam

kamar serta beberapa penampang beton sisi luar dengan ornamen. Apabila

terjadi ketidaksempurnaan dalam pengecoran sehingga terjadi keropos dan

lain lain maka harus dilakukan hal hal seperti langkah berikut.

2. Penambahan pada daerah yang tidak sempurna, keropos dengan campuran

adukan semen ( cement mortar ) setelah permukaan acuan, hanya boleh

dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

3. Jika ketidaksempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan

permukaan yang diharapkan dan diterima oleh Direksi Pengawas, maka

harus dibongkar dan diganti pemborong.

4. Ketidaksempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur, pecah

/ retak, ada gelembung udara, keropos, berlubang, tonjolan dan lain lain

yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan / diinginkan.

l. Contoh yang harus disediakan.

1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pemborong harus memberikan contoh

material : split, pasir, besi, semen untuk mendapat persetujuan Direksi

Pengawas.

2. Contoh contoh yang telah disetujui oleh Direksi Pengawas dipakai standar

/ pedoman untuk memeriksa / menerima material yang dikirim oleh

pemborong ke lapangan.

3. Pemborong diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh

contoh yang telah disetujui Direksi Pengawas.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pasal 7

Pekerjaan Struktur Baja

a. Lingkup Pekerjaan.

1. Pemborong harus dapat menyediakan segala pekerja, material, peralatan,

dan lain-lain. Alat yang sewaktu-waktu diperlukan untuk mengadakan,

membuat, melakukan pemasangan (erection) dari seluruh pekerjaan

konstruksi baja sesuai gambar rencana dan hal-hal yang dijelaskan pada

proses tender.

2. Perubahan ukuran/dimensi profil baja dari rencananya harus disetujui

perencana.

b. Standar

Semua material dan mutu pelaksanaan pekerjaan harus dari kualitas nomor

satu dan harus mengikuti ketentuan-ketentuan dalam peraturan ataupun

standar yang berlaku di Indonesia dalam hal ini mengikuti peraturan-

peraturan di bawah ini sesuai edisi yang terakhir.

1. SNI 03-1729-2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan

Gedung.

2. AISC Spesification for Design, Fabrication, and Erection of Structural Steel

for Buildings.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

c. Pendetailan

1. Pemborong harus menyerahkan secara lengkap detail gambar kerja dan time

schedule dari semua pekerjaan konstruksi baja dan lainnya yang tercakup

dalam kontrak ini.

2. Pemborong harus menyerahkan sertifikat pabrik dalam rangkap 3 (tiga) yang

menjelaskan untuk setiap tipe material mengenai hasil tes kimiawi dan fisik

yang ditentukan dalam spesifikasi produsen yang tentunya harus memenuhi

spesifikasi teknis ini.

3. Bila ternyata ada hal-hal yang diragukan, maka pengawas berhak untuk

meminta tes-tes tambahan. Dalam hal ini kontraktor harus mengambil

contoh benda uji di lapangan dan menyelenggarakan tes pada laboratorium

yang disetujui pengawas. Segala biaya yang timbul karena hal ini

sepenuhnya menjadi tanggungan pihak pemborong.

Pasal 7.1

Pabrifikasi dan Pemasangan Struktur Baja

a. Pemasangan konstruksi baja

Kecuali dinyatakan lain, maka semua konstruksi baja harus dipabrifikasi dan

dipasang sesuai ketentuan-ketentuan dalam AISC Spesification for the

Design, Fabrification, and Erection of Structural Steel for Buildings.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

b. Persiapan

1. Semua bahan baja pada saat dipabrifikasi harus diletakkan sedemikian

sehingga tidak menyentuh tanah secara langsung.

2. Sebelum diberi tanda untuk proses pabrifikasi, material yang mempunyai

deformasi agar dibetulkan terlebih dahulu dengan hati-hati agar tidak

memperlemah material itu. Perbaikkan ini harus dilakukan dengan cara

mekanis atau dipanaskan dengan tidak melebihi 650 oC.

3. Semua material baja harus bersih dari sisa-sisa produksi, benda-benda asing

lainnya, dan harus terjaga agar tetap bersih.

c. Marking dan Pemotongan

1. Penandaan-penandaan yang diperlukan baik untuk lubang bor, garis, tanda

potong, overlapping, dan lain-lain, harus dibuat dengan teliti pada bahan

baja dengan menggunakan template dan penggaris.

2. Perapian ujung-ujung profil harus dilakukan dengan cutter atau alat mekanis

lain yang dapat menghasilkan hasil yang setaraf.

3. Hasil pemotongan yang kurang baik harus dikoreksi sehingga halus dan

baik.

d. Pembengkokkan

Pembengkokkan dari material baja dapat dilakukan pada temperatur normal

dengan dipanaskan tidak melebihi 650o C

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

e. Lubang-lubang Baut

1. Lubang baut harus dibor atau di-punch. Ketidakrapian sekitar lubang harus

segera dihaluskan.

2. Posisi lubang harus teliti dan harus tepat bertemu dengan lubang

pasangannya pada batang lain.

3. Toleransi dari lubang baut mengikuti standar SNI 03-1729-2002

f. Pemasangan

1. Pelaksanaan pemasangan (erection) dialkukan oleh crew yang khusus ahli

untuk pekerjaan tersebut dan dilengkapi dengan peralatan yang baik untuk

dapat menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang cepat.

2. Dalam erection harus dilakukan langkah-langkah yang baik agar tidak

terjadi tegangan-tegangan yang berlebihan pada profil-profil baja.

3. Dalam pelaksanaan erection, bilamana perlu harus dilakukan pembautan

atau kabel-kabel pengaku harus diadakan untuk menjamin keselamatan

pekerja dan konstruksi, maka keseluruhan hal tersebut harus menjadi

tanggungan pemborong.

4. Baut atau las permanen tidak boleh dipasang sebelum batang-batang yang

diikatnya sudah benar pada posisi yang seharusnya.

5. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kestabilan konstruksi.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pasal 7.2

Pengelasan Struktur Baja

a. Umum

1. Pengelasan harus dilakukan oleh tukang las yang bersertifikasi baik.

2. Semua prosedur las harus diajukan terlebih dahulu untuk dimintakan

persetujuannya oleh pengawas.

3. Pengelasannya tidak diperkenankan bila permukaan bajanya basah.

4. Ukuran tebal dan panjang las tidak boleh kurang dari yang dinyatakan dalam

gambar detail, serta penyimpangan yang ada harus dengan persetujuan

pengawas.

b. Penggabungan

1. Bagian yang digabungkan dengan las harus diletakkan pada posisi yang

serapat mungkin dan posisi yang dikehendaki.

2. Bagian yang digabungkan dengan las harus dipegang pada posisi yang benar

dengan bantuan baik baut, clamp, kabel atau alat bantu lain.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT PEKERJAAN STRUKTUR Perpustakaan Unika

Pasal 7.3

Pengecatan Struktur Baja

a. Semua pekerjaan baja diberi cat dasar tipe Zink Cromate dan cat finish tipe

Synthetic Enamel yang setaraf produk.

b. Masing-masing pengecatan dilakukan 2 (dua) kali.

c. Prosedur dan ketentuan lain dari pengecatan mengikuti ketentuan pabrik.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

BAB V
RENCANA ANGGARAN BIAYA
DAFTAR ANALISA PEKERJAAN
Sumberdata Pasaranbebas
Daerah KotaSemarang
Harga bahan / Upah Jumlah
No. Koef. Satuan Uraian Pekerjaan
Minimum Maksimum Minimum Maksimum

001 Pekerjaan Persiapan


1,000 m' Pagar sementara dari Seng gelombang Tinggi 2,00 m 126.959,85 134.230,90
Bahan 105.969,85 111.730,90
1,250 Batang Kayu Dolken Diameter 8 - 10 / 400 cm 15.000,00 17.000,00 18.750,00 21.250,00
2,500 Kg Portland Semen 962,50 975,00 2.406,25 2.437,50
1,200 Lbr Seng Gelombang 3" - 5" 65.000,00 67.000,00 78.000,00 80.400,00
0,005 m3 Pasir beton 120.000,00 135.000,00 600,00 675,00
0,009 m3 Koral Beton 120.000,00 130.000,00 1.080,00 1.170,00
0,072 m3 Kayu 5/7 x 4m Kayu Kruing 58.800,00 67.200,00 4.233,60 4.838,40
0,060 Kg Paku biasa 2" - 5" 15.000,00 16.000,00 900,00 960,00
0,450 Kg Meni besi 13.000,00 18.000,00 5.850,00 8.100,00

Tenaga 20.990,00 22.500,00


0,200 OH Tukang kayu 37.000,00 40.000,00 7.400,00 8.000,00
0,400 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 12.000,00 12.800,00
0,020 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 840,00 900,00
0,020 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 750,00 800,00

1,000 m' Pengukuran dan Pemasangan boeplank 82.607,50 89.770,00


Bahan 75.300,00 81.920,00
0,012 m3 Kayu 5/7 x 4 m Kayu kruing 3.800.000,00 4.000.000,00 45.600,00 48.000,00
0,020 Kg Paku Biasa 2" - 5" 15.000,00 16.000,00 300,00 320,00
0,007 m3 Kayu papan 3/20 Kruing 4.200.000,00 4.800.000,00 29.400,00 33.600,00

Tenaga 7.307,50 7.850,00


0,100 OH Tukang kayu 37.000,00 40.000,00 3.700,00 4.000,00
0,100 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 3.000,00 3.200,00
0,010 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 420,00 450,00
0,005 OH Mandor 37.500,00 10.000,00 187,50 200,00

1,000 m2 Pembuatan Kantor sementara 471.047,50 518.445,00


Bahan 285.072,50 318.945,00
1,250 Batang Kayu Dolken diameter 8-10 / 4m 15.000,00 17.000,00 18.750,00 21.250,00
0,180 m3 Kayu 650.000,00 750.000,00 117.000,00 135.000,00
0,850 Kg Paku Biasa 2" - 5" 15.000,00 16.000,00 12.750,00 13.600,00
1,100 Kg Besi strip 14.000,00 14.200,00 15.400,00 15.620,00
35,000 Kg Portland Semen 962,50 975,00 33.687,50 34.125,00
0,150 m3 Pasir pasang 100.000,00 135.000,00 15.000,00 20.250,00
0,100 m3 Pasir Beton 120.000,00 135.000,00 12.000,00 13.500,00
0,150 m3 Koral Beton 120.000,00 130.000,00 18.000,00 19.500,00
30,000 buah Batu bata merah 330,00 360,00 9.900,00 10.800,00
0,250 Lbr Seng plat 18.000,00 19.000,00 4.500,00 4.750,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

2,000 buah Jendela Nako 7.000,00 7.500,00 14.000,00 15.000,00


0,080 m2 Kaca Polos 45.000,00 50.000,00 3.600,00 4.000,00
0,150 buah Kunci tanam 45.000,00 50.000,00 6.750,00 7.500,00
0,300 buah Engsel 2.250,00 2.500,00 675,00 750,00
0,060 Lbr Plywood 4mm 51.000,00 55.000,00 3.060,00 3.300,00

Tenaga 185.975,00 199.500,00


2,000 OH Tukang kayu 37.000,00 40.000,00 74.000,00 80.000,00
1,000 OH Tukang batu 37.500,00 40.000,00 37.500,00 40.000,00
2,000 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 60.000,00 64.000,00
0,300 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 12.600,00 13.500,00
0,050 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.875,00 2.000,00

1,000 m2 Pembersihan Lapangan dan pemerataan 4.875,00 5.200,00


Tenaga 4.875,00 5.200,00
0,100 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 3.000,00 3.200,00
0,050 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.875,00 2.000,00

002 Pekerjaan Tanah


1,000 m3 Galian tanah biasa sedalam 1 m 23.437,50 25.000,00
Tenaga 23.437,50 25.000,00
0,400 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 22.500,00 24.000,00
0,040 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 937,50 1.000,00

1,000 m3 Urugan Kembali 7.600,00 8.400,00


Tenaga 7.600,00 8.400,00
0,192 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 22.500,00 24.000,00
0,019 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 937,50 1.000,00

1,000 m3 Pemadatan Tanah 16.875,00 18.000,00


Tenaga 16.875,00 18.000,00
0,500 OH Pekerjaa 30.000,00 32.000,00 15.000,00 16.000,00
0,050 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.875,00 2.000,00

1,000 m3 Urugan Pasir 81.375,00 106.000,00


Bahan 72.000,00 96.000,00
1,200 m3 Pasir Urug 60.000,00 80.000,00 72.000,00 96.000,00

Tenaga 9.375,00 10.000,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 9.000,00 9.600,00
0,010 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 375,00 400,00

1,000 m3 Urugan Pasir Sirtu 104.437,50 117.000,00


Bahan 96.000,00 108.000,00
1,200 m3 Sirtu 80.000,00 90.000,00 96.000,00 108.000,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

Tenaga 8.437,50 9.000,00


0,250 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 7.500,00 8.000,00
0,025 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 937,50 1.000,00

003 Pekerjaan Pondasi


1,000 m3 Pasangan Pondasi batu kali 1 Pc : 3 Ps 447.757,50 484.125,00
Bahan 374.925,00 406.425,00
1,100 m3 Batu belah 15 / 20 110.000,00 120.000,00 132.000,00 144.000,00
202,000 Kg Portland semen 962,50 975,00 194.425,00 196.950,00
0,485 m3 Pasir 100.000,00 135.000,00 48.500,00 65.475,00

Tenaga 72.832,50 77.700,00


1,500 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 45.500,00 48.000,00
0,600 OH Tukang batu 37.500,00 40.000,00 22.500,00 24.000,00
0,060 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 2.520,00 2.700,00
0,075 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 2.812,50 3.000,00

004 Pekerjaan dinding


1,000 m2 Pasangan batu merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 3 Ps 54.663,63 59.260,75
Bahan 40.931,13 44.610,75
70,000 buah Bata merah 5 x 11 x 22 330,00 360,00 23.100,00 25.200,00
14,370 Kg Portland Semen 962,50 975,00 13.831,13 14.010,75
0,040 m3 Pasir pasang 100.000,00 135.000,00 4.000,00 5.400,00

Tenaga 13.732,50 14.650,00


0,320 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 9.000,00 9.600,00
0,100 OH Tukang batu 35.000,00 35.000,00 3.750,00 4.000,00
0,010 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 420,00 450,00
0,015 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 562,50 600,00

1,000 m2 Pasangan Batu merah tebal 1/2 bata 1 Pc : 3 Kp : 10 Ps 48.863,75 53.912,50


Bahan 35.131,25 39.252,50
70,000 Buah Bata merah 5 x 11 x 22 330,00 360,00 23.100,00 25.200,00
4,500 Kg Portland Semen 962,00 975,00 4.331,25 4.387,50
0,050 m3 Pasir pasang 100.000,00 135.000,00 5.000,00 6.750,00
0,015 m3 Kapur padang 180.000,00 195.000,00 2.700,00 2.925,00

Tenaga 13.732,50 14.650,00


0,320 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 9.000,00 9.600,00
0,100 OH Tukang batu 37.500,00 40.000,00 3.750,00 4.000,00
0,010 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 420,00 450,00
0,015 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 562,50 600,00

005 Pekerjaan Plesteran


1,000 m2 Plesteran 1 Pc : 3Ps: Tebal 15 mm 22.414,40 24.161,60
Bahan 9.784,40 10.686,60
6,480 Kg Porland semen 962,50 975,00 7.484,40 7.581,60
0,019 m3 Pasir Pasang 10.000,00 135.000,00 2.300,00 3.105,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

0,200 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 7.800,00 8.320,00


0,150 OH Tukang Batu 37.500,00 40.000,00 7.500,00 8.000,00
0,0015 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 840,00 900,00
0,010 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 487,50 520,00

1,000 m2 Plesteran Skoning 1Pc : 2 Ps 19.449,75 21.096,50


Bahan 1.781,25 2.242,50
0,500 Kg Portland Semen 737,50 975,00 481,25 487,50
0,002 m3 Pasir Pasang 90.000,00 135.000,00 1.300,00 1.755,00

Tenaga 17.668,50 18.854,00


0,057 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 1.710,00 1.824,00
0,038 OH Tukang Batu 37.500,00 40.000,00 14.250,00 15.200,00
0,038 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.596,00 1.710,00
0,002 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 112,50 120,00

006 Pekerjaan Beton


1,000 m3 Membuat beton tumbuk 1 Pc : 3 Ps : 5 Kr 403.350,00 465.560,00
Bahan 353.675,00 411.600,00
218,000 Kg Portland Semen 737,50 800,00 160.755,00 174.400,00
0,520 m3 Pasir beton 120.000,00 155.000,00 62.400,00 80.600,00
0,870 m3 Koral beton 150.000,00 180.000,00 130.500,00 156.600,00

Tenaga 49.675,00 53.960,00


1,650 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 37.125,00 41.250,00
0,250 OH Tukang Batu 35.000,00 35.000,00 8.750,00 8.750,00
0,025 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 1.000,00 1.000,00
0,080 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 2.800,00 2.960,00

1,000 m2 Membuat Lantai kerja Beton tumbuk 1 Pc : 3 PC : 5 Kr tebal 5 cm 605.248,57 629.559,64


Bahan 542.323,57 562.434,64
10,000 Kg Portland Semen 962,50 975,00 390.775,00 395.800,00
0,028 m3 Pasir beton 85,71 96,43 58.628,57 65.957,14
0,044 m3 Koral beton 88,89 96,30 91.200,00 98.800,00

Tenaga 62.925,00 67.125,00


1,150 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 49.500,00 52.800,00
0,020 OH Tukang Batu 37.500,00 40.000,00 9.375,00 10.000,00
0,002 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.050,00 1.125,00
0,006 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 3.000,00 3.200,00

1,000 Kg Pembesian dengan besi polos atau ulir 130.194,00 136.015,00


Bahan 125.025,00 130.500,00
1,050 Kg Besi beton ( polos/ulir ) 11.700,00 12.200,00 122.850,00 128.100,00
0,015 Kg Kawat beton 14.500,00 16.000,00 2.175,00 2.400,00

Tenaga 5.169,00 5.515,00


0,007 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 2.100,00 2.240,00
0,007 OH Tukang besi 37.500,00 40.000,00 2.625,00 2.800,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

0,0007 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 294,00 315,00


0,0003 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 150,00 160,00

1,000 m2 Pasang Bekisting untuk Pondasi 54.467,00 61.400,00


Bahan 27.180,00 32.150,00
0,040 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 21.000,00 25.600,00
0,300 Kg Paku biasa 2" - 5" 15.000,00 16.000,00 4.500,00 4.800,00
0,100 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 1.680,00 1.750,00

Tenaga 27.287,00 29.250,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 15.600,00 16.640,00
0,260 OH Tukang Kayu 37.000,00 40.000,00 9.620,00 10.400,00
0,026 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.092,00 1.170,00
0,005 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 975,00 1.040,00

1,000 m2 Pasang Bekisting untuk Sloof 57.092,00 64.600,00


Bahan 29.805,00 35.350,00
0,045 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 23.625,00 28.800,00
0,300 Kg Paku biasa 2" - 5" 15.000,00 16.000,00 4.500,00 4.800,00
0,100 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 1.680,00 1.750,00

Tenaga 27.287,00 29.250,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 15.600,00 16.640,00
0,260 OH Tukang Kayu 37.000,00 40.000,00 9.620,00 10.400,00
0,026 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.092,00 1.170,00
0,005 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 975,00 1.040,00

1,000 m2 Pasang Bekisting kolom 206.993,50 229.375,00


Bahan 172.360,00 192.250,00
0,040 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 21.000,00 25.600,00
0,400 Kg Paku biasa 2"-5" 15.000,00 16.000,00 6.000,00 6.400,00
0,200 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 3.360,00 3.500,00
0,015 m3 Balok kayu 4.200.000,00 4.800.000,00 63.000,00 72.000,00
0,350 Lbr Playwood tebal 9 mm 140.000,00 145.000,00 49.000,00 50.750,00
2,000 Batang Dolken Kayu dalam daimeter 8-10 cm/4 m 15.000,00 17.000,00 30.000,00 34.000,00

Tenaga 34.633,50 37.125,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 19.800,00 21.120,00
0,330 OH Tukang Kayu 37.000,00 40.000,00 12.210,00 13.200,00
0,033 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.386,00 1.485,00
0,006 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.237,50 1.320,00

1,000 m2 Pasangan bekisting untuk balok 219.593,50 243.775,00


Bahan 172.360,00 206.650,00
0,040 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 21.000,00 25.600,00
0,400 Kg Paku biasa 2"-5" 15.000,00 16.000,00 6.000,00 6.400,00
0,200 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 3.360,00 3.500,00
0,015 m3 Balok kayu 4.200.000,00 4.800.000,00 75.600,00 72.000,00
0,350 Lbr Playwood tebal 9 mm 140.000,00 145.000,00 49.000,00 50.750,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

2,000 Batang Dolken Kayu dalam daimeter 8-10 cm/4 m 15.000,00 17.000,00 30.000,00 34.000,00

Tenaga 34.633,50 37.125,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 19.800,00 21.120,00
0,330 OH Tukang Kayu 37.500,00 40.000,00 12.210,00 13.200,00
0,033 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.386,00 1.485,00
0,060 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.237,50 1.320,00

1,000 m2 Pekerjaan bekisting untuk plat lantai 266.993,50 297.375,00


Bahan 232.360,00 260.250,00
0,040 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 21.000,00 25.600,00
0,400 Kg Paku biasa 2"-5" 15.000,00 16.000,00 6.000,00 6.400,00
0,200 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 3.360,00 3.500,00
0,015 m3 Balok kayu borneo 4.200.000,00 4.800.000,00 63.000,00 72.000,00
0,350 Lbr Playwood tebal 9 mm 140.000,00 145.000,00 49.000,00 50.750,00
6,000 Batang Dolken Kayu dalam daimeter 8-10 cm/4 m 15.000,00 17.000,00 90.000,00 102.000,00

Tenaga 34.633,50 37.125,00


0,300 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 19.800,00 21.120,00
0,330 OH Tukang Kayu 37.000,00 40.000,00 12.210,00 13.200,00
0,033 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.386,00 1.485,00
0,006 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.237,50 1.320,00

1,000 m2 Pasangan bekisting untuk tangga 200.903,50 222.100,00


Bahan 166.270,00 184.975,00
0,030 m3 Kayu Terentang 525.000,00 640.000,00 15.750,00 19.200,00
0,400 Kg Paku biasa 2"-5" 15.000,00 16.000,00 6.000,00 6.400,00
0,150 Ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 2.520,00 2.625,00
0,015 m3 Balok kayu borneo 4.200.000,00 4.800.000,00 63.000,00 72.000,00
0,350 Lbr Playwood tebal 9 mm 140.000,00 145.000,00 49.000,00 50.750,00
2,000 Batang Dolken Kayu dalam daimeter 8-10 cm/4 m 15.000,00 17.000,00 30.000,00 34.000,00

Tenaga 34.633,50 37.125,00


0,320 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 19.800,00 21.120,00
0,330 OH Tukang Kayu 37.000,00 40.000,00 12.210,00 13.200,00
0,033 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.386,00 1.485,00
0,006 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.237,50 1.320,00

1,000 m3 Membuat Tangga beton bertulang (200 Kg besi) + bekisting 4.512.883,50 4.801.555,00
Bahan 4.199.510,00 4.465.500,00
0,250 m3 Kayu terentang 525.000,00 640.000,00 131.250,00 160.000,00
3,000 Kg Paku biasa 2"-5" 15.000,00 16.000,00 45.000,00 48.000,00
1,200 ltr Minyak bekisting 16.800,00 17.500,00 20.160,00 21.000,00
200,000 Kg Besi beton polos 11.700,00 12.200,00 2.457.000,00 2.562.000,00
300,000 Kg Kawat beton 14.500,00 16.000,00 43.500,00 48.000,00
323,000 Kg Portland Semen 962,50 975,00 323.400,00 327.600,00
0,520 m3 Pasir beton 120.000,00 135.000,00 64.800,00 72.900,00
0,780 m3 Koral beton 140.000,00 150.000,00 113.400,00 121.500,00
0,105 m3 Kayu balok 4.200.000,00 4.800.000,00 441.000,00 504.000,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

2,500 Lbr Plywood 9 mm 140.000,00 145.000,00 350.000,00 362.500,00


14,000 Btg Dolken diameter 8/ 4 mm 15.000,00 17.000,00 210.000,00 238.000,00

Tenaga 313.373,50 336.055,00


5,600 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 169.500,00 180.800,00
0,350 OH Tukang batau 37.000,00 40.000,00 10.175,00 11.000,00
2,300 OH Tukang kayu 37.000,00 40.000,00 57.720,00 62.400,00
1,400 OH Tukang besi 37.000,00 40.000,00 51.800,00 56.000,00
0,450 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 13.566,00 14.535,00
0,202 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 10.612,50 11.320,00

1,000 m3 Pembuatan beton dengan mutu K-225 646.150,00 728.250,00


Bahan 461.650,00 528.150,00
388,000 Kg Portland Semen 737,50 800,00 286.150,00 310.400,00
0,650 m3 Pasir beton 120.000,00 155.000,00 78.000,00 100.750,00
0,650 m3 Koral beton 150.000,00 180.000,00 97.500,00 117.000,00

Tenaga 184.500,00 200.100,00


6,000 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 135.000,00 150.000,00
1,000 OH Tukang batu 35.000,00 35.000,00 35.000,00 35.000,00
0,100 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 4.000,00 4.000,00
0,300 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 10.500,00 11.100,00

007 Pekerjaan Penutup Atap


1,000 m2 Pasang Atap Genteng Plentong Super/Besar 37.195,00 54.386,00
Bahan 31.200,00 48.000,00
12,000 buah Genteng plentong super/besar 2.600,00 4.000,00 31.200,00 48.000,00

Tenaga 5.995,00 6.386,00


0,150 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 3.375,00 3.750,00
0,060 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 2.100,00 2.100,00
0,006 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 240,00 240,00
0,008 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 280,00 296,00

1,000 m' Pasang nok Genteng Plentong super/besar 19.750,00 25.985,00


Bahan 19.750,00 25.985,00
3,500 buah Nok Genteng plentong super/besar 2.500,00 3.750,00 8.750,00 13.125,00
0,050 Kg Paku biasa 2" - 5" 7.500,00 14.000,00 375,00 700,00
10,800 Kg Portland Semen 737,50 800,00 7.965,00 8.640,00
0,032 m3 Pasir pasang 90.000,00 110.000,00 2.880,00 3.520,00
1,000 Kg Semen Warna 7.000,00 8.000,00 7.000,00 8.000,00

Tenaga 17.500,00 19.540,00


0,400 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 9.000,00 10.000,00
0,020 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 7.000,00 7.000,00
0,020 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 800,00 800,00
0,020 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 700,00 740,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

008 Pekerjaan Langit-langit


1,000 m2 Langit-langit Asbes (1 x 1)m tebal 3,2 mm Rangka Kruing 80.325,00 88.603,00
0,012 m' Kayu 4.400.000,00 5.000.000,00 52.800,00 60.000,00
0,060 Kg Paku biasa 2"-5" 7.500,00 14.000,00 450,00 840,00
1,100 Lbr Asbes (1x1) m 9.300,00 9.500,00 10.230,00 10.450,00

Tenaga 16.845,00 17.313,00


0,180 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 4.050,00 4.500,00
0,320 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 11.200,00 11.200,00
0,032 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 1.280,00 1.280,00
0,009 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 315,00 333,00

009 Pekerjaan Sanitasi


1,000 Unit Memasang Kloset jonkok porselin 178.425,00 232.670,00
Bahan 52.825,00 1.045.900,00
1,000 buah Kloset jongkok 47.500,00 100.000,00 47.500,00 100.000,00
6,000 Kg Portland Semen 737,50 800,00 4.425,00 4.800,00
0,010 m3 Pasir urug 90.000,00 110.000,00 900,00 1.100,00

Tenaga 125.600,00 126.670,00


1,000 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 7.500,00 8.250,00
1,500 OH Tukang batu 35.000,00 35.000,00 52.500,00 52.500,00
1,500 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 60.000,00 60.000,00
0,160 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 5.600,00 5.920,00

1,000 m' Pekerjaan pipa PVC type AW 3" 16.501,83 24.824,76


Bahan 9.945,83 17.423,55
1,200 m' Pipa PVC 6.416,67 11.241,00 7.700,00 13.489,20
0,350 Perlengkapan 35% harga pipa 6.416,67 11.241,00 2.245,83 3.934,35

Tenaga 6.556,00 7.401,20


0,081 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 1.822,50 2.025,00
0,135 OH Tukang Ledeng 37.500,00 40.000,00 4.050,00 4.725,00
0,014 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 540,00 540,00
0,004 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 143,50 151,70

010 Pekerjaan Besi dan Baja


1,000 Kg Pasang rangka atap Baja 20.802,00 21.615,00
Bahan 16.387,50 16.905,00
1,100 Kg Besi profil IWF 11.250,00 14.700,00 16.387,50 16.905,00
0,080 Kg Meni Besi 11.000,00 14.000,00 880,00 1.120,00

Tenaga 4.414,50 4.710,00


0,060 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 1.800,00 1.920,00
0,006 OH Tukang besi 37.500,00 40.000,00 2.250,00 2.400,00
0,006 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 252,00 270,00
0,0003 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 112,50 120,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

011 Pekerjaan Kunci dan kaca


1 buah Pasangan Kunci Tanam Biasa 48.300,00 53.335,00
Bahan 30.000,00 35.000,00
1 Buah Kunci Tanam 30.000,00 35.000,00 30.000,00 35.000,00

Tenaga 18.300,00 18.335,00


0,01 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 225,00 250,00
0,5 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 17.500,00 17.500,00
0,010 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 400,00 400,00
0,0050 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 175,00 185,00

1 buah Pasang Engsel Pintu 10.913,75 12.262,75


Bahan 4.700,00 6.000,00
1 buah Engsel Pintu 4.700,00 6.000,00 4.700,00 6.000,00

Tenaga 6.213,75 6.252,75


0,015 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 337,50 375,00
0,15 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 5.250,00 5.250,00
0,015 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 600,00 600,00
0,00075 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 28,25 27,75

1,000 buah Pasang Engsel Jendela 6.600,00 8.335,00


Bahan 2.300,00 4.000,00
1,000 buah Engsel Jendela 2.300,00 4.000,00 2.300,00 4.000,00

Tenaga 4.300,00 4.335,00


0,010 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 225,00 250,00
0,100 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 3.500,00 3.500,00
0,010 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 400,00 400,00
0,00500 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 175,00 180,00

1,000 buah Pasang Kait Angin 8.213,75 9.252,75


Bahan 2.000,00 3.000,00
1,000 buah Kait Angin 2.000,00 3.000,00 2.000,00 3.000,00

Tenaga 6.213,75 6.252,75


0,015 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 337,50 375,00
0,150 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 5.250,00 5.250,00
0,015 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 600,00 600,00
0,00075 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 26,25 27,75

1,000 m2 Pasang Kaca tebal 5 mm 61.211,88 78.815,25


Bahan 55.000,00 72.000,00
1,100 m2 Kaca tebal 5 mm 50.000,00 66.000,00 55.000,00 72.000,00

Tenaga 6.211,88 6.251,25


0,015 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 337,50 375,00
0,150 OH Tukang Kayu 35.000,00 35.000,00 5.250,00 5.250,00
0,015 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 600,00 600,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

0,00075 OH Mandor 32.500,00 35.000,00 24,38 26,25

012 Pekerjaan Keramik


1,000 m2 Pasang Lantai Keramik 20 x 20 Cm 91.892,73 105.208,18
Bahan 57.747,73 68.593,18
25,000 buah Ubin Keramik 20 x 20 Cm 2.727,27 3.181,82 32.372,73 37.768,18
11,380 Kg Portland Semen 962,50 975,00 9.625,00 9.750,00
0,042 m3 Pasir Pasang 100.000,00 135.000,00 4.500,00 6.075,00
1,500 Kg Semen warna 7.500,00 10.000,00 11.250,00 15.000,00

Tenaga 34.145,00 36.615,00


0,620 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 18.600,00 19.840,00
0,350 OH Tukang Kayu 37.500,00 40.000,00 12.950,00 14.000,00
0,035 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.470,00 1.575,00
0,03000 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.125,00 1.200,00

1,000 m2 Pasang Lantai Keramik 30 x 30 Cm 91.892,73 105.208,18


Bahan 57.747,73 68.593,18
11,000 buah Keramik 30 x 30 Cm 2.727,27 3.181,82 32.372,73 37.768,18
11,380 Kg Portland Semen 962,50 975,00 9.625,00 9.750,00
0,042 m3 Pasir Pasang 100.000,00 135.000,00 4.500,00 6.075,00
1,500 Kg Semen warna 7.500,00 10.000,00 11.250,00 15.000,00

Tenaga 28.650,00 30.260,00


0,620 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 13.950,00 15.500,00
0,350 OH Tukang Kayu 37.500,00 40.000,00 12.250,00 12.250,00
0,035 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.400,00 1.400,00
0,03000 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.050,00 1.110,00

1,000 m2 Pasang Dinding Keramik 20 x 20 Cm 87.571,25 106.302,50


Bahan 49.681,25 65.877,50
25,000 buah Ubin Keramik 20 x 20 Cm 920,00 1.320,00 24.380,00 34.980,00
9,300 Kg Portland Semen 962,50 975,00 8.951,25 9.067,50
0,018 m3 Pasir Pasang 100.000,00 135.000,00 1.800,00 2.430,00
1,500 Kg Semen warna 7.500,00 10.000,00 14.550,00 19.400,00

Tenaga 37.890,00 40.425,00


0,600 OH Pekerja 30.000,00 32.000,00 18.000,00 19.200,00
0,450 OH Tukang Kayu 37.500,00 40.000,00 16.875,00 18.000,00
0,045 OH Kepala Tukang 42.000,00 45.000,00 1.890,00 2.025,00
0,03000 OH Mandor 37.500,00 40.000,00 1.125,00 1.200,00

013 Pekerjaan Pengecatan


1,000 m2 Pengecatan bidang kayu baru ( 1 lapis plamir) 13.162,50 15.837,50
1 Lap. Cat dasar dan 2 lapis cat penutup
Bahan 10.990,00 13.440,00
0,200 Kg Cat meni 11.000,00 14.000,00 2.200,00 2.800,00
0,150 Kg Plamir 8.000,00 14.000,00 1.200,00 2.100,00
0,170 Kg Cat dasar 11.000,00 12.000,00 1.870,00 2.040,00

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

0,260 Kg Cat Penutup 2 kali 22.000,00 25.000,00 5.720,00 6.500,00

Tenaga 2.172,50 2.397,50


0,070 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 1.575,00 1.750,00
0,009 OH Tukang cat 30.000,00 35.000,00 270,00 315,00
0,006 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 240,00 240,00
0,00250 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 87,50 92,50

1,000 m2 Pengecatan Tembok baru (1 lapis plamir) 18.919,50 22.614,50


1 Lap. Cat dasar, 2 lapis cat penutup
Bahan 16.240,00 19.565,00
0,100 Kg Plamir 4.000,00 24.750,00 400,00 2.475,00
0,100 Kg Cat dasar 18.000,00 24.000,00 1.800,00 2.400,00
0,260 Kg Cat penutup 2 Kali 54.000,00 56.500,00 14.040,00 14.690,00

Tenaga 2.679,50 3049,5


0,020 OH Pekerja 22.500,00 25.000,00 450,00 500,00
0,063 OH Tukang cat 30.000,00 35.000,00 1.890,00 2.205,00
0,006 OH Kepala Tukang 40.000,00 40.000,00 252,00 252,00
0,00250 OH Mandor 35.000,00 37.000,00 87,50 92,50

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

BILL OF QUANTITY ( BQ )

KEGIATAN : PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA


DIBALAILATIHANKERJAINDONESIASEMARANG
PEKERJAAN:PEMBANGUNANGEDUNGASRAMA
LOKASI:BALAILATIHANKERJAINDONESIASEMARANG
Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang
TAHUN ANGGARAN : 2008

NO URAIAN PEKERJAAN SAT. VOL HARGA SATUAN JUMLAH JUMLAH TOTAL


Rp. Rp. Rp.

PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA BLKI

I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan lahan M 1.200,00 5.200,00 6.240.000,00
2 Pemasangan bowplank M 160,00 89.770,00 14.363.200,00
4 Pagar sementara M 160,00 134.230,90 21.476.944,00
5 Dokumentasi Ls 1,00 300.000,00 300.000,00
6 Asuransi Ls 1,00 35.000.000,00 35.000.000,00
7 Keamanan Ls 1,00 6.000.000,00 6.000.000,00
8 Air kerja / listrik kerja tk 1,00 3.000.000,00 3.000.000,00
9 Barak kerja & gudang Ls 1,00 435.487,50 435.487,50
10 IMB Ls 1,00 2.500.000,00 2.500.000,00
11 Administrasi Ls 1,00 5.000.000,00 5.000.000,00
94.315.631,50
II PEKERJAAN TANAH
1 Galian tanah biasa M 372,00 23.437,50 8.718.750,00
2 Urugan pasir M 231,54 81.375,00 18.841.567,50
3 Urugan tanah kembali M 124,00 8.000,00 992.000,00
28.552.317,50
III PEKERJAAN PONDASI
1 Pondasi mini pile bh 1.170,00 210.000,00 245.700.000,00
2 Pondasi poer
a. beton K-300 M 307,20 611.284,48 187.786.592,26
b. besi tulangan kg 40.052,00 13.019,40 521.453.008,80
c. Bekisting M 204,80 54.467,00 11.154.841,60
3 Tie beam
a. beton K-300 M 64,40 611.284,48 39.363.664,09
b. Besi tulangan
U-24 kg 5.493,80 13.019,40 71.525.979,72
U-39 kg 6.029,28 13.019,40 78.497.608,03
c. Bekisting M 429,30 57.092,00 24.509.595,60
1.179.991.290,10

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

A Lantai 1
1 Kolom
a. beton K-300 M 31,36 611.284,48 19.169.881,29
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.159,04 13.019,40 41.128.805,38
U-39 kg 9.707,52 13.019,40 126.386.085,89
c. Bekisting M 358,40 206.993,00 74.186.291,20
2 Plat lantai kerja ready mix M 120,00 611.284,48 73.354.137,60
5 Tangga
a. beton K-300 M 7,07 611.284,48 4.323.126,10
b. Besi tulangan
U-24 kg 71,10 13.019,40 925.679,34
U-39 kg 706,58 13.019,40 9.199.247,65
c. Bekisting M 36,88 200.903,00 7.409.302,64
356.082.557,09
B Lantai 2
1 Kolom
a. beton K-300 M 31,36 611.284,48 19.169.881,29
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.159,04 13.019,40 41.128.805,38
U-39 kg 9.707,52 13.019,40 126.386.085,89
c. Bekisting M 358,40 206.993,00 74.186.291,20
2 Plat lantai M
a. beton K-300 M 151,00 611.284,48 92.303.956,48
b. Besi tulangan kg 1.919,76 13.019,40 24.994.123,34
c. Bekisting M 971,96 266.993,00 259.506.516,28
3 Balok
a. beton K-300 M 74,93 611.284,48 45.803.546,09
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.437,80 13.019,40 44.758.093,32
U-39 kg 7.015,20 13.019,40 91.333.694,88
c. Bekisting M 532,80 219.593,00 116.999.150,40
4 Tangga
a. beton K-300 M 7,07 611.284,48 4.323.126,10
b. Besi tulangan
U-24 kg 71,10 13.019,40 925.679,34
U-39 kg 706,58 13.019,40 9.199.247,65
c. Bekisting M 36,88 200.903,00 7.409.302,64
958.427.500,28
C Lantai 3
1 Kolom
a. beton K-300 M 31,36 611.284,48 19.169.881,29
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.159,04 13.019,40 41.128.805,38
U-39 kg 9.707,52 13.019,40 126.386.085,89

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

2 Plat lantai M
a. beton K-300 M 151,00 611.284,48 92.303.956,48
b. Besi tulangan kg 1.919,76 13.019,40 24.994.123,34
c. Bekisting M 971,96 266.993,00 259.506.516,28
3 Balok
a. beton K-300 M 74,93 611.284,48 45.803.546,09
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.437,80 13.019,40 44.758.093,32
U-39 kg 7.015,20 13.019,40 91.333.694,88
c. Bekisting M 532,80 219.593,00 116.999.150,40
4 Tangga
a. beton K-300 M 7,07 611.284,48 4.323.126,10
b. Besi tulangan
U-24 kg 71,10 13.019,40 925.679,34
U-39 kg 706,58 13.019,40 9.199.247,65
c. Bekisting M 36,88 200.903,00 7.409.302,64
958.427.500,28
D Lantai 4
1 Kolom
a. beton K-300 M 31,36 611.284,48 19.169.881,29
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.159,04 13.019,40 41.128.805,38
U-39 kg 9.707,52 13.019,40 126.386.085,89
c. Bekisting M 358,40 206.993,00 74.186.291,20
2 Plat lantai M
a. beton K-300 M 151,00 611.284,48 92.303.956,48
b. Besi tulangan kg 1.919,76 13.019,40 24.994.123,34
c. Bekisting M 971,96 266.993,00 259.506.516,28
3 Balok
a. beton K-300 M 74,93 611.284,48 45.803.546,09
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.437,80 13.019,40 44.758.093,32
U-39 kg 7.015,20 13.019,40 91.333.694,88
c. Bekisting M 532,80 219.593,00 116.999.150,40
4 Tangga
a. beton K-300 M 7,07 611.284,48 4.323.126,10
b. Besi tulangan
U-24 kg 71,10 13.019,40 925.679,34
U-39 kg 706,58 13.019,40 9.199.247,65
c. Bekisting M 36,88 200.903,00 7.409.302,64
958.427.500,28
E Lantai 5
1 Kolom
a. beton K-300 M 23,70 611.284,48 14.487.442,18
b. Besi tulangan
U-24 K1 kg 49,36 13.019,40 642.637,58
K2 kg 29,62 13.019,40 385.634,63
U-39 K1 kg 758,40 13.019,40 9.873.912,96
K2 kg 5.966,08 13.019,40 77.674.781,95

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

2 Plat lantai M
a. beton K-300 M 149,55 611.284,48 91.417.593,98
b. Besi tulangan kg 1.919,76 13.019,40 24.994.123,34
c. Bekisting M 971,96 266.993,00 259.506.516,28
3 Balok
a. beton K-300 M 13,40 611.284,48 8.191.212,03
b. Besi tulangan
U-24 kg 3.437,80 13.019,40 44.758.093,32
U-39 kg 7.015,20 13.019,40 91.333.694,88
c. Bekisting M 532,80 219.593,00 116.999.150,40
4 Ring balk
a. beton K-300 M 35,70 611.284,48 21.822.855,94
b. Besi tulangan
U-24 RB1 kg 1.869,87 13.019,40 24.344.585,48
RB2 kg 58,07 13.019,40 756.036,56
U-39 RB1 kg 4.360,80 13.019,40 56.774.999,52
RB2 kg 110,60 13.019,40 1.439.945,64
c. Bekisting M 35,70 243.775,00 8.702.767,50
918.522.205,77
V PEKERJAAN ATAP
1 Rangka kuda-kuda baja kg 34.360,90 20.802,00 714.775.441,80
2 Multiroof M 1.200,00 119.786,00 143.743.200,00
858.518.641,80
VI PEKERJAAN KERAMIK M 2.775,00 91.892,00 255.000.300,00
255.000.300,00
VII PEKERJAAN PLAFOND M 5.760,00 26.642,00 153.457.920,00
153.457.920,00
VIII PEKERJAAN LAIN-LAIN
1 Pemasangan lift Ls 1,00 250.000.000,00 250.000.000,00
250.000.000,00

TOTAL 6.969.723.364,59

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

REKAPITULASI BQ

KEGIATAN : PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA


DIBALAILATIHANKERJAINDONESIASEMARANG
PEKERJAAN :PEMBANGUNANGEDUNGASRAMA
LOKASI :BALAILATIHANKERJAINDONESIASEMARANG
:JL.SidodadiTimurNo.24SEMARANG
TAHUN ANGGARAN : 2008

NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH TOTAL


Rp.

PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA BLKI


I PEKERJAAN PERSIAPAN 94.315.631,50
II PEKERJAAN TANAH 28.552.317,50
III PEKERJAAN PONDASI 1.179.991.290,10
IV PEKERJAAN LANTAI 1 356.082.557,09
V PEKERJAAN LANTAI 2 958.427.500,28
VI PEKERJAAN LANTAI 3 958.427.500,28
VII PEKERJAAN LANTAI 4 958.427.500,28
VIII PEKERJAAN LANTAI 5 918.522.205,77
IX PEKERJAAN ATAP 858.518.641,80
X PEKERJAAN LANTAI 255.000.300,00
XI PEKERJAAN PLAFOND 153.457.920,00
XII PEKERJAAN LAIN-LAIN 250.000.000,00

JUMLAH 6.969.723.364,59
Jasa Kontraktor 10% 696.972.336,46

JUMLAH TOTAL 7.666.695.701,05


PEMBULATAN 7.666.695.700,00

Terbilang: Tujuh miliar enam ratus enam puluh enam juta enam ratus sembilan
puluh lima ribu tujuh ratus rupiah

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

5.4 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN

A. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Pagar Proyek

Panjang = 40+20+20+10+10+20+20+20 = 160 m

2. Pembersihan Lokasi

Luas = (40x20)+(20x20) = 1200 m2

3. Pemasangan Bouwplank

Panjang = 40+20+20+10+10+20+20+20 = 160 m

B. PEKERJAAN TANAH

1. Galian tanah biasa

{(2m x 3m x 0,8m) x 64} + (0,3m x 0,45m x 477m) = 372 m3

2. Urugan tanah

(1/3 x galian tanah) = (1/3 x 372 m3) = 124 m3

C. PEKERJAAN PONDASI

1. Pile cap

Volume beton = (2m x 3m x 0,8m) x 64 = 307,2 m3

Tulangan arah x = 13 x 10 x 64 = 8320 m x 2,98 = 24793,6 kg

arah y = 8 x 10 x 64 = 5120 m x 2,98 = 15257,6 kg

Bekisting = {(4 x 0,8) x 64 = 204,8 m2

2. Tie beam

Volume beton = (0,3m x 0,45m) x 477 m = 64,4 m3

Tulangan pokok D 16 = 8 x 477 = 3816 m x 1,58 = 6029,28 kg

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

Beugel =

{(2 0,3) + (2 0,45) + (2 0,05)} 0,617 = 3139,3 kg


477
0,15

{(2 0,3) + (2 0,45) + (2 0,05)} 0,617 = 2354,5 kg


477
=
0,2

Bekisting = {(2 x 0,45) x 477 = 429,3 m2

3. Plat lantai kerja

Volume beton = (40m x20)+( 20m x20) x 0,1m = 120 m3

D. PEKERJAAN BETON LANTAI 2, 3, 4

1. Kolom (K1)

Volume beton = (4m x0,35m x 0,35m) x 64 = 31,36 m3

Tulangan = 24 x 4m x 64 = 6144 m x 1,58 = 9707,52 kg

{(0,35 4) + (2 0,05)} 0,617 64 = 3159,04 kg


4
=
0,075

Bekisting = {(4 x 0,35 x 4m) x 64 = 358,4 m2

2. Tangga

Volume beton = {(3,86 x0,15x2,35) x

2}+(1,78x0,15x4,85)+{(0,2x0,3x2,35)x22} = 7,12 m3

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

Tulangan pokok D 16 =

2,35 4,85 2,35


3,86 2 2 + 1,78 2 + 0,5 2 1,58
0,15 0,125 0,125

= 706,58 kg


2 + (3 2,35 22 2) 0,167 = 71,1 kg
1,78
Beugel = 4,85
0,15

Bekisting = 36,88 m3 x 5 = 184,4 m3

3. Balok

Volume beton = (555m x0,3m x 0,45m) = 74,93 m3

Tulangan pokok D 16 = (8 x 555m) = 4440 m x 1,58 = 7015,2 kg

{(2 0,05) + (2 0,3) + (2 0,45)} 0,617


277,5
Beugel =
0,15

= 1826,32 kg

{(2 0,05) + (2 0,3) + (2 0,45)} 0,617


277,5
=
0,17

= 1611,48 kg

Bekisting = {(2 x 0,33) + 0,3m) x 555 = 532,8 m2

4. Plat lantai

Volume beton = (1200 m2 (kamar+void)

= (1200 m2 232,5 m2)

= 967,5 m2 x 0,12 = 116,1 m3

5
Tulangan = 5,1 2 0,617 = 209,78 kg x 44 = 9230,32 kg
0,15

5
= 5,1 2 0,617 = 224,76 kg x 44 = 9889,44 kg
0,14

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Perpustakaan Unika

Bekisting = 4,7 x 4,7 x 44 = 971,96 m2

E. PEKERJAAN LANTAI 5

1. Kolom (K2)

Volume beton = (4m x 0,3m x 0,3m) x 59 = 21,24 m3

Tulangan = 16 x 4m x 59 = 3776 m x 1,58 = 5966,08 kg

{(0,3 4) + (2 0,05)} 0,617 59 = 1514,36 kg


4
Beugel =
0,125

Bekisting = {(4 x 0,3 x 4m) x 59 = 283,2 m2

2. Ring balk

Volume beton = (345x0,25x0,4)+(10x0,3x0,4) = 35,7 m3

Tulangan = (8x345x1,58)+(7x10x1,58) = 4471,4 kg

172,5
Beugel (RB1)= {(2 0,25) + (2 0,4) + (2 0,05)} 0,617
0,15

= 993,37 kg

172,5
= {(2 0,25) + (2 0,4) + (2 0,05)} 0,617
0,17

= 876,5 kg

5
Beugel (RB2)= {(2 0,3) + (2 0,4) + (2 0,05)} 0,617
0,15

= 30,85 kg

5
= {(2 0,3) + (2 0,4) + (2 0,05)} 0,617
0,17

= 27,22 kg

Bekisting = (345x0,25x0,4)+(10x0,3x0,4) = 35,7 m2

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Perpustakaan Unika

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan

Setelah melaksanakan Tugas Akhir ini selama kurang lebih 90 (Sembilan

puluh) hari kerja dengan judul Tugas Akhir Perencanaan Struktur Gedung

Asrama Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Jalan Sidodadi Timur No.24

Semarang 5 (lima) lantai, penulis telah mendapatkan pengalaman sehingga

menambah pengetahuan dan wawasan.

Dari hasil pengamatan selama pembuatan Tugas Akhir, penulis dapat

menarik kesimpulan :

1.1 Komunikasi yang terjalin dengan baik antara mahasiswa dengan dosen

pembimbing maupun dengan antar mahasiswa sendiri dapat

memperlancar pelaksanaan penyusunan Tugas Akhir tersebut.

1.2 Dalam menyusun tugas akhir untuk perencanaan struktur sebuah gedung

ternyata membutuhkan ketelitian lebih dalam melakukan perhitungan

analisa struktur yang direncanakan.

1.3 Bentang bangunan, lokasi bangunan, material bangunan yang digunakan

sangat berpengaruh padaa pendimensian struktur.

1.4 Perhitungan mengenai pembebanan struktur tidak dapat dilakukan secara

ekstrim karena dapat menimbulkan volume pekerjaan menjadi sangat

besar sehingga berpengaruh pada pendanaan struktur yang akan

direncanakan.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Perpustakaan Unika

1.5 Program komputer mengenai stuktur sangat membantu dalam

menentukan gaya-gaya terbesar pada struktur untuk menentukan

besarnya dimensi.

1.6 Buku panduan yang lengkap sangat dibutuhkan dalam melakukan analisa

perhitungan secara manual.

2. Saran

2.1 Bagi mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir khususnya perencanaan

struktur sebaiknya menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antar

mahasiswa dan dosen pembimbing.

2.2 Dalam melakukan perhitungan analisa sebaiknya dilakukan pada saat

stamina tubuh masih segar untuk mendapatkan ketelitian yang maksimal

sehingga tidak sering terjadi kesalahan.

2.3 Sebaiknya menganalisis struktur tidak dilakukan secara ekstrim, minimal

dilakukan pengecekan dengan 3 (tiga) sampel perhitungan.

2.4 Pergunakan program komputer yang dikuasai untuk membantu

menyelesaikan analisa terhadap struktur.

2.5 Persiapkan buku-buku acuan selengkap mungkin.

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA


BALAI LATIHAN KERJA INDONESIA ( BLKI ) SEMARANG
Perpustakaan Unika

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional, 2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja


Untuk Bangunan Gedung SNI 03-1729-2002, Yayasan Penerbit PU,
Jakarta

Departemen Pekerjaan Umum, 1983, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk


Gedung, Yayasan Penerbit PU, Jakarta

Departemen Pekerjaan Umum, 1987, Pedoman Perencanaan Ketahanan


Gempa Untuk Rumah dan Gedung, Yayasan Penerbit PU, Jakarta

Portland Cement Association., 2005, ACI 318M-05 Building Code


Requairements For Structural Concrete, Illinois

Setiawan, A., 2004, Diktat Kuliah Struktur Baja 1, Jurusan Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang