Anda di halaman 1dari 1

Salah-satu indikator yang penting untuk mengetahui derajat kesehatan di

suatu Negara adalah banyaknya bayi (umur 0 12 bulan) yang meninggal per
1000 kelahiran hidup yang disebut angka kematian bayi (AKB) (Suratmaja,
1995). Jika imunisasi dilaksanakan dengan baik dan menyeluruh (paling sedikit
80 % balita imunisasi) dengan keefektifan imunisasi mencapai 85 % - 90 %, lebih
kurang 115.000 kematian balita dapat dicegah dengan hal ini tentu juga
berpengaruh terhadap AKB.
Pengetahuan seorang ibu akan mempengaruhi status imunisasinya.
Masalah pengertian dan pemahaman ibu dalam program imunisasi bayinya tidak
akan menjadi halangan yang besar jika pengetahuan yang memadai tentang hal itu
diberikan. Pengetahuan ibu tentang imunisasi akan membentuk sikap positif
terhadap kegiatan imunisasi. Hal ini juga merupakan faktor dominan dalam
keberhasilan imunisasi. Dengan pengetahuan baik yang ibu miliki maka kesadaran
untuk mengimunisasi bayi akan meningkat yang mempengaruhi status imunisasi.
Dengan status program demikian, pemerintah bertekad untuk mencapai
Universal Child Immunization (UCI) yaitu komitmen internasional dalam rangka
Child Survival pada akhir tahun 1990. Dengan penerapan strategi mobilisasi
social dan pengembangan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS), UCI ditingkat
nasional dapat dicapai pada akhir tahun 1990. Akhirnya lebih dari 80% bayi di
Indonesia mendapat imunisasi lengkap sebelum ulang tahunnya yang pertama.
(Depkes RI, 2000)
Sedangkan Definisi Operasional Desa /kelurahan Universal Child
Immunization (UCI) adalah Desa atau Kelurahan UCI adalah desa/kelurahan
dimana 85 % dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat
imunisasi dasar lengkap pada satu kurun waktu tertentu. Lengkap adalah
imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT-HB, 4
dosis Polio, 1 dosis Hepatitis B, dan 1 dosis Campak.