Anda di halaman 1dari 27

KONSELING GIZI

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah Puskesmas Masohi
01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit

(SPO) 25/1/2015
dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA

NIP. 19811002 200904 2 001

Kebijakan Pelaksanaan Peningkatan Gizi harus mengikuti langkah - langkah yang tertuang
dalam intruksi kerja.
Tujuan
Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan Gizi di
Puskesmas Banjarangkan II

SASARAN Petugas Gizi dalam memberikan pelayanan Gizi. Kepada Bayi, Anak Balita, Bumil,
Bufas, WUS dan Kelurga rumah tangga.

URAIAN UMUM a. Penerimaan Kunjungan Pasien / sasaran yang datang ke Puskesmas dari
loket pendaftaran / Ruang Pengobatan.
b. Pemantauan lapangan terhadap sasaran Program Gizi.
c. Wawancara terhadap pasien / sasaran ( Identitas pribadi dan anggota
keluarga, masalah gizi yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan,
riwayat penyakit yang sering diderita, keadaan pola konsumsi makanan
termasuk pemberian ASI kepada bayi ).
d. Konseling / penyuluhan.
e. Pencatatan dan pelaporan.

LANGKAH-LANGKAH A. Terhadap sasaran yang berkunjung ke Puskesmas.


KEGIATAN 1) Petugas menerima pasien / sasaran yang berkunjung dari loket
pendaftaran / Ruang Pengobatan.
2) Petugas melakukan wawncara terhadap passien / sasaran meliputi :
Identitas sasaran dan anggota keluarga.
Masalah yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan.
Riwayat penyakit yang sering diderita.
Keadaan pola konsumsi makanan termasuk keadaan pemberian
ASI bagi bayi / balita.
3) Petugas melakukan penimbangan berat badan pasien / sasaran
( Bayi, Anak Balita ) dan pengukuran lingkaran lengan ( Bumil, Bufas
dan WUS ).
4) Petugas melakukan penilaian dan analisa hasil penimbangan berat
badan ( Bayi, Anak Balita ) dan hasil pengukuran lingkaran lengan
( Bumil, Bufas, WUS ) berdasarkan pedoman / standar yang berlaku.
5) Petugas melakukan konseling dan penyuluhan terhadap sasaran /
keluarga sasaran sesuai masalah yang sedang dihadapi.
6) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan
intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi.
7) Petugas melaksanakan pencatatan hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan.
8) Petugas membuat laporan hasil kegiatan sesuai kebutuhan.
B. Terhadap sasaran yang ada di lapangan.
1) Petugas melakukan pemantauan pertumbuhan Balita / PSG,
dilaksanakan setiap bulan melalui penimbangan di Posyandu
bersama kader, petugas melakukan penilaian K/S, D/S, N/S, dan
penemuan dini terhadap kemungkinan adanya Balita bermasalah
( Gizi buruk ) untuk kemudian merencanakan intervensi yang
diperlukan.
2) Petugas melakukan pemantauan kasus Gizi buruk ( KEP berat ) yang
ditemukan langsung atau yang dirujuk oleh kader Posyandu, petugas
melakukan seleksi dengan penimbangan ulang serta melakukan
penilaian BB/U median WHO-NCHS, petugas melakukan konsultasi
dokter terhadap kasus yang ditemukan, petugas / dokter merujuk
kasus Gizi buruk dengan komplikasi ke RSU, terhadap kasus Gizi
buruk tanpa komplikasi dilakukan penyuluhan, konseling diet KEP
berat, pemeriksaan fisik dan pengobatan yang diperlukan serta
intervensi gizi sesuai kebutuhan dan kemampuan ( merencanakan,
melaporkan / mengusulkan intervensi ke kabupaten ). Petugas
melakukan pemantauan mingguan, mencatat dan melaporkan
perkembangan berat badan dan kemajuan asupan makanan.
3) Petugas melakukan pemantauan perubahan pola konsumsi setiap
bulan per desa dengan mengambil sampel sebanyak 20 KK, meliputi :
frekwensi makan keluarga, jenis makanan pokok dan jumlah
makanan yang dimasak.
4) Petugas melaksanakan pendistribusian kapsul vitamin A yang diorder
/ diterima dari Gudang Obat setiap 6 bulan sekali ( bulan Pebruari
dan Agustus ) terhadap bayi ( 6 12 bulan ), anak balita ( 13 60
bulan ), bufas, balita penderita diare, campak, pneumonia, dan gizi
buruk.
5) Petugas melaksanakan pemantauan Garam beryodium dan kadarzi,
yang kegiatannya dipadukan dengan kegiatan survei PHBS tatanan
rumah tangga.
6) Petugas melakukan upaya peningkatan penggunaan ASI Eksklusif
dengan mengadakan pendataan bayi umur 0 6 bulan per desa,
memberikan penyuluhan kepada ibu bayi agar memberikan hanya
ASI saja kepada bayinya dari baru lahir sampai umur 6 bulan.
7) Petugas mencatat hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.
8) Petugas melakukan analisa / pengkajian terhadap hasil kegiatan
program yang diperoleh dalam rangka perumusan masalah,
penentuan prioritas masalah dan upaya pemecahan masalah yang
dapat dilakukan.
9) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan
intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi ( RUK dan
RPK ).
10) Petugas membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan
ALUR PELAYANAN PASIEN/UMUM
PENINGKATAN GIZI

DI PUSKESMAS
MASOHI

Definisi Konseling Gizi adalah suatu proses komunikasi 2 arah antara konselor dan klien
dalam mengenali dan mengatasi masalah gizi dan atau mempercepat
penyembuhan.
Alat dan Bahan Leaflet, Penuntun Diit, AKG
Gambar

Langkah-langkah 1. Bina Suasana :

Memberikan salam

Mempersilahkan pasien masuk ruangan

Mempersilahkan pasien duduk

Memperkenalkan diri

Menanyakan identitas pasien

2. Anamnesa :

Pengukuran antropometri (BB, TB, LILA, dll)

Menganalisis masalah gizi

Menentukan masalah gizi / diagnosa

Penentuan diit

Buat kesepakatan dengan pasien untuk kunjungan ulang dalam waktu


yang ditentukan / evaluasi.

Bagan

Bagan Alur Pelayanan Konseling Gizi


Dokumen terkait Rekam Medik

Unit Terkait Polindes, Pustu, Pusling, BP, KIA

Formulir yang Formulir POZI (Pojok Gizi


dipergunakan

PELAYANAN PENINGKATAN GIZI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Pemerintah Kabupaten 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2
Maluku Tengah Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit

(SPO) 25/1/2015
dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA

NIP. 19811002 200904 2 001

Kebijakan Pedomam kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi ( TPG ) Puskesmas Masohi

Tujuan Mencegah memburuknya keadaan gizi, sebagai upaya meningkatkan keadaan gizi
dan mempertahankan keadaan gizi yang baik
Petugas Tenaga Pelaksana Gizi ( TPG )
Pelaksanaan Sesuai jadwal posyandu
Persiapan : 1. Bersama lintas program membuat jadwal posyandu
2. Merencanakan dan mendistribusikan sarana posyandu
Prosedur : Memantau dan membina proses kegiatan penimbangan balita di posyandu
Penimbangan dilaksanakan secara rutin setiap bulan
Adanya data hasil penimbangan (SKDNTOB, BGM)
PELAYANAN PENINGKATAN GIZI
Pemerintah Kabupaten Puskesmas Masohi
Maluku Tengah
No. Dokumen No. Revisi Halaman

01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit

(SPO) 25/1/2015
dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA

NIP. 19811002 200904 2 001

Kebijakan Pedomam kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi ( TPG ) Puskesmas Masohi

Tujuan Mencegah memburuknya keadaan gizi, sebagai upaya meningkatkan keadaan gizi
dan mempertahankan keadaan gizi yang baik
Sasaran Petugas Gizi dalam memberikan pelayanan Gizi. Kepada Bayi, Anak Balita,
Bumil, Bufas, WUS dan Kelurga rumah tangga

Petugas Tenaga Pelaksana Gizi ( TPG )


URAIAN UMUM a. Penerimaan Kunjungan Pasien / sasaran yang datang ke Puskesmas
dari loket pendaftaran / Ruang Pengobatan.
b. Pemantauan lapangan terhadap sasaran Program Gizi.
c. Wawancara terhadap pasien / sasaran ( Identitas pribadi dan anggota
keluarga, masalah gizi yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan, riwayat
penyakit yang sering diderita, keadaan pola konsumsi makanan termasuk
pemberian ASI kepada bayi ).
d. Konseling / penyuluhan.
e. Pencatatan dan pelaporan.
Pelaksanaan Sesuai jadwal posyandu
Persiapan : 1. Bersama lintas program membuat jadwal posyandu
2. Merencanakan dan mendistribusikan sarana posyandu
Prosedur : B. Terhadap sasaran yang berkunjung ke Puskesmas.
1) Petugas menerima pasien / sasaran yang berkunjung dari loket
pendaftaran / Ruang Pengobatan.
2) Petugas melakukan wawncara terhadap passien / sasaran meliputi :
Identitas sasaran dan anggota keluarga.
Masalah yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan.
Riwayat penyakit yang sering diderita.
Keadaan pola konsumsi makanan termasuk keadaan pemberian
ASI bagi bayi / balita.
3) Petugas melakukan penimbangan berat badan pasien / sasaran
( Bayi, Anak Balita ) dan pengukuran lingkaran lengan ( Bumil, Bufas
dan WUS ).
4) Petugas melakukan penilaian dan analisa hasil penimbangan berat
badan ( Bayi, Anak Balita ) dan hasil pengukuran lingkaran lengan
( Bumil, Bufas, WUS ) berdasarkan pedoman / standar yang berlaku.
5) Petugas melakukan konseling dan penyuluhan terhadap sasaran /
keluarga sasaran sesuai masalah yang sedang dihadapi.
6) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan
intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi.
7) Petugas melaksanakan pencatatan hasil kegiatan yang telah
dilaksanakan.
8) Petugas membuat laporan hasil kegiatan sesuai kebutuhan.
B. Terhadap sasaran yang ada di lapangan.
1) Petugas melakukan pemantauan pertumbuhan Balita / PSG,
dilaksanakan setiap bulan melalui penimbangan di Posyandu
bersama kader, petugas melakukan penilaian K/S, D/S, N/S, dan
penemuan dini terhadap kemungkinan adanya Balita bermasalah
( Gizi buruk ) untuk kemudian merencanakan intervensi yang
diperlukan.
2) Petugas melakukan pemantauan kasus Gizi buruk ( KEP berat ) yang
ditemukan langsung atau yang dirujuk oleh kader Posyandu, petugas
melakukan seleksi dengan penimbangan ulang serta melakukan
penilaian BB/U median WHO-NCHS, petugas melakukan konsultasi
dokter terhadap kasus yang ditemukan, petugas / dokter merujuk
kasus Gizi buruk dengan komplikasi ke RSU, terhadap kasus Gizi
buruk tanpa komplikasi dilakukan penyuluhan, konseling diet KEP
berat, pemeriksaan fisik dan pengobatan yang diperlukan serta
intervensi gizi sesuai kebutuhan dan kemampuan ( merencanakan,
melaporkan / mengusulkan intervensi ke kabupaten ). Petugas
melakukan pemantauan mingguan, mencatat dan melaporkan
perkembangan berat badan dan kemajuan asupan makanan.
3) Petugas melakukan pemantauan perubahan pola konsumsi setiap
bulan per desa dengan mengambil sampel sebanyak 20 KK, meliputi :
frekwensi makan keluarga, jenis makanan pokok dan jumlah
makanan yang dimasak.
4) Petugas melaksanakan pendistribusian kapsul vitamin A yang diorder
/ diterima dari Gudang Obat setiap 6 bulan sekali ( bulan Pebruari
dan Agustus ) terhadap bayi ( 6 12 bulan ), anak balita ( 13 60
bulan ), bufas, balita penderita diare, campak, pneumonia, dan gizi
buruk.
5) Petugas melaksanakan pemantauan Garam beryodium dan kadarzi,
yang kegiatannya dipadukan dengan kegiatan survei PHBS tatanan
rumah tangga.
6) Petugas melakukan upaya peningkatan penggunaan ASI Eksklusif
dengan mengadakan pendataan bayi umur 0 6 bulan per desa,
memberikan penyuluhan kepada ibu bayi agar memberikan hanya
ASI saja kepada bayinya dari baru lahir sampai umur 6 bulan.
7) Petugas mencatat hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.
8) Petugas melakukan analisa / pengkajian terhadap hasil kegiatan
program yang diperoleh dalam rangka perumusan masalah,
penentuan prioritas masalah dan upaya pemecahan masalah yang
dapat dilakukan.
9) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan
intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi ( RUK dan
RPK ).
10) Petugas membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.
ALUR PELAYANAN PENINGKATAN GIZI

DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II

PASIEN
/UMUM
WAWANCARA

Identitas pasien/keluarga
LOKET PENDAFTARAN RUANG Masalah gizi yang dihadapi.
Riwayat penyakit.
GIZI Pola konsumsi..
Pemberian ASI kpd bayi

RUANG PENGOBATAN

PENGUKURAN BB
PENGUKURAN LILA

KONSELING,
PASIEN/UMUM PULANG PENYULUHAN,

PENENTUAN MASALAH DAN


PRIORITAS MASALAH

ALTERNATIF PEMECAHAN
MASALAH

PETUGAS MEMBUAT RUK DAN


RPK

PENCATANAN DAN PELAPORAN KEGIATAN LAPANGAN


SESUAI KEBUTUHAN
PEMANTAUAN
GARAM YODIUM
TK. MASYARAKAT

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah Puskesmas Masohi
01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit

(SPO) 25/1/2015
dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA

NIP. 19811002 200904 2 001

DASAR HUKUM 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Kepmenkes RI No 747/Menkes/SK/IV/2007 tentang Pedoman
Operasional Keluarga Sdar Gizi di desa SIAGA
3. Kepmenkes RI No 145/Menkes/SK/I/2007 tentang Pedoman
Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan
4. Permenkes No 741/Menkes/PER/VIII/2008 tentang SPM Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota
5. Permendagri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu
Pengertian Proses kegiatan pemantauan garam beryodium yang dikonsumsi
Masyarakat dengan menggunakan iodina test dilakukan secara berkala
Tujuan Memperoleh gambaran secara berkala tentang cakupan konsumsi garam
yodium yang memenuhi syarat di masyarakat
Sasaran SD/ MI terpilih SD/ MI terpilih
Kebijakan Semua merk Garam yang beredar dan dikonsumsi dimasyarakat harus di
pantau kadar yodium nya
Prosedur : 1 Persiapan
1. Menentukan sampel
2. Menyusun Jadwal Pelaksanaan
3. Koordinasi dengan pihak sekolah
4. Menyiapkan Format
5. Menyiapkan alat (Iodina test)
2 Pelaksanaan
1. Semua siswa kelas 4, 5 dan 6 SD/MI di wajibkan membawa
garam yang dikonsumsi di rumah sebanyak 1 sendok the
2. Garam yang di bawa di teteskan iodina test 2 tetes
3. Garam yang berwarna ungu (Beryodium)
4. Membuat pecatatan dan merekap hasil
5. Membuat laporan hasil kegiatan
6. Umpan balik hasil kegiatan pada pihak sekolah
7. Hasil kegiatan dilaporkan kedinas kesehatan secara berkala
UNIT TERKAIT Bidan Desa
Petugas UKS
Guru Kelas SD/MI
REFERENSI Buku Pedoman Kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas;
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa barat 2010.
Buku Pedoman pemantauan garam yodium Tingkat Rumah Tangga,
Depkes RI, 2007
PELACAKAN KASUS
GIZI BURUK

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
DASAR HUKUM 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Kepmenkes RI No 224/Menkes/SK/II/2007 tentang spesifikasi Teknis MP-ASI
3. Kepmenkes RI No 145/Menkes/SK/I/2007 tentang Pedoman Penanggulangan
Bencana Bidang Kesehatan
4. Permenkes No 741/Menkes/PER/VIII/2008 tentang SPM Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota
5. Permendagri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu
Pengertian Rangkaian kegiatan Penyelidikan atau investigasi terhadap faktor resiko
terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk lainnya di suatu
wilayah kerja
Tujuan 1. Ditemukannya kasus baru balita gizi buruk untuk dapat ditangani
secara cepat, tepat dan konferhensif
2. Terindentifikasinya faktor resiko gizi buruk disuatu wilayah sebagai
bahan informasi bagi sektor terkait dalam penentuan intervensi
3. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk
secara konferhensif
Sasaran Balita Gizi Buruk yang dilaporkan
Kebijakan Semua balita gizi buruk yang dilaporkan dapat teridentifikasi dan
terlaporkan serta mendapat pelayanan
Prosedur : Persiapan

a. Mempelajari laporan balita gizi buruk


b. Menyiapkan Alat (alat Antropometri)
c. Menyiapkan Instrumen Pelacakan (Form Pelacakan Gizi buruk)
d. Berkoordinasi dengan Petugas Surveilans, dan dokter
puskesmas untuk melaksanakan pelacakan

Pelaksanaan
a. Klarifikasi laporan balita gizi buruk
b. Konfirmasi status gizi
c. Bersama dengan Petugas surveilans dan dokter Puskesmas
melakukan penyelidikan kasus balita gizi buruk sesuai dengan
form pelacakan kasus gizi buruk (Menimbang BB, Mengukur TB
dan memeriksa balita Gizi Buruk)
d. Pencatatan dan pelaporan kasus Balita Gizi Buruk
e. Membuat rencana Tindak Lanjut
UNIT TERKAIT Bidan Desa
Petugas SE
Dokter Puskesmas
Kader Posyandu

REFERENSI Buku Pedoman Kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG)


Puskesmas; Dinas Kesehatan Provinsi Jawa barat 2010.
Buku Pedoman Penanganan dan Pelacakan Kasus Balita Gizi
Buruk, Depkes RI, 2009
Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, Depkes RI 2007
Buku Pegangan Kader, Kemenkes 2012
PEMBERIAN KAPSUL
VIT. A PADA BAYI (6-11BL) DAN BALTA (12-59 BL)

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
DASAR HUKUM 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Permenkes No 741/Menkes/PER/VIII/2008 tentang SPM Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota
3. Permenkes RI No 23 Tahun 2014 Tentang Upaya Perbaikan Gizi
4. Permendagri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengintegrasian
Layanan Sosial Dasar di Posyandu
Pengertian a. Pemberian Kapsul Vitamin A pada Bayi (6-11 bl) /Biru (100.000 IU)
setiap bulan Februari dan Agustus
b. Pemberian Kapsul Vitamin A pada Anak Balita (12-59 bl)/ Merah
(200.000 IU) setiap bulan Februari dan Agustus
Tujuan Mencegah Kekurangan Vitamin. A pada bayi (6-11 bl) dan anal balita
(12-59 bl)
Sasaran Bayi (6-11 bl) dan Anak Balita (12-59 bl) di wilayah kerja Puskesmas Masohi
Kebijakan Semua Bayi (6-11 bl) dan Anak Balita (12-59 bl) di wilayah kerja
Puskesmas Garawangi mendapatkan Kapsul Vitamin A dosis Tinggi 2 kali dalam
setahun
Prosedur : Persiapan
1. Menyiapkan data jumlah sasaran
2. Mengecek ketersediaan Kapsul Vitamin A biru dan Merah
3. Menghiting Kebutuhan
4. Mengajukan kebutuhan Kapsul Vitamin A biru dan Merah
5. Membuat rencana Distribusi
Pelaksanaan

1. Bekerjasama dengan petugas pengelola obat mendistribusikan Kapusul


Vitamin A ke bidan desa sesuai dengan kebutuhan pada bulan febuari dan
Agustus
2. Bidan Desa mendistribusikan Kapul Vitamin A kepada Kader Posyandu sesuai
dengan kebutuhan pada bulan Februari dan Agustus
3. Bersama Bidan Desa dan Kader Posyandu memberikan Kapsul Vitamin A dosis
tinggi pada hari buka Posyandu pada bulan Februari dan Agustus
4. Kader Posyandu Mencatat hasil pemberian Kapsul Vitamin A sesuai dengan
Sasaran pada buku catatan
5. Bersama Bidan desa dan kader Posyandu Mensweeping sasaran yang tidak
hadir pada hari buka Posyandu untuk mendapatkan kampusul vitamin A
setelah Posyandu selesai
6. Kader Posyandu membuat laporan hasil pemberian Kapsul Vitamin A kepada
Bidan Desa
7. Bidan Desa Merekap dan melaporkan Hasil Kegiatan Pemberian Kapusul
Vitamin A kepada Petugas Gizi Puskesmas pada bulan Februari dan Agustus
8. Petugas Pelasana Gizi Puskesmas Merekap Hasil Pemberian Kapsul Vitamin A
pada bulan februari dan Agustus
9. Petugas Pelaksana Gizi Puskesmas Melaporkan hasil distribusi dan pemberian
Kapsul Vitamin A dengan stok/sisa ke dinas kesehatan setiap tanggal 5 bln
Februari dan Agustus.
UNIT TERKAIT Petugas Pengelola Obat
Bidan Desa
Kader Posyandu Dokter Puskesmas
Kader Posyandu
REFERENSI a. Buku Pedoman Kerja bagi Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas; Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa barat 2010.
b. Buku Pedoman Distribusi Kapsul Vitamin A
c. Buku Panduan Management Suplementasi Kapsul Vitamin A
d. Buku Pegangan Kader, Kemenkes 2012
PROGRAM GIZI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Pemerintah Kabupaten 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2
Maluku Tengah Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Tujuan Sebagai pedoman Petugas Gizi Puskesmas dalam pengolahan data bulanan dari
desa untuk mendapat data yang valid, akurat dan tepat waktu.
Ruang Lingkup Wilayah Kerja Puskesmas Masohi
Uraian Umum Pengelolaan data adalah kegiatan untuk mengumpulkan dan menganalisa data
yang dapat dipakai sebagai alat monitoring dalam evaluasi program. Jenis laporan
bulanan yang diolah adalah : SKDN, Rawan Gizi, Bumil / Bufas, KEK dan BBLR.
Prosedur :
A. Persiapan
- Pembina wilayah mengumpulkan buku agenda / laporan bulanan tiap
tanggal 29.
- Data yang dikumpulkan kemudian dikoreksi, apabila ditemukan data yang
salah, langsung ditanyakan ke Binwil.
B. Pelaksanaan
- Data dimasukkan ke dalam komputer.
- Setelah diolah dimasukkan dalam rekap lap. F/III/GIZI rangkap 2.
- Selanjutnya laporan dikirim ke DKK setiap tanggal 10 bulan berikutnya.
Arsip laporan dimasukan MAP arsip F/III/GIZI.
Dokumentasi
Rekapan laporan F/III/GIZI bulanan.
Rujukan Hasil evaluasi bulanan sebelumnya dan hasil rekapan, bila ditemukan masalah
dimana petugas Puskesmas tidak bisa menangani maka dilaporkan dan
dikonsultasikan ke Dinas Kesehatan.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU

(MP-ASI)

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Tujuan Sebagai pedoman petugas gizi puskesmas dalam Pemberian Makanan Pendamping
Air Susu Ibu (MP-ASI).
Ruang Lingkup Wilayah Kerja Puskesmas Masohi
Uraian Umum Permasalahan Gizi Kurang dan Gizi buruk pada anak balita yang disebabkan oleh
krisis ekonomi, merupakan masalah yang perlu ditanggulangi. Salah satu upayanya
adalah pemberian makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
Prosedur : A. Persiapan
- Pendataan sasaran oleh Binwil dan Kader
- Petugas gizi merekap hasil sasaran.
- Petugas gizi mengajukan usulan kebutuhan MP-ASI ke DKK sesuai dengan
sasaran.
- Puskesmas menyiapkan tempat / gudang untuk menyimpan MP-ASI.
- Petugas gudang / gizi menerima dropping MP-ASI dari DKK.
- Petugas gudang / gizi mencatat pada waktu persediaan barang.
B. Pelaksanaan
- Petugas gizi puskesmas mengirim MP-ASI ke desa / Binwil sesuai dengan
pendataan.
- Binwil mencatat pada buku pencatat MP-ASI.
- Binwil dan Kader mengirim MP-ASI ke sasaran melalui Posyandu /
langsung ke sasaran.
- Binwil mamberikan penjelasan tentang Pemberian MP-ASI ke sasaran.
- Binwil melakukan pencatatan dan pelaporan pelaksanaan distribusi MP-
ASI.
- Petugas gizi puskesmas melakukan pemantauan proses penerimaan dan
pendistribusian MP-ASI.
Petugas gizi melaporkan tentang distribusi MP-ASI ke DKK.
Dokumentasi
Laporan hasil kegiatan.
Rujukan
Buku Petunjuk Teknis Pengelolaan MP-ASI Tahun 2002.
PEMBERIAN TABET TAMBAH DARAH (FE)

PADA BUMIL DAN BUFAS

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Tujuan Sebagai pedoman petugas gizi puskesmas dalam Pemberian Tabet Tambah Darah
(Fe) pada Bumil dan Bufas
Ruang Lingkup Wilayah Kerja Puskesmas Masohi
Uraian Umum Tablet tambah darah (Fe) sangat penting untuk kesehatan Ibu hamil dan Ibu nifas
agar tidak terjadi anemia.
Prosedur :
A. Persiapan
- Pendataan sasaran ibu hamil dan Bufas
- Melaporkan hasil pendataan ke Seksi Gizi DKK.
B. Pelaksanaan
- Petugas gizi meminta surat pengambilan (SBBK) pada Seksi Gizi.
- Petugas mengambil tablet Fe ke bagian UPTD Instalasi Perbekalan
Farmasi.
- Tablet Fe disimpan di Gudang Obat Puskesmas.
- Mengisi / mencatat pada kartu stok barang
- SBBK dimasukkan dalam map Arsip SBBK.
- Petugas mengirim tablet Fe pada ruang kamar obat bidan desa yang ada.
Petugas menulis pada kartu stok barang.
Dokumentasi
Data sasaran, kartu stok barang.
Rujukan
Buku Pedoman Penanggulangan Anemia dan Buku Pedoman Pemberian Tablet
Besi.
PELAKSANAAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Pemerintah Kabupaten 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2
Maluku Tengah Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Tujuan Sebagai pedoman petugas gizi puskesmas dalam Pelaksanaan Penimbangan Balita
di Posyandu
Ruang Lingkup Wilayah Kerja Puskesmas Masohi
Uraian Umum Penimbangan adalah alat atau proses untuk mengetahui berat badan balita dalam
menentukan status gizi.
Prosedur :
a. Menyiapkan dan menggantung dacin pada palang rumah, cabang pohon atau
kaki tiga
b. Periksalah dengan menarik batang dacing ke bawah kuat-kuat
c. Sebelum dipakai letakkan bandul geser pada angka nol dan kaitkanlah batang
dacin pada tali pengaman.
d. Pasang celana timbang atau sarung timbang pada dacin (ingat bandul
geser tetap berada pada angka nol)
e. Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang dengan cara
memasukan beras ke dalam kantung plastik (pada ujung palang bandul geser)
f. Anak ditimbang kemudian seimbangkan.
g. Tentukan berat badan anak dengan membaca angka pada bandul geser.
h. Catatlah hasil penimbangan diatas secarik kertas.
Geserlah bandul ke angka nol dan letakan batang dacing pada tali pengaman.
Dokumentasi
Rekap hasil kegiatan penimbangan balita
Rujukan
Buku Pedoman Pemberian kapsul Vitamin A, Buku Apa dan Mengapa Tentang
Vitamin A, Leaflet Vitamin A.
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN
BALITA GIZI KURANG

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah 01/SOP/PKM.M/I/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Pengertian Pemberian PMT Balita adalah pemberian makanan tambahan kepada balita gizi
kurang selama 90 hari.
Defenisi Balita Gizi Kurang adalah

Makanan Tambahan adalah


Tujuan Sebagai pedoman petugas gizi puskesmas dalam Meningkatkan status gizi balita
gizi kurang
Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. / 2016 tentang PMT Balita gizi kurang
Referensi Buku Panduan penyelenggaraan Pemberian makanan tambahan pemulihan
bagi balita gizi kurang dan ibu hamil KEK
Peraturan Pemerintah Tahun 2012 Tentang Percepatan Perbaikan Gizi

Alat dan bahan 1. Alat Tulis


2. Bahan Makanan Lokal

Prosedur : 1. Persiapan
Mengidentifikasi balita gizi kurang dari laporan kader bulanan dan
laporan Pemantauan Status Gizi setiap 6 bulan.
Menghitung kebutuhan asupan gizi balita serta selisih kebutuhan yang
belum terpenuhi ( lihat SOP Penghitungan Kebutuhan Gizi Balita).
Mengkonversi kekurangan asupan gizi ke bahan makanan dengan
menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) , (lihat SOP
Konversi Kekurangan Asupan Gizi Bahan Makanan).
Memberikan contoh menu makanan
Membuat daftar kebutuhan bahan makanan lokal

2. Pelaksanaan
Membeli bahan makanan lokal sesuai dengan daftar menu
Mengantar bahan makanan lokal dengan contoh menu kepada ibu balita
tiap seminggu sekali
Mencatat distribusi bahan makanan dalam buku pemantauan
Melaporkan hasil kepada Pimpinan Puskesmas dan DKK setiap 1 bulan
sekali

3. Pemantauan
Memastikan pemberian bahan makanan lokal tepat sasaran dengan cara
menanyakan kepada ibu apakah makanan tambahan sudah diberikan
Memantau peningkatan status gizi balita penerima PMT setiap dua minggu
sekali
( lihat SOP Pemantauan Status Gizi)
4. Pencatatan dan Pelaporan
Mencatat hasil kegiatan PMT dalam buku pemantauan
Melaporkan hasil kepada Pimpinan Puskesmas dan DKK setiap 1 bulan
sekali

Unit Terkait 1. Posyandu


2. Kelurahan
3. Puskesmas
4. Disnakersos
Dokumen terkait KMS Balita
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN

IBU HAMIL KEK

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah /SOP/UKM.PROG/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Pengertian Ibu hamil yang berisiko KEK adalah ibu hamil yang mempunyai ukuran Lingkar
Lengan Atas (LiLA) < 23,5 cm.
Tujuan Tujuan Pemberian Makanan Tambahan untuk ibu hamil adalah untuk
meningkatkan asupan gizi sasaran.
Kebijakan 1. Undang- Undang RI No 36 Tentang Kesehatan Tahun 2009 Bab VII Pasal 141
Yang Bertujuan Untuk Peningkatan Mutu Gizi Perseorangan Dan Masyarakat
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi
Seimbang
Referensi 1. Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Ibu Hamil Kementrian
Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Gizi 2010
2. Pedoman Pelaksanaan Survelans Gizi Kementerian Kesehatan RI Tahun 2015
Alat dan bahan 1. Bolpiont
2. Buku Register
3. Antropometri (timbangan, alat ukut TB/PB, Pita LILA)
4. Biskut lapis Bumil
Prosedur : 1. Persiapan
1. Poskesdes/ Pustu/ Polindes Menyerahkan Formulir Rekapitulasi Data
Sasaran PMT ibu hamil ke Puskesmas.
2. Menyiapkan data sasaran PMT Ibu Hamil (Gakin Dan Non Gakin) Di
Puskesmas Halilulik Untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten Belu.
2. Pelaksanaan
1. Petugas Puskesmas menerima PMT ibu hamil dari Dinas Kesehatan Belu
2. Petugas mendistribusikan PMT ibu hamil Ke Poskesdes/ Pustu/ Dan
Polindes
3. Petugas memantau PMT Ibu Hamil yang Telah di Distribusi Ke Poskesdes/
Pustu/ Dan Polindes dan melakukan evaluasi
UNIT TERKAIT 1. Posyandu
2. Poskesdes
3. Puskesmas
4. Pustu
5. Polindes
Diagram Alir

Menyiapkan data sasaran


menerima PMT ibu hamil dari
PMT Ibu Hamil (Gakin Dan
Non Gakin) Di Puskesmas
Dinas Kesehatan Maluku Tengah
Halilulik Untuk dikirim ke
Dinas Kesehatan
Kabupaten Maluku Tengah

mendistribusikan PMT ibu hamil Ke


memantau PMT Ibu Hamil
yang Telah di Distribusi Ke Poskesdes/ Pustu/ Dan Polindes
Poskesdes/ Pustu/ Dan
Polindes dan melakukan
evaluasi

PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT)


PENYULUHAN

Pemerintah Kabupaten No. Dokumen No. Revisi Halaman


Maluku Tengah /SOP/UKM.PROG/2016 0 1/2 Puskesmas Masohi
STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Pengertian PMT Penyuluhan adalah makanan tambahan yang diberikan kepada balita
yang disediakan oleh kader posyandu.
Tujuan a. sebagai sasaran penyuluhan kepada orang tua blita tentang makanan
kudapan ( snack ) yang baik diberikan untuk balita,
b. sebagai sarana untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi balita,
dan
c. sebagai sarana untuk menggerakkan peran serta masayarakat dalam
mendukung kesinambungan penyelenggaraan posyandu
Kebijakan 3. Undang- Undang RI No 36 Tentang Kesehatan Tahun 2009 Bab VII Pasal 141
Yang Bertujuan Untuk Peningkatan Mutu Gizi Perseorangan Dan Masyarakat
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi
Seimbang
Referensi a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2014
b. Depkes RI, Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan pengelolaan
MP-ASI,Depkes RI,2005
c. Depkes RI, Pedoman Tata Laksana Gizi Buruk, Depkes RI, 2007
Alat dan bahan a. Alat
b. ATK
c. Bahan Makanan Lokal
Prosedur : a. Petugas gizi Puskesmas mengirimkan data balita gizi buruk setelah
dilakukan validasi terlebih dahulu ke dinas kesehatan kabupaten
Dairi
b. Data balita gizi buruk yang masuk ke dinas kesehatan kabupaten
Dairi dilakukan validasi ulang.
c. Jika data balita gizi buruk sudah valid dan benar maka akan
diusulkan untuk mendapatkan PMT Peyuluhan
d. Setelah itu dibuat surat alokasi tiap puskesmas, dan puskesmas
mengambil bahan PMT penyuluhan ke dinas kesehatan sesuai
alokasi.
e. Puskesmas memberikan bahan PMT Penyuluhan kepada Petugas
Pembina Desa (PPD) sesuai alokasi balita terpilih
UNIT TERKAIT Posyandu
KEGIATAN PEMANTAUAN ASI EKSKLUSIF
No. Dokumen No. Revisi Halaman
/SOP/UKM.PROG/2016 0 1/2
Pemerintah Kabupaten
Maluku Tengah Puskesmas Masohi

STANDAR
Ditetapkan
PROSEDUR
Kepala Puskesmas Masohi
OPERASIONAL Tanggal terbit
25/1/2015 dr. GILLIAN E.B. SEIPALLA
(SPO)
NIP. 19811002 200904 2 001
Pengertian 1. ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi baru lahir sesegera
mungkin (lebih kurang 30 menit setelah lahir) dan bayi hanya diberikan ASI
saja sampai umur 6 bulan
2. Pemantauan ASI Eksklusif merupakan kegiatan memantau perkembangan
pemberian ASI kepada bayi dari bayi tersebut baru lahir samapai berumur 5
bulan 29 hari.

Tujuan 1. Meningkatkan cakupan bayi mendapat ASI eksklusif


2. Meningkatkan derajat kesehatan bayi dengan pemberian ASI eksklusif.

Kebijakan Undang undang 72 PP no 33 tahun 2012 tentang peraturan pemberian Air SUSU
Ibu Eksklusif
Referensi
Prosedur : 1. Anamnesa.
Menanyakan keluhan bayi
Menanyakan berapa usia bayi.
Menanyakan jenis makan yang sudah diberikan pada bayi.
Menanyakan adanya diare.
Menanyakan adanya batuk, pilek.
Membiarkan ibu bayi / keluarga bayi bercerita.
Mencatat dalam buku catatan ASI eksklusif

2. Therapy.
Menerangkan tentang manfaat ASI
Manfaat kolostrum.
Kolostrum mengandung banyak zat gizi, zat untuk kekebalan
dan perlindungan bayi dari berbagai penyakit infeksi

Manfaat ASI bagi bayi.


a. Mudah dicerna.
b. Untuk perkembangan kecerdasan.
c. Tidak menyebabkan alergi.
d. Membantu pertumbuhan gigi.
e. Menjalin hubungan kasih antara ibu dan bayi.
f. Menumbuhan rasa percaya diri.

Manfaat menyusui.

a. Mengurangi perdarahan setelah persalinan.


b. Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
c. Menunda kehamilan.Mengurangi resiko terkena kangker payudara
d. Menumbuhkan rasa percaya diri.
e. Menerangkan cara menyusui ibu yang bekerja.
f. Berikan asi sebelum dan sesudah pulang kerja.
g. Bila terasa penuh ASI dipompa dengan menggunakan pompa susu.
h. Asi dapat disimpan dilemari es selama 6-8 jam tampa berubah warna.

UNIT TERKAIT 1. Bidan


2. Kader Kesehatan