Anda di halaman 1dari 7

Bukti adanya Allah (Teori dan Dalil bukti adanya

Allah)
1. Bukti adanya Allah
Banyak pakar yang memperdebatkan masalah ini, banyak bahkan yang
mengkaji ulang perihal masalah yang satu ini,ilmu sekarang betul-betul telah
berkembang dan digunakan untuk menafsir,memperkirakan bahkan memberi
kejelasan tentang bukti adanya allah,namun ketahuilah wahai sahabat ku
sekalian semuanya itu bersumber dari dia maha pencipta,kau kuat karena dia
yang maha kuat,kau hidup karena dia yang maha hidup,bahkan kau cerdas dan
intelek semuanya tiada lain bersumber darinya.nah oleh karena itu mari sejenak
berfikir dan merenung untuk mengingatnya,selanjutnya saya akan memberi
sedikit ilmu untuk tambahan ilmu pikir dan pengamalannya.

Adanya Allah swt adalah sesuatu yang bersifat aksiomatik (sesuatu yang
kebenarannya telah diakui, tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele). Namun,
di sini akan dikemukakan dalil-dalil yang menyatakan wujud (adanya) Allah
swt, untuk memberikan pengertian secara rasional. Mengimani Wujud Allah
Subhanahu wa Taala Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal, syara,
dan indera.

1. Dalil Fitrah
Manusia diciptakan dengan fitrah bertuhan, sehingga kadangkala disadari atau
tidak, disertai belajar ataupun tidak naluri berketuhanannya itu akan bangkit.
Firman Allah
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau
Tuhan kami), kami menjadi saksi. (al-Araf:172)
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: Siapakah yang menciptakan
mereka, niscaya mereka menjawab: Allah, maka bagaimanakah mereka dapat
dipalingkan (dari menyembah Allah)?, (az-Zukhruf:87)




Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dan sesungguhnya kedua orang
tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (HR. Al Bukhari)
Ayat dan hadis tersebut menjelaskan kondisi fitrah manusia yang bertuhan.
Ketuhanan ini bisa difahami sebagai ketuhanan Islam, karena pengakuannya
bahwa Allah swt adalah Tuhan. Selain itu adanya pernyataan kedua orang tua
yang menjadikannya sebagai Nasrani, Yahudi atau Majusi, tanpa menunjukkan
kata menjadikan Islam terkandung maksud bahwa menjadi Islam adalah
tuntutan fitrah. Dari sini bisa disimpulkan bahwa secara fitrah, tidak ada
manusia yang menolak adanya Allah sebagai Tuhan yang hakiki, hanya kadang-
kadang faktor luar bisa membelokkan dari Tuhan yang hakiki menjadi tuhan-
tuhan lain yang menyimpang.

2. Dalil Akal
Akal yang digunakan untuk merenungkan keadaan diri manusia, alam semesta
dia dapat membuktikan adanya Tuhan. Di antara langkah yang bisa ditempuh
untuk membuktikan adanya Tuhan melalui akal adalah dengan beberapa teori,
antara lain;
a. Teori Sebab.
Segala sesuatu pasti ada sebab yang melatarbelakanginya. Adanya sesuatu pasti
ada yang mengadakan, dan adanya perubahan pasti ada yang mengubahnya.
Mustahil sesuatu ada dengan sendirinya. Mustahil pula sesuatu ada dari
ketiadaan. Pemikiran tentang sebab ini akan berakhir dengan teori sebab yang
utama (causa prima), dia adalah Tuhan.

b. Teori Keteraturan.
Alam semesta dengan seluruh isinya, termasuk matahari, bumi, bulan dan
bintang-bintang bergerak dengan sangat teratur. Keteraturan ini mustahil
berjalan dengan sendirinya, tanpa ada yang mengatur. Siapakah yang mempu
mengatur alam semesta ini selain dari Tuhan?

c. Teori Kemungkinan (Problabyitas)


Adakah kemungkinan sebuah komputer ditinggalkan oleh pemiliknya dalam
keadaan menyala. Tiba-tiba datang dua ekor tikus bermain-main di atas tuts
keyboard, dan setelah beberapa saat di monitor muncul bait-bait puisi yang
indah dan penuh makna?

Dalam pelajaran matematika, bila sebuah dadu dilempar kemungkinan muncul


angka 6 adalah 1/6. Dan bila dua dadu dilempar kemungkinan munculnya angka
5 dan 5 adalah 1/36. Bila ada satu set huruf dari a sampai z diambil secara acak,
kemungkinan muncul huruf a adalah 1/26. Bila ada lima set huruf diambil
secara acak, kemungkinan terbentuknya sebuah kata T-U-H-A-N adalah 1/265
(satu per duapuluh enam pangkat lima) =1/11881376. Andaikata puisi di layar
komputer itu terdiri dari 100 huruf saja, maka kemungkinannya adalah 1/26100.
Dengan angka kemungkinan sedemikian orang akan menyatakan tidak
mungkin, lalu bagaimanakah alam raya yang terdiri dari sekian jenis atom,
sekian banyak unsur, sekian banyak benda, berapa kemungkinan dunia ini
terjadi secara kebetulan? Kemungkinannya adalah 1/~ (satu per tak terhingga),
atau dengan kata lain tidak mungkin. Jika alam ini tidak mungkin terjadi dengan
kebetulan maka tentunya alam ini ada yang menciptakannya, yaitu Allah.
3. Dalil Naqli
Meskipun secara fitrah dan akal manusia telah mampu menangkap adanya
Tuhan, namun manusia tetap membutuhkan informasi dari Allah swt untuk
mengenal dzat-Nya. Sebab akal dan fitrah tidak bisa menjelaskan siapa Tuhan
yang sebenarnya.
Allah menjelaskan tentang jati diri-Nya di dalam Al-Quran;
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam
kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula)
matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-
Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci
Allah, Tuhan semesta alam.(al-Araf:54)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt adalah pencipta semesta alam dan
seisinya, dan Dia pulalah yang mengaturnya.

4. Dalil Inderawi
Bukti inderawi tentang wujud Allah swt dapat dijelaskan melalui dua fenomena:
a. Fenomena Pengabulan doa
Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa orang-orang yang
berdoa serta memohon pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang
yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud
Allah Swt. Allah berfirman:
Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami
memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari
bencana yang besar. (Al Anbiya: 76)
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robbmu, lalu
diperkenankan-Nya bagimu (Al Anfaal: 9)
Anas bin Malik Ra berkata, Pernah ada seorang badui datang pada hari Jumat.
Pada waktu itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tengah berkhotbah. Lelaki
itu berkata Hai Rasul Allah, harta benda kami telah habis, seluruh warga
sudah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah Subhanahu wa
Taala untuk mengatasi kesulitan kami. Rasulullah lalu mengangkat kedua
tanganya dan berdoa. Tiba-tiba awan mendung bertebaran bagaikan gunung-
gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan turun membasahi
jenggotnya. Pada Jumat yang kedua, orang badui atau orang lain berdiri dan
berkata, Hai Rasul Allah, bangunan kami hancur dan harta bendapun
tenggelam, doakanlah akan kami ini (agar selamat) kepada Allah. Rasulullah
lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa: Ya Robbku, turunkanlah
hujan di sekeliling kami dan jangan Engkau turunkan sebagai bencana bagi
kami. Akhirnya beliau tidak mengisyaratkan pada suatu tempat kecuali
menjadi terang (tanpa hujan). (HR. Al Bukhari)
b. Fenomena Mukjizat
Kadang-kadang para nabi diutus dengan disertai tanda-tanda adanya Allah
secara inderawi yang disebut mukjizat. Mukjizat ini dapat disaksikan atau
didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang wujud Yang
Mengurus para nabi tersebut, yaitu Allah swt. Karena hal-hal itu berada di luar
kemampuan manusia, Allah melakukannya sebagai pemerkuat dan penolong
bagi para rasul. Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa as. Agar memukul laut
dengan tongkatnya, Musa memukulkannya, lalu terbelahlah laut itu menjadi dua
belas jalur yang kering, sementara air di antara jalur-jalur itu menjadi seperti
gunung-gunung yang bergulung. Allah berfirman,
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.:
Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang
besar. (Asy Syuaraa: 63)
Contoh kedua adalah mukjizat Nabi Isa as. ketika menghidupkan orang-orang
yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan ijin Allah. Allah swt
berfirman:
dan aku menghidupkan orang mati dengan seijin Allah (Ali Imran: 49)
dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang mati dari kuburnya (menjadi
hidup) dengan ijin-Ku. (Al Maidah 110).
http://rezkirasyak.blogspot.co.id/2012/08/bukti-adanya-allah-teori-dan-dalil.html

2. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan

1.Pemikiran Barat.

Konsep pemikiran manusia tentang ketuhanan adalah yang didasarkan atas hasil
pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah baik yang bersifat
penelitian rasional maupun pengalaman batin.Dalam literatur sejarah
agama,dikenal teori evolusionisme yaitu teori yang menyatakan adanya proses
dari kepercayaan yang amat sederhana lama kelamaan meningkat jadi
sempurna.Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut :

a. Dinamisme.

Menurut paham ini manusia sejak zaman primitiv telah mengakui adanya
kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan mereka.Mula-mula sesuatu yang
berpengaruh tersebut ditunjukkan pada benda.Setiap benda mempunyai
pengaruh kepada manusia,ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang
berpengaruh negativ.

b. Animisme.
Disamping kepercayaan dinamisme masyarakat primitiv juga mempercayai
adanya peran roh dalam kehidupan mereka.Setiap benda mempunyai roh dan
mereka mempercayai bahwa roh itu sesuatu yang aktif walaupun bendanya telah
mati.Menurut kepercayaan ini agar manusia tidak terkena efek negativ dari roh
maka mereka harus menyediakan kebutuhan roh-roh tersebut seperti saji-sajian.

c. Politheisme.

Aliran dinamisme dan animisme berangsur-angsur tidak memberikan


kepuasan karena terlalu banyak yang menjadi pujaan.Roh yang melebihi dari
yang lain disebut dewa yang mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai
dengan bidangnya.

d. Henotheisme.

Politheisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum


cendikiawan.Oleh karena itu dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi karena
tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama.Lama kelamaan kepercayaan
manusia meningkat sehingga satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang
disebut Tuhan.

e. Monotheisme.

Monotheisme yaitu dimana hanya mengaku satu Tuhan untuk seluruh bangsa
dan bersifat internasional. Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan
sebagaimana yang dinyatakan oleh max Muller (1877) ditantang oleh Andrew
Lang (1898) yang menekan adanya monotheisme dalam masyarakat
primitiv.Dengan munculnya pendapat Andrew Lang maka berangsur-angsur
golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya para sarjana mulai
memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama.

2.Pemikiran Ummat Islam.

Pemikiran terhadap Tuhan telah melahirkan Ilmu Tauhid atau Ilmu Ushuluddin
dikalangan ummat islam yaitu timbul setelah Nabi Muhammad wafat.Ada aliran
yang bersifat liberal,tradisional,dan ada pula yang bersifat diantara
keduanya.Ketiga corak pemikiran inilah yang mewarnai sejarah pemikiran ilmu
ketuhanan dalam islam,aliran tersebut adalah :
a. Jabariah yang mempunyai pendapat bahwa manusia tidak mempunyai
kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat.

b. Qadariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam


berkehendak dan berbuat .

c. Asyariyah dan maturidiyah yang pendapatnya berada diantara jabariah dan


qadariah.

d. Mutazilah yang merupakan kelompok rasionalis dikalangan muslim serta


menekankan pemakaian akal fikiran dalam memahami semua ajaran dan
keimanan dalam islam.

Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan


ummat islam periode masa lalu.Oleh karena itu ummat islam yang memilih
aliran manapun diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi yang dianutnya
tidak menyebabkan ia keluar dari islam.Diantara aliran tersebut yang
nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan
meningkatkan etos kerja adalah aliran mutazilah dan qadariah.

3.Tuhan menurut agama-agama wahyu.

Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain dapat


ditemukan didalam :

a. Q.S Al-anbiyak ayat 92

Dalam surat al-anbiyak ayat 92 dijelaskan kepada manusia bahwa


sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak dahulu
sampai sekarang.Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan
diantara agama-agama penyebabnya adalah karena perbuatan manusia.Ajaran
yang tidak sama dengan konsep aslinya hal itu merupakan manipulasi dan
kebohongan manusia yang teramat besar.

b. Q.S al-maidah ayat 72

Dalam surat al-maidah dijelaskan Tuhan yang haq dalam konsep al-quran
adalah Allah hal ini antara lain dinyatakan dalam surat ali imran ayat 62 :
sesungguhnya ini adalah kisah yang besar,tidak ada Tuhan selain Allah dan
sesungguhnya Allah dialah yang Maha Perkasa lagi Maha bijaksana.
Dengan mengemukakan alasan-alasan yang disebutkan diatas maka menurut
informasi al-quran sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan
adalah sebutan Allah dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi
melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah.Keesaan Allah adalah
mutlak.Dia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain.Sebagai
ummat islam yang mengikrarkan kalimat syahadat harus menempatan Allah
sebagai prioritas utama dalam setiap gerak,tindakan dan ucapan.