Anda di halaman 1dari 6

Draft

PROPOSAL KEGIATAN

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)


REDESAIN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)

Rasional

RSBI menjadi perbincangan dan perdebatan hangat beberapa bulan ini.


Konsepnya dinilai lemah dan tidak memiliki rujukan akademis. Pada tahun ini,
pemerintah mengeluarkan keputusan untuk menghentikan izin baru RSBI. Keputusan ini
dinilai sangat tepat. Sudah banyak kalangan pemerhati dan praktisi pendidikan
menunggu-nunggu, karena mereka menilai kebijakan RSBI dianggap hanya kebijakan
semu. Bebepara pihak bahkan menilai, pendirian RSBI tak ubahnya proyek untuk
mengeruk uang dari masyarakat.

Perdebatan juga terjadi di seputar topik seleksi calon siswa, proses pembelajaran,
kualitas guru dan sarana prasarana, serta lulusan yang dinilai belum memenuhi standar
kualitas yang diharapkan. Menurut PP No 66, sekolah berstatus RSBI harus menyediakan
20 persen kursi bagi siswa tidak mampu; namun dalam pelaksanaanya, RSBI ditengarai
sangat diskriminatif, karena biaya pendidikan yang ditetapkan masih tak terjangkau oleh
siswa kurang mampu. Proses pembelajaran yang sebagian besar dilakukan dalam Bahasa
Inggris juga dinilai sangat tidak masuk akal. Pembelajaran dalam Bahasa Indonesia saja
mengalami kendala dalam penguasanan konsep dan keterampilan siswa, dan ini belum
seluruhnya teratasi dengan baik. Apalagi, bila proses belajar dilakukan dalam Bahasa
Inggris, sementara kemampuan Bahasa Inggris guru dan siswa masih sangat terbatas; ini
menjadi kendala besar. Lebih jauh dalam menilik outputnya, kualitas lulusan RSBI
ternyata juga tidak lebih baik dari sekolah-sekolah reguler.

Pada saat ini, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan


Nasional (Balitbang Kemdiknas) sedang melakukan evaluasi RSBI, yang diharapkan
akan selesai paling lambat dua bulan mendatang. Setidaknya ada empat hal yang menjadi
obyek evaluasi, yaitu perekrutan/seleksi penerimaan siswa, akademik, penetapan biaya,
serta tata kelola. Pada perekrutan/seleksi siswa, penerimaan siswa RSBI harus
berdasarkan pendekatan akademik, bukan berdasarkan pada kemampuan orangtua siswa
membayar. Mengenai masalah akademik, Kemdiknas mengharapkan proses akademik
dan pembelajaran dalam RSBI harus lebih baik daripada sekolah regular; baik dari aspek
guru, sarana dan prasarana, maupun proses pembelajarannya. Menyangkut masalah
biaya, pemungutan biaya RSBI harus disesuaikan dengan peningkatan mutu di tiap-tiap
sekolah. Sekolah boleh memungut biaya, tetapi terbatas dan harus sesuai dengan mutu
yang ditawarkan. Selanjutnya mengenai tata kelola, sekolah RSBI harus mempunyai
sistem manajerial yang baik, efisien, dan efektif.

Hal-hal tersebut di atas akan menjadi kajian FGD Redesain RSBI, yang digagas
oleh IKA Unesa. Sebagai organisasi alumni dari perguruan tinggi yang erta kaitannya
dengan dunia pendidikan dan keguruan, dan anggotanya mayoritas berkecimpung di
dunia pendidikan, amat tepat bila IKA Unesa berinisiatif menmetakan persoalan dan
mencarikan solusi/jalan keluar yang baik bagi semua pihak. Kegiatan ini akan melibatkan
semua stakeholder pendidikan (pengambil kebijakan/pemerintah, akademisi/ilmuwan,
praktisi/guru, pemerhati, orang tua, dan siswa). Kegiatan ini diharapkan dapat
menghimpun berbagai pandangan atas konsep dan pelaksanaan RSBI dari perspektif
semua pemangku kepentingan. Hasil FGD akan diolah menjadi rumusan Rekomendasi
RSBI yang akan diajukan kepada Kemdiknas sebagai bahan pertimbangan dalam
melaksanakan kebijakan RSBI. Rekomendasi RSBI oleh IKA Unesa ini diharapkan
mencakup dua hal penting yang berkaitan, yaitu perbaikan konsep RSBI di tingkat
kebijakan, dan perbaikan implementasinya di tingkat pelaksana.

Tujuan Kegiatan

1. Memperoleh wawasan yang lebih jelas tentang RSBI/SBI (tinjauan akademis,


aspek legal/kebijakan, dan impementasinya).
2. Memperoleh informasi tentang implementasi RSBI/SBI (input, proses, output,
keunggulan dan kekurangan, biaya, dll), dari berbagai pihak yang terlibat
(pembuat kebijakan, akademisi, kepala sekolah/guru, siswa, orang tua, komite
sekolah).
3. Menyusun rumusan redesain RSBI/SBI sebagai masukan bagi Kementerian
Pendidikan Nasional

Penyelenggara Kegiatan

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Negeri Surabaya


(IKA-Unesa).

Tempat dan Waktu Kegiatan

1. Tempat Kegiatan
Kegiatan FGD Redesain RSBI akan dilaksanakan di Gedung Serba Guna
Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus Ketintang, Surabaya.
2. Waktu Kegiatan
Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9/16 Juli 2011, pukul 08.00-15.00
WIB.

Narasumber

Narasumber FGD Redesain RSBI/SBI ini adalah:


1. Prof. Mansyur Ramli (Balitbang) (yang ngontak mas Ihsan).
2. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dr. Harun, M.Si,
MM) (yang ngontak mas Ihsan )
3. Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Prof. Dr. Zainudin Maliki) (yang
ngontak mbak Sirikit, sudah confirmed).

Peserta FGD :

Diperkirakan jumlah peserta 60 orang yang terbagi dalam 4-5 kelompok kecil.

I. Birokrat pendidikan
1. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
2. Dinas Pendidikan Kota Surabaya
3. Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
4. Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
5. Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto
6. Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang
7. Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan

II. Institusi dan LSM Pendidikan


1. Unesa
2. IKIP PGRI (nama barunya apa? Lupa)
3. ICMI
4. Muhammadiyah
5. NU
6. Yayasan Pendidikan Petra

III. Kepala Sekolah/Guru


IV. Orang Tua/Komite
V. Siswa/OSIS
VI. Asosiasi Guru:
1. PGRI
2. IGI
Jadwal Kegiatan

NO. KEGIATAN WAKTU

JUNI JULI
1 2 3 4 1 2
1. Penyusunan Proposal

2. Penetapan/konfirmasi Narasumber
(Balitbang Diknas, Dinas Pendd
Provinsi, Dewan Pendidikan)

3. Publikasi (liflet, milis, media cetak,


dll).

4. Perijinan (gedung, alat, dll)

Persiapan FGD (rapat koordinasi,


susunan acara, materi narasumber,
materi FGD, MC, moderator,
notulis, konsumsi, penerima tamu,
sertifikat, cindera mata, custom
panitia, dll)
Pelaksanaan FGD (Sabtu, 9/16 Juli
2011)

Kepanitian

Panitia Pengarah:
1. Dr. H. Rasiyo, M.Si
2. Drs. H. Suwanto, M.Pd
3. Prof. Dr. Kisyani-Laksono
4. Drs. Alimufi Arief, M.Pd
5. Satria Darma
6. DR. Soeryanto

Panitia Pelaksana:
Ketua : Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela, M.Pd
Wakil Ketua : Drs. Mohammad Ihsan
Sekretaris : Dra. Sirikit Syah, M.A
Bendahara : Achmad Wahju
Dr. M. Cholik
Seksi Kesekretariatan (membantu Sekretaris secara teknis):
1. Drs. Khoiri, M.Si
2. Fafi Inayatillah

Seksi Acara/Persidangan (memimpin jalannya dan lancarnya persidangan):


1. Drs. Martadi, M.Ds
2. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M. Hum., M.A.

Seksi Perlengkapan/Pubdekdok:
1. Suhartoko : menyiapkan gedung (ruang-ruang) dan perlengkapannya
2. Heru (Humas) : i d e m
3. Abdul Rohman : publikasi & dokumentasi
4. Rukin Frida : i d e m
5. Aimee Haris :

Seksi Konsumsi
1. Nugrahani Astuti, S.Pd., M.Pd
2. Dra. Lucia TP., M.Pd
3. Dra. Maspiyah, M. Kes

Biaya Kegiatan

Silakan Mas Wahyu & Mas Cholik merancang berdasarkan proposal ini.

SUSUNAN ACARA

NO. WAKTU ACARA KETERANGAN

1. 08.00 08.30 Registrasi Sekretariat & Konsumsi

2. 08.30 09.00 Pembukaan Ketua OC

3. 09.00 12.00 Presentasi dan Diskusi Bu Pratiwi & Pak Martadi


1. Penentu kebijakan Asisten 1
2. Dosen, akademisi, Asisten 2
pemerhati
3. Kepsek, guru Asisten 3
4. Komite sekolah Asisten 4
5. Siswa Asisten 5
6. PGRI, IGI Asisten 6

4. 12.00 13.00 Ishoma Tim Konsumsi


5. 13.00 Rangkuman dari kelompok
kecil

6. 14.00 Penutupan Ketua SC

Anda mungkin juga menyukai