Anda di halaman 1dari 5

1. Mengkategorikan berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa.

Kasus:
Bacalah teks berikut!
Bu Siti meminta setiap siswa menceritakan gambar seri yang dipajangnya di depan kelas.
Berdasarkan tugas tersebut, sebagian besar siswa kurang lancar dan kurang percaya diri
dalam menceritakan gambar. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang dirumuskan
Bu Siti belum dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan kenyataan itu, Bu Siti harus
menciptakan proses pembelajaran yang dapat membantu permasalahan yang dihadapi
sebagian besar siswanya.

a. Permasalahan yang dihadapi siswa pada kasus di atas sehingga mereka kurang lancar
dan kurang percaya diri dalam menceritakan gambar:
1) Tidak adanya tanya jawab yang dapat memberikan gambaran akan pemahaman
awal siswa terhadap gambar
2) Bu Siti tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai langkah-langkah yang harus
dilakukan siswa/ tidak membimbing siswa dalam melakukan kegiatan bercerita
b. Proses pembelajaran yang efektif yang dapat dilakukan Bu Siti dalam membantu
permasalahan sebagian besar siswanya:
1) Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, Bu Siti sebaiknya menyampaikan tujuan
pembelajaran dan memberikan gambaran mengenai kegiatan pembelajaran yang
akan dilakukan. Bu Siti dapat mengajukan pertanyaan, dan mengaitkan
pembelajaran dengan kejadian, peristiwa atau kegiatan yang dilakukan siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
2) Setelah memajang gambar seri, Bu Siti dapat melakukan kegiatan tanya jawab
mengenai unsur-unsur/peristiwa yang terdapat pada gambar (mengidentifikasi
peristiwa pada gambar), kemudian meminta siswa untuk mengurutkan peristiwa
pada gambar dengan runtut dan berulang-ulang baik secara perseorangan maupun
klasikal (membimbing siswa menceritakan gambar seri secara runtut)
3) Guru memberi contoh menceritakan peristiwa pada gambar seri secara runtut
dengan menggunakan susunan bahasa yang baik, benar dan santun.
4) Guru memotivasi siswa untuk percaya diri dalam mengungkapkan cerita/ peristiwa
yang terdapat dalam gambar seri dengan penuh percaya diri.
5) Guru meminta siswa untuk mengulang menceritakan peristiwa pada gambar seri
dengan menggunakan bahasa sendiri, dan kemudian membimbing siswa
menyempurnakan bahasanya.
2. Menegaskan keterampilan membaca di kelas rendah dan kelas tinggi dan menyimpulkan
jenis-jenis membaca melalui sebuah kasus.
Kasus:
Bacalah teks berikut!
Beni adalah siswa kelas V Sekolah Dasar (SD). Ia ditugaskan membaca teks yang ada di
buku siswa. Beni membaca teks dengan suara keras dan tangan menunjuk setiap baris
bacaan. Guru membiarkan cara Beni membaca yang demikian. Setelah membaca teks,
Beni diminta menjawab soal-soal yang berhubungan dengan isi teks. Hasil analisis
jawaban Beni, diperoleh bahwa Beni hanya benar 2 dari 5 soal yang diberikan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa Beni mempunyai kemampuan yang rendah dalam
memahami isi teks.

a. Kesalahan Beni dalam membaca teks seperti kasus di atas sehingga ia mempunyai
kemampuan yang rendah dalam memahami isi bacaan adalah:
Beni hanya membaca teks tanpa memahami bacaan yang terdapat pada teks
b. Teknik membaca yang tepat yang harus dilakukan Beni agar pemahaman terhadap isi teks
yang dibaca meningkat adalah dengan melakukan Teknik membaca terbimbing, yaitu
dengan mengetahui pedoman membaca. Pedoman tersebut berupa pertanyaan-
pertanyaan yang harus diketahui siswa berdasarkan isi bacaan (teks).
3. Mengkategorikan menyimak sebagai suatu keterampilan berbahasa.
Kasus:
Bacalah teks berikut!
Pak Udin mengajar di kelas V SD. Pada suatu ketika, pak Udin mengajarkan mata
pelajaran Bahasa Indonesia dengan topik bercerita fiksi (dongeng) tentang anak durhaka.
Materi tersebut disampaikan dengan teknik bercerita diselingi tanya jawab tentang anak
durhaka yang tidak mengakui ibu kandungnya sendiri. Selama proses pembelajaran
berlangsung, pak Udin melihat beberapa siswa kurang berminat untuk mengikuti
pelajaran, mereka terlihat bercanda dengan kawan sebelahnya. Namun, pak Udin kurang
peduli terhadap anak yang kurang perhatian tersebut.Setelah kegiatan belajar
berlangsung sekitar 40 menit, pak Udin mengakhiri ceritanya dan memberikan
pertanyaan tertulis kepada siswa yang berkaitan dengan materi yang diceritakan tadi.
Pada saat mengerjakan tugas tersebut, beberapa siswa terlihat saling bertanya tentang
jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Pak Udin sendiri kurang peduli terhadap apa
yang dilakukan siswa ketika menjawab pertanyaan. Pada saat pelajaran selesai, pak Udin
langsung memerintahkan kepada siswa untuk segera mengumpulkan pekerjaannya .

Langkah-langkah yang seharusnya dilakukan oleh pak Udin agar proses pembelajaran berjalan
secara efektif:
1) Ketika pak Udin menyampaikan cerita, sebaiknya pak Udin mengajukan kegiatan tanya
jawab merata pada seluruh siswa (klasikal maupun perorangan). Ketika ditemukan
siswa yang kurang memperhatikan/kurang berminat, pak Udin dapat mengajukan
pertanyaan secara kontiniu dan berulang-ulang sampai siswa tersebut dapat focus
kembali manyimak cerita yang akan dibacakan.
2) Sebelum memberikan pertanyaan tertulis kepada siswa, pak Udin dapat kembali
bertanya jawab kepada siswa mengenai unsur-unsur yang terdapat pada cerita. Dan
menanyakan kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahaminya.
3) Setelah siswa dirasa memahami cerita, barulah pak Udin dapat memberikan
pertanyaan secara tertulis.
4. Mengkategorikan menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa.
Kasus:
Bacalah teks berikut dengan teliti!
Siswa kelas V menulis deskripsi tentang benda-benda di sekitar. Setelah siswa selesai
menulis, hasil tulisan siswa langsung dikumpulkan dan dinilai. Berdasarkan perolehan
nilai hasil tulisan, sebagian besar tulisan siswa kurang menggambarkan deskripsi benda
secara utuh. Banyak bagian benda yang belum dideskripsikan dengan baik. Berdasarkan
permasalahan ini disimpulkan bahwa siswa belum mampu menulis deskripsi sesuai
dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

a. Kesulitan yang dihadapi siswa ketika menulis deskripsi berdasarkan ilustrasi kasus di atas
adalah tidak adanya karakteristik yang jelas mengenai deskripsi benda yang diminta,
seperti bentuk, warna, ciri khas dll.
b. Proses pembelajaran yang efektif yang dapat dilakukan guru agar siswa mampu
mendeskripsikan benda secara utuh adalah dengan:
1) Meminta siswa mengidentifikasi benda-benda yang ada disekitar
2) Memilih beberapa benda yang akan diidentifikasi (yang memiliki ciri khusus)
- Menentukan instrument identifikasi benda, misalnya:
- Nama benda :
- Bentuk :
- Warna :
- Ciri khas :
- Manfaat :
5. Menjelaskan hakikat bahasa Indonesia melalui ilustrasi kasus.
Kasus:
Bacalah kasus berikut!
Siswa Kelas I sekolah A mempunyai bahasa ibu yang berbeda-beda, yaitu: bahasa Batak,
Minang, Jawa, dan sebagainya. Menyikapi hal itu, guru kelas hendaknya melaksanakan
proses pembelajaran yang dapat mengadopsi keragaman bahasa yang dimiliki oleh
siswa. Sebagai alternatif pembelajaran, guru kelas menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak siswa yang kurang
paham dengan penjelasan yang disampaikan guru. Dampaknya, interaksi dalam proses
pembelajaran kurang berjalan dengan baik.

Langkah-langkah pembelajaran yang efektif dalam mengadopsi keragaman bahasa siswa,


sehingga interaksi dalam proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik adalah dengan
menerapkan metode terjemah dan menggunakan benda kongkrit atau kartu bergambar.
Ketika siswa mengungkapkan informasi mengenai benda dengan menggunakan bahasa ibu,
tugas gurulah menyimpulkan informasi terssebut dengan menterjemahkannya dalam bahasa
Indonesia.
6. Mengemukakan hakikat pemerolehan bahasa melalui ilustrasi kasus.
Kasus:
Bacalah paragraf berikut!
Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut
dengan pemerolehan bahasa anak. Melalui pemerolehan bahasa, perbendaharaan
kata anak akan bertambah. Dalam perjalanannya, perbendaharaan kata anak ada
yang bertambah dengan pesat, ada juga yang bertambah secara lambat. Oleh sebab
itu, perlu dilakukan upaya dalam membantu percepatan perbendaharaan kata anak
melalui proses pemerolehan bahasa anak secara tepat.

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa anak:


1) Faktor boilogis (otak, alat dengar dan alat ucap)
2) Faktor lingkungan sosial (perilaku berbahasa orang tua, saudara, kerabat, keluarga,
teman atau anggota masyarakat)
3) Faktor inteligensi
4) Faktor motivasi, berupa dorongan, respon, maupun pujian.
b. Upaya yang dapat dilakukan agar perbendaharaan kata anak bertambah secara pesat
melalui pemerolehan bahasa:
1) Melatih anak meniru dan menyebutkan benda atau peristiwa secara berulang-
ulang dengan bahasa yang baik dan benar, logis dan santun
2) Melibatkan anak dalam kegiatan berbahasa dalam konteks nyata, tanpa
membebani anak.
3) Memberi respon positif terhadap bahasa anak, menyampaikan hal-hal baru yang
dapat merangsang keingintahuan anak.
7. Menganalisis jenis-jenis sastra Indonesia, menentukan tema puisi, melengkapi puisi yang
rumpang, dan mengubah puisi menjadi prosa
Kasus:
Pada waktu seorang guru memperkenalkan sebuah puisi kepada siswanya, Guru itu
mengharapkan muridnya dapat menentukan tema puisi, melengkapi puisi yang
rumpang, dan menceritakan kembali puisi tersebut dengan kata-katanya sendiri.
Ternyata, sebagian besar siswa tidak mampu mengerjakan tugas dengan baik.

Sebagai seorang guru, Saudara tentu perlu memberikan contoh untuk menentukan tema,
melengkapi puisi yang rumpang, dan memparafrasekan sebuah puisi. Lengkapilah bagian yang
rumpang pada puisi dan tentukan tema puisi berikut dengan tepat! Parafrasekan pula puisi
berikut bait demi bait dengan kata-kata sendiri yang mudah dipahami oleh siswa Saudara!
AKU
Karya: Chairil Anwar
Kalau sampai ... (waktuku)
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini ... (binatang) jalang
Dari kumpulannya terbuang
...(Biar) peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang ... (menerjang)
Luka dan bisa kubawa berlari
...(Berlari)
Hingga hilang pedih perih
Dan akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

- Tema puisi: pemberontakan dari segala bentuk penindasan


- Jika sudah tiba waktuku, aku tidak ada yang menghalangi dan menahan kepergianku.
Aku tak ingin ada isak tangis atas kepergianku karena Aku bukan yang pantas untuk
ditangisi. Aku hanya orang asing yang terbuang. Meskipun harus mati aku akan tetap
pergi. Membawa luka hati hingga tak kurasakan pedih lagi. Aku tidak peduli denganmu,
aku tidak peduli dengan tangisanmu, aku tidak peduli dengan mereka, dengan segala
duka ku, dengan perihnya lukaku, aku hanya peduli dengan hidupku, aku hanya ingin
hidup seribu tahun lagi.