Anda di halaman 1dari 16

Bab I

Pendahuluan

1.Latar Belakang

Budaya makan sayuran telah ada sejak jaman dahulu, bahkan jauh sebelum ada ilmu gizi yang
menyatakan dengan jelas akan manfaatnya bagi kesehatan. Menurut banyak literatur, manusia
purba sudah makan produk dari tanaman lebih banyak dari daging, karena memang itulah
makanan yang banyak tersedia disekitar mereka. Seiring dengan berkembangnya peradaban,
budaya pertanian pun akhirnya dikembangkan.

Kita tahu Sayur-sayuran memang kaya akan vitamin, mineral dan serat, yang semuanya penting
untuk diet sehat. Penelitian juga menunjukkan, bahwa semakin banyak makan sayuran, maka
semakin besar kemampuan tubuh kita untuk menangkal penyakit.

Makan Sayuran adalah sebuah keharusan bagi yang sadar akan pentingnya kesehatan, karena
tidak semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh ada pada produk hewani. Akan tetapi manusia
juga masih perlu untuk mengkonsumsi produk hewani dengan alasan yang sama. Tubuh juga
memerlukan banyak protein dan asam lemak, dan ini yang banyak ditemukan dari sumber
hewan. Bagaimanapun, tubuh kita juga butuh keseimbangan untuk melaksanakan fungsinya
dengan baik.

Kandungan zat gizi alami dalam sayuran hijau sangat banyak. Selain kaya dengan vitamin A dan
C, sayuran hijau juga mengandung berbagai unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium
dan fosfor. Sayuran yang berwarna hijau tua merupakan sumber karotenoid (pigmen dalam
tanaman yang terdapat pada tumbuhan) terbaik dan tergolong penting untuk memerangi radikal
bebas.

Klorofil (zat hijau daun) pada sayuran hijau merupakan pigmen dari tanaman yang warnanya
hijau dan terdapat dalam kloroplas sel tanaman. Klorofil mempunyai struktur kimia yang hampir
mirip dengan hemoglobin (sel darah merah). Sehingga menurut penelitian para ahli gizi, klorofil
dapat dimanfaatkan untuk merangsang pembentukan sel darah merah pada penderita anemia.
Selain itu klorofil juga mampu berfungsi sebagai pembersih alamiah (mendorong terjadinya
detoksifikasi); antioksidan yang akan menetralkan radikal bebas sebelum menimbulkan
kerusakan pada sel-sel tubuh; antipenuaan dan antikanker.

Dan juga, enzim protease inhibitor yang terdapat dalam sayuran hijau dapat berfungsi sebagai
pencegah timbulnya kanker, terutama kanker pada usus. Kandungan vitamin K dalam sayuran
hijau berperan penting dalam proses pembekuan darah, pembentukan tulang, serta mencegah
pembentukan batu ginjal. Mengonsumsi sayuran hijau secara teratur dalam setiap porsi makan
dapat mempertahankan keremajaan kulit dan membantu mempertahankan kekuatan pembuluh
darah agar tidak mudah pecah.

Yang tak kalah penting, kandungan antioksidan dan serat alami dalam sayuran hijau akan
menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan. Hal ini akan memudahkan sisa-sisa
metabolisme yang tidak berguna keluar dari tubuh sehingga tak sempat mengendap dan
menimbulkan penyakit.

Bahkan, antioksidan yang banyak ditemukan dalam sayuran hijau dapat melindungi sel mata dari
cahaya ultraviolet yang merupakan penyebab utama katarak. Hal ini disebabkan karena sayuran
hijau memengandung jenis antioksidan lutein dan zeaxanthin hampir 10 kali lebih banyak
dibanding vitamin E yang mampu melindungi sel mata dari kerusakan yang disebabkan
ultraviolet.

2.Permasalahan

Rendahnya minat anak-anak untuk mengkonsumsi sayuran .

3.Tujuan

a. Umum

Setelah dilakukan promkes diharapkan minat anak untuk mengkonsumsi sayur meningkat.

b.Khusus
Setelah dilakukan promkes diharapkan anak usia sekolah mengetahui pengertian , manfaat , serta
pentingnya mengkonsumsi sayur.
Bab II

Tinjauan Pustaka

1. Pengetian

Sayuran adalah tanaman hortikultura, umumnya mempunyai umur relatif pendek (kurang
dari setahun) dan merupakan tanaman musiman. Sayur-sayuran mempunyai arti penting sebagai
sumber mineral dan vitamin A maupun C.
Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya
mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara
minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur.
Sejumlah sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak sebelumnya, sementara yang lainnya
harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus, dikukus atau diuapkan, digoreng (agak jarang),
atau disangrai. Sayuran berbentuk daun yang dimakan mentah disebut sebagai lalapan.
Istilah "sayuran" tidak bersifat ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari
tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya). Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan
yang tertutup tanah, seperti wortel, kentang, dan lobak. Terdapat pula sayuran yang berasal dari
organ generatif, seperti bunga (misalnya kecombrang dan turi), buah (misalnya terong dan
kapri), dan biji (misalnya buncis dan kacang merah). Bagian tumbuhan lainnya yang juga
dianggap sayuran adalah tongkol jagung. Meskipun bukan tumbuhan, bagian jamur yang dapat
dimakan juga digolongkan sebagai sayuran.
Walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sayur-sayuran karena
biasanya dikonsumsi karena rasanya yang manis dan tidak cocok untuk disayur. Beberapa
sayuran dapat pula menjadi bagian dari sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah.

2. Jenis-jenis Sayur

1. Wortel

Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan jenis sayuran umbi yang biasanya berwarna jingga atau
putih dengan tekstur serupa kayu. Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi
atau akarnya. Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12-24 bulan) yang menyimpan
karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang
bunga tumbuuh sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih.

Kandungan gizi wortel per 100 gram (3,5 oz)

Energi173 kJ (41 kkal), karbohidrat 9 g, gula 5 g, diet serat 3 g, lemak 0,2 g, protin 1 g, vitamin
A equiv. 835 mg (93%), beta-karoten 8285 mg (77%), tiamin 0,04 mg (3%), riboflavin 0,05 mg
(3%), niasin 1,2 mg (8%), vitamin B6 0,1 mg (8%), folat 19 mg (5%), vitamin C 7 mg (12%),
kalsium 33 mg (3%), besi 0,66 mg (5%), magnesium 18 mg (5%), kalium 240 mg (5%) dan
sodium 2,4 mg (0%).

2. Kembang Kol

Kubis bunga merupakan tumbuhan yang termasuk dalam kelompok botrytis dari jenis Brassica
oleraceae (suku Brassicaceae). Sebagai sayuran, tumbuhan ini lazim dikenal sebagai kembang
kol yang merupakan terjemahan dari bahasa Belanda bloemkool. Kubis bunga berbentuk mirip
dengan brokoli. Perbedaannya, kubis bunga memiliki kepala bunga yang banyak dan teratur
dengan padat. Hanya kepala kembang kol yang lazim dimakan (dalam literatur berbahasa inggris
disebut white curd). Pada dasar kepala tersebut terdapat daun-daun hijau yang tebal dan tersusun
rapat. Kubis bunga juga mirip dengan kubis romanesco.

3. Kubis

Kubis, kol kubis, atau kubis bulat adalah nama yang diberikan untuk tumbuhan sayuran daun
yang populer. Tumbuhan dengan nama ilmiah Brassica oleracea L. kelompok Capitata ini
dimanfaatkan daunnya untuk dimakan. Daun ini tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau
bulatan pipih, yang disebut krop, kop atau kepala (capitata berarti berkepala). Kubis berasal
dari Eropa Selatan dan Eropa Barat, dan walaupun tidak ada bukti tertulis atau peninggalan
arkeologi yang kuat, dianggap sebagai hasil pemuliaan tehadap kubis liar B. oleracea var.
sylvestris.
Kandungan gizi

Kubis mengandung sejumlah mineral penting, yaitu kalsium, magnesium, kalium, fosfor dan
iodium. Selain itu kubis juga mengandung vitamin C. Namun, vitamin ini hanya bisa diperoleh
jika dikonsumsi mentah. Pemasakan akan membabat kadar vitamin C sampai separuhnya. Selain
itu, kubis juga mengandung vitamin E dan K, beta-karoten, folat dan tiamin.

4. Selada

Selada (Lactuca sativa) adalah tumbuhan sayur yang biasanya ditanam di daerah beriklim sedang
maupun daerah tropika. Kegunaan utama adalah sebagai salad. Produksi selada dunia
diperkirakan sekitar 3 juta ton yang ditanam pada lebih dari 300.000 ha lahan.

Ada 4 kelompok budidaya selada:

1. Capitata, selada kepala renyah (crisphead, iceberg) dan kepala mentega (butterhead)

2. Longifolia, selada cos (romaine)

3. Crispa, selada daun longgar

4. Asparagina, selada batang

Kandungan gizi

Setiap 1 pohon selada mengandung 308 mg kalsium, 113 mg fosfor, 6,4 mg besi, 41 mg sodium,
1,198 mg potassium, 8.620 IU vitamin A, 1,8 mg Niacin, 82 mg vitamin C, 7 mg magnesium dan
1 mg zinc.

5. Bayam

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk konsumsi daunnya
sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik, namun sekarang tersebar ke
seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.
Kandungan gizi bayar per 100 gram

Energi 36 kalori, 3,5 gram protein, 8,5 gram lemak, 6,5 mg karbohidrat, 3,9 mg besi, 6,1 mg
vitamin A, 0,1 mg vitamin B1, 10,00 mg vitamin C.

6. Kacang Panjang

Kacang panjang merupakan tumbuhan yang dijadikan sayur atau lalapan. Ia tumbuh dengan cara
memanjat atau melilit. Bagian yang dijadikan sayur atau lalapan adalah buah pokok tersebut.

Kandungan gizi

Kacang panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, tiamin, riboflavin, besi, fosfor,
kalium, vitamin C, folat, magnesium, dan mangan.

Nilai gizi kacang panjang mentah per 100 gram (3,5oz)

Energi 196 kJ(47 kkal), karbohidrat 8 g, diet serat 3,6 g, lemak 0 g, protein 3 g. persentasi yang
relative ke US rekomendasi untuk orang dewasa. Sumber : USDA Nutrient database.

7. Kangkung

Kangkung (ipomoea aquatic Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. Merupakan
sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung
banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan
tumbuhan yang dpat dijumpai hampir dimana-mana terutama di kawasan berair.

Kandungan gizi

Nilai nutrisi 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam adalah air 91,2 gram, energi 28 kkal,
protein 1,9 gram, lemak 0,4 gram, karbohidrat 5,63 gram, serat 2 gram dan ampas 0,87 gram.

Kangkung juga memiliki kandungan mineral, vitamin A, B, C, asam amino, kalsium, fosfor,
karoten dan zat besi. Karena berbagai kandungannya itulah, kangkung memiliki sifat sebagai
antiracun, peluruh, pendarahan, diuretic (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif
(penenang/obat tidur)

8. Sawi

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya
sebagai bahan pangan (sayuran) baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies
Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain.

Kandungan gizi

Sayur sawi kaya akan vitamin, misalnya vitamin A, B, C, E, dan K. Tak hanya memiliki banyak
jenis vitamin, kadar tiap vitamin pada sayuran ini ternyata juga sangat tinggi. Selain vitamin,
sayur sawi juga mengandung karbohidrat, protein, lemak baik yang berguna untuk kesehatan
tubuh. Zat lain yang terkandung dalam sawi adalah kalsium, mangan, folat, zat besi, fosfor,
triptofan, dan magnesium. Kandungan non-gizi yang ada dalam sayur sawi adalah serat atau
fiber yang kadarnya cukup tinggi

3. Manfaat mengkonsumsi sayur

1. Sayuran hijau merupakan sumber nutrisi dan mengandung vitamin A, C, E, K, B, mineral serta
serat.

2. Sarat akan klorofil. Klorofil dapat membantu membawa energi dan oksigen ke sel-sel tubuh,
sehingga sangat penting untuk kesehatan.

3. Penuh akan zat enzim yang penting untuk pencernaan dan mendukung kerja organ-organ
tubuh. Proses memasak sayuran hijau akan menghancurkan zat enzim. Jadi untuk mendapatkan
zat enzim lebih banyak, makanlah sayuran mentah-mentah atau dikukus.

4. Sayuran hijau juga kaya akan zat besi yang sangat penting terutama untuk vegetarian dan
wanita. Jadi, sayuran hijau adalah pilihan yang sangat bagus untuk asupan zat besi nabati.
5. Telah terbukti bahwa sayuran yang berwarna hijau gelap mengandung banyak karotenoid,
yaitu jenis antioksidan yang mampu melindungi sel-sel dari kanker.

6. Sayuran membantu pemurnian darah, karena banyak mengandung alkali yang bermanfaat bagi
orang yang tinggal di daerah tinggi polusi.

7. Sayuran hijau kaya akan seng, kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium, serta asam folat.

8. Sayuran hihau meningkatkan sirkulasi darah, fungsi hati, kandung empedu dan ginjal.

9. Sayuran dapat membersihkan penyumbatan organ, terutama di paru-paru, dengan mengurangi


lendir penyumbat.

10. Dapatkan manfaat tambahan dengan mengonsumsi jus sayuran, karena meskipun tidak
mendapatkan seratnya, tapi nutrisi, mineral, dan vitaminnya akan langsung diserap oleh tubuh
BAB III

STUDY KASUS

1.Analisis Situasi

Karakteristik Obyek Pengamatan


Obyek pengamatan bernama Adinda Asri Ramadhanti berumur 15 tahun duduk dikelas 1
SMA,bersekolah di SMA 3 Boyolali.
Latar Belakang Obyek Pengamatan
Yang melatar belakangi saya melakukan pengamatan adalah kurangnya minat obyek
untuk makan sayur.
Perilaku Awal
Perilaku awal anak ini saat dilakukan pengamatan adalah :
a. Selalu menyingkirkan sayuran yang ada dimasakan misalnya : wortel,brokoli,kacang
panjang,buncis.
b. Harus dengan paksaan untuk menghabiskan sayurnya.
c. Cenderung memilah-milah sayuran sesuai keinginanya.
Perilaku yang diharapkan
Perilaku yang diharapkan setelah dilakukan pengamatan :
a. obyek tidak lagi menyingkirkan sayuran yang ada dimasakan
b. porsi sayuran yang diberikan selalu dihabiskan
c. tidak harus dengan paksaan saat makan sayur
d. tidak lagi memilah-milah sayuran
e. Menydari tentang manfaat sayur bagi tubuh
pendidikan kesehatan yang diberikan
Pendidikan yang diberikan kepada anak ini adalah :
a. motivasi dan dorongan yang selalu diberikan
b. perhatian khusus saat makan
c. diberikan pengertian tentang pentingnya sayur .
d. dilihatkan beberapa poster tentang ajakan makan sayur
Media yang di gunakan
Media yang digunakan saat melakukan study kasus ini adalah media yang mudah
dipahami oleh anak seusia dia.disini saya menggunakan media poster yang dapat di
tempel di meja makan dan kamar tidur obyek agar obyek menyadari dan merasa tertark
lagi kepada sayuran.

2.Pengamatan

Pengamatan 1,tanggal 5 september 2014


Waktu Hal yang diamati Hasil pengamatan
Jam , 14.00 Saat makan siang dengan An. A menyingkirkan
lauk sayur soup wortel,brokoli,daun
bawang,dan seledri
Pengamatan 2, tanggal 20 september 2014
Waktu Hal yang diamati Hasil pengamatan
Jam 09.00 Saat An. A makan pagi An.A tidak menghabiskan
dengan sayur oseng buncis sayur buncis hanya
menghabiskan tempe yang
sebagai campurannya.
Jam 13.00 Sayuran yang dibuat jus An.A tetap tidak mau
menghabiskan walupun
sudah dibuat dalm bentuk
jus
Pengamatan 3,tanggal 25 oktober 2014
waktu Hal yang diamati Hasil pengamatan
10.00 Sarapan pagi An.A sudah mau menghabiskan
sayuran yang ada dalam masakan
walaupun masih dengan porsi yang
sedikit
3. Hasil perubahan perilaku

Setelah dilakukan promosi kesehatan mengenai manfaat dan pentingnya sayur bagi tubuh dengan
media poster dan metode diskusi , obyek menunjukkan hasil .

a. Tidak lagi menyingkirkan sayuran yang ada dimaskaan


An. A sudah mau makan sayur yang ada di masakan tidak terlihat lagi sayuran yang
tersisa di piring .
b. Tidak lagi harus dipaksa jika makan sayur
An.A sudah mau makan sayur tanpa paksaan lagi, An.A makan sayur dengan
keinginannya sendiri walaupun belum sering.
c. Tidak memilih-milih jenis sayur
An.A menghabiskan sayuran yang ada dimasakanntanpa harus menyingkirkan sayuran
yang tidak dia sukai .

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PROMOSI KESEHATAN
MEWUJUDKAN MINAT ANAK KEPADA SAYURAN

Pokok bahasan : Upaya peningkatan kesehatan melalui minat mengkonsumsi sayuran .


Sub pokok bahasan : mewujudkan minat anak untuk mengkonsumsi sayur
Hari/tanggal : 6 oktober 2014
Penyuluh : Sandra Artika Murti
Sasaran : An. A (umur 15 tahun )
Tempat : Sekar asri Rt 03/Rw 10 no.16 , Mojosongo,Boyolali

TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaat sayur bagi tubuh selama 20
menit,diharapkan An.A menyadari dan mau mengkonsumsi sayur secra rutin
untuk kesehatan tubuhnya.
2. Tujuan khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit.tentang pentingnya mengkonsumsi
sayur,An.A mampu :
a. Memahami tentang pengertian sayur
b. Memahami manfaat sayur bagi tubuh
c. Mengetahui jenis-jenis sayur
3. Sasaran
Seorang anak perempuan berumur 15 tahun
4. Metode
a. Ceramah
b. Diskus
5. Materi
a. Apa pengertian sayuran ?
b. Apa manfaat sayuran ?
c. Apa saja jenis sayuran ?
6. Media
a. Poster (terlampir)
7. Proses Penyuluhan
No Tahap Kegiatan Kegiatan peserta Metode Media
penyuluhan
1 Pembukaan 1. Membuka 1. Menjawab ceramah
(5 menit) kegiatan salam
dengan 2. Mendengar
mengucapk kan
an salam 3. Memperhat
2. Menjelaska ikan
n maksud 4. Menyutujui
tujuan dan mau
dilakukan meluangka
penyuluhan n waktu
3. Menjelaska untuk
n proses dilakukan
yang akan penyuluhan
dilakukan
penyuluhan
4. Apresiasi
Pelaksanaan 1. Menjelaska 1. Memperhat Cerama poster
(10 menit) n pengertian ikan h dan
sayuran 2. Bertanya Tanya
2. Menjelaska 3. Mendengar jawab
n jenis-jenis kan
sayuran 4. Menerima
3. Manfaat dan
sayuran memahami
bagi tubuh
Evaluasi 1. Memberika 1. Menjawab Diskusi
(5 menit ) n pertanyaan
pertanyaan dan mampu
kepada menjelaska
An.A dan n
meminta
An.A untuk
menjelaska
n kembali
pokok-
pokok
diskusi
Penutup 1. Menyimpul 1. Menjawab ceramah
(5menit) kan materi salam
yang telah
diberikan
2. Mengucapk
an
terimakasih
atas
waktunya
3. Mengucapk
an salam
penutup.

8. Kriteria Hasil
1. Evaluasi struktral
a. Melakukan kesepakatan dengan An.A sehingga dapat memantau hasil
yang diharapkan
b. Kesiapan Penyuluhan
2. Evaluasi Proses
a. Peserta
1) Obyek dapat mengikuti acara penyuluhan dari awal sampai akhir
sehingga mampu melakukan tindakan yang diharapkan
2) Pertemuan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang
telah dibuat.
b. Penyuluh
1) Memfasilitasi segala sesuatu yang diperlukam untuk melakukan
penyuluhan sehingga diskusi dapat berjalan lancar.
9. Evaluasi hasil
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan,obyek mengalami perubahan yang
positif diaantaranya obyek mau makan sayur yang telah disediakan,tidak memilih
jenis-jenis sayur,tidak perlu paksaan untuk makan sayur .