Anda di halaman 1dari 4

HIV adalah penyebab dari AIDS yang telah menginfeksi sekitar 33 juta orang di seluruh dunia.

HIV :

Genus : lentivirus

Family : retroviridae (retrovirus)

HIV dikaitkan dengan immunodefisiensi, neoplasia, dan penyakit neurologis

Perkembangan sindrom neurologis yang dapat diidentifikasi adalah

- Orang yang terinfeksi HIV adalah puncak dari rangkaian kejadian, yang ditentukan oleh sifat HIV
itu sendiri, karakteristik genetic host, dan interaksi dengan lingkungan.

HIV terkait sindrom neurologi dapat dikelompokkan menjadi :

- Primary HIV Neurological disease


- Secondary or oppoturnistic neurological disease
- Treatment related neurological disease

HIV bersifat :

Neuroinvasive

Neurotrophic

Neurovirulent

Dugaan mekanisme invasi SSP termasuk Trojan horse mechanism dimana monosit yang terinfeksi
HIV dikenali oleh blood brain barrier dan matur menjadi hidup dalam waktu yang lama, terus
menerus membuat makrofag perivascular terinfeksi ; infeksi pleksus koroid, dan infeksi langsung
kapiler sel endotel, dll.

Sel yang terinfeksi HIV termasuk endotel kapiler, mikroglia, monosit, makrofag, astrosit, dan pleksus
koroid. Neuron dan oligodendrosit jarang terinfeksi, namun jika ada, infeksi dan mekanisme indirek
dikemukakan untuk memperhitungkan kerusakan terbanyak.

Ada sebuah ledakan replikasi virus pada infeksi primer, diikuti oleh respon imun yang agresif yang
menurun seiring bejalannya waktu, dan infeksi subklinis dalam jangka waktu yang panjang diikuti
oleh timbulnya kembali penyakit dan kematian.

Infeksi dan inflamasi yang terus menerus menghasilkan kerusakan blood brain barrier, cedera neuron
dan axon, neurotoksisitas, dan gejala klinis ; Kerusakan system imun,terutama imunitas yang
diperantarai sel , yang berakibat pada kerentanan untuk terjadinya infeksi oportunistik.
Disamping pentingnya hal tersebut sebagai penyebab dari gangguan neurologis, infeksi HIV pada
SSP merupakan hambatan yang serius dalam mengendalikan dan eradikasi virus. SSP tidak seutuhnya
permeable terhadap obat antiretroviral sehingga menghasilkan level subterapetik dari beberapa ARV
; SSP adalah bagian dari reservoir pelindung (bersama dengan usus dan beberapa organ lainnya),
dimana HIV dapat menghindari system imun ; dan ssp juga menyediakan lingkungan dimana HIV bisa
bereplikasi, bermutasi, dan menginfeksi sirkulasi. HIV menstimulasi respon inflamasi yang terus
menerus yang bisa mengaktifkan jalur menuju penyakit neurodegenerative lainnya.

HIV 1 ASSOCIATED SYNDROMES IN PRIMARY INFECTION


Infeksi HIV akut adalah periode dari infeksi awal hingga serokonversi yang lengkap. Dalam periode ini,
40-90 % individu menggambarkan gejala fisik sama seperti influenza atau mononukelosis.

Yang paling sering muncul termasuk :

Demam dalam periode yang singkat

Limfadenopati

Keringat malam

sakit kepala

dan atau rash

Infeksi awal SSP biasanya asimtomatik, namun cairan serebrospinal dan studi imaging bisa mendeteksi
abnormalitas walaupun selama periode asimptomatik yang menandakan kejadian neurologis di
kemudian hari.

Sebagian kecil serokonverter akan mengalami kejadian neurologis yang membawa mereka menjadi
perhatian medis, seperti meningitis aseptic, bells palsy, atau inflammatory neuropati.

Individu dengan penyakit neurologi yang simptomatis cenderung memiliki tingkat CSF HIV yang lebih
tinggi dibandingkan individu tanpa penyakit neurologi.

Gejala neurologis mungkin terjadi sebelum diagnosis HIV ditegakkan, ; sebelum adanya ntibodi HIV yang
cukup untuk memproduksi Positive HIV ELISA (juga disebut hiv enzyme immunoassay). Dalam kasus
seperti itu, PCR TEST untuk HIV mungkin akan cenderung mengarahkan ke diagnosis.

Diagnosis awal dari infeksi akut HIV sangat penting karena individu tsb sangat beresiko untuk
menyebarkan virus.
Sindrom Neurologis yang paling banyak berhubungan dengan Infeksi primer HIV adalah

- Acute Aseptic Viral Meningitis atau Meningoensefalitis


Gejala : demam, sakit kepala, kaku kuduk, dan fotofobia

CSF : mild lymphositic pleocytosis,


normal atau sedikit peningkatan protein total
glukosa normal

HIV bisa tedeteksi dengan antigen atau test PCR

Kebanyakan individu dapat sembuh dengan terapi suportif. Beberapa akan mengalami serangan
berulang

Memulai terapi dengan c.ART atau mengganti dan mengintensifkan regimen untuk memasukkan
lebih banyak CNS- penetrating drugs, bisa menekan gejala. Yang lainnya akan mengalami
kekambuhan meningitis jika mereka memberhentikan c.ART.

HIV Associated Neurocognitive Disorders (HAND)


Kebanyakan manifestasi HIV pada SSP adalah kondisi neurodegeneratif kronis ditandai dengan :
abnormalitas kognitif, central motor, dan behavioral.

Nama yang bervariasi telah diaplikasikan untuk sindrom ini :

- AIDS Dementia Complex


- HIV Associated Dementia
- HIV Associated Cognitive Motor Complex

Baru baru ini, HAND telah diterima secara luas untuk mengklasifikasikan individu dengan deficit HIV
associated neurocognitive yang bervariasi.

HAND dibagi menjadi :

1. Asymptomatic Neurocognitive Impairment (ANI)


Ditandai dengan subclinical decline in cognition
2. Minor Neurocognitive disorders (MND)
Mild decline in cognition, selain gangguan ringan fungsi sehari hari yang mengakibatkan
kesulitan untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
3. HIV Associated Dementia (HAD)
Significant decline in cognition, dengan gangguan fungsional yang berakibat pada aktifitas rutin.

Tidak ada diagnostic marker atau kombinasi marker untuk HAND.

Diagnosis : pasien HIV (+) dengan gangguan kognitif setelah mengesampingkan kondisi perancu

( CNS OI, neurosyphilis, substance abuse, delirium, toxic metabolic disorders, psychiatric disease, age
related dementias)
HAND has been characterized as a subcortical dementia ( deficit pada working memory dan executive
function cenderung terjadi di awal)

Defisit dalam delayed recall lebih khas untuk cortical dementias seperti ALZEIMER DISEASE

Seperti demensia subkortikal lainnya, pola gangguan memori episodic pada HAND konsisten dengan
mixed encoding dan retrieval profile, sedangkan Penyakit Alzeimer cepat lupa terhadap informasi yang
baru.

HIV dapat menimbulkan efek yang dalam pada pyramidal dan extrapyramidal motor systems

Manifestasi yang lebih ringan dari gangguan SSP termasuk :

- Ataxia
- Motor slowing
- Inkoordinasi
- Tremor

Hal tsb diatas dpat berkembang menjadi :

- disabling weakness
- spasticity
- extrapyramidal movement disorders
- paraperesis

Behavioral effects of HAND :

Apathy

Irritability

Psychomotor retardation

Onset of HAND berhubungan dengan

Low CD4+ count,

gejala AIDS lainnya,

elevated CSF viral load

elevated CSF markers of immune activation