Anda di halaman 1dari 27

1

KEGIATAN BELAJAR 1

RANGKAIAN KOMPARATOR
I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian komparator sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian komparator sebagai aplikasi dari
rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian komparator sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 1


A. Operasional Amplifier (Op-amp) sebagai Komparator
Operational Amplifier atau disingkat op-amp merupakan salah satu
komponen analog yang populer digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian
elektronika. Aplikasi op-amp populer yang paling sering dibuat antara lain adalah
rangkaian inverter, non-inverter, integrator dan differensiator. Pada pokok
bahasan kali ini akan dijelaskan aplikasi op-amp yang paling dasar, yaitu sebagai
pembanding tegangan (komparator).
Komparator digunakan sebagai pembanding dua buah tegangan. Pada
perancangan ini, tegangan yang dibandingkan adalah tegangan dari sensor
dengan tegangan referensi. Tegangan referensinya dilakukan dengan mengatur
variabel resistor sebagai pembanding. Rangkaian dasar komparator dengan catu
tegangan tungggal ditunjukkan pada Gambar 7.1.

Gambar 7.1 Rangkaian Dasar Komparator

Prinsip kerja rangkaian adalah membandingkan amplitudo dua buah sinyal,


jika +Vin dan Vin masing-masing menyatakan amplitudo sinyal input tak
membalik dan input membalik, Vo dan Vsat masing-masing menyatakan
tegangan output dan tegangan saturasi, maka prinsip dasar dari komparator
adalah
+Vin Vin maka Vo = Vsat+
+Vin < Vin maka Vo = Vsat
Keterangan:
+Vin = Amplitudo sinyal input tak membalik (V)
Vin = Amplitudo sinyal input membalik (V)
Vsat+ = Tegangan saturasi + (V)
Vsat = Tegangan saturasi - (V)
2

Vo = Tegangan output (V)


Bentuk fisik IC LM 324 sebagai komparator seperti Gambar 7.2.

Gambar 7.2 Bentuk Fisik IC LM324 Sebagai Komparator

Fungsi Pin IC:


Pin 1 = output 1
Pin 2 = input 1 negatif
Pin 3 = input 1 positif
Pin 4 = VCC
Pin 5 = input 2 positif
Pin 6 = input 2 negatif
Pin 7 = output 2
Pin 8 = output 3
Pin 9 = input 3 negatif
Pin 10 = input 3 positif
Pin 11 = GND
Pin 12 = input 4 positif
Pin 13 = input 4 negatif
Pin 14 = output 4

III. Lembar Praktikum 1


a) Alat dan Bahan
1. IC LM 324 1 buah
2. Potensiometer 50Kohm 1 buah
3. Power Supply 1 buah
4. AVO meter 1 buah
5. Pinset 1 buah
6. Jumper secukupnya

b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif
sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
3

4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.


5) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
6) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
7) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
8) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 1
1) Lihat Gambar 7.3, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul
komparator.

Gambar 7.3 Rangkaian Dasar Komparator

Gambar 7.4 Modul Komparator

2) Hubungkan konektor VCC 12 Volt pada tegangan sumber 12 Volt


3) Hubungkan konektor GND pada ground.
4) Sambunglah masukan V in + pada tegangan 5 Volt
5) Atur tegangan potensio lalu ukur tegangan sebesar 1V pada V in -
6) Amati IND OUT dan ukur tegangan pada Vout
7) Catat hasil pada tabel hasil yang telah disediakan
4

8) Kemudian atur lagi tegangan pada potensio sesuai tabel percobaan lalu
catat tegangan V out
9) Kemudian analisis lalu beri kesimpulan hasil praktikum yang telah
dilakukan.

d) Hasil Percobaan 1
Tabel 7.1 Hasil Percobaan
Kondisi IND
No Tegangan Vin + Tegangan Vin - Tegangan V out
out
1 5 Volt 1 Volt
2 5 Volt 2 Volt
3 5 Volt 3 Volt
4 5 Volt 4 Volt
5 5 Volt 5 Volt
6 5 Volt 6 Volt
7 5 Volt 7 Volt
8 5 Volt 8 Volt
9 5 Volt 9 Volt
10 5 Volt 10 Volt

e) Analisis
Tabel 7.2 Analisis Hasil Percobaan
Hasil
No Hasil Percobaan Teori
Perbandingan

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


1
..V ..V Vo = ..V 5 V 1V Vo = 5,5 10 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


2
..V ..V Vo = ..V 5 V 2V Vo = 5,5 10 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


3
..V ..V Vo = ..V 5 V 3V Vo = 5,5 10 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


4
..V ..V Vo = ..V 5 V 4V Vo = 5,5 10 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


5
..V ..V Vo = ..V 5 V 5V Vo = 0 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


6
..V ..V Vo = ..V 5 V 6 V Vo = 0 V .... Tidak sesuai
5

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


7
..V ..V Vo = ..V 5 V 7 V Vo = 0 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


8
..V ..V Vo = ..V 5 V 8 V Vo = 0 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


9
..V ..V Vo = ..V 5 V 9 V Vo = 0 V .... Tidak sesuai

+Vin Vin Vo = Vsat+ +Vin Vin Vo = Vsat+ .... Sesuai


10
..V ..V Vo = ..V 5 V 10 V Vo = 0 V .... Tidak sesuai

f) Kesimpulan
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 1
1) Bagaimanakah prinsip rangkaian komparator!
2) Sebutkan karakteristik dari IC LM324 sesuai dengan datasheet!
3) Buatlah aplikasi yang menggunakan rangkaian Op-Amp dengan
komparator!

Jawaban
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***


KEGIATAN BELAJAR 2

PENGUAT INVERTING
6

I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat inverting sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat inverting sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat inverting
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 2


A. Pengertian Dasar Op-Amp
Operational Amplifier atau di singkat op-amp merupakan salah satu
komponen analog yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi rangkaian
elektronika. Aplikasi op-amp yang paling sering dipakai antara lain adalah
rangkaian inverting, non-inverting, komparator, integrator dan differensiator. Pada
pokok bahasan kali ini akan dipaparkan beberapa aplikasi op-amp yang paling
dasar, yaitu rangkaian penguat inverting.
Suatu penguat operasi dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya
penguat membalik, penguat tak membalik, penjumlah, penggeser fasa,
pengubah tegangan ke arus, pengubah arus ke tegangan, pengikut tegangan DC
dan sebagainya. Berikut ini akan dibahas dua penguat dasar, yaitu penguat
membalik (inverting amplifier) dan penguat tak membalik (non inverting amplifier).
Penguat operasi yang dipakai disini adalah tipe 741 yang telah banyak
dikenal. IC ini mempunyai delapan kaki, dapat dilihat pada Gambar 7.5.

Gambar 7.5 Tata Letak Kaki IC 741

Kaki 1 & 5 : offset null


Kaki 2 : masukan membalik (inverting input)
Kaki 3 : masukan tak membalik (non inverting input)
Kaki 4 : tanah (ground)
Kaki 6 : keluaran
Kaki 7 : catu tegangan positif
Kaki 8 : tak digunakan

B. Penguat Inverting Amplifier


Rangkaian dasar penguat inverting ditunjukkan pada Gambar 7.6, dimana
sinyal masukannya dibuat melalui input inverting. Seperti tersirat pada namanya,
fase keluaran dari penguat inverting ini akan selalu berbalikan dengan inputnya.
Pada rangkaian ini, umpan balik negatif di bangun melalui resistor R2.
7

Sinyal Input Sinyal Output

Gambar 7.6 Penguat Inverting

Jika penguatan G didefinisikan sebagai perbandingan tegangan keluaran


terhadap tegangan masukan, maka dapat ditulis

G=Vout/Vin=-R2/R1 sehingga Vout = -(R2/R1).Vin

Impedansi rangkaian inverting didefenisikan sebagai impedansi input dari sinyal


masukan terhadap ground. Karena input inverting (-) pada rangkaian ini diketahui
adalah 0 (virtual ground) maka impendasi rangkaian ini tentu saja adalah Zin = R1.

III. Lembar Praktikum 2


a) Alat dan Bahan
1. IC LM 741 1 buah
2. Resistor 1Kohm 1 buah
3. Power Supply 1 buah
4. Resistor 2 Kohm 1 buah
5. Project board 1 buah
6. Pinset 1 buah
7. Potensiometer 50Kohm 1 buah
8. Jumper secukupnya

b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif
sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan
belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
5) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
6) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
7) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
8) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 2
1) Lihat Gambar 7.7, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul Inverting.
8

Gambar 7.7 Penguat Inverting

Gambar 7.8 Modul Inverting

2) Hubungkan VCC 12 V modul pada tegangan 12 Volt.


3) Hubungkan -12 V modul pada tegangan -12 Volt.
4) Hubungkan GND modul pada Ground.
5) Aturlah potensio sehingga tegangan IN sebesar 0,5V
6) Untuk mengukur Vin hubungkan colok merah AVO pada IN dan colok
hitam AVO pada GND
7) Ukur Vout dengan menghubungkan colok hitam AVO pada -12 V dan
colok merah AVO pada OUT
8) Catatlah hasil pengukuran pada tabel hasil yang disediakan
9) Ulangi langkah 5 seperti tegangan Vin pada tabel
10) Analisis hasil percobaan dan beri kesimpulan.

d) Hasil Percobaan 2
Tabel 7.3 Hasil percobaan 2
No Vin Vout
1 0,5 V
9

2 1V
No3 Hasil Perhitungan
1,5 V Vout Hasil Praktikum Vout Selisih
4 2V
8 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
5 2,5 V
6 = - ( 2 /31V). 4
7 = - 8 V3,5 V
9 8 Vout = - (Rf 4/ Rin).
V Vin Vout =
9 = - ( 24,5 V 4,5
/ 1 ).
10 =-9V 5 V
10 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 5
= - 10 V

e) Analisis
Tabel 7.4 Analisis Hasil percobaan 2

No Hasil Perhitungan Vout Hasil Praktikum Vout Selisih

1 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =


= - ( 2 / 1 ). 0,5
=-1V
2 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 1
=-2V
3 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 1,5
=-3V
4 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 2
=-4V
5 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 2,5
=-5V
6 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 3
=-6V
7 Vout = - (Rf / Rin). Vin Vout =
= - ( 2 / 1 ). 3,5
=-7V



10

f) Kesimpulan
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 2
1) Bagaimanakah prinsip rangkaian penguat inverting!
2) Gambarkan tata letak IC 741 yang digunakan dalam praktikum
penguat inverting!
3) Bagaimanakah bila Rf pada rangkaian inverting di perkecil tahanannya!

Jawaban
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***

KEGIATAN BELAJAR 3

PENGUAT NON - INVERTING


I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat non-inverting
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat non-inverting sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat non-inverting
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.
11

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 3


A. Non-Inverting Amplifier
Prinsip utama rangkaian penguat non-inverting adalah diperlihatkan pada
Gambar 7.9. Penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-
inverting (+). Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa
dengan tegangan inputnya. Untuk menganalisa rangkaian penguat op-amp non
inverting, caranya sama seperti menganalisa rangkaian inverting.

Sinyal Input Sinyal Output

Gambar 7.9 Penguat Non-Inverting

Jika penguatan G adalah perbandingan tegangan keluaran terhadap


tegangan masukan, maka didapat penguatan op-amp non-inverting :

Impendasi untuk rangkaian Op-amp non inverting adalah impedansi dari input
non-inverting op-amp tersebut. Dari datasheet, LM741 diketahui memiliki
impedansi input Zin = 108 to 1012 Ohm.

III. Lembar Praktikum 3


a) Alat dan Bahan
1) IC LM 741 1 buah
2) Resistor 1Kohm 1 buah
3) Power Supply 1 buah
4) Resistor 2 Kohm 1 buah
5) AVO meter 1 buah
6) Pinset 1 buah
7) Potensiometer 50Kohm 1 buah
8) Jumper secukupnya

b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!
2) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
3) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
4) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
5) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
6) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
12

yang lebih rendah, turunkan batas ukur.


7) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 3
1) Lihat Gambar 7.10, lalu pahami fungsi tiap konektor seperti Gambar 7.11.

Gambar 7.10 Penguat Non-Inverting

Gambar 7.11 Modul Penguat Non-Inverting

2) Hubungkan VCC 12 V modul pada tegangan 12 Volt.


3) Hubungkan -12 V modul pada tegangan -12 Volt.
4) Hubungkan GND modul pada Ground.
5) Aturlah potensio sehingga tegangan IN sebesar 0,5V
6) Untuk mengukur Vin hubungkan colok merah AVO pada IN dan colok
hitam AVO pada GND
7) Ukur Vout dengan menghubungkan colok hitam AVO pada GND dan
colok merah AVO pada OUT
8) Catatlah hasil pengukuran pada tabel hasil yang disediakan
9) Ulangi langkah 5 seperti tegangan Vin pada tabel
10) Analisis hasil percobaan dan beri kesimpulan.
13

d) Hasil Percobaan 3
Tabel 7.5 Hasil percobaan 3
No Vin Vout
1 0,5 V
2 1V
3 1,5 V
4 2V
5 2,5 V
6 3V
7 3,5 V
8 4V
9 4,5 V
10 5V

e) Analisis
Tabel 7.6 Aanalisis Hasil percobaan 3

No Hasil Perhitungan Vout Hasil Praktikum Vout Selisih

1 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =


= ( 1 + 2 / 1 ). 0,5
= 1,5 V
2 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 1
=3V
3 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 1,5
= 4,5 V
4 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 2
=6V
5 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 2,5
= 7,5 V
14

f) No Hasil Perhitungan Vout Hasil Praktikum Vout Selisih Kes


6 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout = imp
= ( 1 + 2 / 1 ). 3 ula
=9V n
7 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 3,5
= 10,5 V
8 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 4
= 12 V
9 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 4,5
= 13,5 V
10 Vout = (1 + R2 / R1). Vin Vout =
= ( 1 + 2 / 1 ). 5
= 15 V
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 3
1) Bagaimanakah prinsip rangkaian penguat non-inverting!
2) Jelaskan mengapa pada Penguat Tak Membalik, penguatan tegangan
selalu lebih dari satu ?
3) Ada anjuran bahwa penguatan tegangan pada penguat operasi jangan
terlalu besar. Untuk mendapatkan penguatan total yang cukup besar,
lebih baik menderetkan beberapa penguat. Kenapa demikian!

Jawaban
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***


KEGIATAN BELAJAR 4
15

INTEGRATOR

I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian integrator sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian integrator sebagai aplikasi dari
rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian integrator sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 4


A. Integrator
Op-Amp bisa juga digunakan untuk membuat rangkaian-rangkaian dengan
respons frekuensi, misalnya rangkaian penapis (filter). Salah satu contohnya
adalah rangkaian integrator seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7.12.
Rangkaian dasar sebuah integrator adalah rangkaian Op-Amp inverting, yang
rangkaian umpan baliknya (feedback) menggunakan kapasitor C.

Gambar 7.12 Integrator

Prinsip rangkaian ini sama dengan rangkaian Op-Amp inverting.


1
Vout Vin
RC
Sehingga nama rangkaian ini diambil, karena secara matematis tegangan
keluaran rangkaian ini merupakan fungsi integral dari tegangan input. Rangkaian
di atas dinamakan rangkaian Miller Integral. Aplikasi yang paling populer
menggunakan rangkaian integrator adalah rangkaian pembangkit sinyal segitiga
dari inputnya yang berupa sinyal kotak. Penguatan integrator ini dapat
disederhanakan dengan rumus

Dari persamaan ini, rangkaian integrator merupakan dasar dari low pass filter.
Penguatan akan semakin kecil (meredam) jika frekuensi sinyal input semakin
besar.
16

III. Lembar Praktikum 4


a) Alat dan Bahan
1) Osiloscope 1 buah
2) Function generator 1 buah
3) AVO meter 1 buah
4) IC OP-AMP LM741 1 buah
5) Resistor 10 kOhm 3 buah
6) Kapasitor 1nF 1 buah
7) Power Supply 1 buah
8) Jumper secukupnya

b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif
sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
5) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
6) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
7) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
8) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 4
1) Lihat Gambar 7.13, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul
Integrator.

Gambar 7.13 Rangkaian Integrator


17

Gambar 7.14 Modul Integrator


2) Hubungkan konektor VCC 12 Volt pada tegangan sumber 12 Volt
3) Hubungkan konektor -12 Volt pada tegangan sumber -12 Volt
4) Hubungkan konektor GND pada ground.
5) Aturlah pembangkit sinyal pada jenis gelombang segitiga agar
menghasilkan sinyal 10 mVpp dengan frekuensi 1 KHz!
6) Hubungkan OSC A pada Osiloscope Chanel A dan OSC B pada
Osiloscope chanel B
7) Ukur dan catatlah tegangan puncak Vkeluaran dengan oscilloscope! Ukur
dan catat pula tegangan puncak Vmasukan!
Penguatan tegangan = Vkeluaran / Vmasukan
8) Amati dan gambarlah sinyal masukan (Ch 1) dan keluaran (Ch 2)
9) Kemudian analisis dan beri kesimpulan

d) Hasil Percobaan 4

0 T

Gambar 7.15 Grafik sinyal masukan

Input : . Vpp
Volt / Div = Volt Time / Div = . mS
18

0 T

Gambar 7.16 Grafik sinyal Keluaran


Output : Vpp
Volt / Div = Volt
Time / Div = . mS

e) Analisis
Tabel 7.7 Analisis Hasil
Gain V out Perhitungan V out Praktikum Selisih
1
Vout Vin
G= RC V out = V
V out =

f) Kesimpulan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 4
1) Bagaimanakah output dari rangkaian integrator?
2) Sebutkan aplikasi apa saja yang dapat dibangun dari rangkaian
integrator!
Jawaban
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***


19

KEGIATAN BELAJAR 5

PENGUAT DIFERENSIAL

I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat diferensial sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat diferensial sebagai aplikasi
dari rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat diferensial
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 5


A. Penguat Diferensial
Penguat ini mampu memperkuat sinyal yang kecil. Keluaran dari penguat ini
sebanding dengan perbedaan tegangan kedua masukannya. Penguat diferensial
ini mampu mengurangi noise dengan sangat baik. Gambar 7.17 menunjukkan
rangkaian penguat diferensial

Gambar 7.17 Penguat Diferensial

Rumus penguatan tegangan dari penguat diferensial adalah sebagai berikut:

III. Lembar Praktikum 5


a) Alat dan Bahan
1) AVO meter 2 buah
2) IC OP-AMP LM741 1 buah
3) Resistor 1 kOhm 3 buah
4) Resistor 2 kOhm 1 buah
5) Potensiometer 50Kohm 2 buah
6) Power Supply 1 buah
7) Project Board 1 buah
8) Jumper secukupnya
b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja
20

1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif


sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
5) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
6) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
7) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
8) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 5
1) Lihat Gambar 7.18, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul penguat
diferensial.

Gambar 7.18 Penguat Diferensial

Gambar 7.19 Modul Penguat Diferensial

2) Hubungkan konektor VCC 12 Volt pada tegangan sumber 12 Volt


21

3) Hubungkan konektor GND pada ground.


4) Hubungkan konektor V1 dengan AVO meter lalu ukur tegangan V1
sebesar 1 V
5) Hubungkan konektor V2 dengan AVO meter lalu ukur tegangan V2
sebesar 1 V
6) Amati tegangan pada Vout lalu catat hasilnya pada tabel
7) Ulangi langkah 5 untuk tegangan V1 dan V2 sesuai tabel hasil.
8) Kemudian isi Tabel 7.8 dan Tabel 7.9.

d) Hasil Percobaan 5
Tabel 7.8 Hasil Penguat diferensial
No. V1 (V) V2 (V) Vout (V)

1 1 1
2 1 2
3 1 3
4 1 4
5 1 5
6 5 1
7 4 1
8 3 1
9 2 1
10 5 5

e) Analisis
Tabel 7.9 Analisis Hasil Penguat diferensial
No V out Perhitungan V out Praktikum Selisih
1
V out = V
V out =
2
V out = V
V out =
3
V out = V
V out =
4
V out = V
V out =
5
V out = V
V out =
6
V out = V
V out =
22

7
V out = V
V out =
8
V out = V
V out =
9
V out = V
V out =
10
V out = V
V out =

f) Kesimpulan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 5
1) Apakah kelebihan penguat diferensial?
2) Sebutkan aplikasi apa saja yang dapat dibangun dari penguat diferensial!

Jawaban
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***


23

KEGIATAN BELAJAR 6

PENGUAT INSTRUMENTASI
I. Tujuan
1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat instrumentasi
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.
2. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian penguat instrumentasi sebagai
aplikasi dari rangkaian OP AMP.
3. Mahasiswa dapat menganalisis karakteristik rangkaian penguat instrumentasi
sebagai aplikasi dari rangkaian OP AMP.

II. Dasar Teori Kegiatan Belajar 6


A. Penguat instrumentasi
Penguat instrumentasi adalah suatu penguat untai tertutup (closed loop)
dengan masukan diferensial dan penguatannya dapat diatur tanpa
mempengaruhi perbandingan penolakan modus bersama (Common Mode
Rejection Ratio). Sebuah rangkaian penguat instrumentasi ditunjukkan pada
Gambar 7.20.

Gambar 7.20 Rangkaian Penguat Instrumentasi

Pada gambar di atas penguat instrumentasi disusun dari penguat tersangga


dan penguat diferensial dasar dengan menghubungkan tahanan R3. Dari kedua
op-amp masukan penguat tersangga terdapat pengikut tegangan yang berfungsi
untuk mempertahankan resistansi masukan yang tinggi, dan tiga tahanan yang
berfungsi untuk mengatur besarnya nilai penguatannya.
Penguat ini merupakan penguat serba guna dan bermanfaat yang terdiri atas
tiga op-amp dan tujuh buah tahanan. Rangkaian ini tersusun atas rangkaian
penguat differensial dan penguat penyangga. Untuk mengatur penguatan yang
diinginkan diatur dengan mengubah-ubah nilai Rg. Gambar 7.21 menunjukkan
rangkaian dari penguat instrumentasi
24

Gambar 7.21 Penguat Instrumentasi

Rumus untuk menentukan penguatan dari penguat instrumentasi adalah


sebagai berikut:

III. Lembar Praktikum 6


a) Alat dan Bahan
1) AVO meter 1 buah
2) IC OP-AMP LM324 1 buah
3) Resistor 1 kOhm 1 buah
4) Resistor 3,3 kOhm 7 buah
5) Potensiometer 50Kohm 2 buah
6) Power Supply 1 buah
7) Project Board 1 buah
8) Jumper secukupnya

b) Kesehatan dan Keselamatan Kerja


1) Periksalah terlebih dahulu semua komponen aktif maupun pasif
sebelum digunakan!
2) Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar!
3) Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang dibutuhkan.
4) Dalam menyusun rangkaian, perhatikan letak kaki-kaki komponen.
5) Sebelum catu daya dihidupkan, hubungi dosen pendamping untuk
mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
6) Kalibrasi terlebih dahulu alat ukur yang akan digunakan.
7) Dalam menggunakan meter kumparan putar, mulailah dari batas ukur
yang besar. Bila simpangan terlalu kecil dan masih di bawah batas ukur
yang lebih rendah, turunkan batas ukur.
8) Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum!

c) Langkah Percobaan 6
1) Lihat Gambar 7.22, lalu pahami fungsi tiap konektor pada modul Penguat
instrumentasi.
25

Gambar 7.22 Penguat Instrumentasi

Gambar 7.23 Modul Penguat Instrumentasi

2) Hubungkan konektor VCC 12 Volt pada tegangan sumber 12 Volt


3) Hubungkan konektor GND pada ground.
4) Hubungkan konektor VRG dengan AVO meter
5) Lalu pindahkan SKR (saklar pemilih resistor) kearah kiri untuk memilih
resistor yang akan digunakan dalam percobaan)
6) Amati tegangan pada VRG dan tegangan pada OUT
7) Kemudian isi tabel hasil percobaan dan analisis.

d) Hasil Percobaan 6
Tabel 7.10 Hasil Penguatan Instrumentasi
No. V1 (V) V2 (V) RG R V RG Vout
(kOhm) (kOhm) (V) (V)
1 1 2 3K3 3K3
2 2 1 3K3 3K3
3 1 3 1 3K3
4 3 3 1 3K3

e) Analisis
26

Tabel 7.11 Analisis Hasil Penguatan Instrumentasi


No V out Perhitungan V out Praktikum Selisih
1
V out = V
V out =
2
V out = V
V out =
3
V out = V
V out =
4
V out = V
V out =

f) Kesimpulan
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

g) Latihan 6
1) Dibangun dari rangkaian apakah penguat instrumentasi!
2) Sebutkan aplikasi apa saja yang dapat dibangun dari penguat
instrumentasi!

Jawaban
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

*** Selamat Mengerjakan ***


27

DAFTAR RUJUKAN

Ahmad kusnandar dkk. 2001. Penerapan Konsep Dasar Listrik dan


Elektronika SMK Tingkat I. Armico: Bandung.
C.S. Rangaan et. Al. 1990. Instrumentation: Devices and Systems, Tata
McGraw-Hill Publishing Company Ltd: New Delhi
Robert Boylestad and Louis Nashelsky. 1994. Electronic Devices And Circuit
Theory, Fifth Ed., Eighth Printing. Prentice-Hall of India Private Ltd: New
Delhi
Tim FT UNY. 2003. Dasar Elektronika Analog dan Digital. Depdikbud:
Yogyakarta.
Tim TE UM. 2010. Praktikum iv OP AMP. LAB TE UM: Malang.
Umi Rochayati. 2001. Job Sheet Praktikum Elektronika Analog I. FT UNY:
Yogyakarta.
Wasito S. 1986. Vademekum Elektronika, cet. Ketiga. PT Gramedia: Jakarta