Anda di halaman 1dari 11

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

CHAPTER 5
KERANGKA TEORITIS
PENYUSUNAN HIPOTESIS

DISUSUN OLEH :

Faizin / S411608008

Ory Trimo Saputro / S411608021

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDY MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2017
KERANGKA TEORITAS DAN PENYUSUNAN HIPOTESIS

KERANGKA TEORITIS

Merupakan model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana sesorang menyusun


atau menghubungksn secara logis beberapa factor yang dianggap penting untuk masalah.
Teori tersebut mengalir secara logis dari dokumentasi penelitian sebelumnya dalam bidang
masalah. Menggabungkan keyakinan logis seseorang dengan penelitian yang dipublikasikan,
mempertimbangkan keterbatasan dan hambatan situasi adalah sangat penting dalam
membangun dasar ilmiah untuk meneliti masalah penelitian. Singkatnya, kerangka teoritis
membahas saling ketergantungan antarvariabel yang dianggap perlu untuk melengkapi
dinamika situasi yang sedang diteliti. Penyusunan kerangka konseptual tersebut membantu
kita mendalilkan atau menghipotesikan dan menguji hubungan tertentu dan dengan demikian
meningkatkan pemahaman kita mengenai dinamika situasi.

Dengan demikian, dari kerangka teoritis bisa disusun hipotesis yang dapat diuji untuk
mengetahui apakah teory yang dirumuskan valid atau tidak. Hubungan yang dihipotesiskan
tersebut kemudian dapat diuji dengan analisis statistic yang tepat. Dengan menguji dan
mengulangi ramuan, kita juga akan mempunyai keyakinan yang lebih kuat mengenai
ketepatan penelitian. Jadi, seluruh penelitian bergantung pada dasar kerangka teoritis. Bahkan
jika hipotesis yang dapat diuji tidak perlu disusun (seperti dalam sejumlah proyek penelitian
terapan), penyusunan kerangka teoritis yang baik adalah hal utama untuk mendalami masalah
yang sedang diteliti. Karena kerangka teoritis memberikan dasar konseptual bagi penelitian
dan kerangka teoritis tidak lain adalah mengidentifikasikan jaringan hubungan antarvariabel
yang dianggap penting bagi studi terhadap situasi apapun, sangat penting untuk memahami
apa arti variable dan apa saja jenis variable yang ada.

Variable

Variable adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai.
Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu
yang sama atau objek yang berbeda. Contoh variable adalah unit produksi, absensi dan
motivasi.

Jenis variable

1. Variabel terikat ( dependent variable, disebut juga variable kriteria criterion


variable).
2. Variable bebas ( independent variable, disebut juga variable predictor)
3. Variable moderator(moderating variable)
4. Variable antara ( intervening variable)
Variable terikat

Merupaka variable yang menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah
memahami dan membuat variable terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya.
Dengan kata lain variable terikat merupakan variable utama yang menjadi factor yang berlaku
dalam investigasi. Melalui analisis terhadap variable terikat (yaitu menemukan variable yang
mempengaruhinya), adalah mengkin untuk menemukan jawaban atau solusi masalah. Untuk
tujuan tersebut, peneliti akan tertarik untuk menguantifikasi dan mengukur variable terikat,
sama seperti variable yang mempengaruhi variable tersebut.

Adalah mungkin untuk mempunyai lebih dari satu variable terikat dalam sebuah studi,
misalnya selalu ada pergesekan antara kualitas dan volume pengeluaran, produksi berbiaya
rendah dan kepuasan pelanggan dan seterusnya. Dalam kasus semacam itu manajer ingin
mengetahui factor apa saja yang mempengaruhi semua variable terikat yang diminatidan
bagaimana sejumlah dari mereka mungkin berbeda dalam kaitannya dengan variable terikat
yang lain. Investigasi tersebut bisa menggunakan analisis statistic multivariate (multivariate
statistical analysis).

Variable bebas

Variable bebas adalah variable yang mempengaruhi variable terikat, entah secara positif
atau negative. Yaitu jika terdapat variable bebas, variable terikat juga hadir,dan dengan setiap
unit kenaikan dalam variable bebas terdaoat juga kenaikan atau penurunan dalam variable
terikat. Dengan kata lain, varians variable terikat ditentukan oleh variable bebas. Untuk
membangun hubungan sebab-akibat, variable bebas dimanipulasi sebagaimana dijelaskan
dalam bab 7 mengenai desain eksperimen.

Variable moderator

Adalah variable yang mempunyai pengaruh ketergantungan (contingent effect) yang


kuat dengan hubungan variable terikat dan variable bebas. Yaitu kehadiran variable ketiga
(variable moderatot) mengubah hubungan awal antara variable bebas dan terikat.

Perbedaan variable bebas dan variable moderator

Sering muncul kebingungan mengenai kapan sebuah variable diperlakukan sebagai


variable bebas dan kapan variable tersebut menjadi variable moderator. Misalnya mungkin
terdapat dua situasi sebagai berikut :

Situasi 1

Sebuah studi menemukan bahwa semakin baik kualitas program pelatihan organisasi dan
semakin besar kebetuhan pertumbuhan pertumbuhan karyawan ( yaitu, dimana kebutuhan
akan pengembangan dalam pertumbuhan dalam pekerjaan kuat), semakin besar keinginan
mereka untuk mempelajari cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan.

Diagram hubungan antara tiga variable: keragaman tenaga kerja, efektifitas organisasi, dan
keahlian manajerial.
Stuasi 2

Studi lain menunjukkan bahwa kesediaan karywan untuk mempelajari cara-cara baru dalam
melakukan pekerjaan adalah tidak dipengaruhi oleh kualitas program pelatihan yang
diberikan oleh organisasi kepada semua orang tanpa perbedaan apapun. Hanya mereka
dengan kebutuhan pertumbuhan yang tinngi yang tampaknya mempunyai hasrat untuk
mempelajari cara-cara baru melalui pelatihan khusus.

Dalam kedua situasi diatas kita mempunyai tiga variable yang sama. Dalam kasus pertama,
program pelatihan dan kekuatan kebutuhan pertumbuhan merupakan variable bebas yang
mempengaruhi kesediaan karyawan untuk belajar, yang merupakan variable terikat. Tetapi
dalam kasus kedua, kualitas program pelatihan merupakan variable bebas, dan meskipun
variable terikat tetap sama, kekuatan kebutuhan pertumbuhan menjadi variable moderator.
Dengan kata lain, hanya mereka dengan kebutuhan pertumbuhan tinggi yang menunjukkan
keinginan dan kemampuan beradaptasi yang lebih besar untuk belajar melakukan hal-hal baru
jika kualitas program pelatihan ditingkatkan. Dengan demikian, hubungan antara variable
bebas dan terikat sekarang menjadi tergantung pada kehadiran variable moderator.

Ilustrasi diatas menjelaskan bahwa meskipun variable yang digunakan adalah sama,
keputusan apakah menamainya variable bebas, terikat, atau moderator tergantung pada
bagaimana variable tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Variable antara

Adalah variable yang mengemuka antara variable bebas mulai bekerja mempengaruhi
variable terikat, dan waktu pengaruh variable bebas terasa pada variable terikat. Dengan
demikian, terdapat kualitas temporal atau dimensi waktu pada variable antara. Variable antara
mengemuka sebagai sebuah fungsi variable bebas yang berlaku dalam situasi apa pun, serta
membantu mengonsepkan dan menjelaskan pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.
Diagram hubungan antara variable bebas, antara, dan terikat.

Dari diagram diatas dimana variabel keanekaragaman tenaga mempengaruhi variabel terikat
efektifitas organisasi, variabel antara yang mengemuka sebagai fungsi keragaman dalam
tenaga kerja adalah sinergi kreatif. Sinergi kreatif ini berasal dari tenaga kerja multietnis,
multiras, dan multinasional (yaitu keragaman) yang berinteraksi dan secara bersama-sama
memberikan keahlian multifaset mereka dalam pemecahan masalah. Hal tersebut membantu
kita untuk memahami bagaimana efektifitas organisasi bisa berasal daru keragaman tenaga
kerja.

Diagram hubungan antara variabel bebas, antara, moderator dan terikat

Akan menarik untuk melihat bagaimana penggabungan variable moderator keahlian


manajerial dalam contoh sebelumnya mengubah model atau memengaruhi hubungan.
Hubungan baru yang akan muncul karena kehadiran moderator dalam diagram diatas. Seperti
bisa dilihat, keahlian manajerial memoderatkan hubungan antar keragaman tenaga kerja dan
sinergi kreatif. Dengan kata lain sinergi kreatif tidak akan muncul dari ketrampilan
pemecahan masalah multiaspek dari tenaga kerja yang beragam, kecuali manajer mampu
memanfaatkan sinergi tersebut dengan secara kreatif mengoordinasi ketrampilan yang
berbeda. Bila manajer kurang terampil dalam melakukan peran tersebut, maka tidak peduli
seberapa besar ketrampilan pemecahan masalah dari tenaga kerja yang beragam, sinergi tidak
akan muncul. Alih-alih berfungsi secara efektif, organisasi mungkin hanya tetap statis atau
bahkan memburuk.

Sekarang menjadi mudah untuk melihat perbedaan antara variable bebas, variable
antara dan variable moderator. Variable bebas membantu menjelaskan varians variable
terikat, variable antara mengemuka pada waktu t2 sebagai fungsi dari variable bebas, yang
juga membantu kita mengonsepkan hubungan antara varibel bebas dan terikat; dan variable
moderator mempunyai pengaruh ketergantungan pada hubungan antara dua variable. Untuk
membedakannya, ketika variable bebas menjelaskan varians dalam variable terikat, variable
antara tidak menambahkan varians yang telah dijaskan oleh variable bebas, sedangkan
variable moderator mempunyai pengaruh interaksi dengan variable bebas dalam menjelaskan
varians. Yaitu, kecuali variable moderator hadir, teori mengenai hubungan antara kedua
variable lain yang mempertimbangkan tidak akan terbukti.

Komponen kerangka Teorertis

Kerangka teoritis yang baik mengidentifikasi dan menamakan variabel-variabel penting


dalam situasi yang relevan dengan definisi masalah. Kerangka teoretis secara logis
menjelaskan sangkut-paut antar variabel tersebut. Hubungan antara variabel bebas, variabel
terikat, dan jika tepat, variabel moderator dan antara diuraikan. Jika terdapat variabel
moderator, adalah penting untuk menjelaskan bagaimana dan hubungan spesifik seperti apa
yang terjadi.

Perlu dicatat bahwa kita telah menggunakan istilah kerangka teoretis dan model teoretis
secara bergantian. Ada perbedaan pendapat mengenai apa yang sebuah model benar-benar
mewakili. Sebagian pihak menjelaskan model sebagai simulasi; lainnya melihat model
sebagai perwakilan dari hubungan antara dan antar konsep.

Singkatnya, ada hal mendasar yang harus di perhatikan dalam kerangka teoretis :

1. Variabel yang dianggap relevan untuk studi harus diidentifikasi dan dinamai dengan
jelas dalam pembahasan.
2. Pembahasan harus menyebutkan mengapa dua atau lebih variabel berkaitan satu sama
lain. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk hubungan penting ysng diteorikan berlaku di
antara variabel.
3. Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian
sebelumnya, maka harus ada indikasi dalam pembahasan mengenai apakah hubungan
akan positif atau negatif.
4. Harus ada penjelasan yang gamblang mengenai mengapa kita memperkirakan
hubungan tersebut berlaku. Argumen bisa ditarik dari temuan penelitian sebelumnya.
5. Suatu diagaram skematis kerangka teoretis harus diberikan agar pembaca dapat
melihat dan dengan mudah memahami hubungan yang diterikan.

Diagram Skematis Untuk Kerangka Teoritis

EPS

ROA

ROE
RETURN SAHAM
NPM

PER

PBV

Variable terikat adalah return saham yang merupakan variable minat utama, dimana
varians dicoba dijelaskan dengan enam variable bebas, yaitu EPS (Earning Per Share), ROA
(Return on asset), ROE (Return on equity), NPM (Net Profit Margin), PER (Price Earning
Ratio) dan PBV (Price to book value).

Dengan semakin besarnya EPS yang diterima oleh perusahaan apakah nantinya akan
mempengaruhi return saham. Dan juga meengindikasikan bahwa laba per lembar saham
nantinya secara parsial akan mempengaruhi return saham pada perusahaan sektor food and
beverage. Pada variable ROA jika sebuah perusahaan memperoleh ROA lebih besar secara
konsisten apakah memperoleh return saham yang besar juga lebih besar. Dengan hasil
pembuktian nanti perusahaan dengan kondisi ROA (Return on asset) yang baik atau
meningkat akan mempunyai potensi terhadap daya tarik investor. Investor mempunyai
keyakinan potensi saham pada perusahaan akan membaik meskipun pada suatu saat
profitabilitas sedang tidak baik. Variabel ROE akan mencoba menguji teori bahwa tinggi
rendahnya return on equity akan mempengaruhi tingkat permintaan atas saham di bursa dan
harga jualnya, dimana para pemegang saham pada umumnya ingin mengetahui tingkat
profitabilitas modal saham beserta keuntungan. Sama halnya pada variable NPM juga ingin
menguji teory yang mendasari bahwa NPM menunjukkan tingkat pengembalian keuntungan
bersih terhadap penjualan bersihnya dan sekaligus menunjukkan efesiensi biaya yang
dikeluarkan perusahaan. Sehingga jika NPM semakin besar atau mendekati satu, maka berarti
semakin efesien biaya yang dikeluarkan sehingga semakin besar tingkat kembalian
keuntungan bersih, maka daya tarik investor juga akan semakin meningkat sehingga return
saham juga akan semakin meningkat. PER (Price earning ratio) merupakan harapan atau
ekspektasi investor terhadap kinerja suatu perusahaan yang dinyatakan dalam rasio.
Kesediaan investor untuk menerima kenaikan atau penurunan PER bergantung pada
perusahaan. PER menjadi tidak bermakna apabila perusahaan mempunyai laba yang sangat
rendah atau mendekati kerugian. Ini bisa jadi menjadi indikasi bahwa para investor kurang
memperhatikan variable PER dalam memperhitungkan return saham yang dimiliki
perusahaan. Dan variable terakhir yakni PBV yang merupakan rasio yang digunakan sebagai
indicator untuk mengukur kinerja perusahaan melalui harga pasar saham. Penilaian
perusahaan oleh investor akan sangat mempengaruhi keputusan investasi. Dengan kata lain
apabila perusahaan dinilai lebih tinggi oleh investor, maka harga saham akan semakin
meningkat dipasar, yang pada akhirnya return saham akan ikut meningkat.

PENYUSUNAN HIPOTESIS

Setelah kita mengidentifikasi variabel penting dalam suatu situasi dan menetapkan
hubungan antar variabel melalui pemikiran logis dalam kerangka teroretis, kita berada dalam
posisi untuk menguji apakah hubungan yang di teorikan benar-benar terbukti kebenaranya.
Dengan menguji hubungan tersebut secara ilmiah melalui analisis statistik yang tepat, atau
melelui analisis kasus negatif (negative case analysis) dalam penelitian kualitatif, kita akan
memperoleh informasi terpercaya mengenai jenis hubungan yang eksis diantara variabel yang
berlaku dalam situasi masalah. Merumuskan pernyataan yang dapat diuji semacam tersebut
disebut penyusunan hipotesis.

Definisi Hipotesis

Hipotesis bisa didefinisikan sebagai hubungan yang diperkiraan secara logis di antara
dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji.
Hubungan tersebut diperkirakan berdasarkan jaringan asosiasi yang ditetapkan dalam
kerangka teoretis yang dirumuskan untuk studi penelitian. Dengan menguji hipotesis dan
menegaskan perkiraan hubungan, diharapkan bahwa solusi dapat ditemukan untuk mengatasi
masalah yang dihadapi.

Pernyataan Hipotesis : Format

Pernyataan jika-maka (if- Then Statement)

Seperti disebutkan sebelumnya, hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji mengenai
hubungan antar variabel. Hipotesis juga dapat menguji apakah terdapat perbedaan antara dua
kelompok (atau antara beberapa kelompok) yang terkait dengan variabel. Untuk menguji
apakah hubungan atau pebedaan yang diperkirakan tersebut eksis atau tidak, hipotesis dapat
disusun sebagai proposisi atau dalam bentuk pernyataan jika-maka (if-then statement).

Hipotesis Direksional dan Nondireksional

Jika, dalam menyatakan hubungan antar dua variabel atau membandingkan dua
kelompok, istilah-istilah seperti positif, negatif, lebih dari, kurang dari, dan semacamnya
digunakan, maka hipotesis tersebut disebut (directional).
Hipotesis nondireksional dirumuskan, entah karena hubungan atau perbedaan, belum pernah
sebelumnya diselidiki dan karena tersebut tidak ada dasar untuk mengindikasikan arah, atau
karena belum terjadi temuan yang bertentangan dalam studi penelitian sebelumnya mengenai
variabel tersebut. Dalam sejumlah studi mungkin ditemukan hubungan positif, sedangkan
dalam studi lain dicatat hubungan negatif. Itu sebabnya, peneliti saat ini hanya dapat
membuat hipotesis bahwa ada hubungan yang signifikan, tetapi arahnya mungkin belum
jelas. Dalam kasus seperti tersebut, hipotesis dapat dinyatakan secara nondireksional.

Hipotesis Nol dan Alternatif

Hipotesis nol (hipotesis nihil atau nulll hypoteses) adalah prosisi yang menyatakan
hubungan yang detinitif dan tepat di antara dua variabel. Yaitu, hipotesis ini menyatakan
bahwa korelasi populasi antara dua variabel adalah sama dengan nol atau bahwa perbedaan
dalam mean (rerata hitung) dua kelompok dalam populasi adalah sama dengan nol (atau suatu
angka tertentu) .

Hipotesis alternatif, yang merupaka kebalikan dari hipotesisnol,adalah pernyataan yang


mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau menunjukan perbedaan antara kelompok.
Untuk menjelaskan lebih jauh dalam membuat hipotesis nol, kita menyatakan bahwa tidak
ada perbedaan antara apa yang mungkin kita temukan dalam karakteristik populasi dan
sampel yang kita pelajari. Karena tidak mengetahui keadaan hubungan yang sebenarnya
dalam populasi, yang dapat kita lakukan adalah menarik kesimpilan berdasarkan apa yang
kita temukan dalam sampel. Apa yang kita nyatakan secara tidak langsung melalui hipotesis
nol adalah bahwa perbedaan apa pun yang ditemukan di antara dua kelompok sampel atau
hubungan apa pun yang didapati di antara dua variabel berdasarkan sampel adalah hanya
diambil dari fluktuasi sampel acak dan bukan perbedaan yang sebenarnya di antara dua
kelompok populasi (katakanlah, pria dan wanita), atau hubungan antara dua variabel (misal,
penjualan dan laba).

Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis adalah:

1. Menyatakan hipotesis nol dan alternatif.


2. Memilih uji stasistik yang tepat berdasarkan apakah data yang dikumpulkan adalah
parametrik atau nonparametrik.
3. Menentukan tingkat signifikansi yang diinginkan.
4. Memastikan jika hasil dari analisis komputer menunjukan bahwa tingkat signifikasi
terpenuhi. Jika, seperti dalam kasus analisis komputer menunjukan bahwa tingkat
signifikansi terpenuhi. Jika, seperti dalam kasus analisis korelasi Pearson dalam
peranti lunak Exel, tingkat signifikansi tidak muncul dalam printout, perhatikan nilai
kritis (critical value) yang mendapatkan daerah penerimaan pada tabel yang sesuai
[(t,F,x2)] . Nilai kritis tersebut membagi daerah penolakan dari daerah penerimaan
hipotesis nol.
5. Jika nilai hitung lebih besar daripada nilai kritis, hipotesis nol ditolak, dan alternatif
diterima. Jika nilai hitung lebih kecil daripada nilai kritis, hipotesis nol diterima dan
alternatif ditolak.
Sebelum menyimpulkan pembahasan mengenai hipotesis, perlu diulangi kembali bahwa
membuat dan menguji hipotesis dapat dilakukan cara deduksi dan induksi. Dalam deduksi,
model teoritis adalah yang pertama disusun, kemudian hipotesis dirumuskan, dikumpulkan,
dan akhirnya diuji. Dalam proses induktif, hipotesis yang baru dirumuskan berdasarkan apa
yang diketahui dari data yang baru diperoleh, untuk kemudian diuji.

Contoh Hipotesis alternatif yang akan diuji :

Ha 1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara EPS dengan return saham


Ha 2 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara ROA dengan return saham
Ha 3 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE dengan return saham
Ha 4 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara NPM dengan return saham
Ha 5 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara PER dengan return saham
Ha 6= Terdapat pengaruh yang signifikan antara PBV dengan return saham

PENGUJIAN HIPOTESIS DENGAN PENELITIAN KUALITATIF : ANALISIS


KASUS NEGATIF

Hipotesis juga dapat diuji dengan kualitatif. Misalnya, anggap saja bahwa seorang
peneliti membuat kerangka teoretis setelah wawancara yang ekstensif, bahwa perilaku tidak
etis oleh karyawan merupakan fungsi ketidak mampuan mereka untuk membedakan antara
benar dan salah, atau karena kebutuhan yang mendesak akan uang yang lebih banyak, atau
ketidakacuhan organisasi terhadap perilaku semacam itu. Untuk menguji hipotesis bahwa
ketiga faktor tersebut merupakan sebab utama yang mempengaruhi perilaku tidak etis,
peneliti akan mencari data yang menyangkal hipotesis. Bahkan jika suatu kasus tunggal tidak
mendukung hipotesis, teori tersebut harus direvisi. Katakanlah bahwa peneliti menemukan
kasus di mana seseorang dengan sengaja melakukan perilaku tidak etis dalam pembayaran
kembali, hanya karena ia ingin kembali ke sistem yang tidak akan menerima sarannya.
Penemuan baru ini melalui penolakan atas hipotsis semula, disebut sebagai metode kasus
negatif (negative case method), memungkinkan peneliti untuk merevisi teori dan hipotesis
hingga waktu ketika teori tersebut menjadi kukuh.

KEUNTUNGAN MANAJERIAL

Pada titik ini, cukup mudah untuk mengikuti gerak maju penelitian dari tahap pertama ketika
manajer merasakan masalah, ke penggumpalan data awal (termasuk survei literatur), ke
penyusunan kerangka teoretis berdasarkan survei literatur dan dipandu oleh pengalaman dan
intuisi, serta ke perumusan hipotesis untuk diuji.

Jelas pula bahwa setelah masalah didefinisikan, pengertian yang baik mengenai keempat jenis
variabel yang berbeda memperluas pemahaman manajer. Pengetahuan tentang bagaimana dan
untuk tujuan apa kerangka teoretis dibangun dan hipotesis disusun memampukan manajer
untuk menjadi hakim yang cerdas terhadap laporan penelitian yang diberikan oleh konsultan.
Demikian pula, pengetahuan mengenai arti signifikansi, dan mengapa sebuah hipotesis yang
diajukan diterima atau ditolak, membantu manajer untuk bertahan dalam, atau berhenti dari
dugaannya yang, walaupun masuk akal, tidak terbukti.

RINGKASAN

Dalam bab ini kita menalaah empat jenis variable-bebas, terikat, moderator dan antara. Kita
juga membahas bagaiman kerangka teoritis disusun dan bagaimana hipotesis yang dapat diuji
dihasilkan dari sana. Kita melihat contoh di mana variable yang sama bisa menjadi variable
bebas, terikat, moderator atau antara tergantung pada situasi. Kita juga mempelajari kapankah
hipotesis nol diterima atau ditolak berdasarkan apakah hasil pengujian hipotesis memenuhi
uji signifikasi atau tidak. Selain tersebut kita juga secara singkat membahas uji untuk validasi
hipotesis dalam penelitian kualitatif.