Anda di halaman 1dari 6

PEMBIASAN DAN PEMANTULAN GELOMBANG

Melany Putri Razita ( 140310130029 )

Asisten : Kiki Winda

Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran

6 Oktober 2014

Abstrak

Dalam kehidupan sehari-hari pastilah kita memerlukan gelombang cahaya untuk berbagai alat
di rumah kita. Cahaya tersebut dapat mempunyai beberapa sifat yang nantinya sifat-sifat
tersebut dapat kita aplikasikan untuk kegiatan sehari-hari. Gelombang cahaya didefinisikan
sebagai energi berbentuk gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 380-
750 mm. Berdasarkan alasan tersebut diatas maka praktikum pembiasan dan pemantulan
gelombang perlu kita lakukan agar kita sebagai mahasiswa fisika lebih memahami dan dapat
mengaplikasikannya di masyarakat. Dalam percobaan kami juga menggunakan alat-alat yang
sudah memenuhi standar uji coba pembiasan dan pemantulan gelombang, alat utama ang
kami gunakan adalah Stroboscope dengan alat bantu kaca cermin dan meja air beserta alat-
alat lainnya. Praktikum ini kita menggunakan 5 metode yaitu : metode perencanaan (
penulisan materi pada buku jurnal ), persentasi materi, pengambilan data praktikum,
pengolahan data praktikum serta penulisan laporan akhir. Pada praktikum ini kita
menggunakan Hukum Snellius karena tingkat kerapatan suatu medium kita perhitungkan.
Saat gelombang melewati celah sempit maka gelombang akan mengalami difraksi dan akan
membentuk pola interferensi yang intensitasnya tergantung pada celah sempit yang
dilaluinya. Intensitas cahaya cenderung kuat pada pusat dan semakin jauh orde maka
intensitasnya pun akan semakin melemah dan akan menghilang atau tidak terlihat. Sifat sifat
cahaya yang lebih ditekankan pada pemcobaan kali ini adalah pembiasan dan pemantulan
cahaya. Dalam pengambilan data kami menggunakan panjang gelombang 1 dan 5 dengan
variasi pengetuk single, double, dan datar masing-masing sebanyak 5 kali percobaan
kemudian kita akan mencari cepat rambat gelombang dengan menggunakan rumus
setiap percobaanya.
I. Pendahuluan.

Pada saat kita melempar sebuah katu kecil ke permukaan air kolam yang tenang, maka akan
muncul sebuah gelombang yang berbentuk lingkaran-lingkarang kearah luar batu tersebut.
Sebenarnya yang tampak kita lihat adalah partikel-partikel air yang sedang berisolasi (
bergerak naik dan turun permukaan air ) terhadap titik kesetimbangannya. Hal ini berarti
bahwa gelombang tidak memindahkan air tersebut. Dalam hal ini air merupakan suatu
medium tempat merambatnya suatu gelombang. Pernyataan di atas adalah hal-hal yang sering
kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari namun sebab dan akibatnya kita tidak
mengetahuinya, oleh karena itu praktikum fisika eksperimen tentang pemantulan dan
pembiasan gelombang perlu kita lakukan. Dalam perambatannya gelombang memerlukan
medium, baik berupa air maupun dinding. Dalam praktikum kali ini media yang kita gunakan
adalah air. Karena kita akan mencari panjang gelombang yang dihasilkan oleh pemantulan
dan pembiasan gelombang. Panjang gelombang yang kita cari adalah ukuran jarak antara
pengulangan dari cirinya seperti bentuk puncak, lembah, atau nol penyeberangan, bukan
ukuran seberapa jauh setiap gerakan dari gelombang tersebut. Satu lembah dan satu bukit kita
anggap bahwa satu gelombang penuh Banyaknya gelombang dalam satu detik biasa kita
sebut sebagai frekuensi. Satuan dari frekuensi adalah 1/sekon atau s-1 atau kita sebut juga
sebagai hertz (Hz). Pada umumnya cepat rambat gelombang dalam suatu medium adalah
tetap, oleh karena itu frekuensi frekuensi gelombang selalu tetap.

II. Teori Dasar


A. Sifat-sifat gelombang
Gelombang mempunyai beberapa sifat-sifat antara lain : Dipantulkan atau reflection (
perubahan arah rambat cahaya ke arah sisi asalnya setelah menumbuk antar muka dua
buah medium, Dibiaskan atau Refraksi ( peristiwa pembelokan arah rambat gelombang
karena melalui dua medium yang berbeda tingkat kerapatannya ), Interferensi ( peristiwa
perpaduan gelombang dengan frekuensi dan fasa yang berbeda saling bertemu.
Interferensi dibagi menjadi 2 yaitu konstruktif ( 2 gelombang yang bertemu dan saling
menguatakan karena fasa dan frekuensinya sama ) dan Dedruktif ( 2 gelombang yang
saling melemahkan, karena frekuensi dan fasanya berbeda )), Pelenturan atau Difraksi (
peristiwa pelenturan gelombang yang terjadi akibat melewati celah sempit), Dipolarisasi
( peristiwa terserapnya sebagian gelombang akibat pengkutupan polar sehingga hanya
memiliki satu arah gelombang ), Dispersi atau Penyebaran ( adalah peristiwa
penyebaran gelombang akibat melewati suatu celah yang sempit ), Transmisi ( adalah
perpindahan gelombang dari satu tempat ke tempat lain ). Panjang gelombang di tempat
yang dalam lebih besar daripada panjang gelombang di tempat yang dangkal ( 1 < 2 ).
Perubahan panjang gelombang menyebabkan pembelokan gelombang ( pembiasan )
sewaktu gelombang lurus mengenai bidang batas antara tempat yang dangkal dalam
suatu tangki riak. Sudut pembiasan bergantung pada kecepatan cahaya didalam media air
dan pada sudut datang sehingga berlaku rumus :

III. Percobaan

Alat dan bahan yang kita gunakan adalah stroboscope (sumber cahaya), Pembangkit
gelombang (menghasilkan gelombang), meja air (tempat untuk menyimpan air), kaca cermin
(untuk memantulkan gelombang), besi pengetuk ( menghasilkan gelombang pada air), plat
acrylic ( menggerakan air ), tombol remote control (menggerakan pengetuk), power supply
12V DC ( menghasilakan arus listris ), air ( media yang diuji), penggaris dan busur derajat (
mengukur besarnya gelombang yang dihasilkan), kertas (memberi tanda pada panjang
gelombang).

Praktikum kali ini akan melakukan beberapa percobaan yaitu :

Persiapan, merupakan sesuatu yang sangatlah penting dalam praktikum kali ini
karena matangnya suatu persiapan dapat menentukan tingkat keberhasilannya
suatu percobaan.

Menentukan kecepatan gelombang, dalam menentukan kecepatan gelombang kita


akan menggunakan 1 dan 5, sebanyak 5kali perboan. Setelah mendapatkan
frekuensinya maka kita dapat menghitung kecepatan gelombang tersebut dengan
menggunakan rumus : = . f
Menentukan pemantulan dan pembiasan gelombang, untuk menentukan
pemantulan dan pembiasan gelombang kita menggunakan sudut 30, 60, dan 90
dengan frekuensi sebesar 15Hz, 20Hz, dan 25Hz. Percobaan dilakukan masing-
masing sebanyak 5kali percobaan, kemudian barulah kita dapat memasukannya
pada persamaan :

IV.Data dan Analisa

Percobaan 1 Menghitung 1
Frekuensi Single Double Datar Vsingle Vdouble Vdatar
1,6 1,5 2 24 22,5 30
1,8 1,7 2,3 27 25,5 34,5
15 Hz 2 1,7 2,4 30 25,5 36
1,5 1,6 2,3, 22,5 24 34,5
1,6 1,5 2,2 24 22,5 33
1,5 1,3 1,9 30 26 38
1,3 1,1 2 26 22 40
20 Hz 1,4 1,3 1,8 28 26 36
1,4 1,4 2 28 28 40
1,5 1,5 1,7 30 30 34
1,6 1,9 1,5 40 47,5 37,5
1,5 1,6 1,7 37,5 40 42,5
25 Hz 1,7, 1,8 1,8 42,5 45 45
1,8 1,7 1,7 45 42,5 42,5
1,5 2 1,5 37,5 50 37,5
Grafik Kecepatan gelombang dengan frekuensi 15 Hz

Gambar disamping adalah grafik

Single kecepatan dengan frekuensi 15Hz dan

40
pengetuk single, grafik pada awalnya
30 naik perlahan kemudian turun setelah itu
20 Single
grafik naik kembali seperti gambar
10 disamping
0
1 2 3 4 5

Gambar disamping adalah grafik


kecepatan dengan frekuensi 15Hz dan
Double
pengetuk double, grafik pada awalnya
26
naik perlahan kemudian konstan lalu
24
perlahan-lahan turun seperti gambar
Double
22
disamping
20
1 2 3 4 5

Datar Gambar disamping adalah grafik

38
kecepatan dengan frekuensi 15Hz dan
36 pengetuk datar, grafik pada awalnya
34
32
naik perlahan sampai dititik puncak
Datar
30 kemudian turun perlahan-lahan seperti
28
26
gambar disamping.
1 2 3 4 5
V. Kesimpulan

Semakin besar kecepatan gelombang maka frekuensi gelombang tersebut semakin


besar
Semakin kecil frekuensi suatu gelombang maka kecepatannya pun akan semakin
kecil
Menurut Hukum Snelllius, pembiasan gelombang dapat dirumuskan :

Sedangkan rumus pemantulan adalah


sin i = sin r

Keterangan

Sin i : sudut datang

Sin r : sudut pantul

Daftar Pustaka

Giancoli, Dauglas. 2001. Fisika Jilid 2. Jakarta. Erlangga.


Tipler, Paul. 1991. Fisika. Jakarta. Erlangga
www.academic.edu /6416350 /A. Hukum_Pemantulan_dan_Pembiasan_Snell /
html. Diakses pada hari rabu, 17 September 2014 pukul 16.45
Aninda Shanlia. http:// www.Sifat-sifatgelombang.blogspot / Diakses pada hari
rabu, 17 September 2014 pukul 17.02