Anda di halaman 1dari 4

Session 2

Nurul Sakina

Rachman Maulana ( 1506799765 )

Zaerudin Sidiq

Audit Internal

Program Esktensi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

CHAPTER 3

INTERNAL CONTROL FRAMEWORK : THE COSO STANDARD

1. Urgensi dari Efektifitas Internal Control

Internal control merupakan salah satu konsep fundamental yang sangat penting dalam
profesionalisme bisnis disemua tingkatan. Hal ini harus dipahami baik bagi internal ataupun
ekternal auditor.

Internal Control merupakan proses yang diimplementasikan oleh manajemen dan didesain untuk
menyediakan jaminan yang dapat diandalakan untuk :

1. Informasi Keuangan dan proses operasional yang dapat diandalkan


2. Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur rencana, hokum, aturan-aturan dan regulasi
3. Pengamanan Assets
4. Efisiensi operasional
5. Pencapaian terhadap misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan
6. Integritas dan nilai etik
Dari definisi diatas dapat diidentifikasi bahwa internal control lebih dari hanya sekedar
permasalahan akunting dan finansial saja. Hal ini harus meliputi secara keseluruhan control dari
proses bisnis perusahaan. Kontrol merupakan point penting dalam sistem internal control.

Berikut adalah definisi control dari IIA ( International Standards for the Practice of Internal
Auditing).

Any action taken by management, the board, and other parties to manage risk and
increase the likelihood that established objectives and goals will be achieved. Management
plans, organizes, and directs the performance of sufficient actions to provide reasonable
assurance that objectives and goals will be achieved.1.

Manajemen bertanggung jawab untuk menetapkan dan mengelola fungsi pengendalian


tersebut, dan internal auditor dapat menilai efektivitasnya dan membuat rekomendasi yang sesuai.

2. Latar Belakang Standard Internal Control

Definisi awal yang pertama kali diperkenalkan berasal dari American Institute of Certified
Public Accountants (AICPA) dan digunakan oleh U.S. Securities and Exchange Commission
(SEC) pada Securities Exchange Act 1934 regulation memberikan titik awal yang baik bagi
badan regulator. Kemudian AICAPAs menjadi yang pertama mengkodefikasi standars
tersebut yang dinamakan Statement on Auditing Standards (SAS No 1) dengan definisi sebagai
berikut :

Internal control comprises the plan of enterprise and all of the coordinate methods and
measures adopted with a business to safeguard its assets, check the accuracy and reliability
of its accounting data, promote operational efficiency, and encourage adherence to
prescribed managerial policies.

AICPA SAS No. 1 dimodifikasi dengan menambahkan administrative dan accounting controls
didalam kerangka konseptual dalam definisi internal control. Seiring dengan berjalannya
waktu di era tahun 1970-an SEC dan AICPA mengeluarkan beberapa definisi untuk
menguatkan perbedaan definisi internal control dan dari ekternal, kantor akuntan public yang
besar menyediakan definisi yang mendukung dan dengan interpretasinya dan pedomannya.
a. Internal Control Definition : foreign corrupt practices act of 1977

Sama seperti skandal enron yang berujung pada SOX di awal tahun 2000, Amerika Serikat
mengalami situasi yang sama di 30 tahun yang lalu. Dari periode 1974 sampai 1977. Yang
cukup mendapat perhatian adalah kasus Watergate yang melibatkan pencurian dari salah satu
partai politik Democrat. Hal ini berakibat pada mundurnya presiden Richard Nixon dan
menghasilkan Foreign Corrupt Practice Act (FCPA).

FCPA menitik beratkan pada bribes yang di lakukan terhadap foreign (non-U.S.) official
dan juga menyarankan untuk pencatatan yang akurat dan juga sistem internal control yang
baik. Berikut adalah regulasi yang dekeluarkan untuk menjawab kejadian tersebut :

Make and keep books, records, and accounts, which, in reasonable detail, accurately
and fairly reflect the transactions and dispositions of the assets of the issuers.
Devise and maintain a system of internal accounting controls sufficient to provide
reasonable assurances that:
o Transactions are executed in accordance with managements general or specific
authorization.
o Transactions are recorded as necessary both to permit the preparation of
financial statements in conformity with generally accepted accounting
principles (GAAP) or any other criteria applicable to such statements, and also
to maintain accountability for assets.
Access to assets is permitted only in accordance with managements general or specific
authorization.
The recorded accountability for assets is compared with the existing assets at
reasonable intervals, and appropriate action is taken with respect to any differences.

FCPA cukup signifikan karena untuk pertama kalinya, manajemen diberi tanggungjawab
untuk melakukan kecukupan terhadap sistem internal accounting control. Selama sekitar
30 tauhun, The FCPA menjadi regulatori yang kuat untuk untuk melakukan pengaturan
dan contoh aturan corporate governance. Karena FCPA, banyak dewan direksi dan komite
audit memulai secara aktif dalam melakukan review terhadap internal control perusahaan.

b. Threadway Commision
Ditahun 1974, the AICPA membentuk Commission on Auditors Responsibility. Tim ini lebih
dikenal dengan nama Cohen Commission. Ditujukan untuk memberikan definisi mengenai
internal control dan eksternal auditors responsibility untuk pelaporan yang lebih baik lagi. Hal
yang dilakukan tidaklah bebas dari kritikan karena hal ini waktunya hampir beriringan dengan
FCPA. Menjawab kritikan dan respon negative ini maka AICPA mengeluarkan beberapa series
dari SAS internal control audit standard dari tahun 1980 sampai 1985. Salah satunya adalah
SAS No. 55 Consideration of the Internal Control Structure in a Financial Statement Audit.
Standard ini memiliki tiga elemen kunci :

1. Control environment
2. Accounting system
3. Control Procedure

SAS No. 55 mendefinisikan pengendalian internal dengan cara yang jauh lebih luas untuk
auditor eksternal dan memberikan dasar untuk definisi laporan COSO mengenai istilah istilah yang
dikemukakan. SAS No. 55 effective tahun 1990 dan merepresentasikan pergerakan perubahan
dengan memberikan eksternal auditor definisi pengendalian internal yang sesuai.

Selama akhir 1970an dan awal 1980an, banyak perusahaan besar A.S. gagal karena inflasi
tinggi dan tingginya tingkat suku bunga. Sering kali perusahaan melaporkan penghasilan yang
memadai dalam laporan keuangan mereka yang diaudit, hanya untuk mengalami keruntuhan
finansial tak lama setelah rilis laporan tersebut.

menanggapi kekhawatiran ini dan juga kurangnya tindakan legislatif, National Commission on
Fraudulent Financial Reporting dibentuk. Terdiri dari IIA, AICPA, FEI, AAA (American
Accounting Association) dan IMA (Institute of Management Accountants).

National Commission on Fraudulent Financial Reporting kemudian dikenal dengan nama


Threadway Commission. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor - faktor penyebab
yang memungkinkan terjadinya pelaporan keuangan yang tidak benar dan untuk membuat
rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut.

Upaya 20 tahun ini mendefinisikan ulang kendali internal sebagai dasar metodologi dan
menjabarkan terminologi standar untuk profesional bisnis dan auditor. Hasilnya adalah kerangka
pengendalian internal COSO.