Anda di halaman 1dari 5

PENANGANAN KETO ASIDOSIS DIABETIK DI IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


................... .................. 1-8

Ditetapkan
STANDAR Tanggal terbit Direktur,
PROSEDUR
OPERASIONAL .....................
(SMF...............)
Dr. AGUNG BASUKI, M.Kes
NIP. 19600504 198902 1 002
1. Prosedur yang mengatur tentang penatalaksanaan Keto Asidosis
Diabetik (KAD).
2. Keto Asidosis Diabetik merupakan komplikasi akut dari Diabetes
Mellitus yang meliputi hiperglikemia, asidosis metabolik, dan
peningkatan kadar keton dalam darah.
3. Komplikasi ini terjadi akibat defisiensi insulin absolut dan
peningkatan hormon counter-regulatory (glukagon, katekolamin,
kortisol, growth hormone).
4. Keto Asidosis Diabetik sering terjadi pada DM tipe 1 dan juga pada
DM tipe 2 yang mengalami stres katabolik misalnya akibat trauma,
infeksi, atau pembedahan.
5. Tanda dan gejala klinis meliputi poliuria, polidipsi, berat badan turun,

Pengertian mual, muntah, dehidrasi, lemah, nyeri perut difus, penurunan


kesadaran, nafas cepat dan dalam (Kussmaul respiration).
6. Pemeriksaan :
a. Gula darah sewaktu >250mg/dl
b. pH arteri <7,30
c. Pernafasan Kussmaul
d. Keton darah dan atau keton urin meningkat
e. Bikarbonat serum <18mEq/l
f. Anion gap >10, anion gap = [Na (Cl + HCO3)]
7. Diagnosa Banding:
a. Lakto asidosis
b. Sindroma hiperglikemik hiperosmolar
c. Keto asidosis alkoholik
d. Starvation ketosis
e. Intoksikasi obat-obatan seperti salisilat, metanol, etilenglikol,
paraldehid
PENANGANAN KETO ASIDOSIS DIABETIK DI IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


................... .................. 2-8

1. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas.


2. Pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan prosedur yang

Tujuan berlaku di RSUD Bangil.


3. Memperlancar proses pelayanan antara Instalasi Gawat Darurat
dengan Unit Rawat Inap RSUD Bangil.

A. Standar Pelayanan Minimal RSUD Bangil.


B. Wewenang untuk melakukan prosedur adalah :
1. Dokter spesialis Penyakit Dalam.
2. Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit
Kebijakan
Dalam.
3. Dokter IGD.
4. Dokter Umum yang bekerja di bagian Penyakit Dalam.
5. Dokter Internsip.

Penanganan KAD bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu berdasarkan Formula


Klinik Praktis dari Prof. Askandar Tjokroprawiro,dr., Sp.PD, K-EMD
FINASIM atau Guideline dari American Diabetes Association.
I. Penanganan KAD berdasarkan Formula Klinik Praktis dari Prof.
Askandar Tjokroprawiro,dr., Sp.PD, K-EMD FINASIM adalah
sebagai berikut:
PENANGANAN KETO ASIDOSIS DIABETIK DI IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


................... .................. 3-8

1. REHIDRASI: NaCl 0,9% atau RL, 2L/ 2 jam pertama,


lalu 80 tpm / 4 jam, lalu 30 tpm/ 18 jam (4-6L/24 jam),
diteruskan sampai 24 jam berikutnya 20 tpm
FASE I 2. IDRIV (Apidra): 4 unit/ jam i.v (Formula Minus Satu)
3. Infus Kalium/ 24 jam: 25mEq (bila K+ = 3,0-3,5
mEq/L), 50mEq (K+ = 2,5-3,0 mEq/L), 75mEq (K+ =
2,0-2,5 mEq/L), 25mEq/ 100cc/5 jam (K+ < 2,0)
4. INFUS BIKARBONAT: bila pH 7,2 atau BIK <12
mEq/L: 50-100mEq/ 500cc/ 24 jam
5. ANTIBIOTIK: harus rasional dengan dosis adekuat

Glukosa darah 250mg/dl atau IDRIV: Insulin Dosis Rendah Intra


reduksi urin Vena

1. MAINTENANCE: NaCl 0,9% (Insulin 4-8iu), Maltosa


10% (Insulin 6-12iu) bergantian 20tpm (Start Slow, Go
FASE II Slow, Stop Slow)
2. KALIUM: p.e (K+ <4mEq/L) atau p.o (air tomat/kaldu)
3. Actrapid/Novorapid: 3x8-12iu s.c
4. MAKANAN LUNAK: karbohidrat kompleks p.o

Protokol terapi KAD terdiri dari 2 fase, fase I (fase gawat) dan fase II
(fase rehabilitasi) dengan batas kadar glukosa antara kedua fase tersebut
sekitar 250mg/dl.
Penanganan di IGD adalah fase I yang terdiri dari:
1. Koreksi dehidrasi :
Prosedur
Berikan normal saline 0,9% 2 liter dalam 2 jam pertama, dilanjutkan
80 tpm dalam 4 jam, lalu 30 tpm dalam 18 jam, diteruskan 20 tpm
dalam 24 jam berikutnya.
2. Koreksi hiperglikemia:
Insulin dosis rendah secara intravena (insulin bisa menggunakan
rapid acting seperti Apidra atau short acting seperti Actrapid dan
Humulin-R) menggunakan rumus N-1, N merupakan angka pertama
dari gula darah sewaktu. Insulin diberikan bolus intravena sebanyak 4
unit/jam sebanyak N-1 dengan selang waktu 1 jam. Biasanya
PENANGANAN KETO ASIDOSIS DIABETIK DI IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


................... .................. 4-8

4. Koreksi asidosis metabolik:


Bila pH 7,2 atau BIK <12mEq/L, berikan NaBic 50-100 mEq (1-2
flakon) secara infus intravena dalam 500 cc NaCl 0,9% / 24 jam
5. Pemberian antibiotik:
Antibiotika rasional sesuai indikasi dengan dosis yang adekuat
diberikan pada penderita immunocompromised, pilihan sementara
Ceftazidim 3 x 1g secara intravena.

II. Penanganan KAD berdasarkan American Diabetes Association adalah


sebagai berikut:
1. Koreksi Dehidrasi
a. Infus NaCl 0,9% 15-20ml/kgBB (rata-rata 1-1,5L) dalam 1 jam
pertama
b. Tentukan status hidrasi:
- Syok hipovolemik: infus NaCl 0,9% 1L/jam dan atau koloid
- Syok kardiogenik: monitoring hemodinamik
- Hipotensi ringan: tentukan Na serum, bila tinggi atau normal
infus NaCl 0,45% 4-14ml/kgBB/jam. Bila rendah infus NaCl
0,9% 4-14ml/kgBB/jam
c. Untuk memudahkan dapat diberikan 1L dalam jam ke-I, 1L dalam
jam ke-II, 500ml-1L dalam jam ke-III, 500ml-1L dalam jam ke-IV,
dan 500ml-1L dalam jam ke V (diberikan 3,5-5L dalam 5 jam
pertama)

2. Koreksi Hiperglikemia
a. Injeksi insulin reguler (Actrapid) bolus iv 0,15iu/kgBB
b. Lanjut infus insulin Actrapid drip 0,1iu/kgBB/jam
c. Cek GDA 1 jam kemudian, bila GDA tidak turun 50-70mg/dl dalam
1 jam pertama, naikkan dosis insulin drip 2x lipat tiap 1 jam sampai
GDA turun 50-70mg/dl dalam 1 jam.
Bila kesulitan mengetahui GDA atau berat badan pasien, untuk
pemberian awal dapat diberikan injeksi insulin bolus iv dengan
insulin rapid acting seperti Apidra atau short acting seperti Actrapid
dan Humulin-R sebanyak 10iu, cek GDA 1 jam kemudian, bila
PENANGANAN KETO ASIDOSIS DIABETIK DI IGD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


................... .................. 5-8

Hipoglikemia, hipokalemia, edema serebri ( pada anak-anak). Komplikasi


Komplikasi
yang terjadi biasanya diakibatkan terapi yang tidak adekuat.
Unit yang
Bagian llmu Penyakit Dalam (Interna)
menangani
Unit terkait Instalasi Gawat Darurat, Unit Rawat Inap, Komite Medik.

Kepustakaan:

Tjokroprawiro, Askandar. 2012. Formula Klinik Praktis di Bidang Diabetologi-Endokrinologi-


Metabolisme. Surabaya: Pusat Diabetes dan Nutrisi

American Diabetes Association. 2004. Hyperglicemic Crises in Diabetes. Diabetes Care 27: 594-
602.