Anda di halaman 1dari 18

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Public Relation

Menurut para pakar, hingga saat ini belum terdapat konsensus mutlak tentang definisi

dari PR/ Humas. Ketidaksepakatran tersebut disebabkan oleh: pertama, beragamnya

definisi piblic relation yang telah dirumuskan baik oleh para pakar maupun profesional

public relation/ Humas didasari perbadaan latar belakang, misalnya definisi yang

dilontarkan oleh kalangan akademis perguruan tinggi tersebut akan lain bunyinya

dengan apa yang diungkapkan oleh kalangan parktisi (public relation practitioner).

Dan ketiga, adanya indikasi baik teoretis maupun praktis bahwa kegiatan public

relation atau kehumasan itu bersifat dinamis dan fleksibel terhap perkembangan

dinamika kehidupan masyarakat yang mengikuti kemajuan zaman, khususnya

memasuki eraglobalisasi dan milenium ketiga saat ini. Rosady Ruslan (1998; 15-19)

Walaupun berbagai definisi kehumasan memiliki redaksi yang saling berbeda akan

tetapi prinsip dan pengertiannya sama. Sebagai acuan, salah datu definisi humas/PR,

yang diambil dari The British Institute of Public Relation, berbunyi:

a. Public Relation activity is management of comunication between an

organization and its publics.

(Aktivitas Public Relation adalah mengelola komunkasi antara organisasi dan

publiknya)

b. Public Relation practice is delibarate, planned and sustain effort to establish

and mantain mutual understanding between an organization and its public.


(Peractik Public Relations adalah memikirkan, merencankan dari pencurahan

daya untuk membangun dan menjaga saling pengertian atara organisasi dan

publiknya)

Setelah mengkaji kurang lebih 472 lebih definisi Humas, Dr. Rex Harlow dalam

bukunya berjudul: A Model for Public Relation Edukation for Profesional Prectices

yang diterbitkan oleh International Public Relations Association (IPRA) 1978,

menyatakan bahwa definisi dari Public Relations adalah; Public Relation adalah

fungsi menegemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur

bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi,

pengertianm penerimaan dan kerja sama ; melibatkan manajemen untuk mampu

menanggapi opini publik; mendukung manajemen dalam mengikuti dan

memanfaatkan perubahan secara efektif; bertindak sebagai sistem peringatan dini

dalam mengatasi kecenderangan penggunaan penelitian serta tehnik komunikasi

yang sehat dan etis sebagai sarana utama.

Definisi tersebut di atas adalah definisi yang paling lengkap dan akomodatif

terhadap perkembangan dan dinamika Humas PR. Sebab, terdapat aspek cukup

penting dalam PR, Yaitu teknik komunikasi, dam kominukasi yang sehat dan etis.

Sayangnya pera ahli PR/Humas menanggapi definisi yang dirumuskan oleh Dr.

Rex Harlow tersebut terlalu panjang. Oleh karena itu maka wakil dari pakar Humas/

Public Relations dari negara maju mengadakan pertemuan di Mexico City pada bulan

Agustus 1978. Pertemuan tersebut menghasilkan definisi-definisi Humas yang lebih

singkat dan dinamakan The Statement of Mexico. Definisi tersebut berbunyi:

Praktik Publik Relation adalah seni dan ilmu pengetahuna sosial yang dapat

dipergunakan untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekwensi-


konsekwensinya, menasehati para pemimpin organisasi, dan melaksankan

program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang menangani, baik

untuk kepentingan organisasi meupun kepentingan publik atau umum.

Meski terdapat perbedaan penekanan dalam unsur unsur pokok dalam kedua

definisi tersebut, baik yang berasal dari Dr. Rex Harlow dan Prof. John Marston

(1978), maupun dari The Statement of Mexico 1978 terdapat banyak kesamaan dalam

unsur-unsur utamanya yang menyangkut.

1. Fungsi manajemen yang melekat yang menggunkan penelitian dan

perencanaan yang mengikuti standar-standar etis.

2. Suatu proses yang mencakup hubungan timbal balik antara organisasi dan

publiknya.

3. Analisis dan evaluasi melalui penelitian lapangan terhadap sikap, opini dan

kecenderungan sosial, serta mengkomunikasikannya kepada pihalk

manajemen/pimpinan.

4. Konseling manajemen untuk dapat memastikan kebijaksanaan dan tata cara

kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dalam konteks demi

kepentingan bersama bagi kedua belah pihak.

5. Pelaksanaan program aktivitas yang didalamnya terdapat perencanaan,

pengkomunikasian, dan pengevaluasian.

6. Perencanaan dengan itikad yang baik, saling pengertian, dan penerimaan dari

pihak publiknya (internal dan eksternal) sebagai hasil akhir dari aktivitas public

relation/Humas.

Pendek kata, keenam unsur utama di atas menunjukan adanya hubungan kait

mengait secara holistik. Kesaling-terkaitan ini merupakan proses kesinambungan


dalam fungsional Publik Relation/Humas yang integral dengan manajemen organisasi

dalam upaya mencapai tujuan bersama dan sasaran utama badan usaha/ organisasi.

Menurut Edward L. Bernay dalam bukunya Public Relations (1952, University

of Oklaoma Press), terdapat 3 fungsi utama Humas, yaitu;

1. Memberikan penerapan kepada masyarakat.

2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara

langsung.

3. Berupa untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/ lembaga

sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya.

Dari pemaparan definisi dan fungsi Public Relations tersebut di atas dapat

ditarik kesimpulan bahwa ciri khas proses dan fungsi Manajemen Humas (Pulic

Relation Management) adalah sebagai berikut :

Menunjukkan kegiatan tertentu (action)

Kegiatan yang jelas (activities)

Adanya perbedaan khas dengan kegiatan lain (different)

Terdapat suatu kepentingan tertentu (important)

Adanya kepentingan bersama (common interest)

Terdapat komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two ways traffic

communication)
FUNGSI DAN TUJUAN PR

1. Tujuan utama humas

Tujuan utama Public Relation sendiri adalah menciptakan, mempertahankan dan

melindungi reputasi organisasi/ perusahaan, memperluas prestis, menampilkan citra-

citra yang mendukung. Riset menunjukkan bahwa konsumen/pelanggan lebih sering

melakukanbuying decicision atau keputusan pembelian berdasarkan citra

perusahaan.

Mengevaluasi sikap dan opini publik

Formulasi dan implementasi prosedur dan policy organisasi atas komunikasi

organisasi/perusahaan dengan publik

Mengkoordinasikan program-program komunikasi

Mengembangkan hubungan dan good-will lewat proses komunikasi dua arah

Mengembangkan hubungan positif antar organisasi dan public

Maksud dan tujuan yang terpenting dari PR adalah mencapai saling pengertian

sebagai obyektif utama. Pujian citra yang baik dan opini yang mendukung bukan kita

yang menentukan tetapi feed back yang kita harapkan.Tujuan utama penciptaan

pengertian adalah mengubah hal negatif yang diproyeksikan masyarakat menjadi hal

yang positif.Biasanya dari hal-hal yang negatif terpancar: hostility, prejudice, apathy,

ignorance.Sedangkan melalui pengertian kita berusaha merubahnya menjadi:

sympathy, acceptance, interest dan knowledge.

2. Tujuan humas dalam komunikasi dua arah

Tujuan yang ingin dicapai dalam pekerjaan kehumasan dalam proses

komunikasi dua arah tergolong dua golongan besar yaitu:


A. Komunikasi Internal (personil/anggota institusi)

Memberikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin mengenai institusi.

Menciptakan kesadaran personil mengenai peran institusi dalam masyarakat

Menyediakan sarana untuk memperoleh umpan balik dari anggotanya

B. Komunikasi Eksternal (masyarakat/ Public)

Informasi yang benar dan wajar mengenai institusi.

Kesadaran mengenai peran institusi dalam tata kehidupan umumnya

dan pendidikan khususnya.

Motivasi untuk menyampaikan umpan balik.

3. Tujuan sebuah humas perusahaan

Ruang lingkup tujuan humas itu sendiri ternyata demikian luas. Namun dari

semua tujuan humas tersebut kita bisa mengambil beberapa yang bisa dijadikan

prioritas. Dari sekian banyak hal yang bisa dijadikannya prioritas kegiatan humas

sebuah perusahaan, berapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:

Untuk mengubah citra umum di mata khalayak sehubungan dengan

adanya kegiatan- kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan. Sebagai contoh,

suatu perusahaan yang semula hanya menangani transportasi truk tapi kemudian

mulai menjual mesin pemanas ruangan. Guna menyesuaikan diri atas adanya

kegiatan yang baru tersebut, maka perusahaan harus mengubah citranya supaya

kegiatan dan produk-produk barunya itu mendapat sambutan positif dari khalayaknya.

Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai

Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai

oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.


Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka

pasar-pasar baru.

Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas

rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.

Untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan itu dengan

khalayaknya, sehubungan dengan telah tejadinya suatu peristiwa yang

mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham dikalangan khalayak

terhadap niat baik perusahaan.

Untuk mendidik para pengguna atau konsumen agar mereka lebih efektif dan

mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.

Untuk meyakinkan khalayak bahwasanya perusahaan mampu bertahan atau

bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.

Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam

menghadapi resiko pengambilalihan (take-over) oleh pihak-pihak lain.

Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru

Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi

para pemimpin perusahaan organisasi kehidupan social sehari-hari.

Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu

acara.

Untuk memastikan bahwasanya para politisi benar-benar memahami kegiatan-

kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan

terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemarintah yang merugikan.


Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan

perusahan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan

kualitas dalam berbagai hal.

Mengingat jenis dan karakter organisasi itu bermacam-macam, maka tentu saja

tujuan bidang humas mereka berbeda-beda/ bervarisi dan tidak terdaftar hanya pada

diatas saja. Satu hal yang harus disadari, setiap tujuan dari berbagai organisasi, baik

itu komersial maupun non-komersial, sama-sama memerlukan suatu program

tindakan yang terencana. Setiap tujuan organisasi dalam pengertian luas akan jauh

lebih mudah dijangkau apabila usaha pencapaiannya juga disertai dengan kegiatan-

kegiatan humas, baik itu yang dilakukan oleh unit departemen humas internal maupun

oleh lembaga konsultasi humas eksternal.

Fungsi-fungsi humas

Dibawah ini terdapat beberapa fungsi-fungsi humas

1. Fungsi utama humas

Fungsi-fungsi utama yang dilakukan oleh seorang humas dalam

organisasinya meliputi berbagai bidang dan segi, dibawah ini terdapat beberapa

fungsi humas yang paling utama, yaitu:

Menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara

lembaga/organisasi engan publiknya, baik publik intern maupun extern dalam rangka

menanamkan pengertian

Menilai dan menentukan pendapat umum yang berkaitan dengan

organisasinya

Memberi saran kepada pemimpin tentang cara-cara mengendalikan pendapat

umum sebagaimana mestinya


Menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam rangka menciptakan iklim

pendapat publik yangmenguntungkan organisasi/lembaga

Menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapt umum

2. Fungsi humas menurut IPRA

Penelitian yang diadakan oleh International Public Relations Association (IPRA)

pada tahun 1981 menyimpulkan bahwa pada umumnya fungsi PR/humas masa kini

meliputi 15 pokok yaitu:

Memberi konseling yang didasari pemahaman masalah prilaku manusia.

Membuat analisis "trend" masa depan dan ramalan akan akibat-akibatnya bagi

institusi.

Melakukan riset pendapat, sikap dan harapan masyarakat terhadap institusi

serta memberi saran tindakan-tindakan yang diperlukan institusi untuk mengatasinya.

Menciptakan dan membina komunikasi dua-arah berlandaskan kebenaran dan

informasi yang utuh

Mencegah konflik dan salah pengertian

Meningkatkan rasa saling hormat dan rasa tanggung jawab sosial.

Meningkatkan rasa saling hormat dan rasa tanggung jawab sosial.

Meningkatkan itikat baik institusi terhadap anggota, pemasok dan konsumen

Memperbaiki hubungan industrial

Melakukan penyerasian kepentingan institusi terhadap kepentingan umum

Menarik calon tenaga yang baik agar menjadi anggota serta mengurangi

keinginan anggota untuk keluar dari institusi. Memasyarakatkan produk atau layanan

Mengusahakan perolehan laba yang maksimal

Menciptakan jadi diri institusi


Memupuk minat mengenai masalah-masalah nasional maupun ternasional

Meningkatkan pengertian mengenai demokrasi

3. Fungsi Humas menurut Canfield

Bertrand R. Canfield dalam bukunya Public Relations, Principles and Problems

mengemukakan tiga fungsi humas , yaitu:

Mengabdi kepada kepentingan umum (it should serve the publics interest)

Memelihara komunikasi yang baik ( Maintain good communication)

Menitik beratkan ,oral dan tingkah laku yang baik( And stress good morals and

manners)

4. Fungsi humas menurut Edward L. Bernaus

Mengenai fungi humas Edward L. Bernaus seorang pelopor humas di Amerika

Serikat dalam bukunya Public Relations (1952) terdapat tiga fungsi humas, yaitu:

Memberikan informasi kepada masyarakat

Mengajak masyarakat untuk mengubah sikap dan perilaku mereka

Melakukan usaha-usaha untuk menyatukan sikap dan tindakan suatu lembaga

atau organisasinya dengan publiknya atau sebaliknya.

http://indadestrian.blogspot.com/
OPINI PUBLIK

Opini pulik berasal dari kata bahasa inggris Public Opinion. Menurut Djonaesih S.

Soenarjo, dalam bukunya Opini Publik, opini publik dalam bahasa indonesia sering

diterjemahkan dengan pendapat umum, dengan demikian Public diterjemahkan

dengan umum sedangkan opinion dialihbahsakan dengan pendapat.

Menurut Leopard W. Doob, dalam Sunarjo, 1984, pengertian opini publik

adalah sikap orang-orang mengenai suatu soal, dimana mereka merupakan anggota

dari sebuah mesyarakat yang sama.

Definisi ini menyebutkan bahwa opini publik ini berhungan erat denga sikap

manusia yaitu sikap secara pribadi maupun anggota suatu kelompok. Doob lebih jauh

mengemukakan bahwa yang membentuk opini publik adalah sikap pribadi seseorang

ataupun sikap kelompoknya, karena sikapnya ditentukan oleh pengalamannya, yaitu

pengalaman dari dan dalam kelompok itu pula.

Komunikasi persuasi bila dihubungkan dengan opini publik, Doob mempu(nyai

pendapat bahwa opini publik itu sifatnya akan tetap letent (terpendam) dan baru

memperlihatkan suatu yang aktif apabila issu itu timbul dalam suatu kelompok atau

lingkungan. Suatu issue itu timbul kalau terdapat konflik, kegelisahan atau frustasi.

Opini publik akan berkembang dan menjadi kuat apabila opini publik itu

didukung oleh beberapa opini kelompok (grup opinion), sehingga opini publik itu dapat

lebih mudah digerakkan (Sunarjo,1984;27).

Opini piblik terdiri dari dua komponen kata yaitu publik dan opini. Batasan

sederhana dari publik adalah suatu kelompok orang yang memiliki kepentingan yang

sama dalam masalah tertentu. Pendapat adalah ekspresi suatu sikap terhadap topik

tertentu (yang ramai dibicarakan). Sikap yang semakin kuat, akan muncul ke
permukaan dalam bentuk opini. Suatu opini semakin kuat akan lebih terungkap atau

terbentuk tindakan perangai tertentu.

Opini publik adalah kumpulan pendapat individu terhadap masalah tertentu

yang mempengaruhi suatu kelompok orang-orang (masyarakat). Pendapat lain

menyebutkan bahwa opini publik mewakili suatu kesepakatan, dan kesepakatan

dimulai dengan sikap orang-orang terhadap issue yang masih tanda tanya. Mencoba

untuk mempengaruhi suatu sikap yang dimiliki individu bagaimana tanggapan dia

terhadap suatu pokok masalah yang dihadapinya-adalah suatu fokus utama dari

kegiatan Public Relation.

Lebih jauh, Seitel menyebutkan bahwa sikap didasarkan pada sejumlah

karakteristik :

1. Personal, secara fisik, unsur emosional suatu individu termasuk kondisi, usia

dan status sosial.

2. Cultural, lingkungan dan gaya hidup dalam area geografis tertentu, seperti

jepang berbeda dengan orang amerika atau orang desa di Amerika berbeda

dengan orang kotanya.

3. Pendidikan, tingkat dan kualitas pendidikan seseorang.

4. Familial (peoples root), semacam akar rumput orang-orang.

5. Religi, suatu sistem kepercayaan tentang Tuhan atau supranatural.

6. Tingkatan sosial, posisi dalam masyarakat. Perubahan status sosial yang

dimiliki orang-orang.

7. Ras, asal etnik/suku.

Karakteristik-karakteristik di atas memberikan pengaruh terhadap bentuk sikap, juga

faktor-faktor lainnya seperti pengalama, tingkah ekonomi, sikap politik dan anggota
suatu organisasi. Berdasarkan penelitian belum lama ini bahwa sikap dan perilaku

adalah situasional- dipengaruhi oleh issue-issue dalam situasi tertentu. Meskipun

begitu, suwaktu yang lain dengan sikap yang sama mencapai suatu pendapat yang

sama, maka suatu konsesus/ kesepkatan atau opini publik itu akan muncul.
Citra perusahaan

Citra adaah cara bagaiman publik lain memandang sebuah perusahaan,

seseorang, suatu komite atau suatu aktivitas. Setiap perusahaan mempunyai citra

sebanyak jumlah orang yang memandangnya. Berbagai citra perusahaan datang dari

pelanggan perusahaan, pelanggan potensial, bankir, staf perusahaan, pesaing,

distributor, pemasok, asosiasi, dagang, dan gerakan pelanggalan di sektor

perdagangan yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan .

Ada banyak citra perusahaan, misalnya: siap membantu, inovatif, sangat

memperhatikan karyawannya, bervariasi dalam produk, dan tepat dalam pengiriman.

Tugas perusahaan dalam rangka membentuk citranya adalah dengan

mengidentifikasikan citra seperti apa yang ingin dibentuk di mata masyarakat.

PROSES PEMBENTUKAN CITRA

Citra adalah kesan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengetahuan dan

pengertiannya tentang fakta-fakta atau kenyataan. Untuk mengetahui citra seseorang

terhadap suatu obyek tersebut. Solomon, dalam Rakhmat, menyatakan semua sikap

bersumber pada organisasi kognitif pada informasi dan pengetahuan yang kita miliki.

Tidak akan ada teori sikap atau aksi sosial yang tidak didasarkan pada penyelidikan

tentang dasar-dasar kognitif. Efek kognitif dari komunikasi sangat mempengaruhi

pembentukan citra seseorang. Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan

informasi-informasi yang diterima seseorang. Komunikasi tidak secara langsung

menimbulkan perilaku tertentu, tetapi cenderung mempengaruhi cara kita

mengorganisasikan citra kadang tentang lingkungan. (danasaputra 1995: 34-35)


Proses pembentukan citra dalam struktur kognitif yang sesuai dengan

pengertian sistem komunikasi dijelaskan oleh John S. Nimpoeno, dalam laporan

penelitian tentang Tingkah Laku Konsumen, seperti yang dikutip Danasaputra,

sebagai berikut:

Public Relation digambarkan sebagai input-input, proses intern dalam model ini

adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang diberikan output

adalah tanggapan atau perilaku tertentu. Citra itu sendiri digambarkan melalui

persepsi kognisi-motivasi-sikap.

... proses-proses psikodinamis yang berlangsung pada individu konsumen berkisar

antara komponen-komponen persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap konsumen

terhadap produk. Keempat komponen itu diartikan sebagai mental representation

(citra) dari stimulus (Nimpoeno, dalam Danasaputra, 1995:36)

Model pembentukan citra ini menunjukan bagaimana stimulus yang berasal

dari luar diorganisasikan dan mempengaruhi respons. Stimulus (rangsang) yang

diberikan pada individu dapat diterima atau ditolak.

Jika rangsang ditolak proses selanjutnya tidak akan berjalan, hal ini menujukan

bahwa rangsang tersebut tidak efektif dalam mempengaruhi induvidu karena tidak ada

perhatian dari individu tersebut. Sebaliknya, jika rangsang itu diterima oleh individu,

berarti terdapat komunikasi dan dapat perhatian dari organisme, dengan demikian

proses selajutnya dapat berjalan.


Strategi Public Relation

Istilah strategi managemen sering pula disebut rencana strategs atau rencana jangka

panjang perusahaan. Suatu rencana strategis perusahaan menetapkan garis-garis

besar tindakan strategis yang akan diambil dalam kurun waktu tertentu ke depan.

Beberapa lama waktu yang akan dicakup tentu amat bervariasi. Dimasa lalu

para ahli menyebut sekitar 25 tahun, tetapi dewasa ini jarang sekalo perusahaan yang

berani menetapkan arahnya untuk 25 tahun ke depan. Sebagian besar membuatnya

5-10 tahun. Alasannya perubahan yang terjadi belakngan ini sangat sulit diterka

arahnya. Setiap perubahan itu saling kait mengerti, sehingga perkiraan terjauh yang

dapat diduga menjadi amat terbatas.

Lebih jauh Kasali menyebutkan rencana jangka panjang inilah yang menjadi

pegangan bagi para praktisi PR untuk menyusun berbagai rencana teknis, dan

langkah teknis yang diambil sehari-hari. Untuk bertindak secara strategis, kegiatan

Public Relation harus menyatu dengan visi dan misi organisasi/ perusahaannya.

Sama seperti bagian divisi lain di dalam perusahaan, untuk memberi kontribusi

kepada rencana kerja jangka panjang itu, praktisi PR dapat melakukan langkah-

langkah:

1. Menyampaikan fakta dan opini, baik yang beredar di dalam maupun di luar

perusahaan. Bahan-bahan itu dapat diperoleh dari kliping media massa dalam

kurun waktu tertentu, dengan melakukan penelitian terhadap naskah-naskah

pidato pimpinan, bahan yang dipublikasikan perusahaan, serta melakukan


wawancara tertentu dengan pihak-pihak yang berkepentingan atau dianggap

penting.

2. Menelusuri dokumen resmi perusahaan dan mempelajari perubahan yang

tejadi secara historis. Perubahan umumnya disertai dengan perubahan sikap

perusahaan terhadap publiknya atau sebaliknya.

3. Melakukan analisis SWOT. Meski tidak perlu menganalisis hal-hal yang berada

diluar jangkauannya, seorang praktisi Public Relation perlu melakukan analisis

yang berbobot mengenai presapsi dari luar dan dalam perusahaan atas SWOT

yang dimilikinya. Misalnya menyangkut masa depan industri yang ditekuninya,

citra yang dimiliki perusahaan kultur yang dimiliki serta potensi lain yang dimiliki

perusahaan.

Komponen Strenghts dan weakness dikaji dari unsur-unsur yang berasal dari

dalam perusahaan. Sedangkan kedua komponen lainnya Opporutinites dan

Threats dikaji dari lingkungan dimana perusahaan/ organisasi berada. Peluang

dan ancaman bisa muncul dari unsur-unsur seperti peraturan pemerintah,

kecemburuan masyarakat, nilai masyarakat, perubahan struktur kependudukan,

pandangan yang tengah beredar di masyrakat, situasi ekonomi, perubahan politik,

dan tekangan yang muncul dari para envorenmentalist.

Selain berkonotasi jangka panjang strategi managemen juga menyandang

konotasi strategi. Kata strategi sendiri mempunya pengertian yang terkait dengan

hal-hal seperti kemenangan, kehidupan, atau daya juang. Artinya menyangkut

dengan hal-hal yang berkaitan dengan mampu untuk tidaknya perusahaan atau

organisasi menghadapi tekanan yang muncul dari dalam atau luar. Kalau dapat, ia

akan terus hidup, kalu tidak, ia akan mati seketika.


Hidup yang dipertaruhkan sendiri merupakan suatu cakupan wktu yang

panjang, bukan sekedar bertahan lalu mati. Maka dari itu setrategi membenarkan

perusahaan atau melakukan tindakan pahit seperti amputasi (pengurangan unit

usaha, dirumahkannya karyawan, pemangkasan, dan lain-lain) hal itu dilakukan

demi kehidupan perusahaan/organisasi dalam jangka panjang.