Anda di halaman 1dari 4

Nama: Rosyada Nirmala

NIM: 1401460021
Prodi: D4 Keperawatan Malang
MK: Riset Keperawatan

TUGAS MATAKULIAH RISET KEPERAWATAN


ELEVASI KAKI EFEKTIF MENJAGA KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN
DENGAN SPINAL ANESTESI
Disusun oleh:
I Made Sukarja
I Ketut Purnawan

a. Judul Penelitian: ELEVASI KAKI EFEKTIF MENJAGA KESTABILAN TEKANAN DARAH


PADA PASIEN DENGAN SPINAL ANESTESI
Kritik:
Judul penelitian sudah menunjukkan jenis, subyek dan obyek penelitian. Namun, belum
menjelaskan waktu dan tempat penelitian. Jurnal tersebut adalah jurnal penelitian
korelasional, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan adanya hubungan atau
pengaruh antara dua variabel. Namun judul penelitian tersebut belum jelas. Apakah
peneliti ingin meneliti hubungan antara elevasi kaki dengan kestabilan tekanan darah,
pengaruh elevasi kaki terhadap kestabilan tekanan darah atau peneliti hanya ingin
memberikan gambaran bahwa elevasi kaki efektif dalam menjaga kestabilan tekanan
darah pada pasien dengan spinal anestesi. Akan lebih baik apabila judulnya diperjelas
seperti ini PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH
PADA PASIEN DENGAN SPINAL ANESTESI karena peneliti ingin meneliti pengaruh
elevasi kaki terhadap kestabilan tekanan darah pada pasien dengan anestesi spinal.
b. Fenomena fokus untuk latar belakang

Fenomena fokus yang dituliskan dalam latar belakang sesuai dengan judul yang
diangkat penulis. Latar belakang sudah memuat fakta-fakta atau gagasan-
gagasan yang relevan dengan masalah penelitian sebagai titik balik menemukan
masalah penelitian. Selain itu, penulis juga menuliskan fenomena-fenomena
lapangan yang mendukung untuk memperkuat alasan penelitian ini dilakukan.
Seperti pada paragraf berikut:

Selain keuntungannya, spinal anestesi juga menimbulkan risiko, salah satu komplikasi
akut yang sering terjadi adalah ketidakstabilan tekanan darah berupa penurunan tekanan
darah atau hipotensi. Insiden hipotensi pada spinal anestesi cukup signifikan yaitu sekitar
20 70 % (Rathmell, 2004). Penulis mengutip pada salah satu buku sumbernya tentang
resiko dari spinal anestesi yang dapat menurunkan tekanan darah (hipotensi). Paragraf
tersebut sangat mendukung alasan mengapa perlu dilakukan tindakan untuk mencegah
terjadinya penurunan tekanan darah pada pasien post operasi dengan spinal anestesi.

Penulis juga sudah mencantumkan insiden pasien henti jantung disebabkan oleh
hipotensi pada pasien dengan spinal anestesi pada paragraf berikut: Hipotensi yang
berat dapat menyebabkan henti jantung yang merupakan komplikasi yang serius dari
spinal anestesi. Pernah dilaporkan terjadi 28 kasus henti jantung dari 42,521 pasien oleh
karena hipotensi yang berat pada spinal anestesi (Benzon, 2005). American Society of
Anesthseiologis juga menyatakan ada 14 kasus mengalami henti jantung selama spinal
anestesi (Rathmell, 2004). Namun, peneliti belum menyebutkan angka kejadian pasien
henti jatung akibat hipotensi pada pasien dengan spinal anestesi yang terjadi di
Indonesia, terutama di RSUP Sanglah Denpasar. Dan kasus yang dicantumkan oleh
peneliti pun sudah kurang lebih 5 tahun yang lalu.

Penulis juga mengutarakan mengapa elevasi kaki dapat mencegah resiko penurunan
tekanan darah setelah dilakukan spinal anestesi seperti pada paragraf berikut ini:
Tindakan yang tepat dan cepat pada penurunan tekanan darah setelah pemberian spinal
anestesi harus dilakukan untuk menghindari komplikasi. Beberapa tindakan medis antara
lain: pemberian cairan prabeban tetapi berisiko edema paru (Poscod, 2007) dan
penggunaan profilaksis vasopresor yang berisiko dysritmia (Stoelting, 2004). Selain
adanya tindakan medis, tindakan mandiri keperawatan untuk mencegah terjadinya
ketidakstabilan tekanan darah atau hipotensi sangatlah penting. Salah satu tindakan yang
dianjurkan adalah posisi meninggikan atau elevasi kaki untuk mempercepat aliran balik
darah dan terjadinya peningkatan volume darah ke jantung (Potter & Perry, 2006).

Latar belakang yang ditulis peniliti sudah runtut mengantarkan ke inti permasalahan, jelas
dan ringkas sehingga membuat pembaca mengerti dan memahami alasan penulis
mengangkat judul penelitian Elevasi kaaki efektif menjaga kestabilan tekanan darah
pada pasien dengan spinal anestesi. Tata bahasa yang digunakan juga sudah baik dan
benar.

c. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elevasi kaki terhadap
kestabilan tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi. Manfaat yang diharapkan
dari penelitian ini nantinya adalah untuk pengembangan ilmu keperawatan perioperatif
dalam hal positioning dan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetapkan protap
posisi pasien dengan spinal anestesi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elevasi kakI terhadap kestabilan
tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi. Tujuan penlitian sudah sesuai
dengan rumusan masalah yang akan diteliti dan berkaitan dengan masalah penelitian.
Manfaat penelitian spesifik dan sesuai dengan tema.

d. Hipotesis Penelitian
Hipotesis pada penelitian ini adalah hipotesis asosiatif yaitu dugaan atau jawaban
sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan antara dua
variabel. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yang memprtanyakan hubungan
anatara dua variabel tersebut, maka ada dua pilihan hipotesis yang bisa dibuat.

Ho: elevasi kaki tidak mempengaruhi kestabilan tekanan darah pada pasien dengan
spinal anestesi

H1: elevasi kaki mempengaruhi kestabilan tekanan darah pada pasien dengan spinal
anestesi

Hipotesis pada jurnal ini disampaikan pada abstak yaitu pada kalimat terakhir.
...sehingga Ho ditolak yang berarti ada pengaruh elevasi kaki terhadap kestabilan
tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi di kamar operasi IBS RSUP Sanglah
Denpasar.

e. Metode Penelitian

1) Desain Penelitian
Desain penelitian sudah jelas. Pada awal paragraf metode penelitian telah dijelaskan
bahwa penelitiannya adalah penelitian pre-experimental, karena ada beberapa
variabel luar yang mempengaruhi variabel dependen. Peneliti juga menjelaskan
bahwa penelitiannya bersifat kuantitatif yang diolah dengan data statistik.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode Non Probabiliy sampling
dan dengan teknik Consecutive Sampling. Metode penelitian tertulis pada kalimat
ketiga pada abstrak. Metode penelitian sudah dijelaskan dengan benar. Namun
belum jelas tahun berapa penelitian dilakukan.

Elevasi kaki efektif menjaga kestabilan tekanan darah pada pasien dengan
spinal anastesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah
pengaruh elevasi kaki terhadap kestabilan tekanan darah pada pasien dengan spinal
anestesi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan static
group comparison. Penelitian ini dilakukan dengan consecutive sampling, jumlah
sampel yang diambil sebanyak 30 orang yaitu 15 orang untuk kelompok kontrol dan
15 orang untuk kelompok perlakuan. ...
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental, karena masih terdapat
variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen.
Rancangan dalam penelitian ini menggunakan static group comparison yaitu
rancangan untuk menentukan pengaruh dari suatu tindakan pada kelompok subjek
yang mendapat perlakuan kemudian dibandingkan dengan kelompok subjek yang
tidak mendapat perlakuan.

2) Populasi dan Sample


Sasaran populasi sudah ditentukan dengan jelas. Sample penelitian adalah 30 orang
yang dibagi menjadi 15 orang sebagai kelompok perlakuan (A) yaitu pasien yang
dilakukan elevasi kaki dan 15 orang untuk kelompok kontrol (B) yaitu tidak dilakukan
elevasi kaki. Teknik sample yang digunakan adalah non-probability. Sample
penelitian sudah memadai. Sample penelitian sudah dijelaskan pada abstrak maupun
pada metode penelitian. Pada abstrak sample penelitian dijelaskan pada kalimat
keempat.

Penelitian ini menggunakan Non Probability sampling dengan tehnik Consecutive


sampling. Sampel yang sudah memenuhi kriteria sebanyak 30 yang dibagi menjadi
15 orang untuk kelompok perlakuan (A) yaitu elevasi kaki dan 15 orang untuk
kelompok kontrol (B) tanpa elevasi kaki.

3) Variabel Penelitian
Pada jurnal ini peneliti meneliti hubungan antara dua variabel. Variabel yang pertama
yaitu elevasi kaki dan variabel kedua adalah kestabilan tekanan darah. Variabel yang
digunakan sudah relevan dengan penelitan dan dapat diamati serta diukur.
- Variabel bebas : elevasi kaki
- Variabel terikat : kestabilan tekanan darah
- Variabel terikat : spinal anestesi

4) Intrumen dan langkah-lagkah pengambilan data


Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan monitor digital. Data
dilakukan analisa univariat berupa data minimum, maksimum dan rata-rata. Analisa
bivariat menggunakan uji pengaruh menggunakan jenis uji statistik independent t-test
untuk data berdistribusi normal dan uji non parametrik yaitu uji mann whitney untuk
data yang tidak berdistribusi normal dengan tingkat kemaknaan = 0.05.

Intrumen pengambilan data sudah dijelaskan yaitu menggunakan lembar observasi


dan monitor digital untuk memantau tekanan darah. Instrumen yang digunakan juga
sudah sesuai dengan penelitian yang dilakukan.

Langkah-langkah pegambilan data belum dituliskan secara jelas pada metode


penelitian. Apakah data akan diambil pada saat pasien belum dilakukan spinal
anestesi atau sesudah dilakukan spinal anestesi atau bahkan akan diambil sebelum
dan sesudah spinal anestesi, pada jurnal ini belum dituliskan secara jelas.

5) Analisis data
Data dilakukan analisa univariat berupa data minimum, maksimum dan rata-rata.
Analisa bivariat menggunakan uji pengaruh menggunakan jenis uji statistik
independent t-test untuk data berdistribusi normal dan uji non parametrik yaitu uji
mann whitney untuk data yang tidak berdistribusi normal dengan tingkat kemaknaan
= 0.05.

Analisis data yang dilakukan menggunakan metode univariat dan bivariat untuk
menguji data yang sudah diperoleh. Peneliti menggunakan uji statistik independent t-
test untuk pada analisa bivariat. Sampel yang berpartisipasi sebanyak 30 orang yang
dibagi menjadi 15 orang sebagai kelompok perlakukan dan 15 orang sebagai
kelompok kontrol. Analisis data yang dilakukan sudah tepat.

6) Etika penelitian
Dalam jurnal ini belum mencantumkan persyaratan penelitian atau etik penelitian.
Misalnya, peneliti tidak mencantumkan apakah peserta diberikan informasi tentang
jalannya penelitian. Tidak dicantumkan pula apakah kebebasan peserta dijamin dan
apakah peserta sudah terlindung dari bahaya penelitian.

f. Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian dijelaskan bahwa tekanan darah pada pasien dengan elevasi kaki
lebih stabil. Hal tersebut mendukung hipotesis yang telah ditentukan oleh peneliti. Hasil
penelitian dianalisi sesuai dengan metode yang tertulis pada point Metode Penelitian.
Karena tujuan penenelitian sudah dijelaskan secara rinci maka tidak terjadi kerancuan
mulai dari pendahuluan hingga pembahasan hasil penelitian. Hasil penelitian juga
dikaitkan kembali dengan tinjauan teori dan dijelaskan secara rinci seperti pada paragraf
berikut ini:

Pada penelitian ini, tekanan darah pasien dengan elevasi kaki lebih stabil karena posisi
elevasi kaki tidak menyebabkan penumpukan darah di area kaki yang disebabkan efek
vasodilasi blok simpatis dari spinal anestesi. Hal tersebut menyebabkan arus balik
terpelihara dengan baik dan dengan demikian tekanan darah akan menjadi lebih stabil.

Efek dari gaya gravitasi dimanfaatkan pada posisi elevasi kaki. Pasien dengan spinal
anestesi akan mengalami hilangnya tonus vena pada bagian yang teranestesi sehingga
darah seperti cairan dalam sebuah tabung. Untuk mengalirkan darah tersebut maka
harus ada perbedaan tekanan antara kaki dan jantung. Tujuan dari perbedaan tekanan
tersebut adalah untuk meningkatkan curah balik ke jantung dan pemeliharaan kestabilan
tekanan darah.

Namun peneliti tidak membahas tentang kekuatan dan keterbatasan penelitian yang
dilakukan serta tidak ada rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.

g. Kesimpulan dan Saran


Ketidakstabilan atau penurunan tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi bisa
berakibat hipotensi yang berat sampai komplikasi kematian. Salah satu untuk tindakan
yang bisa dilakukan mencegah hal tersebut adalah elevasi kaki dan terbukti dapat
mempertahankan kestabilan tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi.
Mengingat hal tersebut hendaknya tindakan elevasi kaki bisa dipertimbangkan untuk
dijadikan SOP pada pasien dengan spinal anestesi.

Kesimpulan dari penelitian telah dituliskan secara jelas dan rinci bahwa ketidakstabilan
tekanan darah pada pasien dengan spinal anestesi dapat menyebabkan hipotensi berat
hingga kematian. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut
adalah elevasi kaki. Dan sudah dibuktikan dengan hasil penelitian ini bahwa elevasi kaki
dapat mempertahankan kestabilan tekanan darah pasien dengan spinal anestesi.

Namun penulis belum menuliskan sarannya dalam jurnal tersebut. Akan menjadi lebih
baik apabila penulis menuliskan saran-saran bagi pembaca atau untuk penelitian
selanjutnya serta pihak rumah sakit.