Anda di halaman 1dari 4

STUDI KASUS ASMA

Seorang pasien wanita Ny. R, 71 tahun, mengalami sesak nafas.


Tanda Vital
KU : Sesak (+)
Kesadaran : Komposmentis
Tensi Tidur : 130/80 mmHg
Tensi Duduk : 130/80 mmHg
Nadi : 88 x/mnt reguler
RR : 30 x/mnt
BB : 50 Kg
TB : 155 cm
BMI : 20,8 Kg/m2
Pemeriksaan Fisik
Leher IVR R 2 cm
Thoraks emfisemaous (-)
Cor cardiomegali (-), Gallop (-)
Paru : Simetris statis dinamis
Redup di seluruh lap paru
SD bronkial seluruh lap paru
Bronki basah halus wheezing di setiap paru eksperum
diperpanjang
Abdomen hepar / Lien tak teraba
Ekstremitas : Edema (-)
Data Laboratorium
Hb : 10
Leucosit : 23000
Trombosit : 495000
Erytrosit : 3,46 juta
MCH : 27,6
MCV : 81,7
MCHC : 33,7
UR/CR : 36 / 0,75
Na / K : 145 / 3,2
Asam urat : 6,4
Albumin : 2,9
SGOT : 29
SGPT : 29
Kolesterol ; 185
HDL : 35
LDL : 101
Trig : 136

Riwayat Sosial
Penderita dulu bekerja wiraswasta, saat ini tidak bekerja. Seorang janda
(suami meninggal 30 tahun yang lalu), tidak punya anak, tinggal bersama
adik. Kondisi ekonomi kurang. Hubungan pasien dengan keluarga baik.
Saudara memperhatikan dan mendukung selama sakit. Biaya pengobatan
ditanggung ASKIN.

Kemungkinan Penyakit
1.Pnemonia
2.Metastase ke paru
3.Asma bronchiale
4.Anemia NN
5.Hypokalemia
6.Hypoalbuminemia

Penatalaksanaan
Pada pertama kali pasien masuk rumah sakit, pasien diberikan :
O2 3 4 liter/mnt
Infus D5% + 1 Amp Aminofilin 20 tts/mnt
Inj Dexamethason 3 x 2 ampul IV
Ambroxol 3 x 1 tab
Salbutamol tab 1 x 2 mg
Inj Cefotaxim 2 x 1 g IV
KSR 1 x 1 tab
Pada hari ke-7 setelah kondisi pasien stabil, pasien diberikan perawatan :
Nebulizer Berotec : Inflammide : Bisolvon : NaCl 0,9%
tiap 8 jam 1 : 1 : 1 : 3
Diet tunak 1700 kkal 40 g protein

PEMBAHASAN
Oksigen diberikan untuk mengatasi serangan sesak nafas akut dan untuk
menjaga SaO2 > 90 %. Oksigen diberikan pada pasien hipoksemia untuk
meningkatkan tekanan oksigen alveolar dan mengurangi kerja pernafasan
yang dibutuhkan untuk mempertahankan tekanan oksiegen arterial.
Infus D5% diberikan untuk mengatasi shock dan kehilangan cairan.
Injeksi Aminofilin sebagai bronkodilator
Injeksi Dexamethason digunakan untuk mengatasi serangan asma akut,
mencegah eksaserbasi berulang dan mempercepat penyembuhan
Ambroxol untuk mengeluarkan mukus akibat adanya hipersekresi
mukus
Salbutamol short acting 2-agonist, meredakan gejala serangan akut
dan pencegahan bronkospasme
Injeksi Cefotaxim karena nilai leukositnya tinggi, kemungkinan terjadi
infeksi
KSR diberikan karena pasien mengalami Hipokalemia
Nebulizer Berotec : Inflammide : Bisolvon : NaCl 0,9% digunakan
untuk maintenance/terapi pemeliharaan asma jangka panjang
o Berotec (Fenoterol HBR) long acting 2-agonist
o Inflammide (Budesonid) kortikosteroid, sebagai profilaksis asma
jika tidak sepenuhnya teratasi oleh bronkodilator atau kromoglikat.
o Bisolvon (Bromheksin) sebagai mukolitik untuk mempercepat
ekspektorasi dengan mengurangi viskositas sputum.
o NaCl 0,9% larutan fisiologis, agar kondisi pasien tetap stabil