Anda di halaman 1dari 47

Modul-3 : Sistem Waktu

KU
Hasanuddin Z. Abidin
Geodesy Research Division Meridian
pengamat
Institute of Technology Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung, Indonesia
Bumi
E-mail : hzabidin@gd.itb.ac.id

Version : February 2007 Titik semi

Lecture Slides of GD. 2213 Satellite Geodesy


Geodesy & Geomatics Engineering
Institute of Technology Bandung (ITB)
SISTEM WAKTU (1)

Sistem Waktu berperan dalam pendefinisian Sistem Koordinat.

Contoh : CIS ------> CEP pada epok J2000.0


CTS ------> arah sumbu-X (meridian Greenwich)

Dua aspek waktu : epok (kala) dan interval.

- Epok mendefinisikan secara presisi waktu kejadian suatu


fenomena atau pengamatan
- Interval adalah selang waktu antara dua epok.

Sistem waktu diperlukan untuk menghubungkan ukuran waktu


yang biasa kita gunakan (tahun,bulan,hari,jam,menit,detik)
dengan fenomena fisik maupun geometrik yang diukur/diamati.

Hasanuddin Z. Abidin, 1997


SISTEM WAKTU (2)
ADA 3 SISTEM WAKTU [Moritz and Mueller, 1987] :

1. WAKTU BINTANG (sidereal time) dan WAKTU


MATAHARI (universal/solar time) yang berdasarkan
rotasi harian Bumi.

2. WAKTU DINAMIK, yang berdasarkan pada pergerakan


benda-benda langit (celestial bodies) dalam sistem
matahari.

3. WAKTU ATOM, yang berdasarkan pada osilasi


elektromagnetik yang dikontrol atau dihasilkan oleh
transisi kuantum dari suatu atom.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
Pergerakan
(orbit) satelit
t1
t2
Z
Pengukuran
jarak
EFFEK
KESALAHAN
WAKTU
Y
DALAM
GEODESI
X
Rotasi
Bumi SATELIT
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
SISTEM WAKTU
PROSES
JENIS KATEGORI
PERIODIK
-Universal Time (UT) - S.W. Matahari
Rotasi Bumi -Greenwich Sidereal Time (GST) - S.W. Bintang
-Ephemeris Time (ET) - S.W. Dinamik
-Terrestrial Dynamic Time (TDT) - S.W. Dinamik
Revolusi -Barycentric Dynamic Time (TDB) - S.W. Dinamik
Bumi -Geocentric Coordinate Time (TCG) - S.W. Dinamik
-Barycentric Coordinate Time (TCB) - S.W. Dinamik
-International Atomic Time (IAT) - S.W. Atom
Osilasi Atom -UT Coordinated (UTC) - S.W. Atom
-GPS Time - S.W. Atom

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


SISTEM WAKTU BINTANG (1)

Waktu bintang (sidereal time) berkaitan


langsung dengan rotasi bumi.

Epok waktu bintang secara KU


numerik adalah
Meridian
sudut waktu dari titik semi pengamat
(vernal equinox).
Bumi
Waktu bintang biasanya
waktu bintang
ditentukan dengan Titik semi
pengamatan bintang.

Hasanuddin Z. Abidin, 1997


SISTEM WAKTU BINTANG (2)
Sudut waktu dari titik semi sejati (masih dipengaruhi oleh presesi dan
nutasi) dinamakan WAKTU BINTANG SEJATI (Apparent Sideral Time,
AST). Bila referensinya meridian Greenwich maka dinamakan GAST
(Greenwich Apparent Sideral Time), dan bila referensinya meridian lokal
dinamakan LAST (Local Apparent Sideral Time).

Sudut waktu dari titik semi menengah KU


(masih dipengaruhi oleh presesi)
dinamakan WAKTU BINTANG MENENGAH Meridian
(Mean Sideral Time, MST). Bila pengamat
referensinya meridian Greenwich
maka dinamakan GMST (Greenwich Bumi
Mean Sideral Time), dan
waktu bintang
bila referensinya meridian Titik semi
lokal dinamakan LMST
(Local Mean Sideral Time).
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
SISTEM WAKTU BINTANG (3)

r
tor

ato
Meridian Meridian
ua

u
Greenwich Greenwich

Ek
Ek

GMST
KU GAST KU

Meridian EE Meridian
Lokal Lokal

LMST
LAST
Titik semi Titik semi
sejati menengah

(Mean-Apparent) Sidereal Times = Equation of Equinoxes (EE)

dimana adalah bujur dari


GMST - LMST = GAST - LAST = , meridian lokal dan adalah
GMST - GAST = LMST - LAST = . cos(EE) . nutasi dalam komponen bujur.

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


SISTEM WAKTU BINTANG (4)
Satu hari bintang adalah interval waktu KU
antara dua kulminasi atas yang berurutan
dari titik semi menengah di meridian tertentu.
Meridian
pengamat
Jam nol (00:00) suatu hari bintang adalah
pada saat titik semi (menengah)
Bumi
berkulminasi atas.

Waktu bintang sejati tidak waktu bintang


Titik semi
digunakan sebagai ukuran
interval waktu karena
kecepatannya yang tidak uniform, yang disebabkan oleh bervariasinya
kecepatan rotasi bumi dan juga arah dari sumbu rotasi bumi itu sendiri.

Karena titik semi menengah masih dipengaruhi oleh presesi, maka satu hari
bintang akan lebih pendek sekitar 0.0084 s dari periode bumi yang
sebenarnya.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
SISTEM WAKTU MATAHARI (1)
KU

Waktu matahari (solar or


Meridian
universal time) berkaitan pengamat
Matahari
dengan rotasi bumi dan juga
revolusi bumi sekeliling matahari.
Bumi
Epok waktu matahari
secara numerik adalah waktu matahari
sudut waktu dari matahari.

Karena pergerakan matahari sejati (apparent sun) sepanjang ekliptika


tidak uniform, maka matahari sejati kurang ideal untuk pendefinisian
sistem waktu.

Yang sebaiknya digunakan adalah matahari khayal (fictious sun) atau


matahari menengah (mean sun) yang dikarakterisir dengan
pergerakannya yang uniform sepanjang ekliptika.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
SISTEM WAKTU MATAHARI (2)
Jam nol (00:00) suatu hari matahari
adalah pada saat matahari menengah
berkulminasi bawah
KU

tengah malam
Meridian
pengamat
Matahari
Satu hari matahari adalah
interval waktu antara dua
kulminasi bawah yang Bumi

berurutan dari
matahari menengah waktu matahari
di meridian tertentu

dari tengah malam


ke tengah malam berikutnya.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
SISTEM WAKTU MATAHARI (3)
Sistem waktu matahari menengah (mean solar time, MT)
didefinisikan sebagai :

MT = Sudut waktu matahari menengah + 12 jam

Bila referensinya meridian Greenwich dinamakan GMT (Greenwich


Mean Solar Time) yang disebut juga Universal Time (UT). Bila
referensinya meridian lokal dinamakan LMT (Local Mean Solar Time).
KU
Dalam kasus matahari sejati, bila
referensinya meridian Greenwich Meridian
pengamat
maka waktu mataharinya Matahari
dinamakan GAT (Greenwich
Apparent Solar Time). Bumi
Bila referensinya meridian lokal
dinamakan LAT (Local Apparent waktu matahari
Solar Time).
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
SISTEM WAKTU MATAHARI (4)

LAT Meridian LMT Meridian


GAT Greenwich GMT Greenwich

Matahari Matahari
Sejati Meridian Menengah Meridian
Lokal Lokal

Hasanuddin Z. Abidin, 1999


Solar Days are not all alike
Ellipse

Dec. 1
June 2
fast slow
June 1
Dec 2

A Solar Day is the time between consecutive Solar Noons.


All Solar Days are not the same length (sundial watch)!
The Earth moves faster in orbit when closer to the Sun.
Due to the Earths orbital tilt, the Suns apparent motion along the
Ecliptic is faster near the Solstices than near the Equinoxes.
A Mean Solar Day is the average length of all Solar Days
Source : internet file, site unknown
UNIVERSAL TIME, U.T. (1)
Universal Time (UT) adalah waktu matahari menengah yang bereferensi
ke meridian Greenwich (Greenwich Mean Solar Time, GMT).

UT akan dipengaruhi oleh ketidak-teraturan rotasi bumi.

Ketidak-teraturan rotasi bumi disebabkan oleh :


adanya variasi spasial dari posisi sumbu rotasi bumi terhadap badan bumi
----> gerakan kutub (polar motion)
adanya variasi temporal dari kecepatan rotasi bumi
----> adanya variasi dalam panjangnya hari (length of day, LOD).

Variasi dari kecepatan rotasi bumi dapat dibagi atas 3 jenis, yaitu :
variasi musim dan variasi-variasi periodik lainnya (variasi harian).
perlambatan ataupun percepatan yang berjangka waktu lama (sekular).
fluktuasi-fluktuasi yang tidak teratur sifatnya.

Karena adanya variasi-variasi di atas, UT dikategorikan atas beberapa


macam, yaitu UT0, UT1, dan UT2.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
UNIVERSAL TIME, U.T. (2)

UT0 = UT dari hasil pengamatan


UT1 = UT0 + koreksi gerakan kutub
UT2 = UT1 + koreksi variasi musim

Variasi cepat dari UT1 (dari VLBI)


60

40

20

mikrodetik
0

-20

-40

-60
12 14 16 18 20 22 24 26
Januari 1994
Ref. : NASA Homepage
UNIVERSAL TIME, U.T. (3)

Pada saat ini ada sekitar 50-an stasion pengamat di dunia yang
menentukan LMST (Local Mean Sidereal Time) nya. LMST ini kemudian
ditransformasikan ke UT0, melalui LMT (Local Mean Solar Time) sebagai
berikut :

LMT = (LMST - m) + 12h


UT0 = LMT -

dimana m adalah asensio rekta dari matahari menengah dan adalah


bujur dari stasion pengamat.

Setiap stasion pengamat kemudian mengirimkan UT0 nya ke BIH di Paris.


BIH kemudian mengaplikasikan koreksi-koreksi gerakan kutub dan variasi
musim ke seluruh UT0. Proses smoothing kemudian diterapkan untuk
menentukan harga tunggal UT1 dan UT2 yang bersifat internasional.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
UNIVERSAL TIME, U.T. (4)
LMT = (LMST - m) + 12h
Dihitung UT0 = LMT -

LMT Meridian
UT0
Greenwich

-
Vernal
Equinox m
Matahari Meridian
Menengah LMST Lokal

Diukur
Hasanuddin Z. Abidin, 1999
UNIVERSAL TIME, U.T. (5)

Dalam penentuan UT1 dan UT2 perlu dicatat bahwa koreksi gerakan
kutub berbeda untuk setiap stasion pengamat; sedangkan koreksi
musim sama untuk setiap stasion.

UT2 masih dipengaruhi oleh variasi sekular dan fluktuasi yang


tidak teratur.

UT1 adalah representasi dari rotasi bumi yang sebenarnya dan


punya peran yang penting :
- UT1 adalah skala waktu fundamental dalam astronomi geodesi
dan geodesi satelit.
- UT1 mendefinisikan orientasi sebenarnya dari CTS dalam ruang.
- UT1 adalah sistem waktu dasar untuk navigasi.

Ketelitian tipikal dari hasil estimasi UT1 pada saat ini adalah 0.02 ms.
Hasanuddin Z. Abidin, 1997
UNIVERSAL TIME, U.T. (6)
Contoh variasi UT1 sejak 1600-an [Langley, 1999] :
80

60
variasi sekular
40
variasi periodik
dan variasi fluktuatif
dT (detik)

20

-20

-40
Tahun
-60
1600 1700 1800 1900 2000
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
Hari Matahari vs Hari Bintang

Karena Bumi melakukan revolusi sekitar Matahari,


maka satu hari Matahari akan sedikit lebih panjang
dibandingkan satu hari Bintang 0.986/360 x 24 jam
4 menit
http://astrosun2.astro.cornell.edu/academics/
courses//astro201/sidereal.htm
Hari Matahari
vs Hari Bintang

1 Hari Matahari
= 24hr

1 Hari Bintang
= 23hr 56m 4.091s
Sidereal time
vs. Solar time.
Left: a distant star (the small
red circle) and the Sun are at
culmination, on the local
meridian.

Centre: only the distant star is


at culmination (a mean
sidereal day).

Right: few minutes later the


Sun is on the local meridian
again. A solar day is complete
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
http://en.wikipedia.org/wiki/Sidereal_time
Animasi
Hari Matahari vs Hari Bintang

http://www.astro-tom.com/time/sidereal_time.htm
WAKTU BINTANG WAKTU MATAHARI

Hubungan antara kedua sistem waktu adalah didasarkan pada hubungan


matematis berikut :

MST = MT + m - 12h

dimana MST adalah Mean Sidereal Time, MT adalah Mean Solar Time, dan
m adalah asensio rekta dari matahari menengah.

Hubungan di atas dapat dijabarkan sbb. [Seeber, 1993] :

MST = MT + 6h41m50.54841s + 8640184.812866s.t + 0.093104s.t2 - 6.2s.10-6.t3

dimana t adalah waktu sejaka sejak epok standar J2000, January 1, 12h UT1,
dihitung dalam abad Julian, yang 1 tahunnya = 365.25 hari.

1 hari bintang menengah = 1 hari matahari menengah - 3m55.909s


Hasanuddin Z. Abidin, 2001
SISTEM WAKTU DINAMIK (1)

Sistem waktu dinamik diturunkan berdasarkan pergerakan-


pergerakan Bumi, Bulan dan planet-planet dalam sistem matahari.

Sistem waktu dinamik ini didefinisikan pertama kali dengan sistem


Ephemeris Time (ET) pada tahun 1960, karena adanya ketidakcermatan
dalam skala waktu UT yang disebabkan oleh adanya ketidakteraturan
dan variasi pada rotasi Bumi.

ET adalah skala waktu astronomis yang didasarkan pada pergerakan


Bumi mengelilingi Matahari [NIST, 2000].

Secara praktis ET ditentukan dengan membandingkan posisi hasil


pengamatan dari Matahari, planet-planet dan Bulan, dengan data
tabulasi hasil prediksi berdasarkan teori-teori analitis atau empiris
dari pergerakan benda-benda langit.
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
SISTEM WAKTU DINAMIK (2)

Sekitar tahun 1976, dua jenis sistem waktu dinamik baru didefiniskan,
yaitu : TDB (Barycentric Dynamic Time) dan
TDT (Terrestrial Dynamic Time).

Sistem waktu TDB diturunkan dari pergerakan planet-planet serta


bulan yang mengacu ke barycenter (pusat massa) dari sistem
matahari dan sistem TDT mengacu ke pusat massa Bumi (geocenter).

TDB adalah sistem waktu inersia (berdasarkan Hukum Newton)


dan umum digunakan dalam pendefinisian ephemeris dari sistem
matahari serta navigasi wahana angkasa.

TDT adalah sistem waktu kuasi-inersia pengganti Ephemeris Time;


dan umum digunakan dalam pengintegrasian persamaan diferensial
dari pergerakan satelit dalam mengorbit bumi.
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
SISTEM WAKTU DINAMIK (3)

Dalam kerangka teori relativitas umum (general relativity) jam


yang bergerak bersama Bumi akan mengalami variasi periodik
akibat pergerakannya dalam medan gravitasi matahari.

Dalam kerangka ini waktu tidak lagi menjadi kuantitas yang


absolut, melainkan kuantitas yang berubah dengan lokasi dan
kecepatan.

Dengan kata lain setiap jam akan menunjukkan waktu sebenarnya


(proper time) nya masing-masing tergantung lokasi dan kecepatannya,
dan kesemuanya terhubungkan melalu transformasi ruang-waktu
empat-dimensi [Montenbruck & Gill, 2000].

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


SISTEM WAKTU DINAMIK (4)

Untuk mengakomodir adanya efek relativitas ini maka pada tahun


1992, IAU mendefiniskan sistem-sistem waktu baru, yaitu :
Terrestrial Time (TT), Geocentric Coordinate Time (TCG), dan
Barycentric Coordinate Time (TCB).

TT dimaksudkan untuk menggantikan TDT.


Secara konseptual, TT adalah skala waktu uniform yang akan diukur
oleh suatu jam yang ideal di permukaan geoid.

Secara praktis, TT direalisasikan dengan waktu atom internasional


(TAI). TT dinyatakan dalam hari, dimana satu harinya sama dengan
86400 detik SI (Satuan Internasional).

TCG adalah koordinat waktu relativistik dari kerangka geosentrik 4-D


TCB adalah koordinat waktu relativistik dari kerangka barisentrik 4-D
Hasanuddin Z. Abidin, 2001
SISTEM WAKTU ATOM (1)

Waktu Atom (Atomic Time, AT) didasarkan pada osilasi elektromagnetik


yang dihasilkan oleh transisi kuantum suatu atom.

Unit waktu secara internasional adalah detik yang didefinisikan


berdasarkan waktu atom yang dijabarkan sebagai berikut :

The unit of time of the International System of Units is the second defined in
the following term :

The second is the duration of 9 192 631 770 periods of the radiation
corresponding to the transition between the two hyperfine levels of
the ground state of the Cesium-133 atom [ICWM, 1967].

Atom lainnya selain Cesium, seperti Rubidium dan Hydrogen Maser, juga
dapat digunakan untuk merealisasikan sistem waktu atom.
Hasanuddin Z. Abidin, 1999
CONTOH JAM ATOM
Contoh jam atom Cesium yang digunakan oleh USNO (United
States Naval Observatory).

Model HP5071A
made by Hewlett-
Packard, Inc

Ref. http://www-geology.ucdavis.edu/

Hasanuddin Z. Abidin, 2000


SISTEM WAKTU ATOM (2)
Waktu Atom Internasional (International Atomic Time, TAI) ditetapkan dan
dijaga oleh BIPM di Paris. Sampai Nov. 1999 TAI ditentukan berdasarkan
data dari 50 laboratorium yang mengoperasikan sekitar 200 jam atom di seluruh
dunia. TAI ditentukan dengan mengambil nilai rata-rata (dengan pembobotan)
dari pembacaan seluruh jam yang terlibat.

Beberapa jenis jam (osilator) atom :

Stabilitas Waktu untuk kehilangan


Tipe Osilator Frekuensi osilasi (Hz)
perhari (df/f) 1 detik (dalam tahun)

Kristal Quartz 5 000 000 (tipikal) 10.E-9 30


Rubidium 6 834 682 613 10.E-12 30 ribu
Cesium 9 192 631 770 10.E-13 300 ribu
Hydrogen Maser 1 420 405 751 10.E-15 30 juta

Hasanuddin Z. Abidin, 2000


Hubungan WAKTU ATOM Dengan
WAKTU BINTANG/MATAHARI

Waktu Atom terikat dengan Waktu Bintang ataupun Waktu


Matahari melalui UT1, berdasarkan formulasi berikut:

TAI = UTC + 1.00 . n


| UT1 - UTC | < 0.90

dimana UTC adalah Universal Time Coordinated, dan n adalah


bilangan genap yang ditetapkan oleh IERS.
Sebagai contoh pada Juni 1996, n=30.

Kalau | UT1 - UTC | >0.9 maka 1 detik tambahan (leap second)


akan ditambahkan ke waktu UTC.

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


Variasi Skala Waktu UT1

Perbedaan antara skala


waktu yang didasarkan
pada rotasi Bumi (UT1)
dengan skala waktu Variasi dari UT1
yang uniform
ditunjukkan pada
grafik di samping.

Grafik ini juga


menunjukkan
Quadratic fit
adanya perlambatan
dalam rotasi Bumi.

Ref. : Langley (1999)

Hasanuddin Z. Abidin, 2000


UTC (Universal Time Coordinated)

UTC adalah skala waktu terkoordinir yang dijaga oleh the Bureau
International des Poids et Mesures (BIPM).
Di adopsi sejak tahun 1972.
Detik dari UTC adalah detik SI, yaitu detik atom yang didefinisikan
oleh frekuensi resonansi dari atom Cesium.
UTC adalah basis yang digunakan untuk desiminasi tanda waktu
dan frekuensi standar saat ini di dunia.
Jam UTC punya kecepatan yang sama dengan jam atom TAI, tapi
berbeda senilai bilangan integer detik (leap seconds).
Penunjukkan waktu UTC dibuat agar selalu dekat dengan
penunjukkan waktu astronomis UT1, yaitu dalam interval 0.9s.
Seandainya perbedaannya melebihi 0.9s, maka leap second akan
ditambahkan atau dikurangkan ke UTC, tergantung kecepatan rotasi
Bumi (sampai saat ini semua leap second adalah bilangan positif).
Ref. : Langley (1999)
Hasanuddin Z. Abidin, 2000
TAI - UTC
Sejak tahun 1972, perbedaan antara International Atomic
Time (TAI) dan UTC adalah bilangan integer dari detik,
dimana saat ini
(Feb. 2007) adalah
33 sec.

Sebelum tahun 1972,


UTC di adjust dalam
step-step yang lebih
kecil, dan juga
kecepatannya
diubah-ubah.
Ref. : Langley (1999)

Hasanuddin Z. Abidin, 2000


UTC - TAI
Sejak UTC-TAI Sejak UTC-TAI
1 Jan. 1972 -10 detik 1 Juli 1983 -22 detik
1 Juli 1972 -11 detik 1 Juli 1985 -23 detik
1 Jan. 1973 -12 detik 1 Jan. 1988 -24 detik
1 Jan. 1974 -13 detik 1 Jan. 1990 -25 detik
1 Jan. 1975 -14 detik 1 Jan. 1991 -26 detik
1 Jan. 1976 -15 detik 1 Juli 1992 -27 detik
1 Jan. 1977 -16 detik 1 Juli 1993 -28 detik
1 Jan. 1978 -17 detik 1 Juli 1994 -29 detik
1 Jan. 1979 -18 detik 1 Jan. 1996 -30 detik
1 Jan. 1980 -19 detik 1 Juli 1997 -31 detik
1 Juli 1981 -20 detik 1 Jan. 1999 -32 detik
1 Juli 1982 -21 detik 1 Jan. 2006 -33 detik

Ref. : [Montenbruck & Gill, 2000]; http://tycho.usno.navy.mil/leapsec.html Hasanuddin Z. Abidin, 20017


WAKTU ATOM dan WAKTU DINAMIK
Waktu Atom terikat dengan Waktu Dinamik
melalui hubungan berikut :
60

50 TCB
TAI = TDT - 32.184
40 TDB TCG

30
dimana TDT adalah TT(=TDT=ET)
20
dt (detik)
Terrestrial Time
Dynamic. 10

0
TAI
-10 UT1
GPS
-20

-30 UTC

-40
1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010 2020
Tahun

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


WAKTU ATOM dan WAKTU GPS
Waktu Atom terikat dengan waktu GPS melalui
hubungan berikut :

TAI = Waktu GPS + 19.000 (offset konstan)

dimana Waktu GPS adalah sistem waktu yang digunakan oleh


sistem satelit navigasi GPS (Global Positioning System).

Dari hubungan sebelumnya, maka hubungan antara UTC dan


waktu GPS dapat diformulasikan sebagai berikut :

Waktu GPS = UTC + 1.00 . n - 19.000

UTC dan waktu GPS adalah sistem-sistem waktu atom.

Hasanuddin Z. Abidin, 2001


Hubungan : UTC-GPS-TAI-TT

UTC GPS TAI TT


SI Rate 32.184 s
(fixed)
(ET 1984.0)
32 s (Jan. 1999)
Rate
13 s (Jan. 1999)

Variable but 0.9 s


generally
slower rate UT1
lag

Ref. : Langley (1999)

Hasanuddin Z. Abidin, 2000


PENANGGALAN JULIAN
Penanggalan Julian (Julian Date, JD) dihitung mulai 1 Januari 4713 SM.
Unit waktunya adalah hari.
Suatu hari Julian dimulai jam 12:00 UT (tengah hari).
Untuk menghemat dijit dan menempatkan awal hari di tengah malam
sebagaimana sistem waktu sipil, diperkenalkan sistem penanggalan yang
merupakan modifikasi dari penanggalan Julian, yang dinamakan Modified
Julian Date (MJD).
MJD diturunkan dari JD dengan formulasi berikut :

MJD = JD - 2400000.5

Beberapa contoh :

- 6 Januari 1980 jam 00:00 UT (epok standar GPS) JD = 2444244.5


- 1 Januari 2000 jam 12:00 UT (epok standar, e.g CIS) JD = 2451545.0

Hasanuddin Z. Abidin, 1999


SIPIL ke JULIAN
Diketahui : Waktu dalam penanggalan sipil yang dinyatakan sbb.
Tahun dinyatakan dengan bilangan bulat Y.
Bulan dinyatakan dengan bilangan bulat M.
Hari dinyatakan dengan bilangan bulat D.
Jam dinyatakan dengan bilangan pecahan UT.
Ditanyakan : Waktu tersebut dalam penanggalan Julian, JD.
Penyelesaian : Algoritma berikut ini [Hoffmann-Wellenhof, 1992] berlaku
untuk epok antara Maret 1900 sampai Februari 2100.

JD = INT [365.25 y] + INT [30.6001 (m+1)] + D + UT/24 + 1720981.5

dimana :
INT(.) = bilangan bulat dari bilangan pecahan (.)
y = Y - 1 dan m = M + 12, bila M 2
y=Y dan m = M, bila M 2

Dalam hal GPS, minggu GPS yang dinyatakan dengan WEEK dapat dihitung sbb. :

WEEK = INT [(JD - 2444244.5)/7]


Hasanuddin Z. Abidin, 1999
JULIAN ke SIPIL
Diketahui : Waktu tersebut dalam penanggalan Julian, JD.
Ditanyakan : Waktu dalam penanggalan sipil yang dinyatakan sbb.
Tahun dinyatakan dengan bilangan bulat Y.
Bulan dinyatakan dengan bilangan bulat M.
Hari dinyatakan dengan bilangan bulat D.

Penyelesaian : Algoritma berikut ini [Hoffmann-Wellenhof, 1992] berlaku


untuk epok antara Maret 1900 sampai Februari 2100.

D = b - d - INT[30.6001.e] + FRAC[JD+0.5] a = INT[JD + 0.5]


M = e - 1 - 12.INT[e/14] b = a + 1537
Y = c - 4715 - INT[(7 + M)/10] c = INT[(b - 122.1)/365.25]
d = INT[365.25 . c]
e = INT[(b-d)/30.6001]
FRAC[.] = nilai pecahan dari bilangan pecahan (.)
N = 0 ---> Senin
Hari dalam suatu minggu dapat dihitung sbb. : N = 1 ---> Selasa
..
N = modulo { INT[JD + 0.5] , 7 } N = 6 ---> Minggu

Hasanuddin Z. Abidin, 1999


International time zones define the time of day in places around the world with
International respect to the standard time kept in Greenwich, England, a city that lies on the prime
Time Zones meridian. Each time zone spans about 15 degrees of longitude, but actual zone lines
vary to account for political boundaries and economic considerations.

http://www.skybooksusa.com/time-travel/timeinfo/standard.htm
TIME TRANSFER :
Common-View Technique
A measurement technique used to compare
two clocks or oscillators at remote locations

http://tf.nist.gov/general/glossary.htm Hasanuddin Z. Abidin, 2007


Learning Sites
on Time System

1. http://tycho.usno.navy.mil/systime.html
2. http://tf.nist.gov/
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Sidereal_time
4. http://physics.nist.gov/GenInt/Time/atomic.html
5. http://tf.nist.gov/general/glossary.htm
6. http://www.skybooksusa.com/time-travel/timeinfo/sidereal.htm
7. http://wwp.greenwichmeantime.com/
8. http://tycho.usno.navy.mil/twstt.html
9. http://www.colorado.edu/engineering/GPS/TimeTransfer.html
10. http://www.iers.org/MainDisp.csl?pid=101-165
11. http://www.bipm.fr/en/scientific/tai/tai.html

Hasanuddin Z. Abidin, 2007


Tugas-3 : Geodesi Satelit - I
Waktu Penyelesaian = 1 minggu

1. Jelaskan hubungan antara sistem waktu dan sistem koordinat.


Gunakan gambar/ilustrasi untuk memperjelas jawaban saudara/i.

2. Jelaskan yang dimaksud dengan istilah-istilah berikut :

a. GMT, UT0, UT1, dan UT2


b. TAI, UTC, dan Waktu GPS

3. Buat program komputer atau MATLAB untuk mengkonversikan penaggalan sipil


ke penanggalan Julian dan sebaliknya. Dengan program ini :

a. Buktikan bahwa :

JD 2444244.5 = 6 Januari 1980, jam 0:00 U.T.


JD 2451545.0 = 1 Januari 2000, jam 12:00 U.T.

dan sebaliknya.

b. Hitung tanggal Julian dari tanggal lahir saudara/i dan temukan hari
kelahiran anda (Senin, Selasa, dst.nya).
Hasanuddin Z. Abidin, 1999

Anda mungkin juga menyukai