Anda di halaman 1dari 41

Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN


SERTIFIKASI PENDIDIK BAGI GURU
SMK/SMA (KEAHLIAN GANDA)

PETUNJUK TEKNIS
PENGENALAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF (ON-1) DAN
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (ON-2)

i
PETUNJUK TEKNIS
Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1)
danPenguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2016
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Pengarah:
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Tim Penyusun:
1. Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
2. Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah
3. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata
Sawangan
4. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian Cianjur
5. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan
Teknik Industri Bandung
6. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya
Yogyakarta
7. Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan
Elektronika Malang
8. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan
Listrik Medan
9. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan
Perikanan, Teknologi Informasi, dan Komunikasi Gowa.

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan


Copyright 2016
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin
tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan

ii
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

SAMBUTAN

Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun


2015-2019 menjabarkan bahwa sejalan dengan fokus pada daya saing regional, visi
Kemdikbud 2019 adalah Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan
yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong. Untuk mencapai visi tersebut, misi
Kemdikbud 2015-2019 dikemas dalam: Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang
Kuat (M1); Mewujudkan Akses yang Meluas, Merata, dan Berkeadilan (M2); Mewujudkan
Pembelajaran yang Bermutu (M3); Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan
Bahasa (M4); dan Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi
dan Pelibatan Publik (M5).
Dalam rangka meningkatkan daya saing regional dan melaksanakan Instruksi Presiden Nomor
9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Direktorat Jenderal
Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
berupaya meningkatkan jumlah dan kompetensi guru SMK. Untuk itu, Ditjen GTK telah
melakukan analisis kebutuhan guru produktif SMK. Salah satu upaya pemerintah, untuk
memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK adalah dengan memberikan pembekalan
pengetahuan dan keterampilan kompetensi keahlian baru. Penambahan pembekalan
pengetahuan dan keterampilan produktif baru yang dibutuhkan SMK diberikan kepada guru-
guru normatif, adaptif, dan produktif dengan tingkat kejenuhan sangat tinggi (jumlah lebih)
melalui Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
ganda).
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang mendukung keterlaksanaan
Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian ganda)
untuk pemenuhan kebutuhan guru produktif di SMK.

Jakarta, Oktober 2016


Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Sumarna Surapranata
NIP 195908011985031002

iii
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya Petunjuk Teknis (Juknis)
Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-
2)Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian
Ganda)oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Juknis ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua unit kerja/instansi yang terkait dengan
kebijakan pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda selama peserta
mengikuti kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan
Pengalaman Lapangan (ON-2). Semua instansi dan individu yang terlibat dalam kegiatanini
diharapkan mampu melaksanakan tugas dan perannya dengan baik sebagaimana tertuang
dalam juknis. Kami sangat berharap dan menghargai partisipasi semua pihak terkait dalam
upaya peningkatan kualitas guru SMK di Indonesia, yang akan bermuara pada peningkatan
kualitas proses pembelajaran di dalam kelas.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
penyusunan juknis ini, termasuk UPT di bawah Ditjen GTK yang telah mengirimkan tenaga
widyaiswara dan tenaga kependidikan lainnya untuk ikut menyumbangkan tenaga, waktu, dan
pemikirannya.
Semoga juknis ini bermanfaat demi terselenggaranya Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda)dalam rangka pemenuhan
kebutuhan guru SMK untuk mendukung revitalisasi pendidikan vokasi.
Terima kasih.

Jakarta, Oktober 2016


Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah

Anas M. Adam
NIP. 195808181984081001

iv
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN ................................................................................................................ iii


KATA PENGANTAR ...................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................. v
DAFTAR TABEL ..........................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
A. Latar Belakang .............................................................................................. 1
B. Dasar Hukum ................................................................................................ 2
C. Tujuan ......................................................................................................... 2
D. Sasaran ........................................................................................................ 3
E. Ruang Lingkup .............................................................................................. 3
BAB II STRATEGI ON SERVICE TRAINING (ON)................................................................. 4
A. Desain Program ............................................................................................ 4
B. Persiapan Pelaksanaan ................................................................................... 5
C. Tugas dan Tanggung Jawab ............................................................................. 5
BAB III PENGENALAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF (ON SERVICE TRAINING-1/ON-1).... 8
A. Pengertian .................................................................................................... 8
B. Tujuan ......................................................................................................... 8
C. Sasaran ........................................................................................................ 8
D. Strategi Pelaksanaan ...................................................................................... 8
E. Struktur Program dan Deskripsi Materi ............................................................ 9
F. Pendekatan dan Metode ............................................................................... 10
G. Tempat Kegiatan dan Guru Pendamping ......................................................... 10
H. Jadwal........................................................................................................ 11
I. Penugasan .................................................................................................. 11
J. Penilaian .................................................................................................... 13
BAB IV PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (ON SERVICE TRAINING-2/ON-2) ........... 15
A. Pengertian .................................................................................................. 15
B. Tujuan ....................................................................................................... 15
C. Sasaran ...................................................................................................... 15
D. Strategi Pelaksanaan .................................................................................... 15
E. Struktur Program dan Deskripsi Materi .......................................................... 16
F. Pendekatan dan Metode ............................................................................... 17
G. Tempat Kegiatan dan Guru Pendamping ......................................................... 17
H. Jadwal........................................................................................................ 18
I. Penugasan .................................................................................................. 18
J. Penilaian .................................................................................................... 20
BAB V PENUTUP ........................................................................................................ 21
Lampiran 1 Rencana Belajar ........................................................................................ 22
Lampiran 2 Lembar Catatan Pendampingan ................................................................... 23

v
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 3 Jurnal Belajar ............................................................................................ 24


Lampiran 4 Ringkasan Tugas Proyek............................................................................. 25
Lampiran 5 Instrumen Penilaian RPP ............................................................................ 26
Lampiran 6 Instrumen Penilaian Mengajar..................................................................... 28
Lampiran 7 Instrumen Penilaian Sosial Pribadi............................................................... 30
Lampiran 8 Berita Acara Evaluasi Praktik Mengajar ........................................................ 31
Lampiran 9 Ringkasan Praktik Kerja Industri ................................................................. 32

vi
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Struktur Program Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) ........................ 9

Tabel 3. 2 Komponen Penilaian pada ON-1 ..................................................................... 13

Tabel 4. 1 Struktur Program Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2) .............................. 16

Tabel 4. 2 Komponen Penilaian pada ON-1 ....................................................................... 20

vii
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Desain Program Keahlian Ganda untuk memenuhi Guru Produktif di SMK .......... 4

Gambar 2. 2 Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda .................................................... 4

Gambar 2. 3 Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda ................................................. 5

Gambar 3. 1 Aktivitas pada Kegiatan ON-1 ....................................................................... 9


Gambar 3. 2 Contoh Format Rencana Belajar .................................................................. 12

Gambar 3. 3 Alur Penilaian pada ON-1 ........................................................................... 14

Gambar 4. 1 Alur Penilaian pada ON-2 ........................................................................... 21

viii
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

BABI
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejalan dengan pertumbuhan dunia usaha dan industri di Indonesia, permintaan tenaga
terampil lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin meningkat. Oleh karena itu,
SMK perlu membekali peserta didiknya dengan pengetahuan dan keterampilan yang
dibutuhkan dunia usaha dan industri. Upaya yang harus dilakukan adalah dengan
menyelenggarakan program keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan
industri agar penyelenggaraan pendidikan di SMK menjadi efektif. Kondisi ini diikuti oleh
perubahan kebutuhan tenaga guru, khususnya guru produktif di SMK. Dari hasil analisis
kebutuhan guru oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan diperoleh peta
bahwa beberapa program studi di SMK mengalami kekurangan guru produktif sementara
pada program studi atau mata pelajaran lainnya jumlah guru melebihi jumlah yang
dibutuhkan. Kondisi ini menjadi masalah dan harus dapat segera dicarikan solusinya
untuk mendukung program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan agar peran dan
fungsi SMK dalam menyiapkan tenaga terampil dapat mendukung pemenuhan kebutuhan
tenaga kerja di dunia usaha dan industri. Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi
Pendidik Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) yang selanjutnya disebut Program Keahlian
Gandamerupakan salah satu alternatif untuk memecahkan masalah kekurangan guru
produktif yang dibutuhkan SMK dan mengatasi kelebihan guru produktif dan adaptif
lainnya yang sudah jenuh.
Perubahan tugas mengajar mata pelajaran/program studi lama menjadi program studi
baru yang akan diampu oleh guru peserta Program Keahlian Ganda, disamping
membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru sesuai dengan kebutuhan program
studi baru, dibutuhkan pengalaman praktik mengajar nyata pada program studi baru pada
situasi di sekolah sebenarnya. Praktik pengalaman mengajar nyata di sekolah sesuai
dengan program studi yang baru dimaksudkan untuk memberikan penguatan terhadap
sikap, pengetahuan, dan keterampilan produktif serta metode mengajar pada lingkungan
kerja sebenarnya sesuai dengan karakteristik program studi baru yang harus diampu.
Guru pesertaProgam Keahlian Ganda harus dikenalkan pada situasi ruang belajar praktik
yang baru, media belajar yang baru, serta menjalankan Rancangan Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) produktif baru pada siswa sebenarnya untuk program studi yang
baru. Oleh karena itu pada Program Keahlian Gandadiperlukan kegiatan pengenalan
kompetensi guru produktif dan penguatan pengalaman praktik lapangan (PPL) di SMK
dengan program studi baru yang akan diselenggarakan. Kegiatan ini juga diharapkan akan
menjadi wahana proses induksi dari guru pembimbing kepada guru peserta Program
Keahlian Ganda tentang sikap, pengetahuan, keterampilan produktif, dan metode
mengajar sesuai karakteristik program studi yang baru.
Penyelenggaraan kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif dan Penguatan
Pengalaman Lapangan pada Program Keahlian Gandaakan banyak melibatkan berbagai
pihak, yaituDirektorat Jenderal GTK, PPPPTK/LPPPTK KPTK, Dinas pendidikan

1
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

kabupaten/kota, SMK, guru pembimbing dan guru peserta Program Keahlian Ganda. Agar
standar output dari penyelenggaraan kegiatan ini tercapai, maka standar proses dari
penyelenggaraan pengenalan kompetensi guru produktif dan penguatan pengalaman
lapangan perlu ditetapkan dan disosialisasikan kepada berbagai pihak terkait. Oleh
karena itu disusunlah Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1)
dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2) ini.

B. Dasar Hukum
Landasan penyelenggaraan kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)pada Program Keahlian Gandaadalah:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, tambahan Lembaran
Negara RI Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor
4586);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 4941);
5. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia;
6. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah
Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia
Indonesia;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013 tentang
Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi; dan
9. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013
tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.
10. Pedoman Program Sertifikasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA
(Keahlian Ganda).

C. Tujuan
Juknis ini disusun sebagai acuan kerja bagi semua unit kerja/instansi yang terkait dengan
kebijakan pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Gandaselama
peserta mengikuti kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2).

2
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

D. Sasaran
Juknisini disusun untuk digunakan oleh instansi pembina dan/atau pelaksana Program
Keahlian Ganda, yaitu:
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan;
2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
(PPPPTK);
3. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kelautan dan Perikanan, Teknologi, dan Komunikasi (LPPPTK KPTK);
4. Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI);
5. Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota;
6. Satuan Pendidikan; dan
7. Guru dan/atau Tenaga Kependidikan.

E. Ruang Lingkup
Juknis ini menyajikan informasi tentang latar belakang, dasar hukum, tujuan, sasaran, ruang
lingkup, pengertian, strategi pelaksanaan, peserta, pendamping, tempat, struktur program,
deskripsi materi, pendekatan dan metode, jadwal, pelaksanaan serta penilaian kegiatan
Penguatan Dasar Kompetensi Kejuruan (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)
pada Program Keahlian Ganda.

3
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

BAB II
STRATEGION SERVICE TRAINING (ON)

A. Desain Program
Desain pelaksanaan Program Keahlian Gandadilaksanakan selama 12 bulan melalui
beberapa tahapan yaitu: 1) belajar mandiri terbimbing di sekolah awal dan sekolah
magang (On-Service Training), 2) pendidikan dan pelatihan (InService Training), 3) magang
kerja di dunia usaha dan dunia industri (DU/DI), 4) sertifikasi keahlian di Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP) dan sertifikasi guru dalam jabatan melalui Pendidikan dan Latihan
Profesi Guru (PLPG). Desain Program Keahlian Gandadengan menggunakan sistem
berlapis (sandwich system) ON-IN-ON-INService Training digambarkan pada gambar 2.1
berikut.

Gambar 2. 1Desain Program Keahlian Ganda untuk memenuhi Guru Produktif di SMK
Program pemenuhan guru produktif SMK melalui Program Keahlian Ganda dimulai pada
tahun 2016 dan dilaksanakan dengan strategi sebagaimana ditunjukkan pada gambar 2.2

Gambar 2. 2Alur Pelaksanaan Program Keahlian Ganda

4
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

B. Persiapan Pelaksanaan
Sebelum pelaksanaan Program Keahlian Gandadijalankan, beberapa persiapan dilakukan
untuk mendukung kegiatan dimaksud antara lain:

1. Pembekalan Peserta Program Keahlian Ganda: membekali peserta tentang


Program Keahlian Ganda serta tugas dan tanggung jawab selama peserta
melaksanakan ON-1, IN-1, ON-2, dan IN-2.

2. Pembekalan Guru Pendamping: membekali guru produktif calon pendamping


peserta Program Keahlian Gandatentang tugas dan tanggung jawab selama
melaksanakan pendampingan di sekolah magang. Guru pendamping melakukan
pembimbingan pada saat peserta melakukan ON-1 dan ON-2.

3. Pelatihan Instruktur: memberikan penguatan kompetensi keahlian kejuruan pada


widyaiswara dan/atau guru yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai
instruktur. Tugas instruktur adalah mendidik dan melatih peserta Program Keahlian
Gandapada saat IN-1 dan/atau IN-2.
Pembekalan peserta, guru pendamping, dan pelatihan instruktur dilakukan oleh tim
pengembang dan narasumber Program Keahlian Gandayang terdiri dari widyaiswara
dan/atau tenaga kependidik lainnya yang kompeten. Untuk menguatkan dan
mempertajam kompetensi keahlian tertentu, penyelenggara (PPPPTK/LPPPTK KPTK)
Program Keahlian Ganda dapat melibatkan tenaga ahli seperti dosen dan/atau praktisi
industri. Proses pelaksanaan Program Keahlian Ganda dapat dilihat pada gambar 2.3
berikut.

Gambar 2. 3 Proses Pelaksanaan Program Keahlian Ganda

C. Tugas dan Tanggung Jawab


Tugas, tanggung jawab dan peran masing-masing untuk menjalankan Program Keahlian
Gandadijabarkan sebagai berikut.

5
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

1. Peserta
a. Mengikuti pembekalan untuk mendapatkan pemahaman Program Sertifikasi
Keahlian dan Sertifikasi Pendidikbagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda) dan
pemahaman tugas serta tanggungjawabnya.
b. Mempelajari modul ke-1 s.d. 10 dengan belajar mandiri terbimbing, belajar
melalui pelatihan baik teori maupun praktik baik di sekolah, tempat magang,
pusat belajar, pusat pelatihan maupun tempat lain yang relevan.
c. Berinteraksi dengan guru pendamping yang telah ditunjuk.
d. Membuat/mengerjakan tugas-tugas selama mengikutiProgram Keahlian
Gandayang meliputi:
1) Mengisi lembar pendampingan.
2) Menyusun perencanaan belajar(jadwal belajar) ON-1 dan ON-2.
3) Membuat jurnal belajar tiap kegiatan belajar sesuai perencanaan belajar
pada saat ON-1 dan ON-2.
4) Menetapkan dan memilih 3 tugas proyek (project work) pada ON-1 dan 2
tugas proyek pada saat ON-2 yang dikonsultasikan terlebih dahulu dengan
guru pendamping. Pemilihan tugas proyek diambil dari pemetaan kegiatan
pembelajaran dengan tanda centang () berpotensi dilakukan tugas proyek
yang telah disiapkan PPPPTK/LPPPTK KPTK.
5) Praktik mengajar pada saat ON-2 (magang mengajar paket keahlian
produktif).
6) Praktik kerja industri (orientasi).
e. Mengunggah tugas-tugas yang diberikan di laman http//keahlianganda.id.

2. Guru Pendamping
a. Memberikan konsultasi perencanaan belajar (jadwal belajar) ON-1 dan ON-2
yang dibuat oleh peserta dan mengesahkannya.
b. Mendampingi peserta:
1) menyusun rencana pembelajaran
2) membuat rencana pendampingan (jadwal pendampingan) selama ON-1 dan
ON-2
3) menyusun catatan pendampingan
4) pada saat belajar dan praktik pada keahlian tertentu
5) pada saat belajar mandiri dan/atau magang mengajar (ON-1 dan ON-2).
6) menyusun jurnal dan mengesahkannnya
7) membuat tugas proyek.
c. Melakukan kontrol pembelajaran peserta dengan menggunakan instrumen
perencanaan pembelajaran dan jurnal belajar.
d. Melakukan evaluasi praktik mengajar (ON-2).

6
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

3. Tim Pengendali Mutu PPPPTK/LPPPTK KPTK


Tim Pengendali Mutu PPPPTK/LPPPTK KPTK adalah tim pengembang/narasumber,
individu atau sebagai tim, yang sudah mengikuti pembekalan dan ditunjuk atau
ditetapkan oleh PPPPTK/LPPPTK KPTK. Tugas tim adalah melakukan penilaian dan
memberi rekomendasi kelulusan peserta Program Keahlian Gandapada saat ON-1 dan
ON-2 berdasarkan tugas-tugas yang diunggah peserta.

7
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

BAB III
PENGENALAN KOMPETENSI GURU PRODUKTIF
(ON SERVICE TRAINING-1/ON-1)

A. Pengertian
Kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif atau kegiatan On Service Training-1 (ON-1)
merupakan kegiatan tahap awal dari pelaksanaan Program Sertifikasi Keahlian dan
Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMK/SMA (Keahlian Ganda). Peserta selama mengikuti
kegiatan ini akan mendapatkan pengetahuan dasar tentang kompetensi kejuruan yang
akan ditekuninya sesuai pilihan paket keahlian yang telah ditetapkan pada saat
pendaftaran. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan (12 minggu) yang bertempat di
sekolah asal/sekolah magang.Pada kegiatan ini guru mempelajari modul dibimbing oleh
guru pendamping yang sesuai dengan paket keahlian yang dipelajari.

B. Tujuan
Kegiatan Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1)bertujuan untuk:
1. memberikan wawasan dan pengetahuan awal kepada peserta tentang kompetensi
yang harus dimiliki oleh seorang guru produktif sesuai dengan paket keahlian yang
diikuti;
2. memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam mempelajari dan
memahami kompetensi bidang kejuruan pada paket keahlian yang akan dikuasainya;
dan
3. mempelajari karakteristik kompetensi pada paket keahlian yang dipelajari.

C. Sasaran
Peserta yang mengikuti kegiatan ON-1 adalah guru SMK/SMA yang telah mendaftar,lulus
seleksi, dan telah diverifikasi oleh dinas pendidikan terkait serta ditetapkan sebagai
peserta Program Keahlian Gandapada tahun 2016-2017. Peserta tersebut dapat berasal
dari guru pengampu mata pelajaran (mapel) Adaptif di SMA/SMK atau guru mapel
produktif yang sudah jenuh (kekurangan jam mengajar).Peserta tersebut tersebar di
seluruh Indonesia pada 51 paket keahlian.

D. Strategi Pelaksanaan
Kegiatan ON-1 dilaksanakan setelah calon peserta Program Keahlian Gandamengikuti
pembekalan di PPPTK/LPPPTK KPTK selama 30 JP. Pada waktu pembekalan, calon peserta
dan guru pendamping akan menerima penjelasan dan orientasi Program Keahlian Ganda.
Pada kegiatan ON-1,guru mempelajari 3(tiga) modul secara mandiri dibimbing oleh guru
pendamping yang telah ditetapkan. Modul yang dipelajari adalah modul guru pembelajar
pada paket keahlian yang dipilih.

8
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru pada kegiatan ON-1 adalah sebagai berikut:
1. mengajar mapel awal (jika memungkinkan);
2. pertemuan awal dengan guru pendamping;
a. menyusun rencana belajar;
b. mengidentifikasi materi untuk tugasproyek (project work);
3. mempelajari moduldengan pola belajar mandiri terbimbing;
4. mengerjakan tugas; dan
5. melaporkan hasil.
Aktivitas pembelajaran pada kegiatan ON-1 digambarkan pada gambar 3.1 berikut.

Gambar 3. 1Aktivitas pada Kegiatan ON-1


Kegiatan belajar mandiri akan dibimbing oleh guru pendamping dari sekolah tempat
magang. Pada waktu ON-1, peserta akan mendapatkan 3 modul guru pembelajar dalam
bentuk soft file yang dapat diunduh dan/atau dipelajari langsung pada laman
http//keahlianganda.id.Pada laman tersebut, peserta wajib membuat dan mengunggah
perencanaan belajar, sejumlah jurnal belajar, dan 3 tugas proyekpada ON-1. Peserta juga
dapat mempelajari latihan-latihan soal dan mengerjakan evaluasi diri.

E. Struktur Program dan Deskripsi Materi


Struktur program untuk kegiatan ON-1 terdiri dari pengenalan dasar kompetensi kejuruan
dan pendalaman materi kelompok kompetensi yang diberikan dan wajib dipelajari pada ON-1
yaitu 3 modul. Struktur program kegiatan ON-1tertera padaTabel 3.1 berikut.
Tabel 3. 1Struktur Program Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1)

No. Materi JP
1. Pengenalan Kompetensi Guru Produktif 68
2. Pendalaman Materi Modul ke-1 94
3. Pendalaman Materi Modul ke-2 94
4. Pendalaman Materi Modul ke-3 94
Jumlah 350

9
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Deskripsi materi untuk masing-masing materi pada kegiatan ON-1 adalah sebagai berikut.
1. Pengenalan Kompetensi Guru Produktif
Materi Pengenalan Kompetensi Guru Produktif berisi materi pengetahuan dasar kejuruan
sebagai pengetahuan awal guru sebelum mempelajari materi kejuruan pada paket
keahlian yang dipilih. Kompetensi yang dipelajariadalah kompetensi yang
mendahului/mendasari kompetensi-kompetensi guru sebelum mempelajari materi
substansi sebagai calon guru produktif. Dasar-dasar kompetensi kejuruan tersebut
diberikan dengan tujuan sebagai peralihan untuk menjembatani sebelum guru
mempelajarimateri substansi atau materi kelompok kompetensi pada modul ke-1 s.d 10.
2. Pendalaman Materi
Pendalaman Materi pada kegiatan ON-1 berupa kegiatan mempelajari modul ke-1, 2
dan 3. Materi modul ke-1 s.d ke-3 merupakan modul program guru pembelajar yang
disusun sesuai dengan kelompok kompetensi kejuruan yang diturunkan dari standar
kompetensi guru kejuruan. Masing-masing modul tersebut berisi beberapa indikator
kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional pada masing-masing paket
keahlian.

F. Pendekatan dan Metode


Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) menggunakan pendekatan pembelajaran
bagi orang dewasa atau andragogi yang menempatkan peserta sebagai insan pembelajar
dengan segenap potensi, pengalaman, dan pengetahuannya. Berdasarkan pendekatan ini
maka metode pembelajaran yang diterapkan hendaknya mampu menggali berbagai
potensi, pengalaman, dan pengetahuan peserta sehingga capaian kompetensi yang
diharapkan dapat terwujud.
Metode pembelajaran pada fase tatap muka dengan guru pendamping di antaranya
berupa diskusi, tanya jawab, latihan, praktik, serta pemberian input materi sesuai dengan
kebutuhan peserta. Pada fase belajar mandiri, peserta mengerjakan tugas-tugas mandiri
sesuai modul guru pembelajar yang dipelajari dan dibuktikan dengan jurnal yang
ditandatangani oleh pendamping guru pendamping.

G. Tempat Kegiatan dan Guru Pendamping


Kegiatan belajar mandiri ON-1 dilaksanakan di sekolah asal sedangkan kegiatan
pembimbingan oleh guru pendamping dilakukan di sekolah guru pendamping.Guru
pendamping adalah guru yang mendampingi peserta Program Keahlian Gandadalam
mempelajari pendalaman materi kompetensi kejuruan sesuai paket keahliannya.
Persyaratan guru pendamping antara lain menguasai kompetensi profesional dan
pedagogik paket keahlian yang sesuai atau mempunyai hasil UKG lebih besar sama
dengan 70, dan atau direkomendasikan oleh kepala sekolah/dinas pendidikan
kota/kabupaten atau dinas pendidikan provinsi.

10
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Satu guru pendamping dapat mendampingi 1-3 peserta Program Keahlian Ganda. Tugas
guru pendamping adalah memberikan pembimbingan kepada guru peserta Program
Keahlian Gandadalam melakukan pembelajaran mandiri, melakukan praktik, maupun
mengerjakan tugas-tugas. Guru pendamping juga memberikan pengesahan pada tugas-
tugas yang telah dibuat oleh guru peserta Program Keahlian Ganda. Guru pendamping
juga memberikan penilaian kepada guru peserta Program Keahlian Gandapada saat
magang praktik mengajar.

H. Jadwal
Kegiatan ON-1 dilaksanakan selama 3 bulan mulai awal Desember 2016 sampai dengan
Februari 2017. Jadwal pembelajaran setiap pesertasecara detail dibuat,direncanakan
dan ditandatangani oleh peserta dan guru pendamping.

I. Penugasan
Dalam periode ON-1, peserta diwajibkan melaksanakan pembelajaran secara mandiri,
ataupun belajar melalui bimbingan/pendampingan (didampingi oleh guru pendamping).
Dalam proses pembelajaran ini, ada beberapa tagihan penugasan yaitu 1) menyusun
rencana belajar; 2) membuat catatan pendampingan; 3) membuat jurnal belajar; 4)
mengerjakan3 tugas proyek (project work); 5) mengerjakan latihan soal; dan 6)
melakukan evaluasi diri.
1. Rencana Belajar Peserta
Rencana belajar dalam periode ON menjabarkan kegiatan pembelajaran masing-
masing modul yang menjadi kewajiban belajar pada saat ON. Peserta wajib membuat
rencana belajar untuk 3 modul pada saat ON-1 menggunakan format F 01 yang
terdapat pada lampiran 1.Contoh rencana belajar peserta dapat dilihat pada gambar
3.2.

11
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Rencana Belajar
Nama :
NUPTK :
Paket Keahlian :
Satuan Pendidikan :
Alamat :

Gambar 3. 2Contoh Format Rencana Belajar

2. Catatan Pendampingan (interaksi peserta guru pendamping)


Pembelajaran mandiri dengan pendamping menjadi sangat penting dan bermakna
dengan apa adanya interaksi antara peserta dan guru pendamping. Sebagai bukti
terjadinya interaksi bimbingan diperlukan bukti kehadiran bertemunya kedua belah
pihak di sekolah tempat magang. Pertemuan peserta dan pendamping minimal 6 kali.
Peserta membuat catatan pendampingan menggunakan format F02 pada lampiran 2.
3. Jurnal Belajar Peserta
Jurnal belajarmerupakan salah satu tugas yang harus disiapkan oleh para peserta
Program Keahlian Ganda. Jurnal belajar merupakan catatan peserta yang berisi
tentang proses belajar yang telah dilakukan, yang menggambarkan kinerja peserta
Program Keahlian Ganda selama mengikuti ON-1.Manfaatnya adalah untuk mencatat
pelaksanaan belajar pada setiap kegiatan pembelajaran. Jurnal belajarjuga
merupakan salah satu indikator dari subkompetensi profesional dan pedagogik yang
harus dimiliki oleh peserta, yaitu mengembangkan keprofesian melalui tindakan
reflektif. Format jurnal belajar peserta (F 03) dapat dilihat pada lampiran 3.

12
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

4. Tugas Proyek (Project Work)


Pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didorong untuk merencanakan, membuat
rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan
pelaksanaan proyek. Pada ON-1 peserta harus mengerjakan 3 tugas proyek.Format
ringkasan tugas proyek (F 04) dapat dilihat pada lampiran 4.
5. Latihan Soal
Latihan soal dilakukan secara online dan difokuskan pada 3 modul yang dipelajari
padaON-1. Bentuk latihan soal berupa pilihan ganda dengan empat opsi. Jumlah soal
tergantung pada karakteristik modul masing-masing.

6. Evaluasi Diri
Evaluasi diri dilakukan secara online pada setiap akhir kegiatan mempelajari modul.
Bentuk evaluasi diri berupa kalimat pernyataan dengan empat opsi alternatif
jawaban yang menunjukkan tingkat penguasaan peserta terhadap materi di setiap
modul.

J. Penilaian
Penilaian pada ON-1 diperoleh dari empat komponen yang harus dipenuhi sebagaimana
tertera pada tabel 3.2 berikut.
Tabel 3. 2Komponen Penilaian pada ON-1
No. Tagihan Jumlah Ketentuan
1. Rencana belajar 1 dokumen Diunggah maksimal 2 minggu
setelah pembekalan.
2 Catatan Minimal 6 dokumen Diunggah minimal 2 dokumen
pendampingan setiap bulan.
Diunggah maksimal tanggal 25
setiap bulan.
3 Jurnal Belajar Minimal 70% dari Satu jurnal untuk satu KP.
jumlah KP dalam 3 Diunggah maksimal tanggal 25
modul setiap bulan.

4 Ringkasan tugas 3 dokumen Diunggah maksimal tanggal 25


proyek setiap bulan.
Catatan: Tugas-tugas yang telah diselesaikan diunggah ke laman http//keahlianganda.id.
Seorang peserta dinyatakan memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tahap IN-1 apabila
kriteria capaian minimal (KCM) masing-masing komponen (4 komponen) mendapatkan
nilai 70. Tim Pengendali Mutu PPPPTK/LPPPTK KPTK menilai hasil unggahan semua
komponen penilaian di atas.

13
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Dari hasil penilaian, tim pengendali mutu merekomendasikan peserta yang dapat
mengikuti program In Service Training-1/IN-1. Selanjutnya, PPPPTK/LPPPTK KPTK
menetapkan peserta IN-1.Evaluasipencapaian kompetensi pengetahuanuntuk 3 modul
yang dipelajari pada ON-1 (Evaluasi ON-1) dilakukan pada awal pelaksanaan IN-1.
Alur penilaian pada ON-1 dapat dilihat pada gambar 3.3.

Gambar 3. 3Alur Penilaian pada ON-1

14
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

BAB IV
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN
(ON SERVICE TRAINING-2/ON-2)

A. Pengertian
Kegiatan Penguatan Pengalaman Lapangan atau kegiatan On Service Training-2 (ON-2)
merupakan lanjutan dari IN-1 yang dilaksanakan selama 3 bulan (12 minggu) yang
bertujuan untuk memberikan penguatan kompetensi baik pedagogik maupun profesional
melalui kegiatan lapangan di sekolah magang (magang mengajar) dan di industri (Praktik
Kerja Industri). Penguatan Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan satu program yang
dirancang untuk melatih dan mengembangkan kompetensi guru agar mereka menguasai
kemampuan sebagai guru produktif sehingga memiliki kesiapan dalam melaksanakan
tugas sebagai guru produktif yang profesional. PPL guru peserta Program Keahlian
Gandamerupakan proses pembelajaran keahlian aplikatif dalam kompetensi profesional
guru yang dilakukan secara nyata, terprogram, sistematik, dan partisipatifpada satuan
pendidikan atau SMK yang dibimbing secara efektif.

B. Tujuan
Kegiatan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2) bertujuan untuk:
1. menguatkan kompetensi guru;
2. mengembangkan profesi sebagai pendidik;
3. memberikan bekal pengalaman pembelajaran calon guru produktif;
4. melaksanakan pembelajaran yang mendidik di bawah bimbingan guru pendamping.

C. Sasaran
Peserta yang mengikuti kegiatan ON-2adalah guru peserta Program Keahlian Gandayang
telah ditetapkan sebagai peserta kegiatan ON-2 oleh PPPPTK/LPPPTK KPTK, yaitu peserta
yang telah lulus mengikuti kegiatan ON-1 dan IN-1.

D. Strategi Pelaksanaan
Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2) bagi guru peserta Program Keahlian
Gandadiposisikan sebagai wahana pembelajaran spesifik di lapangan secara otentik (di
SMK dan di DU/DI tempat magang) untuk memantapkan penguasaan kompetensi
profesional dan pedagogik, mengembangkan identitas profesi, dan memberikan
pengalaman melaksanakan pembelajaran sebagai bekal awal untuk mengembangkan
kompetensi profesional.
Pada kegiatan ON-2guru mempelajari 2 (dua) modul secara mandiri dibimbing oleh guru
pendamping yang telah ditetapkan. Modul yang dipelajari adalah modul ke-8 dan ke-9
pada paket keahlian yang dipilih.

15
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru pada kegiatan ON-2adalah sebagai berikut:
1. mempelajari moduldengan pola belajar mandiri terbimbing;
2. mengerjakan tugas;
3. magang mengajar mapel produktif;
4. praktik kerja industri (orientasi);
5. melaporkan hasil.
Kegiatan ON-2 dilaksanakan setelah peserta Program Keahlian Gandamelaksanakan
kegiatan IN-1 dan dinyatakan memenuhi kriteria untuk lanjut kegiatan ON-2. Kegiatan
ON-2 dilaksanakan selama 3 bulan (12 minggu) di sekolah tempat magang dan magang
industri. Pada ON-2 kegiatan peserta adalah magang praktik mengajar produktif pada
program studi yang baru yang akan dibimbing oleh guru pendamping.
Pada waktu ON-2, peserta akan mendapatkan 2 modul guru pembelajar dalam bentuk soft
file yang dapat diunduh dan/atau dipelajari langsung pada laman
http//keahlianganda.id.Pada laman tersebut, peserta wajib membuat dan mengunggah
perencanaan belajar, jurnal belajar, dan 2 tugas proyek ON-2. Peserta juga dapat
mempelajari latihan-latihan soal dan mengerjakan evaluasi diri.

E. Struktur Program dan Deskripsi Materi


Struktur program untuk kegiatan ON-2 terdiri dari pendalaman materi, praktik mengajar,
dan praktik kerja industri. Struktur program kegiatan ON-2 tertera padatabel 4.1 berikut.
Tabel 4. 1Struktur Program Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

No. Materi / kegiatan Jml jam


1 Pendalaman Materi Modul ke-8 94
2 Pendalaman Materi Modul ke-9 94
3 Praktik Mengajar 96
4 Praktik KerjaIndustri (Orientasi) 66
Jumlah 350

Deskripsi materi untuk masing-masing materi pada kegiatan ON-2 adalah sebagai berikut.
1. Pendalaman Materi
Pendalaman Materi pada kegiatan ON-2 berupa kegiatan mempelajari modul ke-8 dan
ke-9. Materi tersebut merupakan modul program guru pembelajar yang disusun
sesuai dengan kelompok kompetensi kejuruan yang diturunkan dari standar
kompetensi guru kejuruan. Masing-masing modul tersebut berisi beberapa indikator
kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional pada masing-masing paket
keahlian.
2. Praktik Mengajar

16
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Praktik mengajar dilakukan oleh peserta untuk memberikan kesempatan


mempraktikkan kompetensi yang dipelajari pada ON-1 dan IN-1. Materi pembelajaran
praktik mengajar produktif disiapkan oleh peserta pada saat IN-1 dengan
mempertimbangkan tingkat penguasaan materi. Praktik mengajar selalu
mendapatkan pendampingan terutama untuk materi-materi praktik yang
mengandung risiko.
3. Praktik Kerja Industri (Orientasi)
Praktik Kerja Industridilaksanakan untuk memberikan pengalaman kepada peserta
tentang dunia kerja di industri yang relevan dengan kompetensi keahlian ganda
peserta. Kegiatan praktik kerja industriditekankan pada pemahaman budaya kerja,
manajemen, proses kerja/produksi, dan menganalisis standar kompetensi lulusan
yang dibutuhkan oleh industri tersebut.

F. Pendekatan dan Metode


Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2) menggunakan pendekatan pembelajaran bagi
orang dewasa atau andragogi yang menempatkan peserta sebagai insan pembelajar
dengan segenap potensi, pengalaman, dan pengetahuannya. Berdasarkan pendekatan ini
maka metode pembelajaran yang diterapkan hendaknya mampu menggali berbagai
potensi, pengalaman, dan pengetahuan peserta sehingga capaian kompetensi yang
diharapkan dapat terwujud.
Metode pembelajaran pada fase tatap muka dengan guru pendamping di antaranya
berupa diskusi, tanya jawab, latihan, praktik, serta pemberian input materi sesuai dengan
kebutuhan peserta. Pada fase belajar mandiri, peserta mengerjakan tugas-tugas mandiri
sesuai modul guru pembelajar yang dipelajari dan dibuktikan dengan jurnal yang
ditandatangani oleh guru pendamping.

G. Tempat Kegiatan dan Guru Pendamping


Kegiatan ON-2 dilaksanakan di sekolah tempat magang yang ditetapkan oleh Dinas
Pendidikan setempat dan di industri. Sekolah tempat magang harus memenuhi kriteria
yang ditetapkan yaitu memiliki peralatan minimal dan guru yang mengajarkan paket
keahlian sasaran Program Keahlian Ganda.
Persyaratan sekolah (SMK) tempat magang di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Memiliki guru yang mengampu paket keahlian yang relevan dan benar-benar
kompeten yang disebut sebagai guru pendamping.
2. Memiliki sarana dan prasarana minimal yang mampu mendukung keterlaksanaan
Program Keahlian Ganda.
Guru pendamping adalah guru yang mendampingi peserta Program Keahlian
Gandadalam mempelajari pendalaman materi kompetensi kejuruan sesuai paket
keahliannya. Persyaratan guru pendamping antara lain menguasai kompetensi
profesional dan pedagogik paket keahlian yang sesuai atau mempunyai hasil UKG lebih

17
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

besar sama dengan 70, dan atau diusulkan oleh kepala sekolah/dinas pendidikan
kota/kabupaten atau dinas pendidikan provinsi.
Satu guru pendamping dapat mendampingi 1-3 peserta Program Keahlian Ganda. Tugas
guru pendamping adalah memberikan pembimbingan kepada guru peserta Program
Keahlian Gandadalam melakukan pembelajaran mandiri, melakukan praktik, maupun
mengerjakan tugas-tugas. Guru pendamping juga memberikan pengesahan pada tugas-
tugas yang telah dibuat oleh guru peserta Program Keahlian Ganda. Guru pendamping
juga memberikan penilaian kepada guru peserta Program Keahlian Gandapada saat
magang praktik mengajar.

H. Jadwal
Kegiatan ON-2 dilaksanakan selama 3 bulan. Jadwal pembelajaran setiap peserta secara
detail dibuat, direncanakan dan ditandatangani oleh peserta dan guru pendamping.

I. Penugasan
Dalam periode ON-2, peserta diwajibkan melaksanakan pembelajaran secara mandiri
ataupun belajar melalui bimbingan/pendampingan guru pendamping. Dalam proses
pembelajaran ini, ada beberapa tagihan penugasan berupa : 1) menyusun rencana belajar;
2) membuat jurnal belajar peserta; 3) mengerjakan 2 tugas proyek (project work); 4)
mengerjakan latihan soal; 5) praktik mengajar; 6) praktik kerja industri; 7) melakukan
evaluasi diri.
1. Rencana Belajar Peserta
Rencana belajar dalam periode ON menjabarkan kegiatan pembelajaran masing-
masing modul yang menjadi kewajiban belajar pada saat ON. Peserta wajib membuat
rencana belajar untuk 2 modul pada ON-2menggunakan format F 01 yang terdapat
pada lampiran 1.
2. Catatan Pendampingan (interaksi peserta guru pendamping)
Pembelajaran mandiri dengan pendamping menjadi sangat penting dan bermakna
dengan apa adanya interaksi antara peserta dan guru pendamping. Sebagai bukti
terjadinya interaksi bimbingan diperlukan bukti kehadiran bertemunya kedua belah
pihak di sekolah tempat magang. Pertemuan peserta dan pendamping minimal 6 kali.
Peserta membuat catatan pendampingan menggunakan format F02 pada lampiran 2.
3. Jurnal Belajar Peserta
Jurnal belajarmerupakan salah satu tugas yang harus disiapkan oleh para peserta
Program Keahlian Ganda. Jurnal belajar merupakan catatan peserta yang berisi
tentang proses belajar yang telah dilakukan, yang menggambarkan kinerja peserta
Program Keahlian Ganda selama mengikuti ON-2.Manfaatnya adalah untuk mencatat
pelaksanaan belajar pada setiap kegiatan pembelajaran. Jurnal belajarjuga merupakan
salah satu indikator dari subkompetensi profesional dan pedagogik yang harus

18
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

dimiliki oleh peserta, yaitu mengembangkan keprofesian melalui tindakan reflektif.


Format jurnal belajar peserta (F 03) dapat dilihat pada lampiran 3.
4. Tugas Proyek (Project Work)
Pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran yang menggunakan
proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didorong untuk merencanakan, membuat
rancangan, melaksanakan, dan melaporkan hasil kegiatan berupa produk dan laporan
pelaksanaan proyek. Pada ON-2 peserta harus mengerjakan 2 tugas proyek.Format
ringkasan tugas proyek (F 04) dapat dilihat pada lampiran 4.
5. Latihan Soal
Latihan soal dilakukan secara online dan difokuskan pada 2 modul yang dipelajari
pada ON-2. Bentuk latihan soal berupa pilihan ganda dengan empat opsi. Jumlah soal
tergantung pada karakteristik modul masing-masing.

6. Praktik Mengajar
Peserta melakukan praktik mengajar sesuai dengan perangkat pembelajaran yang
telah disusun. Ketika peserta melakukan praktik mengajar guru pendamping
mengamati pelaksanaan praktik mengajar tersebut. Instrumen pemilaian RPP (F 5a)
dan instrumen penilaian praktik mengajar (F 5b) dapat dilihat pada lampiran 5 dan 6.
Hasil pengamatan diunggah ke laman http//keahlianganda.id.

7. Praktik Kerja Industri


Praktik Kerja Industridilaksanakan dengan maksud memberi pengalaman kepada
peserta tentang dunia kerja di industri yang relevan dengan kompetensi keahlian
ganda peserta dan dilaksanakan minimal 80 jam. Industri yang akan digunakan
peserta harus dikoordinasikan diawal Program Keahlian Gandaoleh dinas pendidikan
kota/kabupaten/propinsi dan sekolah magang peserta.
Kegiatan Praktik Kerja Industriditekankan pada pemahaman budaya kerja,
manajemen, proses kerja/produksi, dan menganalisis standar kompetensi lulusan
yang dibutuhkan oleh industri tersebut. Peserta membuat laporan hasil praktik kerja
industridengan mengisi instrumen dan disahkan oleh pihak industri serta guru
pendamping. Ringkasan Praktik Kerja Industri (F 06) dapat dilihat pada lampiran 9.
Laporan diunggah ke laman http//keahlianganda.id.
8. Evaluasi Diri
Evaluasi diri dilakukan secara online pada setiap akhir kegiatan mempelajari modul.
Bentuk evaluasi diri berupa kalimat pernyataan dengan empat opsi alternatif
jawaban yang menunjukkan tingkat penguasaan peserta terhadap materi di setiap
modul.

19
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

J. Penilaian
Penilaian pada ON-2 diperoleh dari enam komponen yang harus dipenuhisebagaimana tertera
pada tabel 4.2 berikut.

Tabel 4. 2 Komponen Penilaian pada ON-1


No. Tagihan Jumlah Ketentuan
1. Rencana belajar 1 dokumen Diunggah maksimal 2 minggu
setelah IN-1.
2 Catatan Minimal 6 dokumen Diunggah minimal 2 dokumen
pendampingan setiap bulan.
Diunggah maksimal tanggal 25
setiap bulan.
3 Jurnal Belajar Minimal 70% dari Satu jurnal untuk satu KP.
jumlah KP dalam 2 Diunggah maksimal tanggal 25
modul setiap bulan.
4 Ringkasan tugas 2 dokumen Diunggah maksimal tanggal 25
proyek setiap bulan.
5 Berita Acara Evaluasi 1 dokumen Diunggah maksimal tanggal 15
Praktik mengajar bulan ke-3 ON-2.
6 Ringkasan praktik 1 dokumen Diunggah maksimal tanggal 15
kerja industri bulan ke-3 ON-2.
Catatan: Tugas-tugas yang telah diselesaikan diunggah ke laman http//keahlianganda.id.
Seorang peserta dinyatakan memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tahap IN-2 apabila
kriteria capaian minimal (KCM) masing-masing komponen (6 komponen) mendapatkan
nilai 70. Tim Pengendali Mutu PPPPTK/LPPPTK KPTK menilai hasil unggahan semua
komponen penilaian di atas.
Dari hasil penilaian, tim pengendali mutu merekomendasikan peserta yang dapat
mengikuti program In Service Training-2/IN-2. Selanjutnya, PPPPTK/LPPPTK KPTK
menetapkan peserta IN-2.Evaluasipencapaian kompetensi pengetahuanuntuk 2 modul
yang dipelajari pada ON-2 (Evaluasi ON-2) dilakukan pada awal pelaksanaan IN-2.
Alur penilaian pada ON-2 dapat dilihat pada gambar 4.1.

20
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Gambar 4. 1Alur Penilaian pada ON-2

BAB V
PENUTUP

Program Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman


Lapangan (ON-2) merupakan tahapan yang penting untuk memberikan pembekalan
kompetensi guru produktif bagi peserta Program Keahlian Gandasehingga guru tersebutdapat
melakukan pembelajaran produktif yang menarik dan berinovasi sesuai kebutuhan materi
yang diajarkan. Keberhasilan pelaksanaan Program Pengenalan Kompetensi Guru Produktif
(ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)ditentukan oleh kesungguhan semua
pihak dalam melaksanakan program. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, bertekad untuk melaksanakan Program Keahlian Gandadalam rangka memenuhi
kebutuhan guru produktif SMK untuk mendukung program revitalisasi SMK.
Agar Program Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman
Lapangan (ON-2)ini dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan, seluruh PPPPTK,
LPPPTK KPTK, Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota,Satuan
Pendidikan, serta pihak terkait lainnya sangat diharapkan terlibat aktif dalam rangka
pemenuhan kebutuhan guru SMK untuk mendukung revitalisasi pendidikan vokasi.

21
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 1 Rencana Belajar F 01

RENCANA BELAJAR ON-1


PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Mapel Awal :
Paket Keahlian :

Desember Januari Februari Rentang


Modul Kegiatan Project 2016 2017 2017 Waktu
Pembelajaran Work 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 Penyelesaian

..........................., ....................
Pendamping Peserta

................................ ................................

22
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 2Lembar Catatan Pendampingan F 02


LEMBAR CATATAN PENDAMPINGAN
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Mapel Awal :
Paket Keahlian :
Sekolah Magang :
Alamat :
Nama Pendamping :

Tanggal Pendampingan :
No Materi Pembimbingan/Konsultasi

Catatan Pendamping:

., 2017
Pendamping, Peserta,

( ) ( )

23
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 3Jurnal Belajar F 03


JURNAL BELAJAR
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Mapel Awal :
Paket Keahlian :
Nama Modul :
Kegiatan Pembelajaran :
PENGALAMAN BELAJAR Peserta menuliskan secara ringkas pengalaman belajarnya

MATERI YANG TELAH Peserta menuliskan topik-topik yang telah dipahami

DIPAHAMI

MATERI YANG BELUM Peserta menuliskan topik-topik atau materi yang belum dipahami/kendala dengan menyebutkan
alasan berkaitan dengan topic yang dipelajari
DIPAHAMI DENGAN
MENYEBUT ALASAN DAN
KENDALANYA

USAHA/CARA UNTUK Peserta menuliskan cara-cara mengatasi kendala atau hambatan yang dihadapi

MENGATASINYA

UPAYA PENGAYAAN Peserta menuliskan kegiatan belajar yang lain

., 2017
Pendamping, Peserta,

( ) ( )

24
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 4Ringkasan Tugas Proyek F 04

RINGKASAN TUGAS PROYEK(PROJECT WORK)


PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Mapel Awal :
Paket Keahlian :
Sekolah Magang :
Alamat :
Nama Pendamping :

Judul Tugas Proyek (Project Work)

Ruang Lingkup Tugas Proyek

Hasil Yang Diperoleh Tugas Proyek

Pengalaman Berharga Ketika Mengerjakan Tugas Proyek

Hambatan Yang Dijumpai

., 2017
Pendamping, Peserta,

( ) ( )

25
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 5Instrumen Penilaian RPP


F 5a
INSTRUMEN PENILAIAN RPP
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA

(Skala Nilai 1 4)
Nama : _____________________________________
NUPTK : _____________________________________
Asal Sekolah : _____________________________________
Mapel Awal : _____________________________________
Paket Keahlian : _____________________________________
NILAI
No RPP
1 Rumusan Tujuan Pembelajaran
a. Rumusan tujuan menggambar pencapaian kompetensi dasar dan
indikator
b. Rumusan tujuan menggambar pencapaian aspek kognitif,
psikomotor, dan efektif
c. Rumusan tujuan minimal menyertakan komponen siswa, perilaku
operasional, dan materi pelajaran
d. Rumusan tujuan memberi petunjuk terhadap pendekatan atau
metode pembelajaran yang akan diterapkan
2 Penjabaran Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Indikator dijabarkan dari kompetensi dasar
b. Indikator dirumuskan berdasarkan aspek kompetensi (kognitif,
psikomotor, afektif)
c. Indikator dirumuskan menggunakan kata operasional (dapat diukur
berupa hasil)
d. Indikator mengandung kata kerja operasional dan materi ajar yang
setara atau tidak melampaui kata kerja dan materi dalam
kompetensi dasar
3 Materi Pembelajaran
Materi ajar disusun mengacu kepada tujuan/indikator/ kompetensi
dasar
a. Materi ajar disusun secara sistematis berdasarkan struktur ilmu
b. Materi ajar disusun dengan memperhatikan potensi peserta didik
c. Materi ajar dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik dan
kondisi lingkungan
4 Langkah-langkah Pembelajaran (Skenario)
a. Skenario pembelajaran mendukung tujuan/indikator/ kompetensi
dasar yang akan dicapai
b. Skenario pembelajaran mencerminkan komunikasi berpusat pada
siswa
c. Skenario pembelajaran relevan dengan pendekatan dan metode
yang dipilih Skenario pembelajaran disusun sesuai alokasi waktu
5 Media Pembelajaran
a. Media disesuaikan dengan tuntutan tujuan/indikator kompetensi
dasar

26
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

NILAI
No RPP
b. Media yang dipilih memperjelas materi yang diajarkan Media
disesuaikan dengan kondisi kelas
c. Media yang dipilih akan memperkuat internalisasi konsep peserta
didik
6 Evaluasi
a. Mencantumkan jenis, teknik, dan bentuk evaluasi
b. Butir soal relevan dengan tujuan/indikator/ kompetensi dasar
c. Butir soal memperhatikan sebaran tingkat kesulitan Butir soal
sesuai alokasi waktu
Jumlah Nilai Aspek
Nilai RPP ( R )

.., ...
Guru Pendamping,


NIP

27
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 6Instrumen Penilaian Mengajar F 5b

INSTRUMEN PENILAIAN MENGAJAR


PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA

(Skala Nilai 1 4)
Nama : _____________________________________
NUPTK : _____________________________________
Asal Sekolah : _____________________________________
Mapel Awal : _____________________________________
Paket Keahlian : _____________________________________

No RPP NILAI

1 Kemampuan Membuka Pelajaran


a. Menarik perhatian siswa
b. Memotivasi siswa terkait materi pembelajaran yang akan
diajarkan
c. Mengaitkan materi ajar sebelumnya dengan materi yang akan
diberikan
d. Memberi acuan materi ajar yang akan diajarakan
2 Sikap dalam Proses Pembelajaran
a. Kejelasan suara dalam komunikasi dengan siswa
b. Tidak melakukan gerakan dan/atau ungkapan yang mengganggu
perhatian siswa
c. Antusiasme dalam penampilan
d. Mobilitas selama pembelajaran
3 Penguasaan Materi Pembelajaran
a. Kejelasan memposisikan materi ajar yang disampaikan dengan
materi terkait
b. Kejelasan menerangkan berdasarkan tuntutan aspek kompetensi
(kognitif, psikomotor, afektif)
c. Kejelasan dalam memberikan contoh/ilustrasi sesuai tuntutan
aspek kompetensi
d. Mencerminkan penguasaan materi ajar secara proposional
4 Implementasi Langkah-langkah Pembelajaran (Skenario)
a. Penyajian materi ajar sesuai dengan langkah-langkah yang
tertuang dalam RPP
b. Proses pembelajaran mencerminkan komunikasi berpusat pada
siswa
c. Antusias dalam menanggapi dan menggunakan respons dari
siswa
d. Cermat dalam memanfaatkan waktu, sesuai alokasi yang
direncanakan
5 Penggunaan Media Pembelajaran
a. Memperhatikan prinsip penggunaan jenis media
b. Tepat saat penggunaan
c. Terampil dalam mengoperasikan

28
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

NILAI
No RPP
d. Membantu kelancaran proses pembelajaran
6 Evaluasi
a. Melakukan evaluasi berdasarkan tuntutan aspek kompetensi
b. Melakukan evaluasi sesuai dengan butir soal yang telah
direncanakan dalam RPP
c. Melakukan evaluasi sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan
d. Melakukan evaluasi sesuai dengan bentuk dan jenis yang
dirancang
7 Kemampuan Menutup Pelajaran
a. Meninjau kembali/menimpulkan materi yang diajarkan
b. Memberi kesempatan bertanya atau berkomentar
c. Menugaskan kegiatan ko-kurikuler
d. Menginformasikan materi ajar berikutnya
Jumlah Nilai Aspek
Nilai Penampilan ( T )

.., ...

Guru Pendamping,


NIP

29
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 7Instrumen Penilaian Sosial Pribadi


F 5c
FORMAT PENILAIAN SOSIAL PRIBADI
PENGUATAN PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PROGRAM KEAHLIAN GANDA

(Skala Nilai 1 4)
Nama : _____________________________________
NUPTK : _____________________________________
Asal Sekolah : _____________________________________
Mapel Awal : _____________________________________
Paket Keahlian : _____________________________________
ASPEK YANG
No. NILAI KETERANGAN
DINILAI

1 Kepemimpinan .. > Di dalam / di luar kelas


2 Tanggung Jawab .. > Terhadap tugas dari Guru Pendamping
3 Stabilitas Emosi .. > Pada saat penampilan di kelas/di luar kelas
4 Sosialisasi .. > Di dalam / di luar kelas
5 Disiplin .. > Terhadap aturan yang berlaku dalam PPPL
6 Sikap .. > Di dalam / di luar kelas
7 Cara berbusana .. > Di dalam / di luar kelas

Nilai Aspek


= =
7
.., ...
Guru Pendamping,


NIP

30
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 8Berita Acara Evaluasi Praktik Mengajar F 05

BERITA ACARA EVALUASI PRAKTIK MENGAJAR


PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Mapel Awal :
Paket Keahlian :
Sekolah Magang :
Alamat Sekolah
Magang :
Nama Pendamping :

Nilai Bobot NXB


No. Aspek yang Dinilai
(N) (B)
1 RPP (nilai terakhir dari Guru Pendamping ON-2) ............ 3 ............
(F.5a)
2 Penampilan (nilai terakhir dari Guru Pendamping ............ 4 ............
ON-2) (F.5b)
3 Sosial Pribadi (nilai terakhir dari expert judgement ............ 3 ............
Guru Pendamping ON-2) (F.5c)

( )
Nilai Akhir = = .....................................

., 2017
Guru Pendamping,

( )

31
Petunjuk Teknis Pengenalan Kompetensi Guru Produktif (ON-1) dan Penguatan Pengalaman Lapangan (ON-2)

Lampiran 9Ringkasan Praktik Kerja Industri F 06


RINGKASAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
PROGRAM SERTIFIKASI KEAHLIAN DAN SERTIFIKASI PENDIDIK (KEAHLIAN GANDA)

Nama :
NUPTK :
Asal Sekolah :
Pelaksanaan Prakerin : s.d.
Topik Prakerin :

Nama DU/DI :
Alamat :
Nama Pembimbing
Prakerin :

No Tanggal Ringkasan Hasil Kegiatan

Komentar/
Saran/
Masukan Pembimbing
Prakerin
., 2017
Pembimbing Prakerin

( )

32