Anda di halaman 1dari 10

Makalah agama hindu

itihasa

NAMA KELOMPOK :

1. Gusti made agus dwi kastaMa (03)

2. Komang eka putra pratama (19)

3. Made agus jayadi (20)

4. Ni kadek dwi wahyuni (21)

5. Putu edo arya pratama (28)

6. Wayan puspa yani (34)

SMa NEGERI 1 busungbiu

TAHUN AJARAN 2017/2018


DAFTAR ISI

Kata pengantar
Daftar isi

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar belakang

1.2 Rumusan masalah

1.3 Tujuan

BAB II Pembahasan

2.1 Pengertian kitab itihasa

2.2 Cerita dalam kitab itihasa

2.3 Nilai-nilai dalam cerita Ramayana dan mahabarata

BAB III Penutup

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

Daftar pustaka

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Kitab upaveda smrti, itihasa ini merupakan kelompok kitab jenis epos, wiracarita atau cerita
tentang kepahlawanan. Pada umumnya pengertian Itihasa adalah nama sejenis karya sastra
sejarah agama hindu. Itihasa adalah sebuah epos yang menceritakan sejarah perkembangan
raja-raja dan kerajaan hindu dimasa silam. Ceritanya penuh fantasi, roman, kewiraaan dan
disana-sini dibumbui dengan mitologi sehingga memberi sifat kekhasan sbeagai sastra
spiritual. Didalamnya terdapat beberapa dialog tentang social politik, tentang filsafat atau
idiologi, dan teori kepemimipinan yang diikuitu sebagai pila oleh raja-raja hindu. Kata itihasa
terdiri dari tiga kata, yaitu iti-ha-asa, sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya.

Walaupun itihasa merupakan kitab sejarah agama, namun secara materiil sangat sulit untuk
dijadikan pembuktian sejarah. Sebagai kitab sejarah banyak pula memuat hal-hal yang
menurut fakta sejarah masih dapat dibuktikan, termasuk sosial politik, pertentangan berbagai
suku bangsa yang ada antara berbagai kerajaan yang kontenporer pada masa itu. Secara
traidisional jenis yang tergolong Itihasa ada dua amcam, yaitu Ramayana dan Mahabarata.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Apa pengertian Itihasa

1.2.2 Cerita apakah yang ada dalam itihasa

1.2.3 Apa saja yang terkadung dalam cerita Ramayana dan Mahabarata ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui pengertian itihasa

1.3.2 Untuk mengetahui cerita dalam kita itihasa

1.3.3 Untuk mengetahui nilai-nilai dalam cerita Ramayana


BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian upaveda

Upaveda adalah kitab-kitab yang menunjang pemahaman veda, disebut juga sebagai veda
tambahan sebagai yang menjelaskan veda dengan Bahasa yang lebih mudah dimengerti.

Isitlah upaveda diartikan sebagai veda yang lebih kecil dan merupakan kelompok. Kedua
setelah vedangga. Upa berarti dekat atau sekitar dan veda yang dibahas dalam beberapa kitab
upaveda.

Bagian-bagian upaveda :

1) Itihasa : Epos yang menceritakan sejarah di masa lampua


2) Purana : Tentang berbagai macam cerita yang berlaku pada jaman dahulu.
3) Arta sastra: pokok-pokok bilang ilmu politik.
4) Ayurweda : tentang ilmu kedokterana atau kesehatab baik rohani maupun
jasmani.
5) Gandhawa weda: Tetang aspek ilmu seni
6) Karma sastra : Segala sesuatu yang berhubungan dengan asrama, seni atau rasa
indah
7) Agama : Ritual upacara agama dan tata cara keagamaan

2.1 Pengertian itihasa

Itihasa adalah anam sejenis karya sastra sejarah agama hindu dan satu bagian dari kesustraan
hindu yang menceritakan kisah-kisah epic/kepahlawanan pada masa lampai dan dibumbui
oleh filsafat agama mitologi, an mahkluk supernatural.

Itihasa berarti Kejadian yang nyata. Itihasa yang terkenal ada dua, yaitu ramayanan dan
mahabarata. Kitab itihasa disusun oleh para resi dan pujangga india masa lampau misalnya
resi walmiki dan rsi vyasa. Kata itihasa berasal dari 3 bagian yaitu :

Iti : Begini

Ha : Tentu

Asa : Sudah terjadi


Jadi Itihasa artinya sudah terjadi begitu. Namun dalam perkembangan yang terjadi sampai
saat ini khususnya di india kata itihasa sering dihubungkan sebagai sejarah sehingga itihasa
aalah cerita berdasarkan latar sejarah yang memasukkan nilai-nilai ajaran veda didalamnya.

Selain itu itihasa disebut juga sebagai wiracarita. Karena cerita ini dahulu sering diceritakan
melalui tradisi mulut ke mulut. Wiracarita (wira = laki, pahlawan, berani, dan perwira. Carita
= cerita ). Jadi wiracarita artinya kepahlawanan cerita ini adalah peristiwa sejarah, dan
mengandung makna yang dalam dan mengandung ajaran yang pada cerita ini sampai seperti
ajaaran suci weda karya maharsi wyasa hendaknya di dengar terlebih bagi seseorang
Brahmana.

2.2 Cerita dalam Kitab itihasa

1) Ramayana
Kitab Ramayana merupakan salah satu Itihasa yang terkenal. Ramayanan teridir dari
24.000 sloka dan memiliki tujuh bagian yang disebut sapta kanda. Setiap kanda
merupakan buku tersendiri, namun sering berhubungan dan melengkap dengan kanda
yang lain. Kitab Ramayana disusun oleh Rsi walmiki. Sumber asli dalam kekawin
Ramayana itu adalah ravanavadha karangan bhakti, kitab ini sering juga disebut
Bhattikvya. Secara tradisional kekawin ramyanan dikarang oleh empu yogisuara.
Adapun isi isngkat dari tiap-tiap kanda dari Ramayana dapat diuraikan sebagai
berikut:
1. Balakanda
Menceritakan raja dasaratha dari negeri kosalya dengan ibu kotanya ayodhya
ia memiliki tiga orang istri, dan melaksanakan putra kama yajna beliau
memproleh putra. Kausalya yang berputra rama sebagai anak tertua, kaikeyi
yang berputra bharata dan Sumitra yang berputra laksamana dan satrughna.
Dalam sayembara rama berhasil memproleh sita sebagai istrinya anak raja
janaka.
2. Ayodhya kanda
Dasarata merasa sudah tua, maka ia hendak menyerahkan tahtanya kepada
rama. Namun kehendak raja terhalang oleh kaikeyi yang meminta bukan rama
yang menjadi raja namun bharatalah dan menyuruh raja untuk mengusir rama
ke hutan selama 14 tahum. Rama,laksamana, dan sita pun meninggalkan
istana. Tak lama kemuian dasaratha meninggal dan baharata menolak untuk
dinobatkan sebagai raja. Ia pergi ke hutan mencari rama bagaimana pun ia
membujuk kakaknya. Rama tetap teguh pada pendirinya untuk menyembara
terus sampai 14 tahun dan diceritakan bharata memerintah atas nama rama.
3. Aranyaka kanda
Kitab aranyaka kanda mengisahkan bagaimana kehidupan rama di hutan. Dan
diceritakan pula kisah ravana pergi ketempat rama, dengan maksud menculik
sita sebagai pembalasan terhadap penghinaan adiknya. Marica seorang raksasa
teman ravana, menjelma seabgai kijang emas, dan berlari kecil-kecil di drepan
kemah. Rama dan sita sangat tertarik, dan meminta suaminya untuk
menangkap kijang itu, ternyata kijang itu tidak sejinak nampaknya, dan rama
semakin jauh dari tempat tinggalnya.
4. Kiskinda kanda
Mengisahkan perjumpaan dengan Sugriva, rama bersekutu dengan Sugriva
untuk memprole kerajaan dan istrinya dan sebaliknya sugriwa akan membantu
rama untuk mendapatkan sita dari negeri alengka.
5. Sundara kanda
Menceritakan hanuman, kera kerpercayaan sugriwa, pergi ke negeri alengka
untuk menemukan sita. Hanuman di tahan oleh tentara lengka. Diceritakan
pula bagaimana hanuman menimbulkan kebakaran di kota lengka.
6. Yudha kanda
Dengan bantuan dewa laut tentara kera berhasil membuat jembatan ke lengka.
Setelah indrajit dan kumbakarma gugur, ravana terjun ke dalam kancah
peperangan yang diakhiri dengan kemenangan di pijak rama dan ravana
terbutuh dalam peperangan tersebut. Setelah peperangan usai vibhisana adik
ravana yang memihak rama diangkat menjadi raja di lengka dan rama bertemu
kembali dengan sita.
7. Uttara kanda
Dalam bagian ini diceritakan bahwa kepada rama terdengar desas-desus
bahwa rakyat menyangsikan kesucian sita. Maka untuk memberi contoh yang
baik sita diusir dari istana. Tibalah sita dipertapaan Valmiki, yang kemudian
mengubah riwayat sita itu wiracita Ramayana. Dipertamaan itu, sita
melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama kusa dan lava. Waktu rama
melaksanakan asmawedha, kusa dan lava hadir di istana sebagai pembawa
nyanyi. Nyanyi-nyanyian rama yang diubah oleh Valmiki segerah rama
mengetahui bahwa kedua anak laki-laki itu adalah anaknya. Maka dipanggil
Valmiki untuk mengantar sita ke istana.
Setiba di istana sita bersumpah janganlah hendaknya raganya diterima oleh
bumi. Sikalau dia tidak suci lagi seketika belahlah dan muncul dewi pertiwi
diatas singgasana emas yang didukung oleh ular-ular naga. Sita dipelunya dan
dibawanya lenyap ke dalam bumi. Rama sangat sedih dan menyesal, tetapi
tidak dapat memproleh istrinya kembali. Ia menyerahkan mahkotanya kepada
kedua anaknya, dan kembali ia kekahyangan sebagai wisnu.
8. Mahabrata
Kitab mahabrata merupakan salah satu Ithihasa yang terkenal kitab
mahabarata berisi lebih dari 100.000 sloka. Mahabarata berarti cerita keluarga
besar bharata. Kitab mahabrata memiliki depalan belas bagian yang disebut
astadasapara. Selayaknya Ramayana, setiap parwa merupakan buku tersendiri
namun saling berhubungan dan melengkap dengan parwa yang lain. Kitab
mahabrata disusun oleh empu wiyasa. Nyoman S. Pendit dalam halaman
pendahuluan mahataratanya menyebutkan bahwa mahabrata dikarang oleh 28
wiyasa (Empu sastra) yang dipersonofisikasin sebagai seorang maharsi wiyasa
(Kadek panawa dan Kurawa)

Bagian-bagian kitab mahabrata.


1. Adiparwa : Buku pengantar
2. Sabhaparwa : Buku persidangan
3. Wanaparwa : Buku pengembaraan di hutan
4. Wirataparwa : Buku pandawa di negeri wirata
5. Udyoga parwa : Buku usaha dan persiapan
6. Bhismaparwa : Buku mahasenapati bhisma
7. Dronaparwa : Buku mahasenapati drone
8. Karnaparwa : Buku mahasenapati karna
9. Salyaparwa : Buku mahasenapati salya
10. Sauptikaparwa : Buku penyerbuan di waktu malam
11. Striparwa : Buku janda
12. Shantiparwa : Buku kedamaian jiwa
13. Anusanaparwa : Buku ajaran
14. Aswamedhikaparwa : Buku aswamedha
15. Asramaparwa : Buku pertapaan
16. Masualaparwa : Buku senjata gada
17. Mahaprasthanik kaparwa : Buku perjalanan suci
18. Swargaohanaparwa : Buku naik ke surge

2.3 Nilai yang terkandung dalam cerita Ramayana dan Mahabrata

1. Ramayana
a) Satya Mitra dan Satya Wacana : Terlihat dari kesetiaan Sugriva terhadap
janjinga kepada rama
b) Guru bhakti dan putra yajna : Diperlihatkan dari rasa bhaktinya rama
terhadap orangtuanya sehingga bersedia
untuk mengasingkan diri ke hutan.
c) Satya semaya : Diperlihatkan pada kesetian Dasaratha
dalam menepati janjinya pada keykayi
sampai harus meninggal dunia.
d) Dharma Negara : Diperlihatkan oleh kumbakarma yang
dengan sepenuh hatinya mengorbankan
nyawa untuk membela negaranya
e) Dharma agama : Diperlihatkan oleh wibisana yang
menentang kakanya demi membela
kebenaran
2. Mahabrarata
a) Nilai dharma / kebenaran hakiki
Mahabarata adalah konflik (perang) antara saudara sepupu (Pandawa melawan
100 korawa) keturunan barata. Oleh karena itu Mahbabarata disebut juga
Mahabaratayuddha. Konflik antara dharma (kebenaran/Kebajikan) yang
diperankan oleh panca pandawa dengan adhrma (Kejahatan / Kebatilan) yang
diperankan oleh 100 korawa.
b) Nilai kesetian / satya
Cerita mahabarata mengandung lima nilai kesetian yang diwakili oleh
yudistira sulung pandawa. Kelima nilai kesetian itu adalah
1. Satya wacana artinya setia atau jujur dalam berkata-kata
2. Satya hredaya artinya setia akan kata hati dalam mengakkan kebenaran
3. Satya laksana artinya setia dan jujur mengakui dan bertanggung jawab
terhadap yang telah diperbuat
4. Saya mitra artinya setia kepada teman atau sahabat
5. Satya semaya artinya setia kepada janji.

Nilai setia atau satya sesungguhnya merupakan media penyucian pikiran.

c) Nilai pendidikan
System pendidikan yang diterapkan dalam cerita lebih menekankan pada
penguasaan satu bidang keilmuan yang disesuaikan dengan minat dan bakat
siswa, artinya seorang guru dituntut memiliki kepekaan untuk mengetahui
bakat dan kemampuan masing-masing siswanya.
d) Nilai yajana / korban suci dan keiklasan
Bermacam-macam yajna dijelaskan dalam cerita mahabrata, ada yajna
berbentuk benda, yajna dengan tapa, yoga, yajna dengan mempelajari kitab
suci, yajna ilmu pengetahuan yajna untuk kebahagian
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Itihasa adalah suatu bagian dari kesusastraan hindu yang menceritakan kisah-kisah epic /
kepahlawanan pada masa lampau dan dibumbui oleh filsafat agama mitologi mahluk
supernatural itihasa berarti Kejadian yang nyata

Itihasa yang terkenal ada dua :

1. Ramayana
2. Maharata

3.2 Saran

Semoga para pembaca bisa mengetahui arti penting upaveda itihasa dan bisa memahami isi
dan makalah ini.
Daftar Pustaka

1) The bali buzz . www.roh-toem.blogspot.com


2) Titib, I made paramitha, 2003. Itihasa yamayana dan mahabarata (Viracarita) kajian
kritis sumber agama hindu. Surabaya. paramitha

Anda mungkin juga menyukai