Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PERJALANAN

MUSEUM LAMPUNG & PANTAI


KLARA
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pada
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

DISUSUN OLEH :

NAMA : AHMAD ZAINURI

KELAS : IX.B

SMP NEGERI 1 KOTAGAJAH


LAMPUNG TENGAH
TP. 2015/2016

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah begitu
banyak melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Perjalanan Museum Lampung dan Pantai Klara dengan
baik.
Laporan ini disusun sedemikian rupa dengan sistematika susunan yang
sederhana dengan harapan agar mudah dipahami oleh para pembacanya. Pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada guru
pembimbing, teman-teman serta semua pihak yang telah membantu hingga
terselesaikannya laporan ini.
Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa laporan ini masih
memiliki kekurangan-kekurangan baik dari isi maupun penulisan. Untuk itu
sumbang kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan guna perbaikan
dalam penulisan laporan perjalanan dimasa mendatang.
Akhirnya Penulis berharap semoga laporan perjalanan ini dapat bermanfaat
bagi kita semua. Amin

Kotagajah, Januari 2016

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1


A. Latar Belakang ................................................................................ 1
B. Tujuan Penelitian............................................................................. 2
C. Manfaat ........................................................................................... 2

BAB II METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 3


2.1 Waktu dan Tempat Penelitian ......................................................... 3
2.2 Metode Pengumpulan Informasi dan Data ...................................... 3

BAB III HASIL OBSERVASI .................................................................... 4


3.1 MUSEUM LAMPUNG .................................................................. 4
1. Sejarah Museum Lampung Ruwa Jurai. ................................... 4
2. Tugas Pokok Dan Fungsi Museum ........................................... 4
3. Visi Dan Misi ............................................................................ 5
4. Sruktur Oganisasi Museum Negeri Provinsi Lampung. ........... 5
5. Sarana Dan Prasarana Museum Lampung. ............................... 7
6. Koleksi Museum Lampung ....................................................... 7
3.2 Pantai Klara ..................................................................................... 11

BAB IV PENUTUP .................................................................................... 13


4.1 Kesimpulan...................................................................................... 13
4.2 Saran................................................................................................. 13

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN GAMBAR

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Karya Wisata adalah kegiatan wisata yang dilakukan dengan tujuan
untuk menambah pengetahuan siswa serta menambah pengalaman. Setelah
karya wisata kami laksanakan, siswa diwajibkan untuk membuat karya tulis.
Karya tulis adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilaksanakan.
Laporan karya tulis ini merupakan tugas bagi semua angkatan kelas IX
SMPN 1 Kotagajah. Dalam penyusunan laporan ini, siswa diharapkan dapat
melaporkan segala pengetahuan dan pengalamannya yang diperoleh selama
menjalankan study tour. Pengalaman dan pengetahuan selama mengikuti
study tour ke Museum Lampung dan Pantai klara diharapkan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam laporan ini membahas tentang
beberapa objek wisata dan objek study tour yang berada di Museum Lampung
dan Pantai Klara.
Pendidikan sangat penting untuk setiap orang karena pendidikan itu
sendiri menyangkut masa depan, serta merupakan upayauntuk mencerdaskan
anak bangsa. Pendidikan tidak hanya tanggung jawab seorang guru,
pemerintah, masyarakat maupun orang tua. Namun semua lapisan masyarakat
Indonesia juga ikut bertanggung jawab atas terwujudnya pendidikan nasional.
Yakni dengan menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan tanggung
jawab yang merupakan upaya untuk terwujudnya pendidikan nasional yang
bermutu tinggi dan berbudi pekerti luhur.
Sebab itulah untuk mewujudkannya ada beberapa kegiatan yang
menunjang pendidikan, salah satunya yang sangat menunjang adalah karya
wisata. Dengan karya wisata, siswa dapat lebih berpengalaman dan lebih
berpengetahuan.

v
B. Tujuan Penelitian
1. Penulis ingin memperkenalkan profile objek-objek wisata yang ada di
Museum Lampung dan Pantai Klara kepada pembaca.
2. Sebagai wawasan tambahan informasi serta menperbanyak pengetahuan.
3. Sebagai latihan untuk memperlancar sastra dan bahasa.
4. Sebagai perbandingan antara teori di kelas dan kenyataan di Lapangan.
5. Menanamkan rasa Cinta Tanah Air.
6. Mengenal kebudayaan Nusantara.
7. Untuk berlatih menyusun Laporan secara Sistematis

C. Manfaat
1. Menambah dan meningkatkan pengetahuan wawasan tentang nilai-nilai
Religius, Sejarah, Teknologi, Ilmu Pengetahuan dan Rekreasi.
2. Meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.
3. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan budaya bangsa.
4. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman
baru yang bersifat langsung.
5. Membangun keakraban antar siswa dan guru

vi
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

2.1Waktu dan Tempat Penelitian


Kami melakukan study tour atau penelitian ini bertempat di kawasan
Museum Lampung dan Pantai Klara, pada hari Minggu tanggal 01 Februari
2015 pukul 08.00 WIB.

2.2 Metode Pengumpulan Informasi dan Data


1. Metode Wawancara
Kami memperoleh penjelasan dari pemandu tentang objek wisata
yang kami kunjungi dan kami mewawancarai pemandu wisata tersebut.

2. Metode observasi / pengamatan


Metode pengamatan dilakukan dengan melakukan pengamatan
secara langsung di lapangan.
3. Metode kaji pustaka
Kami juga memanfaatkan brosur-brosur, buku panduan, dan
membuka situs-situs tentang Museum Lampung yang ada di internet
sebagai pelengkap bahan.
4. Metode dokumentasi
Kami mengambil gambar atau foto objek wisata yang kami kunjungi.

vii
BAB III
HASIL OBSERVASI

3.1 MUSEUM LAMPUNG


1. Sejarah Museum Lampung Ruwa Jurai.
Museum Lampung mulai didirikan pada tahun 1975. Dan didirikan di
atas tanah seluas 17.010 m2, yang didirikan oleh Kepala kantor pembinaan
permuseuman perwakilan departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi
Lampungyang bertempat di jalan Zainal Abidin Pagar Alam No. 64,Bandar
Lampung.
Museum lampung diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
yaitu Prof.Dr.Fuad Hasan pada tanggal 24 september 1988.Dan pada tanggal
30 maret Museum Lampung mengalami perluasan. Peletakan batu pertama
pembangunan Museum Lampung dilakukan oleh kepala bidang permuseuman
sejarah dan kepurbakalaan kanwil Debdikbud provinsi Lampung yaitu Drs.
Supangat pada tanggal 13 juni 1978 di Jl.tengku Umar no.64 gedung meneng,
sekarang menjadi jl. H. zainal abiding pagar Alam no 64 gedung meneng
Bandar Lampung.
Sementara itu, pada tanggal 1 april 1990 Museum Lampung
mendapatkan penambahan nama Ruwa Jurai penambahan itu disesuaikan
dengan logo provinsi Lampung yaitu sang bumi ruwa Jurai.

2. Tugas Pokok Dan Fungsi Museum


Dilihat dari tugas dan fungsinya, Museum Lampung memiliki peran
penting sebagai pusat perkembangan kebudayaan, karena Museum Lampung
sebagai pusat perkembangan yang memiliki banyak koleksi benda-benda
bersejarah.
1. Tugas Pokok
Unit Pelaksana Teknis Dinas(UPTD) mempunyai tugas
melaksanakan pengumpulan, perawatan, dan penyajian serta penelitian
dan memberikan bimbingan edukatif kurtural tentang benda bernilai
budaya yang bersifat regional.

viii
2. Fungsi Museum
a. Pengumpulan, Perawatan, dan Penyajian benda yang bernilai budaya
dan ilmiah.
b. Memperkenalkan dan Menyebarluaskan hasil penelitian benda koleksi.
c. Pelakasanaan bimbingan edukatif kurtural tentang benda yang bernilai
budaya dan ilmiah.

3. Visi Dan Misi


1. Visi.
Terwujudnya museum Lampung yang berkemampuan prima dalam
Pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan Benda Cagar Budaya (BCB)
untuk memantapkan masyarakat Sang Bumi Ruwa Jurai.
2. Misi.
a. Peningkatan Sistematisasi pelestarian dan perlindungan BCB.
b. Pengembangan fungsional dalam budang pembinaan, penyimpanan,
pengamanan, dan pemanfaatan benda cagar budaya.
c. peningkatan apresiasi masyarakat dalam bidang budaya.

4. Sruktur Oganisasi Museum Negeri Provinsi Lampung.


Strutur organisasi Museum Negeri Provinsi Lampung terdiri dari:
1. Kepala Museum
Kepala Museum bertugas memimpin, mengendalikan, mengkoordinasikan
sebagian UPTD Museum Negeri sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang belaku. Semenjak diresmikan Museum Negeri Provinsi
Lampung Ruwa Jurai telah dipimpin oleh:
a. Achmad Hidjazi,BBA, tahun 1988-1990
b. Mentosir,BBA tahun 1990-1995
c. Muhammad Aswans,SH tahun 1995-1998
d. Drs. Bunyana Barmawi tahun 1998-2007
e. Pulung Swandaru,SH tahun 2007-2010
f. Dra. Zuraida Kherustika,MM tahun 2010 sampai sekarang.

ix
2. Sub Bagian Tata Usaha
Bertugas di dalam bidang yang berkaitan dengan administrasi perkantoran
dan perpustakaan. Peran serta tugasnya adalah:
a. Penyelenggaraan urusan rumah tangga
b. Administrasi perantoran.
c. Pepustakaan museum bertugas mengumpulkan berbagai macam buku,
terutama yang berkaitan dengan Kebudayaan, Museum, Koleksi
Museum, kepurbakalaan dan pariwisata.

3. Seksi Teknis.
a. Seksi teknis menangani pengelolaan koleksi dan konservasi yang
meliputi: Pengadaan koleksi, yaitu suatu kegiatan pengumpulan benda-
benda Realita atau Replika untuk dijadikan koleksi Museum. Koleksi
tersebut berguna sebagai bahan pembutian Sejarah alam. Serta
mengambarkan identitas suatu bangsa.
b. Dokumentasi Koleksi, yaitu pengumpulan keterangan keterangan
tertulis dan rekaman suara. Latar belakang benda cagar budaya,
sejarah, sosial, dan budaya masyarakat etnis.
c. Survei pengadaan koleksi, yaitu metode penelitian menggunakan
pendekatan museologi dan perundang-undangan untuk mendapatkan
semua bahan.

4. Seksi pelayanan.
Seksi pelayanan bertugas memberikan layanan dan informasi kepada
pengunjung secara edukatif kurtural. Bimbingan edukatif kurtural
merupakan suatu kegiatan memperkenalkan museum dan koleksinya
kepada pengunjung dengan sistem dan metode yang bersifat edukatif.
Bimbingan tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan apresiasi
masyarakat terhadap museum.

5. Kelompok Jabatan Fungsional.


Kelompok jabatan fungsional yang ada di museum adalah Pamong
Budaya, yang bertugas merencanakan dan melakukan kegiatan yang
bersifat teknis berdasarkan kaidah musiologi.

x
5. Sarana Dan Prasarana Museum Lampung.
1. Gedung pameran tetap.
2. Kantor Administrasi, ruang rapat, dan perpustakaan.
3. Laboratorium Konservasi.
4. Bengkel Koleksi.
5. Gedung Pameran khusus.
6. Auditorium.
7. Storage.(gedung koleksi).
8. Ruang fumigasi.

6. Koleksi Museum Lampung


Koleksi adalah aspek terpenting dari penyelenggaraan sebuah Museum.
Yang lebih penting adalah keinginan untuk tahu dan kemampuan mengikuti
penalaran ilmiah sesuai dengan tuntutan tugas dan fungsi Museum yang sesuai
dengan perkembangan zaman.
Sebagai museum yang bersifat umum koleksi museum yang
dikumpulkan museum Lampung meliputi kebudayaan manusia dan benda-
benda tinggalan sejarah alam, untuk mengumpulkan koleksi museum di
lakukan berbagai cara yaitu:
1. Efakuasi.
2. Sitaan .
3. Imbal jasa atau pembelian.
4. Pertukaran dengan museum lain.
5. Sumbangan atau hibah
6. Replika.
Dan sampai sekarang Museum Lampung Ruwa Jurai memiliki sekitar
5000 buah koleksi benda-benda bersejarah. Benda-benda tersebut di bagi
menjadi 10 jenis, yaitu:
1. Geologika
Yaitu koleksi yang terdiri dari benda-benda bukti sejarah alam dan
lingkungan serta berkaitan dengan disiplin ilmu geologi.
2. Biologika.

xi
Yaitu koleksi yang berkaitan dengan alam dan lingkungan serta berkaitan
dengan disiplin ilmu biologi.
3. Etnografika.
Yaitu benda-benda hasil karya manusia yang cara pembuatannya dan
pemakaiannya merupakan identitas.
4. Arkeologika
Yaitu benda-benda yang merupakan bukti peninggalan budaya hindu
budha dan masuknya islam.
5. Historika
Yaitu benda yang mempunyai nilai sejarah yang pernah digunakan untuk
hal-hal yang berhubungan dengan perlawanan kepada penjajah.
6. Numismatika dan Heraldika.
Numismatika yaitu peninggalan yang berupa mata uang atau alat tukar
lainnya. Sedangkan Heraldika yaitu kumpulan tanda jasa dan peralatan
pemerintah.
7. Fisiologika
Yaitu kumpulan tulisan atau naskah kuno yang ditulis diatas kulit
kayu,bambu,dan sebagainya.
8. Keramologi
Yaitu benda yang terbuat dari tanah liat, bahan batuan atau perselin yang
dibakar dengan suhu tertentu.
9. Seni rupa
Yaitu benda hasil daya cipta, karsa, dan rasa manusia yang diungkapkan
secara konkrit dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang memiliki
keragaman dalam tema ide konsektual dan media teknik.
10. Teknologika
Yaitu peralatan yang dibuat dengan teknologi tradisional, umumnya
berupa peralatan, untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Koleksi-koleksi tersebut antara lain:


Di bagian luar Museum terdapat beberapa benda bersejarah yaitu:
1. Bom dinamit yang berbentuk bola besi besar yang dulunya digunakan
untuk membuka lahan transmigrasi di wilayah Raman Utara,

xii
2. Jangkar kapal dan lampu batas laut yang dulunya pernah terlempar ke
Tanjung Karang saat terjadi letusan gunung Krakatau pada tahun 1883
3. Meriam
4. Lamban Persagi yang artinya Rumah Persagi.Adalah salah satu rumah
adat Lampung yang berusia sekitar 300 tahun.
Di dalam museum terdapat dua lantai antara lain lantai bawah,yang berisi
tentang sejarah,dan latai atas berisi tentang kebudayaan lampung.

Benda-benda yang ada di dalam Museum Lampung antara lain;


1. Patung Binatang Khas Sumatera.
Binatang-binatang tersebut antara lain: Harimau Sumatera, Beruang
Madu, Gajah, Elang,dll.
2. Pecahan batu vulkanik Krakatau
Didalam museum juga terdapat gambarperistiwa meletusnya gunung
Krakatau tahun 1883.Dan terdapat juga pecahan batu vulkanik yang
terlempar saat gunung Krakatau meletus.
3. Kerangka Manusia Purba
Kerangka manusia purba yang ditemukan di Lampung diperkirakan
pernah hidup di zaman megalitik kuno.Kebudayaan megalitik dimulai
pada masa bercocok tanam, dimana pada saat itu kepadatan penduduk
sudah mencapai 2 jiwa/km2
4. Prasasti Batu Bergores.
Prasasti batu bergores atau lebih dikenal dengan sebutan Prasasti Batu
Bedil yang dahulu kala digunakan untuk upacara sacral saat ingin
memberikan kekuatan gaib pada suatu alat yang berupa senjata tajam
dengan cara mengasahkannya ke Batu Bergores ini.Benda ini ditemukan
di Jabung,Lampung Timur.
5. Prasasti Palas Pasemah.
Prasasti ini ditemukan di Kecamatan Palas,Lampung Selatan.Prasasti ini
terdiri dari 13 baris huruf palawa.dan berbahasa melayu kuno. Isi prasasti
ini adalah tentang penaklukan daerah Lampung dan beberapa kutukan
terhadap orang yang berani menentang kerajaan Sriwijaya.

xiii
6. Kerajinan dan Seni.
Kerajinan-kerajinan itu antara lain: Gerabah dan Keramik peninggalan
zaman kuno.Alat yang digunakan untuk mmembuat gerabah yaitu:tatab,
cenuit, kawat, secang, karet, dan pecahan piring.Tatab adalah alat yang
digunakan untuk
7. Kitab dan Naskah Kuno.
Kitab-kitab itu ditulis menggunakan bahasa arab, Sedangkan naskah
ditulis menggunakan aksara Lampung.
8. Senjata Lampung.
Senjata-senjata tersebut antara lain:
1. Payan Kejang(tombak panjang)dan Taming(tameng),merupakan senjata
tradisional yang digunakan sebagai perlengkapan upacara adat.
2. Punduk Tekhapang(keris),merupakan benda pusaka pada masyarakat
lampung yang digunakan sebagai perlengkapan upacara adat.
3. Panderung(pedang),merupakan senjata tradisional.
4. Panderung(pedang tipe lampung),merupakan senjata tradisional lapung
yang digunakan sebagai perlengkapan pencak silat dalam acara Begawi
Adat Lampung.
Sedangkan di lantai atas terdapat benda-benda yang menunjukkan
tentang kebudayaan Lampung. Benda-benda tersebut atara lain:
1. Perahu Kajang.
Pada masa lalu digunakan untuk aktifitas/kegiatan sehari-hari.Misalnya
mencari ikan, pasar terapung dll.

2. Alat Untuk Membuat Kain Tapis.


Di dalam adat Lampung kain tapis sering digunakan untuk acara
pernikahan/pesta.Biasanya alat ini digunakan oleh para wanita Lampung
untuk membuat tapis dengan sulaman benang berwarna emas yang indah.
3. Tempat Tidur Pengantin Lampung
Tempat tidur pengantin lampung disebut juga Puade.yang berusia ratusan
tahun.

xiv
4. Seperangkat alat music khas lampung
Biasanya digunakan saat upacara adat ,baik untuk mengiringi acara
pernikahan maupun tari tarian.
Dan masih banyak lagi benda-benda di Museum Ruwa Jurai Lampung ini.

3.2 Pantai Klara


Nama Klara diambil dari kependekan dari Kelapa Rapat. Dimana lokasi
pantai ini sangat banyak pohon kelapa yang jaraknya berdekatan sehingga
membentuk kanopi atau peneduh bibir pantai. Lokasinya pantai Klara sangat
aman tepat di teluk Lampung menghadap Barat Daya. Meskipun jalan menuju
kesana tidak terlalu lebar seperti pada umumnya jalan kelas kabupaten, tetapi
kondisinya masih mulus dan tidak tampak lubang-lubang yang mengganggu
kenyamanan pengendara. Bus wisata ukuran sedang masih sangat nyaman melalui
jalan ini. Tetapi apabila berpapasan dengan kendaraan seukuran yang sama harus
sedikit mengurangi kecepatan untuk menepi ke bahu jalan.
Suasana pantai berpasir putih yang landai ini sangat cocok untuk
berwisata. Ombak di pantai ini dapat dikatakan sama sekali tidak ada karena
berada di teluk Lampung dan sangat jauh dari Samudra Indonesia. Ombak kecil
yang mungkin lebih cocok dinamakan riak itu akan sangat memberikan rasa aman
apabila membawa balita dan bermain di pantai.
Pantai dan Provinsi Lampung. Dua hal ini rasanya tidak dapat dipisahkan.
Provinsi Lampung yang berada di selatan Pulau Sumatera memang dianugerahi
oleh garis pantai yang cukup panjang. Beberapa telah dikelola menjadi destinasi
wisata menarik, sementara lainnya menjadi pantai perawan yang menunggu untuk
ditelusuri keindahannya.
Dari sekian banyak pantai di Lampung, ada satu pantai yang selalu ramai
dikunjungi. Adalah Pantai Kelapa Rapat. Pantai ini oleh masyarakat setempat
biasa dikenal dengan sebuat Pantai Klara, singkatan dari kelapa rapat. Konon, asal
muasal nama kelapa rapat itu maksudnya merujuk pada jejeran pohon kelapa yang
berbaris rapat di sepanjang pantai.
Lokasi Pantai Klara berada tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung
yang juga merupakan ibukota dari provinsi Lampung. Pantai yang berada di
wilayah administratif Kabupaten Pesawaran ini bisa ditempuh hanya dalam waktu

xv
1 jam bila menggunakan kendaraan bermotor menuju lokasi pantai. Jalanan
menuju ke Pantai Klara pun terbilang lumayan menantang, beberapa jalan ada
yang mulus selebihnya lubang dengan diameter cukup lebar siap menyapa Anda.
Satu lagi yang perlu diperhatikan. Mengingat jalanan menuju Pantai Klara
tidak begitu lebar, anda harus berhati-hati jika akan mendahului. Sebab alih-alih
dapat mendahului, anda bisa kecelakaan bertabrakan dengan kendaraan dari arah
yang berlawanan.
Sementara untuk memasuki pantai Klara pengunjung harus membayar
karcis masuk sebesar Rp 25.000 per mobil yang bisa dibayarkan ke petugas
penjaga loket masuk, atau Rp 15.000 jika menggunakan motor.
"Tiket masuk per orangnya Rp 10.000, motor Rp 15.000 dan mobil Rp
25.000. Tiket ini termasuk biaya parkir pengunjung," ungkap Sodiq, petugas tiket
Pantai Klara.
Ada sebuah dermaga lengkap dengan gazebo yang cukup luas untuk
ditempati beberapa orang sekaligus di pantai Klara. Untuk menuju gazebo yang
ada ditengah laut tidak jauh dari bibir pantai ini, anda bisa menggunakan jembatan
kayu yang menjulur di bibir pantai.
Keunggulan dari Pantai Klara:
1. Pantai sangat landai, memiliki pasir yang sangat halus dan putih bersih dan
bebas krikil.
2. Kita disajikan pemandangan pulau-pulau yang berjejer didepan pantai.
3. Tarif-tarif fasilitas tambahan adalah sebagai berikut, sewa gubuk 25 rb
sepuasnya, sewa kano 15rb/jam, naik perahu, 10 rb /orang (harga dapat
berubah sewaktu-waktu)

xvi
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah penulis mengadakan observasi, pengumpulan data dan interview
tentang bagaimanaperanan museum Lampungbagi siswa tentang ilmu
pengetahuan social, maka penulis menyimpulkan bahwa Museum Lampung
memiliki beberapa bagi siswa yaitu :
1. Dapat meningkatkan minat siswa, karena museum Lampung memilki
kelengkapan koleksi berupa benda-benda peninggalan dari jaman
prasejarah hingga jaman sejarah sehingga siswa tidak merasa jenuh
dengasn ilmu pengetahuan social karena dapat mengamati langsung jenis
peninggalan peninggalan tersebut tidak hanya sebatas mengamati di dalam
buku.
2. Dapat menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan bagi siswa, karena didalam
Museum Lampung siswa dapat mengetahui berbagai jenis koleksi
peninggalan dan sejarahnya, dan siswa dapat melihat indahnya pantai
klaradapat melihat bentuk sesungguhnya dan lain-lain sehingga
pengetahuan siswa akan bertambah dan meningkat.

4.2 Saran
Mengingat Museum Lampung merupakansalah satu keinginan tersendiri
bagi masyarakat Lampung, maka kami menyarankan kepada seluruh
masyarakat Lampung harus lebih meningkatkan kualitas dan menambah
benda-benda yaaang bersejarah agar dapat diinformasikan kepada masyarakat
Lampung dan sekitarnya.

xvii
DAFTAR PUSTAKA

Bambang Sigit Winarto,dkk. 2004. Buku Panduan Museum Negeri Provinsi


Lampung

Eko wahyuningsih, dkk. 1993 / 1994. Koleksi Pilihan Museum Negeri Provinsi
Lampung ( seri katalok buku II ). Museum Negeri Provinsi Lampung

http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/10/pantai-klara-destinasi-wisata-
untuk-keluarga-di-akhir-pekan

http://jalan2.com/objek-wisata/detail/pantai-klara

xviii
LAMPIRAN GAMBAR

MUSEUM LAMPUNG

xix
PANTAI KLARA

xx