Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Industri perminyakan adalah industri yang strategis dan berperan sangat
penting bagi perekonomian suatu negara. Karena itu, segala keputusan yang
berkenaan dengan sektor ini harus berlandaskan fundamental yang kuat beserta
dengan strategi pengambilan keputusan yang tepat.
Salah satu industri perminyakan di Indonesia adalah PT. Pertamina
(Persero) Tbk. Adapun PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri merupakan salah
satu perusahaan negara yang menguasai sektor penting/vital di Indonesia. Hal
ini dikarenakan PT. Pertamina (Persero) Tbk. bertanggung jawab memenuhi
kuota bahan bakar yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Selain itu, PT.
Pertamina (Persero) Tbk. juga sangat bergantung kepada pemerintah karena
BBM yang merupakan hajat hidup orang banyak, benar-benar harus dikelola
dengan sebaik mungkin.
Hal-hal tersebut mengindikasikan pentingnya pengambilan keputusan
yang tepat, sehingga keputusan yang diambil bisa sama-sama menguntungkan
masyarakat dan perusahaan PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri. Pembahasan
akan difokuskan pada analisis visi-misi, analisis strategi korporasi (corporate),
strategi unit bisnis,dan tanggug jawab sosial perusahaan, beserta dengan
analisis perusahaan kompetitor yang ada.
Sebagai lokomotif perekonomian bangsa,Pertamina merupakan
perusahaan milik negara yang bergerak dibidang energi meliputi minyak, gas
serta energi baru dan terbarukan. Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya
berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat
berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah deskripsi perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.?
2. Bagaimanakah visi dan misi perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.?
3. Bagaimanakah strategi corporate dan strategi unit bisnis perusahaan PT
Pertamina (Persero) Tbk.?

1
4. Bagaimanakah tanggung jawab sosial perusahaan PT Terbuka (Persero)
Tbk.?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui deskripsi perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.
2. Mengetahui visi dan misi perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.
3. Mengetahui strategi corporate dan strategi unit bisnis perusahaan PT
Pertamina (Persero) Tbk.
4. Mengetahui tanggung jawab sosial perusahaan PT Terbuka (Persero) Tbk.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Deskripsi Perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.


A. Sejarah Perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.
Tonggak sejarah berdirinya PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan
BUMN sejak 10 Desember 1957 hingga berubah status hukum menjadi
Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero).
Masa Kemerdekaan
Pada 1950-an, ketika penyelenggaraan negara mulai berjalan normal
seusai perang mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia
mulai menginventarisasi sumber-sumber pendapatan negara, diantaranya dari
minyak dan gas. Namun saat itu, pengelolaan ladang-ladang minyak
peninggalan Belanda terlihat tidak tekendali dan penuh dengan sengketa.
Misalnya di Sumatera Utara banyak perusahaan kecil yang saling berebut untuk
menguasai ladang tersebut.
Integrasi Pengelolaan Migas Indonesia
Pada tahun 1960, PT PERMINA direstrukturisasi menjadi PN PERMINA
sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah bahwa pihak yang berhak
melakukan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia adalah negara. Melalui satu
Peraturan Pemerintah yang dikeluarkan Presiden pada 20 Agustus 1968, PN
PERMINA yang bergerak di bidang produksi digabung dengan PN
PERTAMIN yang bergerak di bidang pemasaran guna menyatukan tenaga,
modal dan sumber daya yang kala itu sangat terbatas. Perusahaan gabungan
tersebut dinamakan PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional
(Pertamina).
Tonggak Migas Indonesia
Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah
menerbitkan Undang-Undang No. 8 tahun 1971, dimana di dalamnya mengatur
peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang ditugaskan
melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola dan menghasilkan
migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia, mengolahnya
menjadi berbagai produk dan menyediakan serta melayani kebutuhan bahan
bakar minyak & gas di seluruh Indonesia.

3
Dinamika Migas Indonesia
Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di industri
minyak dan gas nasional maupun global, pemerintah menerapkan Undang-
Undang No. 22/2001. Pasca penerapan tersebut, Pertamina memiliki kedudukan
yang sama dengan perusahaan minyak lainnya. Penyelenggaraan kegiatan
bisnis PSO tersebut akan diserahkan kepada mekanisme persaingan usaha yang
wajar, sehat dan transparan dengan penetapan harga sesuai yang berlaku di
pasar.
Pada 17 September 2003 Pertamina berubah bentuk menjadi PT
Pertamina (Persero) berdasarkan PP No. 31/2003. Undang-undang tersebut
antara lain juga mengharuskan pemisahan antara kegiatan usaha migas di sisi
hilir dan hulu.
Masa Transformasi
Pada 10 Desember 2005, sebagai bagian dari upaya menghadapi
persaingan bisnis, PT Pertamina mengubah logo dari lambang kuda laut
menjadi anak panah dengan tiga warna dasar yaitu hijau-biru-merah. Logo
tersebut menunjukkan unsur kedinamisan serta mengisyaratkan wawasan
lingkungan yang diterapkan dalam aktivitas usaha Perseroan. Selanjutnya, pada
20 Juli 2006, PT Pertamina mencanangkan program transformasi perusahaan
dengan 2 tema besar yakni fundamental dan bisnis.
Untuk lebih memantapkan program transformasi itu, pada 10 Desember
2007 PT Pertamina mengubah visi perusahaan yaitu, Menjadi Perusahaan
Minyak Nasional Kelas Dunia. Menyikapi perkembangan global yang berlaku,
Pertamina mengupayakan perluasan bidang usaha dari minyak dan gas menuju
ke arah pengembangan energi baru dan terbarukan, berlandaskan hal tersebut di
tahun 2011 Pertamina menetapkan visi baru perusahaannya yaitu, Menjadi
Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
Perubahan yang Mencolok
Pada awalnya Pertamina mengerjakan perminyakan atau pengolahan
minyak tidak dari titik nol (bahan mentah atau hulu), melainkan pihak asing
yang mengerjakannya. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan
kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki oleh Pertamina.
Tetapi saat ini dari hulu hingga hilirnya, pertamina sudah menangani
keseluruhnya sendiri. Hal tersebut berawal dari berbagai perusahaan
perminyakan yang salah satunya adalah BP Migas mengalami krisis sehingga
dijual, lalu dibeli oleh Pertamina. Selain itu perubahan yang mencolok pada
Pertamina yaitu :

4
1. 10 Desember 2005 : perubahan logo dari kuda laut mejadi anak panah
dengan tiga warna dasar.
2. 20 Juli 2006 : mengubah visinya yaitu Menjadi Perusahaan Minyak
Nasional Kelas Dunia.
3. Desember 2011 : perubahan visi kembali Menjadi Perusahaan Energi
Nasional Kelas Dunia.
Inovasi yang Membuat Profit Tinggi
Inovasi yang dilakukan oleh perusahaan Pertamina adalah pengambilan
alih teknologi secara perlahan. Selain itu perusahaan Pertamina sudah mampu
mengoperasikan alat tersebut yang awalnya hanya menyewa dari pihak asing.
Dengan demikian, perusahaan tidak perlu melibatkan pihak asing dalam proses
pengoperasian.
Selain itu ada Bio Solar adalah bahan bakar alternatif terbarukan biodiesel
berbahan baku minyak sawit saat ini termasuk paling memiliki peluang
dikembangkan. Selain teknologinya mudah dan sudah dikembangkan, di
sejumlah daerah sedang terjadi kelangkaan solar serta harga minyak sawit dunia
sedang merosot. Oleh karena itu, Pertamina membuat inovasi yang berlatar
belakang dari peluang dalam hal mengembangkan bahan baku alternatif yang
ramah lingkungan tersebut.

B. Profil Perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.


Pertamina adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki
Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10
Desember 1957 dengan nama PT Permina pada tahun 1961 perusahaan ini
berganti nama menjadi PN Permina dan setelah merger dengan PN Pertamin di
tahun 1968 namanya berubah menjadi PN Pertamina. Dengan bergulirnya
Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi Pertamina.
Sebutan ini tetap dipakai setelah Pertamina berubah status hukumnya menjadi
PT Pertamina (Persero) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November
2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
PT Pertamina (Persero) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis
Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri
Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal
09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-
ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang
Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang

5
Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan
peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "Tentang pengalihan bentuk
perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) menjadi
Perusahaan Perseroan (Persero)"
Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah
untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam
maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang
kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.
Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:
1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan
secara efektif dan efisien.
2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil
olahan dan turunannya.
2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat
pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik
Perseroan.
3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG)
dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan
usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina
tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS
dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme
pasar.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.


A. Berikut ini merupakan visi dari PT Pertamina (Persero) Tbk. adalah:
1. Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
2. Menjalankan usaha LPG dan produk turunannya yang meliputi penerimaan,
penimbunan, pendistribusian, dan pemasaran yang terintegrasi berdasarkan
prinsip-prinsip komersial yang kuat.

6
3. Mempertahankan posisi sebagai market leader bisnis LPG dan produk
turunannya dalam negeri.
4. Memberikan layanan dan benefit terbaik kepada stakeholder.

B. Berikut ini merupakan misi dari PT Pertamina (Persero) Tbk. Adalah:


1. Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara
terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
2. Menjalankan usaha inti minyak, gas, bahan bakar nabati serta kegiatan
pengembangan, eksplorasi, produksi serta niaga energi baru dan terbarukan
(new and renewable energy) secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip
komersial yang kuat.

Berikut ini adalah tabel komponen misi dari PT Pertamina (Persero) Tbk. :

NO. KOMPONEN MISI KANDUNGAN KOMPONEN MISI DI


DALAM MISI
1 Pelanggan Memberikan layanan dan benefit terbaik
kepada stakeholder
2 Barang/Jasa LPG dan poduk turunannya
3 Pasar Berorientasi pada pasar dalam negeri
4 Teknologi -
5 Komitmen dalam bertahan, Menjalankan usaha LPG dan produk
bertumbuh, dan keuntungan/ turunanya yang meliputi penerimaan,
penimbunan,pendistribusian,dan
pemasaran yang terintegrasi
berdasarkan prinsip-prinsip komersial
yang kuat.
6 Filosofi -
7 Karyawan Memberikan layanan dan benefit terbaik
kepada stakeholder
8 Public Image Sebagai market leader bisnis LPG dan
produk turunannya dalam negeri.
9 Self Concept Sebagai market leader bisnis LPG dan
produk turunannya dalam negeri.

7
Tujuan Perusahaan
1. Mempertahankan kepemimpinan pasar dalam menyediakan Bahan Bakar
Minyak (BBM) di Indonesia
Dengan masuknya pemain baru seiring berakhirnya monopoli sebagai
penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina harus berjuang untuk
memimpin pasar dengan:
a. mempertahankan pangsa pasar dominan.
b. menyediakan produk yang berkualitas baik dan dibutuhkan oleh konsumen.
c. menyediakan pelayanan terbaik kepada konsumen.
2. Memperkuat posisinya sebagai perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak
(BBM) berkelas dunia
Dengan dibukanya pasar dunia, yang mengakibatkan masuknya pemain
asing dalam industri domestik, menuntut Pertamina untuk dapat bersaing
dengan perusahaan multinasional. Dengan strategi untuk memasuki pasar
global diharapkan dapat:
a. meningkatkan nilai perusahaan melalui ekspansi bisnis.
b. meningkatkan citra perusahaan yang memperkuat posisinya di Indonesia.
3. Menjadi pemain global dalam industri Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia
Dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dan
menjadi pemain global, Pertamina menaikkan standard sesuai dengan standard
yang digunakan oleh perusahaan Bahan Bakar Minyak (BBM) multinasional,
sebagai penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) global.

Tata Nilai PT Pertamina (Persero) Tbk. adalah:


1. Clean (Bersih)
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak
mentoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman
pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.
2. Competitive (Kompetitif).Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun
internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya
sadar biaya dan menghargai kinerja.
3. Confident (Percaya Diri)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam
reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa.
4. Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan).
Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan
pelayanan terbaik kepada pelanggan.

8
5. Commercial (Komersial).
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan
berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.
6. Capable (Berkemampuan).
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan
penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset
dan pengembangan.

2.3 Strategi Korporasi (Corporate) PT Pertamina (Persero) Tbk.


Sering dijumpai bahwa sebuah organisasi memiliki lebih dari satu unit
bisnis atau unit kegiatan. Bisnis-bisnis yang digeluti organisasi tersebut
mungkin semuanya ditujukan untuk mengejar keuntungan (profit oriented) atau
kegitan sosial (non profit / social oriented) ataupun gabungan keduanya.
Strategi korporasi ditentukan oleh organisasi induknya. Jadi strategi korporasi
meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh managemen dengan orientasi
pengembangan strategi secara makro.
Strategi korporasi terdiri dari strategi korporasi bisnis tunggal dan
strategi korporasi multibisnis. Strategi korporasi bisnis tunggal adalah strategi
korporasi yang berorientasi pada pertumbuhan dan industri yang akan menjadi
tempat bersaing, sedangkan strategi korporasi multibisnis tidak hanya
berorientasi pada pertumbuhan dan industri yang akan menjadi tempat bersaing,
tetapi juga pengelolaan unit-unit bisnisnya untuk mencapai sinergi.
Adapun strategi dan sasaran strategi Perusahaan PT Pertamina
(Persero) Tbk. adalah:
1. Strategi Perusahaan
a. Memfokuskan pada usaha inti, di bidang minyak, gas, dan bahan bakar
nabati.
b. Meletakkan landasan komersial sebagai pertimbangan terpenting dalam
semua keputusan bisnisnya.
c. Menerapkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi setara dengan perusahaan
publik.
d. Mempekerjakan sumber daya manusia terbaik di bidangnya, baik dari dalam
maupun dari luar negeri.
e. Membangun lingkungan bisnis yang sehat bersama mitra bisnis yang
profesional, terpercaya, dan berintegritas.
f. Melakukan investasi untuk menopang pertumbuhan, dengan kemampuan
sendiri maupun bekerjasama dengan mitra bisnis yang terpercaya

9
g. Membangun kemampuan teknologi, riset, dan pengembangan bersama
dengan perguruan tinggi dan lembaga ilmu pengetahuan lainnya

2. Sasaran Strategi Perusahaan


Dalam lima tahun mendatang, Pertamina berkomitmen untuk mencapai
sasaran strategis sebagai berikut:
a. Menjadi produsen minyak dan gas, dan penyedia produk turunan minyak
dan gas terbesar di Indonesia.
b. Memiliki unit-unit pengolahan dengan tingkat kehandalan, efisiensi, dan
daya saing tinggi.
c. Merupakan pemasok bahan bakar, bahan baku, dan produk turunan
minyak dan gas yang handal, menjadi pemimpin pasar, dan memiliki
jaringan infrastruktur berdaya saing tinggi.
d. Menjadi perusahaan penyedia produk minyak dan gas yang menerapkan
standar pelayanan tinggi kepada pelanggan.
e. Menjadi perusahaan nasional yang menghasilkan keuntungan terbesar,
yang mampu membiayai investasinya secara pruden dan memberikan
kontribusi signifikan kepada keuangan negara.
f. Merupakan perusahaan yang menerapkan sistem informasi dan teknologi
mutakhir untuk mendorong efisiensi dan transparansi operasi,
menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja, dan lindung
lingkungan berstandar tinggi, dan menjadi tempat bekerja pilihan bagi
SDM berkualitas.
g. Menjadi pusat lingkungan bisnis yang sehat, dan pusat sumber daya
minyak dan gas dengan kemampuan riset dan pengembangan yang tinggi.

3. Prinsip-Prinsip Dasar Integritas Perusahaan


Untuk menjaga integritas yang tinggi dalam setiap penyelenggaraan
kegiatan perusahaan, Direksi menetapkan komitmen berikut untuk
digunakan sebagai pedoman oleh seluruh jajaran perusahaan.
a. Bertindak Jujur
Bertindak jujur dalam berinteraksi dengan sesama pekerja maupun
dengan pihak eksternal serta selalu bertindak berdasarkan niat baik.
b. Dapat Dipercaya
Tidak menyalahgunakan wewenang, informasi dan rahasia perusahaan
untuk kepentingan pribadi, pihak lain, atau kegiatan politik.

10
c. Menghindari Konflik Kepentingan
Tidak terlibat atau melakukan tindakan yang dapat menimbulkan konflik
kepentingan dalam melaksanakan kegiatan perusahaan.
d. Tidak Mentolerir Suap
Tidak menerima suap dalam setiap penyelenggaraan kegiatan perusahaan.

2.4 Strategi Unit Bisnis PT Pertamina (Persero) Tbk.


Strategi unit bisnis umumnya dirancang untuk meletakkan bisnis pada
suatu posisi yang diinginkan dalam suatu industri tertentu, sehingga pada akhir
periode perencanaan dapat diperoleh tujuan (tingkat keuntungan) seperti yang
diharapkan. Perusahaan yang memiliki berbagai jenis produk, akan bersaing di
berbagai tingkatan bisnis atau pasar. Dengan demikian strategi bisnisnya dapat
ditekankan pada strategic business unit (SBU), strategic business group,
strategic business segments, natural business unit atau product market unit.
Pada prinsipnya SBU memiliki karekteristik sebagai berikut:
1. Memiliki misi dan strategi.
2. Menghasilkan produk atau jasa yang berkaitan dengan misi dan strategi.
3. Menghasilkan produk atau jasa secara spesifik.
4. Bersaing dengan pesaing yang telah diketahui dengan jelas.
SBU memiliki pengertian yang berbeda untuk setiap perusahaan yang
berbeda. SBU dapat meliputi satu atau lebih divisi, lini produk, atau berupa satu
jenis produk atau merek saja.
Lingkup bidang usaha dari PT PERTAMINA (Persero) terdiri dalam dua
bagian yaitu sektor Upstream dan Downstream. Sektor Upstream atau
Direktorat Hulu terpisah dalam dua bagian yaitu:
1. Minyak, gas dan energi panas bumi.
2. Eksplorasi dan produksi.
Kedua bidang bisnis tersebut dilakukan di dalam maupun di luar negeri.
Sedangkan sektor Downstream meliputi pengolahan, pemasaran, perdagangan
dan pengiriman. Profit penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan berasal dari
bahan bakar minyak (BBM) dan non bahan bakar minyak (Bukan BBM seperti:
ELPIJI, Gas Bumi, LNG danpetrokimia).
2.4.1 Business Environtment PT Pertamina (Persero) Tbk.
A. Direktorat Usaha Hulu
Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) sekarang berfungsi sebagai
subholding yang membawahi seluruh portofolio usaha PT Pertamina (Persero)
di sektor energi hulu. Bertekad menjadi pelaku usaha hulu migas kelas dunia,

11
Direktorat 4 Hulu telah menyusun Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP)
2007-2014, dengan target pada 2014 menjadi, "World Class Diversified
Upstream Energy Enterprise".Target tersebut dicapai melalui tahapan-tahapan
pembangunan mengikuti kebijakan suatu strategis: "Sustainable Growth
Through Organic Expansion and Strategic Alliance".
Sebagai bagian dari perseroan, Direktorat Hulu bertugas untuk mengelola
unit-unit usaha di sektor energi hulu. Kegiatan-kegiatan usaha tersebut meliputi
eksplorasi, produksi, transportasi, pengolahan serta pembangkitan energi dari
berbagai jenis sumber daya, seperti minyak, gas, dan panas bumi, serta rumpun
usaha terkait lainnya, baik di dalam maupun di luar negri. Profil singkat anak-
anak perusahaan dan unit bisnis hulu adalah sebagai berikut:
1. PT Pertamina E&P (PEP): Perusahaan ini menyelenggarakan usaha hulu
dibidang minyak dan gas bumi meliputi eksplorasi dan eksploitasi, serta
penjualan produksi minyak dan gas bumi hasil kegiatan eksploitasi.
2. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE): PEG adalah anak perusahaan
yang menangani kegiatan usaha geothermal. Saat ini PGE mengelola 15
Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) panas bumi dengan total cadangan
8.480 MW dan kapasitas terpasang sebesar 852 MW. Dalam pengembangan
usaha menuju visi 2014: "World Class Geothermal Energy Enterprise ",
PGE bertekad untuk menjadi Produsen Energi Geothermal nomor 3 di dunia
dengan kapasitas produksi 1035 MW.
3. PT Petragas: Perusahaan ini merupakan suatu entitas bisnis yang bergerak
dalam usaha niaga, transportasi, distribusi, pemrosesan dan bisnis lainnya
yang terkait dengan gas alam dan produk turunannya. Untuk mempertegas
definisi dan cakupan keberadaannya, maka PT Pertagas meyusun pernyataan
misi (mission statement) sebagai berikut: "Melakukan bisnis gas bumi dan
bisnis terkait secara profesional yang memberikan nilai tambah bagi
stakeholders, berwawasan lingkungan, mengutamakan keselamatan dan
kesehatan serta keunggulan." PT Pertagas dipenghujung tahun 2014
diharapkan menjadi enterprise kelas dunia yang memiliki usaha di semua lini
bisnis gas secara terintegrasi, disegani dan menguasai pasar di dalam dan
luar negeri.
4. PT Pertamina Hulu Energi (PHE): PHE adalah salah satu anak perusahaan
PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang pengelolaan portofolio
usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya. Kegiatan PHE
kedepan dirancang sesuai visi tahun 2014 yaitu: Menjadi perusahaan
multinasional yang terpandang di bidang energi di sektor hulu migas dan

12
energy (Respectable Multynational Upstream Energy Company). Perusahaan
ditugaskan untuk mengelola dan mengembangkan portofolio-portofolio
usaha hulu migas yang telah dan atau akan dijalankan dari berbagai bentuk
kerjasama seperti JOBPSC, IP/PPI, BOB dan sebagainya, baik di dalam
maupun luar negeri. Tugas ini tercermin di dalam mission statement
perusahaan sebagai berikut: Melaksanakan pengelolaan operasi dan
portofolio usaha sektor hulu minyak dan gas bumi serta energi lainnya yang
flexible, lincah dan berdaya laba tinggi yang memberikan nilai tambah bagi
stakeholders.
5. Drilling Service Hulu (DS): Drilling Service Hulu merupakan salah satu
Strategic Business Unit (SBU) Direktorat Hulu, yang mengelola usaha jasa
drilling (pemboran) dan workover. Awalnya DS merupakan bagian dari
Direktorat Eksplorasi & Produksi, namun pada tanggal 17 Juli 2006,
berdasarkan SK Dirut No. Kpts-081/C00000/2006-S0, struktur organisasi
Drilling Services Hulu dikembalikan menjadi SBU di bawah Direktorat Hulu
sebagai persiapan membentuk anak perusahaan di tahun 2007.
6. Exploration and Production Technology Center (EPTC): EPTCT
dibentuk pada tanggal 27 September 2006. Aktivitasnya difokuskan dalam
aspek pengembangan dan inovasi teknologi kebumian, untuk tujuan
eksplorasi dan produksi dengan menyediakan end-to-end EP technology
solution yang andal, cepat dan tepat guna. EPTC menetapkan visi 2014,
yaitu menjadi: "Center of Excellence teknologi kegiatan hulu dengan
kemampuan teknologi EP berkelas dunia". Wujud dari visi dimaksud adalah
tercapainya standar kelas dunia untuk sistem manajemen informatika,
kemampuan SDM, fasilitas pusat teknologi,kapabilitas teknologi dan In-
house Software Proprietary.
B. Direktorat Pengolahan
PT PERTAMINA (Persero) memiliki 6 (enam) buah unit kilang
dengankapasitas total mencapai 1.046,70 ribu barrel. Beberapa kilang minyak
seperti Kilang UP-III Plaju dan Kilang UP-IV Cilacap terintegrasi dengan
Kilang Petrokimia, dan memproduksi produk-produk Petrokimia seperti
Purified Terapthalic Acid (PTA) dan Paraxylene. Beberapa kilang tersebut juga
menghasilkan produk LPG, seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Plaju,
Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Mundu. Kilang LPG Pangkalan Brandan
dan Mundu merupakan kilang LPG yang operasinya terpisah dari kilang
minyak utama, dengan bahan baku berupa gas alam. Sampai dengan saat ini,
Kilang Minyak UP IV Cilacap adalah satu-satunya Kilang PT PERTAMINA

13
(Persero) yang menghasilkan Lube Base Oil dengan Group I dan II dari jenis
HVI- 60, HVI - 95,
HVI -160 S, HVI - 160 B dan HVI - 650. Produksi Lube Base Oil ini
disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) di Unit Produksi Pelumas PT
PERTAMINA (Persero) yang berada di Jakarta, Surabaya dan Cilacap untuk
selanjutnya diproduksi menjadi produk pelumas. Kelebihan produksi Lube Base
Oil Bisnis inti Niaga Minyak Mentah & BBM adalah melakukan perdagangan
dibidang impor BBM sekitar 120 juta barrel per-tahun dan ekspor minyak
mentah sekitar 7 juta barrel per-tahun.
Selain produk minyak mentah, PT PERTAMINA (exces product) dijual
di dalam dan luar negeri. Di samping kilang minyak di atas, PT PERTAMINA
(Persero) memiliki 2 (dua) Operating Company, PT Arun LNG yang
mengoperasikan kilang LNG di Arun dan PT Badak LNG yang
mengoperasikan kilang LNG di Bontang. Kilang LNG Arun dengan 6(enam)
buah train LNG memiliki total kapasitas 12.5 juta ton per tahun, sedangkan
Kilang LNG Badak di Bontang dengan 8 (delapan) buah train LNG memiliki
total kapasitas mencapai 22,5 juta ton per-tahun.
C. Direktorat Pemasaran dan Niaga
Divisi Niaga adalah divisi yang bernaung dibawah Direktorat Pemasaran
& Niaga dengan bisnis inti melakukan ekspor-impor dan penjualan domestik
untuk minyak mentah, BBM, dan produk petrokimia, dengan total revenue
sekitar 135 trilyun rupiah per-tahun. Bisnis ekspor-impor dan penjualan
domestik tersebut dikelola oleh 3 (tiga) unit di bawahnya, yakni: Unit Usaha
Minyak Mentah & BBM, Unit Usaha Niaga Non BBM, dan Unit Reneval
Niaga yang berfungsi dalam kegiatan perencanaan, evaluasi dan pengembangan
serta koordinasi.
(Persero) mengekspor produk minyak yang dihasilkan oleh unit
pengolahan dengan total ekspor sekitar 33 juta barrel per-tahun, yang terdiri
dari produk Naphta 3,6 juta barrel, produk Decant Oil sekitar 2,6 juta barrel
dan White Oil sekitar 26,8 juta barrel. Bisnis Niaga Non BBM adalah menjual
produk Non BBM di dalam dan luar negeri yang bersumber dari kilang unit
pengolahan PT. Pertamina (Persero), dengan volume penjualan mencapai 2 juta
metricton per-tahun. Kegiatan tersebut menghasilkan revenue sekitar 11 trilyun
rupiah dengan total profit sekitar 1,65 trilyun rupiah.
Sejalan dengan berubahnya Pertamina menjadi PT (Persero) yang mulai
fokus pada orientasi profit, Niaga Non BBM mulai menjalankan trading (jual-
beli) produk Non BBM dengan melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan

14
pasar dalam negeri terutama untuk produk yang mengalami shortage of
supply/production dalam rangka untuk meningkatkan profit sekaligus untuk
meningkatkan pangsa pasar PT. Pertamina (Persero). Reneval Niaga adalah
fungsi yang melakukan perencanaan, evaluasi, pengembangan serta koordinasi
untuk mendukung bisnis ke dua fungsi unit usaha di atas yakni Fungsi Niaga
Minyak Mentah & BBM dan Fungsi Niaga Non BBM. Pada saat ini sedang
dilakukan restrukturisasi pada Divisi Pemasaran dan Niaga yang diharapkan
selesai pada pertengahan 2008. Adapun yang masih berlaku sampai dengan saat
ini adalah sebagai berikut:
1. BBM Ritel
Pemasaran BBM Ritel merupakan salah satu fungsi di Direktorat
Pemasaran dan Niaga yang menangani pemasaran BBM Ritel untuk sektor
transportasi dan rumah tangga. PT PERTAMINA (Persero) melakukan
pemasaran BBM Ritel melalui lembaga penyalur Ritel BBM atau BBK yang
saat ini tersebar di seluruh Indonesia, seperti SPBU (Stasiun Pengisian BBM
untuk Umum), Agen Minyak Tanah (AMT), Agen Premium & Minyak Solar
(APMS), serta Premium Solar Packed Dealer (PSPD).
Saat ini PT PERTAMINA (Persero) sedang membenahi diri untuk
melakukan transformasi di segala bidang, termasuk di fungsi Ritel Outlet
SPBU. Upaya yang dilakukan dalam perubahan tersebut adalah pemberian
standarisasi pelayanan SPBU milik PERTAMINA. PT PERTAMINA
(Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan istilah
PERTAMINA Way, dimana penjabaran istilah tersebut adalah sebagai
berikut: STAF, KUALITAS DAN KUANTITAS, PERALATAN DAN
FASILITAS, FORMAT FISIK dan PRODUK DAN PELAYANAN.
PERTAMINA Way merupakan standar baru yang diterapkan untuk
seluruh SPBU Pertamina di seluruh Indonesia kepada konsumen baik dari
segi pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas termasuk kenyamanan di
lingkungan SPBU. SPBU yang telah sukses menerapkan PERTAMINA Way
berhak mendapatkan Sertifikasi Pasti Pas, setelah dinyatakan lolos oleh
auditor independen bertaraf internasional.
2. BBM Industri dan Marine
merupakan salah satu divisi di Direktorat Pemasaran dan Niaga dengan
tugas pokok menangani semua usaha marketing dan layanan jual BBM
kepada konsumen industri dan marine. BBM yang tersedia meliputi Minyak
Solar (High Speed Diesel), Minyak Diesel (Industrial/Marine Diesel Oil),
dan Minyak Bakar (Industrial/Marine Fuel Oil). Saat ini konsumen BBM

15
Pertamina di sektor industri dan marine mencapai lebih dari 4500 konsumen
yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun beberapa pelanggan utama dari
badan ini adalah PT PLN (Persero), TNI dan POLRI, industri pertambangan,
industri besi baja, industri kertas, industri makanan, industri semen, industri
pupuk, kontraktor kontrak kerja sama, transportasi air dan industri-industri
lainnya. Fokus divisi ini adalah untuk meningkatkan volume penjualan dan
memperluas area dan lokasi layanan BBM Pertamina di semua pelabuhan
penting di Indonesia. Kelebihan utama BBM Pertamina adalah adanya
jaminan ketersediaan dan supply BBM.
PT Pertamina (Persero) memiliki jaringan yang luas di seluruh daerah
dan pelosok di Indonesia yang didukung oleh dan 6 kilang milik PT
Pertamina (Persero) maupun sumber dari luar negeri, sarana dan prasarana
angkutan BBM yang lengkap, serta lebih dari 120 lokasi timbun yang terdiri
dari: depot, terminal transit dan instalasi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Mutu produk BBM dan kualitas serta kuantitas layanan yang terjamin serta
memenuhi standar internasional.
3. Pelumas
Bisnis pelumas adalah usaha yang prospektif mengingat PT Pertamina
(Persero) merupakan market leader pasar pelumas dalam negeri selama lebih
dari 30 tahun. Bisnis Pelumas Pertamina terdiri atas bisnis dalam negeri
untuk segmen Ritel maupun segmen industri, dan bisnis pelumas luar negeri.
Disamping produk jadi, Pelumas Pertamina juga melayani kebutuhan Base
Oil Group I dan Base Oil Group III (mulai tahun 2008). Pangsa pasar saat
ini mencapai 54% di segmen ritel dan 58% di segmen industri. Untuk
segmen ritel di dalam negeri, pelumas Pertamina memasarkan lebih dari 17
brand, sementara untuk segmen industri sebanyak 18 brand.
Untuk pasar luar negeri, Pertamina memasarkan 3 brand yang
merupakan ekstension dari brand dalam negeri. Untuk Lube Base Oil, PT
Pertamina (Persero) memasarkan 5 jenis kekentalan untuk LBO Group I, dan
2 jenis kekentalan untuk LBO Group III. Pemasaran Pelumas Pertamina di
dalam negeri, didukung oleh 7 Sales Region, 180 Agen Pelumas, dan 45 Oil
Mart yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
4. Gas Domestik
Sejak tahun 1968, Unit Gas Domestik telah berkomitmen untuk
melayani seluruh masyarakat Indonesia dengan menyediakan LPG sebagai
bahan baku dan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, komersial dan
industri dengan menggunakan brand "Elpiji".

16
Akhir-akhir ini, elpiji menjadi lebih dikenal dan dekat dengan
masyarakat dengan adanya program Pemerintah untuk mengkonversi minyak
tanah ke elpiji, yang ternyata telah terbukti lebih ekonomis, efisien dan
ramah lingkungan dibanding minyak tanah. Dalam era "Langit Biru",
Disamping Elpiji, sejak tahun 1987 Unit Gas Domestik juga telah memasok
bahan bakar gas dengan menggunakan CNG (Compressed Natural Gas),
dibawah brand "BBG". Produk Musicool (hidrokarbon refrigerant) yang
ramah lingkungan dan telah diluncurkan pada tahun 2004, menjadi salah satu
bukti dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang
lebih baik dengan menjaga lapisan ozon dari kerusakan dan efek pemanasan
global.
Saat ini diversifikasi energi merupakan suatu keharusan dalam rangka
mengantisipasi krisis cadangan minyak bumi. Bersama dengan lembaga
riset, Unit Gas Domestik mengembangkan LPG untuk transportasi atau LGV
(Liquefied Gas for Vehicle) dibawah brand "Vi-Gas" dan GPC (Gassified
Petroleum Condensat) yang dapat dipakai sebagai bahan bakar seperti elpiji.
Perbaikan yang berkelanjutan terus menerus dilakukan oleh Unit Gas
Domestik dalam mengembangkan produk-produknya, didukung oleh
infrastruktur yang handal dan keinginan untuk memberikan pelayanan yang
lebih baik serta memberikan dukungan terbaik bagi Pemerintah Indonesia,
masyarakat, dan lingkungan. Pelayanan dan produk-produk yang terbaik
dapat diartikan sebagai kepuasan pelanggan yang mencerminkan kehidupan
masyarakat Indonesia yang berkualitas.
5. Aviasi
merupakan salah satu unit bisnis PT PERTAMINA (Persero) yang
bergerak di bidang energi, minyak, gas dan petrokimia dengan melakukan
usaha pemasaran serta penyediaan produk dan layanan bahan bakar
penerbangan di Indonesia dan Timor Leste, PT PERTAMINA Aviasi
memiliki aspirasi untuk menjadi pemasar dan penyedia layanan bahan bakar
penerbangan kelas dunia dengan jaringan global. Hal ini tertuang pada Visi
PERTAMINA Aviasi, dan telah menjadi komitmen dan tujuan PT
PERTAMINA (Persero) untuk senantiasa mengembangkan value
propositions perusahaan bagi pelanggan dan stakeholders lainnya. Dalam
penyediaan produk dan layanan, PT PERTAMINA (Persero) memiliki
kebijakan, sistem dan prosedur yang ketat dengan perhatian utama pada
keselamatan penerbangan.

17
6. Perkapalan
Perkapalan melayani dengan menjunjung tinggi nilai budaya dan citra
perusahaan. Merupakan suatu kebanggaan bagi PT Pertamina (Persero)
untuk memberikan pelayanan di bidang pelayaran, menjadi perusahaan
perkapalan yang maju dan terpandang. Keunggulan perkapalan terletak pada
pengalaman yang luas dan keahlian yang tinggi dalam distribusi minyak
mentah, gas, petrokimia, dan produk lain sejenisnya melalui jalur laut di
negara kepulauan. Hal ini sesuai dengan misi perkapalan untuk menjadi
penyedia layanan logistik yang profesional untuk produk minyak, gas,
petrokimia, dan produk-produk kilang ainnya.
Pertamina Perkapalan saat ini mengelola dan mengoperasikan lebih
dari 130 kapal charter dengan berbagai tipe kapal dari Bulk Lighter hingga
VLCC (Very Large Crude Carrier) dengan volume distribusi sekitar 70 juta
long ton per-tahun. Armada kapal tanker yang dimiliki oleh PT
PERTAMINA (Persero) melayani lebih dari 135 titik timbun yang tersebar
di seluruh penjuru tanah air.
2.4.2 Produk PT Pertamina (Persero) Tbk.
Produk Pertamina di sektor hilir terdiri dari Bahan Bakar Minyak (BBM),
Non BBM, Gas, Petrokimia, dan Pelumas. Produk-produk turunan dari masing-
masing bagian adalah sebagai berikut:
1. Bahan Bakar Minyak (BBM) terdiri dari: Minyak Bensin (premium),
Minyak Tanah (kerosene), Minyak Solar (solar), Minyak Diesel dan Minyak
Bakar.
2. Bahan Bakar Khusus (BBK) terdiri dari: Aviation Gasoline (BBM pesawat
udara), Aviation Turbine Fuel (BBM pesawat udara ber-turbin), Bio Solar,
Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Bio Pertamax.
3. Non BBM terdiri dari: Aspal, Pelumas (Lube Base Oil), Pelarut (Solvent),
Green Coke, Calcined Coke, Paraffin Wax, Slack Wax, Heavy Aromate dan
Sulphur.
4. Gas Terdiri dari: LPG (Liqueified Petroleum Gas), BBG (Bahan Bakar Gas)
dan Musicool (Pengganti CFC yang ramah lingkungan).
5. Petrokimia yang terdiri dari berbagai produk petrokimia PT. Pertamina
(Persero). Pelumas yang terdiri dari: Automotive Gear Oil, Circulating Oils,
Heavy Duty Diesel Engine Oils, Industrial & Marine Engine Oils, Industrial
& Hydraulic Oils, Passenger Car Oils, Powershift Transmissions & Heavy
Equipment Hydraulic Oils, Refrigerating Oils dan Two Stroke Gasoline
Engine Oils.

18
2.5 Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan PT Pertamina (Persero) Tbk.
A. Tentang CSR PT Pertamina (Persero) Tbk.
Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat Pertamina didasarkan pada
beberapa landasan regulasi, walaupun kegiatan memberikan kontribusi kepada
masyarakat sudah dilakukan Pertamina sejak kelahirannya, 10 Desember 1957
karena perusahaan didirikan dengan perjuangan dan untuk membiayai
perjuangan, pembangunan, dan manfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran
rakyat, sesuai proporsinya sebagai perusahaan. Landasan-landasan itu adalah:
Bab V Pasal 74 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, yaitu:
Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau
bersangkutan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab
sosial dan lingkungan.
Tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan kewajiban
perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang
pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban dikenakan sanksi sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Surat Edaran Menteri Negara BUMN
Nomor SE-21/MBU/2008 menyebutkan: Tanggung Jawab Sosial dan
Lingkungan (TJSL) diwajibkan kepada BUMN yang kegiatan usahanya di
bidang sumber daya alam, atau kegiatan usahanya berdampak pada fungsi
kemampuan sumber daya alam. Walaupun BUMN di bidang lain pun dapat saja
melaksanakan TJSL. Pasal 88 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN
menyebutkan: BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk
keperluan pembinaan usaha kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar
BUMN.
B. Strategi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau CSR PT Pertamina
(Persero) Tbk.
Tujuan Strategis Meningkatkan Reputasi dan Kredibilitas Pertamina
melalui kegiatan TJSL yang terintegrasi dengan strategi
bisnis.
Strategi Besar Saling memberi manfaat (fair shared value) Berkelanjutan
Prioritas Wilayah Operasi dan daerah terkena dampak
Pengembangan energi hijau sebagai tanggung jawab
terhadap dampak operasi Sosialisasi dan Publikasi yang
efektif

19
Inisiatif Pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan (melalui
Strategis pendidikan perubahan perilaku - pola pikir - serta
pelatihan keterampilan dan kesehatan) Berwawasan
Pelestarian Lingkungan Terkait Strategi Bisnis
Dilaksanakan secara Tuntas (termasuk penyediaan
prasarana, perubahan pola pikir, perilaku, tata nilai, dan
membekali dengan pengetahuan/ketrampilan).
Tujuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab
sosial PT Pertamina (Persero) Tbk. secara eksternal adalah membantu
pemerintah Indonesia memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indonesia, melalui pelaksanaan program-program yang membantu pencapaian
target pembangunan millenium atau Millenium Development Goals (MDGs).
Secara Internal adalah membangun hubungan yang harmonis dan kondusif
dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung
pencapaian tujuan korporasi terutama dalam membangun reputasi korporasi.

C. Kriteria dalam CSR PT Pertamina (Persero) Tbk.


Dalam pengembangan CSR Pertamina telah disusun 5 kriteria untuk
mencapai efektifitas pelaksanaan CSR di seluruh wilayah operasi Perusahaan.
Kriteria tersesebut mencakup kepentingan bersama antara pemerintah,
komunitas, dan perusahaan yaitu:
1. Bermanfaat
2. Berkelanjutan
3. Dekat wilayah operasi
4. Publikasi
5. Mendukung Proper
D. Bentuk-bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung
Jawab Sosial PT Pertamina (Persero) Tbk.
1. Pertamina dan Pendidikan
Sebagai komitmen perusahaan untuk turut meningkatkan kesejahteraan
masyarakat melalui pendidikan dan untuk peningkatan akses komunitas
terhadap pendidikan di tanah air, CSR Pertamina bidang Pendidikan
melaksanakan sejumlah program antara lain meliputi: Olimpiade Sains Tingkat
Perguruan Tinggi (OSN-PTI) 2011 merupakan program yang memiliki potensi
dan kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Program ini untuk mendorong mahasiswa yang mendalami bidang
matematikan, fisika, kimia dan biologi agar lebih serius dan kompeten
dibidangnya. OSN-PTI 2011 yang diprakarsai oleh Pertamina ini merupakan

20
salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap pendidikan di Indonesia
melalui program corporate social responsibility (CSR).
Pertamina Scholarship (Beasiswa) Diberikan kepada 1.450 Siswa di
Jabodetabek, 300 mahasiswa diploma di Padang, Palembang, dan Solo,
Beasiswa S-2 untuk 25 PNS Non-Dosen, dan 25 pegawai DESDM, Beasiswa
10 Siswa terbaik untuk menempuh pendidikan tinggi di ITB, S2 Luar Negeri,
dan Beasiswa untuk 100 Siswa Madrasah
Selain itu, program-program CSR untuk pendidikan yang dilakukan oleh
Pertamina adalah:
a. Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi (OSN-PTI) 2011
b. Pertamina Scholarship (Beasiswa)
c. Pertamina Youth Program-PYP (Edukasi Stakeholder Muda)
d. Pertamina Goes To Campus-PGTC (Edukasi Kalangan Akademis)
e. Pertamina Competition
f. Pertamina peduli Pendidikan

2. Pertamina dan Society


CSR Pertamina juga fokus dalam pemberdayaan masyarakat melalui
peningkatan infrastruktur dan program Pertamina Peduli Bencana Alam. Dalam
pembangunan infrastruktur dilakukan perbaikan terhadap sarana umum seperti
jalan, jembatan, MCK, dan sarana air bersih.
Pada tahun 2009, bidang infrastruktur melaksanakan program antara lain:
a. Renovasi Taman Pintar Jogjakarta.
b. Revitalisasi Taman Pejambon Jakarta.
c. Peningkatan infrastruktur di wilayah sekitar unit operasi Pertamina di
Indonesia.
d. Perbaikan sarana air bersih di Sampang, Makassar, Sibayak, BalikPapan,
Semarang, dan Karang Rejo.
Sedangkan sebagai kepedulian terhadap masyarakat yang terkena
bencana alam, CSR melakukan sejumlah program disaster, mulai dari kegiatan
pra-bencana seperti pelatihan dan workshop, kegiatan tanggap darurat, sampai
dengan kegiatan pasca bencana yang meliputi pemulihan/Rehabilitasi
(Recovery).
Pertamina peduli telah melakukan aksi penanggulangan keadaan
tanggap darurat dengan memberikan bantuan bagi para korban serta
pertolongan medis pada sejumlah musibah bencana nasional di tanah air taun
2009 antara lain:

21
a. Pertamina peduli gempa Padang dan Kerinci.
b. Pertamina peduli gempa Jabar.
c. Pertamina peduli gempa Bima (Mataram).
d. Pertamina peduli Situ Gintung.
e. Pertamina peduli Longsor Sumbar.
f. Pertamina peduli banjir Cepu.
g. Pertamina peduli banjir Lamongan.
h. Pertamina peduli banjir Palopo (Sulsel).
i. Pertamina peduli bencana Manokwari.
j. Pertamina peduli KM Teratai Prima.

3. Pertamina dan Kesehatan


PT Pertamina (Persero) Tbk. secara konstan selalu menggaris bawahi
pentingnya isu kesehatan anak dalam setiap program-program CSR nya.
Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk program Operasi Anak Penderita
Cacat Wajah. Untuk mengimplementasikannya, Pertamina bekerja sama dengan
Yayasan sosial yang khusus bergerak menangani anak penderita cacat wajah
dan kasus bibir sumbing.
Pertamina percaya bahwa dukungan layak diberikan kepada anak-anak
ini sehingga mereka bisa hidup normal dan mampu menumbuhkan kembalirasa
percaya dirinya. Pada tahun 2010, 38 anak penderita bibir sumbing telah sukses
dioperasi di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Para penerima manfaat
program ini adalah anak-anak yang berasal dari daerah DKI Jakarta, Jawa
Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, dan Maluku.
Adapun program-program CSR lainnya yang berkaitan dengan bidang
kesehatan adalah membagikan kacamata baca bagi para pelajar yang
membutuhkan, clino gigi sehat, melakukan program kesehatan berupa
pemberian fasilitas inkubator bayi, memberikan program operasi jantung anak,
ambulance persembahan Pertamina.

4. Pertamina dan Lingkungan


Program CSR Pertamina dibidang Lingkungan ditujukkan sebagai
komitmen manajemen dalam rangka tanggung jawab perusahaan terhadap
lingkungan hidup dan pelestarian. Program CSR bidang lingkungan tahun2009
mencakup sejumlah program antara lain:
a. Green Planet
b. Costal Clean Up

22
c. Green and Clean
d. Green Festival
e. Biopori
f. Uji Emisi Gas Buang
g. Pertamina Green Act
h. Kerajinan Eceng Gondok
i. Rehabilitasi Hutan Manggrove

5. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan


Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Pertamina
memiliki dua tanggung jawab besar. Pertama untuk meningkatkan profit dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan negara, sedangkan yang kedua adalah
melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Peran tanggung jawab
sosial Pertamina Pertamina dilaksanakan salah satunya melalui SME dan SR
(Small Medium Enterprise dan Social Resposibility) Partnership Program atau
lebih dikenal dengan sebutan PKBL (Program Kemitraam dan Bina
Lingkungan). Sebagaimana yang diatur dalam Permen-05/MBU/2007 tentang
Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Keci ldan
Program Bina Lingkungan.
Program kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha
kecil mitra binaan Pertamina agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus
memberikan multiplier effect bagi peningkatan bagi peningkatan kesejahteraan
masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina melalui pemanfaatan dana dari
bagian laba BUMN dan bersifat hibah.
Semangat Pertamina dalam melaksanakan PKBL merupakan bentuk
komitmen tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. PKBL telah
dilaksanakan Pertamina sejak tahun 1993, dimana setiap tahunnya terjadi
peningkatan jumlah penyaluran dana untuk program ini. Hal ini menunjukkan
bahwa keseriusan dan eksistensi PKBL telah diakui secara luas, dengan
memanfaatkan seluruh sektor, PKBL menghasilkan mitra binaan yang unggul
dan sukses sehingga memenuhi kebutuhannya. Lebih dari itu mereka juga
mampu untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat
luas.

23
6. Pertamina Foundation
Pertamina Foundation merupakan organisasi nirlaba yang didirikan
pada 12 Januari 2011, dengan maksud dan tujuan di bidang sosial dan
kemanusiaan berfokus dalam bidang pendidikan dan lingkungan hidup dengan
legal entitas berbentuk Yayasan. Tujuan dari pembentukan Pertamina
Foundation adalah meningkatkan efektifitas kegiatan yang menyangkut
tanggung-jawab sosial perusahaan melalui kegiatan-kegiatan yang terintegrasi,
fokus, berdampak luas, berkesinambungan sehingga memberikan kontribusi
positif terhadap para pemangku kepentingan secara keseluruhan.

VISI Menjadi yayasan yang memberdayakan masyarakat untuk


mencapai Indonesia yang lebih hijau dan lebih maju.
MISI 1. Membangun dan mengembangkan model kehidupan yang
berbudaya dan ramah lingkungan di sekolah, korporasi, dan
masyarakat.
2. Menyebarluaskan kehidupan yang berbudaya dan ramah
lingkungan melalui jejaring sosial, dengan prinsip belajar,
berbagi, dan bergerak bersama.
3. Memberdayakan masyarakat untuk mencapai tingkat
pendidikan, budaya, dan perekonomian yang lebih tinggi,
melalui berbagai program ramah lingkungan.

TATA 1. Bersih (Clean)


NILAI 2. Peduli (Care)
3. Pintar (Smart)

24
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri merupakan salah satu perusahaan
negara yang menguasai sektor penting/vital di Indonesia. Hal ini dikarenakan
PT. Pertamina (Persero) Tbk. bertanggung jawab memenuhi kuota bahan bakar
yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Selain itu, PT. Pertamina (Persero) Tbk.
juga sangat bergantung kepada pemerintah karena BBM yang merupakan hajat
hidup orang banyak, benar-benar harus dikelola dengan sebaik mungkin.
Tujuan perusahaan adalah mempertahankan kepemimpinan pasar dalam
menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia,memperkuat posisinya
sebagai perusahaan penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) berkelas dunia, dan
menjadi pemain global dalam industri Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia.
Strategi perusahaan dalam mengimplementasikan visi dan misinya yaitu
dengan melalukan strategi korporasi (Corporate) dan unit bisnis serta strategi
lainnya yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Tanggung jawab sosial
perusahaan didedikasikan dalam bentuk suatu program yang disebut sebagai
Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam program CSR tersebut termuat
berbagai program sosial, diantaranya adalah pertamina dan pendidikan,
pertamina dan society, pertamina dan kesehatan, pertamina dan lingkungan,
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, dan pertamina foundation.

3.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan penulis dalam makalah ini mengenai
PT Pertamina (Persero) Tbk. adalah :
1. Sebagai perusahaan negara yang menguasai sektor penting/vital di Indonesia
yang menguasai hajat hidup orang banyak, maka sebaiknya PT Pertamina
(Persero) Tbk. selalu meningkatan pelayanan kepada konsumen dan
memberikan kenyamanan pada masyarakat yang tinggal di wilayah area
produksi perusahaan.
2. PT Pertamina (Persero) Tbk. harus meningkatkan strategi pemasaran untuk
menghadapi persaingan minyak dan gas baik perusahaan swasta dalam
negeri maupun luar negeri yang memungkinkan menggunakan teknologi
yang lebih canggih serta sumber daya manusia yang handal.

25
3. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri, maka Pertamina harus
selalu memperhatikan keadaan lingkungan dan lebih meningkatkan program
CSR atau tanggung jawab sosialnya.
4. Dalam perkembangan zaman yang semakin pesat, ada baiknya Pertamina
menciptakan inovasi produk baru yang lebih ramah lingkungan, sehingga
bisa mengurangi efek pemanasan global dan kerusakan lingkungkan pun
dapat teratasi.

26
DAFTAR PUSTAKA

F.R. David, Strategic Management: Concepts and Cases, 11th ed., Prentice Hall,
2007.

Inezkania. Pertamina Pengantar Manajemen. 10 April 2017.


https://inezkania.files.wordpress.com/2014/05/pertamina-pengantar-manajemen.docx

http://www.pertamina.com

www.pertamina.com/social-responsibility/csr-program/

27